Chapter two, update. Review and enjoy this story...

O o O o O o O

Setelah mendapat surat tantangan dari Aizen yang ngakunya ganteng, Akatsuki pun melakukan perjalanan menuju Las Noches dengan bantuan GPS milik Kisame. Setelah menepuh perjalanan empat hari empat malam, sampailah mereka ke tempat yang dituju...

"Akhirnya, kita sampai juga ke tempat ini," kata Itachi sambil rebahan dipasir putih Hueco Mundo.

"Ada makanan gak ya? Tobi laper banget nih," mengelus perutnya yang keroncongan.

Sudah empat hari anggota Akatsuki yang cuma 10 orang ini tidak makan dan istirahat, maklumlah, mereka tidak punya banyak uang untuk membeli makanan, apalagi untuk menyewa penginapan, setidaknya begitulah kata bendahara mereka yang super pelit, Kakuzu.

O o O o O o O

"Danna~, tempat ini mirip banget ama Suna, un. Pasti ini beneran di Suna, un?" Komentar Deidara.

"Ngaco lo, Suna tuh pasirnya coklat, bulannya juga gak kayak gitu," balas Sasori sambil menunjuk bulan sabit, kebetulan mereka tiba disana saat malam hari, setidaknya begitulah menurut anggota Akatsuki yang baru menginjakkan kaki ditempat itu. Mereka tidak tau, kalo Hueco Mundo memang selalu terlihat seperti malam hari.

"Iya juga sih, un. Hawanya juga beda, un. Meskipun malem, Suna tetep lebih panas, un," kata Deidara lagi.

"APA LO BILANG?. SEKALI LAGI LO MENGHINA SUNA, KITA PUTUS, DEIDARA!" ancam Sasori.

"Kalo kita putus, Deidara malah seneng, un. Soalnya, Deidara bisa jadi ukenya Itachi-teme, un," Deidara meluk-meluk Itachi. Itachi yang emang udah lama pengen jadi semenya Deidara langsung blushing.

Sasori sweatdrop, "Dasar uke gak setia," pikirnya.

O o O o O o O

"Kisame! Las Noches itu masih jauh ya?" Tanya Pein agak ngos-ngosan.

Kisame menjawab, "Masih 3 km lagi dari sini," sambil memelototi Gps kebanggannya.

"Huwaaaah, Tobi capeeek~," rengek si anak baik.

Walau lelah, tidak ada niat sedikitpun, dibenak Akatsuki untuk mengakhiri perjalanan ini.

O o O o O o O

Las Noches POV...

Hari ini, Aizen si pemimpin, sedang duduk diantara dua budak-budaknya, Ichimaru Gin dan Kaname Tousen. Dia sedang mengadakan pertemuan dengan para Espada di aula yang besarnya nggak jauh beda ama lapang bola. Tapi pertemuan hari itu agak berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kalau biasanya, Espada dan Aizen duduk di bangku yang mengelilingi meja dengan suguhan teh, kini mereka duduk besila dilantai dengan posisi melingkar. Mulut mereka komat-kamit membaca doa yang dipimpin oleh anggota tertuat di Espada, yakni Barrangan. Gaya mereka semua nggak jauh beda ama orang tahlilan, cuman, mereka nggak pake peci dan baju koko. Hari itu, Espada sedang memohon kelancaran agar mereka bisa menang melawan Akatsuki.

Sejam kemudian...

"Aaaaaaaaaaamiiiiiiiiinn," koor semua anggota Espada sambil mengusap muka, minus Stark yang malah mengusap ilernya, maklum dia baru bangun tidur.

"Nah, anak buahku semuanya~, sebelum makan-makan ada yang pengem gue sampaikan. Mungkin, besok pagi-..." celoteh Aizen.

"Aaaaaaaammiiiiiiiiiiin," potong para Espada dan patner mereka masing-masing. Mereka masih berpikir kalo pengajian mereka belum selesai.

Aizen sweatdrop besar, "Untuk menyambut Akatsuki, gue pengen kalian mendekor tempat ini agar-..."

"Aaaaamiiiiiiiiiiinn...".

Alis Aizen naik turun gak jelas, tapi dia masih bisa menahan amarahnya, "Gue pengen tempat ini bersih dari pasir sisa badai pasir, kaca juga harus kinclong, dan juga kalian harus masak masakan spesial ala restoran, supaya-".

