Good Evening, Minna-san~ Bertemu lagi dengan aku, Suzu-chan! Nah sekarang aku udah update chapter 2 ini. Dan terimakasih yang sudah membaca, apalagi yang mereview...Ahh senangnya~

Ah ya, aku akan membalas review yang ada dari chapter kemaren..

yuuchan: Hehe terimakasih ya yuuchan:)

Yusa-kun : Iye, Udeh lanjut niyh..

Oke deh, segitu aja dulu. Mari kita langsung kecerita~

Lets Begin!


Dibagian lain kota Tokyo. Terdapat sebuah rumah besar bergaya Eropa. Dimana para warga sekitar menyebutnya adalah rumah sang bangsawan eropa. Keluarga Eucliffe.

"Sting-sama. Makan malam sudah siap" ucap seorang pria separuh baya yang mengenakan pakaian maid.

Seorang pemuda dengan surai pirangnya pun menoleh kebelakang dan memandang pria yang sepertinya pelayannya.

Pemuda itu tersenyum ramah. "Baiklah, aku akan segera ke ruang makan. Arigatou, Furukawa-san"

Pemuda itupun meninggalkan ruangan.

Fairy Tail © Hiro Mashima

A Fairy Tail Fanfiction

Sweet Melody For Our Love

By Suzuha Loreilenne

Warning : AU, Typo(s), OOC.

.

.

.

.

.

Lucy berjalan dikoridor sekolah dengan membawa plastik belanjaan dari kantin. Didalamnya berisi beberapa roti dan minuman untuk makan siangnya.

"Luce! Lucy!" Lucy yang mendengar namanya dipanggil pun menoleh. Ia mendapati Natsu sedang berlari menghampirinya.

"Natsu?"

"Haah..haaah... Kau mau kekelas kan?" Tanya Natsu. Lucy mengangguk.

"Bareng ya!" Ujar Natsu

"Oke" sahut Lucy sambil tersenyum.

"Nanti kita ke studio musik lagi kan? Kita latihan kan?!" Tanya Natsu dengan semangat yang menggebu-gebu.

Lucy mengangguk. "Iya! Kita harus berlatih untuk pertunjukkan jalanan ini. Kita harus tampil maksimal kan?"

Natsu mengangguk. "Nee, Luce.." Panggil Natsu.

Lucy menoleh, "Hmm? Ada apa Natsu?"

"Etto.. Begini..bagaimana ya..sebenarnya..se-sebenarnya—"

"Hoy! Kalian abis dari kantin ya? Lucy? Kau membeli banyak roti. Bagi aku satu ya!" Ujar Gray yang datang entah darimana.

Natsu menghela nafas.

'Masih ada kesempatan lainnya kan?' Batin Natsu.

"Kalian ingin kekelas? Hehe bareng ya!" Ujar Gray. Lucy mengangguk.

Mereka bertiga pun berjalan menuju kelas mereka.

XXX

"Oke! Ayo kita latihan! Kita harus fokus!" Seru Gray.

Ya, Gray diputuskan menjadi leader didalam band ini. Ia bertugas menjadi pemimpin yang bisa membimbing anggota bandnya.

"Yosh!" Jawab Gajeel dan Natsu.

"Ha'i, Leader!" Tambah Lucy dengan riang. Melihat tawa riang Lucy, terlihat semburat merah tipis dikedua pipi Gray.

'Astaga dia manis sekali' batin Gray.

"Woy Gray! Gausah melototin Bunny Girl kaya gitu. Kaya orang mesum loh!" Ujar Gajeel.

Gray pun tersadar dari keterpesonaannya pada Lucy. Lucy hanya tertawa mendengar ledekan Gajeel. Sedangkan Natsu memperhatikan Gray dengan seksama dan mengalihkan pandangannya menuju gitarnya.

'Mungkin hanya perasaanku saja' batin Natsu.

"Baiklah, ayo kita latihan untuk lagu pertama kita! Ayo kita mulai!" Seru Gray.

"Haaaa'iiiii!" Sahut Gajeel, Natsu dan Lucy dengan penuh semangat.

Mereka pun berlatih dengan keras, dan berusaha untuk tetap fokus. Sesekali mereka berhenti jika ada nada yang keluar atau ada yang tidak pas. Mereka pun mengulangnya kembali hingga semuanya sempurna.

Satu jam pun berlalu sudah. Mereka semua memutuskan untuk menyudahi latihan hari ini.

"Otsukare" ucap Gray

"Otsukare, minna.." Tambah Lucy.

"Lagu pertama kita sudah sempurna! Yosh!" Ujar Natsu

"Lucy? Apa kau sedang membuat lagu lagi?" Tanya Gray.

