A/N : JANGAN KATAKAN SAYA PLAGIAT! Jikalau ada yang mengatakan cerita ini mirip dengan cerita milik Nayu Namikaze Uzumaki dan Dark Calamity of Princess... akan saya jelaskan di akhir cerita.
Genre : Family,Hurt/Comfort,little bit Angst, slight Mystery and slight Humor*maybe
BoBoiBoy hak milik Monsta! saya hanya meminjam chara-charanya saja
cerita hak milik Himika Xenta 13!
cerita terinspirasi dari "Problem" milik Nayu Namikaze Uzumaki, "Sibling Chaos" milik Dark Calamity of Princess dan beberapa buah lagu.
Warn : Elemental Sibling Alert!,EYD bermasalah,Typo everywhere,alur badai,bahasa campuran,Evil!AduDuProbe! Human!Alien and robot,SpoilerAlert! dan berbagai warn lainnya yang akan sangat panjang apabila saya jabarkan!
~Happy Reading ALL! DLDR!~
Bab 2
" What is it ? "
Previous chapter...
"Perhatikanlah Para BoBoiBoy! Kami akan memberikan kalian suatu pengalaman yang amat sangat takkan pernah kalian lupakan. Ingat! Kami akan membawa sebuah mimpi buruk yang membuat kalian tak bisa melupakan semuanya! Camkan itu!" seringai suara yang ketiga.
DEG!
"Perasaanku tak enak..."
~ Don't leave us... We just want that... no more...~
Kelas 2-A
DEG!
Entah kenapa sebuah perasaan khawatir menyergap diri Halilintar yang tengah sibuk mengerjakan soal latihan fisika yang diberikan oleh sang guru. Semua pikiran langsung buyar entah kemana. Hanya satu yang menetap di pikiran Halilintar, pikiran tentang keenam adik-adiknya. Ice yang melihat hal itu hanya bingung dan mengambil inisiatif untuk memanggil Halilintar.
"Kak Hali?" panggil Ice.
Panggilan dari Ice berhasil membuat Halilintar tersentak sebentar dan segera menoleh ke tempat duduk sebelahnya dimana sang adik berada tengah memandangnya bingung.
"Apa?" tanya Halilintar datar.
"Tidak ada apa-apa kok Kak. Ice cuma memanggil kakak, karena tadi Kak Hali tiba-tiba membeku," jelas Ice.
"Kau ini," sahut Halilintar sweatdropped.
"Kak Hali," panggil Ice lagi namun kali ini agak berbeda nada bicaranya dan Halilintar tahu kalau ada sesuatu yang janggal telah disadarin Ice.
"Kak Hali, kakak merasakan khawatir tidak?" tanya Ice to the point.
JACKPOT!
Ungkapan Ice yang langsung to the point terasa menusuk tepat dengan perkiraan Halilintar yang kemana-mana.
"Kenapa kau menanyakan hal seperti itu?" tanya Halilintar penasaran akan pertanyaan mendadak Ice yang seperti membaca pikirannya.
"Entahlah. Namun, beberapa saat yang lalu, aku merasakan sebuah kekhawatiran yang luar biasa. Dan aku seperti merasa hari ini adalah hari terakhir bagi kita merasakan kehidupan yang damai," ujar Ice agak pesimis.
"Hah... perasaan mu saja paling. Sudahlah," ujar Halilintar yang segera mengerjakan soal latihan fisika lagi dan diikuti oleh Ice. Halilintar pun melihat dari sudut matanya bahwa Ice sudah kembali sibuk dengan latihan soal fisika.
"Syukurlah dia tak bertanya jauh lagi kepadaku. Sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama dengan dirinya. Namun, itu segera ku tepis dengan pikiran bahwa itu hanya halusinasi. Namun, saat Ice menanyakan hal itu. Aku langsung berpikir bahwa, sesuatu yang tak enak akan terjadi tak lama lagi. Akh! Sudahlah! Lupakan saja itu! " batin Halilintar tak karuan.
~ Don't leave us... We just want that... no more...~
Kelas 2-B
DEG!
Di salah satu meja di kelas 2-B, kelas dimana Taufan dan Thorn berada mendadak hening. Tak ada lagi suara riang yang selalu mewarnai kelas itu mau pelajaran apa tidak. Dan karena hari ini ada jam kosong di kelas tersebut. Taufan yang sudah beraksi dengan ide jahilnya. Sekarang mendadak hilang setelah tawa badainya tadi karena berhasil menjahili temannya.
yang membawa perasaan aneh bagi teman-teman sekelasnya dan juga adiknya Thorn yang tengah memandang Taufan dengan tatapan khawatir.
