"Swimming Pool and the Earring"

NaruSasu Fanfiction

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Author : GingerJelly

Keterangan :

Fanfic ini pertama kali di publis di grub facebook NaruSasu (SasUke & FemSasu) dan admin sudah meminta ijin pada Author aslinya untuk mempublikasikan fanfic ini di lewat akun ffn bersama. Fanfic akan update secara berkala. (ttd – Admin Yuki)

P.s Kalau mau bergabung ke grub silahkan . *plak* #promosi

Ngomong-ngomong kalau gak sanggup lebih baik BACK .

WARNING :

NIH JELLY KASIH FF RATED M! JANGAN JANTUNGAN YA

HATI-HATI BASAH YAAA /tebar beha/

DISARANKAN BACA SAMBIL BUBUAN MELUK GULING

.

LAST CHAPTER!

.

"Mnhh…" erang Naruto berkali-kali.

Mata birunya tertutup kelopak mata, ia terlihat begitu menikmati permainan ini dengan Sasuke. Sasuke menyukai rimming, dia yang bilang begitu. Dan Naruto selalu memberikan apapun untuk pasangan seksnya.

"Ahh Naruhh… lagi please" Sasuke meraih tengkuk kepala Naruto.

Meremas gemas rambut pirang sang dominan yang sibuk menjilati lubang anusnya. Sasuke lemas terkulai di ranjang dalam permainan lidah Naruto, hahh… seumur dia bermain seks dengan laki-laki, baru kali ini dia merasa begitu dimanjakan.

"Kau suka Suke? Nhh"

Lidah merah itu menyusup semakin dalam dalam lubang pantat Sasuke yang direnggangkan secara sengaja. Menyesap setiap rasa yang timbul, dan Naruto suka semua itu. Merasakan tiap tekstur di dalam sana, kenyal juga hangat. Pikirannya melesat saat membayangkan lubang itu penuh dengan spermanya nanti.

"Nghh yah… ahh sukaa… aku suka Naruhh. Ohhh nikmat sekali nhh yah, begitu" Pantat Sasuke tiba-tiba bergoyang ke depan dan belakang. Menyambut gerakan menyusup dari lidah Naruto yang menggelitik daging rektumnya.

Sasuke sangat terbuai, hingga air liur mengalir dan membasahi bantal yang dia peluk.
Tangan Naruto mulai bekerja. Setelah dia melepas celananya, pria itu kemudian mengelus pinggang langsing sang uke. Naik perlahan menyusuri tulang belakang lalu kemudian melingkari dada kenyal Sasuke.

"AAHH… jangann… ngghh jangan putingkuhh hhh Narutohh"

Sllrpp… Cupp

"Kenapa? Apa bagian ini kesukaanmu sayang?" bisik Naruto setelah melepaskan pantat putih Sasuke.

Kepala terkulai Sasuke mengangguk lemah hingga rambutnya acak-acakan. Jemari Naruto menggoyangkan puting besar Sasuke, sesekali meremas juga menariknya hingga rintihan dari Sasuke menggema ke seluruh sudut kamar. Dia suka ekspresi Sasuke tiap kali dia meremas dada montok milik laki-laki beranting itu, walau pun dia menolak tetapi Sasuke sama sekali tidak melepaskan kedua tangan nakalnya dari dadanya.

"Mnnhh…"

"Ahhh… ahhh Naruuh"

Sasuke membawa tangan kirinya ke selangkangan Naruto. Dia menemukan sebuah boxer ketat masih menutupi penis yang sudah menggelembung tersebut. Sasuke menggigit bibirnya saat lidah berair Naruto menjilati telinganya.

Ia melirik cermin di almari.

Pipinya memerah hingga rasa panasnya menjalar sampai ke tulang ekor. Melihat tubuh kecilnya menungging di bawah tubuh besar berotot dan kecoklatan milik laki-laki setampan.

