Gloomy Sunday (?) © The Bloody Phoenix

Disclaimer: The Characters in this fanfiction are belongs to God, SM Entertainment, their family and them self.

Casts: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Mimi. Seungjae, Yonggu, and other supported cast are numpang lewat.

Genre: Romance, Comedy

Rated: PG-15

Warning: Sangat tidak jelas. Harap berhati-hati!

Summary: Kyuhyun pergi berkemah dan bisa berdekatan dengan Siwon. Tapi ada sesuatu yang 'agak sial' menimpa Kyuhyun. Ada apa ya?

Hope you guys enjoy the story,

Don't like don't read please~

. . .

.

Pada suatu hari Minggu di pertengahan bulan Mei...

Kyuhyun berjalan mondar-mandir sendirian di depan gerbang Eindel High School sambil menggendong sebuah ransel besar di punggungnya. Sesekali ia melirik jam tangannya, terlihat gelisah.

'Aduh, lama sekali!' batin Kyuhyun berbicara.

Selang beberapa menit tiba-tiba sebuah motor tua yang dikendari seorang ahjumma(?) muncul di hadapan Kyuhyun. Kyuhyun hampir melompat kegirangan melihatnya.

"Wah, Umma! Akhirnya datang juga~ umma bawa yang aku minta kan?"

Ahjumma(?) yang mengendari motor itu turun dan mengeluarkan sesuatu dari dalam bagasi motornya dan menyerahkannya pada Kyuhyun. "Dasar anak nakal! Tadi umma sedang repot menjaga toko, tiba-tiba kau minta aku mengantarkan ini. Kenapa tak kau siapkan sejak malam, sih?" katanya sambil menyerahkan sebuah bungkusan pada Kyuhyun.

"Hehehe maafkan aku umma, tadi malam aku lupa. Untung saja umma bisa mengantarnya, kalau tidak aku tak bisa hidup~ uuu" kata Kyuhyun sambil memeluk bungkusan itu erat-erat.

"Tch, dasar. Kau ini mau pergi berkemah atau mau pergi rekreasi, sih?" kata ibu(?) Cho sambil menepuk pundak anaknya yang akhir-akhir ini menjadi sedikit lebay. "Sudah ya, Umma harus kembali ke toko. Jaga dirimu baik-baik selama berkemah!."

"Oke. Hati-hati mengendarai motornya, Umma! Sampai berjumpa nanti!." Kyuhyun melambaikan tangannya sebelum sang ibu melaju bersama motor tuanya.

Kyuhyun menimang bungkusan yang diterimanya sambil tersenyum sendiri. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Changmin.

"Oi, kenapa masih diam di luar? Han sam sudah menyuruh kita untuk berkumpul di lapangan. Ayo cepat kesana!"

.

.

WonKyu

.

.

Kini disini lah Kyuhyun berada. Ditengah-tengah hutan(?) dengan pohon-pohon besar tumbuh tinggi menjulang dan tanah kering cenderung berpasir (hutan jenis apa ini, Kyuhyun juga tidak tahu =_=).

Banyaknya orang yang ikut dalam acara perkemahan ini tidak banyak. Dari tiga angkatan (masing-masing angkatan ada 3 kelas), setiap kelasnya hanya mengirimkan tiga orang murid saja. Dari kelas 3-1, kelas dimana Kyuhyun belajar, mengirim Kyuhyun, Changmin, dan Song Seungjun. Kyuhyun sempat protes pada ketua kelasnya mengapa ia diikut sertakan dalam acara perkemahan kali ini, padahal Kyuhyun sama sekali tidak ada niatan untuk pergi berkemah. Namun sayang, apa mau dikata, formulir anggota kemah yang sudah diserahkan tidak dapat dikembalikan atau dibatalkan.

Tapi setelah Kyuhyun pikir-pikir, tidak ada ruginya juga ikut berkemah. Hoho.

.

Kyuhyun, Changmin, dan Seungjun mendapat tugas dari Han sam –yang merupakan pemimpin pasukan kemah, untuk mencari kayu bakar. Maka ketiga pemuda itu pun pergi menelusuri hutan demi mengumpulkan kayu bakar.

