Author : ZaKhazaKaizzz
Title : After I Love You
Cast : Kris EXO M
Byun Baekhyun EXO K
Other Cast : EXO Members
Girls Generation members
Genre : Humor, Romance, Comfort
Rated : T – NC 17
Warning : GS for Baekhyun, Luhan, Kyungsoo, Lay, Xiumin, Tao… OT12!
Desclimered : All Casts are belong them self and God, but this fiction is mine, so please don't copast and don't plagiating.
Annyeong za balik lagi bawa lanjutan ff krisbaek yang "after I love you". Sebenernya za berniat buat menunda kelanjutan ff ini sampe kabar tentang kris gege itu kelar, tapi tangan za udh geregetan buat nulis -_-". Jujur aja za shok berat pas dapet kabar kalo kris gege gugat SM, apalagi banyak berita-berita aneh yang nyebar,,, haduuuuuh makin galau aja kan jadinya.
Semoga aja kasus ini cepet kelar dan berakhir dengan kris gege yang tetap bersama member EXO. Because WE ARE ONE!
6+6 = 1
EXO K + EXO M = EXO
DLDR!
RnR juseyo ^-^
Happy Reading
Hari yang cukup tenang terjadi hari ini di Seoul High School, tidak ada pertanda hal-hal yang buruk akan terjadi pada pria tampan berambut pirang yang tengah memeriksa hasil ulangan kemarin. Lembar demi lembar ia periksa dan ia letakkan di sudut kanan meja, sementara yang belum di periksa ada di sebelah kirinya. Tangannya mengambil selembar kertas dengan nama Byun Baekhyun sebagai pemilik kertas tersebut. Spidol merah yang sedari tadi ia pegang, ia goreskan pada nomor-nomor yang jawabannya tak sesuai dengan kunci jawaban yang ia buat.
"ck, seperti biasa. Tak pernah lebih dari 6, bagaimana akan lulus ujian dengan nilai yang seperti ini?" celetuknya yang sudah selesai dengan kertas tersebut lalu menumpuknya pada kertas ulangan lain yang sudah di periksa.
"kau sudah mulai gila Kris?" tegur Suho yang baru saja masuk ke dalam ruangannya
"eoh? Hei~ apa maksudmu mengataiku seperti itu, junmyeon-ssi" geramnya yang tak suka dengan ucapan Suho barusan. Karena terlalu geram, ia pun memanggil nama Suho dengan nama aslinya.
"hehehe,,, aku hanya bercanda" ia duduk di hadapan meja Kris yang masih sibuk dengan kertas yang baru saja ia ambil setelah nama Baekhyun. Mata bening Suho menangkap sebuah nama dengan goresan angka 6.0 sebagai hasil yang orang tersebut tulis. Sudut bibir kanannya sedikit terangkat saat mengingat sang pemilik kertas tersebut.
"gadis itu dapat 6.0 lagi? Hahaha, bukankah kau pandai dalam mengajar? Kenapa tidak berlaku dengan gadis bernama Byun Baekhyun ini?"
"bukan tidak, tapi belum… ia pasti akan mendapat lebih dari standar yang ku targetkan nanti ketika ujian" ia menghentikan gerakannya hanya untuk menatap sepupunya dan memberi penekanan bahwa ia serius dengan ucapannya tersebut
"baiklah, ku pegang janjimu.."
Seperti yang telah ku katakan di paragraf awal, hari ini benar-benar cukup tenang. Tak ada usikan sedikitpun dari keenam yeoja yang mengklaim dirinya sebagai 'geng anti Kris seonsaengnim' yang diketuai oleh yeoja dengan rambut yang sedikit ikal bernama Byun Baekhyun bahkan sampai istirahat keduapun mereka tetap tidak mengerjai guru favorit mereka sebagai rutinitas harian.
"ck, kenapa hari ini tak ada jadwal untuk mengerjai guru bahasa inggris itu? Kedua mataku sudah sangat gatal akibat melihat kecentilan gadis-gadis sepanjang seharian ini" ucap Baekhyun yang usulnya seharian ini tak juga dikabulkan oleh kelima sahabatnya yang sedang duduk dengan manis sambil menyantap makanan mereka.
"ohh, ayolah kawan!, aku sudah tidak tahan melihatnya begitu sangat diistimewakan oleh para gadis, membuatku muak saja melihatnya" desaknya lagi yang masih tak mendapat respon apapun.