Lucy mengangguk.

"Kau ini cepat sekali terinspirasi ya" ucap Gajeel.

"Eh? Apa maksudmu?" Tanya Lucy.

"Kita semua punya keunggulan masing-masing bukan? Kau sudah menyadarinya dari awal kan?" Jawab Gajeel.

Lucy hanya bisa tersenyum. "Gray itu bisa membaca warna musik yang kita ciptakan, sama denganmu Gajeel. Lalu Natsu, Natsu mempunyai kemampuan nada yang sempurna. Ia bisa tahu segala jenis kesalahan nada—" penjelasan Lucy pun dipotong oleh Gajeel.

"Dan kau punya segalanya, bukan? Kau adalah penyempurnaan disini dari kita semua" potong Gajeel.

"Jangan berbicara seperti itu, Gajeel. Aku tidak sempurna kok" elak Lucy.

"Dia hanya berusaha merendah" ucap Gray sambil menunjuk Lucy.

"Gray! Mouuu!"

Mereka pun tertawa. Lucy merasa sangat bahagia hingga ia merasa, kebahagiaan ini tidak ingin dilepasnya.

XXX

"Tadaima" ucap Lucy sambil menutup pintu.

"Okaerinasai" jawab Ibunya.

Lucy melangkahkan kakinya masuk kedalam dan mencari keberadaan Ibunya yang ternyata ada diruang tengah sedang membaca sebuah buku.

"Mama" panggil Lucy.

Ibunya pun menoleh dan tersenyum. "Apa sayang? Kau sudah makan malam?"

Lucy menggeleng. "Aku habis latihan bersama dengan Natsu dan Gray. Dan kami mendapatkan anggota baru. Namanya Gajeel. Ia juga murid di sekolahku" jelas Lucy dengan riang.

"Ah, benarkah? Syukurlah. Oh ya. Papa tadi menelepon Mama, ia bertanya, apa kau sudah memikirkan kau akan melanjutkan ke universitas mana?" Tanya Ibunya.

"Mama, Lucy masih kelas dua. Dan masuk ke universitas masih agak lama. Dan dengan nilai Lucy yang baik dari semester lalu, Mama dan Papa tidak perlu khawatir" jawab Lucy.

"Papamu ingin kau melanjutkan ke universitas yang terkemuka dan berpredikat bagus di Jepang. Dan ia bilang, kalau bisa, kau harus masuk ke Oxford University" terang Ibunya.

Lucy menghela nafas. "Papa terlalu banyak berharap dariku, Ma."

Setelah mengatakan hal itu, Lucy pun berjalan masuk kedalam kamarnya. Ibunya memandang dengan khawatir tentang putrinya. Ia berpikir kalau suaminya benar-benar meletakkan beban pada putrinya terlalu banyak. Seharusnya, pada usia Lucy saat ini, ia bisa menikmati masa mudanya. Bukan terlalu fokus untuk kedepannya.

XXX

Lucy melemparkan tas ranselnya ke sembarang arah. Ia membaringkan tubuhnya ditempat tidur king sizenya itu yang bernuansa girly. Sudah beberapa kali ia menghela nafas.

"Oxford University? Yang benar saja. Memangnya putrinya ini punya otak yang begitu sempurna. Huh" gerutu Lucy.

Lucy memejamkan matanya sejenak. Dan tiba-tiba terngiang pertanyaan Levy sewaktu disekolah beberapa waktu lalu.

"Maksudku. Kau lebih menyukai siapa antara Natsu dan Gray? Hmm dilihat dari lawan jenis ya, bukan teman"

"Natsu dan Gray ya? Haaaah kenapa sekarang aku memikirkan pertanyaan Levy-chan" gumam Lucy.

Lucy memiringkan tubuhnya dan mendapati gitar kesayangannya berada disamping tempat tidurnya. Ia pun tersenyum dan segera bangkit untuk duduk. Ia meraih gitarnya dan sesekali membenarkan senarnya. Ia memejamkan matanya sekali seperti sedang membayangkan sesuatu hal. Beberapa menit, ia membuka matanya dan tersenyum.

Lucy segera mencari kertas dan sebuah pulpen. Ia memainkan gitarnya dengan indah membentuk melodi yang indah.

Dilain tempat yaitu di rumah Natsu. Natsu yang sedang merebahkan dirinya ditempat tidurnya, mendengar alunan musik dari rumah Lucy. Natsu tidak bereaksi berlebihan. Ia hanya tersenyum dan menikmati alunan itu. Alunan yang membuat dirinya begitu damai dan tenang.

