Thanks buat para raviewer dan juga silent reader yang sudah sudi baca fic abal saya... arigatou *nunduk2
Buat Hoshi Uzuki siap ndan
Buat air phantom zala iya saya buat happy ending... kalo suasananya mendukung gomenasai*plakk
G punya akun iya... update
Asucaga99 terima kasih ya atas dukungannya. Iya saya sangat kasihan ama mereka berdua kuraaang banget endingnya
Uchiha-kun ehehehehehe dukung aku ya,,,,,,,
Mizu-chan arigatou ne... ne udah saya bahas soal shinn
Uchiha niwa iya ne panjaaang banget
Chapter 2
"Chotto matte!Cagalli? kenapa bisa kau dan Shinn akur sekali? Bukankah kau berkata dia membencimu?"
"Aku juga bingung... aku asal memungutnya saja... haha"
"Hentikan itu Lady..." shinn malu
"Lalu? Apakah kau masih membenci saudaraku Shinn?" Kira tampak khawatir
"Tidak Kira-sama... saya tidak membenci Lady Atha lagi..."
"Apa aku bisa percaya padamu?" Kira serius
"Tentu saja Kira-sama" Shinn yakin
"Baguslah..." Kira lega
"Mana Lacus?" tanya Cagalli
"Besok dia bisa datang..."
"Uh.. padahal aku merindukannya..."
"Cagalli..." Athrun merasa diacuhkan
"Iya? Athrun?" cagalli berusaha biasa
"Kau semakin kurus?"
"Ah... benarkah? Aku sedikit diet..."
"Kau tahu kau tak perlu itu..." athrun kesal
"Ah... benarkah?"
"Lady... sekarang sudah saatnya anda mengunjungi rumah asuh..." Shinn mengingatkan
"Iya... baiklah... Kira Athrun... sebelum kita ke mansion ayo kita kerumahku yang baru..."
"Are? Rumah baru?"
"Iya...Shinn antar kami"
"Baik Lady..."
FlashBack ON
Plant
"Aku harus pergi Luna..."
"Shinn perang baru usai kau mau pergi kemana?"
"Aku... ingin kembali ke tanah kelahiranku Orb"
"Kenapa?"
"Aku... merasa bersalah... aku telah banyak membunuh saudara setanah airku... setidaknya aku ingin bertanggung jawab atas kesalahnku..." Shinn sedih
"Lalu bagaimana dengan kita? Kita baru saja bersama Shinn"
"Luna... kita akan tetap bersama ... tunggulah aku..."
"Berapa lama aku harus menunggu? Setahun dua tahun? Sampai kapan..."
"Aku tak tahu Luna... tapi pasti aku pasti kembali setelah menghilangkan rasa bersalahku..."
"Hentikan! jika kau pergi ke Orb maka kita putus..."
"Luna... kumohon mengertilah... jika aku tetap disini dan tak melakukan sesuatu atas perbuatanku aku akan merasa bersalah seumur hidupku...'
"Aku tak masalah untuk menunggumu tapi berikan aku kepastian... saat kau pergi apa yang akan terjadi padaku? Dan padamu? Kita pasti berubah... Shinn!dan mungkin kita tak bersama lagi"
"Luna.. aku akan terus..."
"Menyukaiku? Mencintaiku... dengan tak pernah melihatku atau memandangku? Tak mungkin Shinn"
"Luna...aku harus dan aku akan tetap pergi..."
"Terserah .. pergilah jika ingin pergi... dan jangan pernah kembali... karena kau akan menyakitiku..." Luna pergi sambil menagis
"Maaf Luna..." Shinn lemas
Flash back OFF
Dalam perjalanan kerumah asuh shinn dan Cagalli duduk di bangku depan sedang Kira dan Athrun duduk di bangku belakang. Sepanjang perjalanan Shinn dan Cagalli bercanda riang dan itu membuat Athrun cemburu. Dia tak bisa lagi mengingkari perasaannya. Dia masih mencintai stubborn princces itu. Melihatnya keakraban mereka Athrun merasa sakit. Akhirnya mereka tiba dirumah asuh.
Cagalli turun dari mobil dan langsung diserbu puluhan anak-anak yang langsung memeluknya
"Mama Cagalli kenapa lama tidak mengunjungi kami?"
"Mama cagalli dimana papa shinn?"
"Hei aku... disini..." shinn keluar dari mobil
Tak kalah banyak dengan cagalli puluhan anak-anak pun langsung menyerbu memeluk Shinn.
"Papa Shinn lihat aku sudah bisa membuat pesawat-kit" kata seorang anak memperlihatkan pesawat mainannya.
"Bagus... kau sudah bisa membuatnya..bisakah untukku?"
"Tidak bisa ini untuk mama Cagalli... wek.."