"Kak Taufan!" panggil Thorn yang sukses menyentakkan Taufan yang nampak jelas sedang bengong dan membisu.
"Ah! Iya ada apa Thorn?" tanya Taufan balik dengan nada ceria yang... dibuat-buat olehnya mungkin.
"Baiklah. Karena aku belum lama berada di keluarga kakak. Tapi, aku masih memiliki ikatan batin seperti kalian. Aku hanya penasaran, apa maksud dari perasaan khawatir yang berlebih tadi?" tanya Thorn.
DORR!
Pertanyaan yang diutarakan oleh Thorn langsung membuat Taufan kembali bengong dan bisu sehingga membuat Thorn langsung pucat akan pertanyaannya tadi dengan perasaan khawatir.
"Rupanya, kau juga merasakannya,Thorn?" tanya Taufan seraya menatap seksama adiknya tersebut.
"Tentu saja,Kak. Apa maksud kakak bertanya seperti itu padaku?" tanya Thorn bingung.
"Karena, kakak juga memiliki perasaan yang sama denganmu," jawab Taufan dengan tatapan yang tak bisa diartikan oleh Thorn.
"Huh? Maksud kakak?" tanya Thorn tak mengerti.
"Hahaha... tak usah kau pikirkan pertanyaan bodoh kakak itu. Kakak mengerti kau pasti susah akan mengerti," sahut Taufan.
"Ya sudahlah. Thorn ingin membaca buku dulu," sahut Thorn yang segera berkutik dengan bukunya dan Thorn tak menyadari kalau saat ini tengah dipandangin Taufan dengan senyuman tipisnya.
"Baguslah kau tak terlalu mengerti... Karena kakak takut kau akan sama seperti kakak pada setahun yang lalu. Aku merasakannya Thorn. Lebih malahan. Tapi aku tak tahu perasaan itu tertuju pada siapa?" batin Taufan yang segera kembali mengerjai teman sekelasnya lagi.
~ Don't leave us... We just want that... no more...~
Kelas 2-C
Terdapat 2 kembaran BoBoiBoy yang lain,yakni Gempa dan Solar. Dapat di lihat salah satu dari mereka sedang termenung seraya menatap langit biru yang begitu terang. Yang sedang termenung itu adalah Gempa sang kembaran yang paling disayangi di keluarga mereka.
"Kak Gempa!" panggil Solar yang berhasil membuyarkan pikiran Gempa.
"Eh! Solar! Ada apa?" tanya Gempa.
"Ih! Kakak mikirin apa sih? Sampai diam kaya sapi ompong!" ujar Solar.
"Ah! Kakak hanya mikirin saat kau dan Thorn pertama kali datang ke rumah," sahut Gempa.
"Eh?! Kakak masih mengingatnya?" cengo Solar.
"Tentu saja... saat itu,"
Flashback :
Beberapa Minggu setelah kepulangan Gempa dari rumah sakit karena dirinya pingsan setelah 'melerai' perkelahian antara saudara-saudaranya dengan kakak kelas mereka,mereka semua harus dikejutkan dengan kehadiran kedua orang tua dan kakek mereka,Tok Aba.
"Eh! Ayah! Ibu! Tok Aba! Kenapa kalian tak bilang pada kami ingin kemari?" ujar Gempa.
"Hahaha... ibu,ayah dan Tok Aba ingin membuat kejutan pada kalian. Tapi,nampaknya... Cuma kamu saja yang belum tahu ya?" cekikikan ibunya.
"Eh?! Aku doang? Kalian semua sudah tahu ya?" kejut Gempa.
"Ya,"sahut Halilintar datar.
"Ih jahat! Masa aku doang yang tidak tahu sedangkan kalian semua mengetahuinya!" seru Gempa OOC.
"Hahaha! Kita kan ingin membuat kejutan untukmu!" seru Taufan.
"Yap! Lagipula tidak cuma itu doang," ujar Blaze seraya menyeringai.
"Huh? Maksud kalian?" beo Gempa.
"Tunggu saja... 10 menit lagi 'mereka' akan datang," ujar Halilintar datar dan hanya dibalas senyuman penuh arti dari semuanya.
10 menit kemudian...
"Ayah! Ibu! Mereka kemana sih? Kami sudah lama dan bosan menunggunya!" ujar sebuah suara yang langsung membuat Gempa terdiam.