XXX

Tiba waktunya dimana Band Lucy dan kawan-kawan tampil. Bukan dipanggung yang khusus dan spesial, tetapi hanya sebuah dijalan, dimana banyak orang-orang yang melewatinya.

"Test..one..two..three.." Gray mencoba semua microfone dan juga speaker. Apakah berfungsi dengan baik atau tidak.

"Semua sudah siap!" Ucap Gray.

Semuanya sangat bersemangat dengan pertunjukkan ini. Levy dan kawan-kawan disekolah pun sudah datang. Dan tiba-tiba saja Gajeel menjadi gugup dan selalu berkata-kata yang tidak jelas. Apa yang salah dengannya?

"Minna, selamat datang dipertunjukkan kami. Hmm..ini adalah pertunjukkan pertama kami." Lucy mencoba menyapa penonton yang sudah hadir disana dengan ramah.

"Pertunjukkan ini kami lakukan untuk menggalang dana untuk anak-anak penderita penyakit kanker" tambah Gray.

"Yooosssh! Mohon bantuannya, Minna!" Ujar Natsu dengan semangat.

"Kami akan membawakan beberapa lagu kami. Semoga kalian menikmatinya~" tambah Lucy dengan senyuman diwajahnya. Terdengar bisik-bisik dari beberapa orang. Natsu dan Gray mendengarnya.

"Gadis itu benar-benar manis ya"

"Wah cantiknya"

"Aku penasaran dengan suara gadis itu, dia cantik sekali"

Gray menggigit bibir bawahnya menahan kekesalan yang ia rasakan. Sedangkan Natsu hanya memejamkan matanya dan mengepalkan tangannya. Entah kenapa mendengar pujian-pujian untuk Lucy itu, mereka menjadi kesal.

"Minnaaaa, silahkan menikmati musik kami! Here we go! Dreamersss!" Ujar Lucy.

Alunan musik pun berbunyi dengan bass dari Gray. Lalu diikuti oleh Natsu dan Gajeel. Lucy tersenyum dan siap menyanyi.

Natsu mulai menyanyikan lirik pertama dengan memainkan nada gitarnya.

Kaze to asobu shiroi kaaten

chooku no paburo pikaso

Gray dan Lucy menyahuti dengan lirik selanjutnya

Sawagu yume~

Gray menyanyikan lirik selanjutnya sambil memetik bassnya.

Futeku sareta kokubankeshi
Kaihoukan no chaimu

Natsu dan Lucy menyahuti dengan lirik selanjutnya. Saat itu pula Lucy dan Natsu saling berpandangan dan tersenyum.

Hashiru kimi~

Lucy pun menyanyikan lagu selanjutnya sambil mengangkat tangannya, membuat penampilan bandnya begitu atraktif.

Sekai wa okujou de miwataseta..

Dibagian reff, Lucy, Gray dan Natsu bernyanyi bersama-sama. Penonton mulai menikmati lagu yang dibawakan Lucy dan kawan-kawan.

Sotto kokoro ni kizanda
Hashirigaki no seishun wo

Gray menyanyikan lirik selanjutnya

Mirai no boku wa

Lucy menyahutinya dengan suara merdunya

Donna kimochi de

Gray kembali menyahutinya kembali sambil tersenyum riang.

Furikaeru no darou

Kembali lagi, mereka bernyanyi bersama-sama. Gajeel pun ikut bernyanyi saat memainkan drumnya. Penonton pun mulai melambaikan tangannya mengikuti alunan musik.

Zutto kokoro ga itanda
Kodomojimita shippai mo

Gray masih menyanyikan lirik lagunya sambil memetik bassnya. Sesekali ia memejamkan mata untuk menikmati alunan lagunya.

Waraeru toki ga

Lucy pun menyahuti dengan lirik lagunya dengan suara merdunya. Suara merdunya membuat para penonton menjadi fansnya.

Kuru nara ii na~

Natsu pun menyanyikan lirik bagian ini sambil memetik gitarnya. Ia tersenyum melihat keseruan penonton yang menonton dirinya dan teman-temannya.

Otona ni naru no mo
Warukunai no kamo

Kembali dimana Gray, Gajeel, dan Natsu memainkan alat musiknya dengan asyiknya. Sedangkan Lucy hanya tersenyum dan bertepuk tangan untuk berinteraksi pada penonton.

Lucy pun menyanyikan lirik pembukaan kedua ini. dengan suara merdunya, penonton yang berjenis kelamin laki-laki pun meneriaki namanya dengan kencang.

Hakitsubushita kutsu no tameiki
doriburu no haamonii
Hikui sora

Giliran Natsu yang menyanyikan lirik selanjutnya. Ia menyanyikan sambil melirik kearah Lucy. Begitu juga dengan Lucy. Mereka pun saling tersenyum.