Naruto membuat perut Sasuke bergejolak dan penisnya nyaris tidak kuat menahan sperma dari prostatnya. Apalagi melihat tangan Naruto meremas dadanya, mulut Naruto mengulum telinga kanannya, dan melihat tangan kirinya sendiri meremas-remas gundukan batang gemuk Naruto sungguh membuat napsu Sasuke tumpah dan tercecer.

Tapi dia ingin menahan ejakulasinya. Dia ingin keluar ketika prostatnya tertumbuk kepala penis Naruto.

"Apa kau punya sex toys sayang?" Naruto mengecup kening berkeringat Sasuke, lalu menyekanya.

"Hahh… yah, di laci" ia menunjuk meja rias di dekat sofa.

Naruto segera turun dan menyambar kenop laci. Mata birunya melebar penuh kegembiraan kala melihat koleksi mainan seks dari Sasuke. Tampaknya, laki-laki manis dengan tahi lalat di bahunya itu sangat suka bermain seks saat sendirian.

Ketika dia kembali ke ranjang, Sasuke sudah duduk dan mengangkang di bibir kasur dengan ekspresi meminta segera-sodomi-aku kepada Naruto. Dia bersiul saat melihat lelehan precum dari kulup penis Sasuke yang tampak merah.

Berbagai alat seks itu dia letakkan di ranjang, kemudian dia menyambar mulut Sasuke yang terbuka. Memasukkan lidahnya dan bermanja-manja dengan lidah Sasuke.

"Nghh hhhh orghh… nhhh"

Mata mereka saling memandang dengan gelora bercinta satu malam yang kuat.

"Biarkan aku memuaskanmu" tawar Sasuke setelah menghisap lidah Naruto.

Tali liur terlihat menyatu dari kedua bibir mereka. Naruto tidak menyia-nyiakan semua itu. Dia segera menanggalkan boxer Calvin Kleinnya dan segera berdiri di depan Sasuke. Mata hitam Sasuke langsung tertuju kepada batang gemuk berwarna kehitaman yang menggantung di antara paha padat Naruto. Bulu-bulu lebat di sana membuat Naruto terlihat sangat gagah dan berstamina kuat saat di ranjang.

"Ahh… besar sekali mmhh…"

Sasuke segera berjongkok di depan penis besar Naruto. Langsung menyurukkan kepalanya ke bulu-bulu pirang yang mengelilingi pangkal penis semenya. Aroma jantan dan sperma begitu kuat disana, Sasuke menyeringai ketika memikirkan bahwa Naruto tadi onani hingga ada aroma sperma di sana.

Ia mendongak dengan tangan mulai mengurut batang hangat tersebut. "Ahh… pintar sekali sayang" puji Naruto. Sasuke hanya tersenyum. Dia lantas menjilati pangkal penis tersebut, jilatan kecil hingga membasahi batang penis Naruto yang bagai rudal siap meledak. Sasuke suka desahan Naruto ketika dia mengulum kepala penis Naruto.

"Mmnnhh nnhh… mhhh ahhh." Sasuke menghisap kembali kulup penis Naruto yang mirip helm baja tentara tersebut. Sasuke tipe uke yang suka penis bersunat, karena itu terlihat sangat jantan dan kuat.

"Ohhh shit! Nikmat sekali suke ahhh ahhh." Pinggul Naruto bergerak maju mundur, menyodok tenggorokan Sasuke hingga suara Oghh– yang sangat seksi terlantun dari bibir Sasuke yang melebar akibat menampung penis berurat Naruto. Dia memegangi kepala Sasuke. Dan Sasuke tidak menyerah begitu saja, selain mengulum dan menghisap penis dalam rongga mulut lembutnya, ia juga meremas bola pabrik sperma Naruto. "OOHHH YAHH SUKE!"

Plop…

"Hmmm… kau sukkah?" Sasuke memijit bola-bola Naruto. Begitu berat juga besar, dia bergidik merinding membayangkan semua sperma itu akan tumpah ruah di dalam lubang pantatnya. Dia pasti akan kelelahan dan suaranya akan serak untuk menghabiskan seluruh setok benih Naruto.