"Kakak! Sabar sedikit dong! Paling mereka tak lama lagi pulang,"sahut suara lainnya yang mampu membuat Gempa diam membatu.
"Mereka sudah disini sayang!" panggil sang ibu.
"Benarkah?!" kejut kedua suara tersebut yang langsung menuruni tangga dengan cepat.
DRAP DRAP DRAP!
Gempa diam syok. Halilintar yang hanya memijit pelipisnya. Taufan dan Blaze yang cekikikan. Air yang mengantuk. Tok Aba yang tersenyum senang. Dan kedua orang tua mereka yang tersenyum bahagia. Reaksi yang tak jauh beda di keluarkan oleh salah satu dari mereka yang mengenakan pakaian serba hijau dan hitam. Dan pandangan sumringah dari mereka yang mengenakan pakaian putih-kuning dan kacamata jingga.
"Si-siapa mereka?" tanya Gempa tergagap.
"Kami lupa memberitahu kalian waktu setahun lalu... kalau sebenarnya kalian memiliki 2 orang kembaran lagi yang hanya beda 15 menit dengan kalian," sahut sang ibu.
"Maafkan kami ya," ujar sang ayah.
"Ja-jadi selama ini mereka dimana? " tanya Gempa.
"Mereka berdua tinggal di tempat ayah dan ibu. Hingga suatu hari, mereka ingin tinggal dengan kalian berlima bersama Tok Aba," sahut sang ayah.
"Ah... kami juga terkejut,waktu pertama kali kami mengetahuinya. Tepatnya 2 minggu setelah kau masuk ke rumah sakit," sahut Halilintar.
"Betul! Kami langsung syok waktu itu juga dimana kami memiliki dua kembaran lain lagi," sahut Taufan.
" Ayah! Itu Kak Gempa ya?" tanya sang kembar yang memakai baju hijau-hitam.
"Iya,ayah! Itu Kak Gempa?" tanya sang kembar yang memakai baju putih-kuning dengan sebuah kacamata jingga yang menetap di wajahnya.
"Betul,sekali! Thorn! Solar!" jawab sang ayah.
"T-Thorn?! So-Solar?!" syok Gempa kemudian.
"Salam kenal Kak Gempa! Aku Thorn," sahut kembar yang memakai baju hijau-hitam.
"Kalau aku Solar! Salam kenal ya!" sahut kembar yang memakai baju putih-kuning dengan kacamata jingganya.
"Sa-salam kenal, aku Gempa," sahut Gempa kemudian.
BUKK!
Tanpa aba-aba lagi, Thorn dan Solar langsung memeluk Gempa dengan erat dan hangat.
"Kak Gempa," gumam mereka berdua bersamaan.
Gempa yang mendegar gumaman mereka hanya bisa tersenyum lembut dan terharu,hingga...
"Thorn... Solar... kalian membuatku lebih berwarna," sahut Gempa.
Semua orang yang berada di ruangan tersebut dan menyaksikan kehangatan tersebut mereka hanya bisa tersenyum. Halilintar yang terkenal cuek pun langsung tersenyum tipis seraya membatin.
"Aku juga akan menjadi kakak yang baik bagi kalian," batinnya.
"Ice!" panggil Halilintar.
"Iya,Kak Hali?" tanya Ice.
"Besok jangan pernah sampai lupa untuk menyediakan stok P*r*****mol," sahut Halilintar yang langsung di'iyakan' oleh Ice.
Hingga keesokan harinya mereka di serbu dengan fangirls yang mengetahui akan hal adanya 2 saudara kembar mereka yang lain.
Flashback END :
"Ah... Kak Gempa!" rengut Solar.
"Hahaha... kalian waktu itu imut banget," sahut Gempa.
"Kakak! Su-" ucapan Solar terhenti karena sebuah perasaan tak enak menusuk dadanya.
DEG!
Gempa yang melihat hal itu langsung khawatir akan adiknya itu,spontan dirinya menanyakannya.
"Solar! Kau tak apa?" tanya Gempa dengan nada khawatir.
"Ah! Tidak apa-apa kok... tenang," sahut Solar berusaha menenangkan kekhawatiran Gempa.
"Jangan berbohong padaku! Kau pasti merasa tak enak kan?" terka Gempa yang langsung jackpot.
"Bagaimana,Kak?" beo Solar.
"Hah... kita kan kembar. Jadi,setiap saudara kembar itu memiliki ikatan batin yang kuat bahkan ada yang sangat kuat hingga dapat merasakan apa yang dirasakan oleh kembarannya secara fisik," sahut Gempa dengan penjelasan ilmiahnya.
