In-Chan : Yo!
Miku : Eh?
Kaito : *makan eskrim*
In-Chan : Tak banyak basa basi kali ini! :D
Miku : ?
Kaito : Hah?
In-Chan : *facepalm* DISCLAIMER!
Disclaimer : In-Chan Sakura tak memiliki Vocaloid, Utauloid, Dkk~ Hanya saja ia memiliki cerita yang akan kalian baca ini~
Vocaloid © CFM Inc. & Yamaha Corp.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Last Love to Be © In-Chan Sakura
Kaito's POV
"Halo?" sapaku pada penelepon yang menelepon ponselku.
Aku baru saja pulang dari kerja dan tiba-tiba ponselku berbunyi saat aku baru melangkah 3 langkah ke dalam apartemenku.
"Kaito-nii?" Balas yang diseberang sana.
"Ya? Ada apa, Kaiko?" tanyaku pada adikku, Kaiko.
Ia berumur kira-kira sama dengan anak-anak yang kuajar disekolah tempatku bekerja.
Kau bisa menebak apa pekerjaanku'kan?
Yap, aku seorang guru. Guru Bahasa Inggris, tepatnya. Dan aku cukup senang dengan pekerjaanku ini.
"Ano.. mama minta kakak ke sini malam ini.." jawab Kaiko.
Aku mengerutkan keningku, meskipun Kaiko tak bisa melihat ekspresi yang terpajang di wajahku.
Kenapa lagi ini?
"Memangnya kenapa?" tanyaku selagi berjalan menuju dapur.
"Aku tak tau, tapi mama juga bilang kalo kakak juga harus berpakaian yang rapi.." lanjutnya diseberang sana. Perlahan aku meletakkan tas kerjaku di atas meja makan, dan berjalan menuju ke lemari es.
Aku hanya bisa menghela nafas. Mamaku, Shion Aiko, selalu begini.
Ia selalu mencoba menjodohkanku dengan anak-anak temannya.
Aku ingin tau siapa gadis yang kali ini akan kutemui?
Hmm..
"Baik, bilang pada mama, aku akan ke sana." Kataku pada Kaiko sembari melihat isi freezer.
"Baik, kak.. dan Kaito-nii?"
"Ya?"
"Jaga pola makanmu oke? Jangan makan es krim terus menerus tanpa makan nasi dahulu."
Weh.., diceramahin sama adik pula ini..
"Oke, adik kecil~" Dan akupun menutup ponselku.
Setiap tahun, rutinitas yang sama dari mamaku..
3 bulan sekali ia pasti akan memintaku datang ke rumah, berpakaian rapi, dan lalu kami akan pergi ke suatu restoran dan bertemu temannya dan lalu ia akan membuatku berkenalan dengan anak gadis temannya itu, sementara mamaku bercengkarama dengan temannya.
Kadang aku heran kenapa bisa punya mama seperti itu.. Ah.. tapi sudahlah.. demi orang tua bahagia.
Miku's POV
Menggerakan kakiku maju mundur sembari duduk di kursi, di sebuah restoran yang jauh dari rumahku.
Perlahan aku mengangkat ponselku yang berwarna teal dan menatap layar kosongnya.
"Kenapa tak ada yang mengirim SMS atapun meneleponku sih?" Geramku secara diam-diam.
Oh? Hai.
Aku Miku. Hatsune Miku.
Sekarang, mana orang yang akan dikenalkan mama padaku?
"Miku.." aku mendengar seseorang memanggil namaku, dengan segera aku menengok siapa itu dan tersenyum dengan manis, tapi palsu.
Ada masalah?
"Iya, Mama?" ucapku pada mamaku.
Perlahan ia memutar badannya dan membuatku dapat melihat 2 orang yang berdiri di belakangnya.
Yang satu wanita, umurnya mungkin sudah.. ah aku tak peduli. Dan yang satu lagi, laki-laki.. berambut bi—
SEBENTAR!
Biru?
Oh.., jangan-jangan.
"Miku, kenalkan, ini Shion Aiko, teman mama, dan Shion Kaito, anaknya.." ujar mamaku. Aku hanya dapat mematung.
Shion Kaito.. Shion-SENSEI!
Teriakku dalam hati dengan mata yang penuh ekspresi kaget.
Kenapa mama bisa kenal dengan mamanya sensei?
"Uh.. Halo.." Ujarku sembari menjabat tangan mama sensei ku itu.
"Halo.." Balasnya sembari tersenyum. Akupun membalas senyuman itu.
"Ah.. kalo begitu, kalian berkenalanlah dulu.. kami akan berbincang-bincang disana.." Kata mamaku sembari menarik-narik temannya itu, meninggalkan aku dan sensei sendirian.., untuk berkenalan.
Ah.. Aku benci ini!
Perlahan aku kembali duduk di kursiku dan langsung bertampang dagu disana. Tak memperdulikan sensei itu.
"Um.. Hatsune –san?" seru Shion-sensei padaku, tapi aku tidak meresponnya.
Cih! Kenapa aku harus merespon guru aneh ini?
Ya, dia guruku. Guruku sejak tahun lalu. Dia juga wali kelasku, oh dilemanya!
Aku benci ini dan juga mamaku yang selalu mencoba mengatur hidupku itu.
"Hatsune-san?" ujarnya lagi dan aku tidak meresponnya lagi. Tiba-tiba aku merasakan ponsel yang ku genggam bergetar.
Dengan senang aku membuka flap ponselku. Berharap itu Neru atau siapapun, tapi bukan. Yang mengirimku SMS justru...
Mama ku.
