SEVENTEEN

(P101 S2)

OngNiel

JinSeob

GuanHo

MinHyunbin

WinkDeep

SamHwi

HakWoong

(yang lain nyusul)

.

.

.

.

Chapter I

.

.

.

.

"Seonho, bangun. Ada teman kamu," terdengar ketukan dari luar kamar disertai suara seorang wanita paruh baya yang diikuti dengan suara lelaki yang cukup ehm-cempreng.

"Biar Daehwi aja yang bangunin, tante,"

"Kalau gitu tante tinggal ya, mau lanjut masak," tidak lama setelah itu terdengar suara langkah kaku yang menjauh.

"Iya, tan," lelaki yang bernama Daehwi itu menjawab dengan kalem.

"Seonho, bangun. Lu masih hidup kan?" entah kemana Daehwi yang kalem itu, sekarang lelaki itu sudah mengetuk pintu kamar Seonho dengan brutal, disertai beberapa tendangan. tapi segala usaha Daehwi itu tidak membuahkan hasil. Keadaan kamar itu tetap hening, kek di kuburan.

"Oi, anak ayam. Gua habisin nih jatah sarapan lo,"

Seonho yang masih enak-enak mimpiin gebetannya yang lagi nemenin dia mandiin anak ayamnya harus terbangun gara-gara suara cempreng temennya.

Seonho duduk di atas ranjangnya, garuk kepalanya yang entah kenapa hari ini gatel banget. Dia ngeliat pintunya prihatin, Daehwi belum berhenti bertindak anarkis ke itu pintu. Seonho masa bodo aja, dia mau lanjut tidur. Dia udah masuk ke dalam selimut lagi, tapi teriakan Daehwi yang mengancam keselamatan harga diri Seonho membuat Seonho berlari membuka pintu kamarnya lalu meluk Daehwi.

"Plis, plis, jangan. Lu mau apa gua kasih deh, yang penting jangan ya," Daehwi yang ada di pelukan Seonho Cuma tersenyum licik.

"Apapun?"

"Apapun,"

"Mau nomornya kak Jinyoung,"

Seonho langsung melepas pelukannya, "Mana gua punya,"

"Ya, nyarilah," Daehwi menjawab santai, lalu masuk ke kamar Seonho, naik ke tempat tidurnya lalu bergulung dengan selimut Seonho, ga peduli sama keadaan dia yang udah rapi dalam balutan seragam.

"Lu kan udah punya Sam-sam,"

"Bosen, masa dari masuk sekolah sama Muel mulu," muka Daehwi menyembul dari dalam selimut.

"Mumpung habis ini kak Jihoon lulus, kan kak Jinyoung ga bisa modus lagi,"

"Hah? Bukannya kak Jihoon udah punya pacar ya?" Seonho menyusul Daehwi masuk ke dalam selimut.

"Kan anak kuliahan, jadi jarang ketemu. Kak Jinyoung jadinya sering modusin kak Jihoon,"

"Kak Jihoon enak ya hidupnya, dimodusin sama cowo-cowo ganteng," Seonho ngomong sambil natap langit-langit kamarnya, jadi keinget kemaren gebetannya yang deket banget sama si Jihoon.

"Makanya kak Jihoon itu jadi panutan hidup gue. Sapa tau nanti banyak cogan yang modusin gue juga," Seonho mandang Daehwi aneh.

"Apaan?"

"Lu kan cabe, adanya lu yang modusin cowo-cowo," Daehwi yang ga nrima perkataan Seonho, walau benar adanya, mukul lengan Seonho.

"Kak Jihoon sebelum jadian sama pacarnya sekarang cabe-cabean tau. Kalo ga, mana mau dia temenan sama si kelinci cabe," sekali lagi Seonho memandang Daehwi aneh.

"Kak Hyeongseob kan kalem banget," perkataan Seonho membuat Daehwi mandang si anak ayam gemes.

"Lu ini tau apa sih? Ini-itu gatau, malu gua temenan sama lu, kuper,"

"Ngapain juga gua ngurus hidup orang,"

Daehwi bangun dari tidurannya, ngeliat jam yang ada di kamar Seonho.

"Nih, masih ada lima menitan, gua ceritain sejarah sekolah kita,"

.

.o0170o.

.

Hari ini penerimaan murid baru di SMA 101, Jihoon dan Hyungseob selaku anggota OSIS yang bertugas untuk ngecek kelengkapan peserta MOS udah berdiri di pos satpam pagar depan dengan muka yang disangar-sangarin.

"Hoon, capek gua. Mana panas lagi," Hyungseob ngeluh sambil ngipas pake buku buat nulis nama anak-anak yang barangnya ga lengkap.

"Resiko, Seob. Kita kan gaada waktu mereka bagiin tugas," Jihoon Cuma nyahut lemes.

