Belajar dari pengalaman di kelas sebelumnya, dimana Kyuhyun tidak memperdulikannya sama sekali, Kibum pun memungut kertas tersebut dan menaruhnya di atas buku di hadapan Kyuhyun. Mau tidak mau, Kyuhyun pun membuka kertas tersebut.
"Peta yang kau gambar, gambar ibu dan anak di belakangnya ada padaku." isi surat dari Kibum.
"Ah!" pekik Kyuhyun dengan keras, membuat semua nya menoleh, termasuk sang seongsanim yang tengah menjelaskan di depan.
"Ada apa Kyuhyun-ssi?"
Kibum pun terseyum senang dengan reaksi Kyuhyun. Sementara Donghae, hanya bisa terdiam disampingnya.
MARS
KiHyun
YAOI
remake dari drama taiwan berjudul 'MARS' dengan beberapa perubahan yang disesuaikan dengan kebutuhan cerita
Don't Like, Just Leave!
Happy Reading...
Kantin
"Tolong dua porsi jjangmyeon." ucap Donghae kepada penjaga kantin.
Selama menunggu pesanannya, Donghae menoleh ke ruang makan di kantin itu. Terlihat sang sahabat, Kibum, tengah duduk berhadapan dengan Kyuhyun. Sebenarnya Kibum lah yang dengan tidak tahu malunya menempatkan dirinya duduk di hadapan Kyuhyun yang sedang menyantap makan siangnya sendirian, seperti biasanya. Kyuhyun memakan makan siangnya perlahan dengan wajah menunduk, menghindari tatapan namja di depannya. Sementara Kibum, dia bahkan duduk dengan nyaman sambil menumpukkan dagunya di meja, memperhatikan Kyuhyun yang sedang makan siang di depannya. Melihat itu semua, Donghae hanya bisa mengela napasnya, pasrah.
Sedangkan Kibum, dia tengah serius memandangi Kyuhyun yang sedang menunduk sambil menyantap makan siang dihadapannya. Namja manis itu terlihat begitu imut dengan kedua pipi yang semakin membulat ketika menyuap makanannya. Kibum pun terkekeh kecil melihatnya.
"Kau yang menggambarnya ya?" tanya Kibum membuka percakapan.
Kyuhyun hanya mengangguk sedikit sebagai jawabannya.
"Siapa yang kau gambar?" tanya Kibum lagi.
Kyuhyun hanya menggeleng.
"Jika kau masih diam, aku akan membuka mulutmu dengan lidahku!" ancam Kibum yang merasa kesal dengan jawaban Kyuhyun.
Mendengar itu, Kyuhyun pun mengehentikan suapannya dan balik bertanya, "Kenapa kau tidak membuangnya saja?"
"Suara mu bagus juga." ucap Kibum sambil tersenyum puas karena akhirnya dia bisa membuat Kyuhyun berbicara kepadanya.
"Kau tanya kenapa? Karena... karena aku tertarik dengan gambar itu." jawab Kibum.
"Kenapa?" tanya Kyuhyun lagi.
"Kenapa? Pertanyaan yang bagus. Karena..." ucap Kibum menggantung jawabannya.
Kyuhyun yang merasa penasaran pun memberanikan dirinya menatap Kibum dan berkata, "Jadi, jawabannya..."
"Karena... karena gambar itu membuatku terharu. Karena gambar itu membuatku teringat kepada sosok ibu yang sudah kulupakan." jawab Kibum dengan yang terlihat sendu.
Kyuhyun tertegun melihat ekspresi wajah Kibum. Dia tidak menyangka jika seorang namja yang terkenal brengsek memiliki sisi sentimentil juga. Menyadari jika Kyuhyun tengah memandangi wajahnya, Kibum pun kemudian tersenyum kecil, membuat Kyuhyun kembali menunduk.
"Ah, bagaimana kalau kau memberikan nomor ponselmu kepadaku? Mungkin kita bisa janjian makan di luar, atau kalau kau mau, kita bisa melakukan hal yang membuat kita gembira." ujar Kibum sambil terkekeh dengan tidak tahu malunya.
Kyuhyun pun semakin dalam menundukkan kepalanya. Makan siangnya yang masih tersisa setengah tidak lagi disentuhnya.
"Lihat, kau mulai diam lagi. Kurasa kau memang ingin aku membuka mulutmu dengan lidahku, ya?" ucap Kibum sambil mendekatkan wajahnya.