"sepertinya semenjak Kris seonsaengnim memulai praktik mengajarnya di sini kau jadi sedikit berbeda, Baekhyun-ah" ujar luhan yang mencondongkan tubuhnya ke arah Baekhyun yang masih menelungkupkan tubuhnya diatas meja sejak mereka duduk di kantin ini beberapa menit yang lalu. Empat gadis yang lainpun mengangguk membuat Baekhyun jadi salah tingkah dan menegakkan tubuhnya.
"eoh? berbeda? A-aniyo… kalian saja yang berfikir seperti itu, aku biasa-biasa saja, kau tahukan betapa aku tidak menyuKai pria 'penggoda'" tolaknya dengan menekankan kata 'penggoda'dan membuat tanda kutip dua menggunakan kedua jari telunjuk dan tengahnya.
"benarkah? Padahal sebelumnya kami beranggapan kau cemburu dengan gadis-gadis itu karena dengan mudahnya mereka bisa menggoda Kris seonsaengnim, jadi kami berniat- mmmmhmmmhh….." tao yang belum selesai berbicara sudah mendapatkan hadiah roti besar dari kyungsoo karena hampir membeberkan rencana mereka. Sementara itu, Baekhyun hanya mengerenyit heran dengan tingkah kelima sahabatnya yang hari ini memang agak aneh.
"kalian berniat apa?"
"a-ahh, ituuu kami berniat untuk mengerjainya sepulang sekolah nanti, benarkan?" jawab xiumin dengan bertanya pada yang lain meminta kebenaran akan ucapannya, yang lainpun mengangguk tanda setuju dengan jawaban xiumin.
"jinjja?" Baekhyun yang masih tak percaya mencoba untuk berkomunikasi dengan tao yang masih terdapat roti besar di bibir manisnya, sementara lay memberikan tatapan mematikan pada tao yang berakhir dengan anggukan darinya.
"baiklah, kalian susun saja rencananya!, aku ingin pesan makanan dulu, ne?" dengan senyum sumringah, Baekhyun meninggalkan meja tersebut, hatinya sangat senang. Akhirnya hari ini tak berlalu dengan tidak mengerjai seonsaengnim bule itu. Muehehehe *tertawa nista*
"baik ketua, kami akan menyusunnya dengan sangat baik" teriak tao yang dibalas dengan acungan jempol dari Baekhyun karena dirinya sudah berada dijarak yang cukup jauh.
"haaaaaaaaaaaaaaaaaah" semuanya menghela nafas lega
"untung tidak bocor rencana kita" gumam xiumin
"hehehe, mianhada… aku tak bermaksud" tao yang merasa bersalah hanya menunduk menyesal
"ne, gwaenchana" sahut kyungsoo kemudian mengacak kecil rambut tao dengan senang membuat sang pemilik akhirnya cerah kembali.
"ayo cepat kita mulai rencana ini" bisik luhan. Mata merekapun kompak menatap ke arah ponsel Baekhyun yang tergeletak dengan manisnya di atas meja, seringaianpun muncul di bibir mereka berlima. Tao yang sudah tak sabar mengambil ponsel tersebut dan mulai memainkannya. Muehehehehe, dan dengan sekejap meja yang berisikan lima gadis imut nan cantik terasa seperti neraka yang penuh dengan seringaian setan berwujud malaikat.
.
.
Sesuai dengan rencana, keenam gadis yang anti dengan guru bahasa inggris mereka tengah membuat sebuah jebakan di depan toilet guru dengan menuangkan cairan handwash pada lantai di depan pintu. Mereka bersembunyi di balik dinding yang cukup untuk menutupi tubuh-tubuh kurus mereka, ditambah dengan adanya pot bunga yang bertumbuhkan pohon yang cukup besar di sudut tersebut, membuat mereka semakin aman bersembunyi.
Sosok yang dinantikanpun tiba, pria tampan berambut pirang tersebut memasuki sebuah ruangan dengan bertuliskan 'toilet' di bawah ventilasi pintu bercatkan orange tersebut, sudah menjadi rutinitasnya memang untuk buang air kecil sebelum pulang ke apartemennya, meski tidak selalu ia lakukan setiap hari namun kebiasaannya tersebut dapat dikatakan sering ia lakukan. Melihat mangsanya sudah memasuki toilet, Baekhyun dengan penuh antusiasnya mulai keluar dari barisan persembunyiannya. Ia mulai menuangkan handwash sebanyak-banyaknya di depan pintu kamar mandi, senyum tak pernah lepas dari bibirnya membayangkan betapa ia akan berhasil mengerjai gurunya hari ini, lihatlah! Warna handwash yang senada dengan lantai benar-benar mendukungnya untuk melakukan ini. Atauuu…. Mendukung sahabat-sahabatnya? Tak ingin ketahuan, dengan cekatan ia berlari menuju kelima sahabatnya yang masih bersembunyi.
