Super Daddy(Leader) Bangtan

Chapter 1: Kalang Kabut Pagi

Setelah melihat note to-do-list yang ditempel di pintu kulkas, namja God of Destroyer siapa lagi kalau bukan Kim Namjoon, leader BTS melirik jam dinding di dapur,

"Astaga, udah jam 8! Waktunya bangunin anak-anak. Apalagi maknae harus sekolah..." Namjoom shock.

Seperti orang habis kesurupan setan ARMY yang mati penasaran gara-gara tidak bisa menikah dengan Kim Seokjin, Namjoon membuka satu per satu pintu kamar tiap member (lebih tepatnya mendobrak pintu). Dimulai dari kamarnya sendiri yang dia tempati bersama mahkluk astral kesayangannya maknae kelinci, leader Bangtan itu menjatuhkan alien aneh itu dari kasur empuknya.

"Bangun Tae, udah jam 8."

Sedangkan yang digulingkan dari kasur empuknya hanya bisa memasang mode Blank andalannya sambil merapal mantera bahasa aliennya karena mimpi indahnya dihancurkan oleh leader Bangtan tersebut.

"Oke, selanjutnya kamar Dancer Line.." Namjoon mendobrak kamar Jimin dan J-Hope dan menggulingkan mereka berdua dari kasur. Sementara yang digulingkan hanya bisa menangis meratapi pantat sexynya yang mencium lantai dengan tidak elitnya.

"Ahhh...persetan dengan tangisan mereka yang penting udah bangun semua." Hello Kim Namjoon, God of Destroyer, tidakkah kau ingat tutorial membangunkan membermu di kulkas yang ditulis dengan penuh cinta oleh your Pink Princess?

"Oke, sekarang kamarnya hyung line." Namjoon mendobrak kamar pink Princessnya untuk membangunkan Gula rasa Micin (lebih tepatnya menggulingkan si Micin dari kasur empuknya). Setelah sukses menggulingkan Gula rasa Micin dari kasurnya, disertai dengan umpatan kasar dari empunya mimpi, akhirnya Namjoon tiba di kamar maknae kelinci.

"Kook, ayo bangun sekolah! Udah jam 8! Nanti telat!" Namjoon menggulingkan maknae kelinci dari kasurnya. Dan sukses, terdengar tangisan dan umpatan kasar di dorm BTS terutama si Maknae Kelinci. Maknae kelinci kesayangan alien itu menangis sekencang-kencangnya mengalahkan high notesnya salah satu member boyband terkenal dari tetangga sebelah.

"Haduuuhhh... Sepertinya kerjaanku bakal nambah 2 kali lipat.." Namjoon mengelus dada. Banyangkan saja, akibat ulahnya, seluruh pintu kamar dorm BTS rusak berat.

Dan setelah mandi dan sarapan. Untungnya Namjoon tidak perlu memasak makanan karena sebelum pergi ke Manado, namja World Wide Handsome kita sudah menyiapkan sarapan untuk seluruh member BTS.

"Hyung, Jin hyung kemana?" Tanya Taehyung sambil menenangkan kekasihnya yang masih sesenggukan. Kan tidak lucu jadinya kalau Debaynya bangtan pergi ke sekolah dengan muka cemberut bekas nangis.

"Jin hyung pergi ke kota Manado, Indonesia untuk syuting Law of the Jungle."

"Trus yang nganter Kookie ke sekolah siapa?" Tanya Jungkook.

"Biar aku yang antar. Jangan khawatir. Habiskan sarapanmu nanti kamu telat ke sekolah." Sahut Namjoon sambil menyuap suapan terakhirnya.

"Naik apa? Hyung kan gak punya SIM dan gak bisa nyetir mobil." Sahut Jimin yang sibuk menenangkan Micin kesayangannya yang uring-uringan gara-gara tidur nyenyaknya dihancurkan oleh leader Bangtan tersebut.

"Naik motor kan bisa. Lewat daerah yang tidak ada polisinya." Sahut Namjoon enteng. Mengingat dia juga belum punya SIM untuk sepeda motor.

"Gak usah deh. Kookie nanti minta TaeTae aja yang nganter." Kata Jungkook seolah-olah meragukan kemampuan menyetirnya Rap Monster. Taehyung mengangguk.

"Ya sudah hati-hati ya, awas kalau nyasar gak bisa pulang." Namjoon mengingatkan. Dia sendiri juga khawatir takut kalau aliennya kesasar saat antar Jungkook ke sekolah atau kesasar saat pulang sehabis mengantar Jungkook ke sekolah.

"Ok." Setelah sarapan, Taehyung bersiap-siap mengantar Jungkook ke sekolah. Mereka memilih naik sepeda motor karena 15 menit lagi, gerbang sekolahnya mau ditutup.

"Hati-hati ya, jangan ngebut!" Leader Bangtan mengingatkan. Tapi tidak dihiraukan oleh mahkluk astral tersebut. Dia malah tancap gas sepeda motornya. Hitung-hitung biar si kelinci nyabuk di pinggangnya plus acara mesra-mesraan di pagi hari.

Ini baru ritual pagi. Apakah Kim Namjoon sanggup menjalani satu hari penuh tanpa Eommanya Bangtan?

Author's note:

Akhirnya selesai juga nggarap chapter 1. Hehehheee... Kalau responnya bagus, bakal aku lanjutin lagi chapter berikutnya. Hehehhee...