A/N: Hallo minna! It's me again, Tama! Waw, jeda antara chapter 1 dan chapter 2 deket banget, nggak nyampe sehari! Thanks banget buat yang udah ngereview! Okay, here it goes! Chapter 2! Happy reading!
Summary : Mikan Sakura, seorang gadis berusia 16 tahun, diam-diam jatuh cinta pada teman chattingnya yang ia bahkan tak tahu siapa. Lalu, saat pindah ke Alice Academy, Mikan menjadi dekat dengan dua cowok paling popular di sekolah, yaitu Ruka Nogi dan Natsume Hyuuga. Apalagi Ruka sangat baik padanya, mereka pun akhirnya saling suka. Kini Mikan bingung siapa yang harus ia pilih antara teman chattingnya atau Ruka. Mampukah ia menemukan siapa sosok asli teman chattingnya? Dapatkah ia memilih salah satu diantara keduanya? NxMxR, no-Alice.
Alert : Jangan heran kalo banyak banget karakter yang OOC!
Disclaimer : Bukan fanfic namanya kalau aku yang punya Gakuen Alice, iya kan?
Confusion and Hesitation
By Yuuto Tamano
Chapter 2: Mikan's Partner
Hari itu seperti biasa, kelas A tingkat 2 divisi High School Alice Academy, sedang dalam masa parah-parahnya, dimana kelas tak terkendali dan keadaan sangat ribut. Walaupun sudah remaja, namun sifat kekanak-kanakan mereka masih ada. Namun sepertinya ada 3 orang yang hanya duduk tenang dengan kesibukan mereka masing-masing.
Mereka adalah: Hotaru Imai, yang terlihat sibuk bergelut dengan alat-alat elektronik di depannya. Hotaru merupakan seorang calon ilmuwan. Penemuan-penemuan sudah terkenal di seluruh Jepang berkat bantuan Academy. Padahal Hotaru adalah seorang yang tergila-gila pada uang, dan terkenal sebagai seorang black-mailer.
Berikutnya ialah Ruka Nogi, yang terlihat sibuk memberi makan kelinci yang dipegangnya. Ruka adalah seorang pencinta binatang. Bahkan ia sampai meminta pada sekolah untuk memelihara berbagai jenis binatang di hutan sekolah. Ruka adalah seorang yang sangat baik dan penyayang. Sifatnya bertolak belakang dengan sahabatnya.
Lalu yang terakhir ialah Natsume Hyuuga, yang terlihat sibuk tertidur dengan wajah yang tertutup buku manga. Natsume adalah sahabat Ruka yang jenius. Ia sering membolos kelas atau tidur kelas karena merasa pelajaran itu tidak penting—karena ia terlalu jenius. Sifatnya dingin dan arrogant, namun setia pada orang yang ia sayangi.
Natsume dan Ruka adalah dua cowok yang paling diidam-idamkan di Academy. Selain kaya, mereka juga berwajah rupawan. Natsume memiliki rambut berwarna Raven dan sepasang mata crimson yang menawan hati setiap cewek yang melihatnya. Sedangkan Ruka terlihat jazzy dengan rambut pirang dan mata ceruleannya.
Mereka bertiga masih sibuk dengan kegiatan masing-masing, bahkan ketika Narumi-sensei, wali kelas mereka, datang dan mengucapkan salam khasnya:
"Adieuu minna! Apa kabar semua? Ayo kembali duduk ke bangku masing-masing! Aku punya kabar bagus untuk kalian!"
Semua murid lalu duduk ke bangkunya masing-masing, walaupun mereka masih ribut karena saling berdiskusi dengan yang lainnya. Mereka bahkan tidak mendengarkan kata-kata 'kabar bagus' yang diucapkan Narumi-sensei.
"Okay, minta perhatiannya! Kini kalian kedatangan seorang murid baru. Seorang gadis tentunya! Kalian pasti suka!"
Semua murid mencemooh padanya. Walau ada beberapa murid cowok yang tampaknya penasaran seperti apa murid baru tersebut, namun hampir semua murid cewek menyebali kedatangan murid baru tersebut, apalagi kalau ternyata sang murid baru ternyata adalah seorang gadis yang sangat cantik hingga dapat merebut Natsume dan Ruka dari mereka.
