IT'S XIUCHEN FF, NOT CHENMIN! SLIGHT KAISOO, SULAY, CHANBAEK! LITTLE BIT XIUHAN AND CHENBAEK! DON'T LIKE DON'T READ! JUST LEAVE IT!
NO BASH, I'M NEW!
RATE T - M! CHILDREN IS NOT ALLOWED TO READ THIS!
HAPPY READING, GUYS!
Malamnya, di rumah Keluarga Kim,
Krieett
"Minseokkie-hyung.."
Minseok membuka matanya perlahan. "Wae? Kau tidak bisa tidur lagi, Hm?" Tanya-nya sambil berdiri. Jongdae mengangguk ragu, takut membuat Minseok marah.
"Arra, gwaenchana.." Minseok bergeser dan menyisakan tempat untuk adiknya. Jongdae langsung tiduran di sebelah Minseok. "Hyungie.." panggilnya lagi. "Hmm.." Minseok menggumam, kantuk nya sudah tak tertahankan lagi.
"Dingin~"
Plak!
"Auch," Jongdae meringis ketika Minseok memberi tepukan pada pipinya. "Berhenti aegyo, kemari sini," Minseok menarik Jongdae mendekat dan memeluknya. "Tidurlah," ucap Minseok sambil mengelus kepala Jongdae pelan. "Nde, gomawo Hyung.."
Hyung, Saranghae! - 02
1 jam kemudian,
Krieett
"Seokkie-hyung.."
"Wae Myeonnie?" Minseok terpaksa membuka matanya lagi. Jongdae sudah terlelap di pelukannya. "Aku tidak bisa tidur~ dikamar ku dingin sekali~"
Minseok ingin melempar benda apa saja pada Joonmyeon, mengingat umur Joonmyeon 19 membuatnya muak melihat aegyo adik tertuanya itu. Tapi dia tak mau membangunkan Jongdae. "Sini," Minseok menepuk sebelah kanannya dan mendempet ke Jongdae untuk menyisakan tempat bagi Joonmyeon.
"Mmhh.." Jongdae mengerang pelan. "Sshh.. tetaplah tidur," Minseok mengelus kepala Jongdae pelan. Joonmyeon langsung tidur di sebelah kanan dan memeluk Minseok.
Hyung, Saranghae! - 02
1 jam kemudian,
Krieett..
Minseok tidak terbangun kali ini. Dia sudah terlalu lelah karena pulang larut. Ditambah gangguan Jongdae dan Joonmyeon membuatnya benar-benar tertidur kali ini.
"Min-hyung.." Jongin memanggil. Tapi tak ada balasan. "Aku mau di samping kiri Min-hyung, awas~" Jongin mengguncang tubuh Jongdae. "Mmhh.. andwae," Jongdae mengigau. Jongin mempoutkan bibirnya. Dia kesal pada Jongdae,
Bruk!
"ACCKK!" Jongdae berteriak.
"MWO? ADA APA?" Minseok terbangun. "SIAPA YANG TERIAK?" Joonmyeon ikut ribut.
"Yaa! Aku ingin tidur disini~" Jongin masih setia menumpuk Jongdae. Tadi dia melompat dan menginjak Jongdae. "Andwae, pergi kau Jong," Jongdae meringis sambil mendorong Jongin dan Jongin jatuh ke bawah kasur.
"Kau juga Jong! Pergi! Itu tempatku!" Jongin menarik Jongdae ke bawah.
Brak!
"Huweee! Pergi kauuu! Aku yang duluan kesini!" Nahkan, Jongdae mulai menangis, tidurnya sudah diganggu, badannya hampir remuk karena diinjak Jongin, sekarang jatuh pula. "Mwo? Sejak dulu itu tempatku!" Jongin menerjang Jongdae.
"Joonmyeon!" Minseok berteriak. Dengan sigap, Joonmyeon menarik Jongdae, dan Minseok menarik Jongin. Duo Jong itu sama-sama menahan tangisnya, dada mereka bergemuruh.
"Hitam!" Teriak Jongdae. "Bebek!" Balas Jongin. "Dekil! Kucel! Rakjel!" Jongdae menyerbu lagi, tapi Joonmyeon menahan. "Kalau aku rakjel, kau juga dong?!" Jongin kesal.
"Bisa tidak kalian diam?!" Minseok menghentikan perdebatan duo Jong. "Dia yang memulai.." Jongdae menahan tangisnya. "Kenapa menyalahkanku? Kan dari awal itu tempatku," balas Jongin dengan suara bergetar.
