"Diumurku yang ke-20, baru kali ini aku menegak banyak bir sampai berbotol-botol!" terkanya di dalam bar yang ramai tersebut.

Tiba-tiba, datang seseorang yang mabuk dan bersender di bahu wanita tersebut sambil berkata "hai, wanita manis dan cantik siapa namamu?" dengan nada yang menggoda. Wanita itupun langsung berdiri dan berteriak "Kya!? Kau siapa?! Brengsek kau! Kau tau, aku sedang minum disini dan kau menggangguku sudah aku mau bayar!" Kata wanita itu sambil marah dan berusaha keluar dari meja tersebut. Tapi, wanita itu malah ditahan oleh pemuda itu dengan cara memegang tangan wanita itu dan menarik wanita itu kedalam ciuman nafsu sang pemuda tersebut. Sesaat wanita itu berteriak

"KYAAAAAA"

"KYAAAAAA"

"Naruto!Naruto!" Kata seseorang berambut pink sambil mengguncangkan badan Naruto untuk membangunkan wanita tersebut.

"hah... hah.. Untung Cuma mimpi... Sakura?" Tanya Naruto.

My Twenty Years Old

Disclaimer : Mashasi Kishimoto

Genre : Romance/Hurt/comfort

Warning : OOC, Typo(s), alur gajelas, semi canon, Fem!Naru, dll

Pair : GaaFem!NaruFem!Kyuu Slight GaaFem!Naru

"Ya ampun Naruto kau ini mimpi apa sampai teriak-teriak gitu sih?" Tanya Sakura sambil mengambil minum dimeja lampu dekat tempat tidur Naruto.

"GomenneSakura. Aku tadi hanya mimpi buruk."Kata Naruto sambil memelas.

"Mimpi buruk? Mimpi apa?" Tanya Sakura panik.

"Aku bertemu dengan seorang pemabuk dan seorang pemabuk tersebut mendekatiku dan ingin memperkosaku dan akupun teriak." Jawab Naruto masih memelas.

"Kau pasti minum-minum lagi ya semalam?" Tanya Sakura menyelidik. Naruto hanya menyengir. "Oh.. Ya Tuhan.. Naruto sudah berapa kaliku bilang, jangan minum-minum terus! Itulah akibatnya kau mendapat mimpi buruk! Untung kau Cuma mimpi buruk! Kalau itu kenyataan bagaimana?" Tanya Sakura Marah sekaligus mengomeli Naruto.

"Hehehe.. Gomenne Sakura aku kesana ha-" "hanya bertemu Pain?" Sakura memotong kata-kata Naruto dan membuat naruto kaget. "Da-darimana kau tau Sak?" Tanya Naruto masih kaget.

"Naruto, apakah aku itu bodoh dan mudah lupa? Kau kan sering menceritakan tentang Pain, Pain dan Pain setiap hari dan membuatku muak kau tau! Seharusnya kau melupakannya! Kau tidak jera apa degan pengalamanmu kemarin sampai membuatmu menangis!?" Tanya Sakura masih marah.

"Baiklah-baiklah Sakura, aku akan melupakan Pain." Kata Naruto sambil tersenyum kecil dan membuat Sakura tersenyum terhadap Naruto.

"Naruto, karena kau, aku tidak bisa kembali tidur lagi." Kata Sakura.

"Hehe.. Gomen Sak, tapi tak apakan. Kan sekarang masih jam 6." Kata Naruto mengingatkan Sakura.

"Iya juga ya? Aku keluar kamar ya sambil siapin sarapan buat kita." Kata Sakura sambil beranjak dari tempat tidur dan pergi keluar dari kamar Naruto untuk menyiapkan sarapan.

"Baiklah." Kata Naruto kepada sakura yang sedang keluar dari kamarnya.

"Hahh... Sebaiknya aku mandi lalu bergegas pergi ke kantor." Kata Naruto pada kesendirian.

Naruto pun berjalan menuju lemari dan membuka lemari tersebut. Naruto pun mencari baju-baju yang pas dan Naruto pun memilih baju tersebut. Tiba-tiba saja, Naruto mengingat masa lalunya bersama Gaara saat ia memakai baju tersebut.

'Hah.. Andai kejadian tidak menyenangkan itu tidak terjadi, mungkin hubungan tersebut tidak akan samapai disitu..' Kata Naruto dalam hati dan Naruto tersenyum miris mengingat kejadian memalukan tersebut. Naruto pun menaruh pakaian itu ke tempat tidur dan ia pergi mengambil handuk dan pergi menuju kamar mandi.