Kyuhyun pun dengan segera berdiri dan berlari meninggalkan Kibum.
"Hei, chingu-ya... kenapa kau malah pergi?" ucap Kibum sambil terus terkekeh saat Kyuhyun berlalu melewatinya.
Kibum pun terus terkekeh karena merasa lucu dengan reaksi Kyuhyun yang mengira jika Kibum benar-benar akan membuka mulutnya dengan lidahnya. Sementara itu, dua orang namja menunjukkan reaksi berbeda melihat itu semua. Donghae yang hanya bisa memperhatikan dalam diam, sementara Eunhyuk yang memperhatikan dengan wajah penuh amarah.
.
Sepulang kuliah, seperti biasa, Kyuhyun berjalan pulang seorang diri. Di belakangnya, sejauh lima langkah, terlihat Donghae berjalan perlahan sambil memandangi punggung Kyuhyun dengan tatapan sendu. Dia terus berjalan mengikuti langkah Kyuhyun, sementara Kyuhyun yang merasa ada yang mengikuti, menolehkan kepalanya dan dia mendapati Donghae berada dibelakangnya, tidak jauh darinya, dan tengah menatap ke arahnya. Merasa ketahuan, Donghae pun segera mengalihkan pandangannya dan berjalan cepat melewati Kyuhyun. Kyuhyun pun meneruskan kembali langkahnya, sampai tiba-tiba terdengar seseorang memanggilnya.
"Kyuhyun-ah!"
Kyuhyun pun menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya, namun saat mengetahui jika Kibum lah yang memanggilnya, namja manis itu pun langsung berbalik dan berjalan dengan cepat, menghindari Kibum. Namun Kibum malah mengejarnya dan memilih berjalan disamping Kyuhyun.
"Kau sudah mau pulang?" tanya Kibum.
Kyuhyun tidak menjawab dan malah semakin mempercepat langkahnya.
"Hei, jawab aku! Kyuhyun-ah, kau sudah mau pulang?" ujar Kibum keras kepala dan ikut berjalan cepat menyamai langkah Kyuhyun.
"Belum. Aku mau ke klub kesenian." ujar Kyuhyun tanpa memperlambat langkahnya.
"Klub kesenian? Hei, kita satu arah! Kebetulan aku mau pergi ke lapangan basket. Ternyata kau anggota klub kesenian?" tanya Kibum sambil menyenggol lengan Kyuhyun dengan akrab.
Kyuhyun seketika menghentikan langkahnya dan memandang Kibum, "Apa kau bisa..."
"Kibum-ah! Ayo, pertandingannya sudah akan dimulai!" ajak Donghae dari kejauhan, memotong ucapan Kyuhyun.
"Baiklah, tunggu sebentar!" balas Kibum.
Kibum pun mendekat ke arah Kyuhyun, "Eh, apa kau punya uang? Tolong pinjamkan aku sedikit."
Kyuhyun pun merogoh saku mantelnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang.
"Hanya ada ini." ucap Kyuhyun.
"Ini pun sudah cukup. Pasti akan kukembalikan. Aku janji akan menggantinya dua kali lipat. Annyeong." ujar Kibum sambil melangkah menjauh.
Namun, baru dua langkah, Kibum sudah berbalik kembali ke arah Kyuhyun, "Ada satu hal lagi..."
Kibum pun perlahan mengangkat tangan kiri Kyuhyun dan melepas gelang karet hitam milik Kyuhyun.
"Pinjam ini juga, sebagai jimat." ucap Kibum sambil tersenyum manis sebelum berlari kecil meninggalkan Kyuhyun yang masih terbengong.
"Kibum-ah, cepat!" teriak Donghae yang tidak tahan melihat adegan manis itu.
"Ne,ne... Dasar tidak sabaran!" jawab Kibum sambil berlari menghampiri Donghae.
Di ruang kesenian, Kyuhyun dan teman-teman anggora klub kesenian tengah melukis dengan tenang, sampai tiba-tiba salah seorang yeoja anggota klub kesenian memekik tertahan saat melihat ke luar jendela.
"Omo! Tampan sekali!"
Pekikan tersebut membuat beberapa yeoja dan namja menghentikan kegiatan dan berkerumun di dekat jendela.
"Lihatlah, namja-namja yang sedang bermain basket itu tampan-tampan sekali!"ucap yeoja yang tadi memekik.