Minseok segera memeluk Jongin. "Sesekali mengalah pada Jongdae, okay? Sekarang kau boleh tidur disitu.." ujarnya. Jongin mengangguk. "Mwo?" Jongdae merasa dibuang. Joonmyeon mengelus punggung Jongdae. "Kita tidur di kamar Eomma dan Appa ya? Disana juga hangat, Jongin kan belum dapat bagian, kau sudah tadi.."
"Kamarnya kan sudah tidak dipakai seminggu!" Jongdae protes, dia benci debu. Eomma dan Appa mereka, Leeteuk dan Kangin, sedang pergi ke luar kota untuk urusan bisnis. "Sudahlah, besok kan sekolah, ayo cepat tidur," Joonmyeon menyeret Jongdae. "Huweee andwaeeee" Jongdae merengek.
Jongin menjulurkan lidahnya, merasa menang. "Awas kau!" Umpat Jongdae yang melihat aksi maknae laknat itu.
Hyung, Saranghae! - 02
Tring!
Minseok dan Joonmyeon terkejut saat mendengar suara garpu yang membentur piring dengan kencang. Itu ulah Jongdae, siapa lagi kalau bukan dia? Jongin? Dia masih tidur karena hari ini ada rapat guru, jadi bisa berangkat siang.
Buk!
"Yak, Myeonnie, jangan begitu!" Minseok menarik tangan Joonmyeon yang habis dipakai memukul kepala Jongdae. "Gwaenchana?" Minseok langsung mengelus kepala Jongdae perlahan. Jongdae meraih tangan Minseok dan melepaskannya dengan kasar.
"Aku berangkat!" Serunya keras dan langsung membawa kunci motor. "Jongdae! Yak! Kim Jongdae!" Minseok berteriak. "Tidak dengar!" Balas Jongdae tak kalah keras. Dia menghidupkan motor, lalu melesat membelah jalanan yang masih sepi.
"Astaga.. salah apa aku sampai punya adik seperti kalian?" Minseok memijat kedua pelipisnya. Leeteuk dan Kangin tidak ada, maka otomatis semua yang terjadi di rumah ini di handle oleh Minseok, Hyung tertua. "Salah kau adalah membuka pintunya waktu itu," Joonmyeon menyahut.
Minseok buru-buru menjewer telinga Joonmyeon. "Sudah berapa kali kubilang jangan pernah mengungkit hal itu lagi? Jangan membahas hal itu lagi atau kau kulaporkan pada Appa!"
Joonmyeon berdecih. "Silahkan saja! Aku harap anak itu tidak kembali lagi!"
"Kim Joonmyeon, jaga ucapanmu!"
"Aku sudah menjaga ucapanku! Diam Hyung! Kalau kau tetap mendebatku, aku akan mengungkapkan padanya langsung kalau dia anak buangan!"
"Jangan lancang kau!" Minseok menarik kerah Joonmyeon kencang.
Hyung, Saranghae! - 02
Jongin diam di kamarnya. Jantungnya seketika berdegup kencang, dia bahkan menahan nafas demi mendengar perdebatan dua Hyungnya. Kim Minseok dan Kim Joonmyeon.
Apa yang sebenarnya dibicarakan oleh Hyungnya? Anak buangan? Kesalahan Minseok-hyung? Ucapan selanjutnya dari Minseok membuat Jongin mengetahui sebuah fakta.
"Jangan lancang kau! Jongdae bukan anak buangan! Dia bagian dari keluarga kita!"
Nafasnya berhenti seketika. "Jongdae.. anak buangan?" Tanya-nya pada diri sendiri. Jongin awalnya ingin keluar, tapi merasa atmosfer diluar sedang panas, dia memilih diam dulu di kamar.
Hyung, Saranghae! - 02
Jongdae membuka helmnya dan menaruhnya di atas motor, dia menghembuskan nafasnya kasar.
Puk!
"Jongdae-ya, pagi~" Baekhyun menyapa nya setelah memukul bahu Jongdae pelan. "Pa—" Jongdae menghentikan ucapannya ketika melihat Chanyeol memberinya death-glare. Akhirnya ia hanya tersenyum pada Baekhyun.
"Cepat masuk ke kelas, sebentar lagi bel, ah, Chanyeollie, ayo~" Baekhyun tersenyum pada Jongdae lalu dia menarik Chanyeol dan mereka pergi ke kelas. Jongdae menatap kepergian dua orang sejoli itu pasrah. "Baekhyun manis sekali.." ujarnya pelan.
Hyung, Saranghae! - 02
Joonmyeon tak fokus. Perdebatannya tadi pagi dengan Minseok membuatnya kesal, dan dia merasa bersalah. Sebetulnya dia tidak benar-benar menolak keberadaan Jongdae. Hanya saja, dia kesal pada orangtua Jongdae yang seenaknya membuangnya.