Cklek
Samar terdengar pintu terbuka dan sebuah kaki kanan keluar dengan terlihat 'slow motion' dan menampilkan tubuhnya dari balik pintu yang ia buka, ia melanjutkan dengan melangkahkan kaki sebelah kiri, namun belum juga menyentuh lantai ia merasa ada yang aneh dengan lantainya. Ini,,, terasa licin, iapun segera mencari sesuatu untuk ia pegang, tubuhnya sedikit berbalik untuk kembali berpegangan pada pegangan pintu, karena terlalu dan benar-benar sangat licin lantai tersebut akhirnya ia tak mampu menahan tubuhnya yang limbung, dan…
BRUGH
"aaarrgggh…." Jeritnya
Kepalanya terbentur pegangan pintu yang ia pegang karena terlalu kuat menarik tubuhnya, kakinya terbentur sudut kiri pintu masuk toilet dan oh!, lihatlah tangannya yang sepertinya sedikit terkilir dibagian bahu. Merasa tak sanggup untuk berdiri, iapun memilih untuk duduk bersandar dan sedikit bergeser dari pintu toilet, kakinya ia luruskan karena rasanya benar-benar sakit. Dan bibirnya yang seksi tersebut tidak henti-hentinya meringis kesakitan.
"hei hei… sepertinya kau terlalu banyak menuang handwash nya, Baekhyun-ah" bisik luhan menghentikan suasana yang penuh dengan tawa
"eo, jinjja?"
"um.." luhan mengangguk sebagai balasan
"aigoooo,, lihatlah!, luhan benar, lihat! Lihat! Eomeoooo sepertinya seonsaengnim tidak bisa berjalan" ucap xiumin yang sedikit memekik karena melihat Kris yang mencoba berdiri namun kembali duduk karena tak mampu menggerakkan kaki sebelah kirinya.
"ahhh… eotteokhaji?" Baekhyun yang sedari tadi diam mulai gelisah, walau bagaimanapun kehadirannya sangat berpengaruh besar terhadap apa yang Kris alami
"kau harus bertanggung jawab"
"mwo?" jeritnya yang mendapatkan glare gratis dari kelima sahabatnya
"… baiklah aku akan bertanggung jawab" lirihnya lalu mulai berjalan meninggalkan kelima sahabatnya
"kami pulang duluan ya, Baekhyun-ah… khawatir bis sekolah sudah tidak beroperasi lagi kalau terlalu lama di sini"
"ne"
Ya! Hari memang sudah sangat sore untuk berada di sekolah, lingkungan sekolahpun sudah mulai sepi seakan tak berpenghuni, itulah sebab mengapa mereka berani mengerjai gurunya tersebut namun yang agak sialnya adalah pria yang menjadi target mereka tak kunjung datang dan baru menampakkan diri hampir satu jam setelah mereka menunggu dan mematangkan rencana.
Baekhyun berjalan dengan sedikit hati-hati saat ingin menghapiri Kris yang masih terduduk dan belum lama tampak kesal pada ponselnya lalu memasukkan kembali ponsel yang sempat sedikit ia umpat tersebut, tak lama hingga tibalah ia di hadapan Kris, ia berdiri dengan tubuh yang agak bergetar sementara itu Kris hanya menatap bingung gadis di hadapannya.
'mengapa masih ada anak sekolah dijam segini' batinnya mengatakan demikian
"ummm… saem, k-kenapa kau duduk di samping toilet?" sapa Baekhyun yang hanya beberapa detik menatap Kris dengan sedikit menunduk lalu semakin menundukkan agar tak menatap mata itu terlalu lama.
"aku terjatuh dan kakiku rasanya sangat sakit untuk berjalan, hahaha… mimpi apa aku semalam sampai mendapatkan hadiah seperti ini" ceritanya dengan wajah yang sedikitpun menunjukkan kekesalannya. Membuat Baekhyun merasa semakin bersalah.