"Omo! Benar! Terutama namja tinggi dengan gelang hitam di tangannya itu, dia sangat tampan! Pasti mereka sedang taruhan basket lagi!" sahut seorang namja manis.
"Tsk, jika Kibum dan Donghae sudah bersama, apapun bisa mereka jadikan taruhan!" sahut seseorang.
"Kau benar! Mereka sahabat yang kompak!"
Mendengar itu semua, Kyuhyun mengehentikan kegiatan melukisnya sejenak. Kyuhyun akhirnya menyadari jika Kibum tadi meminjam uangnya untuk dipakai taruhan dan gelangnya sebagai jimat keberuntungan. Kyuhyun pun hanya menggelangkan kepalanya sekilas sebelum kembali melanjutkan lukisannya.
Hari sudah sore, dan di ruang klub kesenian itu telah sepi, hanya Kyuhyun dan seorang temannya yang masih tinggal. Kyuhyun masih asyik dengan lukisannya, sementara temannya itu mulai merapikan peralatannya.
"Kyuhyun-ah, kau belum selesai?" tanya temannya itu.
"Aku perbaiki sedikit lagi." jawab Kyuhyun.
"Jika sudah selesai, jangan lupa tulis namamu. Besok seongsanim akan menilainya. Aku pulang duluan. Annyeong..." ucap teman Kyuhyun sambil keluar dari ruang klub kesenian itu dan meninggalkan Kyuhyun seorang diri.
"Ne, annyeong..." jawab Kyuhyun.
Kyuhyun pun melanjutkan kegiatan melukisnya seorang diri di ruang klub kesenian tersebut. Sementara itu, seorang namja tengah mengendap-endap memasuki ruang klub kesenian dan mengunci pintunya, dan berjalan pelan mendekati Kyuhyun. Saat menyadari ada orang yang mendekat, Kyuhyun pun menghentikan kegiatan melukisanya dan menoleh.
"Oh, Choi Seunghyun seongsanim, ada keperluan apa?" tanya Kyuhyun dengan sopan.
"Tidak, kau teruskan saja lukisanmu. Aku hanya kebetulan lewat, dan sekalian datang melihat-lihat." ujar Seunghyun sambil berjalan mendekati Kyuhyun.
Kyuhyun merasa ada yang tidak beres. Untuk apa seorang seongsanim yang mengajar bahasa Inggris mengunjungi ruang klub kesenian. Sementara Seunghyun berjalan semakin mendekati Kyuhyun, Kyuhyun semakin ketakutan namun dia tidak bisa berbuat apapun, hanya terdiam waspada. Seunghyun pun sampai di dekat Kyuhyun dan dia memilih untuk berdiri dibelakang Kyuhyun dengan jarak yang sangat dekat.
"Gambarmu bagus sekali, sama persis dengan gips itu." ujar Seunghyun sambil menunjuk gips di depan Kyuhyun.
Kyuhyun hanya terdiam karena ia merasakan sinyal bahaya yang sangat kuat, namun ia tidak berdaya. Mendapati Kyuhyun yang tidak memberikan penolakan apapun, Seunghyun dengan berani mengelus dan meremas-remas pundak Kyuhyun, sementara Kyuhyun hanya bisa memegang kuasnya dengan erat karena ketakutan.
"Rambutmu wangi sekali." ujar Seunghyun sambil mengendusi rambut ikal Kyuhyun dengan tangannya yang masih terus meremas-remas pundak Kyuhyun.
Kyuhyun sangat ketakutan, bahkan dia teringat akan masa lalu penyebab traumanya terhadap sentuhan. Sekelebat bayangan saat dia masih di sekolah menengah dan seorang namja memasuki kamarnya dan memperkosanya. Kyuhyun memejamkan mata mengingat jika kenangan pahit itu mungkin akan kembali terulang saat ini. Tidak mendapat penolakan apapun, Seunghyun mulai berani meremas dada berisi Kyuhyun. Mendapat perlakuan tersebut, Kyuhyun hanya menangis dalam diam, dan tangan Seunghyun terus meremas-remas dada berisi Kyuhyun sampai tiba-tiba...
"Ehem!"
Seunghyun spontan menghentikan kegiatannya, dan langsung menoleh ke arah sumber suara. Terlihat soosok Kibum tengah berdiri agak jauh dari mereka.
"Sejak kapan Choi Seongsanim berubah menjadi konsultan klub kesenian?"tanya Kibum.
"Yak! Kenapa kau masuk dengan mengendap-endap?"omel Seunghyun.