"Uh, untuk apa kita disuruh mencari kayu bakar? Padahal aku kan sudah bawa kompor(?). Akan lebih cepat jadinya jika memasak dengan kompor." keluh Changmin sambil menoleh kanan kiri, siapa tahu ada kayu kering yang cocok dijadikan kayu bakar.

Seungjun menoleh sambil memasang tatapan datarnya pada Changmin, "Yah, tapi masakan yang dimasak dengan kayu bakar itu akan lebih enak rasanya!" komentarnya terhadap keluhan Changmin.

Changmin membuka mulutnya lagi, "Memang sih, tapi ini kan alam liar(?), kita harus survive! Kalau makanan tidak bisa matang lebih cepat, bagaimana kita akan bertahan hidup seandainya kelaparan telah sangat mengancam kita?" Changmin membela pendapatnya. Omongannya agak kacau -_-.

Seungjun ikut membela pendapatnya, "Tapi kalau masakannya lebih enak, itu akan memberikan kita kepuasan lebih. Bukan hanya kepuasan raga karena merasa kenyang, tapi juga kepuasan jiwa(?) karena kita dapat merasakan taste of art dari makanannya!" kata Seungjun kukuh. Ini lebih kacau lagi.

Tiba-tiba Kyuhyun muncul di belakang Changmin dan Seungjun dan menghentikan perdebatan mereka yang tak penting.

"Yah! Lebih baik kalian cepat kumpulkan kayu bakarnya, jangan berdebat saja! Lagipula ini kayu bakar untuk membuat api unggun dan bukan untuk memasak. Ayo, palli!"

Changmin dan Seungjun dengan kompak melemparkan tatapan kau-mengganggu-saja pada Kyuhyun. Keduanya berjalan ke arah berlawanan dan kembali beberapa saat kemudian dengan membawa satu pelukan(?) kayu bakar.

"Aku sudah dapat." Kata Changmin sambil menunjukkan bawaannya.

"Aku juga." Seungjun ikut-ikutan.

Kyuhyun mengangguk, "Oke. Sekarang kita kembali ke kemah dan serahkan kayu bakarnya pada Han sam."

Kyuhyun, Changmin dan Seungjun berjalan bersisian menuju kemah. Disana ada murid-murid lain yang sedang melaksanakan tugasnya. Saat hendak menyimpan kayu bakar di area penyimpanan barang, Kyuhyun bertemu Siwon yang sedang mencuci sesuatu.

"Wah, hai Kyuhyun! Kau membawa kayu bakar? Kelihatannya berat." Tanya Siwon yang sedang berjongkok di depan sebuah ember.

"Ya, begitulah, agak sedikit berat." Jawab Kyuhyun. "Kau sedang apa?"

Siwon mengangkat sebelah tangannya dari ember dan menunjukkan benda yang dipegangnya pada Kyuhyun. "Mencuci lobak."

Kyuhyun telah selesai menyimpan kayu bakarnya, sekarang ia berjalan menghampiri Siwon. "Kau akan memasak? Memangnya kau bisa?" tanyanya.

Siwon pura-pura merengut, "Uuuh, kau mengejekku? Tentu saja aku bisa!" katanya yang langsung dibalas Kyuhyun dengan tatapan tak percaya. "Maksudku, tentu saja aku bisa kalau hanya harus memotong lobaknya. Hahaha." Lanjutnya. Kyuhyun pun ikut tertawa.

"Boleh aku ikut memasak? Aku sudah tidak ada tugas lagi."

Siwon mengangguk, "Tentu. Ayo!"

Di tempat memasak, yang terletak di sebelah timur area perkemahan, terlihat ada sekitar enam orang yang sedang memasak. Siwon menghampiri teman sekelasnya yang ikut bertugas untuk menyerahkan lobaknya. Kyuhyun diam di dekat sebuah kompor mini. Siwon kembali dengan membawa semangkuk telur puyuh.

"Kita mendapat tugas mengupas telur-telur puyuh rebus ini Kyu." Siwon meletakkan mangkuknya di hadapan Kyuhyun dan ia duduk di tanah.