Sedangkan Natsume, Ruka, dan Hotaru? Sampai sekarang pun mereka masih sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
Sementara itu Narumi-sensei memberi aba-aba pada Mikan, sang murid baru, yang berada di luar. Dengan perasaan berdebar-debar dan langkah perlahan ia memasuki kelas dengan anggunnya. Rambut Brunettenya yang lurus dan agak sedikit melingkar di bagian bawah terayun-ayun dengan apik. Beberapa pasang mata menoleh padanya.
"Namaku Mikan Sakura, mohon bantuannya!" ucap Mikan sambil membungkuk sedikit.
Alhasil, kecantikan sang brunette mampu membuat hampir sebagian cowok terkesima melihatnya, dan juga berhasil membuat hampir seluruh cewek di kelas sebal padanya. Begitupun halnya dengan Ruka, ia juga terkesima melihat kecantikan Mikan, namun segera ia memalingkan wajahnya dan berpura-pura tak terjadi apa-apa.
Setelah Narumi-sensei menuliskan nama Mikan di papan tulis, ia kemudian berkata. "Nah, kalian semua baik-baik padanya ya! Lalu aku akan memilihkan partner yang akan membantunya untuk beradaptasi di Alice Academy ini! Humm… siapa ya…"
Sepasang mata violet Narumi-sensei mulai melirik ke arah para siswanya. Ia mencari seseorang yang dikiranya tepat untuk menjadi partner Mikan. Sedangkan Mikan tidak peduli siapa saja, yang penting orang tersebut benar-benar baik.
"Baiklah! Aku sudah memutuskan…"
Narumi-sensei terdiam sejenak, membuat Mikan dan seluruh siswanya berdebar-debar. Kecuali untuk Natsume dan Hotaru.
"Okay! Hotaru Imai, kamu yang menjadi partner untuk Mikan!" seru Narumi-sensei, girang.
Trangg-
Sebuah obeng meluncur jatuh dari tangan Hotaru, membuat teman-teman sekelas menoleh padanya. Ia menatap tajam Narumi-sensei dan mengeluarkan aura-aura yang tidak mengenakkan. Ia ingin menolak, namun sekolah telah memerintahkannya demikian.
"Hhh.." Hotaru hanya menghela nafasnya.
Narumi-sensei kemudian menyuruh Mikan untuk duduk bersebelahan dengan Hotaru, dimana kursi di sebelah Hotaru memang kosong. Dengan senang hati Mikan berjalan melangkah menuju kursinya. Ia lalu menyapa Hotaru dengan riangnya.
"Namaku Mikan! Senang berkenalan denganmu, kita partner sekarang! Namamu Hotaru ya?" sapa Mikan dengan senyuman terbaiknya.
Hotaru hanya menatap mikan dan mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan gadis itu. Ia lalu segera kembali sibuk dengan kegiatannya, membuat sebuah penemuan. Sepertinya sedikit lagi akan selesai. Sementara Mikan menjadi penasaran.
"Hei, kamu lagi apa?" tanyanya.
Hotaru tidak menghiraukannya. Ia hanya fokus pada penemuannya. Sedikit lagi! Sedikit lagi selesai!
"Hei, Hotaru… kamu lagi buat apa?" tanyanya lagi, agak menaikkan intonasinya. Lagi-lagi hanya diam yang terucap dari mulut tipis Hotaru. "Hei, Hotaru~ kita partner kan?"
"Selesai…" kata Hotaru tiba-tiba.
"Eh?" Mikan hanya terbengong-bengong. "Selesai apa?"
Hotaru lalu menatap Mikan, "Penemuanku! Karena kamu partnerku, aku akan memberi hadiah padamu dengan membuatmu menjadi orang pertama dalam sejarah yang mencoba penemuanku ini!" jelasnya.
Mikan semakin senang, "Wah! Aku mau dong!" serunya. Namun entah kenapa ia merasakan perasaan yang tidak enak pada penemuan yang berbentuk seperti sarung tangan tinju elektronik itu. Dan benar saja…
BAKA!BAKA!BAKA!
Tepat! Mikan terkena tinju tiga kali tepat di hidungnya. Membuat matanya tampak seperti berputar-putar. Hidungnya memerah dan Mikan sedikit mengeluarkan air mata. "Nee Hotaru apa itu~?"
"Bakagun! Penemuan no.013, sangat efektif untuk memukul orang-orang bodoh dan berisik sepertimu. Bahkan suaranya pun berbunyi 'baka' (bodoh)!" jelasnya dengan wajah yang super datar dan tanpa emosi.