25 Menit kemudian...

Naruto pun selesai mandi dan juga sudah berpakaian. Pakaian yang dipakai Naruto adalah dress selutut dan lengan se-siku berwarna putih dan ikat pinggang berwarna hitam serta memakai tas berwarna senada dengan ikat pinggangnya. Rambutnya dibiarkan tergerai dan memakai jam berwarna putih.

Setelah melihat dirinya dikaca, Naruto keluar dari kamarnya dan bergegas ke ruang makan yang satu ruangan dengan dapur. Naruto pun makan sarapan yang sudah dibuat Sakura sambil berbicara dengan Sakura. Setelah selesai makan, naruto pun pamit kepada Sakura untuk pergi menuju kantor. Naruto pun keluar dari rumahnya dan melihat jam di tangannya.

'Hmm.. Masih jam 7 rupanya, kepagian. Tak apalah aku bisa mengerjakan pekerjaan yang belum selesai...'Kata Naruto dalam hati.

Naruto pun berjalan sampai ke halte bus yang berada agak jauh dari tempat tinggalnya. Naruto menunggu bus yang akan ia tumpangi. Sambil menunggu, ia mengambil buku yang akan ia baca dari dalam tasnya. Tak berapa lama, bus sudah sampai di halte dan naruto masuk. Saat masuk Naruto langsung mencari tempat duduk. Dan, ia juga kaget melihat bus itu sepi sekali padahal bus ini sering ramai penumpang. Naruto pun melanjutkan acara membacanya.

Selama di dalam bis, Naruto hanya berdiam diri dengan membaca bukunya denga tenang. Karena, pada saat bis ramai seperti ini, bus akan sangat ramai. Naruto juga tak sadar kalau ada orang yang meminta untuk duduk disamping Naruto. Sampai orang itu menegur.

"Permisi, bisakah saya duduk disebelah anda?" Tanya seorang laki-laki berambut putih

Naruto pun tersentak karena ia tak menyadari kalau ada orang yang akan duduk disebelahnya. "Silah-" Naruto kaget saat melihat seorang laki-laki yang sangat ia kenali.

"Kakashi-sensei? Kau mengagetkanku!" Sungut Naruto kepada seorang laki-laki tersebut yang sudah ia kita ketahui namanya adalah Kakashi. Yang dibalas Kakashi dengan senyumnya, tapi tak dapat dilihat oleh Naruto karena Kakashi memakai masker dan Naruto mempersilahkan Kakashi untuk duduk

"Kau masih ingat ternyata, Naruto. Bagaimana kabarmu sekarang? Dan kau sekarang mau kemana?" Tanya Kakashi yang merupakan mantan guru Naruto saat SMP.

"baik , sensei. Saya sekarang mau ke perusahaan tempat saya bekerja." Jawab Naruto seadanya.

"Kau tidak kuliah!?" Tanya Kakashi kaget. Naruto pun nyengir dan menjawab "Jangan kaget dulu Kakashi-sensei. Saya bekerja sambil kuliah. Jadwal kuliahku hari Jumat sampai minggu di sore hari pada hari Jumat dan di pagi hari sabtu dan minggu. Dihari biasa saya bekerja dari pagi sampai sore, kalau lembur ya sampai malam." Kata Naruto sambil terseyum.

"hmm.. begitu rupanya. Apakah kau masih dekat sama Gaara?" Tanya Kakshi-sensei. Sontak membuat Naruto tersenyum kecut kepada mantan senseinya.

"Kakashi-sensei! Oh ayolah sensei, jangan membahas masa lalu..." Jawab Naruto lirih.

"Aku tau, kau masih kesal terhadapnya. Bukannya sensei membahas permasalahan ini lagi. Tetapi, kau kemarin datang ke sebuah konser mantan kekasihmu dulu yang kukira kau sudah memaafkannya. Jadi, aku menanyakanmu soal itu." Ucap Kakashi.

"Ku kira sensei mau membahas masa lalu. Saya kemarin sebenarnya tidak mau, tetapi dipaksa oleh nee-chan. Jadi, mau tidak mau aku harus ikut. Yang membuat banyak kejadian yang tidak aku sangka akan mendapat kejadian yang membuatku kaget, senang dan kejadian pahit itu teringat lagi." Ucap Naruto sedih.

