Dan Fanfic sampah ini benar benar gue lanjutin muehahahahahahahahah *ditampar pembaca * enjoy /coret/mungkin disini bakalan ada sedikit EnnaxPuniyo, YunxWhip, MUAHAHAHAHHAa *plak*/coret/
Disclaimer : kalau Mana Khemia punyaku Flay Gunnar bakalan gue ganti dengan Anna di MK 2 hahahahahhaha *mulai senyum kaya Chloe*
Warrning : cara penulisan cerita ini sangat tidak beraturan dari tanda baca dan speeling nya (maklum sering dapet nilai 3 (wow di bold) di bahasa indo sejak kecil) !jadi, dari pada anda yang tidak menyukai tulisan seperti ini anda boleh langsung klik Back atau close ! Full OOC ! terima kasih *ditendang* (plus ini cerita nggak nyambung dan beneran diluar dari game)
ManaKhemiaManaK hemiaManaKhemia ManaKhemia
~Light and Dark Phase 2~
"There's nothing good or bad in this world But thinking make it so"
Vice Principal room
Vayne menghabiskan waktunya menunggu Flay memanggil anak yang bernama Raze dengan membaca salah satu buku (A/N: waduh rajinnya) yang Flay miliki di kantornya.
" hm… sepertinya pak Zeppel benar, Flay mengajar pelajaran Combat disini…*sigh* aku penasaran apakah anak anak didikannya selamat di didik oleh nya, seperti aku…" kata Vayne sambil tertawa kecil.
" YO, Vayne !"
Seketika Makluk yang bernama Vayne itu pun menoleh kearah orang yang memanggilnya. Siapa lagi kalau bukan si Flay, seperti dugaannya Flay datang bersama Raze. Ketika Vayne benar benar memperhatikan wajah anak itu, Vayne sadar kalau anak yang dibawa oleh Flay adalah anak yang ia tabrak ketika berada didepan gerbang sekolah tadi.
" wah, kamu kan anak yang aku tabrak tadi !" kata Vayne sambil menunjuk anak laki laki itu.
Lantas, anak laki laki yang ditunjuk Vayne pun menoleh kearah Vayne dan berkata, " wah…. !"
" oh kalian sudah saling kenal ?" tanya Flay kaget melihat reaksi Vayne dan Raze.
" nggak ! tapi pas aku baru datang kesini aku tidak sengaja menabrak dia ! " kata Vayne menjelaskan kronologinya.
Flay terdiam sebentar sambil melihat dua orang yang sedang bershock ria melihat satu sama lain. Tiba tiba Flay tersenyum licik dan berkata, " kalau begitu… kenapa kalian tidak berkenalan saja ? Vayne… ini Raze dan Raze ini Vayne…"
" oh, sebenarnya namaku Razeloux… tapi kamu boleh memanggilku Raze kalau kamu nggak bisa mengeja namaku dengan benar…" kata Raze
" Razeloux… baiklah, aku akan memanggilmu Raze… panggil saja aku Vayne…"
" okay, okay ! sudah cukup tahap perkenalannya !" kata Flay sambil menggebrak meja, " ayo sekarang kita bicarakan hal yang serius sekarang !"
" hah, serius ? maksudnya…"
" Raze, apakah kau mengetahui soal Light dan Dark mana ?" tanya Vayne dengan wajah dan nada bicara yang serius dan membuat Raze shock setengah (mau) mati.
Sementara itu diluar, Ulrika yang bersama Uryu dengan hati hati membuka pintu ruangan Flay. Rasa penasaran bercampur aduk dengan perasaan senang karena sudah bisa melihat wajah Goto yang asli. Ketika Ulrika sukses membuka pintu ruangan Flay sedikit, Ulrika tidak sengaja mendengar suara pembicaraan seseorang yang ada didalam ruangan Flay.
" eh, ma…maksudnya…"
Ulrika tau siapa pemilik suara tersebut. Siapa lagi kalau bukan Raze ! batin Ulrika pun berkata," suara ini…"
" Raze, jangan pura pura tidak tau !" kata Vayne, " sekarang aku mau bertanya, dimana kamu mendapatkan Ring of Light itu ? dan mengapa pedang milikmu bisa mengeluarkan energi cahaya ?"
" apa ? Ring of Light !" kata Ulrika dalam hati
Raze terdiam ia tidak bisa menjawab semua pertanyaan Vayne, tak lama kemudian perasaan ingin membunuh Vayne pun muncul. Tangan Raze yang gemetar itu mulai bergeser kearah pedangnya yang masih berada disarungnya. Melihat tingkah laku Raze Vayne dan Flay sudah lirik kanan lirik kiri mau mencari tameng jika sewaktu waktu Raze mulai mengamuk dan langsung mengarahkan pedang miliknya kearah mereka.
" Perasaan ini, apakah orang yang ada di hadapanku adalah Mana… ? apa yang sedang kupikirkan ? Raze, kendalikan dirimu ! dia manusia bukan Mana…." Kata Raze dalam hati.
Vayne kemudian berjalan mendekati Raze dan kemudian perlahan lahan tangannya bergerak untuk memegang bahunya Raze sambil berkata, " Raze ? "
" APA YANG KAU INGINKAN ?" bentak Raze, " MENJAUHLAH DARIKU !"
Raze kemudian pergi keluar dari ruangan Flay dengan membanting pintu secara kasar. Ulrika yang melihat hal itu shock dan tidak habis pikir kalau Raze bisa marah seperti orang kesetanan. Sementara itu, Flay dan Vayne yang melihat reaksi itu langsung semakin yakin kalau Raze adalah seorang 'pemisah dunia' antara Mana dan Manusia.
" Raze…. Ada apa denganmu ? " pikir Ulrika
~bersambung~
Ah… ~~~ kehabisan ide… ada yang punya ide ? silahkan Riview (sekalian kasih Idew WHAHAHAHHAHA *ditampar*) /coret/P.S : hayo UlrikaxRaze atau LilyxRaze ? silahkan pilih cepet/coret/
