Sasuke berdiri di depan kelas 2A, kelas Sakura. Sejak seminggu yang lalu, Sasuke dan Sakura mulai tinggal bersama. Otomatis mereka juga harus pulang-pergi ke sekolah bersama, walaupun selama itu juga ia selalu ditinggal Sakura duluan.
"Umm...Uchiha-san?"
Sasuke menoleh kearah gadis bercepol 2 di dalam kelas. Kalau tidak salah namanya adalah Tenten, sahabat Sakura.
"Sakura sudah pulang setengah jam yang lalu..."
'Bagus. Sia-sia aku menunggu disini!'
"Terima kasih." setelah itu Sasuke langsung melesat keluar sekolah. Sepanjang perjalanan Sasuke hanya mengumpat, mengumpat daaan megumpat. Isteri barunya itu memang hobi membuatnya naik darah. Dalam sehari, ada saja yang dilakukan Sakura terhadapnya. Ia sebenarnya bisa saja pulang duluan tanpa menunggu Sakura, TAPI kalau itu sampai terjadi,
'Sasu-chan, Ibu minta kamu jaga Sakura-chan, atau namamu akan Ibu coret dari daftar hak warisan!'
Yang benar saja, warisan keluarganya itu sudah pasti milyaran, Ayahnya adalah pemilik perusahaan besar dan Sasuke tidak mau ambil resiko. Ah, benar juga. Ia tidak berniat untuk langsung pulang ke rumah barunya, ia ingin mampir kerumah Ibunya dulu. Dengan segudang pertanyaan.
Tanpa salam dan mengetok pintu, Sasuke langsung masuk ke dalam 'mantan' rumahnya. Mikoto yang sedang menonton TV kaget karena anak bungsunya tiba-tiba nongol di sampingnya.
"Loh? kamu kok, kesini?" tanya Mikoto heran.
"Ibu, aku mau bicara sesuatu." Sasuke duduk di samping Ibunya dengan wajah berasap-asap. Mikoto mematikan TV dan membuka sebungkus potato chips.
"Ada apa? Isterimu hamil? "
"BELOOOMM!"
"Trus?"
Sasuke mendengus, mau hamil bagaimana, bertatap muka saja sudah dilempar panci."Ibu tahu, Sakura itu aneh, gak normal."
"Aneh kenapa pula?" tanya Mikoto sambil mengunyah potato chips. Sasuke menarik napas dalam-dalam,
"Dia itu kelainan, dia itu yuri!" jawab Sasuke dengan hidung kembang-kempis.
"Lah, emang kan?"
DOR
Jantung Sasuke meletus. Bagaikan diterpa angin badai topan khatulistiwa, hati Sasuke hancur berkeping-keping. Jadi...selama ini orang tuanya... sudah tau..? WAT DE—
"Jadi ibu sudah tau?! lalu kenapa—kenapa, KENAPAAA?" Sasuke berlutut di sofa, kedua tangannya mengadah-ngadah dramatis, seakan-akan tidak terima bahwa ia dinikahkan dengan gadis gila secara sengaja.
"Hehe maap ya Sasu-chan.."
Tuh kan benar, Sasuke masih tetap diposisinya. Matanya membelalak tak percaya.
"Sebenarnya kami sengaja menikahkan kalian, tapi—! semua ada alasannya!" ujar Mikoto. Sasuke masih diam menunggu lanjutan,
"Tante Mebuki itu bingung, Sakura sudah diterapi bolak-balik, tapi tetap saja dia tak sembuh-sembuh. Sakura-chan juga kasian, dia sebenarnya anak baik, tapi...karena penyakitnya itu, makannya gak ada cowok yang mau sama dia..." Mikoto bersandar di sofa, masih mengunyah potato chipsnya.
"Ibu ingin sekali membantu tante Mebuki, beliau adalah teman baik Ibu. Ibu juga sudah lama suka dengan Sakura-chan. Makannya, kami berniat untuk...ehem...yah, denganmu hehe"
Sasuke ambruk ditempat. Ternyata pernikahan mereka sudah direncanakan jauh-jauh hari. Dan parahnya lagi, Isterinya sudah lama tidak waras.
"Lalu kenapa denganku?! kenapa gak Itachi saja! dan lagi, dia itu sakit jiwa Ibuu!" protes Sasuke, tangannya dilipat di depan dada, pertanda dia ngambek.
"Habisnya kalian sama-sama keras kepala sih! kamu juga, lebih ganteng, lebih manjur."
"Hah?"
"Iya, Ibu pikir pasti Sakura-chan akan tertarik dengan cowok ganteng, apalagi kalian seumuran kan? Satu sekolah lagi! Perfecto! Eh, tapi jangan hamil dulu ya, tunggu lulus saja!" setelah itu Mikoto ngeloyor pergi, meninggalkan putra bungsunya yang sudah memutih dilantai.
"Ya tuhan...dosa apa aku..?"
.
.
.
WAIFI WAIFU
Desclaimer :
Character, Masashi Kishimoto
Story, Sukijan ajinomoto umami royco sajiku
Based from : anime 'Chuunibyou', manga 'Otome road' dan manga 'Sailor moon'.
Warning : bahasa tidak tertata, antara baku dan tidak, OOC, dan persetan dengan EYD.
'Cerita ini tidak untuk menyinggung pihak manapun. Ide cerita murni dari otak saya, percayalah. Cerita ini berdasarkan KISAH NYATA'
.
.
Enjoy
.
.