"Sensei tau, kau masih kesal terhadapnya. Tetapi cepat atau lambat, kau akan bertemu secara disengaja ataupun tidak. Karena yang mengatur semu itu Kami-sama." Ucap Kakashi sambil tersenyum.

Tak terasa perbincangan Kakashi dengan Naruto segera berakhir karena naruto akan turun di halte berikutnya. Naruto pun menyudahi perbincangannya dengan Kakashi. "Kakashi-sensei, arigatou atas perbincangan hari ini. Saya akan turun di halte selanjutnya."

"Kau mau turun? Oh baiklah. Jaga dirimu baik-baik. kau turun ada yang mau saya beritahukan ke kau." Kata Kakashi.

"Apa itu sensei?" Tanya Naruto penasaran.

"Apa kau ada acara sabtu minggu ini?" Tanya Kakashi.

"Tidak, sensei. Ada apa ya?" Tanya Naruto makin penasaran.

"Sabtu minggu ini ada reuni SMP jam 6 sore. Kau bisa? Kalau bisa sih kau ajak Sakura. Kau masih berhubungan dengannyakan?" beritahu Kakashi sekaligus menanyakan tentang sakura.

"Bisa, sensei. Kalau Sakura, kami masih berhubungan malah kami tinggal bersama." Jawab Naruto.

"Kalau begitu datanglah besok dan ini. Kau harus membawa undangan ini kalau ingin datang ke reuni tersebut." Kata Kakashi.

"Kalau begitu bisakah saya meminta 5 lagi?" Tanya Naruto kepada Kakashi.

"Untuk apa semua itu? Harusnya kau meminta 1 lagi, kenapa 5 lagi?" Tanya Kakashi penasaran.

"Mau saya kasih ke teman-teman alumni SMP Konoha yang lain sensei. Kebetulan ada 5 orang yang dekat dengan saya. Jadi saya mau kasih ke mereka." Jawab naruto dengan nyengir kuda.

"Siapa saja?" tanya Kakashi mengintrogasi.

"Sensei akan tau setelah melihat siapa yang akan saya ajak." Jawab Naruto sambil tersenyum.

Kakashi pun mengambil kartu yang ada di tasnya, lalu memberikan 6 buah kartu kepada Naruto.

"Arigatou, Sensei. Sampai bertemu besok." Jawab Naruto dan berjalan menuju pintu keluar bis.

"hati-hati, Naruto." Kata Kakashi kepada Naruto. 'Semoga kau menemukan pria yang kau cintai dan menerimamu apa adanya. Jikalau kau mendapatkannya kembali, berusahalah untuk tidak melepaskannya dan jalanilah kehidupanmu dengan penuh keikhlasan yang mewujudkan keberhasilan.' Lanjut Kakashi dalam hati sambil tersenyum penuh arti dibalik maskernya.

.

.

.

Naruto pun berjalan menuju Perusahaan Uchiha corp, kantornya yang tidak jauh dari halte, tempat ia berdiri sekarang. Sesampainya di dalam kantor, Naruto disapa oleh karyawan maupun karyawati disepanjang jalan. Naruto pun menempelkan jarinya, menandakan ia masuk ke kerja. Selanjutnya, Naruto berjalan ke sebuah lift dan berpas-pasan dengan presdir perusahaan Uchiha corp, Uchiha Sasuke. Siapa yang tidak mengenalnya? Uchiha Sasuke adalah seorang presdir yang mempunyai perusahaan tersebut dan ia dikenal oleh para publik juga orang-orang mancanegara karena Sasuke memiliki Mall yang sudah membuka cabang dinegara lain dan memiliki kerjasama dengan negara lain.

"Teme, tumben kau datang pagi-pagi biasanya jam 9. Kau tidak mengantar, Sakura?" Tanya Naruto.

"hn. Aku mengantarnya tadi, Dobe." Jawab Sasuke. "ho... Kusangka kau tidak mengantarnya. Tapi, tumben cepat, biasanya lama dan kenapa ada luka lecet dibagian pergelangan tanganmu itu?" Tanya Naruto sambil melihat luka lecet di bagian

Sontak, Sasuke sempat kaget namun tidak ditunjukkan dalam raut mukanya. "hn, tak apa, Dobe." Ucap Sasuke. "Tak apa? Apa kau kira mataku sudah rabun? Coba sini tanganmu." Naruto pun mengangkat tangan Sasuke dan benar saja ada luka bekas cakar di pergelangan dan telapak tangan Sasuke.