"Hisap penisku lagi" titah Naruto. Sasuke tersenyum dan menurutinya. Ia juga memanja lubang anusnya sendiri, menggunakan telunjuk kirinya dia mulai merojok-rojok lubang yang tadi dijilati Naruto.

"Nnnrhh…" geramnya tertahan penis Naruto. Getaran penuh nikmat membuat penis Naruto siap muncrat di dalam tenggorokan Sasuke.

"Ouhh lepaskan suke! Ahhh ahhh"

PLOPP…

Liur dan precum muncrat dari dalam mulut Sasuke ketika Naruto menarik penisnya keluar lubang penuh air tersebut. Napasnya tersengal namun senyuman di kedua pria itu tidak hilang sama sekali. Naruto mendudukkan Sasuke di ranjang, dan membuka kedua pahanya hingga membentang. Ia melongok lubang pantat Sasuke yang masih basah, tampaknya semakin basah karena Sasuke semakin bernapsu untuk disodok pantatnya.

"Apa rasanya disini sayang?"

Naruto merogoh rectum Sasuke.

"Ennhh! Ahhh!"

Jari tengah Naruto yang besar mendesak masuk, menggesek dinding anusnya yang makin gatal untuk menerima penis gemuk Naruto. Jari itu bergerak menggorek dindingnya yang lembut, mencoba memanggil desahan Sasuke lagi.

"Ahh prostatku di kanan nghh." kata Sasuke. Naruto cukup senang dengan informasi itu, setidaknya dia tidak perlu sibuk mencari prostat milik Sasuke.

Sodok!

"NYAHHH!"

Mata hitam Sasuke membeliak ketika ujung jari Naruto menyentuh prostatnya meskipun sedikit tapi sukses meningkatkan libidonya. Rasa nikmat dan geli menyambangi lubang pantatnya.

Naruto tersenyum, lalu dia mencium paha Sasuke sambil meraih sebuah vibrator kecil berwarna pink dari sudut ranjang.

"Narutohh ahhh lagii" desah Sasuke mencengkram lengan Naruto penuh harap.

"Hm?"

"Sodok prostatku lagi Naru… ngghh seperti ahh tadi. Hhh!" tubuh itu gemetaran. Sedikit demi sedikit Naruto memasukkan vibrator itu ke dalam lubang anus Sasuke. Menggunakan sebelah tangannya, dan jari tengahnya sibuk menggoyang dinding prostat Sasuke. Membuat lolongan murah keluar dari mulut sang uke yang menggeliat.

Naruto lalu menaikkan pantat Sasuke hingga di depan mukanya. Dia menyalakan vibrator itu setelah masuk dan menyentuh prostat Sasuke.

"Naruto… hhh penismu. Ahhh masukkan penismu idiot!" seru Sasuke.

"Sstt kau harus bersabar dalam keadaan seperti ini. Oke?" ia mengusap lubang berair itu.

"Ahhh… geli! Ngghhh Narutoo ohhh nikmatnya ahh nyahh"

Ia menggeliat bagai kucing.

Membuat Naruto berkilat.

Sebuah cock ring disambarnya dan memasangkannya pada penis Sasuke. Sangat pas!

"Oohh nanti aku ngghh tidak bisah nyahh keluar!" ia berteriak sambil melebarkan pahanya kepada Naruto.

Pria pirang itu tersenyum, lalu mencium pipi Sasuke yang ranum memerah.

"Aku suka itu. Siapkan pantatmu manis!"

"Ngghh keluarkan vibratornya!" Sasuke ingin menarik kabel yang keluar dari lubang anusnya tapi tangan Naruto mencegahnya terlebih dahulu.

"Aku ingin menyodok anusmu yang sangat kelaparan itu manis, bukankah kau suka saat ada yang bergetar di dalam sana?" ia mengangkat batang penisnya ke depan lubang anus Sasuke.

"Ahh ahhh iyahh…"

Sperma Sasuke semakin naik saat Naruto mulai mencolok batang hangatnya ke mulut pantatnya yang berkedut-kedut tidak sabaran.

