THE DESTROYER

Amandaerate

This Is Chanbaek Story

Main cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Support Cast: Oh Sehun, Xi Luhan, Kim Jongdae, Kim Jongin, and others

Genre: Romance, Drama, Humor

Rated: M

Disclaimer: Para tokoh hanya aku pinjam nama saja, keseluruhan karya ini milik aku. Dan juga Chanyeol sama Baekhyun juga punya aku. Lah?

Summary: Chanyeol, Sehun, duo Kim―Jongdae dan Jongin, serta Luhan adalah grup acapella yang menamai grup mereka dengan The Destroyer. Sang Penghancur. Baekhyun , tanpa ia sadari adalah salah satu sosok jalang yang berhasil masuk dari sekumpulan The Destoyer. "Maaf, aku tidak ingin masuk pada grup acapellamu, Sunbae." –Baekhyun. "Masih syukur aku memintamu masuk kegrupku. Daripada lubangmu yang kumasuki?" -Chanyeol

Warning: YAOI! Dirty talk, typos dan Kekerasan!

Enjoy and Review Juseyooooo

.

.

.

.

.

THE DESTROYER

Bab 1

The Reason

.

.

.

.

.

.

(Chanyeol)

Seperti tidak terjadi apa-apa pada diriku sebelumnya, dengan gerakan slow motion aku melangkah masuk ke ruangan. Sebut saja ini adalah Camp Destroyer, markas The Destroyer. Jangan salah, ini adalah rumah Luhan namun kami menggunakan satu ruangan yang tidak terpakai. Didalamnya termasuk mewah. Luhan bilang ini demi kenyamanan grup. Ruangan tersebut layaknya kamar, diujung ruangan terdapat dua kasur berukuran sedang yang berdampingan. Di tengah ruangan, terdapat sofa serbaguna berwarna merah lembut. Di sisi lain terdapat dua pintu lagi. Yang satu adalah kamar mandi, sedangkan yang satu adalah studio kecil. Sedangkan dinding-dinding kamar yang sepenuhnya biru penuh dengan gambar-gambar kami. Aku bersikeras untuk mengumpulkannya setiap kami mengambil gambar. Di samping studio terdapat dapur mini dengan meja makan serta bar kecil. Cukup untuk kami berlima.

Biasanya kami berkumpul jika tidak ada jadwal kampus. Tetapi kami bebas datang ke rumah Luhan walaupun Luhan tidak ada dirumahnya. Hanya kamilah yang memiliki akses. Dan para maid sudah hapal kebiasaan ini diluar kepala.

Jangan tanyakan kemana orang tua Luhan, mereka sering keluar negeri menyangkut bisnis. Aku kadang ingin terus menghibur Luhan karena ia kesepian.

Ketika pintu tertutup aku melenggang lebih kedalam. Menatap pintu studio curiga ketika mendengar sebuah desahan.

Aku menuju kesana. Membuka pintu dengan kencang. Aku melihat Jongdae sedang menunggangi seorang gadis mungil berambut merah. Aku memutar bola mataku lelah. Sudah beberapa kali aku menegurnya untuk tidak membawa orang lain masuk kedalam camp. Orang lain selain anggota The Destroyer haram hukumnya menginjakkan kaki ditempat ini.

Aku diam ketika tahu keduanya terkejut. Tetapi gerakan mereka tak berhenti. Gadis berambut merah memekik sambil mendesah.

"Oh, you fucking hot baby! Shit, Chanyeol. Biarkan aku menyelesaikan ini." Jongdae terengah-engah menatap lembut gadis yang ditungganginya sedangkan tatapannya tajam ketika mengarah padaku.

Aku memalingkan wajahku, tidak sudi untuk melihat dua orang yang menyatu dan bergerak brutal di depan mataku. Aku sudah tahu kebiasaan Jongdae, bercinta dengan banyak gadis. Sampai-sampai rela membawanya ke camp. Dan itu sangat menjijikan menurutku.