"Mengendap-endap? Tidak. Aku masuk dengan terang-terangan. Mungkin seongsanim tidak menyadarinya jika di belakang masih ada pintu untuk memasukkan barang yang belum dikunci. Sangat dekat dengan lapangan basket." jawab Kibum dengan santainya.
Sementara Kyuhyun memandang Kibum dengan tatapan memohon pertolongan sambil menahan tangisnya. Kibum pun menyadari hal itu, namun dia hanya diam, tidak langsung mengambil tindakan apapun.
"Kau bukan anggota klub kesenian, untuk apa kesini?" tanya Seunghyun dengan kesal karena kegiatannya terganggu.
"Hah, ternyata yang bukan anggota klub kesenian tidak boleh masuk? Baiklah, kalau begitu aku akan bergabung dengan klub kesenian sekarang." ujar Kibum sambil melangkah mendekat.
"Lupakan! Selain pelajaran olahraga, kau sama sekali tidak bisa melukis!" cegah Seunghyun.
"Belum tentu. Mungkin saja aku punya sisi lain yang belum diketahui oleh orang lain. Misalnya, seorang seongsanim yang terkenal perhatian, baik, dan tampan bisa melakukan pelecehan terhadap mahasiswanya." ujar Kibum dengan aura mengintimidasi yang kuat.
"Yak! Jangan sembarangan bicara! Aku akan menuntutmu karena telah menghina seorang seongsanim!" ujar Seunghyun dengan suara bergetar.
"Seongsanim, jangan terburu-buru mengancam orang. Aku kan hanya berandai-andai saja." ucap Kibum dengan tatapan membunuhnya.
Seunghyun merasa terpojok dan tidak dapat berkata apapun. Kemudian Kibum mengambil sebuah cutter dari meja dan melangkah semakin mendekat.
"Ya, kau mau apa?" tanya Seunghyun sambil melangkah mundur, ketakutan.
"Aku mau apa? Aku tidak mau melakukan apa-apa. Aku hanya mau meraut pensil saja. Aku tidak mungkin menggunakan alat ini untuk mencoret wajah anda yang terlihat alim dan jujur." ujar Kibum tanpa menghentikan langkahnya.
Kibum terus melangkah maju menuju Seunghyun, sementara Seunghyun yang ketakutan sudah tidak bisa kemana-mana karena di belakangnya terdapat tembok. Kyuhyun melihat hal itu pun membelalakkan matanya. Ini seperti bukan sosok Kibum yang dia kenal. Kibum saat ini seperti orang lain dengan aura membunuh yang sangat terasa. Saat Kibum akan melangkah melewati Kyuhyun untuk menghampiri Seunghyun, Kyuhyun pun dengan segera berdiri dan membuat langkah Kibum terhenti. Seunhyun pun tidak menyia-nyiakan hal itu.
"Kau sudah gila! Aku sudah malas meladeni mahasiswa yang sudah seharusnya berhenti sepertimu!" omel Seunghyun sambil berlari keluar ruangan itu.
"Tch, cepat sekali dia mengaku kalah. Tidak seru!" ujar Kibum sambil terkekeh kecil.
Kibum pun membuang cutternya dan menoleh ke arah Kyuhyun yang masih gemetar ketakutan.
"Kau bodoh sekali! Membiarkan orang memegangmu, tapi tidak meminta uang darinya." sindir Kibum.
Kyuhyun terisak pelan mendengar ucapan Kibum. Kibum pun menatap iba kepada Kyuhyun.
"Kalau kau tidak suka diperlakukan seperti itu, jangan lemah. Menjadi lemah tidak ada gunanya. Dan dengan ekspresi wajahmu saat ini, hanya membuat orang ingin melakukan hal yang lebih jauh." ucap Kibum lagi, membuat Kyuhyun spontan menghentikan isakannya.
Kibum pun hanya menghela napas melihat sikap Kyuhyun. Saat Kibum mengedarkan pandangannya, tidak sengaja dia melihat lukisan yang dibuat Kyuhyun, dan ekspresinya berubah menjadi sangat antusias, seperti Kibum yang biasa mengerecoki Kyuhyun.
"Wah, kau yang melukis ini!" ucap Kibum dengan kagum, sementara Kyuhyun masih terdiam.
"Lukisanmu mirip dengan gips itu." ucap Kibum lagi sambil menghampiri gips yang menjadi objek lukisan Kyuhyun.