"Dobe. Lepaskan. ini tempat umum." Kata Sasuke dan melepas tangannya dari Sasuke dan Naruto pin cekikikan saat melihat tingkah laku Sasuke yang ia sangat tau kalau ia menyembunyikan sesuatu.

"Teme Teme. Kau kira seluruh isi kantor tak tau kau bertunangan dengan anak dari sang pejabat, eh?"Kata Naruto sambil mengembungkan mukanya dan muncullah kejaillan Naruto. "Jangan-jangan kau menyuruhku melepaskan tanganmu karena ini bekas kuku Sakura? Iyakan?"

Sasuke langsung menatap tajam Naruto dan Naruto pun tertawa. "Hahaha... Sudah kuduga, Teme. Sakura sering cerita tentang hubungan kalian sampai-sampai aku tertawa dengan kelakuanmu itu." Jawab Naruto masih tertawa dan berusaha untuk berhenti tertawa. "Teme, kapan kalian menikah?" Tanya Naruto akhirnya.

"hn. Begitu rupanya. Setelah Sakura menyelesaikan kuliahnya." Jawab Sasuke datar.

"Hontoni? Cepat sekali. 1 tahun lagi rupanya." Jawab Naruto tak menyangka kalau sahabatnya sebentar lagi akan menikah.

"hn. Bagaimana dengan kau? Sampai kapan kau menyendiri hanya traumamu itu?" Sindir Sasuke. Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Sasuke kepadanya, membuat Naruto tersenyum kecut.

"Kenapa kau menanyakan hal tersebut? Kau kan sudah tau semuanya kenapa aku masih menyendiri." Jawab Naruto dengan raut sedih.

"Gomen, Naruto." Ucap Sasuke bersalah kepada sahabatnya dari SD sampai saat ini. Yang bersangkutan pun tersenyum. Sasuke tau hal apa yang dialami Naruto dan ia juga pernah memukuli Gaara, mantan kekasih Naruto. Bersamaan dengan hal tersebut, mereka berjalan melalui arah yang berbeda. Naruto berbelok ke kiri, ke ruang BY Group, ruang kerjanya. Sedangkan Sasuke berbelok ke kanan, ke ruang Presdir Uchiha Corp, ruang kerjanya sekaligus seorang sekretaris sudah menunggunya di dalam ruangan.

.

.

.

Naruto pun masuk ke dalam ruangannya. Sesuai dengan pemikirannya, tak ada orang didalam ruangannya karena masih jam 8 pagi.

'Hah... Ternyata aku memang kepagian.' Batin Naruto yang sudah duduk di meja kerja yang melihat 6 meja kosong yang belum terisi oleh anak buahnya sekaligus teman-teman alumni SMA dan SMPnya dulu.

Naruto pun menyalakan komputer dan membuka laci kerjanya untuk mengambil kertas-kertas kerjanya. Setelah itu, Naruto mengambil secangkir teh di meja kerjanya yang sudah disiapkan oleh OB di tempat kerjanya tersebut dan menyeruput teh tersebut.

Naruto pun menaruh cangkir tehnya di tempat semula dan mengambil buku kerjanya tersebut. Membaca halaman demi halaman dan juga membuka file kerjanya untuk mengerjakan tugas yang ia buat kemarin sekaligus mengecek email dari anak buahnya. Siapa tau anak buahnya sudah mengerjakan pekerjaan yang disuruhnya.

Drttt, drtttt, drtttt. Getaran telepon seluler Naruto berdering. Menandakan ada yang menelpon.

'Siapa sih yang menelpon dipagi haru yang sibuk ini?' Batin Naruto kesal. Naruto pun mengambil telepon selulernya dan menekan tombol hijau tanpa melihat siapa yang menelpon.

"Mosi-mosi?" Sapa Naruto kepada sang penelpon.

"Halo. Ohayou, Naru-chan." Sapa balik sang penelpon kepada Naruto. Dan, Naruto pun kaget saat ia mengetahui kalau yang menelponnya adalah seseorang yang ia temui kemarin.

"Ga-Gaara? Kau kenapa telepon aku?" Tanya Naruto kepada sang penelpon yang sudah diketahui namanya Gaara. Sabaku Gaara. Itulah nama kepanjangannya. Siapa yang tidak kenal dengannya. Gaara adalah seorang penyanyi sekaligus aktor papan atas yang sudah dikenal di mancanegara.

"Hei memang kenapa? Apa aku mengganggumu? Naru?" Tanya Gaara dengan suara yang agak memelas yang sebenarnya hanya ditunjukkan kepada nee-channya dan Naruto.

