"Mama~"

Minhyun tersenyum saat Kwon Twins datang berlarian untuk menyambutnya yang baru saja menutup pintu.

Minhyun berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan dua puteri kebanggan Hyunbin itu. "Apa kalian menyusahkan Nenek, hari ini?"

Keduanya menggeleng dan Seola sebagai yang tertua menjelaskan kegiatannya hari ini bersama sang Nenek yang hanya tersenyum di sofa ruang tengah.

"Nggak kok Ma, tadi aku sama Sua juga tidur siang kok."

Minhyun tersenyum dan menepuk puncak kepala Seola dan Sua. "Anak pintar. Masih puasa? Atau suka buka tadi siang?"

Seola menuding Sua dengan telunjuk. "Aku tadi batal puasa gara-gara Sua, Ma."

Sua memelototkan matanya yang sipit. "Kan aku haus, Ma. Terus pas minum, Kak Seola minta, yaudah aku kasih aja."

Minhyun menghela nafas lelah saat keduanya kembali bertengkar. "Sudah, sudah. Sekarang ayo pamit sama Nenek dan pulang sebelum jalanan macet."

.

.

.

"Papa!"

Hyunbin yang baru saja menutup pintu langsung berbalik dan berjongkok sambil merentangkan tangan. Membuat Seola dan Sua berlomba untuk mendapatkan pelukan. Hyunbin tertawa saat Seola dan Sua berebut minta digendong.

"Duh Kak Seola ngalah dong," ujar Sua.

"Ih, kamu tuh yang ngalah."

"Sudah sudah. Sini Seola Papa gendong di kanan dan Sua di kiri."

"CALL!" teriak Kwon Twins bersamaan.

"Sana mandi dulu," ujar Minhyun setelah Hyunbin muncul di dapur bersama Seola dan Sua. "Papa jangan digangguin gitu dong, kan capek tuh pasti Papa."

"Iya deh turun," ujar Seola dan dianggukki oleh Sua.

Hyunbin menepuk pelan kepala kedua anaknya setelah turun. "Nah, sekarang kalian main di kamar, ya?"

"Aku duluan yang masuk kamar!"

"Kak Seola curang!" Sua berlari menyusul Seola yang mencuri start duluan.

"Jangan lari-lari Seola, Sua!" teriak Minhyun. Benar saja, dua detik kemudian terdengar suara berdebam dan disusul tangisan Sua.

"Mama! Sakit!"

Hyunbin tertawa melihat Minhyun yang mulai mengomel sambil berjalan cepat menyusul Sua. Kalau begini, Hyunbin jadi merasa terhibur memiliki anak kembar.

.

.

.

"Ma.. Sudah buka puasa tuh Ma," Sua berlari menuju dapur.

"Iya iya sudah buka puasa." Minhyun menuangkan teh hangat pada cangkir. "Sekarang, duduk di kursi masing-masing."

"Loh, Papa mana?" tanya Seola saat melihat kursi tempat Hyunbin biasa duduk kosong.

"Papa disini~"

Hyunbin muncul dari arah balkon sambil tersenyum. Membuat Minhyun ikut tersenyum sebelum duduk di kursi.

Setelah berbuka, Hyunbin membantu Minhyun membereskan peralatan makan. Arsitek bermarga Kwon itu mengelap piring dan gelas yang telah dicuci Minhyun, untuk dimasukkan ke dalam lemari kaca.

"Nggak kerasa ya, udah tiga kali puasa bareng Seola sama Sua," ujar Hyunbin sambil tersenyum.

"Kamu kali nggak ngerasa, aku sih ngerasa aja tuh. Apalagi udah empat kali puasa ketemunya kamu terus, malesin."

Hyunbin mencubit bibir Minhyun. "Mulutnya emang dari dulu jahat, ya."

Minhyun menggerutu sebelum akhirnya tertawa kecil. "Tapi jahat gini, disayang juga."

"Iyalah. Sayang aku tuh sekarang cuma buat kalian bertiga." Hyunbin memeluk Minhyun dari belakang. "Buat Kwon Seola, Kwon Sua, dan istri yang mulutnya jahat ini."

Minhyun mencuci tangannya dan segera berbalik untuk membalas pelukan Hyunbin. "Makasih udah sayang sama aku dari jaman SMA, sampai sekarang. Ya, walau sempat putus nyambung, tapi makasih udah sayang sama aku."

Hyunbin mengeratkan pelukannya. "Makasih udah jadi istri yang baik dan udah jadi Mama yang baik buat Seola sama Sua."

"Ih! Mama sama Papa kok pelukan nggak ngajak aku sih?"

Hyunbin melepas pelukannya, kemudian tertawa saat melihat Seola dan Sua yang bersedekap di dekat meja makan dengan tatapan kesal.

.

.

Malamnya, setelah sholat terawih berjamaah (meskipun Seola dan Sua hanya main-main) Hyunbin menggelar kasur lipat di ruang tengah.

"Kamu mau tidur disini?" tanya Minhyun.

Hyunbin mengangguk. "Iya bareng anak-anak."

"Bagus deh, aku bisa jadi penguasa ranjang malam ini."

Hyunbin buru-buru menarik lengan Minhyun yang siap pergi ke kamar. "Eh, kata siapa? Kita tidur berempat disini."

"Kok gitu?" protes Minhyun.

Belum sempat protesan lainnya keluar, Seola dan Sua sudah berlari sambil berteriak kegirangan. "Hore, tidur sama Mama Papa~"

Kalau begini, mana tega Minhyun bilang nggak.

.

.

.

Minhyun tebangun pukul tiga pagi dan bersiap membuat makanan untuk sahur. Tapi niatnya terhenti sebentar karena melihat Hyunbin yang tidur diantara Seola dan Sua. Minhyun membuka aplikasi kamera dan menangkap moment itu sebelum mengunggahnya di instagram.

.

.

' optimushwang sudah keempat kalinya komurola dan sudah ketiga kalinya Seola, Sua. Terima kasih '

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jadi file aslinya itu kehapus karena kartu memoriku rusak dan harus diformat. Aku nulis ulang dan banyak yang melenceng. Maaf~

Oh, ini mungkin nggak penting. Jisung sudah minta cium sama member Nuest, belum ya? Wkwk

Ps : Hampir semua list member favoritku selamat, kecuali Woo Jinyoungㅠ.ㅠ Aku nangis sesenggukan pas pengumuman ranking, serius. Terus pas sahur, ibuku goreng sosis dan aku ingat sosis di topping pizza eps8, jadi aku nangis lagi sampai diketawain ayahku ㅠ.ㅠ

Pss : Kenapa kalian nodong aku tentang Wink deep couple(Baejinhoon)😂😂, oke chp selanjutnya mereka😂😂

Maaf untuk typo. Dan review?