"oh ya, boleh aku meminjam ponselmu? Aku ingin menelfon Suho agar menolongku tapi poselku batreinya habis"
Mendengar itupun wajah Baekhyun sedikit ceria, karena jika Suho datang dan membantu Suho itu artinya ia bisa terlepas dari tanggung jawabnya. Terlepas ya, bukan melepaskan diri.
"oh, tentu saja.. ini, paKai saja sesuka mu, saem " tangannya dengan sigap mengambil ponsel dari sakunya lalu tersenyum senang saat menyerahkannya.
Kris mulai mengetik beberapa angka yang sudah pasti itu merupakan nomor ponsel milik Suho. Alisnya berkerut saat ia menempelkan ponsel Baekhyun pada telinganya, atau lebih tepatnya saat seseorang di seberang sana berbicara. Belum terhitung satu menit bahkan belum terdengar ucapan apapun dari mulut seonsaengnimnya, ia terlihat menyerahkan ponsel tersebut pada pemiliknya membuatnya terheran-heran.
"wae geuraeyo, saem?" Tanya Baekhyun heran yang dijawab dengan senyuman dari Kris
"pulsamu habis"
"a, jinjjaya? O.O"
"aku baru membelinya semalam, kenapa bisa habis?" gumamnya. Dan dengan begitu, itu pertanda bahwa ia tak bisa terlepas dari tanggung jawabnya. Sungguh ia masih malu untuk mengajukan diri menolong Kris.
"lalu apa yang akan kau lakukan, saem?"
"apa lagi? Aku sudah pasti akan menunggu, mungkin saja Suho akan ke toilet dan aku bisa pulang bersama denganya" oh , jawaban tersebut dan senyumannya semakin membuat Baekhyun merasa bersalah saja.
"mau ku temani?... ahh jangan salah paham, aku hanya tak tega melihat seonsaengnim di sini sendirian, terlebih ini sudah agak gelap" tawarnya yang masih meredamkan rasa gugupnya
"sudah tahu gelap kenapa kau masih ada di sekolah? Pulanglah! tak usah menamaniku, aku lebih khawatir jika kau tak cepat sampai rumah, banyak orang jahat yang berkeliaran di malam hari"
"ck, kalau aku menemani seonsaengnim setidaknya seonsaengnim tidak sendirian kan? Dan lagi pula kalau Suho seonsaengnim datang, aku bisa ikut pulang bersama kalian, begitu lebih aman menurutku" Baekhyun bersyukur karena keadaan lidahnya yang tak lagi gugup karena terus teringat kesalahannya pada Kris. Kris tampak berfikir dengan yang diucapkan anak muridnya, 'tidak buruk juga menerima tawarannya' fikirnya
"baiklah, kau menjadi tanggung jawabku"
Dan di sinilah mereka berdua, saling duduk bersadar pada dinding yang dingin dengan tatapan yang lurus memandang pepohonan kecil yang tumbuh serta menikmati angin sore di sekolah. Tak ada tanda-tanda sedikitpun akan ada orang yang melewati jalan tersebut, salahkanlah orang yang mendesain gedung ini yang menaruh lokasi toilet khusus guru berada di sebelah belakang hingga lokasinya jarang di datangi kecuali untuk buang air.
"mau ke mana?" Tanya Kris saat melihat pergerakan dari Baekhyun yang ingin berdiri, sepertinya ia mulai nyaman dengan keberadaan Baekhyun.
"menyalakan lampu, suasana benar-benar hampir gelap" sahutnya lalu berjalan menuju sakelar yang berada tak jauh dari pintu toilet dan setelahnya ia kembali duduk di sampi Kris.
"uuummm, apa seonsaengnim yakin kalau Suho seonsaengnim masih berada di sekolah?" Baekhyun yang mulai bosanpun akhirnya bersuara
"tidak juga sih, tapi biasanya kami akan pulang bersama jadi mungkin saja ia merasa ada yang aneh saat tak melihat keberadaanku di ruang guru"
"begitu ya…"
"… ah bagaimana kalau aku cek ke ruang guru, kalau Suho seonsaengnim menunggumu pasti dia ada di ruang guru kan?"
