Best Lovers

xxx

Yunjae Fanfic

xxx

by Jung Appa

cast : yunho, jaejoong, yoochun, junsu, changmin, dll

pair : yunjae, yoosu, dll

genre : friendship, romance, drama, school

rated : masih T

leght : 1 of ?

warning : alur suka-suka hati, boys lovers, boyxboy, bahasa alay, typo(s), word terlalu sedikit, cerita membosankan, dll.

Author note : ga terima komen yang bikin sakit hati ya, DLDR!

.

.

.

Jung Appa

.

.

.

in to the story

.

.

.

PREVIEW CHAPTER 1

jaejoong mengucek-ucek matanya guna membangun kannya dari mimpi

"ung? yunnie?" sisi lain dari seorang kim jaejoong saat ia bangun tidur 'bertingkah imut'

"ne? kajja pulang" ajak yunho

"hh mana yang lainnya umma?" tanya jaejoong bingung

"sudah pulang sayang, kau cepatlah pulang"

"baiklahhh" dengan malas jaejoong bangkit dari duduknya "appaaa" panggil jaejoong saat melihat appa kim disana

"ne cantik? cepatlah pulang, besok kita bertemu lagi."

"ne baiklah" nurut jaejoong kemudian ia pergi pulang bersama yunho

CHAPTER 2

"y..yunnie" panggil jaejoong pada yunho yang sedang ada di kamar mandi dengan sedikit berteriak

"ya ada apa?" tanya yunho yang juga membalasnya dengan sedikit teriakan

"bajumu.." lirih jaejoong

"ada apa jae?" tanya yunho lagi, karena merasa tidak mendapatkan jawaban dari jaejoong padahal jaejoong sudah menjawab hanya saja ia tidak dengar

"bajumuuuu.." kini jaejoong kembali sedikit berteriak

"wae? kenapa bajuku?" yunho yang sudah selesai mandi pun keluar kamar mandi dengan hanya memakai handuk di pinggangnya

seketika yunho terpana melihat jaejoong yang kini berdiri di dekat ranjang king sizenya dengan hanya mengenakan baju yunho yang berwarna putih itu, bajunya terlihat sangat besar jika jaejoong yang memakainya, bahkan saking besarnya baju itu bisa menutup setengah dari paha mulus dan kecil yang jaejong punya, membuat kaki jenjangnya yang bak model itu tidak tertutup apa-apa

'glek'

yunho menelan salivanya gugup, bagaimana pun juga yunho adalah seorang namja dewasa, setelah bertahun-tahun bersahabat dengan jaejoong baru kali ini yunho melihat jaejoong sesexy itu

"u..umh kenapa k..kau berpakaian seperti itu jae?" tanya yunho gugup dan mengedarkan pandangan mata musang itu menjauh dari sesosok malaikat didepannya ini

"bajumu terlalu besar untukku.." ujar jaejoong polos sambil terus menundukan wajahnya, malu mungkin

"k..kalau begitu pinjam baju changmin saja" ujar yunho putus asa

"tapi badan changmin kan sedikit lebih besar darimu" pikir jaejoong

"benar juga.." yunho kembali berfikir. pasalnya dia tidak akan pernah bisa tidur dengan tenang malam ini jika ada jaejoong dikamarnya dengan pakaian yang err.. menggoda iman yunho. yunho sedikit beruntung sebab kejadian tadi jaejoong dapat menginap dirumah yunho

.

.

.