"Waaah telur puyuh, lucunyaaa~~" kata Kyuhyun sambil mengambil salah satu telur yang memiliki corak hitam di hampir setiap bagian cangkangnya.

"Kau bilang telur itu lucu?" tanya Siwon heran. Baru kali ini dia mendengar ada yang menyebut telur itu lucu.

"Iya, menurutku telur ini lucu. Ah, sebentar," Kyuhyun merogoh sesuatu dari dalam saku celananya. "Lihat, aku juga punya sekeluarga boneka mini berbentuk telur. Lucu, kan?." Kyuhyun memamerkan keluarga-boneka-telur-mininya yang digabungkan menjadi satu oleh sebuah rantai untuk gantungan kunci. Pada setiap bonekanya tergambar berbagai macam ekspresi wajah yang sangat lucu.

"Waaah, bonekamu bagus." Komentar Siwon jujur. Kyuhyun memasukkan kembali bonekanya ke dalam saku dan mulai mengupas cangkang telurnya satu per satu.

.

.

WonKyu

.

.

Malam telah tiba. Berkemah ditengah hutan ternyata sangat menyenangkan, apalagi ditambah dengan kegiatan yang sama menyenangkannya. Berkumpul mengelilingi api unggun adalah salah satu kegiatan favorit Kyuhyun.

Seluruh anggota kemah duduk mengelilingi api unggun sambil bernyanyi. Kyuhyun duduk di dekat Siwon, Changmin sedang selingkuh(?) dengan Seungjun jadi ia tak berada dekat Kyuhyun. Tapi hal itu sangat menguntungkan bagi Kyuhyun karena akhirnya ia bisa benar-benar berduaan dengan Siwon di malam yang indah.

Dugh

Sesuatu menabrak punggung Kyuhyun. Kyuhyun terlonjak kaget sambil memekik kaget. Kyuhyun melongok ke belakang, mencari tahu apa telah yang menabraknya.

"BAAAA!"

Mimi muncul di belakang Kyuhyun dengan sebuah senter disorotkan pada wajahnya. Matanya melotot lucu dan cengiran polosnya muncul.

"Yah, Mimi! Kau mengagetkanku!" kata Kyuhyun sambil menyentil jidat Mimi jengkel. Mimi sendiri hanya terkekeh.

"Hehehe, sunbae boleh aku bergabung bersama kalian?" tanya Mimi. Kyuhyun mengangguk dan menggeser posisi duduknya agar Mimi bisa duduk. Jadilah Kyuhyun duduk diapit Mimi di sebelah kiri dan Siwon di sebelah kanan.

"Oh, sunbae, kau tidak pakai selimut? Malam ini lumayan dingin loh"

Kyuhyun tersenyum, "Tidak. Selimutnya aku tinggalkan di tenda, panas."

Siwon melirik Kyuhyun dan Mimi bergantian, dirinya dicuekin.

"EHM" Siwon berdeham sambil pura-pura batuk. Mimi langsung cepat tanggap(?).

"Siwon sunbae sakit? Ini, pakai saja selimutku!" kata Mimi sambil menyerahkan selimut kecilnya yang bermotif kotak-kotak pink. Siwon melongo. Kenapa malah Mimi yang perhatian? =,=

Choi Jin Ah sam berdiri di tengah-tengah lingkaran di dekat api unggun. Guru cantik berusia 28 tahun itu menyuruh para muridnya untuk saling berbagi cerita horror, baik pengalaman pribadi maupun cerita yang pernah didengarnya. Para siswa yang entah kenapa merasa sangat girang dengan sesi tukar cerita itu saling berebut untuk bercerita lebih dulu. Mungkin hanya Kyuhyun, Siwon, dan Mimi saja yang kurang tertarik.

"Aku belum pernah mengalami kejadian horror, dan aku juga tidak percaya takhayul." Kata Siwon.

"Aku takut untuk bercerita. Nanti yang ada hantunya mendatangiku lagi. Hiiii." Kata Mimi.

"Aku.. aku tidak tahu." Kata Kyuhyun.

