Disclaimer : Mereka punya diri mereka sendiri serta orang tua mereka
Rate : M *Hohoho ratingnya Mel naikan setelah melihat ada adegan yang menjurus kesana
Genre : Romance and Drama *Genrenya Mel ubah karena takut ff ini terbengkalai seperti sebelumnya
Pair : Yunjae and other menyusul
Warning : Typo, Gaje, BoysXboys, OOC, EYD yang tidak sesuai dan pastinya ceritanya pasaran
~o0o~
~o0o~ ... ~o0o~
~ o0o ~
Namja berkacamata itu mengeluarkan seringaiannya begitu mendengar namanya di sebutkan oleh namja cantik yang ada dihadapannya ini "Kurasa Jung Yunho tidak akan mau menemuimu"
"Apa maksudmu berkata seperti itu, Eoh? Memangnya kau siapa, Hah?" Seru Jaejoong sambil berkacak pinggang, menantang namja bertampang culun tersebut.
"Eeh? Kau tidak tau siapa aku?"
"Tidak tuh, lagian jika dilihat dari penampilammu kau itu tidak layak untuk diingat" Cemooh Jaejoong.
"Oh yah? Kalau begitu perkenalkan.." Namja berkacamata tersebut mengulurkan tangan kanannya ke arah Jaejoong "Aku adalah Jung Yunho, Dosen pembimbingmu."
Jaejoong membulatkan matanya begitu mendengar bahwa namja berkacamata dihadapannya ini adalah dosen pembimbingnya sendiri 'Matilah kau, Kim Jaejoong '. Sedangkan namja berkacamata itu hanya bisa bersorak ria di dalam hatinya begitu melihat raut wajah namja cantik dihadapannya ini menjadi pucat seketika.
.
.
.
Di ruangan yang berukuran 3x2 meter kini terlihat dua namja yang saling duduk berhadapan dengan sebuah meja yang tidak terlalu panjang memisahkan jarak keduanya. Salah satu dari namja tersebut tengah duduk santai sambil membereskan buku-buku yang diperlukan untuk bahan mengajarnya sedangkan namja yang lainnya yang terlihat lebih muda malah duduk terdiam memandang namja yang sedang sibuk membereskan buku-buku tak beraturan yang ada di meja tersebut.
"Pak" Panggil namja muda yang bisa kita kenali dengan Kim Jaejoong.
"Hm" Hanya sebuah deheman kecil sebagai balasan untuk namja cantik yang tengah gugup tersebut.
"A-ano.. Pak maafkan atas kelakuan tidak sopan saya tadi, sungguh saya tidak bermaksud seperti itu.. Sumpah deh Pak"
Namja yang tengah sibuk itu menghentikan kegiatannya sebentar untuk menatap namja cantik yang sedang menuduk ketakutan dihadapannya itu "Baiklah kau kumaafkan jadi kau bisa keluar dari ruanganku sekarang"
Jaejoong yang mendengar kata-kata pengusiran dari dosen pembimbingnya itu pun langsung bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu, dengan menggapai salah satu tangan sang dosen lalu menggenggamnya erat diantara kedua tangan mungilnya "Kumohon Pak jangan usir saya, saya kesini untuk bimbingan awal dengan Bapak, saya tidak mau sampai membuang waktu berharga saya hanya karena kesalahan saya sendiri, Jadi saya mohon Bapak mau ya meluangkan waktunya sedikit saja buat bimbingan ini, Saya Mohon Pak"
Namja berkacamata yang dipanggil dosen oleh Jaejoong itu melihat penyesalan serta kesungguhan dalam diri Jaejoong untuk meminta maaf padanya "Kalau begitu siapa namamu dan mana proposalmu yang sudah disetujui oleh ketua jurusan"
Jaejoong segera melepaskan tangannya yang menggenggam erat tangan Yunho dan mengeluarkan prososalnya yang ada di dalam tasnya lalu menyerahkannya "Ini Pak dan nama saya, Kim Jaejoong"
Jaejoong menunggu harap-harap cemas karena sang dosen pembimbing membaca proposalnya dengan tampang datar. Beberapa menit berlalu hingga sebuah suara Bass memecahkan keheningan yang berlangsung sebentar di ruangan tersebut "Kau ganti judul saja" Ucapnya singkat membuat namja cantik itu terperanjat kaget.