FLASHBACK

"yun? apa tidak merepotkan mengantarku sampai rumah? ini sudah malam" khawatir jaejoong, mereka kini sudah berada di dalam mobil ferari merah milik yunho

"gwenchana, kau akan lebih merepotkan jika pulang sendiri naik bus lalu kau hilang" jawab yunho santai

"yak! kau ini sangat menyebalkan" jaejoong mempoutkan bibirnya setelah puas memukul lengan yunho

"hentikan jae, aku sedang menyetir, kalau kita kecelakaan semua salah mu" ujar yunho gemas

"huft" jaejoong lebih memilih melihat padatnya jalanan kota seoul dari pada muka yunho yang menurutnya kecil dan menyebalkan seperti alien itu

dengan angin yang sepoi-sepoi membuat jaejoong sedikit mengantuk, memang mobil yunho tidak ada atapnya(?), bukan tidak ada sebetulnya tetapi yunho lebih memilih untuk tidak menggunakannya karena meresa udara malam ini sejuk dan tidak terlalu berpolusi.

tes

tes

"eh?" jaejoong yang merasakan adanya tetesan air dari langit pun menoleh ke atas, gawat sepertinya akan hujan. kemudian ia mengadahkan tangannya dan

tes

benar saja, sebutir cairan kini mendarat sempurna di telapak tangan jaejoong yang putih mulus

"yunnie, gerimis" ujar jaejoong polos. ya, dia memang suka memanggil sahabat beruangnya ini dengan yunnie, karena menurutnya itu imut

"jinjja?" tanya yunho kaget "baiklah, akan kututup" kemudian yunho mememcet sebua tombol akan tetapi tidak terjadi apa-apa

"sudah kau tutup?" tanya jaejoong yang mulai panik

"sudah kupencet, tapi sepertinya rusak" ujar yunho

"omo! ottokhae?" panik jaejoong

"tenang saja jae.." yunho mengelus pelan surai hitam jaejoong "pasang sabuk pengaman mu, aku akan cepat" ujar yunho. dia benar-benar tahu jaejoong takut akan hujan, kilat dan petir.

"huung.." jaejoong hanya mengangguk imut dan memasang sabuk pengamnnya dengan kencang

BRUM

yunho memau mobil sportnya dengan kencang karena takut hujan akan semakin deras

JDERRR

"aaaaa!" mendengar suara petir jaejoong menutup telinganya dengan kedua tangan dan memejamkan matanya rapat-rapat, saking kagetnya ia sampai berteriak dengan keras. yunho yang mendengar terikan keras jaejoong otomatis menoleh

"gwenchana?" yunho memegang bahu jaejoong dan sesekali menoleh kearahnya karena ia juga harus fokus menyetir, hujan semakin deras.

"..." jaejoong hanya diam saja dan masih terus pada posisinya

"jae, jaejoongie" panggil yunho sedikit agak kencang

"n..ne?" akhirnya jaejoong menoleh kearahnya, mata doenya yang indah kini terdapat genangan air mata

GREP

"y..yun?" jaejoong kaget karena yunho tiba-tiba saja menggenggam tengan kirinya erat

"apa sedikit lebih tenang?" tanya yunho khawatir

"ne, gomawo" jaejoong kembali tersenyum walaupun masih sedikit takut

hujan semakin deras, baju jaejoong dan yunho sudah semakin basah. jaejoong kini terlihat mengigil sedikit. mobil yang yunho kemudikan sudah dekat dengan rumah yunho, memang rumah jaejoong sedikit lebih jauh dari rumah yunho makanya tadi jaejoong sempat berfikir apakah ia merepotkan yunho

"bersabarlah jae, sebentar lagi" ujar yunho sambil menoleh kearah jaejoong dengan sebuah senyuman

"ne yun" jaejoong balass tersenyum, jaejoong dapat melihat gurat lelah di wajah yunho

CKIT

"astaga.." jaejoong kaget karena tiba-tiba mobil yunho mengalami masalah, segera saja yunho menepikan mobilnya untung saat ini jalanan tidak terlalu ramai bahkan dapat dikatakan sepi

"apa yang terjadi" tanya yunho bingung entah pada siapa "kau baik-baik saja?" tanya yunho pada jaejoong

