Moodswing

.

Yuuri! On Ice milik studio Mappa

Saya tidak mengambil keuntungan apapun dan bermaksud untuk menyinggung siapapun dalam cerita ini


Summary: Punya istri yang lagi hamil itu gak gampang. Dan Viktor percaya akan hal itu.

Warn: OOC, dll.


S-epatu

"hah..."

Yuuri menghela nafas entah untuk keberapa kalinya. Padahal hari ini suasananya enak untuk tidur. Bagaimana tidak? Langitnya agak mendung, rembulan yang bersinar lembut sesekali ia mengintip dari balik awan serta anginnya yang sejuk.

Ia menengok kearah samping, suaminya telah tertidur lelap, menutup bola mata biru toscanya yang sangat ia sukai.

Yuuri cemberut, pokoknya Viktor harus bangun! Kalau ia tidak bisa tidur, maka Viktor juga tidak! Pikirnya berapi-api.

Segera saja ia mengambil bantal terdekat untuk dilemparkan.

"Viktor.."

Satu...

"Viktor..."

Dua...

"Viktorr..!"

Tiga

Empat

Lima

"Ngh.."

Enam

Viktor yang tidurnya terganggu perlahan membuka matanya, ia kaget sebab ia bertanya tanya dari mana asal bantal bantal ini.

"Yuuri?" Viktor masih mengumpulkan nyawa (?)

"Astaga! Dari mana datangnya semua bantal ini?"

Yang ditanya cemberut, menambah kadar imut.

"Aku mengumpulkan semua bantal di rumah ini."

Viktor melongo,

"Yasudah, Yuuri tidur lagi ya? Tidak baik untukmu dan bayi kita jika kamu begadang." Ucapnya sambil mengelus sayang perut Yuuri.

"Tapi aku tidak mengantukkk~" Yuuri membenamkan kepalanya ke pelukan Viktor, mencari spot nyaman, siapa tahu saja ia bisa tertidur dalam keadaan begini.

"Lalu, Yuuri inginnya bagaimana?" Tanyanya lembut, bibirnya sesekali menciumi dahi Yuuri sayang.

"Viktor yakin ingin mengabulkan permintaanku?" Tanyanya sambil membuat bulatan bulatan tak kasat mata di dada Viktor yang dibalut piyama.

"Apapun untukmu."

"Hontou?" Yuuri menarik diri, ia menatap mata Viktor antusias.

"Iya."

"Aku mau Viktor memakai sepatu hak tinggi yang diberikan Yurio untukku di hari pernikahan kita, lalu Viktor berjalan dari sana-" Yuuri menunjuk sofa didekat pintu, "lalu ke sini lagi."

"Hah?"

Viktor loading~

"Aku memakai high heels."

"Aku sudah tidak macho lagi."

"Permintaan ngidam atau harga diri?"

"Ngidam atau harga diri?"

"t..r..?"

"Ngidam atau harga diri?"

"Viktor!"

Viktor segera sadar dari mode loadingnya, ia shock.

"Yuuri tidak serius kan? Bagaimana bisa aku memakai sepatumu? Ukuran kaki kita saja tidak cocok, dan ,lagipula high heels itu haknya 8 senti, kalau patah bagaimana? Aku bisa dijadikan rujak sama Yurio."

"Jadi Viktor tidak mau melakukan yang Yuuri mau?" Tampak mata kecoklatan itu berkaca-kaca.

"Bukan begitu," Viktor menggenggam tangan Yuuri.

"Bila Yuuri ingin barang lain akan aku belikan, Yuuri minta liburan dimanapun aku kabulkan,-"

"Anakku sayang," Yuuri seolah olah memanggil anaknya.

"What?" Viktor melongo

"Papamu sudah mulai bisa berbohong pada mama"

"Yuurii! Jangan katakan hal aneh aneh padanya!" Sontak saja perkataan Yuuri membuat panik pria yang pernah menyandang gelar sebagai juara dunia 5 kali berturut turut.

"Habisnya, Viktor tidak mau menurutiku sih, ya sudah, aku bilang saja sama anakku,"

"Iya iya iya! Aku mau!"