"Kenapa harus ganti judul, pak?"
"Karena Judul skripsimu ini sudah banyak yang memakainya. Apa kau tau nama Universitas ini akan tercemar hanya karena salah satu mahasiswanya memakai judul skripsi yang terlalu pasaran" Perkataan sang dosen langsung menancap dalam di hati namja cantik itu. Tanpa memandang mata musang sang dosen, Jaejoong hanya mengangguk serta mengambil proposalnya yang tergeletak di atas meja begitu dosennya selesai membaca dan hanya berkata "Baik, Pak" lalu keluar dari ruangan dosen pembimbingnya.
Yunho yang melihat kelakuan salah satu mahasiswanya itu hanya bisa tersenyum "Kau tau ini baru saja dimulai, Kim Jaejoong"
.
.
.
Begitu Jaejoong keluar dari ruangan dosennya, dirinya langsung berlari tanpa memperdulikan panggilan temannya yang memang sudah selesai bimbingan dengan dosennya. Langkah kakinya membawanya sampai di sebuah taman kecil yang ada di samping gedung jurusannya, dirinya pun duduk di salah satu bangku yang tersedia disana, tak memperhatikan kalau ada seseorang yang mendekatinya dari belakang.
"Joongie kau kenapa lagi?" Pertanyaan yang langsung membuat kaget Jaejoong begitu mendengarnya, di liatnya orang yang telah mengangetkan dirinya. Terlihatlah seorang namja tampan dengan rambut gondrong yang terurai berantakan duduk di sampingnya "Seukki.."
Tatapan lembut yang dikeluarkan oleh Geun Seuk mampu membuat Jaejoong yang sedang kesal tersebut menjadi sedikit terkendali emosinya dan mulai menceritakan apa yang terjadi padanya.
.
.
"Jadi orang yang melakukan pelecehan seksual padamu itu, dosen pembimbingmu sendiri?" Tanya Geun Seuk tidak percaya apa yang didengarnya barusan sedangkan objek yang ditanya pun hanya bisa mengangguk pasrah. "Ya ampun Joongie ini sangat gawat untukmu, Apa kau tau itu?" Jaejoong lagi-lagi hanya mengangguk pasrah. Geun Seuk yang melihat temannya seperti ini pun menjadi sedikit simpati atas apa yang tengah menimpa namja cantik tersebut.
"Hei Joongie daripada kau menyesali apa yang terjadi padamu lebih baik kita merilekskan diri di cafenya Lee U saja, Yuk. Bagaimana? Apa kau mau?"
Jaejoong yang mendengar ajakan Geun Seuk itu pun menatap wajah temannya yang kini tersungging sebuah senyuman manis. Melihat senyuman manis yang dipancarkan oleh Geun Seuk, mampu membuat Jaejoong menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia menyetujui ajakan temannya untuk pergi ke cafe Lee U, teman dekatnya yang lain. Geun Seuk yang mengetahui ajakannya telah diterima Jaejoong segera menarik tangan teman cantiknya itu ke cafe Lee U yang memang tidak berada jauh dari kampus mereka berdua.
.
.
.
"Selamat datang" begitulah sapaan yang akan kita terima dari salah satu pelayan yang ada di dekat pintu cafe jika berkunjung ke cafe seorang mahasiswa jurusan manajemen, Lee U. Jaejoong dan Geun Seuk membalas sapaan selamat datang itu hanya dengan sebuah senyuman manis lalu mereka memilih duduk di pojok cafe, tempat favorit mereka berempat dan mulai memesan apa yang mereka inginkan serta menyuruh pelayan yang melayani mereka tersebut untuk memanggil bos mereka yang tak lain adalah Lee U.