Kalau memang tidak mau mengurus anak kenapa harus membuat? Itu pertanyaan yang sering terlintas di benaknya. "Hhh.." Joonmyeon menghembuskan nafas lelah. Dia melihat jam yang terlingkar manis di tangannya. 'Jongdae sudah istirahat ya?' batinnya sambil menyalakan ponselnya.
Tuuut pip!
"Jongdae,"
"Nde?"
Joonmyeon diam sebentar.
"Pulang sekolah tunggu aku,"
"Okay." Sambungan itu terputus oleh Jongdae. Joonmyeon menghela nafas, adiknya yang satu itu memang kelewat dingin jika sedang dalam mood yang buruk, tapi dia sangat manja dan cengeng. Intinya, sikapnya tidak bisa ditebak oleh siapapun.
Hyung, Saranghae! - 02
"Jongin? Pagi.." Kyungsoo duduk di sebelah Jongin, tapi yang disapa pandangannya kosong, dan dia tak menyadari ada Kyungsoo disampingnya.
"Jongin? Hey, Kim Jongin?" Kyungsoo menepuk pundaknya. "Eh? Ah.. Pagi Kyungsoo, hehe.." Jongin nyengir, gebetannya ada di sebelahnya ternyata. Eh? Tumben! Biasanya Jongin yang mendekat, kenapa sekarang Kyungsoo? Biarkan saja lah. "Kau baik-baik saja?" Tanya Kyungsoo. Jongin mengangguk.
Akhirnya mereka hanya diam sepanjang perjalanan. Bus yang mereka tumpangi sudah sampai di SMP tercinta. Jongin dan Kyungsoo menuju kelas masing-masing tanpa bersuara.
Drap, drap..
Saat di gerbang depan, Jongin melirik gedung sebelah, itu SMA nya Jongdae. Makanya mereka sering disuruh berangkat bersama karena memang sangat dekat.
Ponselnya tiba-tiba berbunyi dan membuatnya sedikit terlonjak kaget. "Myeon-hyung? Kenapa dia menelepon?" Jongin langsung mengangkat panggilan dari Hyung keduanya.
"Jonginnie~"
"Kau menjijikkan," Jongin mendengus.
"Pulang sekolah langsung pulang ya?"
"Memangnya aku pernah berkeliaran tidak jelas?" Potong Jongin kesal.
"Minseok pulang cepat hari ini, bilang padanya tolong bawa motor Jongdae, arraseo?"
"Apa-apaan?" Jongin tak mengerti.
"Dia tak mengangkat teleponku, makanya aku minta tolong padamu, tolong ya, Jongin!"
Tut
Jongin menghela nafas. Pandangannyamasih terarah ke SMA Jongdae. Tapi akhirnya dia menghentikan kegiatannya dan masuk ke kelas.
Hyung, Saranghae! - 02
Jongdae membereskan buku-bukunya dengan lambat, moodnya sangat buruk hari ini. Ditambah dia yakin Joonmyeon akan memarahinya karena tadi pagi dia tak menghabiskan sarapannya dan membentak Minseok lalu pergi seenaknya.
"Dae-ah, kau tak apa?" Baekhyun mendekatinya dan mengusap punggungnya perlahan. Jongdae menarik tangan Baekhyun. "Hentikan. Kau membuat kekasihmu itu marah," ujar Jongdae. "Kekasih? Aku tidak punya kekasih," Baekhyun kebingungan.
"Lalu Chanyeol?" Jongdae menatap Baekhyun penuh harap. "Dia sahabatku, wajar saja dia dekat denganku, kau ini ada-ada saja," Baekhyun tertawa. "Ah, sahabat tapi mesra gitu ya?" Tanya Jongdae lagi. Baekhyun mempoutkan bibirnya lucu. "Dae, berhenti menanyakan itu, aku tak punya perasaan apapun pada Yeol, justru aku punya perasaan padamu!" Seru nya.
Jongdae terkejut, Baekhyun juga. Untung Chanyeol tidak ada disana. "Apa?" Jongdae memastikan. Baekhyun bergerak gelisah. "Tidak, aku pulang dulu, hati-hati dijalan,"
Cup~
Jongdae membulatkan matanya ketika bibir Baekhyun mendarat mulus di pipinya. Dia tersenyum tipis. "Kenapa Baekhyun manis sekali akhir-akhir ini?"
Annyeong haseyo! hahaha *tawa nista* maafin author ya guys, up nya berbulan bulan kemudian, karena banyak hambatan, seterusnya juga banyak hambatan karena urusan pribadi. tapi diusahakan kok ya :')
masih adakah yang baca? lanjut?