"Amm-..."

Aizen ngeluarin reiatsunya, Espada yang sedaritadi nyela omongan Aizen langsung diem.

"Pokoknya, gue pengen kalian semua ngelakuin tugas yang gue kasih dengan sebaik-baiknya, awas kalo enggak!" Ancam Aizen dengan aura blacknya.

Semua yang ada diaula itu langsung nelen ludah.

"Naah~, sekarang, mari kita makan~,"kata Aizen tak lama kemudian.

Semua pun menyerbu makanan yang ada didepan mereka. Yang paling menarik perhatian bukan makanan yang disajikan, tapi gaya Grimmjow dan Ulquiorra yang saling menyuapi satu sama lain. Mereka berdua resmi jadi pasangan Yaoi setelah Grimmjow putus ama Ichigo.

Sementara Espada sedang makan enak, kumpul-kumpul, ngakak sana sini, yaoi-an, Akatsuki malah berjalan gontai karena kelaparan. Tampang mereka sungguh teramat nista untuk dijelaskan apalagi untuk dibayangkan. Jubah mereka sudah compang camping nggak karuan akibat badai pasir, rambut acak-acakan, kulit kering, berat badan mendadak turun 15 kg, tenggorokan gatal, sariawan, bibir pecah-pecah, karena hampir semua anggotanya pada kena panas dalam. Tapi, cuma satu benda saja yang selamat dalam rombongan yang nggak elit itu, sebut saja dia, 'koper Kakuzu'. Nggak sedikit pun debu menempel di koper itu.

O o O o O o O

"Huweee~... Kalo kayak gini jadinya, gue nyesel ikut lo semua, wajah gue yang ganteng ini jadi keriput gara-gara hawa Hueco Mundo ini~," Itachi ngaca pake cermin yang dicabut dari lemari pakaiannya yang tingginya hampir semeter.

"Perasaan, udah dari bayi deh lo keriput," timpal Kisame yang masih memelototi Gpsnya.

"Nggak ada yang tanya!" Balas Itachi dengan judesnya. "Lagian, darimana lo tau kalo pas kecil gue keriput?" Lanjut Itachi.

"Barusan kan lo sendiri yang bilang?" balas Kisame sok cool.

Sudut empat siku-siku terbentuk di ubun-ubun Itachi yang mulai beruban.

O o O o O o O

"Nistanya hidupku," Sasori meratapi nasib.

"Iya, un~... Dei juga udah hampir mati nih, un," rengek Deidara sambil memegangi dahinya.

"Untung masih hampir ya senpai, belum udah mati~," Tobi ikutan nimbrung.

"Ngak ada yang ngajak ngomong elo, Tobi~" balas Deidara sebel mode on.

O o O o O o O

Pein's Pov...

"Kalo gue gak nurutin nafsu gue buat ketemu Aizen yang ngaku-ngaku ganteng itu, pasti sekarang gue lagi berkutat ama bokep seri terbaru gue, apalagi bokep itu kan lagi hot-hotnya. Lagian, ada apa dengan gue? Udah jelas cuma gue orang terganteng di dunia dan akhirat, masih aja penasaran ama wajah Aizen gila itu," umpat Pein dengan tampang melas, mesum dan narsis.

Pein's Pov End...

O o O o O o O

"Di Las Noches ada salon nggak ya? Gue mau spa, kulit gue udah nggak halus dulu lagi," desah Konan sambil meratapi nasib kulitnya yang nggak sehalus dulu.

"DEWA JASHIN, TOLONG KELUARKAN AKU DARI TEMPAT NISTA INI," Hidan berteriak dengan lebaynya. "ATAU, PALING NGGAK KASIH AKU MAKANAAAN~...".

Kuping Kakuzu langsung congek mendadak.

O o O o O o O

Sementara itu di Las Noches...