Senaka oshite kureta bunkasai
Houkago no jurietto
Naita kimi

Lucy pun menyanyikan lirik ini sambil melepaskan microfonenya dari stand-mic nya.

Masayume ga ootsubu de futte ita

Lucy, Gray dan Natsu kembali bernyanyi bersama. Lucy mengelilingi para penonton sambil tersenyum manis.

Motto hitatte itai na
Ima shika nai kanjou wa

Gray menyanyikan lirik selanjutnya

Yakedo suru hodo

Lalu Lucy menyahutinya sambil menoleh kearah Gray.

Bukiyou dakedo

Natsu juga ikut dalam menyanyikan lirik selanjutnya.

Nido to modorenai nda

Mereka bertiga pun kembali bernyanyi bersama, Lucy kembali ketengah dan berdiri disamping Natsu

Kitto daremo ga toutta
Michi nan darou shitteru yo

Gray menyanyikan satu lirik lagu.

Kinou no boku ga

Lucy pun menanggapinya dengan suara merdunya.

Te wo futte iru~

Selanjutnya Natsu yang menyanyikan liriknya. Dan saat Natsu menyanyikan itu, Lucy merangkulnya dengan akrab.

Sunao ni ashita no
Doa wo akeyou

Permainan alat musik pun dimulai, bass dari Gray terdengar sangat mendominasi dan diselingi dengan drum yang dimainkan oleh Gajeel. dan tidak lupa, petikan gitar halus dari seorang Natsu.

Mereka beramai-ramai dengan penonton menyanyikan lirik lagu selanjutnya.

Sekai wa okujou de miwataseta..

Natsu pun menyanyikan liriknya dengan seksama dan dengan suara khasnya. Petikan gitarnya dihentikan. Gray dan Lucy menjadi back vocal.

Sotto kokoro ni kizanda

Hashirigaki no seishun wo
Mirai no boku wa
Donna kimochi de
Furikaeru no darou

Natsu, Gray, dan Lucy mulai bernyanyi kembali bersama-sama. Sambil bernyanyi, Lucy mengelilingi para penonton dengan setengah berlari. Sesekali ia menyodorkan microfone agar penonton juga ikut menyanyi. Senyuman riang tidak lepas dari wajah cantiknya.

Zutto kokoro ga itanda
Kodomojimita shippai mo

Untuk lirik penutup, Natsu yang akan menyanyikan seluruh liriknya.

Waraeru toki ga
Kuru nara ii na
Otona ni naru no mo
Warukunai no kamo..

Lagu pertama pun selesai, ditutup dengan tepuk tangan penonton yang sangat besar dan keras. Levy dan kawan-kawan pun bersorak dan bertepuk tangan atas penampilan yang sangat hebat. Melihat hal itu, Lucy melambaikan tangannya, begitu pula dengan Gray, Natsu dan Gajeel. Mereka tidak dapat berhenti untuk tersenyum.

Setelah beberapa lagu yang dibawakan oleh band Lucy, banyak orang-orang yang menonton merogoh sakunya untuk memberikan sedikit dana kedalam kotak yang sudah disediakan. Tidak ketinggalan, Levy dan yang lainnya pun ikut menyumbang.

Waktu pun berlalu, dan sudah empat lagu yang dibawakan oleh band Lucy. Acara pertunjukkan pun selesai.

"Arigatou minnaaa, hontouni arigatou" ucap Lucy dengan ramah dan senyum yang manis.

"Aaahh Lucy-chan kawaaaiii!" Beberapa penonton sudah mengenal nama anggota band. Penonton laki-laki terlihat memfavoritkan Lucy. Sedangkan para wanita, ada sebagian yang mengidolakan Gray, adapun Natsu, dan juga Gajeel. Dalam waktu yang singkat, band Lucy menjadi banyak penggemar.

XXX

"Haaah lelahnya" keluh Natsu.

Lucy membelikan minuman dingin untuk Natsu, Gray, dan Gajeel. "Otsukaresama~" ucap Lucy sambil memberikan minuman tersebut.

"Kita mengumpulkan banyak dana loh" terang Lucy.

"Hontou?" Tanya Natsu dengan antusias.

Lucy mengangguk sambil tersenyum. "Uang ini akan aku berikan pada Ibuku. Karena Ibuku panitia dari penggalangan dana ini"

"Baiklah kalau begitu" jawab Gajeel.

"Oke. Atur saja, Luce!" Tambah Natsu

"Kita sudah selesai, ayo kita rapikan ini dan kita pulang" ucap Gray.

"Ha'iiiii" jawab yang lainnya.