Jadilah mereka bertiga hanya mendengarkan cerita-cerita anggota kemah yang lain. Terkadang ceritanya terdengar begitu menarik dan menyeramkan, terkadang ada juga yang kedengarannya terlalu mengada-ada.

"... Yang kuingat sosoknya itu berambut panjang, tidak berwajah, dan ia kehilangan satu tangannya. Dulu ia selalu mengikutiku kemana pun semenjak kejadian di api unggun. Sejak saat itu, ia sangat senang mengikuti orang yang duduk di utara api unggun." Kali ini, Yonggu dari kelas 2-2 sedang bercerita mengenai pengalaman pribadinya.

Kriik kriik kriik

Semua orang terdiam, bukan karena ceritanya tidak menarik atau apa. Namun mereka sedang berpikir, lalu salah seorang dari mereka mengeluarkan kompas dari dalam saku jaketnya dan tiba-tiba ia membelalak ketakutan.

"Dan yang sedang berada di utara api unggun adalah..." Yonggu diam selama beberapa detik sebelum menunjuk satu arah...

"... Mereka"

Kyuhyun dan Mimi menjerit kaget karena takut dan refleks memeluk orang yang ada di sampingnya. Siwon hanya bengong karena tiba-tiba saja Kyuhyun memeluk dirinya. Sedangkan Mimi memeluk Kyuhyun. Pelukan berantai.

"Semoga Tuhan melindungi kalian." Kata Yonggu menutup ceritanya.

Kyuhyun masih memeluk Siwon erat, takut kalau tiba-tiba saja ia melihat si hantu ada di dekatnya. Tiba-tiba Kyuhyun ingat sesuatu. Boneka-boneka telurnya!

Kyuhyun merogoh ke dalam saku celananya mencari para boneka namun mereka tidak ada. Kyuhyun melepaskan pelukannya dan pelukan Mimi. Bak orang kesetanan ia berdiri sambil mengecek seluruh saku yang ada pakaiannya. Namun boneka-boneka yang imut menggemaskan itu tidak juga ditemukan.

Gawat. Itu kan Jimatnya!

Jimat yang ibunya bawakan tadi pagi. OH TIDAAAAKKK!

"Siwon, Siwon! Lihat boneka telurku tidak?" tanya Kyuhyun panik.

Siwon menggeleng. "Tidak. Memangnya kenapa?"

"Itu jimatku, dan sekarang mereka hilang!"

Tiba-tiba sesosok bayangan putih berkelebat dan melambaikan sebelah tangan pada Kyuhyun. Samar-samar, tapi Kyuhyun melihatnya.

"Hei tampan! Telur-telur itu ada padaku. Carilah aku, aku akan selalu berada di sekelilingmu.. Hi-hi-hi"

Seperti suara gemerisik daun suara itu terdengar di telinga Kyuhyun. Seseorang menepuk pundaknya dari belakang.

"Lebih baik kita cari jimatnya sekarang, sebelum apa yang diceritakan Yonggu itu benar-benar terjadi."

SIAL.

GAWAT DARURAT.

HARUS SEGERA DICARI.

"AAAH JINJJA. THIS IS A GLOOOOOOMEEEYY SUNDAAAY!"

.

.

.

END


A/N: Helloooo~~ Aye comeback dengan membawa sebuah fic yang sangat absurd! Hohoho. Lama tidak bertemu, apa kabarnya semua? Baru sekarang bisa balik dan nulis ff lagi karena baru beberapa hari yang lalu saya beres UN T_T.

Gimana gimana ceritanya? Absurd ya? :v abis tiba-tiba kepikiran buat bikin lanjutan Wind and Wednesday, tapi karena otak lagi agak-agak nggak beres jadilah ffnya seperti ini XD. Absurd maksimal =_=)b. Bisa-bisa nanti saya bikin versi hari-hari lainnya lagi, biar judul-judul ffnya pake nama hari dan jadi lengkap satu minggu -_- /desh/.

Sudah deh, sekian koar-koar saya kali ini. Kalau ada yang mau mengeluarkan unek-uneknya boleh :3. Sampai jumpa di lain waktu!

Thanks for reading, have a nice day!

Love,

The Bloody Phoenix