Para arrancar lagi ngepel seluruh ruangan di tempat itu. Yang cewek seperti, Neliel, Halibel, Lilinete, dan lain-lain memasak di dapur yang luasnya sama kayak sebuah ruang kelas. Yammy dan anak buahnya dapat tugas membetulkan atap yang bocor. Stark Coyote dapat tugas nyiapin kamar tidur buat sepuluh anggota Akatsuki. Tapi bukannya menata kasur untuk tempat peristirahatan Akatsuki, dia malah menata kasur untuk dia tiduri sendiri. Nnoitra dan Szayel yang ditemani asisten tercintanya dapet tugas nguras wc, dan membersikan kamar mandi. Sementara Ulquiorra dan semenya Grimmjow sedang menjaga di depan gerbang untuk menunggu kedatangan Akatsuki. Yah, bisa dibilang, tugas merekalah yang paling gampang, apalagi kedua pasangan yaoi itu bisa sekalian pacaran. Dan yang paling enak lagi, orang yang tugasnya cuma mengawasi saja, seperti Aaroniero, Zommari, dan Barrangan.

O o O o O o O

Sementara itu, diruangan Aizen, dia sedang memikirkan nasibnya, menangkah? Atau dia yang akan kalah melawan Akatsuki. Pikiran negatif ini bermula beberapa saat setelah surat tantangan yang ia kirim sampai ke tempat Akatsuki. Saat itu, dia mengumpulkan anak buahnya untuk memberitau profil lengkap anggota Akatsuki.

Back To Start...

"Nah, anak-anakku, sambil membaca profil orang-orang itu, gue minta kalian semua mempersiapkan diri kalian untuk melawan Akatsuki"

"SIAP AIZEN-SAMA~," teriak mereka semua kompak.

"Gue gak sabar buat nunggu mereka," kata Grimmjow dengan wajah psychonya. "Gimana denganmu sayang?~," Grimmjow bertanya pada Ulquiorra.

Yang ditanya cuma diem, sok jaga imej di depan anggota Espada yang lain. Padahal dalam otaknya dia akan berkata, "Aku juga gak sabar sayang~," sambil rebahan didada Grimmjow.

"Ou, Kisame? Jenis ikan yang indah yang cocok untuk percobaan gue," kata Szayel, satu-satunya orang yang tertarik ama jenis ikan setengah manusia Kisame, padahal dalam dunianya, orang yang dekat dengan Kisame cuma ada dua kemungkinan, kalo nggak orang buta berarti orang itu gila. Misalnya Itachi atau Akatsuki.

Sedangkan, Stark malah asyik menggambar pulau di atas blangko biodata Akatsuki.

"
Hati kecil Aizen berkata, "Apa kita bisa menang dengan mengandalkan orang-orang yang kayak gini?" Ngeliat ke anak buahnya."Yang satu udah bau tanah, cuma seorang cewek, tukang tidur, Ou..." Aizen megangi jidatnya yang lebar. "Apa kita bisa menang ya?" Geleng-geleng ala orang joget di tempat disco.

Start Pov End...

O o O o O o O

TBC...

O o O o O o O

Chapie yang panjang selesai sudah. . Sekarang waktunya jawab review. .

AkatsukiImaginaryBlue: Sebelummya, terima kasih untuk pujiannya. Aizen ama Pein emang super narsis. Yah, Itachi dan Kisame emang pasangan serasi, saluuut *di mangekyo Itachi*.

Hikaru Ryuuzaki: Wah, Shi terharu. Tenang aja senpai, Grimmjow pasti muncul, soalnya dia 'kan semenya Ulquiorra...

Akasuna Nee: Wah, terima kasih buat kritik dan sarannya ya senpai. Gomen kalo chapter satu kemarin ancur gitu ^^. Sekali lagi arigatou senpai *nunduk-nunduk*.

The1st: SETUJU SENPAI, mereka emang paling mesum dan narsis ^^.

lopelope: Iya ini emang banyak typonya, chapter dua juga deh kayaknya, tapi Shi juga berterima kasih untuk kritik dan sarannya. Kalo chapter kedua ini gimana? Lebih baik, ato sebaliknya senpai?.

mind of vic: Shi udah menyampaikan salam senpai. Dan makasih udah bilang ini fanfic lucu...

13QuarterQueen13: Shi bakal bikin Espada gak kalah gokil deh. Karena menurut Shi kemunculan mereka udah imbang, jadi Shi masukin crossover. Terima kasih reviewnya senpai.

ainaru-minato4869: Iya, chapter dua ini udah Shi masukin crossover kok. Makasih reviewnya.

Terakhir, review please... And don't flame...