Dengan wajah lesu Viktor turun dari ranjang, ia pergi ke pojokan untuk mengambil sepatu –laknat- itu,

"Viktor, cepat pakaiii." Yuuri tersenyum, ia gembira sekali melihat Viktor mengenakan high heels miliknya.

Lihat saja, kaki manly Viktor dipadukan dengan high heels berwarna putih, apalagi high heels itu hanya bisa dimasuki oleh setengah kaki Viktor saja.

Sedangkan Viktor berusaha keras untuk berjalan menuju Yuuri,

'gue kok kena nista mulu ya?'

Sekelebat pemikiran itu juga tiba tiba mampir di kepala Viktor, membuatnya agak kesal.

Akhirnya setelah menerjang ombak, badai, petir dkk Viktor berhasil sampai dan disambut tepuk tangan ala anak TK oleh Yuuri.

"Arigato."

Sebuah kecupan rasa stroberi dihadiahkan.

Viktor berasa ingin terjun ke niagara detik ini juga, kecupan singkat tadi sukses membuatnya terbang ke langit ke empat.

Kenapa bukan ke tujuh? Sebab Viktor belum siap mati karena dia baru saja nikah dan mau punya anak.

Tanpa ia sadari, Yuuri telah memposting "aib" Viktor tadi ke instagram miliknya.

W-inter

Cuma musim dingin mengerti Viktor, kenapa begitu? Mari kita bahas kejadian beberapa minggu yang lalu.

Padahal rasanya baru saja ia bertemu Yuuri saat musim dingin, tapi ini sudah musim dingin lagi. Viktor mengeratkan coatnya untuk menambah kehangatan.

Nampaknya, si putri Katsudon ini mengalami fase dimana ia lebih manja dari pada biasanya. Kalau begini siapa yang menang banyak? Tentu saja Viktor.

Yuuri semakin menenggelamkan dirinya dengan selimut yang ia bawa dari ranjang. Sofa itu seolah olah dimonopoli olehnya sendiri, dan tidak boleh diduduki oleh siapapun, walaupun hanya 1 jengkal saja.

Viktor datang membawa dua cangkir coklat panas. Ia duduk dibawah Yuuri.

Suasana awalnya agak dingin karena udara namun menghangat yang disebabkan oleh sesuatu.

Grep.

"Viktor hangat" Yuuri memeluk Viktor dari belakang, ia mengalungkan tangannya ke leher Viktor.

"Hm? Ada apa? Tumben begini." Viktor menangkap salah satu tangannya yang kemudian ia cium.

"Tidak, aku hanya ingin saja."

"Sini pindah depan, kasihan baby kalau kamu memelukku dari belakang."

Bak anak bebek yang patuh pada induknya, Yuuri menuruti perkataan Viktor. Ia segera turun dari singgasana dan duduk di pangkuan Viktor, itu saja Viktor harus bersabar . Ia tak bisa menonton televisi, karena tebalnya selimut yang membebat Yuuri.

Menghiraukan televisi, ia memeluk Yuuri yang ada di pangkuannya, ia juga sedikit menyingkirkan selimut di area kepala agar dapat melihat lebih jelas sosok yang ada didalamnya.

"Viktor, aku mau itu." Ucapnya sambil menunjuk iklan kereta bayi terbaru di televisi.

"Gampang, nanti kita beli."

"Aku tak sabar melihat baby-chan menaiki itu." Ia tersenyum lebar.

Begitu juga Viktor, ia tak bisa menyembunyikan senyuman bahagianya. Sebentar lagi, anggota keluarga mereka akan bertambah satu. Mengingatnya, ia menjadi ingin semakin melindungi Yuuri, tak ada seorang pun yang bisa melukainya, ia menjamin semua itu.

"Yuuri, ayo minum coklatnya, nanti dingin loh."

"Ambilkan~"

"Iya iya, princess." Ucapnya sambil mencuri satu ciuman di bibir manis sang istri.

Mungkin Viktor harus berterimakasih pada Tuhan karena menciptakan musim dingin.

I-nstagram

Viktor kemungkinan besar harus menutup akun instagramnya agar Yuuri tak sering menengok isi akunnya itu.

