A new fanfic from 'Aka' no 'Shika'

Yuujou S

~x~

Naruto © Masashi Kishimoto

Yuujou S © 'Aka' no 'Shika'

Genre(s) : Friendship/Angst

Rated : T

Main characters : ShikaSasuNaruNejiSaiGaa/TemaSakuHinaTenInoMatsu

Warning : OOC'ness, GAJE'ness, ABAL'ness, ALAY'ness, DLL'ness

Words (Story Only) : 2065 words

~x~

Persahabatan yang diuji oleh kejadian-kejadian yang tak terduga. ShikaSasuNaruNejiSaiGaa/TemaSakuHinaTenInoMatsu.

~x~

Summary : Persahabatan antara 12 bintang di KoSu Koukou Gakuen. Aral rintangan yang tak pernah menghinggapi persahabatan mereka, kini mulai bermunculan. Don't like, don't read.

~x~

Chapter 1 : The Twelve Stars

~x~

Senin pagi yang cerah, memanglah suasana yang tepat sekali bagi semua orang untuk memulai rutinitasnya. Terkecuali bagi lelaki ini. Sudah jam 06.35 begini, ia masih tertidur di ranjang empuknya.

"Hei! Cepat bangun, Shikamaru! Sudah jam setengah tujuh lewat! Nanti kau terlambat!" suruh Yoshino, ibu dari Shikamaru –lelaki itu- dari luar kamarnya.

"Hoooaaahm... Hai hai... Haah... Tidurku nyenyak seka..."

"SHIKAMAROO!!! Cepat, WOY!!!" teriak seseorang bersuara cempreng dari luar gerbang rumah mewah tersebut.

"Jeez, merepotkan." Lelaki bernama Shikamaru itu pun segera melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Sepertinya, ia sudah terbiasa begitu. Baginya, suara teriakan barusan merupakan alarm pagi kedua setelah teriakan ibunya.

~x~

Sementara itu, di luar gerbang...

"Naruto! Kau kan sudah tahu, sifat Shikamaru itu bagaimana? Untuk apa, sih kau berteriak begitu untuk menyuruhnya cepat? Kalo dia lama-lama kan, bisa kita suruh di menyusul." Ceramah seorang perempuan bercepol dua kepada sahabatnya yang tadi berteriak itu.

"Hai. Wakatta, dattebayo!" ucap lelaki bernama Naruto itu sambil menganggukkan kepala.

BEEP BEEP!!!

Terdengar bunyi klakson dari sebuah mobil jaguar. Tak lama kemudian, keluarlah seorang lelaki mengenakan seragam KoSu Koukou lengkap dengan jas biru tuanya. Serta memakai sepasang kacamata hitam. Dengan gaya yang arogan dan rambut ayamnya yang berhempasan, mungkin bisa membuat para wanita jatuh pingsan ketika menatapnya. Lelaki itu bernama Uchiha Sasuke. Terlihat dari nama yang tertulis di seragamnya.

"Ohayou, Dobe, Tenten." Sapa Sasuke sambil melirik kedua manusia yang sekarang sedang terbengong-bengong ketika melihatnya.

"Ohayou, Sasuke-kun." Jawab Tenten sambil tersenyum.

"Huh! Sok keren!" tanggap Naruto sambil memalingkan wajahnya.

"Apa kau bilang?" tanya Sasuke seraya memberi Naruto tatapan mautnya. Sedangkan Naruto langsung mencibir. Tak ada tanggapan lagi.

"Hai, minna!" seru seseorang yang baru saja keluar dari mobil jaguar tersebut. Bercirikan berambut pink yang menggunakan bando merah, bermata hijau emerald, dan di tangan kanannya tertenteng tas berwarna pink.

"Hai juga, Sakura-chan." Balas Naruto sambil nyengir.

"Wah. Hari ini kalian berangkat bareng, ya?" tanya Tenten.

"Ya. Kebetulan Sasuke menjeputku. Jadi, mau gimana lagi?" jawab Sakura sambil merapikan rambutnya yang tertiup angin.

"Huh. Coba aku yang jemput Sakura-chan." Keluh Naruto sambil mencibir.

