When Innocent Boy Fall In Love
Cast : ● Byun Baekhyun
● Park Chanyeol
● Lu Han
● Oh Sehun
● Wu Yifan
● Do Kyungsoo
● (Bertambah seiring berjalannya waktu) ^^
Author : PeachyBloom
Genre : Romance, School Life, Teenagers, Drama
Rated : M
Warning: Yaoi, Typo(s).
Summary : Byun Baekhyun seorang siswa baru yang memang masih terlihat sangat polos diusianya yang menginjak ke-17. Disekolahnya barunya dia bertemu dengan beberapa teman yang bisa mengerti kepolosannya, teman-temannya bahkan berinisiatif untuk menjaga kepolosannya. Namun, seorang siswa bernama Park Chanyeol dengan bodoh –Ketidaksengajaan- nya malah menyeret Baekhyun yang polos kedalam dunianya yang berbelok(?).
a/n : Demi apapun cerita ini muncul gitu aja dari pikiranku. Please jangan diplagiatin, ini cerita pertamaku. Maaf kalo ada scene yang sama dengan cerita lain. Ini bener-bener dari otak cerdasku (?) *narsis -_-
.
.
.
.
Happy Reading! ^^
PeachyBloom – WIBFIL
Chapter 1 : First Time.
ᴥ
ᴥ
ᴥ
Teriakkan riuh para siswa terus saja terdengar sepanjang namja mungil ini berjalan menyusuri lorong. Bukan. Bukan ia yang disoraki kagum oleh para yeoja-yeoja itu. Kalau ia tak salah, yang menjadi pusat perhatian itu adalah seorang namja tinggi yang ia tak tahu seperti apa wajahnya. Namja ini, Baekhyun, ia menghela nafasnya berat saat ia merasa sudah berkali-kali memutari tempat ini. Kakinya merasa lelah dan dia pun memutuskan untuk duduk disebuah kursi panjang yang terletak tak jauh didepannya.
" Huh, kenapa sekolah ini besar sekali? " ia bertanya pada dirinya sendiri tanpa menginginkan sebuah jawaban. Retoris sekali.
" Apakah Tuhan bisa mengirimkan Baekkie seorang malaikat untuk membantu menemukan ruang kepala sekolah? Bakkie sangat lelah sungguh. " Baekhyun meluruskan kakinya dan menggerak-gerakkannya menghilangkan pegal, dan tak lupa dengan bibirnya yang mempout lucu.
Kruuk,Kruuk,Kruuk
" Eomma~! Perut Bakkie berbunyi, Baekkie masih lapar eomma! Hiks, hiks,"
Mata Baekhun berkaca-kaca, bahkan ia menghapus air matanya sebelum air mata itu meluncur membasahi pipinya. Alhasil, wajahnya kini terlihat menyedihkan dengan bercak air mata yang menghiasi wajahnya.
" sssttt, kau ini beisik sekali! Jangan menangis disini, carilah tempat sepi jika kau ingin menangis!"
Baekhyun mengangkat kepalanya dan kembali menghapus air matanya. Matanya yang sipit mendapati seorang namja tinggi berkulit putih yang sedang menatapnya orang itu menatap tanpa ekspresi, namun dimata Baekhyun itu tak ada bedanya dengan eommanya ketika sedang marah.
" Jangan tatapi Baekkie seperti itu….. Baekkie takuttttt "
" Menatapi seperti apa? Aku tak menatapimu dengan wajah menakutkan! "
" Tapi wajahmu membuat Baekkie takut!"
Namja tinggi itu menghela nafas malas dan memaksakan sebuah senyum yang –Sumpah sangat menakutkan- manis. Baekhyun tersenyum menang sambil bertepuk tangan kecil mendapatkan orang berwajah menakutkan didepannya akhirnya tersenyum. Oh, dan jangan lupakan tatapan menjijikan yang diberikan oleh namja tinggi dihadapannya.
" Kenapa kau menangis?"
" eh? I-itu,,,, aku tersesat. Aku tak tau letak ruang kepala sekolah."
" Bodoh! Kenapa kau tak bertanya pada orang-orang disana, hah? "
Baekhyun menatap arah para kumpulan yeoja yang ditunjuk namja itu dengan dagunya, sedetik kemudian ia menghela nafas putus asa dengan kepalanya yang menunduk menatap ujung sepatunya.
" Jawab pertanyaanku Bodoh! "
" Aku tidak Bodoh asal kau tahu! A-aku,,, sangat kesal bertanya kepada mereka semua! Sudah belasan kali aku bertanya tetapi mereka tak menjawab, bahkan tadi ada yang memarahiku! Dasar nenek Lampir. "
" Dimarahi yeoja kau takut? Yaampun, kau ini ada-ada saja. Kajja, aku akan mengantarmu keruang kepala sekolah!"
" JINJJA? " Ucap Baekhyun yang langsung bangkit dari duduknya dengan mata yang sungguh berbinar.
" Ne! Cepat atau aku akan berubah pikiran! "
" Yessss.! Ohiya, namamu siapa? Aku Baekhyun, Byun Baekhyun. " Baekhyun berlari kecil mendahului dan langsung menjulurkan tangannya kearah namja itu.