"Tidak, kau tidak menggangguku. Tapi, kenapa kau harus menelponku dan tidak seperti biasanya mengirim pesan?" Tanya Naruto.

"Kalau aku hanya mengirimmu pesan pasti kau akan membalas pesanku lama atau sangat-sangat lama. Jadi aku menelponmu saja daripada aku menunggu pesanmu sampai berjam-jam seperti kemarin malam." Gerutu Gaara membuat Naruto terkekeh.

"Hehehe.. Gomen, aku membalas pesanmu kemarin malam ya. Aku sedang banyak dokumen-dokumen pekerjaan dan juga skripsi yang harus ku kerjakan, jadi aku lupa membalas pesanmu dan aku baru ingat hari ini. Gomen ya." Ucap Naruto.

"Tunggu. Kau bekerja?Dimana?" Tanya Gaara kaget.

"Ya, aku bekerja. Tapi jangan kira aku tidak kuliah. Aku bekerja sambil kuliah. Perusahaan Uchiha." Jawab Naruto seadanya.

"Kau bekerja di perusahaan Sasuke? Bukannya kau seharusnya bekerja di perusahaan ayahmu?" Tanya Gaara penasaran.

"Ya seharusnya. Tapi karena aku tinggal di Konoha dan kantor ayahku di Tokyo, Ayahku memutuskan agar aku bekerja sementara di perusahaan Uchiha yang merupakan kerjasama antar perusahaan sekaligus presdir dulu teman dekat ayahku semenjak kecil." Jawab Naruto.

"Begitu rupanya. Ku kira kau sibuk dengan acara tidurmu." Jawab Gaara diselingi dengan kekehan.

"Kau kira aku mau jadi pemalas seumur hidup? Harusnya kau yang harus tidur cukup. Lagipula kau mengcancel acara TV yang akan kau hadiri agar mengistirahatkan dirimu sejenak, Gaara." Ucap Naruto yang akan menceramahi Gaara.

"Hai, Naruto-chan" Sapa Ino, Hinata dan Karin yang membuat Naruto kaget dan mengangkat teleponnya dai telinga.

"Hei, kalian mengagetkanku." Kata naruto lalu melanjutkan acara teleponnya bersama Gaara.

"Gomen. Aku harus melanjutkan pekerjaanku, sepertinya teman-temanku sudah datang. Sampai Nanti." Kata Naruto dan langsung menutup telepon dari Gaara tanpa menunggu jawaban dari sang empunya.

"Naruto kau telepon siapa? Tidak biasanya kau menelpon pagi-pagi begini biasanya kau langsung bekerja." Tanya Ino.

"Iya. Tidak biasanya Naru-chan biasanyakan kau bekerja." Kata Hinata.

"Biasanya saat kita datang kau bekerja. Tumben sekali kau telepon ada acara apa?" Karin tiba-tiba bertanya membuat Naruto menghela nafas panjang dan tersenyum melihat kelakuan teman-temannya dari SD dan juga saudara sepupunya, Karin yang sangat penasaran.

"Tadi yang telepon Gaara. Hanya sekedar menanyakan kabar."Ucap Naruto santai sambil melanjutkan pekerjaannya. Ino, Hinata dan Karin pun kaget mendengarnya.

"Ga-Gaara?"Tanya Hinata Kaget.

"Kau tidak salah?" Tanya Ino sama kagetnya seperti Hinata

"Sabaku Gaara, adiknya Temari-nee dan Kankuro-Nee yang digosipkan kalau mereka sepasang kekasih karena selalu bermain di film sebagai peran utama, kan?" Tanya Karin yang tidak percaya.

Naruto pun bertanya dengan polos "Kenapa?" yang sebenarnya iya sudah tau teman-temannya pasti kaget.

"Kenapa? Naruto kau jangan pura-pura tidak tau, naru! Apa kami tidak tau dengan kelakuan si panda jelek itu yang hampir mencelakaimu waktu itu dan sekarang kau pura-pura tidak tau?" Suara Karin meninggi saat Naruto bertanya seperti itu.

"Itu hanya masa lalu, Karin. Lagipula aku sudah memaafkan kesalahannya, walau membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memaafkannya." Kata Naruto dengan tersenyum kecil.

"Kau sudah memaafkannya? Kalau aku jadi kau, aku tidak akan memaafkannya seumur hidup!" Karin pun marah.

"Sudahlah Karin. Kalau memang ia sudah memafkannya ya sudah." Kata Ino pun melerai.