Mereka pun membereskan semuanya. Dari peralatan semuanya dan sampah-sampah yang ada disana. Setelah selesai, mereka pun berjalan pulang.

"Bagaimana kalau kalian mampir dulu kerumahku? Aku akan masakan makan malam untuk kalian" ucap Lucy

"Wah, aku sih tidak keberatan! Kebetulan aku juga sudah lapar hehe" sahut Natsu.

"Ah, sorry, Bunny-girl. Aku masih ada urusan lagi. Jadi aku tidak bisa ikut" sahut Gajeel.

"Hah? Yasudah deh. Lainkali kau harus ikut ya!" Lucy tersenyum.

"Yaya, aku pergi dulu ya. Jaa" pamit Gajeel

"Kalau kau bagaimana Gray?" Tanya Lucy

"Aku? Aku ikut" jawab Gray tanpa ragu.

"Yosssh! Ayo kita makan masakan Lucy hari ini!" Natsu begitu bersemangat.

Lucy dan Gray yang melihatnya hanya bisa tertawa.

XXX

"Tadaimaaa, loh Mama? Mau kemana?" Tanya Lucy yang heran melihat Ibunya sudah siap-siap untuk pergi.

"Ah kau sudah pulang. Jaga rumah baik-baik ya. Mama ingin pergi sebentar. Ada urusan" jelas Ibu Lucy.

"Oh, sou. Aku mengajak Natsu dan Gray untuk makan malam disini. Tidak apa-apa kan?" Tanya Lucy.

"Tidak apa-apa. Loh tapi dimana mereka?" Ibu Lucy melihat kebelakang Lucy tapi tidak ada siapa-siapa.

"Mereka katanya ingin ganti baju sebentar, nanti baru kesini" jawab Lucy.

Ibunya meletakkan satu tangannya keatas kepala Lucy dan mengelusnya. "Mama pergi dulu ya" pamitnya. Lucy mengangguk. "Hati-hati dijalan~"

Setelah Ibunya menutup pintu depan, Lucy pun segera menuju dapurnya dan memulai masak untuk makan malam.

XXX

Gray berdiri didepan pintu rumah Lucy dan dengan segera ia memencet bel. Tidak lama kemudian, Lucy pun keluar dari dalam dan menyambut kedatangan Gray.

"Ah Gray! Ayo masuk" Lucy mempersilahkan Gray masuk dan menutup pintu kembali. Mereka pun berjalan menuju ruang tamu.

"Loh orang tuamu kemana, Lucy?" Tanya Gray.

"Mereka pergi hehe" jawab Lucy dengan santai.

"Souka.." Jawab Gray sambil duduk diruang tengah.

"Aku akan melanjutkan masakanku dulu. Kau tunggu sebentar ya" Lucy pun kembali kedapur untuk melanjutkan pekerjaannya.

Gray mengepalkan tangannya dan memejamkan matanya.

'Yappari. Aku harus mengungkapkan semuanya hari ini' pikir Gray.

"Gray?" Gray menoleh saat namanya dipanggil. Ia mendapati Lucy dengan mengenakan celemek dan rambut panjangnya diikat tinggi.

"Natsu katanya akan datang telat. Ia disuruh oleh Ibunya. Tadi dia meneleponku" terang Lucy sambil menggoyangkan ponselnya yang ada digenggamannya.

"Oh souka.." Jawab Gray. Gray pun segera membalikkan wajahnya. Lucy menaikkan sebelah alisnya dan berjalan menghampiri Gray.

"Ada masalah, Gray? Kau terlihat aneh" tanya Lucy. Lucy duduk disebelah Gray dan memandangi Gray yang tertunduk.

"Jika ada masalah, kau bisa cerita padaku" tawar Lucy.

Gray pun menoleh dan mendapati Lucy tersenyum manis padanya. Wajahnya pun memerah, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

"Gray?"

Tanpa sadar, tangan Gray sudah membelai lembut pipi Lucy. Terlihat semburat merah dikedua pipi Lucy.

"Grr-Gray?" Lucy pun menjadi gugup.

"Jangan tampilkan senyuman manis itu pada yang lain" gumam Gray, wajahnya sebagian tertutupi oleh poninya.

"Eh?"

"Jangan tersenyum seperti itu didepan orang lain!" Ujar Gray.

Lucy membulatkan matanya mendengar seruan Gray. "Ke—kenapa? Kenapa aku tidak boleh tersenyum?" Tanya Lucy.

Gray menggigit bibir bawahnya dan mendorong tubuh Lucy kebelakang, Lucy pun terjatuh dan Gray pun menindih Lucy. Gray mengunci kedua tangan Lucy.