Cukup beberapa menit mereka menunggu sambil di sajikan oleh sebuah musik jazz yang memang akan terdengar begitu pengunjung memasuki cafe tersebut dan teman mereka pun menghampiri mereka.
"Bagaimana dengan skripsi kalian?" Tanya Lee U yang baru saja duduk di samping Jaejoong begitu pekerjaannya sebagai owner cafe diselesaikan.
"Aku sih lancar-lancar saja tapi untuk Joongie tidak, Lee" Lee U yang mendengar jawaban Geun Seuk mengalihkan pandangannya pada Jaejoong yang tengah menunduk lesu.
"Memangnya ada apa? Kenapa Seukki bilang skripsimu tidak lancar, Joongie?"
Jaejoong masih tetap terdiam sedangkan dua orang yang lainnya hanya bisa menunggu jawaban temannya itu tanpa berniat memaksanya. Jaejoong yang tengah meratapi nasibnya, mulai mengangkat kepalanya ke arah Lee U yang masih menunggu jawaban darinya "Haaahh.. Dospemku memintaku untuk mengganti judul skripsinya"
"APA? Benarkah? Kok bisa? Alasannya apa?"
"Alasannya sih karena judul Joongie katanya terlalu pasaran"
"Pasaran? Alasan yang sangat bodoh sekali sih kan judulmu itu kalau yang aku liat malah sangat jarang buat diteliti oleh mahasiswa seperti kita ini"
"Aku juga tidak tau kenapa Dosepemku itu menyuruhku ganti judul lagi, padahal aku sudah sangat menguasai materi skripsiku itu bahkan kajur saja juga sudah menyetujuinya, Huwaa.. Tolong aku teman-teman.." Teriak Jaejoong yang mulai menangis dihadapan kedua temannya tersebut.
"Sudahlah Joongie kau jangan menangis lagi, kita pasti akan membantumu kok, benarkan Lee?"
"He'eh"
"Ta-tapi aku sudah tidak tau lagi pakai judul apa buat skripsiku nanti.. Hikss.. Hikss.."
Kedua teman Jaejoong hanya bisa terdiam memikirkan apa yang bisa dilakukan mereka untuk temannya yang satu ini dan tiba-tiba saja Geun Seuk menjentikkan jarinya tanda kalau dia sudah mempunyai jalan keluar buat Jaejoong. Jaejoong dan Lee U pun memandang wajah berseri-serinya Geun Seuk yang akan terlihat apabila dia mempunyai ide brillian "Apa kau sudah tau judul buat Joongie nanti, Seukki?"
Geun Seuk mengangguk cepat lalu menggapai tangan Jaejoong "Kau tau judul skripsiku kan?" Jaejoong mengangguk "Dan kau juga memahami isi skripsiku kan?" Lagi hanya bisa Jaejoong mengangguk , Lee U yang melihat sikap aneh Geun Seuk jengah "Seukki ada apa? Jangan kau buat aku dan Joongie penasaran, Eoh" dan perkataan itu disetujui oleh Anggukan kepala Jaejoong.
"Hehehe.. Mian Lee bukannya aku bermaksud membuat kalian bingung hanya saja aku sudah mengetahui judul apa yang nanti akan dipakai oleh Joongie"
"Memangnya apa judulnya, Seukki?" Tanya Jaejoong yang saat ini penasaran sekali.
Senyum lebar Geun Seuk lagi-lagi terlihat sangat jelas, menunjukkan gigi putihnya "Judulnya adalah Analisis pengaruh biaya usaha dan perputaran piutang terhadap laba usaha pada industri otomotif, Eothokke?" Jaejoong yang mendengarnya tersenyum bahagia dan menganggukkan kepalanya sedangkan Lee U yang seorang mahasiswa dari manajemen hanya bisa menampakkan wajah bingungnya pada kedua temannya "Tunggu"
"Ada apa lagi, Lee?"