"Hotaru~ kamu jahat banget~"
Hotaru menghela nafasnya lagi, "Aku bercanda, aku tak menyangka kau sebodoh ini… Ya sudah, selamat datang di Alice Academy! Kau bisa bertanya apapun padaku!"
Mata Mikan berlinang, ia sungguh terharu, ternyata teman pertamanya begitu baik hati walau dari luar terlihat dingin. "Hotaru…" Tanpa basa basi, Mikan pun memeluk Hotaru dan membuat Hotaru jijik karenanya.
BAKA!BAKA!BAKA!
"Jangan dekat-dekat aku! Apalagi dengan ingusmu itu!" serunya jijik, walau mukanya terlihat datar-datar saja. Sedangkan Mikan hanya tersenyum dengan hidung yang semakin memerah.
Entah ada chemistry apa yang tercipta di antara Mikan dan Hotaru. Tiba-tiba saja mereka menjadi sangat dekat. Mereka bagaikan dua orang sahabat yang sudah lama tak bertemu setelah bertahun-tahun dan baru bertemu lagi sekarang. Seperti itulah mereka. Walaupun mereka sering sekali terlihat berantem, mereka tetap dekat.
Bahkan setelah pelajaran usai, kini mereka berdua sedang berada di salah satu kursi taman di dekat sebuah pohon Sakura di Central Town, pusat perbelanjaan terlengkap di Alice Academy. Mikan terlihat asyik memakan Howalon, sejenis gula-gula berbentuk bulat yang rasanya manis dan lembut sekali. Hotaru sendiri sedang memakan ubi rebus.
"Benar dugaanku! Howalon ini rasanya enak sekali! Tapi mahal~" keluhnya sambil menguyah kelembutan Howalon.
"Sudah sewajarnya kan? Apa yang enak itu pasti mahal!" jawab Hotaru datar, sambil meniup uap yang keluar dari ubinya yang panas.
"Nee Hotaru… entah kenapa aku merasa semua teman-teman cewek di kelas tak suka padaku… kenapa begitu ya?" tanyanya heran.
"Tidak semua kok! Tahu yang namanya Anna dan Nonoko? Mereka senang denganmu"
"Yah… kecuali mereka… yang lain kenapa ya?"
"Entahlah… mungkin gara-gara Natsume Hyuuga dan Ruka Nogi"
"Eh?" Mikan menjadi bingung. Ia tahu mereka berdua, dua orang cowok yang duduk paling belakang dimana yang namanya Ruka itu ialah seorang yang berambut pirang dan selalu memegang kelinci, sedangkan yang namanya Natsume ialah orang yang selalu tidur di kelas atau selalu baca manga.
Namun Mikan tak mengerti kenapa mereka berdua menjadi penyebab kenapa hampir semua cewek di kelas tak suka padanya. "Kenapa mereka?"
"Kau nggak sadar, Mikan? Semua cewek di kelas tergila-gila pada mereka berdua. Kecuali aku tentunya…" seru Hotaru sambil mengunyah ubinya. "Cewek-cewek itu tak suka padamu karena kau dianggap mereka dapat mengambil hati Nogi dan Hyuuga"
Mikan hanya tertawa, "Hhaha! Itu tidak mungkin! Lagipula aku juga sudah punya pujaan hatiku!"
"Hah? Siapa?" tanya Hotaru sedikit kaget, namun hal itu tak terlihat di wajahnya.
Mikan lalu tersenyum, "Dia teman Chattingku! Nama IDnya CrimsonFlame. Aku tak pernah bertemu dengannya sekalipun, namun kata-katanya benar-benar membuatku merasakan berbagai sensasi!"
"Aku pikir…aku menyukainya!" lanjut Mikan.
Hotaru terdiam sejenak, "Lalu?"
"Dan sekarang dia sedang berada di dekatku saat ini!" Mikan mengambil nafas sejenak dan tersenyum manis. "Dia siswa sekolah ini!"
Sementara mulut Hotaru hanya membentuk huruf 'o', tiba-tiba seekor burung terbang melintasi kepala Mikan dan mengeluarkan pup-nya di kepala sang brunette. Awalnya Mikan tak menyadarinya, hingga…
"BURUNG SIALAN! KENAPA KAMU BUANG KOTORAN DI KEPALAKU?" teriaknya sambil mengacung-acungkan tangannya ala mafia Jepang dan keluar asap dari kepala dan wajahnya yang memerah.