"Gray! Apa-apaan! Lepas" Lucy meronta-ronta. Gray masih tidak bergeming.

"Suki dayo" gumam Gray.

"He?"

"Lucy, aishiteru!" Ungkap Gray.

Lucy membulatkan bola matanya. Seakan ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Wajah Lucy memerah, dan Gray pun tak kalah merahnya.

Tanpa ba-bi-bu, Gray mendekatkan wajahnya ke wajah Lucy dan mengecup bibir mungil Lucy. Jantung Lucy sudah berdegup dengan kencangnya. Gray pun mengangkat wajahnya dan juga mengangkat tubuhnya, ia duduk seperti biasa.

Lucy speechless.

"Aku tidak perlu jawabanmu yang terburu-buru. Pikirkan saja ucapanku" terang Gray

Gray memandangi Lucy. Wajah Lucy masih memerah dan saat itu pula Natsu datang. "Aku datang!" Serunya sambil membuka pintu.

XXX

Lucy, Gray dan Natsu sudah berada dimeja makan. Tidak ada yang memulai percakapan. Lucy tertunduk, dan sekilas terlihat semburat merah ketika tidak sengaja bertemu pandang dengan Gray. Begitu juga dengan Gray. Natsu yang merasakan kecanggungan itulah, ia berusaha untuk mencairkan suasana.

"Aaah, makananmu enak Luce. Seperti biasanya" puji Natsu.

"Ehm..Arigatou, Natsu" jawab Lucy sambil tersenyum.

"Luce, kenapa kau tidak setiap hari memasakanku masakanmu? Aaah ini lebih enak dari masakan Ibuku" ucap Natsu.

Lucy hanya bisa tertawa, Natsu dan Lucy mulai berbincang dan bercanda tawa. Gray melihat mereka dan tertunduk.

'Apa aku tidak bisa masuk kedalam hubungan mereka?' batin Gray.

Gray pun mengambil nafas dalam-dalam dan akhirnya ikut dalam keriangan Natsu dan Lucy.

XXX

Sejak kejadian dirumah Lucy, Gray dan Lucy menjadi canggung satu sama lain jika tidak adanya Natsu.

Seperti sekarang, mereka sedang menunggu Natsu datang ke kafe. Mereka duduk berhadapan dan tidak saling berbicara. Lucy meletakkan kedua tangannya dipangkuannya dan mengepalnya.

'Apa-apaan situasi seperti ini! Lucy! Harus bisa seperti biasa! Seperti biasa! Yoshh!' Pikir Lucy.

"Hmm anoo.."

Gray dan Lucy pun berbicaraan dengan bersamaan, mereka agak tersentak dan saling memandang satu sama lain.

"Ladies first.." Ucap Gray.

Lucy menggeleng. "Kau saja duluan"

"Baiklah.." Gray mengambil jeda untuk melanjutkan ucapannya.

"Peristiwa yang kemarin, jangan terlalu dipikirkan. Aku hanya..sudahlah..intinya jangan dipikirkan lagi. Dan aku minta maaf. Tindakanku begitu egois dan tidak memikirkan perasaanmu.." Terang Gray.

Lucy merengut kesal. "Bagaimana aku tidak memikirkannya? Kau bilang menyukaiku dan ehmm..etto..kau menciumku..ugh"

"Gomen, Lucy. Aku..saat itu tidak memikirkan perasaanmu. Maafkan aku.." Sahut Gray dengan nada yang menyesal.

Sebagian wajah Lucy sudah tertutupi oleh poninya, terlihat semburat merah tipis disana.

"Dan itu ciuman pertamaku.." Gumam Lucy.

Gray membulatkan matanya saat mendengar gumaman Lucy. Ia makin merasa bersalah atas apa yang terjadi, tapi ia tidak akan mundur setelah itu.

Gray berdeham sekali, "Sekali lagi aku katakan padamu, Lucy."

Lucy mengangkat wajahnya dan menatap Gray. Gray tersenyum. "Aku menyukaimu..sangat menyukaimu" ungkap Gray.

Lucy tidak berkata apapun. Wajahnya terlihat memerah.

"Beri aku kesempatan, untuk bersamamu. Tak apa jika kau tidak membalas perasaanku. Aku akan buat kau menyukaiku dengan caraku. Aku mohon" ucap Gray.

Lucy mengaduk milkshake vanila yang ada dihadapannya dan menyesapnya.

Lucy tersenyum, "Aku bukan tidak menyukaimu, Gray. Aku menyukaimu sebagai sahabatku, Gray" jelas Lucy.

"Maka dari itu! Beri aku kesempatan, setidaknya kau masih menyukaiku, tidak peduli itu hanya sebagai sahabat. Jika hanya sebagai sahabat, akan aku buat kau menyukaiku lebih dari sekedar sahabat" sahut Gray.