"Judul yang kau berikan itu memangnya Joongie bisa menguasainya?"
"Tenang saja Joongie pasti bisa menguasainya, Benarkan Joongie?" Jaejoong mengangguk antusias mendengar pertanyaan Geun Seuk.
"Benarkah kau bisa menguasainya, Joongie?" Tanya Lee U tidak percaya.
"Tentu saja aku pasti bisa menguasainya Lee bahkan aku bisa dikatakan menguasai judul tersebut"
"Kok bisa?"
"Tentu bisalah orang Joongie yang selalu membantuku untuk menyusun proposalku dulu"
"Hah? Maksudnya?"
"Gini lho Lee judul yang barusan diberikan Seukki itu sebenarnya bisa dibilang hampir sama dengan judul skripsinya Seukki, Nah judulnya Seukki itu 'Analisis perputaran piutang terhadap laba usaha pada perusahaan kosmetik go public' dan asal kau tau saja aku yang membantunya dalam pembuatan proposalnya, So.." Penjelasan Jaejoong langsung dipotong oleh Lee U.
"Jadi Joongie bisa menguasainya hanya tinggal menguasai biaya usahanya saja, bukan?" Jaejoong mengangguk.
"Aaarrgghh.. kau pintar sekali Seukki" Puji Lee U sambil mencubit pipi tembemnya Geun Seuk.
"Appo.." keluh Geun Seuk kesakitan. Mereka berdua pun tertawa mendengar keluhan dari Jang Geun Seuk hingga tidak menyadari seseorang tengah mendekati mereka.
GREP
Sebuah tangan mendarat tepat di mata doe eyes yang tengah terpancar sinar kebahagiaan "Myounggie.. Lepaskan aku" Seru Jaejoong yang sangat mengetahui siapa orang yang tengah menutupi matanya tersebut. mendengar jawaban namja cantik itu membuat si pelaku melepaskan tangannya dari mata Jaejoong dan terlihatlah seorang namja dengan kaos putihnya yang dilapisi kemeja kotak-kotak tak berkancing serta sebuah topi yang terpasang di kepalanya mungkin bermaksud menutupi rambut hitamnya.
"Myoungha kemarilah sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini" Seru Geun Seuk yang menepuk-nepuk kursi kosong di sebelahnya, Sang namja yang dipanggil Myoungha itu segera menduduki kursi kosong tersebut.
"Bagaimana keadaan kalian bertiga, Eoh?" Tanya Myoungha yang melihat wajah teman-teman lamanya tersebut.
An Myoungha atau biasa dipanggil Myoungha itu teman SMAnya Jaejoong, Geun Seuk dan Lee U. Dia tidak seperti ketiga temannya yang melanjutkan pendidikannya ke Universitas dan malah lebih memilih berkarir sebagai seorang model untuk sebuah majalah yang sampai saat ini tidak diketahui oleh mereka bertiga. Meskipun Myoungha ini tidak melanjutkan pendidikannya tapi mereka berempat masih sering berkumpul di cafenya Lee U ini, yah walaupun tidak sesering saat mereka dulu.
"Kami baik-baik saja kok, kau sendiri bagaimana? Apa masih bekerja sebagai model?"
"Aku baik-baik saja dan aku juga masih bekerja di bidang itu, Lee"
"Baguslah.. kalau begitu ada apa? Kenapa kau tiba-tiba datang kesini? Tumben sekali"
"Eeh kenapa kau berkata seperti itu Seukki" Ucapnya pura-pura tersakiti atas perkataan Geun Seuk padanya.
"Karena kalau kau kemari pasti ada apa-apanya, benarkan Joongie?"
"Iya, Lee"
Myoungha yang merasa sedikit terpojok itu pun menghembuskan nafasnya "Huufft.. baiklah aku akan bilang tujuanku sebenarnya datang menemui kalian"
"Memangnya ada apa?" Tanya mereka bertiga kepo.