Kok bisa? Yuk simak,

Pagi itu Yuuri mendadak ribut , ditangannya terdapat ponsel Viktor. Dari maka itu, Viktor bertanya,

"Yuuri? Ada apa?"

"Ini wanita siapa lagi? Selingkuhanmu?"

Reflek saja Viktor berteriak, membuat Yuuri menutup kedua telinganya erat erat agar tidak ke THT.

"HAH?"

"Mana mungkin aku selingkuh?"

"Lalu ini apa? Apa?!" Tuduh Yuuri, ia memperlihatkan foto 4 bulan lalu yang Viktor unggah ke Instagramnya, terlihat disana terdapat foto pria berambut kelabu dan wanita berpakaian seksi di suatu bar.

"Yu-Yuuri! Itu temanku satu kampus, kami reuni saat itu!"

"Oh? Aku baru tahu reuni ada di bar."

"Yuurii! Sungguh"

"Barnya gelap gelapan lagi, baju minim, kurang apa aku coba jadi istrimu?"

"kurang seksi" ucap Viktor amat pelan, takut ketahuan.

"Apa?!"

"Tidak! Yuuri, percayalah, dia bukan siapa siapaku, please." Pinta Viktor sampai matanya berkaca-kaca.

"..." Yuuri tetap memperhatikan Viktor dengan tajam, lalu perhatiannya ia tujukan ke akun itu lagi, mengorek orek informasi (?)

"Ini apa juga?!" Tunjuknya ke arah foto 3 minggu lalu.

Viktor sedang merangkul seorang pria yang lebih pendek darinya di arena es.

"Itu, temanku saat seluncur Yuuri!"

"Uso!"

"Hontou da!"

"Semakin hari kamu semakin mencurigakan, awas saja jika kamu selingkuh. Akan kuadukan pada semua orang, terutama Yurio."

Yurio. Yurio. Yurio.

Ia membayangkan seandainya saja ia melakukan itu, ia bisa habis dihajar anak itu. Tinggi badan boleh tidak tinggi, boleh saja umur baru 15, tapi level omongan pedasnya itu loh, menyakiti hati. Pernah ia sakit hati sampai 1 minggu gara gara tak sengaja di pedasi oleh Yurio.

Yuuri lalu duduk, ia masih melihat lihat ponsel Viktor.

Ia melihat satu postingan dimana ia dan Viktor sedang berfoto bersama di pantai.

Wow, like menembus 500K.

Tak lupa ia juga melihat komentar yang ada.

fansLalala ' Entah kenapa hatiku berdebar melihat mereka begitu, sejukk'

dudiduVY98 'kyuutttt'

tehbotol.S 'panas? Gerah? Tenang, segarkan dirimu dengan teh alami yang dikemas didalam botol. Call: 088XXXXXXXXX

HyeRinBlabla 'atas gue mabok -,- '

adaDeh 'kirimkan cowok seperti Viktor-sama untukku yalord _'

adapadenganViktuuri ' kak rahasianya biar romantis gimana? Kepo deh, hihihi ,3 '

fansNo1 'Cinta mereka tulus ya? Mungkin sama tulusnya seperti fans Viktuuri yang selalu mensuport :D :D

NanaAmalia 'Kak? Apa mencintai itu mudah?-

Yuuri berkedip beberapa kali, komentar satu ini menarik perhatiannya, ia pun membacanya.

Kenapa kalian bisa kompak begitu? Romantis lagi XD. Mungkinn kalian banyak haters ya, tapi kak, percayalah, kami akan selalu mendukung kalian kok. Sebab, haters itu Cuma suka mencela tanpa berkaca. Jadi tetap akur yaa~~ Davaiiii!'

Wow, ia tersentuh. Tentu saja mereka banyak haters, itu lah ini lah, begini salah lah, dan lain lain. Tanpa sadar ia air mata menetes dari pelupuk matanya. Ah, mungkin dia baper.

"Yuuri? Kamu kenapa?"

"Apa? Enggak kok." Yuuri segera menuju ranjang, ia mau berbaper-ria.

"Yuuri? Ponselku?"

Tanpa Yuuri melihat Viktor dimana, ia melempar ponsel itu sembarang namun naas, sang ponsel tak berhasil diselamatkan oleh tuannya.