"Lu sih, nyabe. Jadinya kan gua pengen juga," Hyungseob mengerutkan bibirnya sebal.

"Ya kan lu dapet cogan baru, mumpung kakak kesayangan lo udah mau lulus," mendengar perkataan Jihoon, Hyungseob tambah sedih.

"Apa gua putus sekolah aja ya? Ga tega gua ngelepas kak Dongho ke Jepang sendirian, riskan," Jihoon ngeliat Hyungseob malas.

"Adanya tuh lu yang jadi tambah gatal waktu kakak sepupu lu pergi,"

"Ih, Jihoon jahat. Gitu-gitu cuma dia yang mau nemeni gue waktu lu masuk rumah sakit gara-gara keracunan,"

"Lu sih nyabe ke pacar orang, ya mana mau orang temenan sama lu,"

"Ih, gue kan gatau dia punya pacar. Mana pacarnya terkenal banget lagi," Jihoon jahat, Hyungseob kan jadi pundung nginget waktu dia dilabrak kakak kelas di kantin, mana waktu itu dia masih anak ingusan lagi.

"Kan lu juga keracunan gara-gara ngerayu tunangan orang,"

"Ya mana gue tahu, sapa juga yang tau tuh orang udah tunangan, masih SMA juga. Apa cewenya udah jebol ya?"

"Heh, niat kerja ga sih, gossip terus," Jihoon dan Hyungseob tersentak waktu Woojin udah berdiri di depan mereka dengan muka sebel.

"Nih, anak-anak udah banyak, bantuin kek," Jihoon dan Hyungseob langsung membantu Woojin ngecek perlengkapan anak-anak yang baru datang.

Yang ditugasin buat ngecek memang cuma mereka bertiga, soalnya anggota OSIS tahun ini dikurangi secara drastis gara-gara tahun lalu banyak bolos kelas pake kedok rapat OSIS tapi ga kerja apa-apa.

"Name tag kamu mana?" terdengar Hyungseob yang menegur dengan suara yang cukup keras.

"Sabuknya juga mana? Seragamnya ga dimasukin lagi, kan udah dibilangin sepatu harus hitam polos. Kaos kaki pake warna-warni segala," Jihoon noleh ke orang yang ditegur Hyungseob, kepo siapa anak yang nekat pake perlengkapan ga sesuai sama sekali.

"Niat sekolah ga sih?!" Hyungseob membentak waktu anak tersebut tetep diam.

"Udah, Seob. Sabar, gue aja yang ngurus nih anak," Jihoon hampirin Hyungseob trus bisikin ke Hyungseob buat tukar tempat. Kasian Hyungseob harus triak-triak padahal lagi panas-panasnya.

"Lu urusin nih anak, ganteng-ganteng tapi ga ada yang bener," Hyungseob langsung pergi dari situ, pindah ke tempat Jihoon. Hyungseob itu emang cabe, tapi dia cuma mau nyabe sama cowo yang ga cuma muka doang yang ganteng, cowo itu juga harus rapi, pinter, ga suka melanggar peraturan gitu lah. Nah cowo tadi, ganteng sih, tapi gaada satu pun perlengkapannya yang bener, kan Hyungseob jadi ilfeel.

"Nih, tulis nama, kelas, kelompok, trus tanda tangan," Jihoon kasih buku yang dari tadi dia pegang ke anak itu.

"Kak, pinjem bolpen dong," Jihoon mandang anak di depannya ga percaya.

"Kamu ini ya, baru hari pertama, masa gaada satu pun yang bener," anak itu cuma nyengir.

"Tadi buru-buru, kak. Takut ketinggalan bus," anak itu nyodorin buku Jihoon.

"Lai Guanlin, kelas 1-1, kelompok matahari. Udah sana masuk, nanti hukuman kamu dikasih tahu waktu semua anak udah ngumpul di aula," denger Jihoon yang nyuruh dia masuk, anak itu, Guanlin, langsung masuk, menghindari Hyungseob yang masih natap dia tajam dari tempat dia meriksa perlengkapan anak lain.

"Semenjak itu, si Guanlin katanya deketin kak Jihoon. Trus kalo kak Jinyoung…"

.

.o0170o.

.

Udah seminggu semenjak MOS, jadi sekolah udah berlangsung seperti biasa. Waktu Jihoon sama Hyungseob masuk ke kantin, mereka denger bisikan centil cewe-cewe yang lagi antri makanan di depan mereka. Mereka ngikutin arah pandangan cewe-cewe itu yang ternyata tertuju ke anak baru, terlihat dari name tag-nya yang warna kuning.

"Gila, ganteng amat tuh cowo," Jihoon bisik ke Hyungseob.

"Oh itu, itu namanya Bae Jinyoung, kelas 1-1, kelompok matahari. Dia jadi murid teladan MOS kemaren," Hyungseob jelasin tanpa ngelepas pandangannya dari anak bernama Jinyoung itu.