"Jongdae, kau tahu aturannya." Singkat, padat, jelas. Dan aku yakin Jongdae mengerti bahwa ucapanku tidak dapat terbantahkan.

Aku mendengar suara grasak-grusuk.

"Oh baby, maafkan aku. Kau harus pergi." Aku mendengar nada kecewa dari suaranya. Aku serasa ingin mencari wadah, tiba-tiba saja perutku merasa mual mendengar nada manja yang menjijikan dari seorang bernama Jongdae.

Gadis itu tanpa mengatakan apapun pergi melewatiku, tetapi tak berani memandang wajahku. Setelah ia menghilang dari pandangan, aku menatap Jongdae tajam tetapi beberapa detik kemudian mengubah ekspresiku menjadi mengejeknya.

"APA?" Tanyaku dingin.

Jongdae memutar bola matanya malas.

"Kau yang kenapa! Penisku sedang mengisi nutrisinya, Chanyeol. Kau mengacaukan saja!"

Jongdae melangkah ke arah dapur, dimana sebuah bar kecil terdapat disana. Meminum bir dari botol yang berada pada meja, tubuhnya bersandar. Aku mengikutinya minum. Setelahnya duduk di kursi setinggi pinggulku.

"Tadinya aku ingin mengajak threesome." Kataku santai sambil meneguk bir.

Jongdae tersedak, meninju bahuku kasar. "Apa kau gila?!"

Aku hanya terkekeh. Tidak menimpali perkataannya barusan. "Kita harus bersiap, Jongdae. Dimana yang lain?"

Jongdae ikut duduk. "Mereka ada jadwal. Bersiap untuk apa?"

"Mencari anggota baru The Destroyer."

.

.

.

.

.

.

2 Bulan Sebelumnya...

Suara gaduh dari dalam rumah seakan membuyarkan lamunanku saat berjalan pelan kearah rumah. Aku langsung berlari, mengurangi kewaspadaanku atas bunyi bedebam yang cukup keras. Aku kira itu berupa barang namun hal itu hanya sampai tenggorokanku saat mengetahui apa yang terjatuh dengan kerasnya. Itu eomma!

Mataku langsung beriak padam menahan amarah yang berada pada ubun-ubun kepalaku. Didepan sana appa berkacak pinggang tepat di depan eomma yang bersimpuh. Aku bersumpah aku mendengar suaranya mendesis, menahan sakit.

"Appa! Apa yang baru saja kau lakukan?!" Aku menerjang appa, berdiri didepan eomma dan membelakanginya. Tanganku terbuka, melindungi beliau.

Aku tak mengerti mengapa appa tak berkutik sedikit pun, dia hanya menunduk. Kepalan kedua tangannya mengeras.

Suara mendesah dari arah sampingku mengalihkan perhatianku dari appa. Kris hyung memijat pelipisnya lelah.

"Chanyeol, sudahlah." Yoora noona mengintip dari arah belakang Kris hyung.

Aku semakin tak mengerti. Tak ada yang berusaha menjelaskan. Aku ingin menyangkal sebelum suara dingin Kris hyung terdengar.

"Sebaiknya kau membawa eomma kekamarnya, Chanyeol." Hatiku terbakar mendengar penuturan Kris hyung. Memangnya kau pikir kemana saja kau selama ini? Aku tak terkejut ketika ia menyuruhku. Aku tak bisa memikirkan hati eomma ketika kedua telinganya terbuka lebar. Bagaimana perasaanmu jika anakmu berubah durhaka ketika ia sudah berubah bertransformasi menjadi sukses? Anak yang tak tahu diuntung.

Untungnya aku tidak langsung meninju muka Kris hyung saat aku melewatinya dengan membopong eomma yang diam.

Aku ingin bertanya pada eomma tetapi urung ketika ia dengan cepat memunggungiku berusaha untuk tidur ketika kutaruh ia di kasurnya. Hatiku mencelos tetapi aku tetap menyelimutinya.