"Kalian menunggu bocah rusa itu, ya?" tanya Sasuke mengalihkan perhatian Tenten dan Sakura yang sedang asyik mendengar keluh kesah Naruto.

"Siapa lagi kalau bukan dia?" tanya Tenten balik.

"Siapa yang kalian bilang 'bocah rusa', hah?" tanya seseorang. Sontak mengagetkan Sasuke dan lainnya. Rupanya si Shikamaru.

"Siapa lagi kalau bukan kau?" tanya Sasuke balik. Kemudian melirik jam tangannya. "Gawat! 10 menit lagi!" teriak Sasuke kaget (OOC'ness mode on!).

"What!? Hayaku, Sasuke!" teriak Sakura kaget. Kemudian meneriaki Sasuke agar cepat-cepat untuk memasuki mobil dan segera pergi ke sekolah mereka. "Kami duluan, ya!" pamit Sakura pada tiga temannya. Kemudian meluncurlah jaguar tersebut bersamaan dengan ditutupnya kaca mobil itu.

"Yuk, Ten!" ajak Naruto yang sudah memasuki mobilnya. Tenten pun menyusul.

"Woy, Shik! Bukannya hari ini kamu dapat giliran menjemput Ino?" tanya Naruto dari balik kaca BMWnya. Guna mengingatkan Shikamaru akan tugasnya.

"Hah!? Jemput Ino? Eh, mobilku! Belum kukeluarin!" pekik Shikamaru panik (OOC'ness lagi!). Cepat-cepat ia kembali ke garasi untuk mengambil limounya.

"Kami duluan!" teriak Tenten dan dadahan dari balik jendela mobil. Kemudian, melajulah kendaraan tersebut meninggalkan rumah kediaman Nara.

~x~

Sementara itu, di Yamanaka's Villa...

"Mana sih, tuh nanas? Kok, gak dateng-dateng juga? Udah jam segini, nih! Pasti telat! Duuh..." keluh seorang wanita di teras rumahnya sambil mondar-mandir dan sesekali melirik jam tangan ungunya. Wanita inilah yang bernama Ino.

PIP... PIP...

"Pasti itu dia!" tebak Ino ketika mendengar suara klakson mobil dari luar pagar rumahnya. Cepat-cepat ia keluar menuju asal suara. "Kaa-san, tou-san! Itteshimasu!" pamit Ino sambil berteriak.

Sesampainya di depan pagar, Ino langsung kaget bukan kepalang. Ternyata yang menjemputnya bukanlah Shikamaru. Namun seorang lelaki berkulit pucat bak mayat hidup *author dikubur hidup-hidup* dan berparas bak Uchiha Sasuke. Ia mengendarai jazz berwarna silver.

"Hai, Ino." Sapa lelaki itu. Sambil memberikan seulas senyum tak berekspresi.

"Lho, Sai? Kok, hari ini kamu jemput aku? Bukannya hari ini kamu jemput Matsuri?" tanya Ino yang kaget plus bingung.

"Oh. Begini, tadi Shikamaru nelpon aku. Di nanya aku udah pergi ke sekolah ato belum. Ya, aku jawab belum. Lalu dia minta ke aku untuk jemput kamu. Karena di kelasnya jam pertama ini ada ulangan dari Anko-sensei. Aku setuju-setuju aja, deh." jawab Sai panjang lebar.

"Huh! Anak itu!" gerutu Ino cemberut. "Udah yuk, Sai! Kita berangkat aja. Tinggal lima menit lagi, nih!" ajak Ino sambil masuk ke dalam mobil itu dan duduk di sebelah Sai.

~x~

Gerbang KoSu Koukou Gakuen...

"Pak. Tolonglah."

"Sudah lewat 3 menit. Jadi, gak ada toleransi."

"Bapak..."

"Apa? Kamu mau memberi senyuman maut kamu agar bisa menggoda bapak, ya?"

"Pak, kami mau masuk." Ucap Sasuke tiba-tiba sambil keluar dari jaguarnya. Karena Sakura dan Matsuri –yang sebenarnya dijemput oleh Sai, jadi minta dijemput ama Sasuke- tidak berhasil menggoda Izumo-sensei agar bisa masuk ke sekolah tercinta mereka.