"Tipe lu dong," Jihoon ngomong gitu, tandanya udah mau mundur kalo emang Hyungseob suka. Mereka tuh ga mau kalo sampe rebutan cogan.

"Ga mau, dia sebelas dua belas sama si Jeju,"

"Hah, masa? Mukanya polos gitu," Jihoon mandang Hyungsoeb ga percaya.

"Sungguan, waktu itu gue yang gantiin kak Minki bimbing kelas mereka. Cewe satu kelas dibaperin sama dia,"

"Ya mungkin mereka aja yang ge-er," Jihoon masih ga mau percaya sama perkataan Hyungseob.

"Mau bukti?" Hyungseob natap Jihoon polos.

"Hah?"

"YAAMPUN, HYUNGSEOB LU GILA APA?!" Jihoon langsung teriak waktu Hyungseob ngambil minuman sisa di meja deket mereka trus nyiram ke baju Jihoon.

"Kan buat buktiin kalo dia itu kerdus," Hyungseob mandang Jihoon polos.

"Kakak gapapa?" tiba-tiba secara ajaib orang yang dari tadi mereka omongin udah di depan mereka berdua.

"Kak, aku punya baju lebih, belom dipake kok. Kalo kakak mau, kakak boleh minjem kok," orang itu ngomong sambil senyum manis, membuat cewe-cewe yang lagi ngantri depan Jihoon-Hyungseob, mandang Jihoon ga suka.

"Gimana, kak?" Jihoon Cuma diam, secara muka tuh adek kelas deket banget sama muka dia. Dari posisi dia, dia bisa nyium aroma parfum tuh anak.

"Cepetan, kak. Nanti nodanya susah dikeluarin kalo ga langsung dicuci," tanpa nunggu jawaban Jihoon, anak itu langsung narik Jihoon. Sebelum bener-bener pergi, itu anak nge-wink ke Hyungsoeb.

"Gila, ke mana tuh anak bawa Jihoon gue?" tiba-tiba ada orang udah muncul di depan Hyungseob, ngomong pake nada ga trima waktu liat Jihoon dibawa pergi adek kelas. Hyungseob cuma mandang tuh cowo malas.

"Eh, ada Seobbie. Seobbie jangan jeles ya, aku cuma kaget aja si Jihoon diseret gitu sama adek kelas," cowo itu ngasih senyum manis ke Hyungseob.

"Ribut ah lu, mending nemeni gue antri deh,"

"Siap, princess,"

"Ribut, ju,"

"Elu sih, manis banget,"

"Gue bunuh lo ya. Ga bisa liat babi lo lagi nih," cowo itu langsung nutup mulut.

.

.o0170o.

.

"Dari situ kak Jinyoung deket sama kak Jihoon, tapi waktu kita masuk kak Jihoon kan taken makanya dia udah ga nyabe," Seonho cuma ngangguk-ngangguk.

"Tau dari mana lu?"

"Kakak kelas, angkatannya kak Jihoon sama angkatan kak Jinyoung juga ada," Seonho mandang Daehwi kagum.

"Banyak informan ya lu," Daehwi denger gitu cuma nepuk dada bangga.

"Seonho mandi, udah mau jam 7. Daehwi turun ya, sarapan bareng," lalu setelah itu terdengar bunyi barang-barang jatuh dari kamar Seonho.

"Lu ga ngomong udah mau jam 7,"

"Lu juga mau-mau aja dengar cerita gue,"

"SEONHO, DAEHWI,"

.

.o0170o.

.

Mereka langsung diem waktu dengar teriakan mamanya Seonho.

Hyungseob yang baru turun dari motor Guanlin ngeliat Jihoon yang datang bareng Jinyoung takjub.

"Lin, sejak kapan tuh berdua akrab?" Guanlin cuma ngendikin bahu ga peduli.

Jinyoung markir motornya di sebelah motor Guanlin. Jihoon turun dari motor Jinyoung, ngelepas helm-nya yang langsung bikin Hyungsoeb teriak histeris.

"Mata lu kenapa, Hoon?!"

.

.

.

.

.

tbc

[A/N: ini pertama kalinya author update secepet ini. lagi semangat soalnya, hehe. Anggap aja nih hadiah soalnya uas fisika author tuntas /uhukpameruhuk/

Semoga para readers suka ya sama ceritanya, anggap aja chapter ini termasuk perkenalan para tokoh. Chapter ini emang didominasi Jihoon-Hyungseob, soalnya masalah pertama yang bakal muncul itu punya Jihoon. Pasti ada yang bisa tebak kan masalah Jihoon apa.

btw, di sini Dongho itu sepupu ganteng tersayangnya Hyungseob, jadi mereka gaada hubungan lebih.

okeh, sekian bacotan author. author bakal usaha update cepet dan fic lain juga diusahakan update secepatnya