"Lagipula Naruto menyukai Gaara. Naruto juga marah saat berita tentang saudara kembarnya dikabarkan pacaran dengan Gaara sebelum ia ketahui kalau berita itu gosip." Kata Hinata santai yang membuat Ino dan Karin kaget.

"Ya. Memang itu kenyataanya." Kata Naruto pun akhirnya. Membuat Ino dan Karin pergi dengan geleng-geleng kepala karena kelakuan aneh sang pelaku, sedangkan Hinata menyerahkan dokumen yang sudah ia kerjakan kemarin malam kepada Naruto.

.

.

.

Langit Konoha mulai menggelap, begitu juga Naruto dan teman-temannya yang sudah selesai mengerjakan pekerjaan mereka.

"Baru kali ini aku pulang malam, ternyata lelah juga ya." Gerutu Ino.

"Ya namanya bekerja pasti lelah, Ino." kata Karin agak kesal dengan kelakuan Ino.

"Ino, aku pulang denganmu seperti biasakan?"Tanya Karin.

"Ya. Kita pulang sekarang saja." Kata Ino.

"Naru, Hina, aku dan Ino mau pulang ya. Sampai ketemu besok." Pamit Karin kepada naruto dan Hinata.

"Jaa, Naruto Hinata. Sampai ketemu besok. Hei, Karin tunggu aku." Pamit Ino dan berlari menuju Karin yang berjalan menuju parkiran membuat Hinata dan Naruto tertawa kecil dengan tindakan sahabat mereka.

Naruto dan Hinata pun berjalan menuju halte bus untuk segera pulang. Mereka pulang bersama karena arah jalan pulang ke rumah mereka sama, jadi mereka pulang bareng. Dan mereka pun sudah sampai di halte bus dan mereka berdua menghabiskan waktu dengan keheningan.

"Oh ya Hinata, aku hampir kelupaan." Kata Naruto menepuk jidat dan melelehkan keheningan.

"Kelupaan apa Naru-chan?" Tanya Hinata yang sepertinya penasaran.

"Sabtu depan kita ada acara reuni SMP dan aku akan memberikan undanganmu." Kata Naruto sambil membuka tasnya dan mengambil undangan-undangan tersebut dari dalam tasnya dan memberikan 3 kartu undangan kepada Hinata

"Jangan lupa dibawa karena kalau tidak membawa ya kau tidak akan bisa masuk dan berikan 2 undangan ini kepada Karin dan Ino, ya Hina-chan."Tambah Naruto sambil tersenyum kepada Hinata.

"Iya, Naru. Terimakasih atas pemeberitahuannya. Tapi, kenapa kau mempunyai 3 kartu undangan harusnyakan tersisa 1 kartu undangan?" Tanya Hinata membuat Naruto langsung nyengir.

"Oh, 2 kartu undangan ini buat Sakura dan Gaara." Kata Naruto dengan cengiran kudanya yang membuat Hinata kaget.

"Ga-Gaara? Jadi kau sudah bertemu Gaara." Tanya Hinata kaget.

Tapi kekagetan Hinata hilang karena bus sudah datan, membuat kedua wanita tersebut berjalan masuk ke dalam bus tersebut.

"Hmm... Ya, aku sudah bertemu dengannya Hinata." Jawab Naruto saat sudah di dalam bus.

"Ja-jadi kau menanyakan nomor teleponnya?" Tanya Hinata gagap karena kekagetannya terhadap kenyataan yang dilontarkan Naruto kepadanya.

"Aku tidak menanyakannya lagipula untuk apa aku menanyakan nomor teleponnya sedangkan untuk mendapatkan nomor teleponnya saja aku malas apalagi melihat fans-fansnya yang sangat kanibal dan Kakak sepupuku yang kuanggap seperti nee-chanku saja fans yang sangat galak dan kanibal. Nee-chan juga suka membuat gosip-gosip tentang kedekatan Naruko dan Gaara. Ya jadi untuk apa aku mendapatkan nomor teleponnya?" Tanya Naruto agak malas.

"Iya juga ya. Neji-nii memang kesal dengan Kyuu-nii karena seenaknya membuat gosip kalauGaara dan Naruko sepasang kekasih. Tapi yang sebenarnya mereka hanya berteman dan pemain film." Kata Hinata.

"Naruko juga menegetahui kau dan Gaara masih saling menyukaikan dan masalah tentang masa lalumu kan?" Tanya Hinata.