"kau pintar!, baiklah aku akan menungu kabarnya di sini"
Ruang demi ruangan Baekhyun lalui dengan langkah yang sedikit mengendap, kakinya terus berjalan sunyi menuju ruangan Kris dan Suho berada bahkan ia sedikit terlihat seperti seorang pencuri yang mengendap datang ke sekolah untuk mengambil kunci jawaban ujian. Tak ada satupun suara yang ia buat, yang ada di otaknya sekarang adalah mencari keberadaan Suho di tengah suasana lorong yang cukup gelap.
"aihhhh… kenapa pak lee belum menyalakan lampunya?" gumamnya dan masih terus berjalan, namun langkahnya langsung terhenti saat ia hendak berbelok untuk ke lorong selanjutnya dan dilihatnyalah ruangan panjang yang gelap, sunyi dan begitu menyeramkan. Perlahan kakinya berbelok dan kembali mundur sampai ia memutuskan untuk membalikkan badan dan tak melanjutkan perjalanannya hingga kakinya berhenti saat melihat seseorang yang masih dengan setia duduk di samping toilet -_-"
"bagaimana?"
"e.. eummmm,, ummm,, a-aku t-tidak melihat Suho seonsaengnim, mungkin ia sudah pulang terlebih dahulu" jawabnya dengan nada sedikit ketakutan
"aihhh… dia ini"
"kau baik-baik saja?" alis Kris sedikit bertaut melihat wajah pucat Baekhyun yang begitu kentara.
"ne? ahh aku baik-baik saja seonsaengnim" dan ia kembali duduk di samping Kris dengan degupan jantung yang masih saja berdetak.
"kalau begini ceritanya kita bermalam di sini" Baekhyun menoleh menatap seonsaengnimnya tidak percaya
"anginnya semakin kencang, bagaimana kalau kita ke UKS saja" tawar Kris.
Baekhyun sedikit berfikir sejenak, dari pada terus berada di luar seperti ini dengan kodisi angin yang kencang dan di hadapannya begitu banyak pepohonan yang semakin terlihat mengerikan karena tak terkena sorot lampu, Baekhyunpun menyetujuinya.
"tapi, seonsaengnim. Bukankah kaki kirimu sedang sakit?"
"benar juga"
"bagaimana kalau aku memabantumu dari sisi kiri dan tanganmu berpegangan pada sisi dinding"
"tubuhku berat"
"setidaknya lebih baik aku menahan berat tubuh seonsaengnim dari pada harus ada di sini semalaman" sahutnya lalu ia mendekatkan diri pada telinga Kris
"ini mengerikan, seonsaengnim" bisiknya pada Kris. Namja itu sedikit tersenyum mendengarnya karena sepertinya gadis di sampingnya memang benar-benar takut dengan suasana seperti ini.
Pada akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pergi ke UKS, karena selain bisa beristirahat di tempat yang terang dan tak dingin juga bisa mengambil beberapa obat untuk mengobati kaki Kris akibat ulah nakal tangan Baekhyun dan otak para sahabatnya.
Mereka berjalan dan berbelok menuju sebuah lorong, jalan yang mereka lalui sama persis dengan yang tadi ingin Baekhyun lalui karena memang letak ruang UKS posisinya setelah melewati ruangan Kris dan beberapa ruangan lagi.
"kenapa lampunya hanya satu yang dinyalakan?" gumam Kris saat melihat lorong yang begitu sepi dan gelap, sementara itu tangan kanan Baekhyun yang berada di pinggang Kris guna memegang tubuh Kris agar tak terjatuh kini terasa semakin erat mencengkram pinggang Kris dan tangan kiri yang memegang pergelangan kiri Kris yang merangkul tubuhnya juga semakin erat dan ia hanya menundukkan kepalannya menahan degupan jantung dan mencoba menulikan pendengarannya agar tak mendengar sesuatu yang mengerikan dari sekitarnya.
Kris merasa ada pergerakan Baekhyun yang berubah, langkahnya menjadi semakin ragu untuk berjalan dan tubuhnya semakin merapat pada Kris (*yang ini mah modus -_-). Lalu beberapa saat kemudian ia tersadar bahwa Baekhyun mulai sedikit ketakutan di tengah kegelapan ini, ia tersenyum kecil.
'ternyata ia memiliki sifat manis juga' batinnya. Kris berinisiatif untuk membiarkan tangan kirinya menutup kedua mata Baekhyun dari samping dan membawa kepala gadis tersebut sedikit tenggelam dalam dadanya, Baekhyun yang benar-benar merasa takut hanya menuruti tindakan Kris.