"Begini temanku sedang mencari model untuk berperan di salah satu film yang tengah dibuatnya, aku sempat ditawari olehnya tapi aku menolaknya karena masalahnya aku sudah mempunyai jadwal dengan yang lainnya dan apakah salah satu dari kalian mau menerima tawarannya?"
Tanpa berpikir lagi Jaejoong menjawabnya yang memang saat ini sedang mencari pekerjaan "Aku mau tapi bayarannya besar tidak?"
"Tentu saja besar, Joongie"
"Kalau begitu aku mau, Myounggie"
"Oke nanti aku kasih alamat temanku itu ya, besok kau temui dia dan nanti pas sampai sana kau bilang saja kau itu tau lowongan ini dariku pasti nanti temanku menerimamu"
"Ne"
.
.
.
Keesokkan harinya
Seorang namja cantik tengah berlarian menembus lautan manusia, dirinya sesekali melihat ke jam tangannya yang saat ini menunjukkan waktu pukul 07.50 KST padahal namja tersebut sudah mempunyai janji jam 8 dengan seseorang. Dengan waktu yang begitu mepet tersebut, namja itu terus saja berlari hingga akhirnya dia tidak menyadari bahwa saat dirinya menyebrang jalan, lampu merah yang baru saja dilihatnya kini berubah menjadi lampu hijau.
Otomatis hal ini membuat tubuh mungil namja tersebut hampir saja tertabrak kalau saja sang supir yang mengendarai mobil mewah hitam itu segera menghentikan mobilnya tepat ketika beberapa centi lagi depan mobil tersebut menyentuh namja cantik itu. Sang namja cantik alias Jaejoong itu langsung jatuh terduduk karena kaget atas kejadian yang menimpanya ini.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya seorang namja yang berasal dari mobil mewah tersebut. Jaejoong yang masih kaget hanya bisa mengangguk saja dan melihat namja yang menanyainya itu berpenampilan rapi dengan jas hitam yang tersampir di badannya seperti seorang bos.
"Benarkah kau tidak apa-apa?" Tanya namja itu sekali lagi pada Jaejoong dan membantu namja cantik itu berdiri dari posisi duduknya.
"Aku tidak apa-apa" Jawab Jaejoong begitu dirinya dibantu oleh namja tersebut.
"Tapi aku takut kau kenapa-napa lebih baik kita ke rumah sakit saja" Tawar namja itu.
"Maaf tapi saya benar-benar tidak kenapa-napa lagipula saya saat ini sedang terburu-buru jadi tidak bisa menerima tawaran anda, permisi" Tolak Jaejoong yang langsung berlari kembali, meninggalkan sang namja dengan jidat lebarnya itu menatapnya khawatir.
.
.
.
"Jadi kau yang namanya Kim Jaejoong dan kau temannya An Myoungha, benarkah?" tanya seorang namja dengan kepala plontosnya sambil menatap intens Jaejoong dari atas ke bawah.
"I-iya, Pak" Jawab Jaejoong gugup diliat seperti itu oleh namja tua berkepala plontos tersebut. namja tua itu menjilat bibirnya begitu memperhatikan namja cantik dihadapannya ini.
"Baiklah kalau begitu, perkenalkan aku Lee Hyong Hwa dan.. Woi Hye Jin kemari kau" Panggilnya pada seorang yeoja yang tidak jauh darinya "Ini Lee Hye Jin yang akan menjelaskan padamu apa yang akan kau perankan nanti dan Hye Jin ini Kim Jaejoong lawan mainnya Han Young Joon nanti, kau arahkan dia karena dia masih NEWBIE di dunia ini kau mengerti" Lanjut namja berkepala plotos dengan penekanan di kata newbie dan di dunia ini.
"Baik Bos aku mengerti" Seru yeoja tersebut lalu menatap Jaejoong "Dan kau ikuti aku" Jaejoong pun mengikuti yeoja tersebut.
.
.