"Naruko tahu kok, Naruko juga kesal dengan Gaara karena masa laluku itu dan menyuruhku untuk tidak mencintainya lagi. Tapi, apa boleh buat aku menceritakan semuanya kepada Naruko kalau aku masih menyukainya dan menyuruhnya minta maaf dan syukurlah Naruko mau menuruti perkataanku." Jawab Naruto.

"Kalau Kyuu-nee?"

"Hmm... Naruko sangat membenci Kyuu-nee, lebih tepatnya sikap suka mengaturnya untuk melakukan ini itu. Tapi, Naruko tidak menunjukkannya karena Kyuu-nee adalah managernya dan membantunya memasuki dunia entertainment." Jawab Naruto sekenanya.

"Tapi kau mendapatkan nomornya darimana?" Tanya Hinata yang masih penasaran dengan Naruto.

"Aku mendapatkannya saat aku sedang mengutak-atik telepon selulerku dan tiba-tiba saja aku mendapat nomor tidak dikenal dan saat aku mengangkat teleponnya dan orang itu menjawabnya ku ketahui saja itu Gaara dari suaranya." Jelas Naruto panjang lebar.

"Untung kau mendapatkannya lewat nomor nyasar kalau kau memintanya langsung pasti kau sudah menjadi amukan para fans-fansnya kan?"

"Ya.. begitulah. Oh ya, kita turun disini saja,ya."

"Kenapa, Naru?"

"Temani aku belanja buat kebutuhan besok, soalnya hari ini giliranku untuk membeli perlengkapan di rumah. Kebetulan dari" Kata Naruto sambil nyengir.

"Ya, baiklah. Aku juga mau membeli kebutuhan sehari-hariku." Kata Hinata sambil tersenyum kepada Naruto.

Naruto dan Hinata pun keluar dari bis saat bis berhenti di sebuah halte bis. Mereka pun berjalan ke sebuah supermarket dan mengambil keranjang belanja yang sudah disediakan. Naruto yang ditemani oleh Hinata pun berjalan ke counter peralatan mandi, lalu ke counter lainnya. Setelah itu, Naruto dan Hinata berjalan ke kasir untuk membayar barang belanjaan mereka.

Naruto dan Hinata pun keluar dari supermarket tersebut dan berjalan menuju halte bis. Saat mereka berjalan menuju halte bis.

'TIN'

Tiba-tiba saja ada yang mengklakson mobil ke mereka membuat mereka menoleh ke mobil yang mengklakson mereka. Hinata dan Naruto tentu saja mendongak dan berjalan ke arah mobil yang terparkir paralel. Kaca mobil itu pun terbuka memperlihatkan 2 orang penghuni mobil.

"Hai, Hinata-chan Naruto-chan, kalian tidak pulang?" Tanya seorang perempuan yang mirip sekali dengan Naruto.

"Hai, Neji Naruko-chan, ini kami mau pulang." Jawab Naruto kepada 2 orang penghuni mobil yang diketahui nama kedua penghuni mobil itu adalah Naruko dan Neji.

"Iya, Neji-nii, Naruko-chan kami mau pulang." Kata Hinata.

"Kalau begitu kalian mau pulang bersama kami atau tidak?" Neji yang sedaritadi tidak mengeluarkan suara akhirnya bertanya kepada mereka berdua.

Hinata pun mengangguk dan menjawab dengan mantap. Naruko pun bertanya kepada saudara kembarnya "Kalau, Naruto, kamu mau pulang bersama kami, kebetulan arahnya sama kan?"

"Sepertinya, lain kali saja, Naruko-chan ada yang mau aku urus lagi." Jawab Naruto dengan senyum tipis.

"Hmm... Begitu rupanya. Baiklah aku tidak memaksamu Naruto-chan. Oh iya, bagaimana besok kita bertemu di kafe biasa, mumpung aku besok punya waktu luang?" Tanya Naruko.

"Souka? Baiklah, kalau sore bisakan,Ruko?" Tanya Naruto.

"Oke, sampai bertemu lagi ya, Ruto-chan." Naruko pun pamit kepada Naruto.

"Jaa, Neji, Ruko-chan, Hinata-chan. Sampai bertemu besok." Kata Naruto dan mobil itu pun melaju cepat meninggalkan Naruto di tepi jalan. Naruto pun berjalan menuju restaurant.

SKIP TIME

Naruto pun keluar dari restaurant itu dan berjalan ke sebuah taman. Di taman itu naruto memandang langit malam yang bertaburan bintang.