"kita ke ruanganku sebentar untuk mengambil kunci cadangan UKS di tasku" bisiknya yang dibalas anggukan kecil dari gadis yang berada dalam dekapannya.
CTEK
Kris yang baru saja membuka kunci ruangan UKS dengan segera menyalakan lampu yang sakelarnya tak jauh dari pintu, tangan kanan yang sedari menopang tubuhnya pda dinding-dinding menutup pintu UKS agar hawa dingin dari luar tak masuk kedalam.
"Baekhyun-ah, kita sudah di UKS" ucap Kris untuk menyadarkan Baekhyun dari perasaan-perasaan takutnya selama perjalanan tadi sedangkan Baekhyun masih tetap pada posisinya yang seperti memeluk Kris dari samping kiri dengan wajah yang ia benamkan pada dada Kris.
Namja itu sedikit tersenyum dan tangan kiri yang sedari tadi menutup kedua mata Baekhyun sedikit bergerak dan mengusap kepala Baekhyun.
"hey, sampai kapan kau berada dalam posisi seperti itu, eum?" membuat Baekhyun segera berdiri tegak dan agak menggeser tubuhnya agar tak terlalu menempel pada Kris
"eh? Ah, jweosonghabnida seonsaengnim, aku…"
"hahaha… sudahlah, ayo antarkan aku ke sana" tangannya menunjuk ke arah ranjang putih yang berada di sudut ruangan yang tak terlalu besar itu.
Suasana romantis begitu kental berhembus hingga masuk ke dalam rongga mulut dua insan yang sedang sibuk dengan fikirannya masing-masing. Yeoja manis dengan mati-matian menahan debaran jantungnya, bukan! Ini bukan karena ia takut dengan suasana gelap, lihatlah! Di dalam ruangan ini tak ada satupun sisi yang gelap, semuanya begitu terlihat yang bersumber dari lampu yang memancarkan cahaya putihnya. Degupan jantungnya sungguh semakin berdebar, tangan-tangannya masih bergerak mengoleskan anti septik pada kaki kiri si namja jangkung, setelah itu menutupnya dengan plester.
Namja yang mendapatkan anugerah ketampanan yang luar biasa sedikit merasa heran dengan muridnya yang sangat hobby mengerjainya namun kini begitu terlihat manis saat dengan teliti dan penuh perhatian mengobati luka pada kakinya. Posisinya sendiri tengah duduk di tepi ranjang dengan kaki kanan yang menjuntai ke bawah dan kaki kiri yang ikut berada di atas ranjang, sementara itu murid yang sedang mengobati lukanya itu duduk menggunakan kursi.
"selesai" ucapnya riang kemudian namja yang sedari tadi diobati dengan segera menurunkan kaki kirinya .
"terima kasih" ungkapnya yang membuat Baekhyun tersenyum amat manis
"ne, cheonmaneyo seonsaengnim" ia menatap lekat Kris yang sedang menatapnya juga, tiba-tiba pandangannya teralih pada pelipis Kris yang berwarna sedikit merah. Ia dengan segera menutup mulutnya yang membuka lebar karena terkejut.
"eomeona, pelipismu berdarah, saem" jeritnya lalu dengan segera duduk di sisi kanan Kris dan mengambil peralatan P3K yang tadi ia gunakan untuk mengobati kaki Kris.
"benarkah? Sepertinya karena tadi terbentur pegangan pintu kamar mandi"
Pengobatannya dimulai dari menyingkirkan helaian-helaian poni yang menutupi kening Kris menggunakan hari clip kecil yang ia ambil dari rambutnya sendiri sehingga membuat rambut yang sedari tadi dijepit menjadi sedikit terurai menghalangi wajah sebelah kanannya. Tangan kiri tergerak untuk menyingkirkan rambut samping Baekhyun ke belakang telinga gadis tersebut, entah mendapat bisikan dari mana hal tersebut membuat sang korban yang hendak mengoleskan cairan pembersih, sedikit menoleh untuk melihat Kris.
Kris hanya memberikan senyuman mematikannya membuat Baekhyun lagi-lagi serasa terkena serangan jantung mendadak bahkan lebih parahnya dadanya kini mulai sesak dan otaknya menjadi kosong, lembaran yang terdapat dalam otak Baekhyun hanya berisikan wajah Kris yang masih ia tatap dengan wajah yang terkejut, menelan ludahpun rasanya begitu sulit namun tangannya masih sedikit bergerak mengolesi cairan pembersih luka pada pelipis Kris.
