Benar-benar saya gak nyangka ada yang mau membaca dan mereview cerita abal ini, saya sungguh terharu. Maaf soal keterlambatan update ini entah maka saya sibuk terus jadi tidak sempat melanjutkan cerita ini #alasan
Baiklah tak perlu banyak bacotan lagi, selamat menikmati(?)
Disclaimer: Sket Dance pastinya bukan milik saya dan saya cuma pinjem beberapa charanya saja kok hehe...
Perintah Tsubaki?
Oleh Rakshapurwa
Rate T
Humor gagal, OOC sangat, dan ada sedikit hint incest (walau saya juga tidak yakin)
Masih tetap ingin membaca?
Enjoy
.
.
Ning...nong...ning..nong... (sfx bel istirahat bukan tukang es nongnong )
Flashback
Setelah mengantar Tsubaki sampai kedepan kelasnya dengan selamat, Fujisaki hendak menuju kelasnya sendiri namun Tsubaki menahan lengannya dan kemudian tanpa basa-basi lagi langsung mengatakan perintah selanjutnya yaitu...
"istirahat nanti temui aku disini."
Setelah mengatakan itu, Tsubaki pergi meninggalkan Fujisaki dan masuk kekelasnya, meninggalkan Fujisaki yang masih belum konek dengan ucapan Tsubaki barusan. Fujisaki hanya berkedip-kedip polos berkali-kali, entah sedang bingung atau sedang cacingan...
"oh... perintah selanjutnya ya."
Horee... mengerti juga akhirnya.
End of flashback
Maka dari itu disinilah dia, seorang Fujisaki Yusuke berdiri manis didepan kelas seorang Tsubaki Sasuke sambil sesekali melirik-lirik kedalam kelas dengan tatapan yang agak mencurigakan. Membuat orang-orang disekitarnya menatapnya waspada. Takut-takut Fujisaki adalah seorang stalker.
"sedang apa kau didepan kelas kaicho?"
Pertanyaan tiba-tiba yang dilontarkan seseorang membuat Fujisaki sedikit melompat kaget dan hampir saja berteriak histeris. Dengan membalikan badannya secara terburu-buru yang terkesan seperti maling jemuran yang tertangkap basah, akhirnya Fujisaki mengetahui siapa penanya tersebut.
Dihadapannya kini berdiri seorang pemuda bersurai putih keperak-perakan dan bertubuh lebih tinggi darinya, oh sungguh sangat familiar siapa lagi kalau bukan KATO KIRI, orang yang mengaku-ngaku sebagai bodyguard pribadi adik tercintanya.
"aku tanya sekali lagi sedang apa kau disini?"
Fujisaki menatap sebal Kato, kalau tidak ada Tsubaki pasti orang dihadapannya ini memperlakukannya agak tidak sopan. Menyebalkan sekali...
"menunggu Tsubaki tentunya, mau apalagi.."
Kato menetap Fujisaki dengan tatapan menyelidik. Jelas saja tidak biasanya Fujisaki menemui kaicho-nya secara terang-terangan begini, sendirian pula tanpa ada pengawal-pengawal setianya yang menemani. Aneh...
"kalau kau ingin bertanya kenapa aku menunggu Tsubaki, maka jawabannya karena dia menyuruhku menemuinya." Jelas Fujisaki seakan mengerti arti dari tatapan Kato yang ditujukan kepadanya.
"untuk apa kaicho memintamu seperti itu?"
Belum sempat Fujisaki menjawab pertanyaan Kato, dengan sangat tiba-tiba pintu kelas Tsubaki terbuka lebar, dan keluarlah suatu makhluk berbulu mata lebat...
Oh maaf salah, maksud saya Tsubaki...
"Fujisaki, apa kau sudah lama menunggu?"
"tidak baru saja sampai...jadi kenapa kau menyuruhku datang kesini?"
"ikut aku."
Perintah selanjutnya pun diberikan, Tsubaki mengajak Fujisaki untuk mengikutinya kesuatu tempat sedangkan dilain pihak Kato yang merasa tidak dianggap ada oleh sang kaicho tercintanya hanya bisa pundung dipojokan sambil menghitung jumlah jamur yang tumbuh disana, sungguh naas sekali nasibmu nak...
.
.
"kita makan bekal bersama disini."