"ne, aku tak apa" jawab jaejoong

"mobil sialan" gerutu yunho kemudian ia keluar dari mobil untuk mengecek, ternyata ban sebelah kiri pecah, ia tidak punya ban serep dan terpaksa harus kebengkel. tidak mungkin ia kebengkel saat ini karena waktu sudah menunjukan pukul 9 malam dan hujan serta ia harus mengantar jaejoong

"yun? ottokhae?" tanya jaejoong yang memeluk dirinya sendiri, sepertinya ia kedinginan

"bannya kempes jae, aku rasa sebaiknya kau menginap dirumah ku karena rumah mu masih sedikit jauh" nasehat yunho

"baiklah, maaf merepotkan" sesal jaejoong

"gwenchana" kemudian yunho menghampiri jaejoong, membukakan pintu mobilnya dan berjongkok di depan jaejoong

"apa yang kau lakukan?" tanya jaejoong bingung

"aku akan menggendongmu agar lebih cepat sampai" jelas yunho lalu ia juga membukan jaket sekolahnya

"naik kepunggung ku dan cepat, dan pakai ini" yunho menyerahkan rompinya pada jaejoong

"bagaimana dengan tas kita?" tanya jaejoong yang melihat nasib tas sekolah mereka yang ada di jok belakang

"biarkan saja, tidak ada yang ingin mencuri buku pelajaran kan" kata yunho

HUP

akhirnya jaejoongpun naik ke punggung yunho dan memakai jaket yunho sebagai penutup kepalanya, otomatis kepala yunho juga ikut terlindungi

"gomawo, maaf merepotkan" sesal jaejoong lagi

"gwenchana.." kemudian yunho berjalan dengan cepat menuju kediamannya yang berjarak sekitar 50m lagi setelah ia mengunci mobilnya dan meninggalkan mobil sialan itu

FLASHBACK END

.

.

.

"apa labih baik aku pulang saja?" tanya jaejoong

"tidak! ini sudah malah, dan kau harus istirahat" cegah yunho

"tapi aku belum menelfon umma dan appa" ujar jaejoong

"kalau begitu telfon saja sekarang" usul yunho

"sepertinya handphone ku tertinggal di mobilmu, kan tas aku juga ada disana" kata jaejoong

"astaga, sial sekai kita hari ini" gerutu yunho. untung ia menyimpan ponselnya di saku celana, jadi tidak akan tertinggal "hubungi pake handphone ku" ujar yunho

"baiklah" kemudian jaejoong mendial nomor hp appanya

[hallo? yunho?]

"anni apa, ini jaejoong"

[oh joongie, ada apa? kau masih bersama yunho?]

"appa, sepertinya aku aka menginap di tempat yunho, apakah boleh?"

[memangnya apa yang terjadi? yunho tidak mau mengantarmu pulang?]

"bukan, tadi itu hujan deras dan ban mobil yunho kempes, untung saat kejadian itu kita sudah dekat dengan rumah yunho"

[baiklah, apa umma dan appa jung ada disana?"]

"tidak, hanya aku yunho dan minnie saja"

[baiklah, kau berhati-hatilah]

"ne appa, sampaikan salamku untuk umma ne?"

[arraseo, appa menyayangimu jae]

"aku juga appa"

[bye]

"bye"

"bagaimana?" tanya yunho

"gwenchana" jaejoong hanya mengangguk-angguk

"yasudah, pakai saja baju itu toh kita hanya bertiga disini, minnie juga pasti sudah tidur" ujar yunho

"heum baiklah, dimana aku akan tidur?" tanya jaejoong

"disini" kata yunho pasti

"b..bersama mu?" tanya jaejoong gugup

"ya, kau tahukan dirumahku hanya ada tiga kamar" jelas yunho "apa kau mau tidur dengan changmin?" lanjutnya

"omona, anniya anniya" ujar jaejoong, ia kapok tidur dengan changmin pasalnya anak itu ngorok dan tidur seperti cacing kepanasan serta banyak sekali bicara

"yasudah cepat tidur, sudah malam" nasihat yunho

kemudian jaejoong menaiki kasur king size milik yunho dan ia duduk memandangi yunho