"Tapi kalian harus minta izin dulu sama guru yang mengajar di kelas kalian sekarang. Siapa gurunya?" tanya Izumo-sensei kepada ketiga bocah malang tersebut.

"Kakashi-sensei." Jawab Sakura dan Matsuri serempak. Sedangkan Sasuke hanya menganggukkan kepalanya. Mereka bertiga sekelas.

"Kakashi-sensei, ya? Sepertinya ia belum datang. Ah, ya sudahlah. Kalian masuk saja! Bersyukurlah kalian karena sekarang jamnya Kakashi-sensei yang suka datang telat." Ujar Izumo-sensei dan membukakan pintu gerbang untuk ketiga remaja itu.

"Tengkyu, sensei. Muach..." ucap Matsuri sambil memberikan ciuman jarak jauh ke Izumo-sensei. Izumo-sensei langsung menggelengkan kepala dan bergumam, "Anak-anak jaman sekarang memang begitu." Namun sepertinya tak terdengarkan oleh ketiga muda-mudi itu.

Kemudian melangkahlah Sakura dan Matsuri menuju kelasnya. Sedang Sasuke memarkirkan mobilnya terdahulu di parkiran.

~x~

Kita ke kelas Shikamaru, kelas 2-B...

"Kamu tahu!? Kamu sudah telat 3,19 detik! Dan sekarang kamu tidak membawa alat tulis satupun? Jadi kamu ke sekolah ini mau ngapain, hah!?" sembur Anko-sensei begitu sang Nara baru saja datang dan berseru, "Gue lupa bawa alat tulis! Mampos!"

"Ya... Mau belajarlah, sensei! Emang mau mancing?" tanya Shikamaru asal ceplos.

"Kamu ini! Pintar-pintar tapi pemalas. Udah itu suka datang telat lagi! Sudah berapa kali kamu telat di bulan ini?" tanya Anko sambil menjewer telinga Shikamaru. Langsung saja seisi kelas menertawakannya.

"HAHAHA!!!"

"Diam!" teriak Anko-sensei demi meredam suara siswa/i di kelas itu. Namun tangannya masih menempel di telinga Shikamaru.

"Ow! Itte! Sensei..." pekik Shikamaru penuh keluh kesah.

"Makanya, kamu yang sopan sedikit sama guru!" bentak Anko seraya melepaskan jewerannya. Namun liurnya malah muncrat kena wajah bersih Shikamaru.

"Sensei! Banjir lokal, nih!" celetuk Shikamaru sambil membersihkan wajahnya dari liur sang sensei.

"HAHAHA!!!" lagi-lagi seisi kelas tertawa terbahak.

"Baka na." Gumam seseorang dari tempat duduknya. Namun tak terdengar oleh lainnya.

"Heh! Sudahlah! Sekarang kamu duduk! Sudah 3 menit 58 detik saya membuang-buang waktu untuk mengomeli kamu! Alat tulisnya kamu pinjam saja sama Neji!" suruh Anko sambil menunjuk arah tempat duduk kosong yang pastinya itu adalah tempat Shikamaru. Shikamaru pun menuruti permintaan (Meskipun sepertinya memaksa) sang guru. Takut terkena banjir lokal dari sang guru lagi.

"Kamu ini. Makanya gak usah telat. Sensei jadi ngamuk lagi tuh." Kata seorang lelaki bermata lavender yang duduk di depan Shikamaru.

"Iya, Neji-jii." Jawab Shikamaru sambil mendudukkan dirinya.

"Siapa yang kamu bilang 'Neji-jii'?" tanya lelaki itu sambil memberikan Shikamaru evil-glarenya. Shikamaru tak mengacuhkan pertanyaan orang bernama Neji itu. Langsung saja ia meminjam pen dari Neji. Neji pun meminjamkannya.

Ulangan pun berlangsung dengan amat sangat tenang. Tak ada yang berani untuk berbicara apalagi menyontek. Secara, ini adalah pelajaran Anko-sensei. Guru yang terkenal galaknya kedua setelah Tsunade-sama, kepala sekolah KoSu Koukou.

~x~

Kita skip ke jam istirahat. Di kantin KoSu Koukou...