"sssshhh… aaaaw" ringisnya saat tangan Baekhyun sepertinya mengenai lukanya membuat lamunan yang sedari tadi bergentayang dalam fikiran gadis tersebut menghilang dan ia yang seratus persen tersadar dengan refleks menundukkan kepalanya karena menahan malu.
Malam semakin larut menyisakan mata-mata segar menjadi semakin tertimpa kantuk, itu pula lah yang terjadi pada kelima gadis yang sedari tadi saling berbicara melalui ponsel mereka, bercerita bagaimana rencana mereka yang berjalan dengan lancar dan ingin segera melihat hasilnya saat masuk sekolah. Ya! Mereka harus sabar menanti satu hari lagi karena esok adalah hari minggu, hari surganya para pelajar untuk dapat beristirahat dengan puas.
"aku sangat berharap agar Baekhyun sedikit berubah, haaah walau bagaimanapun aku tak tega harus mengerjai guru yang memang tampan itu"
"ne, tao benar, sebenarnya Kris seonsaengnim memang tampan bukan 'sok' tampan"
"iya, bahkan aku mulai menyuKai bagaimana ia tersenyum, hehehe"
"aish kenapa kalian jadi menyuKai Kris seonsaengnim? Ingat! Kita harus membebaskan Kris seonsaengnim dari semua ide jahil Baekhyun, sejujurnya aku sangat tidak tega saat melihatnya kesakitan"
"um aku tidak sampai terfikirkan kalau ia akan separah itu jatuhnya"
"mungkin Baekhyun memang terlalu banyak menumpahkan handwashnya"
"hahh, anak itu memang benar-benar"
Sebuah ruangan dengan ukuran yang tak terlalu besar berisikan berbagai keperluan orang sakit, malam ini dihuni oleh dua orang yang baru saja menjadi target rencana kelima gadis yang mungkin hingga saat ini masih sibuk mengobrol melalui saluran ponsel.
Dua buah kasur terdapan pada sudut ruangan hingga membentuk huruf 'L', keduanya sudah sama-sama berbaring namun tak ada satupun yang terlelap. Keduanya tidur dengan sisi kepala mereka yang sama-sama ada di sudut.
Seiring dengan berjalannya jarum jam yang menempel pada dinding membuat Baekhyun perlahan menutup matanya karena rasa kantuk yang sudah menyapa dan mengajaknya untuk pergi ke alam mimpi. Kris menoleh ke arah kanan dimana langsung bertemu dengan kepala Baekhyun dimana gadis tersebut menempati tempat tidur ke arah utara sedangkan dirinya tidur searah dengan barat , di lihatnya gadis tersebut telah mengeluarkan nafas yang teratur pertanda bahwa ia sudah mulai nyaman dan nyenyak dengan tidurnya.
"terima kasih untuk hari ini" ucapnya dengan sedikit mengacak rambutnya.
Angin malam masih terasa berhembus hingga menusuk paru-paru, bahkan jam yang menempel pada dindingpun masih menunjukkan pukul 12 malam, menandakan bahwa ini belum saatnya para manusia untuk terjaga dari tidurnya. Namun sebuah gumaman yang hampir menyerupai panggilan telah berhasil membuat pria berambut pirang mulai memudarkan mimpi indahnya malam ini, matanya masih terpejam namun ia mencoba menajamkan pendengarannya, memastikan bahwa apa yang membuatnya terbangun memang bukanlah bayangan halusinasinya saja.
"oppa… oppa…"
Ia yakin dengan kepastian yang penuh bahwa suara itu berasal dari gadis yang tengah tertidur tak jauh darinya, iapun menegakkan tubuhnya untuk mengecek keadaan gadis tersebut. Dilihatnya muridnya yang masih berada dalam alam bawah sadarnya dengan pancaran raut yang begitu gelisah, bibirnya tak henti-hentinya memanggil dan menyebut kata "oppa".
"Baekhyun-ah, kau kenapa?" bisik Kris mencoba untuk membangunkan Baekhyun yang masih bergerak gelisah. Tangan-tangan besarnya mencoba untuk mengguncangkan tubuh Baekhyun karena ia tampak semakin gelisah. Suhu yang menguar dari tubuh Baekhyun ke seluruh permukaan kulitnya membuat pergerakan Kris terhenti dan ia mengalihkan telapak tangannya ke dahi gadis tersebut.
"panas" gumamnya.