From : Hatsune Kyori
To : Hatsune Miku
Subject :
Rusak acara ini dan kau tak akan dapat keluar ke mall atau manapun lagi. Dan aku akan membuatmu bersekolah di rumah! Paham?
Aku mendengus diam-diam.
Mamaku memang kelihatan manis dan perhatian diluar, tapi ketika ia dirumah dan hanya bersama ku. Putri kandungnya.
Ia bagaikan iblis. Ia selalu marah-marah tanpa alasan kepadaku sejak Mikuo pindah ke kampus barunya dan menetap disana.
Dan di—
"Hatsune-san?"
"A-ah! Iya?"
Baik, kali ini aku memang harus merespon! Semua hidupku dipertaruhkan disini!
Uh.. aku benar- benar benci dengan MAMA.
"Hatsune Miku'kan?"
"Ya?"
"Ah.. tak menyangka bisa bertemu muridku disini.. ehehe.." kata Shion-sensei, penuh basa-basi.
"Ya.. saya juga sensei.." balasku dengan pelan, tak menatapnya.
"Tidak usah formal Hatsune-san! Kaito saja!" serunya sembari kedua tangannya dikibas-kibaskan kedepan.
Ia seperti anak kecil. Berbeda dengan Len. Ia manis.., tampan dan.. hebat.
"Ah..Uh.. baiklah.. Kaito?"
"Nah, seperti itu saja." ujarnya sambil tersenyum.
Pria yang aneh. ANEH!
Kalo aku dijodohkan dengan orang ini –aku harap tidak— bisa hilang semua popularitasku.
Kaito's POV
Eh?
"Miku, kenalkan, ini Shion Aiko, teman mama, dan Shion Kaito, anaknya.." ujar teman mamaku. Aku hanya dapat bersikap sopan dan tersenyum.
Sebentar.., bukannya itu..
EH?
Apa?
"Uh.. Halo.." ujar Hatsune Miku, muridku, sembari menjabat tangan , Hatsune Miku.., gadis terpopuler dan juga anak asuhku di sekolah, lebih tepatnya di kelas juga, soalnya aku wali kelasnya.
"Halo.." balasnya sembari tersenyum.
Dari mana lagi mama bertemu dengan mamanya muridku?
Aku mulai heran dengannya.. walaupun ia mamaku sendiri.
"Ah.. kalo begitu, kalian berkenalanlah dulu.. kami akan berbincang-bincang disana.." kata teman mamaku sembari menarik mamaku yang langsung cekikikan.
Kelihatannya aku di jebak lagi oleh mama..
Akupun menghela nafas sembari duduk dikursi yang berada tepat di depan kursi yang di duduki oleh Hatsune-san.
"Hatsune-san?" seruku, tapi ia tidak meresponku. Tiba-tiba aku melihatnya menatap ke mm.. ponselnya? Dengan mata
Berkaca-kaca.
A-ah.. dia imut seka—
Eh! Eh!
Tidak! Dia muridku dan aku gurunya!
... jika di sekolah..
"Hatsune-san?" seruku lagi padanya.
"A-ah! Iya?" Kali ini dia merespon.
"Hatsune Miku'kan?" tanyaku lagi.
"Ya?"
"Ah.. tak menyangka bisa bertemu muridku disini.. ehehe.." kataku pada Hatsune-san.
"Ya.. saya juga sensei.." balasnya dengan pelan, tak menatapku sama sekali.
"Tidak usah formal Hatsune-san! Kaito saja!" kataku padanya sembari menaruh kedua tanganku di depan dan mengibas-ngibaskannya.
"Ah..Uh.. baiklah.. Kaito?"
"Nah, seperti itu saja."
Aku tersenyum puas.
Aku harap kami tidak di jodohkan..
Aku tidak mau di jodohkan dengan muridku sendiri, yang umurnya sama dengan adikku.
"Jadi?"
"Jadi?" Aku mengulangi pertanyaan mamaku sembari menyetir.
"Kaito.. jangan bermain bodoh dan katakan apa pendapatmu tentang Miku-chan?" Ucap mamaku.
Ah.. orang tua.. sudah hafal dengan tabiat anaknya ya?
"Kaito?"
"Ah.. mmm.. dia baik?"
"Lainnya?"
"Mmmmm... "
"Kau tau Kaito sayang?"
Weh.., mulai pake sayang-sayangan nih.., bahaya.
"Apa mama?"
"Aku dan Kyori sepakat untuk menjodohkan kalian berdua.."
"Oh.. itu ba—APA!"
Seketika mataku dipenuhi horror. Aku dijodohkan? Aku dijodohkan? DENGAN MURIDKU?
Setiranku lepas kontrol untuk sesaat.
"Aku tau! Itu kabar yang gembira'kan?" seru mamaku dengan senang, dan aku dapat menebak kalo yang satu ini tak bisa kutolak..
(Authorpun mulai cekikikan. Sampai temen-temen 1 kelasya pada bilang 'gila' :P)
Ah.. diam kau author sarap!
Mati aku! Berakhir sudah karirku sebagai guru.. Noooooo~
(Allllaaaaay~)
Di bilangin diem aja!
"Dan Kaito?"
"I-iya mama?"
"Pertunangan kalian 3 hari lagi."
A-P-A-?-!
In-Chan : Bwehehehhehee~ 3:D
Miku: ==""
Kaito : ==""
In-Chan : ...?
Miku : Whatever *chew chew d' leek~*
Kaito : *lick lick d' ice~*
In-Chan : *click click the review button* R&R~ kawaaan! :D CERITA INI AKAN PANJANG!