"Jadi telat, nih. Untung tadi Kakashi-sensei belum dateng. Jadi dibolehin masuk deh, ama Izumo-sensei." Ujar Sakura membuka pembicaraan sambil menyedot cola strawberrynya.

"Kalian mah, enak. Coba gue!?" gerutu Shikamaru dengan tampang malasnya. Namun kali ini sambil sedikit menggerutu.

"Lu kan cuma telat 3,19 detik! Untuk apa lo sebel gitu?" tanya Naruto yang tiba-tiba langsung menyambung pembicaraan mereka.

"Tapi gue disembur ama Anko-sensei, goblok!" ucap Shikamaru sambil menempeleng kepala bocah Uzumaki itu.

"Shi-ka-ma-RUUUU!!!" pekik seorang gadis dengan sangat marah. Membuat seisi kantin melihat kedatangan gadis itu. Karena gadis itu memanglah sudah cukup dikenal di seantero KoSu Koukou, maka tak asing lagi bagi mereka untuk mengetahui siapa gadis itu. Inolah yang berteriak.

"I... Ino?" tanya Shikamaru bingung. Dalam hati ia sudah merasakan suatu firasat buruk.

"Kenapa tadi kau tidak menjemputku??? Aku sudah hampir telat tauk! Untung ada Sai! Kalo nggak bisa-bisa aku kena strap ama Asuma-sensei!!!" sembur Ino ke arah lelaki berambut nanas yang sekarang sedang termenung menikmati marahnya sang Yamanaka. Dengan sedikit anggukan kecil ia pun bergumam, "Merepotkan."

"Lagi-lagi kedua orang itu bertengkar lagi. Mereka memang gak cocok ya?" bisik beberapa gadis ketika melihat adegan Shikamaru dibejeg-bejeg oleh Ino (Sadisnya kau, Ino!).

"Iya, iya!" bisik gadis lainnya lagi. Mereka rupanya adalah fans-fans dari para lelaki di Yuujou S. Yaitu sebuah kelompok yang beranggotakan 12 orang tertenar di KoSu Koukou. 6 lelaki menamakan dirinya Shounen S, sedang 6 wanita menamakan dirinya Shoujo S. Mereka sudah bersahabat dari kecil. Namun, baru sejak SMP mereka membentuk Yuujou S.

"Ino! Kau sudah buat keributan!" bentak Sakura sambil menghentikan aksi bejeg-membejeg Shikamaru oleh Ino. Spontan Ino langsung menghentikan aksinya itu.

"Kasian kau, nak." Ujar Tenten sambil mengelus-elus bahu Shikamaru.

"..." tak ada respon dari Shikamaru.

"KYAAA!!! GAARA-SAMAAA!!!" pekik segerombolan gadis ketika melihat sesosok lelaki berambut merah melewati kantin dan berhenti tepat di depan meja khusus Yuujou S.

"Hei. Kalian sudah lama?" tanya lelaki yang muncul itu. Lelaki yang dipanggil Gaara.

"Tidak juga, kok." Jawab Sakura sambil tersenyum.

Muncul semburat merah di kedua pipi Gaara. Namun dengan secepat kilat bisa dihilangkannya kembali.

"Waahhh... Gaara is blizing (?)!" teriak Naruto ketika melihat perubahan raut muka Gaara.

"Apaan tuh?" tanya Sasuke sambil mengernyitkan dahi.

"Tersipu-sipu, Teme!" jawab Naruto sambil setengah berteriak.

"Yang bener tuh, Gaara is blushing, Naruto." Komen Sai sembari tersenyum ke arah Gaara. Lagi-lagi Gaara blushing.

"Hou? Tumben?" tanya Tenten dengan raut wajah menggoda.

"Blushing karena apa?" tanya Neji dengan agak cuek.

"Ah. Enggak kok." Jawab Gaara sambil menggeleng. Kemudian duduk di samping bangku Sakura yang kebetulan kosong.

"Hai, ALL!!!" teriak seorang wanita dengan sangat hebohnya. Kemudian menghampiri meja Naruto dkk sambil membawa segelas freshtea dan mendudukkan dirinya di samping Shikamaru yang juga sedang libur (?).

NGIIIING...

"Em... Tem... Suara lo kuenceng banget hari ini?" tanya Sakura sambil menutup kupingnya karena sakit mendengar teriakan tadi. Yang ditanya langsung memberikan sebuah senyuman.