"Sugoi... Indahnya langit malam ini, jarang sekali aku melihat langit malam secerah ini." Gumam Naruto sambil tersenyum. Lalu, Naruto mengambil sebuah bir yang berada di tas belanjaannya. Setelah itu, Naruto membuka kaleng bir tersebut dan meminumnya setengah. Lalu, naruto berhenti meminum birnya itu.

"Semenjak kejadian itu, harusnya aku sudah melupakanmu sepenuhnya. Tapi, kenapa engkau datang lagi kehadapanku." Gumam Naruto sedih.

"Seandainya kau tidak melakukan kejadian tersebut, mungkin aku akan bahagia bersamamu." Ucap Naruto kepada angin malam dan langiuit malam yang indah.

Naruto pun meminum birnya itu sampai habis dan melemparkannya ke sebuah tempat sampah. Naruto berharap lemparannya masuk sasaran. Tapi bukannya masuk malah lemparannya mengenai kepala seseorang.

"Hei, siapa yang melemparku dengan kaleng ini?" Tanya seseorang dengan nada yang sangat kesal.

"Oh mati aku!" Ucap Naruto ketakutan. Tiba-tiba keluar seseorang memakai hoodie berwarna hitam dan celana panjang berwarna hitam. Naruto pun melihat laki-laki itu dengan ketakutan karena laki-laki itu sangat misterius.

"Ah, go-gomenasai. Aku tadi tak sengaja melemparmu dengan kaleng bir ini. Tadi aku ingin melemparkan ini ke tempat sampah. Tapi lemparanku meleset dan terkena kepala anda. Gomenasai." Akhirnya Naruto pun mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada orang misterius tersebut sambil bungkuk-bungkuk.

"Hmmm... Ternyata kau rupanya. Kemarin sandal sekarang bir. Dasar rubah ceroboh." Ucap laki-laki misterius tersebut.

"A-apa kau bilang!? Aku sudah minta maaf dan kau mengataiku rubah ceroboh!? Dasar orang misterius tak jelas! Kau itu sebenarnya siapa sih!?" Ucap naruto kesal.

"Kau ternyata penasaran denganku rupanya dan kau sangat tidak peka. Akan kupastikan kau akan kaget saat aku membuka topi hoodie ini, Namikaze Naruto." Ucap seseorang misterius itu yang diterka Naruto adalah laki-laki. Naruto pun kaget bercampur marah karena laki-laki itu mengatainya tidak peka. Dan, laki-laki itu pun melepaskan topi hoodienya.

Dan muncullah laki-laki yang sangat dikenal Naruto dan laki-laki ini sedang tersenyum didepan Naruto. Dan betapa terkejutnya Naruto saat ia mengetahui kalau laki-laki itu adalah laki-laki yang ada dimasa lalunya.

"Ga-Gaara!?"

TO BE CONTINUE

.

.

.

.

.

A/N:

Maaf ya readers kalau Sitsu updatenya lama. Sitsu sedang sibuk dengan persiapan kelulusan, Gomenasai ya readers. Sebagai gantinya Sitsu sekarang sudah update. Dan, sitsu minta maaf karena di chap pertama alurnya tidak jelas jadi Sitsu akan menjelaskannya disini.

Jadi, di chap pertama Naruto menyukai Pain. Tapi, kisah cinta yang sangat ia impikan ternyata hanya sebatas mimpi karena Pain mengajaknya ke tempat misterius dan Naruto menjadi patah hati. Dan disini, Kyuubi menanyakan kalau Naruto dekat dengan Gaara bukan menyukai Gaara melainkan ingin menjodohkan Naruko dengan Gaara karena Kyuubi pikir Naruko tidak mempunyai pacar. Untuk chap selanjutnya Sitsu akan bocorkan, kalau Kyuubi membenci Naruto karena merebut Gaara dari Naruko. Dan disini terjadilah kesalahpahaman.

Sudah sudah jelaskan readers cerita sebenarnya gimana?

(Readers: Tidak

Sitsu : Padahal Sitsu sudah menjelaskan dengan panjang lebar. #pundungdipojokan)

Sitsu tidak segan-segan mengingatkan readers untuk review. Jadi, Sitsu sangat mohon atas kritik dan saran dari readers. Sitsu sangat berterima kasih atas Saran dan Kritik dari readers karena kritik dan saran readers membangkitkan semangat Sitsu untuk melanjutkan cerita ini.

Jadi jangan lupa untuk...

RnR!