"Baiklah! Aku mengaku! Iya,aku merasakannya," sahut Solar menyerah akan kepintaran kakaknya ini membaca orang.
"Kalau begitu, kakak juga mengaku kalau kakak juga merasakannya dan itu menyangkut kita bertujuh," sahut Gempa yang kembali memandang hamparan langit biru yang luas.
"Aku khawatir,Kak," sendu Solar.
"Sudahlah! Tidak usah terlalu dipikirkan. Nanti berdampak pada perasaanmu sendiri," nasihat Gempa.
"Baiklah," sahut Solar lemah.
~oOoOo~
Sementara itu di sebuah tempat rahasia,dimana terdapat sekelompok orang tengah menyeringai kejam.
"Tak lama lagi,kita akan balaskan dendam adikmu itu,Bos!" sahut salah satu suara.
"Aku tak sabar dengan itu,benarkah begitu...Ejo Jo?" seringai sang bos kepada adiknya,Ejo Jo yang tengah menyeringai kejam juga.
"Benar,Kakak," sahut Ejo Jo singkat.
~TBC~
A/N : Yosh! Kembali dengan saya yang membawa chapter baru untuk FF ini! Sudah terjawab kan? Tentang bagaimana Thorn dan Solar bisa masuk ke FF ini. Kalau ada yang bertanya tentang umur mereka bertujuh dan teman-teman mereka, jawabannya mereka masih SMP kelas 2,karena disini beberapa bulan selepas kejadian tersebut. *yang baca Fic "Problem" pasti tahu* tebak sendiri umur FIX mereka berapa XD. Kemunculan Gopal dan Ying,ya? Tunggu waktu mainnya saja *smirk*. Kemungkinan di chapter selanjutnya akan dijelaskan... Ejo Jo merupakan adiknya siapa? Hihihi... silahkan kalian tebaklah abangnya Ejo Jo... *evil laugh* dan silahkan kalian tebak ketiga mata-mata di chapter sebelumnya dan suara siapa saja di sini... cause that... this fic slight Mystery. Kalau ada yang merasa ter-'spoiler' di cerita ini. I just say,sorry for that. Di Flashback,kenapa Gempa mengatakan,"Eh! Ayah! Ibu! Tok Aba! Kenapa kalian tak bilang pada kami ingin kemari?" karena waktu itu ayah dan ibu mereka sedang keluar kota karena bisnis dan kenapa ada Tok Aba juga? Waktu itu Tok Aba ikut orang tua mereka untuk membantu mengurusi kedua kembar yang lain. Yah... balasan review aja dah...
Lucky As My Name : Saya juga suka bagian itu XD. Sudah next,silahkan di baca. Mohon maaf atas kegajean di chapter atau di FF ini ya.. Jangan lupa review ya... urusan update tergantung sisi kondisi Author /disepak.
Annisa Arliyani Wijayanti : Weleh... pada suka aksi perdebatan konyol mereka ya? Sama saya juga XD /dirajam. Urusan kemunculan Ying dan Gopal silahkan lihat di A/N sebelum ini ya... Alhamdulilah, anda tak ter'spoiler' kan XD. Udah lanjut... Tidak apa-apa kok.
IceCandy03 : Sudah lanjut kok... thank's atas review-nya.
FireBluePhoenix : Di A/N sudah terjawab... sudah lanjut kok... thank's atas reviewnya :)
Meltavi011003 : Duh maafin author ya... kalau author sih diijinin sama ortu dan author sendiri lihatnya bareng teman author... Yang sabar ya :) Thank's atas reviewnya! ini sudah di lanjut kok :) Happy Reading ya...
NaYu Namikaze Uzumaki : Hola juga kak nay! makasih atas bantuannya! Bagaimana menurut kakak akan chapter ini? Masih ada yang perlu di perbaiki tidak? Kalau masih ada... tolong maafkan daku... karena diri ini masih newbie *cries*. Ini sudah lanjut kok! :)
IrenaDSari : Wah... kamu kangen sama cerita Problem milik Kak Nayu ya? Author pun sebenarnya kangen juga akan FF itu dan ujungnya malah dapat ide untuk membuat sekuel dari FF Kak Nayu itu dan kakak sudah mendapatkan ijin dari yang bersangkutan kok... jadi tenang saja... Ini sudah lanjut kok :)
A/N : Yosh! semua review telah di balas... Akhir kata... Review please! :)
~Himika Xenta 13~