"Yay! Karna hari ini aku lagi seneng!" jawab wanita itu. Dengan rambutnya yang berkuncir 4, kini semua orang menatapnya dengan tatapan tak percaya. Baru kali ini wanita itu berteriak seheboh tadi.

"Karna apa, Temari?" tanya Matsuri yang sedari tadi diam saja.

"Ada, deh. Ini rahasia antara aku ama Hinata!" seru wanita yang dipanggil Temari itu.

"Secret?" tanya Sasuke merasa aneh.

"Tumben?" tanya Ino.

"Kalo mau tau, tanya aja ama Hinata!" suruh Temari sambil meneguk freshteanya.

"Huh! Temari-chan pelit!" gerutu Naruto sambil memonyongkan mulutnya ke arah Temari.

"Eh? A... Apanya yang aku?" tanya seorang wanita yang berbicara dengan agak gagap dan pelan. Serempak kesebelas orang itu menoleh ke arah sumber suara.

"Eh? Hinata? Ayo, duduk!" perintah Neji ketika melihat Hinata –wanita yang tiba-tiba datang itu- lalu menyuruhnya duduk.

"Wah! Kebetulan tuh! Hinata sekarang lagi ada di sini! Kamu dari mana aja sih? Kok baru dateng?" tanya Ino sambil melirik sang Hinata.

"Hehe... Tadi, aku sama Tema-chan habis dari perpus. Nyari-nyari buku." Jawab Hinata sambil tersenyum.

"Buku apaan?" tanya Sasuke. Sasuke memanglah maniak buku. Buku apapun pasti mau ia baca. Mau kamus kek, komik kek, majalah kek, ensiklopedi kek, humor SMS kek, ampe novel shoujo dia juga mau baca.

"Ah. Ini... Buku tentang mempererat persahabatan." Jawab Hinata sambil menunjukkan buku yang dimaksud.

"He? Aku kira novel percintaan. Ternyata bukan, toh?" kira Sakura. Sakura memang menyukai membaca novel cinta.

"Oh, ya! Ngomong-ngomong tadi kamu ama Temari ngomongin apaan, sih? Aku jadi penasaran?" tanya sepupu dari Hinata, Neji.

"I... Itu..." tiba-tiba saja muncul coretan merah di pipi sang gadis Hyuuga.

KRIING... KRIING...

"Hah! Bel lagi! Padahal kan kita baru ngumpul!" omel Naruto sambil mendecak.

"Sudahlah. Ayo masuk!" ajak Sakura dan menggandeng tangan Matsuri. Sedangkan Gaara dan Sasuke mengikuti dari belakang. Gaara juga sekelas dengan Sasuke, Matsuri, dan Sakura.

"Ayo!" ajak Sai sambil tersenyum ke arah Tenten. Mereka sekelas rupanya.

"Kita juga ke kelas, deh." ajak Neji dan langsung saja Shikamaru berdiri mengikuti Neji.

Tinggallah Naruto, Hinata, Ino, dan Temari. Mereka sekelas dan sangat suka datang paling akhir ke kelas mereka.

"Tadi kalian ngomongin apa, sih?" bisik Ino di telinga Hinata. Sedangkan Temari sudah memimpin jalan dengan girangnya. Dan Naruto mengikuti dari belakang Temari.

"Ah..." hanya itu respon Hinata.

"Huh! Ya sudahlah. Nanti saja." Ujar Ino ketika mereka berempat sudah memasuki kelas mereka. Kelas 2-D.

~x~

TBC

~x~ ~x~ ~x~

Selamat datang di duniaku lagi (Dunia?)!!! Kali ini aku datang dengan fanfic yang aneh dan alay lagi! Kebetulan ada waktu luang, jadi aku bisa nulis lagi sedikit-sedikit. Namun, harap bersabar karena chapter 2 mungkin akan lama banget apdetnya. Secara bentar lagi aku mau ujian nasional. Sudahlah kalo begitu. Langsung saja bagi para pembaca untuk

R

E

V

I

E

W

Akhir kata kuucapkan doumo arigatou! Sampai jumpa di chapter 2!

~x~