Oh ternyata Tsubaki mengajak Fujisaki ketaman sekolah mereka dan menyuruhnya duduk dibawah pohon yang cukup besar, membuat mereka terlindung dari sinar matahari yang menusuk kulit.
Romantis sekali...
Fujisaki tidak merespon seperti biasa pasti karena ia bingung, kenapa aku harus makan bekal berdua dengannya? Ditempat sepi begini lagi sepertinya itu yang sedang dipikirkan Fujisaki saat ini.
"kenapa diam saja?"
"eh..i..itu kenapa harus makan bersama?"
"ini perintah kaukan pelayanku."
"iya tapi apa kalau jadi pelayan harus makan bersama?"
Tsubaki terdiam kemudian tiba-tiba tampak rona merah dikedua pipi tembemnya, Fujisaki yang menyadarinya jadi ikut-ikutan merona, walaupun ia tidak tau kenapa...
"ehem... la...lagi pula aku tidak bawa bekal."
Fujisaki menundukan kepalanya, menolak kontak mata dengan Tsubaki, entah mengapa ia nervous sekali. Dengarkan saja suara detak jantung Fujisaki sudah seperti orang yang habis lari maraton, sungguh ingin rasanya ia kabur dari tempat itu.
Tsubaki menatap Fujisaki, lalu menatap bekal ditangannya dan kembali menatap Fujisaki, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.
"kalau kau mau kita bisa makan bekalku bersama, ibu membuat bekal hari ini cukup banyak karena aku tidak sempat sarapan tadi." Tsubaki menawarkan Fujisaki kotak bekal ditangannya, sebenarnya Fujisaki masih sangat ragu hanya saja karena cacing-cacing diperutnya sudah mulai berdemo dan membakar ban (loh?) mau tidak mau ia pun mau menerima tawaran Tsubaki.
"baiklah kalau begitu."
"mmm...Fujisaki karena aku cuma bawa satu sumpit jadi kau kusuapi saja ya."
"hn"
Eh?
EEEEHHHHHHH? (sfx teriakan hati Fujisaki)
Fujisaki POV
di..disuapi katanya apa-apan itu kenapa dia mau melakukan hal memalukan seperti itu sih, aku mau saja disuapi tapi bukan dengan orang disebelahku ini. Kenapa kami terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang makan bekal bersama.
Apa Tsubaki mabuk ya? pasti kepalanya terbentur sesuatu atau dia demam... tidak mungkin dia tiba-tiba baik padaku 'kan. Ini aneh...
End of Fujisaki POV
"nah Fujisaki buka mulutmu...aaaaaa.."
Fujisaki panik wajahnya sudah sangat merah hampir menyaingi warna topi dikepalanya. Tsubaki sendiri sepertinya tidak merasa apa-apa dia tetap tenang seperti biasa... eh tunggu apa saya salah lihat ya sepertinya tadi pipi Tsubaki kembali merona walau hanya sebentar...
Jangan-jangan Tsubaki juga malu... aduh imutnya...
"Fu...Fujisaki cepat buka mulutmu, tangan ku pegal tau."ucap Tsubaki sambil memalingkan wajahnya ia agak risih dengan tatapan Fujisaki.
'dan juga aku malu kalau harus seperti ini terus.' sambung Tsubaki tentunya dalam hati.
"eh...ma..maaf... i..itadakimasu..."
Fujisaki membuka mulutnya memasukan makanan tersebut dan memakannya, sambil berusaha melupakan kalau Tsubaki baru saja menyuapinya.
"enak?"
Fujisaki mengangguk. Setelah tersenyum singkat kearah Fujisaki, Tsubaki pun mulai mengambil dan ikut memakan bekal tersebut. Sedangkan Fujisaki bisa kita lihat ia kembali berblushing ria.
'tadi itu indirect kiss kan... aku dan Tsubaki...'
"kenapa?"
"ti...tidak bukan apa-apa."
Acara makan siang mereka berdua berlangsung sunyi. Salahkan otak mereka yang tidak dapat berpikir akibat detak jantung mereka yang bergebu-gebu seperti hendak keluar dari tempatnya.
Oh sungguh manisnya masa remaja... (gak nyambung)
.
.
Setelah bel masuk berbunyi yang menandakan jam istirahat telah usai, Fujisaki dan Tsubaki pun bergegas kembali kekelas masing-masing dan tentu saja Fujisaki harus mengantar Tsubaki terlebih dulu kekelasnya, sungguh pekerjaan melelahkan bagi Fujisaki...atau malah menyenangkan.. siapa yang tau...