"lalu kau tidur dimana?" tanya jaejoong

"disini" ujar yunho santai

"disini? bersama ku?" tanya jaejoong lagi

"ya, aku tidak ingin tidur dengan bocah itu" ujar yunho

"t..tapi tapi" gugup jaejoong

"wae? kita kan sama-sama namja" jelas yunho, kini ia sudah terbaring disebelah kiri jaejoong

"ung.." jaejoong hanya mengangguk-anggukan kepalanya

"jalja" ujar yunho

"jalja yunnie, mimpi indah, terimakasih" ujar jaejoong tulus, kemudian ia menidurkan dirinya dengan panggungnya yang menghadap kearah yunho, sepertinya masih hujan deras diluar sana

.

.

.

JDER

"ungh.." tidur indah jaejoong terusik karena suara petir yang keras, kemudian ia menoleh kearah jam yang ada di meja belajar yunho "jam dua dini hari" ujar jaejoong lemas

"aku takut.." gerutu jaejoong. biasanya jika ada hujan, ia akan tidur dikamar orang tuanya dan memeluk umma atau appanya.

"yunnie.." jaejoong menggoyangkan badan yunho pelan

"hm" lenguh yunho yang merasa tidurnya terganggu

"yunnie bangun.." ujar jaejoong dengan melas

"ck, ada apa jae?" kesal yunho, ia merasa sangat lelah dan kini tidurnya harus diganggu "ini baru jam dua dini hari" gerutu yunho lagi saat ia melihat jam yang ada dimeja belajarnya

"a..aku takut p...petir" jaejoong bergumam pelan "maafkan aku.." sesal jaejoong

"haish, yasudah" ujar yunho kemudian ia menarik tangan jaejoong sehingga kini namja cantik kita berada dalam pelukan yunho

'nyaman' batin jaejoong

"aku akan memelukmu" yunho menenangkan jaejoong

"gomawo yunnie" jaejoong tersenyum penuh malu

"heum" yunho hanya menggumam, tapi ia merasakan jantungnya berdetak dengan kencang sakan-akan ingin meloncat keluar dari tempatnya (?)

'wangi mu memabukkan jae' ujar yunho dalam hati

ia terus saja melamun, sesekali melihat wajah malaikat jaejoong yang tertidur di dalam pelukannnya

'jalja' kemudian yunho mengecup pelan kening jaejoong dan menyusulnya ke alam mimpi

.

.

.

"HYUNGGG!" teriak changmin yang berada di dapur, ia kesal karena hyungnya belum bangun

"YUNHO HYUNG!" teriaknya lagi 'benar-benar beruang tak tahu diri' geram changmin dalam hati

dengan langkah cepat ia menuju ke kamar yunho

TOK

TOK

TOK

ia mengetuk pintu kayu itu dengan kencang

"HYUNG, IREONA!" teriak changmin kesal

"aish jeongmal-jeongmal pabbo" changmin semakin geram pasalnya ia heran tidak melihat mobil yunho digarasi rumahnya padahal sepatu sekolah yunho sudah berserakan di pintu masuk

CEKLEK

dengan berani Jung Changmin menerobos masuk ke dalam kamar sang kakak

"eunghh.." changmin mendengar lenguhan yang dapat dipastikan itu buka suara yunho

'apa suara yunho hyung berubah menjadi lebih lembut?" pikir changmin dalam hati dan ia memberankan diri masuk ke kamar hyungnya lebih jauh

"ASTAGA!" pekiknya kaget saat melihat apa yang terjadi di depan matanya

.

.

.

Jung Appa

.

.

.

Tuberculosis

hai guys! kita ketemu lagi nih, maaf ya kalo chapter satu kurang memuaskan buahaha, di chapter ini fokus banget ke yunjae, semoga chapter ini lebih bagus dari chapter sebelumnya ya! mind to review?

Thx~

Chapter 2 ini ada 1827 words