"Harus berapa kali aku beli ponsel Ya Lord?!"

N-eko neko*

Fix, Yuuri sekarang kpopers!

Tak percaya? Mari kita cari bukti.

1. Viktor sore itu membuatkan Yuuri susu hangat. Ternyata istrinya itu sedang melihat laptop, karena Viktor penasaran, ia ikut saja menonton.

Alamak, apaan itu? Boyband korea? Yuuri menyukai yang seperti ini? Jelas seksi an aku lah, pikir Viktor.

"Aahh! Park Cahyo* ! Gantengnyaa!"

"Omg! Dio* ! Kawaiii!"

Hah? Siapa Cahyo? Siapa pula Dio?

Viktor hanya bisa geleng geleng kepala.

2. Sejak kapan ada poster boyband korea di kamar mereka?

"Yuuri, apa maksudnya ini? Ini siapa?" Tanyanya menuntut.

Tapi pertanyaannya tidak digubris.

"Yuuriiiii~~~, jawab atau posternya kulepas?"

"Viktor ndeso sekali sih? Ekso kok gak tahu"

Jleb

Panah imajer telah menembus kokoro seorang Viktor Nikiforov.

3. Yuuri katanya suka sama Cahyo Cahyo itu, dari maka itu untuk menarik perhatiannya, ia mewarnai rambutnya seperti Cahyo. Tapi apa reaksi Yuuri?

"Viktor, tumben mewarnai rambut? Kenapa? Ubanan?"

Jlebb

"Enggak, biar tambah ganteng aja."

Yuuri memutar bola matanya bosan.

Yuuri lalu meneruskan pekerjaannya, mengganti selimut ranjang.

Viktor tak juga lelah mengambil perhatiaan Yuuri.

"Yuuri..."

"Hm?"

"Yuuri?"

"Apa?"

"Aku sama Cahyo ganteng siapa?"

Yuuri menghentikan kegiatannya, ia lalu berbalik menghadap Viktor,

"Tentu saja Cahyo lah!"

Mungkin nyalon jadi member boyband bukan ide yang buruk, pikir Viktor.

G-ombal

"Viktor itu seperti upil. Ngeselin sih pertamanya, tapi membantu :) "

Gombal sih boleh, tapi kok disamain gituan sih?

Memasuki bulan ke sembilan, Yuuri menjadi senang menggombali Viktor dengan gombalan receh. Ada ada saja.

Saat itu Viktor ingin minum kopi hangat yang baru saja ia buat. Ia diperhatikan Yuuri dari sofa, ia menatap Viktor cukup intens.

Dilihat begitu, tentu saja Viktor agak risih, ia kemudian bertanya,

"Apa? Ingin ini juga?"

"Viktor itu seperti kopi. Pahit sih, tapi ngangenin! Apalagi pas malam malam."

"Malam malam kok gombal sih sayang?" Viktor mengacak rambut Yuuri gemas, sedangkan kopi tadi telah ia letakkan di meja.

"Memangnya Cuma Viktor yang bisa gombal? Aku juga bisa" Ucap Yuuri.

'bisa sih, tapi receh' batin Viktor.

"Viktor, ayo kita main game!"

"Game apa?" Viktor mulai tertarik.

"Game tatap mata! Yang mengalihkan pandangan mata terlebih dulu kalah!"

"Siapa takut."

Mereka mulai memposisikan diri.

"Tiga" Viktor berhitung mundur.

"Dua" Lalu disambung Yuuri.

"Satu" Ucap mereka berbarengan.

Viktor menatap mata kecoklatan Yuuri serius, ia tak ingin kalah dalam game ini. Oh man, masa seme kalah? Apa kata dunia? Begitu pikir Viktor naif.

Tapi dilihat lihat, mata Yuuri memang indah untuk ditatap, bulu matanya lentik dan hitam, bola matanya bulat dan penuh sekali dimatanya. Ia mulai melupakan tujuan awalnya bermain game ini dan menatap mata itu dengan tangan yang menyangga dagu disertai senyuman menawan.

Mari kita lihat kondisi Yuuri.