Tanpa berkutik aku pergi. Pergi dari rumah. Tidak menghiraukan teriakan Kris hyung serta Yoora noona yang kira-kira berkata bahwa hari sudah mulai gelap. Aku bahkan tidak tahu diri dengan mengacungkan jari tengahku kearah mereka berdua. Dan aku juga tidak menghiraukan kekagetan dari keduanya.

Bus pada malam hari terasa sepi. Aku duduk pada bangku kedua dari belakang. Setetes air pada jendela tidak mengubah pandangan kosongku. Hingga suara ribut air hujan yang berbenturan pada atap bus pun tak mampu menggubrisku. Dan aku tak mau peduli.

Rasanya penisku gatal, ingin memasuki lubang manapun yang sempit. Aku tak tahu lagi bagaimana melampiaskan rasa kalutku. Sesak. Sesak sekali. Penisku.

Aku tak tahu bagaimana hormon gairahku ini berpengaruh. Tapi aku sedang tidak bersemangat untuk berhubungan badan dengan siapapun.

Aku turun di pemberhentian terakhir bus. Aku tidak tahu dimana, yang pasti aku hanya duduk pada tempat pertungguan bus. Aku tak menghiraukan bajuku yang basah serta angin malam yang semakin dingin. Aku tidak merasakan apa-apa pada tubuhku. Seakan-akan semuanya mati rasa.

Apakah itu semua akan terjadi? Perceraian appa dan eomma? Kalian tidak mengira aku tidak tahu apapun bukan? Memangnya aku bodoh untuk tidak mengerti dengan semua yang terjadi?

Suara ribut di belakang ku, didekat jalan masuk gang membuatku mendekati mereka. Seorang dengan perawakan mungil berada di tengah-tengah orang yang mengelilinginya. Dan aku terbelalak mengetahui ia sudah tidak memakai pakaian apapun. Tubuhnya di gerayangi dengan kasar oleh orang-orang yang mengelilinginya. Mata kami bertemu, dan aku cukup mengerti dengan tatapan sendunya.

Dengan secepat kilat aku menghajar mereka, mungkin melampiaskan amarahku juga dari emosiku sebelumnya. Sehingga, mereka dengan mudah kuhabiskan. Walau tadi seorang lelaki sempat mengenai rahangku. Membuat kepalaku sedikit pusing serta merta ujung bibir yang berdarah. Tak hanya itu, perut serta wajahku pun menjadi sasaran.

Ketika segerombolan tadi lenyap dari hadapanku pun aku sama sekali tak peduli terhadap sosok mungil itu. Dapat kulihat dengan ujung mataku saat aku berbalik, bahwa dia menahan tangis dan memakai pakaian dengan tertatih.

Aku kembali ke tempat duduk di pinggir jalan. Disebuah halte bus. Dengan wajah lebam serta ujung bibir yang berdarah. Benar-benar tak peduli terhadap lelaki mungil tadi.

Sebuah pergerakan disebelahku menarik perhatianku dari pikiran kalutku.

"Chanyeol...Sunbae?" lelaki dengan kulit pucat serta mata teduh disampingku mengerjap pelan. Ragu-ragu dia bertanya.

Dengan sedikit terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba serta canggung aku tersenyum. "Tidak tidak, jangan panggil sunbae. Kita satu angkatan, Sehun?"

"Ah..." Sehun mengangguk malu-malu.

"Hyung... Apa yang kau lakukan disini?" Sehun mengernyit heran menolehkan kepenjuru arah. Nyatanya tidak ada seorang pun disini. Hanya ada Chanyeol seorang sebelum ia duduk disebelah Chanyeol. Dan lagi, ia memerhatikan dengan seksama wajah Chanyeol yang sepertinya habis berkelahi.