Tak ingin terjadi sesuatu yang berlebih, ia segera mengambil air hangat dan juga handuk kecil yang tersedia tak jauh dari ranjangnya, mengingat mereka berada di dalam UKS tak membuatnya bingung untuk mencari keperluan tersebut.
Ada perasaan yang aneh ketika melihat gadis ini begitu gelisah, sebenarnya apa yang membuatnya tiba-tiba seperti ini? Setahunya mereka hanya duduk menunggu di samping pintu toilet kemudian berjalan ke UKS karena hari hampir gelap.
"haaah… apa yang terjadi padamu?"
"oppa…" Kris kembali menoleh saat mendengar suara itu lagi, ia benar-benar tak tahu apa yang harus ia lakukan agar Baekhyun tak lagi gelisah dan bergumam seperti itu lagi.
"oppa tonajima, a-aku takut…"
Dan malam ini Kris menghabiskan seluruh jam tidurnya dengan menggenggam tangan Baekhyun dan menumpukan kepalanya di tepi ranjang dimana Baekhyun tengah tertidur. Tak ada yang lain dalam fikirannya untuk menenangkan Baekhyun dari kegelisahan mimpinya jadi ia memutuskan untuk tetap berada di samping Baekhyun dan terus memegang jari-jari Baekhyun karena saat ia melakukan hal tersebut tak lama kemudian gadis tersebut berhenti bergumam dan wajahnyapun mulai tenang dengan senyuman yang kembali muncul.
Dengan langkah gontai seorang pria mulai menyusuri lorong menuju sebuah ruangan yang sangat ia nantikan setelah berada dalam ketidaknyamanan melewati mimpinya semalam, membuat tulang-tulang dipunggungnya seakan sudah tak menempel karena terlalu lama tidur dalam posisi duduk dan sekarang ia benar-benar sangat ingin beristirahat penuh. Lagi pula hari ini libur sekolah jadi jadwal mengajarnyapun libur.
Cklek
Sebuah daun pintu yang terbuka sedikit membuatnya terkejut, pasalnya ia terus saja melamun dengan senyum yang cukup aneh setelah mengantarkan yeoja yang semalaman ia temani.
"Kris? Ku kira kemarin kau sudah pulang duluan dan semalam saat aku cek ternyata kau tak ada di kamarmu, lalu kau semalam tidur di mana?" Tanya sosok yang dengan wajah segarnya saat keluar dari pintu.
"aku tidur di sekolahan" jawabnya kemudian melenggang pergi masih dengan senyum anehnya membuat pria tersebut sedikit heran dan memutuskan untuk ikut bersamanya.
"kau? Sendiri di sekolah semalaman?" Kris sedikit acuh dengan langsung merebahkan diri di sofa yang tersedia di kamarnya.
"tidak, ada seorang malaikat yang menolongku saat aku terluka… sshhhh rasanya tak ingin melewati malam tersebut bersamanya" matanya terpejam dan membayangkan kembali apa yang terjadi beberapa jam yang lalu
"cheonsa? Nugunde?" ia mendekat dan mencoba meminta jawaban dari Kris yang masih berbaring.
"kau ingin tahu?" ucapnya setengah berbisik dengan wajah yang ia dekatkan pada sepupunya tersebut.
"(mengangguk) um"
"baiklah, nanti akan ku beri tahu" jawabnya singkat lalu segera menuju kamar mandi
"kapan?"
"kapan-kapaaaaaan" teriaknya dari dalam kamar mandi yang dibalas dengusan sebal dari namja tersebut.
"sebenarnya apa yang terjadi? Apa ini juga ada Kaitannya dengan gadis kelas 3A itu?" gumam Suho. Pasalnya, beberapa hari belakangan ini sahabatnya tersebut mulai menunjukkan sikap-sikap yang tidak wajar dan kemudian bergumam kata 'Baekhyun'
TBC
Gomawo buat yang sudah baca jangan lupa komen ya ! biar za lebih semangat lagi lanjutin ff nya.. dan gomawo juga buat yang udah komen di ch1, jangan lupa komen lagi yaaaa
#WeBelieveInYouKris
#WeMissYouKris
WE ARE ONE!
EXO FOREVER OT12!
Balasan Review :
sayakanoicinoe : ni sudah diteruskan
Byun Hyerin : sudah, emang ya si baek -_-
: nih udah next rencana sudah dilaksanakan di ch ini kok