"OOOHHH! BESARRHH" lenguh Sasuke dengan badan melenting.

"Errmmhh sempit sekali anusmu suke ahaha…" dia mendorong pinggulnya hingga langsung menempel ke pantat lembut Sasuke.

"Ouh! Yahh yahh…"

Mereka menarik napas, kaki Sasuke gemetaran ketika dengan jelas di merasakan bahwa ada penis besar masuk ke dalam anusnya. Dia mengelus perut bawahnya dan merasa disana mengganjal. Ia merasa sangat seksi sekarang.

"Kau merasakannya kan? Penis besarku di dalam lubang anusmu yang sangat ahhh panas ini" Naruto merem-melek merasakan remasan dinding anus Sasuke.

Remasan itu kuat dan bertenaga, berbeda dengan vagina wanita. Hhh… anus Sasuke bagaikan surga neraka untuknya. Terlalu nikmat untuk dilepas Naruto.

"Hmm hamili aku tampan… buat perutku membesar karena benihmu!" Sasuke mengusap wajah tampan Naruto.

Mereka tersenyum, lalu Naruto mengecup bibir Sasuke sebelum akhirnya menggoyang anus Sasuke.

"Hoohh ahh yahh nikmat Naruhh nghhh…"

"Ahhh!"

Naruto mengulum puting Sasuke sambil menekuk lutut Sasuke hingga menyentuh dada. Sasuke bahkan bisa melihat lubang merahnya tampak melar akibat dirojok-rojok penis Naruto yang besar. Sasuke memeluk kepala Naruto yang menyusu ke puting dadanya. Desahan dan rintihan bahkan lenguhan bagai sapi penuh kenikmatan ketika kawin membuat kamar tersebut nampak sangat kacau dan ketika Sasuke menungging di depan cermin dengan Naruto menyodok pantatnya dari belakang sambil memeluk tubuhnya. Membuatnya ejakulasi di depan cermin dan mengotori lantai kamar di berbagai tempat.

Sikap dominasi Naruto sangat membuat Sasuke bernapsu. Kasar namun lembut pada pasangan, Sasuke suka saat Naruto mendesah keras-keras di telinganya sembari mengatakan Sasuke-Sasuke-atau-Nikmat sekali.

Membakar gelora mereka.

"Ahhh Narutohh aku… ahh keluar lagi ngghh"

Crroot croott…

"Hhyahh…" lelehan sperma menuruni paha putih Sasuke.

Naruto belum puas, dia ingin membuat Sasuke terkapar di bawah kendalinya. Kali ini dia menidurkan Sasuke ke sofa, sambil membentangkan paha Sasuke lebar-lebar, dia menarik vibrator dari dalam lubang pantat yang sudah becek tersebut. Suaranya sangat seksi saat tergesek dengan penisnya.

"Ahh…" desah Naruto.

"Mnhhh…"

Lagi-lagi tangan Sasuke mengamit leher Naruto, meminta ciuman memabukkan laki-laki pirang dengan tenaga kuda tersebut. Senyuman penuh kepuasan selalu terpatri di wajah Sasuke setelah dia klimaks.

"Satu kali lagi Sasuke…"

Chup…

"Hmm… sepuluh kali pun aku mau" ia mengusap dada berotot Naruto.

"As your wish…"

Setelah satu ciuman di rahang Sasuke, Naruto pun kembali menggenjot pantat Sasuke. Menggempur prostat Sasuke yang selalu terkuras spermanya. Tapi mereka tidak peduli, cinta satu malam ini terlalu nikmat untuk dipikirkan.

Hanya napsu yang menuntun ayunan pinggul Naruto hingga menabrak selangkangan Sasuke.

"AHHH SASUKE!"