Aku mengalihkan pandanganku dengan lurus kedepan. Ada perasaan hangat ketika ia memanggilku hyung. Aku tidak memiliki dongsaeng. Aku memiliki Kris hyung dan Yoora noona. Itupun mereka tak lagi menjadi diri mereka, sebelum segalanya berubah. Aku tersenyum sedih saat mengingat tak ada dari mereka berdua yang memperhatikanku. Setidaknya, memperhatikan sebagai dongsaeng mereka.

Aku menyahuti dengan bertanya balik tanpa menjawab. "Kau sendiri?"

"Aku ingin pergi ke rumah Luhan noona. Ups, maksudnya Luhan hyung." Aku memandangnya heran. "Aku tadi sedang berjalan, rumahnya tak jauh dari sini. Tetapi, aku melihatmu duduk sendiri. Makanya aku kemari. Oh, astagah! Luhan hyung pasti akan marah karena sudah lama menungguku." Ia menepuk dahinya sampai berbunyi plak sebelum menarikku berlari untuk mengikutinya. "Ayo ikut aku, hyung..."

Berlari seperti ini meyakinkanku bahwa penisku masih nyeri karena tidak menerima kepuasannya. Tetapi sudah tidak hard seperti tadi karena melampiaskannya dengan berkelahi. Syukurlah.

Tidak tahu dengan apa yang terjadi, aku hanya mengikuti naluriku untuk tidak memberontak ketika Sehun masih menarik lenganku. Sampai pada gerbang sebuah rumah mewah yang tak ku mengerti langsung terbuka ketika Sehun mengatakan namanya. Ia tetap menarikku hingga masuk ke mansion tersebut dan jatuh pada lantai dua di ruangan serba biru.

"Yak! Kemana saja sih kau ini! Aku sampai lumutan karena sudah menunggumu!" Sebuah suara menyentak Sehun untuk menemui sang peneriak. Dapat kulihat Luhan sempat terkejut sedikit ketika melihatku. Ia masih tetap memarahi Sehun bahkan sampai meninju bahunya keras. Akhirnya beberapa menit, Luhan dapat menyulutkan emosinya pada Sehun.

"Yang lain berada di studio, merasa bosan karenamu." Entah berada darimana Luhan membawa handuk, melingkarkannya dibahuku dan langsung masuk menuju sebuah pintu.

Aku mengikuti Sehun ketika ia mengisyaratkan untuk mengikutinya. Ruangan tersebut memiliki suhu pendingin, tetapi terasa hangat ketika melihat mereka berkumpul. Kulihat Jongdae dan Jongin pun bergabung. Tertawa lepas bagai memusatkan suatu hal indah bernama persahabatan. Hatiku ikut menghangat, dan saat itu juga aku ingin menjadi bagian dari mereka.

.

.

.

.

.

.

BAHAHAHAHAHA...

Tenang ya cinguuuu ini baru chapter awal. Kenapa The Destroyer itu muncul dan bagaimana masalah salah satu dari mereka. Masalah bakalan dateng tidak hanya dari sosok Chanyeol. Tetapi masalah dateng pada setiap anggota The Destroyer. Entah itu tentang keluarga, atau masalah percintaan. BHAK WKWKWK.

Dan aku akan makai sudut pandang dari Chanyeol, Baekhyun serta ada beberapa yang dari sudut pandang penulis;)

Kalian pasti bisa nebak kemana Baekhyun? Ya, Baekhyun belum muncul sih... Muehehe Mianhe mianhe mianheeee.