Hotaru hanya menyeringai melihat Mikan yang seperti itu. Ia mengambil sebuah kamera dan memfoto Mikan yang wajahnya memerah dan terkena pup. Klik- Mikan kaget mendengarnya bunyi aneh itu.
"Hotaru, apa yang kau lakukan~?" serunya.
"Hn…idiot!"
"Hotaru! Kau bilang aku idiot?" tanya Mikan dengan wajah memelas. Hotaru hanya terbengong. "Aku nggak bilang idiot kok!" jawab Hotaru tenang.
"Lalu siapa?" Mikan pun melihat ke sekelilingnya dan mata Hazelnya menemukan sosok seseorang yang sedang tidur bersandar di salah satu ranting pohon Sakura yang berada di dekat kursi yang diduduki Mikan dan Hotaru. Sesosok seorang remaja lelaki berambut Raven turun dari pohon tersebut dan menatap Mikan dengan mata crimsonnya.
"Hei, idiot! Teriakanmu itu mengganggu tidurku!" seru Natsume Hyuuga, sang remaja lelaki yang memiliki sepasang mata crimson yang menyorot tajam pada Mikan.
Mikan semakin kesal. "Apa katamu, Hyuuga? Siapa suruh kamu tidur disitu!"
"Aku tidur dimana pun bukan urusanmu, baka!" Natsume lalu pergi meninggalkan Hotaru dan Mikan.
"Hyuuga?"
Tiba-tiba datanglah seseorang remaja lelaki lain berambut pirang dan memiliki sepasang mata cerulean yang air mukanya terlihat cemas. "A…Anu…Sakura-san..."
Mikan berbalik pada orang itu, yang ternyata adalah Ruka, "Apa?"
"A…Anu…Itu…Maaf burung peliharaanku sudah bertindak keterlaluan…Maaf banget ya!" ucap Ruka. Cowok manis itu pun kemudian mengeluarkan sapu tangan miliknya dari sakunya dan segera mengelap kotoran di kepala Mikan tanpa rasa jijik.
"Sebagai permintaan maafku…Biar aku membantu membersihkan kotorannya…" ujar Ruka. Aksi dari Ruka itu membuat wajah Mikan semakin bertambah memerah. Bukan karena kesal, tapi karena malu.
Klik-Klik-Klik
Mikan menyadari bunyi aneh itu berasal dari kamera milik Hotaru. Sedangkan Hotaru hanya menyeringai dan berkata, "Fufufu…Aku akan jadi kaya!"
"I…Imai…"
"Hotaru!"
Bulan purnama menampakkan sinarnya ketika Mikan baru saja selesai mandi dan berganti piyama. Handuk pun masih menggantung di rambut brunettenya yang masih basah. Ia lalu segera merebahkan dirinya di tempat tidur.
"Huuah… untung saja bau kotorannya bisa hilang!" serunya sambil meregangkan kedua tangannya. "Tapi sial aku nggak bisa ngambil foto-foto memalukan bersama Nogi dari Hotaru! Gimana dong?"
Setelah itu, Mikan mengambil laptop Apple kesayangannya. Ia menyalakan laptopnya itu dan sign-in di account MSNnya. Sambil menunggu, ia teringat perlakuan Ruka padanya. Ia menjadi malu sendiri karena memikirkan hal itu. "Nogi orang yang baik!"
Akhirnya ia berhasil sign-in di MSN dan seperti biasa, ia mencari satu nama: CrimsonFlame yang ternyata memang online. Mikan sangat senang karena itu berarti ia bisa curhat dengan teman maya kesayangannya itu. Namun sebelumnya, ia meng-add ID MSN milik Hotaru, IceQueen55, dan langsung saja disetujui oleh yang bersangkutan.
"Wah…Hotaru juga online!" seru Mikan sambil mengirim pesan chat pada Hotaru.
LittleHazel: Hei, Hotaru!
IceQueen55: Hai
LittleHazel: Kamu online juga ya!
LittleHazel: Eh, kembalikan foto-foto memalukan tadi!
IceQueen55: Nggak.
IceQueen55: Aku nggak mau kehilangan sumber kekayaanku!
LittleHazel: Uwaah~ Hotaru jahat banget!