Lucy terkikik, Gray pun heran. "Kenapa tertawa?"

"Tidak. Tidak apa-apa." jawab Lucy sambil tersenyum.

Senyuman Lucy pun menghilang dari wajahnya dan menatap Gray.

"Dengarkan aku, Gray. Aku tidak ingin menjalani hubungan dengan seseorang yang tidak benar-benar aku cintai. Dan aku tidak ingin memainkan perasaan orang lain, apalagi orang itu adalah kau. Kau adalah teman, sahabatku yang paling berharga." Ucap Lucy.

"Tapi, sejalannya waktu, perasaan itu akan tumbuh bukan? Aku yakin hal itu" sahut Gray.

"Aku tahu itu. Tapi perlu waktu yang lama bukan untuk menumbuhkan rasa cinta? Dan alasan lainnya.." Lucy berhenti sejenak dan menoleh kearah jendela dan menemukan Natsu sedang melintasi jalan untuk menuju kafe yang ia tuju. Lucy tersenyum melihat Natsu. Pipinya terlihat sedikit memerah. Gray menyadari hal itu.

"Aku sedang menunggu" jawab Lucy dengan pelan.

"Lucy..Kau—" Gray tidak melanjutkan perkataannya karena Lucy sudah meletakkan satu jarinya tepat dibibir mungilnya.

"It's a secret, right?" Lucy tersenyum.

Gray tersenyum dan menghela nafas. "Akhirnya aku mendapatkan penolakan darimu."

Terlihat Gray yang seperti biasanya lagi setelah mendapatkan jawaban Lucy. Ia terlihat sangat ikhlas saat mengetahui jawabannya.

Beberapa menit kemudian, Natsu pun masuk kedalam kafe. Ia menoleh kesana-kemari mencari Lucy dan Gray. Lucy mengangkat tangannya dan menampakkan senyum manisnya. Natsu pun berjalan menghampirinya.

"Gomen aku telat hehe" ujar Natsu

"Mooouuu, kau selalu saja telat. Kami yang menunggumu sampai bosan!" Gerutu Lucy seperti biasanya.

"Hahaha gomen..gomen" jawab Natsu sambil duduk disebelah Gray.

"Natsu, Gray, kau sudah melihat di Internet? Ada seseorang yang meng-upload pertunjukkan kita loh" ungkap Lucy.

"He? Benarkah?" Tanya Gray

Lucy mengangguk. "Semalam aku sedang mengirim email pada Ayahku. Lalu aku iseng untuk browsing, dan melihat ada video pertunjukkan kita. Dan dapat respon positif loooh!" Seru Lucy.

"Wah? Benarkah?! Kita memang hebat!" Ujar Natsu sambil mengulurkan tangannya pada Lucy untuk berhigh five. Lucy pun tersenyum dan menepuknya. Begitu juga dengan Gray.

"Apa Gajeel sudah tahu?" Tanya Gray

"Sepertinya belum. Kira-kira bagaimana reaksinya ya jika ia melihatnya? Hmm" ucap Lucy.

"Mungkin dia akan memasang wajah datarnya, tetapi didalam hatinya ia begitu senang hahaha" jawab Natsu.

Lucy pun tertawa menanggapi lelucon Natsu. Gray yang memperhatikan keduanya pun hanya bisa tersenyum.

'Aku tidak bisa masuk lebih dalam daripada ini dalam hubungan dua orang ini' batin Gray.

"Yo yooo..bagaimana untuk merayakan kesuksesan kita, kita pergi ketaman hiburan? Pasti sangat menyenangkan!" Ujar Gray.

Bibir Lucy pun mengembang dan menunjukkan senyum diwajahnya. "Ide baguuusss! Aku setuju!"

"Aku juga! Yosssh!" Tambah Natsu dengan penuh semangat.

Mereka bertiga pun tertawa. Seluruh pengunjung di kafe tersebut menoleh kearah mereka karena keributan yang mereka buat. Dan mereka pun tidak terlalu peduli.

"Natsu! Hubungi Metal-Head" ucap Gray.

"Kau memerintahku? Jangan harap aku mau mendengarkanmu, Mesum!" Sahut Natsu.

Lucy hanya bisa tertawa. "Sudah jangan bertengkar. Aku yang akan menghubunginya"

Lucy mengambil ponselnya yang berada didalam tasnya dan segera mengirimkan sebuah pesan kepada Gajeel.

Beberapa menit kemudian, Gajeel pun membalas.

"Gajeel akan ikut!" Seru Lucy.