Dan disitulah dia. Dia dengan rambut pink nya yang menyebalkan itu, didepan komputer, selalu begitu sepanjang malam. Aku heran, apa sih yang menarik dengan anime dan manganya itu? setiap hari, sepulang sekolah, dia selalu duduk disana. Entah membaca manga yaoinya yang menjijikkan itu, atau kadang bermain game-game aneh yang penuh dengan cewek-cewek berpakaian tidak senonoh. Kadang dia juga menonton anime sambil guling-guling dikasur. Dasar gila.
Dan aku? aku selalu dicuekinya setiap hari. Dia tidak pernah menjawab omonganku. Dia selalu marah ketika aku menyentuhnya (baca : menyeret) sekedar untuk menyuruhnya tidur, karena dia selalu begadang dimalam hari. Dia juga pernah hampir mencekikku ketika aku mematikan komputernya. Dia selalu marah ketika aku menyentuh, apa pun miliknya. Akhirnya kamar kami malah dibagi dua. Tembok polos berwarna putih sebelah kiri, itu bagianku. Dan tembok penuh poster anime, juga merchandise, serta rak besar khusus komik sebelah kanan, itu bagiannya.
Untuk kasur, tentu saja dikuasainya. Dia mengancamku, jika aku berani tidur seranjang dengannya maka,
"Aku akan mengutukmu dengan mantra sihir bulan yang mematikan!"
Awalnya aku tak percaya dan meremehkan ancamannya. Tapi setelah bangun tidur, sekujur tubuhku penuh dengan bercak ungu dan perutku mules seharian, entah apa mantra yang diarapalkannya, sepertinya dia memang menghafal beberapa mantra asli dukun santet. Semenjak saat itu, aku selalu tidur di kasur lipat yang kurampas dari Itachi. Hitung-hitung balas dendam karena dia selalu mentertawakan hidupku yang centang-prenang karena Sakura. Itachi bahkan mengirimi Sakura beberapa buku tentang sihir. Sialan! sepertinya mereka bersekongkol!
Hazzz aku lelah. Ingin segera mandi dan tidur. Dikasurku tentunya, aku takkan berani menyentuh kasurnya. Kukira dia takkan sadar karena matanya selalu menatap layar komputer, tapi ternyata ketika aku berbaring disana, kasurnya berbunyi—Ya amplop! dia memasang sensor alarm! Kurang gila apa coba! Dan dia mengatakan kalau itu adalah sensor sihir pertanda ada roh jahat. Hiiih sabar Sasuke, sabar...
"Sakura, kamu bisa ambeyan kalau duduk berjam-jam disitu."
Dan tidak ada respon. Dia hanya diam bermain game yuri berjudul Sailor Selene, game aneh tentang penyihir bulan. Karakter kesukaannya adalah Sailor Ino. Karakter dengan rambut pirang panjang dikuncir satu dan mata biru aquamarine. Hampir seluruh barang Sakura bergambar Sailor Ino. Mulai dari kaos, kaos kaki, gelas, mouse pad, sticker, poster, sprei dan masih banyak lagi! Bahkan dia membeli dakimura bergambar Sailor Ino. Astaga...
Belum lagi penampilan Sakura yang membuat mataku sakit. Dirumah, dia selalu bercosplay seperti Sailor Selene, atau kadang-kadang memakai baju ala Lolita yang berenda-renda. Aku pernah sekali mengintip lemari bajunya dan benar saja, seragam Sailor serta gaun-gaun Lolita berjejer di dalam sana. Sementara baju-baju 'normal'nya di simpan di laci bawah.
Ya Tuhan...kenapa jodohku dia? kenapa aku harus dipersatukan dengan gadis yang luar biasa unik dan tidak normal ini? Huhuhu ingin menangis rasanya. Kalau saja Ibu dan Tante Mebuki tidak membujukku dengan foto-foto manis Sakura, pasti sudah kukunyah habis isteriku yang gak waras ini. Dia selalu melemparku dengan tongkat sihirnya atau mencakarku dengan ganas, ketika aku menggandeng tangannya atau merangkulnya atau apalah! Padahal kami ini manusia muda yang sudah resmi suami isteri, dan seharusnya sedang mekar-mekarnya dengan cinta, tapi rasanya seperti menikahi makhluk hutan!
"Ibuuu aku ingin pulaaang!"
Bersambung
Dakimura : bantal besar bergambar karakter anime, biasanya di beli oleh para nijikon.
Cepet? em saya sedang semangat menulis fic ini. Makannya baru sehari langsung update chap 2 lagi.
*** Balasan Review ***
matarinegan : ini dia nasib Sasuke, dia ngenes di siksa mental sama Sakura wkwkwk
ErlevSS : Siap.
agus : terima kasih *pukpuk* sudah menyempatkan baca fic ini
Asiyahfirdausi : terserah mbak asiyah mau nganggep saya apa :D saya fine-fine saja #yeha terima kasih sudah disemangatin *cubitcubit* #terbang
guest : wahai guest, aku tatau nama engkau~ awkwakwakwak ini sudah saya lanjutkan
Lin Xiao Li : aw, sayangnya Sakura gitu beneran #hiya Btw, saya sering sekali melihat anda nongol di review :D terima kasih sudah sering berkunjung
dewisetyawati411 : iya beneran mbak dewi :v sakuranya plus-plus. Dia emang crazy tulen, tidak dibuat-buat :D
Rina227 : Oke, i'll try
Oh ya, tolong ya, EYD saya dibenarkan :D ini demi kepentingan negara #yeha
Review?