Yuuri dari luar nampak oke oke saja, tapi didalam sebenarnya ia sudah tidak kuat melihat mata tosca itu! Siapa juga yang kuat dilihat cogan lama lama? Kalau bukan karena taruhan tadi, dia juga tidak mau! Lagi pula ia terkadang heran, mulut dan hatinya terkadang tidak sikron.

Tanpa sadar, Yuuri mengalihkan pandangannya ke bibir Viktor. Ya Tuhan, kenapa bibir itu selalu saja membuatnya terbang kalau ia sedang berbicara? Kenapa suara yang dikeluarkan bibir itu kelewat seksi? Kenapa bibir itu sepertinya enak untuk dici-ok Yuuri, cukup.

Bingo! Viktor merayakan kemenangannya dalam hati.

"Miss Nikiforov sepertinya sudah kalah ya?"

Bibir itu bergerak, oh shit! Yuuri lupa tentang tantangannya! Dia menepuk dahinya cukup keras.

"Tahu tidak? Kalau orang kalah itu seharusnya mendapat hukuman."

"Untuk seseorang setampan dirimu, apa yang tidak?" Yuuri menggombal lagi.

"Jadi aku boleh melakukan apapun?" Sudut bibir Viktor tertarik keatas.

"Yap- Hup!" Yuuri langsung menutup mulutnya, oh no dia kelepasan lagi.

"Kuharap kamu tidak menyesali kata katamu Miss Nikiforov."

.

.

.

END!


Hiro's note:

*neko neko = aneh aneh

* Park Cahyo = park chanyeol

* Dio = D.O

Lohaa? Apa kabar smuaa? XD.

Saya niatnya sih bikin ini 2 minggu lagi, tapi berhubung saya lagi seneng karena saya lulus dengan nilai yang memuaskan, maka jadilah fic gaje ini sebagai syukuran, yeeee _ _ .

Maaf kalau kurang suka, saya bikinnya ngebut 1 jam soalnya XD. Review yakk!

Ups, lupa, ada omake!


OMAKE

"Yurio! Bangun! Yuuri melahirkan hari ini!"

Yang di bangunkan semakin menyamankan dirinya ke dalam selimut.

"Yuratchka, bangun" Otabek membangunkan kesayangannya dengan sabar.

"Suruh saja si babi itu mencancel dulu lahirannya, aku ngantuk tahu!"

"Ha? Memang sms bisa di cancel?!"

.

.

Saat itu Yurio duduk di ruang tunggu bersama Otabek, Viktor, JJ, dkk. Jujur saja, ia masih ngantuk. Yuuri juga, nglahirin bayi jam segini, gak bisa besok kek, lusa kek, penting jangan malam.

Otabek lalu menghampiri Yurio dan duduk di samping kirinya.

"Yurio, kira kira bayi Yuuri nanti gimana ya? Jangan jangan nanti pelupa kaya bapaknya."

"Jangan jangan, jidatnya nanti lebar kaya Viktor" Yurio cekikikikan.

"Jangan jangan, rambutnya rontokan dan tipis kaya Viktor." JJ ikut menimpali.

"Jangan jangan, nanti-"

"Yuratchka, JJ ,kok nyumpahin bayi itu yang jelek jelek begitu sih? Tidak boleh tahu. Setidaknya, kita doakan saja yang baik baik dari Viktor, mungkin seperti parasnya? Atau sifat yang kalem seperti ibunya."

"Gomenasai" Ucap kedua umat itu menyesali perbuatannya.

.

Pintu sudah dibuka oleh sang dokter. Viktor yang duduk langsung berdiri dan memberi pertanyaan bertubi tubi pada dokter.

"Anak anda lahir selamat, laki laki dan lucu sekali."

Merasa tak puas dengan jawaban si dokter, Viktor tanpa babibu masuk kedalam ruangan. Disana ia melihat bayinya yang tidur.

"Dia mirip denganmu." Ucap Yuuri.

Viktor menyisir rambutnya kebelakang sambil tersenyum, jelas ia bahagia. Kakinya berjalan mendekati Yuuri dan anaknya.

"Lalu, mau diberi nama siapa dia?"

Viktor mengelus kepala sang anak yang ditumbuhi oleh sedikit rambut. Astaga, rambutnya sama dengannya!

"Vitsu."