"Yeeaaayyy!" Seru Natsu

"Ye ye yeeee hahaha" seru Natsu dan Lucy sambil menepukkan tangan mereka.

"Dasar kalian, seperti anak kecil saja" ucap Gray.

XXX

Gray berada dikamarnya dan meraih ponselnya. Ia mencari sebuah kontak.

Flame-Head.

Gray menghubungi Natsu.

"Ada apa kau meneleponku malam-malam?" Terdengar suara bariton milik Natsu yang khas.

"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Ayo kita bertemu" sahut Gray.

"Hmm baiklah. Kita bertemu ditaman saja"

"Oke"

Gray pun memutuskan teleponnya dan segera menyambar jaketnya. Pada malam hari dimusim gugur, udara akan sangat dingin.

XXX

"Haaaah?! Kau menyatakan perasaanmu pada Lucy? Apa maksudmu?" Tanya Natsu

Natsu dan Gray sudah berada di taman dekat rumah mereka. Natsu bersandar ditiang ayunan, sedangkan Gray duduk diayunan.

"Aku bilang aku menyukainya" ungkap Gray.

Natsu pun membulatkan matanya. Selama ini, perasaannya yang mengatakan kalau Gray memiliki rasa pada Lucy itu benar. Setengah wajah Natsu tertutupi poninya.

"Lalu? Untuk apa kau beritahu aku?" Tanya Natsu.

"Aku pikir kau akan peduli dengan hal itu, Otak Api" jawab Gray dengan sinis.

Natsu berusaha menutupi perasaan sebenarnya. Perasaan yang sebenarnya yang dirasakan oleh Natsu adalah rasa yang sama yang dirasakan oleh Gray pada Lucy. Dan setelah mendengar apa yang dikatakan Gray, membuat dirinya kesal.

Natsu pun tertawa, "Apa maksudmu? Peduli? Untuk apa? Aku tidak mengerti—"

"Jangan berbohong, baka" ucap Gray.

Natsu tersentak saat Gray mengatakan hal itu.

Natsu tersenyum. "Ah kau ini tidak asyik"

"Kau menyukainya juga bukan? Aku mengetahuinya setiap aku melihat kau menatapnya dengan pandangan yang berbeda. Ya walaupun kau selalu bersikap biasa" terang Gray.

"Kalau aku bilang aku menyukainya, bagaimana?" Jawab Natsu.

Gray menoleh dan tersenyum sinis. "Ungkapkan padanya"

Natsu memandang serius Gray. "Apa maksudmu? Bukankah—"

"Aku ditolak" potong Gray.

Natsu diam sejenak dan kemudian tertawa terbahak-bahak. Gray merengut kesal.

"Hahaha dasar Lucy..hanya Lucy yang bisa begitu hahaha" ujar Natsu sambil tertawa.

"Ditaman hiburan adalah kesempatanmu. Kau harus menggunakannya" ucap Gray.

"Aku tidak perlu bantuanmu untuk mengatakan perasaanku padanya. Aku pastikan perasaanku tersampaikan padanya" ujar Natsu, setelah itu ia meninggalkan Gray yang masih duduk disana.

XXX

Pemuda bersurai pirang dengan sebuah anting disalah satu daun telinganya terlihat sedang sibuk dengan laptop didepannya. Ia tersenyum saat melihat layar laptop dan tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan menampakkan seorang pemuda berambut hitam dan bermata merah.

Pemuda bersurai pirang itupun menoleh dan tersenyum. "Okaeri, Rogue."

"Tadaima, Sting. Kau sedang apa? Kenapa kau tersenyum seperti itu?" Pemuda yang dipanggil dengan nama Rogue itu pun menghampiri pemuda yang bernama Sting itu.

Rogue menatap ke layar laptop tersebut dan ternyata sebuah video dari sebuah situs internet yang menampilkan sebuah pertunjukkan musik.

"Ini.."

"Penampilan yang menarik. Mereka sangat menarik. Lagunya pun begitu.." Puji Sting.

Sting mem-pause saat video itu menyorot sosok Lucy yang sedang tersenyum riang. Sting meraih layar laptopnya dan mengelusnya. Rogue melihat Sting dengan heran.

"Anne.." Gumam Sting.

Rogue membelalakkan matanya saat mendengar gumaman Sting. Dan melihat kembali kelayar laptop.

'Oh tidak, dia..' Batin Rogue.

.

.

.

.

.

Bersambung


Bagaimana chapter kedua ini? Oh ya, ada yang bisa nebak gak lagu apa yang dinyanyiin sama band Natsu tadi? dan Anne itu siapanya Sting ya~~~ Penasaran gak? ikutin terus ceritanya ya dan jangan lupa direview. Makasih readers :)