"M-A-R-S" eja Kibum saat melihat nametag di depan gips itu.
"Mars. Bukankah artinya planet merah?" tanya Kibum pada Kyuhyun.
"Dewa perang." jawab Kyuhyun singkat.
"Dewa perang? Oh, jadi dia namja pengecut yang gila perang dan takut gagal dalam legenda Yunani itu. Bukankah harusnya wajahnya sangat kejam?" tanya Kibum lagi.
"Dia memang dewa perang. Tapi kudengar definisi orang Roma terhadapnya sangat berbeda." jelas Kyuhyun.
"Benarkah?" ujar Kibum sambil meneliti patung gips itu dengan seksama.
"Mereka bilang , Mars seharusnya memakai baju perang yang bercahaya, berwajah tampan, dan sangat kejam. Seorang pahlawan yang memimpin pasukannya keluar dari malam yang tragis." jelas Kyuhyun lebih lanjut.
"Pahlawan yang menerobos malam yang tragis." ulang Kibum sambil meneliti wajah gips itu.
Kyuhyun pun hanya terdiam melihat tingkah laku Kibum. Tidak lama kemudian, Donghae masuk ke ruangan itu melalui pintu yang sama dengan yang dilalui Kibum.
"Kibum-ah." panggil Donghae.
Kibum pun mengalihkan pandangannya dari gips itu dan menoleh ke arah sumber suara. Sementara Kyuhyun langsung menundukkan wajahnya.
"Ayo, kita pergi!" ajak Donghae.
"Oh, baiklah." Jawab Kibum.
Kibum pun berbalik dan melihat ke arah Kyuhyun, dan Kyuhyun pun balas menatap Kibum.
"Cepatlah pulang!" ujar Kibum, dan Kyuhyun hanya mengangguk sekilas.
"Ah, satu lagi! Aku sudah merubahnya menjadi dua kali lipat." ucap Kibum sambil melemparkan sesuatu pada Kyuhyun.
Kyuhyun pun menangkap benda yang dilemparkan Kibum, dan dia mendapati jika benada yang dilempar Kibum adalah sejumlah uang yang diikat dengan gelang karet hitam miliknya yang tadi dipinjam Kibum. Kibum hanya tersenyum sekilas dan langsung berbalik pergi sambil menarik Donghae yang masih menatap Kyuhyun. Sementara Kyuhyun masih memandangi uang dan gelang ditangannya.
.
Kibum memasuki minimarket untuk membeli beberapa botol soju sebelum pulang ke rumahnya. Saat sedang melangkah ke kasir, Kibum melihat cermin yang berada di dinding, dan dia diam terpaku. Namun dia segera berjalan perlahan meneruskan langkahnya dan melewati cermin itu. Saat sudah melewati cermin, Kibum langsung menghentikan langkahnya dan dengan ragu dia melangkah mudur dan memposisikan dirinya tepat di hadapan cermin itu. Namun Kibum sama sekali tidak bisa melihat bayangannya di cermin itu, dan Kibum mulai merasa napasnya sesak dan dia pun menundukkan kepalanya. Setelah beberapa saat, Kibum memberanikan dirinya menatap kembali cermin dihadapannya. Dan saat ia mendapati bayangannya terpantul di cermin itu, Kibum pun mendesah lega.
.
.
.
nah loh, ada apa dengan Kibum?
gomawo buat respon positifnya readers-nim... *bow*
dan jeongmal gomawo for the review-ers:
lydiasimatupang2301; ressalini; Awaelfkyu13; Cuttiekyu94; CatLuckKyu; Yong Do Jin316; erna137; michhazz; fanatwik; Sur0203; xoxojung00; Ryerii316; ; Sinta669; Sarah Kihyunnie; emon el; Desviana407; .146; readlight; wijayanti628; Retnoelf; Dindaa; rismaaa; Lee Gyu Won; Wonhaesung Love; Guest; siyohyuncho; abelkyu; R.A.F3395; Hanna shinjiseok; Name readayna; hyunnie02; Hwang635; Guest; brimarc; araaaa; dek
and also jeongmal gomawo for those who follow n favorite this ff
chapter dua ini, otte?
makin seru atau malah boring?
TBC / END?
as usual, you decide it for the next chapter
oiya, buat yang minta update Wrong Love, The Witch, n Wedding Night, mianhe belom bisa di update, karena lagi gak dapet feel di ff laen, lagi demen sama Mars, kkk ^^v