"Nghh… yahh ini nikmat bukan? Ahh kau menyodok anusku Naruto mhh." Sasuke mencium pipi Naruto sambil dia mengusap dada bidang sang seme yang keenakan dengan hisapan di dinding anusnya. Naruto bisa-bisa melayang karena kenikmatan yang diberikan lubang nakal Sasuke. Lubang itu bukan saja menyedot batang kejantanannya, tetapi juga menyedot seluruh kewarasannya.

Dia meremas dada kenyal Sasuke yang memerah. Juga sesekali mengocok penis basah Sasuke.

"Ouuhh… Nar… ahh Narutt.. ohh! Enakk hhh ahhh…"

Pinggul Sasuke maju mundur menyambut sosoran penis Naruto ke lubangnya. Dia menggeleng dengan kepala penuh penis Naruto yang sibuk menggempur lubang pantatnya. Rasa sakit dan pegal yang terekam di pantatnya, disingkirkan oleh Sasuke dan Naruto dengan desahan bercinta yang luar biasa ini.

"Ohhh ohhh anusku nikmat sekalih ahh"

"Ahhh mama! Papa keluar! Ahh ahh"

"AH!"

Sasuke membelalak dengan sengatan sensasi baru ketika Naruto menyebutnya mama. Ada gelenyar nikmat baru di pinggulnya yang makin kuat menyongsong hentakan Naruto. Ia memeluk Naruto ke dadanya.

"Hahh iya… ohh papa… papa sayang hamili mama sayang nghh… uhhh hamili mama lagi ahh!" Desahan Sasuke makin gila-gilaan kala gerakan Naruto justru seperti orang kesetanan.

Makin cepat benda itu menggesek dinding anusnya, makin keras dan kotor pula racauan yang keluar dari mulut mereka.

"AHH PAPA! MAMA KELUAR PAH… AHH MAMA AKAN HAMIL PA! AHHH"

CROOT

"Hngg… mama ohhh AHH! AHH!"

CROOT CROTT CROTT

Tiga tembakan besar disusul dengan tembakan kecil benih Naruto pun menyebar ke dalam anus Sasuke yang mengetat mencengkram batang panas di dalam sana.

"Ahh… hangat papa. Ahhh." Sasuke mengelus perutnya dengan senyum puas.
Naruto tersenyum kemenangan, lalu dia mencium kening Sasuke. Menyusul ke hidung lalu ke bibir sensual laki-laki tersebut.

Hhh… ini bagaikan seks terbaik dalam hidupnya.

Mereka pun saling menatap dengan senyum tulus terpatri di keduanya. Naruto mengelus wajah Sasuke yang bersih dan lembut.

"Terima kasih mama," ia mengecup kecil sudut mulut Sasuke.

"Ahaha… dobe."

.
.

August 2nd. Uchiha Villa.

DAK DAKK DAKK

"UCHIHA SASUKE BUKA PINTUNYA!" suara teriakan Itachi menggema di lorong kamar Sasuke. Waktu sudah mulai siang, tapi Sasuke belum juga turun untuk makan. Padahal anak itu paling tidak bisa kalau tidak makan. Tapi, hari ini pintu kamar Sasuke terkunci terus. Padahal mereka sebentar lagi berkemas untuk pulang.

"OI SASUKE!"

DAK DAKK DAK!

"Hn? Apa?" jawab Sasuke ketika membuka pintu.

Kantung mata, tubuh telanjang dan hanya terselubung selimut bernoda sperma kering, dengan bekas ciuman di dada putihnya. Itachi nyaris memukul kepala Sasuke yang dengan seenak jidatnya pamer tubuh begitu.

"Kau bercinta dengan siapa hah?" Itachi melirik kanan-kirinya.

"Hehe… cowok yang sangat tampan. Rambutnya pirang tapi dia… emmm sangat jantan" ucap Sasuke dengan desahan mengingat aksi ranjangnya yang luar biasa semalam.

"SIAPA?!" jerit Itachi.

Sasuke melambai acuh pada kakaknya itu. Dia menyandar di pintu dengan tangan terlipat.

"Pokoknya kami pacaran"

"Sejak kapan?"

"Barusan"

"Heh?"