"kau pelit Charles..."
"Hehe biarin" Charles berlari kearah cagalli
"ini untukmu mama!"
"Wah... sugoi... bagus sekali... terima kasih.."
Kira dan athrun turun dari mobil dan melihat Shinn dan cagalli dikelilingi oleh anak-anak. Dan mereka heran kenapa anak-anak memanggil mereka papa dan mama. Setelah satu jam Cagalli dan Shinn bermain dengan anak-anak mereka berempat beristirahat di teras rumah.
"Maa f Kira... Athrun aku jadi sibuk sendiri..."
"Siapa mereka?"
"Mereka adalah anak-anak yang kehilangan orang tua akibat perang lalu.. aku menemukan mereka tengah dirawat oleh Shinn di barak penyelamatan dan aku membuatkan mereka rumah ini. Kau tahu ayahku selalu menyukai rumah dekat pantai kan? Jadi daripada kosong aku gunakan ini sebagai rumah asuh"
Flash Back ON
Orb after war
Shinn membantu perbaikan di bagian Onogoro Utara. Dia merawat puluhan orang luka dibantu dengan penduduk sekitar. Cagalli setelah rapat langsung datang dan segera membantu penduduk tanpa peduli banyak kotoran yang menempel di bajunya. Dia mengangkat banyak kayu yang menghimpit orang-orang yang terluka. Saat Cagalli hampir tertimpa reruntuhan bangunan Shinn melompat dan menarik tubuh Cagalli hingga mereka selamat dari reruntuhan.
"Kau tetap saja keras kepala Atha" Kata Shinn terengah-engah
"Kau juga Asuka" Cagalli merasa berat tertimpa Shinn
Shinn membantu Cagalli berdiri. Dan Shinn menyeka peluhnya
"Apa yang kau lakukan dinegaraku?" Cagalli menyibakkan poninya yang semakin panjang
"Apa kau khawatir aku akan menyerangmu lagi?"
"Aku tak khawatir akan diriku Shinn..." Cagalli sedih
"Apa maksudmu?"
"Tak lah penting nyawaku ini Asuka..." Cagalli mulai menitikkan air mata
"Atha..."
"Kau tahu... menyandang nama itu tidaklah ringan..." Cagalli terduduk lemas
"Kau lihat betapa banyak korban yang tak bisa kuselamatkan?" tambah Cagalli gemetaran dan berlinang air mata
"Atha... kukira kau..."
"Tak mencintai rakyatku sepenuh hati?" Cagalli memandang Shinn
"Aku..." Shinn tak enak hati
"Saat kau berkata Bahwa keluargamu terbunuh oleh ayahku... hatiku hancur Shinn ... karena apa... ribuan orang juga mati tanpa sempat kuselamatkan... ayahku.. temanku... bahkan semua orang yang percaya pada ayahku ... mereka pergi Shinn... pergi... meninggalkanku.. seperti mereka.. mayat-mayat disini... tanpa sempat kuselamatkan...jika keluargamu ayahku dan teman-temanku bisa kembali bila aku mati maka aku rela untuk mati Shinn" Cagalli menangis dengan keras dan terduduk lemas
Shinn memeluk Cagalli dengan erat.
"Maafkan aku Atha.. aku sudah menyalahkanmu..." Shinn mempererat pelukannya
Setelah Cagalli berhenti menangis Shinn memberinya minuman segar.
"Mana ada seorang pemimpin negara menangis begitu keras? Dengan pakaian yang begitu lusuh?"
"Setelah rapat aku langsung membantu disini... aku bahkan lupa memberitahu Kisaka...maafkan aku... sudah lama menahan air mata.. maaf aku sudah ..."
"Aku... sudah banyak melakukan kesalahan Atha"
"Panggil aku Cagalli...
"Yah... baiklah... Cagalli..."
"Apa yang kau lakukan saat ini?"
"Aku hanya membantu disini mengumpulkan anak-anak korban perang dan merawat mereka"
"Merawat? banyak anak kecil disini?
"Iya... aku bekerja serabutan dan mendapat bantuan dari pemerintah sehingga aku bisa merawat mereka sampai saat ini"
"Jika kau ingin bekerja hubungi aku,,, kisaka akan memberimu pekerjaan..."
"Kau sedang membujukku Atha?"
"Tentu saja tidak... Aku hanya mencoba untuk membantu... Aku harus pergi Shinn... Bye-bye.."
Flash back OFF
"Cagalli.. kau pasti kesepian setelah kami pergi...?"
"Haha tentu saja... tapi tak apa.. mereka selalu menceriakan hatiku..."
"Lalu kenapa mereka memanggilmu mama dan pa...pa?"Tanya Athrun penasaran
"Entahlah mereka menggilku dan shinn seperti itu..." jawab Cagalli enteng
"Cagalli kau mau rose tea?" tanya shinn
"Ya... dengan buah jeruk tentunya..."