Jaejoong bingung atas perannya dalam film yang sedang dibuat oleh namja berkepala plontos tersebut. Pasalnya, dirinya kini tengah dalam posisi sedang tiduran di sebuah ranjang yang diapit oleh tubuh seorang namja yang ada diatasnya. Bukan hanya itu saja dirinya yang saat ini hanya memakai kemeja putih kebesaran sebatas lutut dan tidak memakai apapun lagi kecuali celana dalamnya. Sungguh aneh bukan? Apalagi dirinya tidak diberikan scrip apapun dan hanya disuruh tiduran di kasur yang tersedia lalu menerima perlakuan apapun yang diterima olehnya dari namja di atasnya saat ini.
Awalnya sih Jaejoong menerima saja apa yang disuruh oleh namja berkepala plontos itu tapi kenapa kesiniannya dirinya malah digrepe-grepe tak jelas oleh namja yang tengah ada diatas tersebut dan kini tangan sang namja itu telah berani menyusup ke dalam celana dalam yang dipakainya, memegang juniornya erat, menimbulkan suara desahan yang tak tertahan dari namja cantik tersebut "Euuggh.."
Pergerakan tangan namja itu naik turun dan terus saja dilakukannya bermaksud memanjakan Jaejoong, Jaejoong yang menerima perlakuan aneh yang pertama kali ini pun hanya bisa mendesah terus-menerus dengan matanya terpejam setengah serta kepalanya dilongokkan ke atas menikmati segala perlakuan yang diberikan lawan mainnya itu.
Perlakuan itu terus diterima oleh Jaejoong hingga akhirnya tanpa pernah disadari oleh Jaejoong tangan namja yang memanjakannya itu kini telah bersiap berada di depan holenya. Tanpa persetujuan sang pemilik hole jari tengah sang namja itu langsung menerobos masuk menyebabkan rintihan kesakitan sang namja cantik serta setetes air mata yang meluncur dari matanya "Appo.. Hikss.. Hikss.. Joongie.. Hikss.. Gak mau..Hikss.. Lepaskan... Joongie..Mohon..Hikss"
Seluruh staff yang tengah menonton pertunjukan yang disajikan hanya bisa menatap kasihan pada namja cantik yang keliatannya tidak tau apa-apa tentang pekerjaan dunia ini. Pekerjaan sebagai model Blue Film sepertinya tidak diketahui oleh Jaejoong. hanya di dalam hati saja para staff itu berteriak kasihan dan bersalah.
Jari-jari namja yang menjadi lawan Jaejoong semakin bersemangat keluar masuk begitu mendengar rintihan kesakitan Jaejoong. Satu-persatu jarinya telah memasuki hole hangat Jaejoong begitu yakin hole Jaejoong cukup muat untuk dimasuki oleh juniornya, Namja tersebut langsung mengeluarkan jari-jarinya dan melepas celana panjangnya lalu memperlihatkan juniornya dari celana dalamnya. Jaejoong menelan ludahnya takut apa yang akan terjadi nanti padanya. Begitu melihat semua persiapan selesai namja tersebut bersiap untuk memasuki hole hangat Jaejoong.
BRUK
Tiba-tiba saja sebuah suara pintu yang tengah dibuka kencang mampu membuat semua yang ada di dalam ruangan itu berpaling ke arah sang objek. Seorang namja terlihat di pinggir pintu dengan tampang menakutkan.
.
.
.
TBC
Ayoo... siapa namja tersebut? ada yang bisa nebak? Hohohoho.. Oiya maafkan aku yang baru bisa update fic ini serta genrenya yang aku ubah dan terima kasih buat yang sudah review, Fav dan Follow Fic dariku ini.
Galang weshard leeray, cloudyeye, yoon Hyunwoon, jihee46, jae sekundes, Yunholic, Aje willow kim, missjelek, Vic48, Hana-Kara, ifa. , Nony, My beauty Jeje, riska0122, FujoTergaje, , kyunnie24, paradesiasea rubra, Minnie95, js-ie, ninanutter116116.
.
.
.
REVIEW