" Eh? Aku Sehun! " Ucapnya tanpa membalas uluran tangan Baekhyun, dan setelahnya ia kembali mendahului lelaki yang lebih pendek darinya tanpa memperdulikan bagaimana Baekhyun menggerutu kesal saat merasa terabaikan.
.
.
.
" Annyeong! Aku Baekhyun, Byun Baekhyun. Salam kenal dan Kumohon Bantuannya! "
Bekhyun menundukan tubuhnya seraya memberikan senyum lebar kepada -Calon- teman-teman barunya. Teman-temannya pun balas tersenyum dan tetap terus memperhatikan Baekhyun yang saat ini masih berdiri berdampingan dengan seonsaengnim.
" Nah Baekhyun sekarang pilih tempat dudukmu. Ada 3 bangku kosong. Kau bisa duduk bersama Taehyung atau Daehyun atau jika kau ingin sendiri kau boleh duduk dibelakang sana! " Ucap Min Ssaem dan diangguki oleh Baekhyun. Baekhyun memperhatikan kedua calon teman duduknya. Pertama ia menatap Taehyung yang sedang menatap penuh senyum kepadanya hampir-hampir matanya hilang karena ia tersenyum sangat lebar. Dan selanjutnya ia tak sengaja melihat Daehyun yang memang tak terlalu jauh posisinya dari tempat Taehyun duduk juga tersenyum padanya dengan sangat aneh(?) tak lupa pula sebuah smirk dibibirnya.
" Aku akan duduk dengan Ta- "
" Andwae! Kau akan duduk denganku!"
"eh? T-tapi… "
"Aku tak menerima penolakan! " Dan Baekhyun pun hanya terdiam saat tangan kekar itu menarik lengan mungilnya menuju kursi kosong yang ada dibarisan paling belakang.
.
.
.
" Hai Sehun! "
" Oh, hai! B-Baek sunbae!" Baekhyun tersenyum lebar menatap Sehun yang juga menatapnya dengan sedikit kikuk. Padahal diawal pertemuan mereka ia terlihat lebih galak, dingin dan juga menakjubkan disaat yang bersamaan. Namun saat ini, ia malah terlihat sangat bodoh dengan tangan yang tak henti-hentinya menggaruk tengkuknya yang Baekhyun yakini tak ada apa-apa disana. Senyum Baekhyun makin lebar saat sadar bahwa Sehun tadi memanggilnya dengan sebutan sunbae.
" Tak perlu seformal itu denganku Sehunnie! Panggil saja aku hyung agar terdengar lebih nyaman! "
" O-oh, baiklah sunb- ani, maksudku hyung! "
" Begitu lebih baik! " Baekhyun tersenyum lebar dan menepuk bahu Sehun sok akrab.
" Hyung aku minta maaf karena tadi pagi membentakmu dan mengataimu bodoh!"
Baekhyun menatap Sehun iba saat namja itu menunduk dengan ekspresi penuh penyesalannya.
" Oh, lupakan saja! Itu bukan masalah besar! "
" Tak bisa begitu, aku sudah sangat kelewatan tadi. Hmm, sebagai ucapan maaf apa yang harus kulakukan untuk hyung? Aku tak menerima penolakan! "
" A- hmm,,, baiklah kalu begitu bagaimana dengan kau mentraktirku makan dikantin? Kedengarannya itu sangat menyenangkan bukan? " Ucap Baekhyun antusias seraya menaik-turunkan kedua alisnya. Sehun yang melihatnya menyerngit heran dan selanjutnya ia hanya mengangguk sebagai jawaban.
" Apa yang ingin kau makan Hyung? "
" Apa menurutmu yang enak? Dirumah aku biasa makan masakan eomma! Ah, aku jadi rindu sup rumput laut buatan eomma. "
" Apa kau ingin makan sup rumput laut? "
" Ani! Aku ingin makan hmm,,, apa ya? Ah aku tahu! Aku ingin,,,,,,, "
" Kau terlalu lama! Sudah ayo cepat kau bisa memikirkannya selama perjalanan!"
.
.
.
Saat ini kantin sudah terlihat sangat ramai, tapi untunglah Baekhyun dan Sehun masih mendapatkan tempat duduk. Baekhyun tak henti-hentinya tersnyum selama menunggu Sehun memesan makanannya. Memang Baekhyun yang meminta Sehun untuk mengantri, habisnya antriannya terlalu lama, Baekhyun jadi merasa pusing melihat orang berbaris seperti itu.
" Oh. Eomma, Baekkie punya teman yang sangaaaaattt Tampan! Tapi dia sangat galak, tak sepenuhnya galak sih. Buktinya tadi ia masih mengajak Baekkie mengobrol saat dikelas!" Baekhyun bergumam pelan dan kembali memamerkan senyumnya mengingat kejadian dikelas.
FLASHBACK
.
.
" Kau duduk dipojok! Aku tak biasa duduk dipojok!"