"Baiklah..." Shinn pergi meninggalkan mereka
"Cagalli..."
"Ya athrun?"
"Sejak kapan kalian mulai dekat?"
"Satu setengah tahun yang lalu..."
"Lalu pa hubungan kalian?Cagalli?" tanya Kira
Athrun melirik jemari manis kiri Cagalli dan didapatinya dia masih menggunakan cincin namun cincin yang berbeda. Athrun merasa takut kalau-kalau Cagalli sudah...
"Kami hanya teman Kira...kenapa?"
"Karena baru kali ini aku melihatmu begitu dekat dengan orang lain... aku..."
"Aku tak akan apa-apa Kira...jangan khawatir... dan kau tak perlu cemas akan menculikku lagi... kita bahkan hampir 20 tahun kan jadi aku tak akan sebodoh itu?"
"Iya... baiklah..."
"Cagalli..." Athrun melembut
"Ya?"
"Bisakah kita makan malam berdua?"
"Ya... baiklah kita akan makan malam lusa depan..." Cagalli tersenyum
Senyuman Cagallli dirasa lain untuk Athrun. Bukan senyuman yang dulu yang selalu menenangkannya namun senyuman yang sangat bersahabat yang membuat hatinya sakit. Dan hal itu membuat Athrun menggenggam tangannya kuat menahan emosi pada Shinn.
"Tunggu kau lah yang meninggalkan gadis yang sangat membutuhkan dukunganmu dan perlindunganmu. Dan juga kau malah pergi di saat dia tertekan dan ketakutan... atas hak apa kau menyalahkan Shinn... Cagalli berhak bahagia... meski kau merasa sakit Bodoh" Pikir Athrun
"Sesuai permintaanmu dan habiskan semua jerukmu..." Shinn kesal menghidangkan rose tea dan jeruk untuk semuanya
"Hentikan marah-marahmu... kau tahu kau punya banyak kerutan diwajahmu..."
"Kira-sama silahkan rose tea nya..." Shinn sopan
"Dasar perbedaan perlakuan macam ini apa ini...Ck.." cibir Cagalli
"Hei... kau jangan cerewet..."
"Shinn bisakah kau antar aku ke monumen di Onogoro Utara? Aku ingin membeli bunga untuk Lacus"
"Tentu Kira-sama tapi bagaimana dengan Lady?" Shinn khawatir memandang Cagalli
"Tenanglah ... aku akan menjaga Cagalli Shinn" Athrun berusaha untuk tidak ketus
"Iya... tenanglah.. dia akan baik-baik saja..." Kata Kira
"Baik mari kita pergi Kira-sama"
"Jangan lupa Shinn belikan aku juga Kue dadar dari sana..."
"Iya... dasar.. masih ingat aja"
"Hehehe"
Kira pergi dengan diantar Shinn dengan mobilnya. Athrun berterima kasih dalam hati karena Kira tahu apa yang dipikirkan oleh Athrun. Athrun berpindah duduk disamping cagalli
"Cagalli..."
"Ya? Athrun?'
"Apa kau baik-baik saja selama ini?'
"Tentu... meski aku harus melewatinya perlahan-lahan. Mungkin karena aku terbiasa dikelilingi sahabatku jadi aku sedikit kesepian saat kalian semua pergi"
"Cagalli maafkan aku..."
"Kau tak perlu minta maaf Athrun... karena akulah seseorang yang harus dimaafkan..." Cagalli tersenyum memandang Athrun
"Cagalli..." Athrun merasa bersalah
"Sudahlah Athrun... aku tak pernah sekalipun menyalahkanmu... jadi.. janganlah merasa bersalah..."
"Cag... apakah ada yang kau inginkan untuk ulang tahunmu?"
"Cukup kau datang di ulang tahunku saja aku sudah sangat senang..."
"Tak adakah sesuatu yang kau inginkan?"
"Akan segera kufikirkan... apakah kau akan mendapatkannya untukku?apapun itu?" canda Cagalli
"Apapun yang kau mau?" Athrun serius
"Hahaha baiklah... Athrun ayo kita pulang...
"Cagalli?"
"Aku lapar... hari ini aku sudah sangat banyak bekerja"
"Baiklah... aku akan menyetir..."
"Ya baiklah... Aku tak sabar untuk makan..."
Diperjalanan Athrun menahan diri untuk memeluk dan mengutarakan perasaannya, namun Athrun terlalu takut untuk menerima kenyataan yang sangat pahit. Kalau- kalu Cagalli bersama dengan Shinn. Dalam perjalanan mereka terdiam satu sama lain.
+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_TBC_+_+_+_+_+_+_+_+_+_