IceQueen55: Lebih baik daripada menjadi seorang idiot.
IceQueen55: off ya, aku mau mandi. Bye
IceQueen55 has just signed out.
"Uwah… bentar banget!" seru Mikan. Ia lalu melirikkan matanya pada satu ID pujaannya. Ia pun mengirimkan pesan chat padanya.
LittleHazel: Hai disana!
CrimsonFlame: Hai
LittleHazel: Eh,
LittleHazel: Aku sekarang online di asrama sekolahmu lho!
LittleHazel: Aku baru saja pindah kesini tadi pagi.
CrimsonFlame: Bagus dong.
CrimsonFlame: Bagaimana Alice Academy?
LittleHazel: Hebat banget!
LittleHazel: Aku baru kali ini sekolah di tempat seluas ini.
LittleHazel: Alice Academy punya segalanya!
CrimsonFlame: Hhaha memang
LittleHazel: Hei, aku mau cerita sedikit tentang kepindahanku kesini…
LittleHazel: Boleh kan?
CrimsonFlame: Tentu aja.
Mikan pun kemudian menceritakan pengalamannya tadi. Mulai dari saat dia bertemu Narumi, menjadi partner Hotaru, Natsume yang menyebalkan, hingga Ruka yang membersihkan kotoran di rambutnya. Ia mengetik sangat panjang.
CrimsonFlame: Hahahaha
CrimsonFlame: Burung itu memang menyebalkan.
LittleHazel: Iya kan?
LittleHazel: Hei, kau menertawaiku!
CrimsonFlame: Aku nggak ketawa kok…
LittleHazel: Huh~ bohong!
CrimsonFlame: Benar kok!
CrimsonFlame: Ya sudah lah…
CrimsonFlame: Yang penting hari pertamamu sekolah menyenangkan bukan?
LittleHazel: Iya! Eh, ngomong-ngomong…
CrimsonFlame: Ya?
LittleHazel: Aku ingin tahu wajahmu seperti apa
LittleHazel: Kita ketemuan yuk?
Lagi-lagi, CrimsonFlame membalasnya sangat lama. 1 menit lewat…2 menit lewat… 3 menit lewat…oh, kali ini Mikan benar-benar menyadari begitu lamanya waktu 1 menit saat sedang menunggu. Rasa penasaran Mikan berubah menjadi kekecewaan ketika CrimsonFlame akhirnya menulis pesan chatnya setelah jeda 5 menit.
CrimsonFlame: Maaf, Hazel, tapi aku harus off sekarang.
CrimsonFlame: Bye…
CrimsonFlame has just signed out.
Belum sempat Mikan menulis pesan balasan, CrimsonFlame sudah offline terlebih dahulu. Hal itu membuatnya merasa sangat kecewa karena sudah dua kali CrimsonFlame tiba-tiba off ketika Mikan menanyakan ingin bertemu.
Kemudian rasa kecewa itu berubah pesat menjadi rasa penasaran.
"Ada apa sih dengannya?" tanya Mikan pada diri sendiri. "Kalau begitu aku akan cari tahu sendiri tentang kamu CrimsonFlame! Jangan marah padaku ya!" serunya sambil mengacungkan telunjuk tangan kanannya pada langit-langit asrama.
Setelah itu, Mikan mensign-out account MSNnya karena menurutnya tak ada teman yang menarik untuk diajak chat selain CrimsonFlame, dan mungkin Hotaru. Ia lalu mematikan laptopnya, menyimpannya di meja terdekat dan segera merebahkan kembali dirinya di tempat tidur. Ia mengangkat telapak tangan kanannya untuk menghadap langit-langit.
"Hari pertama di akademi… menyenangkan! Aku harap aku bisa lebih dekat dengan yang lainnya, namun yang lebih penting… aku harap aku bisa menemukan CrimsonFlame…"
Mikan pun menutup matanya dan segera melayang menuju alam mimpinya.
To be continued.
A/N: How was it? Chapter ini lebih panjang daripada chapter sebelumnya, dan sayangnya masih belum masuk ke inti! Tunggu aja ya! I'll always give my best when writing this story!
Lalu seperti biasa, aku juga butuh reviews untuk menambah semangatku dalam menulis cerita ini! Review dari kalian membuatku kebanjiran ide! Jadi mohon bantuannya minna! Klik aja tombol hijau di bawah ini! Arigatou!