Baekhyun hanya menurut tanpa berniat protes pada namja yang kini sudah duduk disebelahnya. Baekhyun tak henti-hentinya menatap namja yang jelas lebih tinggi darinya itu. Sesekali bibirnya menggumamkan kata 'tampan' tanpa suara.
" Jangan melihatku terus! Aku tak suka diperhatikan, apalagi dengan orang baru sepertimu!"
" O-oh, maaf! Hmm, aku Baekhyun, kau?"
" Tak penting!"
Dan Baekhyun pun terus membrengut imut karena tak mengerti apa yang Joon seonsaengni terus mengerucut imut bersamaan dengan otaknya yang mulai memanas setiap guru itu menerangkan.
" Hey, jangan poutkan bibirmu seperti itu! Kau ingin kumakan? "
" Kau ingin memakanku? Coba saja kalu bisa, kau kan manusia. Mana ada manusia memakan manusia! Haha, kau ini lucu sekali seperti eomma yang sering membuatku tertawa! "
Namja disampingnya menunjukan wajah bingungya. 'namja ini bodoh atau pura-pura tak mengerti?' Dan setelahnya ia tak peduli lagi dengan apa yang Baekhyun lakukan itu tak bertahan lama sampai ketika Baekhyun berbalik dengan tiba-tiba dan tersenyum lebar kepadanya. Sepertinya ia harus extra sabar mempunyai teman sebangku yang sangat hyper dan suka membuat orang terkejut seperti Baekhyun.
" Aku imut kan?"
" Hmm, Ani! Jangan tanyakan hal itu padaku Byun Baek! "
" Ck, katakan kalau aku imut! Jeballlllll! "
" Tak bisa, aku tak suka namja imut! Kalau kau merasa Imut, tanyakan saja pada tembok! "
" Kau pelit! "
" Biarkan saja! "
FLASHBACK END
Lamunannya buyar ketika Sehun telah sampai sambil membawakannya banyak makanan. NAmja manis itu membuka mulutnya lebar mengucap kata 'WOW' melihat banyaknya makanan yang tersaji didepannya.
" Ini banyak sekali Hunnie! "
" Tak apa!" Sehun tersenyum kecil dan meletakkan bebrapa makanan dan minuman yang ia bawa. ' Habis semua uangku! Aku akan meminta pada appa lagi kalau begitu! ' Lanjutnya dalam hati.
" Hey kau anak baru! Ya, kau yang sedang makan! Cepat sini! "
Baekhyun yang melihat seseorang berteriak hanya diam dan kembali memakan makanannya, ia merasa tak dipanggil, dan orang itu bilang ' yang sedang makan' bukannya orang berada di kantin memang untuk makan? Dan orang-orang disini pun memang sedang makan semua. Aneh sekali namja itu.
" Kau, yang berambut Coklat, yang duduk dihadapan Oh sehun! Cepat kesini! "
Sekali lagi Baekhyun mengangkat kepalanya menatap Sehun yang menatapnya tanpa ekspresi.
" Dia siapa Hunnie? Dia memanggilku? "
" Oh, dia orang gila! Dan kurasa dia memang memanggilmu! Tapi jangan kau hiraukan hyung! Biarkan saja!"
" Oh baiklah! Karena ia memanggilku, aku akan kesana. Siapa tahu ia ingin menyampaikan sesuatu." Baekhyun langsung bangkit dari duduknya tanpa mendengarkan ucapan Sehun setelahnya. Bahkan sehun yang mencekal tangannya ia abaikan, ia malah menyingkirkan tangan Sehun dan tersenyum manis pada namja yang lebih muda darinya itu.
Baekhyun kembali berusaha tersenyum manis dan menolehkan wajahnya menatap kearah namja yang tadi memanggilnya. Dengan ramah Baekhyun mengucapkan kata 'Hai' dari tempatnya berada.
" Kau yang memanggilku? " Tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.
" Ya! Cepatlah! " Dan Baekhyun pun langsung melesat benar-benar meninggalkan Sehun dan menghampiri namja yang memanggilnya.
" Ada apa? "
" KAU! Jangan duduk disana, Kau duduklah dipangkuanku! "
TBC / DELETE
a/n : Maaf pendek dan aneh, aku ngga tau harus gimana lagi. Akukan udah bilang kalau ini pertama kalinya. Sekali lagi maaf banget ne. Di Chap selanjutnya bakal kuperbaiki. Nanti di Chap selanjutnya bakal aku usahain buat panjangin ceritanya dan Update Kilat.
Makasih juga buat yang kemarin udah review di teasernya. Aku sangat menghargai kalian. Aku ngga nyangka bakalan ada yang Fav, Follow, and review FF aneh ini.
Thanks To : nadyadwiandini 10 │ LeeEunin │ exindra │ │ byvn88 │ CanyulCintaBaekhyunYadongtralala │ KyuvilHundsome │ devrina │ devicakarina │ KarinThunDeer │ sniaanggrn │ isyarahfeni │ SweetyChanbaek92 │ Beechanbaek │ Guest │restika dena │
Mohon maaf jika ada Typo diatas ^^
Mohon bimbingannya…. ^^
Review Ne ^^