Itachi menggulung lengan kaos pendeknya, seolah siap menghajar laki-laki yang sudah akan memiliki tunangan itu. Mana bisa Sasuke berpacaran dengan sembarang orang, meskipun mereka adalah teman-teman Itachi. Tetap saja, Itachi ingin adiknya menikah dengan orang elit.

"Siapa dia? Bawa kemari, biar kuhajar kepalanya" ujar Itachi dengan berapi-api. Dia melongok ke dalam kamar Sasuke, dan melihat kemeja hitam besar tergeletak di atas punggung sofa. Pasti milik laki-laki yang semalam bercinta dengan sang adik.

Sasuke mendengus.

"Pergilah baka aniki. Aku sibuk dengan pacarku, mungkin beberapa ronde lagi untuk sekarang," kata Sasuke santai.

"Kau kan sudah dijodohkan! Berhentilah bermain-main dengan orang lain"

"Aku tidak tahu siapa jodohku. Bahkan kau juga bukan. Berhentilah parno aniki… ini semua aman. Lagipula ibu dan ayah tidak ada disini."

Itachi memijat kepalanya.

"Mereka pulang nanti malam. Makanya aku membangunkanmu, kita harus balik ke kota!" Itachi menyembur Sasuke.

"Mama, siapa?" Naruto keluar dengan memakai celananya tanpa baju.

"NARUTO!"

"?"

Sasuke mematung di depan pintu ketika kakaknya nyelonong masuk kamar dan langsung menghajar Naruto yang tertawa dan mengaduh bersamaan. Apa-apaan sih, mereka itu teman apa?

Sasuke angkat bahu, berjalan sedikit pelan menuju kamar mandi.

.
.

Ini adalah takdir.

Kata hati kecil Itachi dengan aura gelap mengelilingi tubuhnya yang duduk di meja makan. Matanya menatap calon adik iparnya yang duduk sambil cengengesan memegang gelas. Di sebelah laki-laki itu sang adik duduk menempelkan kursi mereka, hingga mereka berdua bisa saling peluk dan saling cium. Sampai ayah Itachi sedikit menegur kelakuan Sasuke yang doyan menggoda.

"Hahh…" Itachi meletakkan gelasnya.

"Dunia terlalu sempit untukmu ototou." ucap Itachi.

"Hn? Apa maksudmu baka kuso?"

Sasuke menatap ejekan kepada kakaknya itu.

"Karena dia akan menikah setelah kita mama… makanya kakak ipar sedikit iri dengan kita"
Ujar pasangan Sasuke.

Sasuke tersenyum lalu memeluk pinggang calon suaminya itu.

"Duniaku dan Naruto tidak sempit baka kuso. Otakmulah yang sempit, jangan menangis kalau aku dan Naruto punya anak lebih dulu dari pada kau dan Deidara"

Sasuke melambai acuh, tidak peduli Itachi yang matang setekah tergodok ucapan adik durhakanya. Itachi lebih baik diam dan makan makanan di piringnya, dari pada hatinya gondok gara-gara adiknya akan melangkahinya naik pelaminan. Itachi bersumpah akan ke rumah Deidara sebentar lagi untuk menuntaskan hasrat hewaninya.

.
.

Sementara bagi Sasuke dan Naruto, mereka merasa bahagia dan akan sangat menyesal kalau saja mereka tidak ikut ke pesta gila yang Itachi selenggarakan.

Hanya karena anting-anting di telinga kanan Sasuke, membawa mereka ke ranjang satu malam, setelahnya pacaran, dan tralaa… Naruto adalah calon suami Sasuke. Yang Itachi sering gembor-gemborkan itu.

Saat mengetahui bahwa mereka akan menikah nantinya, malamnya Naruto dan Sasuke mengulang cinta ranjang mereka lagi.

Hanya saja… tertutup dan hanya untuk privasi mereka berdua.

THE END.

berakhir dengan gantungan wkwkw… udah atuh masa minta lemon terus jell gak kuat ahah

Sok lah kasih jempol buat jell… maaciww