Himeko yang melihat Fujisaki memasuki kelas menatap dengan bingung, ia merasa penasaran kenapa Bossun sejak tadi menghilang biasanya pasti mereka berdua plus Switch menghabiskan waktu istirahat bersama ini aneh.
"Bossun... kemana saja kau tadi?"
Fujisaki hanya diam tidak menjawab membuat Himeko semakin penasaran namun belum sempat Himeko kembali bertanya guru yang hendak mengajar dikelasnya sudah masuk sehingga ia mengurungkan niatnya.
Selama pembelajaran berlangsung Fujisaki tidak memperhatikan guru yang mengajar sama sekali, ia masih sibuk mengingat-ingat kejadian makan siang tadi dan juga mengingat perintah selanjutnya yang diberikan Tsubaki.
"pulang nanti tunggu aku didepan kelas seperti tadi"
'Tsubaki apa sih sebenarnya yang kau pikirkan?'
.
.
Ning..nong...ning...nong...( sfx bel pulang sekolah sekali lagi ini bukan suara tukang es nongnong )
Setelah mendengar bel berbunyi, Fujisaki dengan cepat menyambar tas sekolahnya dan berlari kecil meninggalkan kelas, tidak memperdulikan sekitar bahkan panggilan Himeko pun ia abaikan. Hanya satu hal yang Fujisaki pikirkan saat ini yaitu menemui Tsubaki didepan kelasnya. Entah mengapa Fujisaki seakan menantikan apa yang akan dilakukan Tsubaki padanya, mau bukti coba lihat wajahnya...
Dia tersenyum senang...
.
Fujisaki tiba didepan kelas Tsubaki, menyenderkan punggungnya ketembok disamping pintu kelas menunggu Tsubaki keluar. Sesekali ia menjadi perhatian siswa/siswi yang berlalu lalang dikoridor, bagaimana tidak gaya Fujisaki sudah seperti seorang pria yang menunggu pacarnya agar bisa pulang bersama. Senyum-senyum sendiri, ada yang menganggapnya lucu ada pula yang mengangapnya mesum...
Ya... senyum lucu dan mesum beda tipis'kan?
"Fujisaki, kau datang lebih cepat dari yang kukira" ucap Tsubaki ketika melihat Fujisaki yang sudah menunggu dengan manis didepan kelas.
"kalau aku lama kau pasti marah-marah."
Tsubaki hanya mengangkat bahu, kemudian ia berjalan pelan dan menyuruh Fujisaki untuk mengikutinya. Fujisaki mengekor dibelakang Tsubaki tanpa banyak komentar, membuat Tsubaki merasa agak risih karena keheningan yang tercipta diantara mereka.
Tsubaki berhenti melangkah dan membalikan badannya menghadap Fujisaki.
"kenapa berjalan dibelakangku?"
"lalu aku harus berjalan dimana? didepanmu? aku kan tidak tau kau mau kemana."
Tsubaki mendengus sebal.
"dasar bodoh...tentu saja disebelahku"
"..."
"..."
"oh"
Fujisaki menurut dengan perlahan ia berjalan kesebelah Tsubaki, setelah menatap Fujisaki sebentar Tsubaki kembali melangkahkan kakinya begitu pula denga Fujisaki walaupun masih tetap hening seperti tadi tetapi kali ini berbeda karena mereka berjalan beriringan membuat Tsubaki diam-diam tersenyum, karena Fujisaki menemaninya dan ia tidak sendirian lagi.
TBC
Sekali lagi saya minta maaf sudah cerita lama gak diupdate sekarang malah ceritanya makin ngawur. Saya memang author tidak berbakat #pundung
Oh iya saya ingetin sekali lagi kalo ini bukan cerita romance loh ini hanya hubungan antar saudara yang indah (bagi yang bingung dengan ucapan saya mohon abaikan saja saya).
Makasih banyak yang udah mau menyempatkan membaca cerita saya, semoga mata kalian semua tetap baik-baik saja. Dan maaf lagi kalau saya gak bisa memunculkan semua pemain diSket Dance karena cerita ini hanya saya fokuskan pada Fujisaki dan Tsubaki saja.
Oke cukup cuap-cuap dari saya, jadi ada yang mau review? #puppy eyes gagal