Baekhyun bakalan muncul di chapter depaaaan:DDD

Balasan Review:

Park Shita : Annyeonggg cinguuu;))) ini sudah dilanjut. Dan maafkan aku karena kemesumannya Chanyeol belum muncul;((

cucunyachanbaek : Ini sudah dilanjut saay Muehehe. Karakternya ga OOC? WKWKWK! Aku juga mikir gituuuuu *ketawa evil. Summary harus greget biar pada penasaran:ppp

ThatXX94 : Ini sudah dilanjut;)

ChaaaTime : Ini sudah dilanjut yaa;)

septianaditya1997 : Semoga seruuu yaa;)

crfla : Sudah dilanjuttt;)

HoshinoChanB : Iyaaa makanya ini mau nyoba yang yaoi, muehehe. Menurutmu Baekhyun bakalan bergabung ke The Destroyer gaaa? Hehe. Iyaaa, mereka anak kuliahan;)

VampireDPS : Ceritanyaaaaa hahaha

yechan77 : Ini sudah dilanjut semoga seruuu yaa;)

Byun FAI : Ini sudah dilanjut yaaa;)

BaekToServia : Pentatonix? Aku pernah liat video mereka beberapa sih. Tapi jujur aku cuma ngikutin konsep mereka yang bagian dua orang duduk dan tiga orang lainnya berdiri, pentatonix biasanya menerapkan video yang semacam itu kan? Well, tadinya aku tidak mau memakai Luhan, tapi karena kurang personil jadi tambah Luhan deh. Dan, kenapa aku ngasih konsep grup begini? Aku ceritain aja ya udah terlanjur sih. wkwk Jadi disini aku ikut paduan suara, dan sebelum jadi anggota itu di jadikan beberapa kelompok dan setelahnya tampil. Aku nampilin lagu bebasnya just the way you are dan guest what? Aku happy banget pas tampil. Dan aku mikir kenapa ga nerapin konsep kayak gini aja? Dari sanalah aku dapet ide ini. Tapi aku bocorin aja yaaa daripada ini kayak pentatotix, menurutku ini lebih kayak film Pitch Perfect. You know?;) Good. Dan coba tebak nama The Destroyer itu aku dapat darimana? Dari nama kelasku wkwkwkw. Dan maafkan aku, aku gatau nama-nama personil di pentatonix say jadi akuuu gatau chanyeol jadi kevin atau avi muehehe. Dan maafkan aku juga aku jadi panjang gini balesnyaaaa. Wkwkwk gapapa maklum karena penggemarnya jadi heboh;))) Semoga kamu suka ceritaku yaaa^^

baekchu : Selamat membacaaaa;))))

hunniehan : YESSS hahaha, sudah dilanjut;))

TKsit : Haloooo cinguuuu sebenarnya masalah disimpan sendiri itu cuma gertakan ajaaa wkwk aku akan bagi bagi koooo;) sudah dilanjut yaaa

Light-B : Sudah dilanjut^^

chanbaekssi : uhhh maafkan akuuuuu kemesumannya Chanyeol belum di mulaiii;((( Mungkin chapter depan;))

Hyurien92 : Sudah dilanjut. Selamat membacaaa^^

vinashiners : Sudaaahhh:vvv berarti kalau bukan prolog bakalan komen macem-macem? Wkwk ditunggu yaa review selanjutnya:p

Dranix Woo :Ohhh ohhh ternyata kamu cukup jeliii, sengajaaaa aku salahin ada ga yaa yang komen nya beginii ternyataa kamuuu komennn, selamaattttt yaaa *sepik wkwk engga ko aku cuman bercanda dannn terimakasih sudah diingatkaaan. Itu karena aku latihan paduan suaranya kebanyakan cewe sih jadi keliru dehhh wkwk. Sekali lagi terimakasih sudah diingatkan dan aku minta maaf karena ada kesalah. Sekarang sudah di ganti menjadi bass dan tenor yaa;))

Guest: Sebenernya jalang di summary cuma perumpamaan aja, ternyata banyak yang salah mengartikan yaaa? Dibaca ajaa yaaa:p

A/N: Menurut kaliaaan segini musti di tambah lagi ga wordnya? Atau cukup segitu ajaaa? Ditunggguuuuuu review kalian selanjutnya yaaa. Terimakasih semuanya yang sudah meluangkan waktunyaaa.

Sampai ketemu di chapter selanjutnyaaa;)))

.

.