Disclaimer: Death Note bukan punya nami.. tapi tuh tuh.. –tunjuk-tunjuk kakak Tsugumi Ohba ama Takeshi Ohba-
Rate: T
Pair: Always MelloxMatt –cinta banget sama pair ini-
Warning: OOC, ada sedikit kata-kata kasar didalam, udah kayanya mah.. -plakk-
A/N: Halooo…. Salam kangen dari author tercinta... Haih.. -muka lemes-
Aaaahhh.. setelah beberapa lama tak bersua, akhirnya apdet jugaa.. ==" lemes dah..
Yakkk tapi berkat semangat para readers yang mendukung, nami akan melakukan yang terbaik..!
Don't Like Don't Read
Oke, mari kita berangkat! ^o^
.
.
.
"Baiklah, aku mengerti.."
Brakk...
Mello menutup pintu ruangan L sambil menghela nafas panjang..
Dengan langkah yang berat, ia berjalan menuju taman...
Sampai ditaman, ia segera duduk melepas segala kepenatannya.
Kepalanya menegadah ke atas menatap awan putih yang berarak ke arah barat..
"Mello-chan.. Sepertinya lelah?" Sebuah suara mengaggetkan pemuda berambut pirang itu.
"Linda? Sedang apa kau?" Mello kembali ke posisi duduknya.
"Hehe.. Aku tahu kalau Mell-kun sedang cape, pasti datang ke taman ini.. Nih" perempuan berambut pirang panjang itu menyodorkan segelas coklat hangat.
"Arigatou"
Linda adalah teman masa kecil Mello, Matt dan Near. Ia adalah anak yang paling pintar menggambar di Wammy's House.
Kadang-kadang, Linda juga menjadi tempat curhat Mello.
"Ada apa lagi dengan Matt-kun?" Tanya linda penasaran.
Mello menggeleng pelan..
Sebenarnya, ia sangat ingin membicarakan masalah Matt dan Near tadi pagi, hanya sekarang ia sedang tidak mau mengingat masalah tadi pagi..
"Bohong... Aku tahu dari wajah mu dan tingkah mu pada Matt tadi.. Ayolah.."
"Hh... Near dan Matt berciuman di kamar Matt tadi pagi.." ucap Mello to the poin.
"Hah? Ma...maksudmu?"
"Sudahlah.. Aku tidak mau membicarakan itu lagi.. "
"Eh?"
"Rasanya..jika terus mengingatnya, air mata ku tidak akan berhenti menetes.."
"Itu pasti salah paham... Apa kau sudah mendengar alasan dari Matt?"
"Percuma... Walaupun mendengar pasti itu omong kosong.. Mungkin ini balas dendamnya padaku karena waktu hari rabu aku pergi dengan Near"
"TIDAK MUNGKIN!" Linda berteriak keras. "Matt-kun bukan orang seperti itu.. Dia tidak suka balas dendam, apalagi dengan orang yang dicintai nya.. Apa Mell-kun sadar, selama ini kau selalu cepat marah dan cemburu, tapi Matt selalu sabar menerimanya.. Itu karena Matt sangat mencintaimu.. Kau tidak tahu seberapa besarnya Mell-chan untuk nya? Dia sangat menyayangimu! Kau segala nya untuknya!..."
Mello terkejut mendengar semua itu, memang benar selama ini Mello sering marah-marah dan cemburu jika melihat Matt dekat dengan perempuan, ia langsung menuduhnya yang tidak-tidak, ia juga sering memarahi Matt.
"Karena itu..kumohon dengarkanlah alasannya..." Linda memohon.
"Kali ini kau menang.. Hmp.." Mello berjalan meninggalkan Linda dengan senyum tersunging di bibir nya.
.
.
.
.
(Sementara itu dikamar Matt)
Why? Why be like this?
"Kenapa? Kenapa harus seperti ini, Mell?"
This heart is pain
"Kau berubah sekarang..." Matt membenamkan kepala nya ke tangannya yang tersilang, kakinya menekuk.
I Don't know what you want
"Coba dengarkan aku sebentar saja.."
Tok tok tok...
Suara ketukan terdengar dikamar Matt, pemuda itu segera mengusap air matanya yang
"Matt-kun. Bisa bicara sebentar?"
"Siapa?"
"Linda.."
.
.
.
.
(Minggu, 12 Desember 2010)
Minggu pagi yang mendung
Cuaca hari ini sangat dingin
Hujan turun sejak pagi
Ya, maklum saja kalau orang-orang merasa sangat malas untuk keluar rumah dan bekerja..
Jam menunjukkan pukul 07.20
Yang biasanya bangun siang, kini Mello sudah siap-siap untuk pergi.
Entah ingin kemana, dia tampak rapi dan bahagia..
"Baiklah.. Tunggu aku Matt.."
.
.
.
.
.
.
(Ditaman Sugoki)
Hujan tampak sudah reda
Tetesan air dari daun jatuh membasahi rambut pirangnya..
"Lama sekali dia.. Cih..." Sesekali Mello melirik jam tangannya.
"Jangan-jangan dia belum bangun? Apa dia belum membaca surat ku?"
(Flash back)
"Aku menunggumu besok pagi pukul 08.00 di Taman Sugoki. Di bawah pohon Sakura"
Itulah kata-kata yang ditulis Mello di secarik kertas.
Diam-diam Mello menaruh kertas itu di depan pintu kamar Matt, berharap Matt mau membacanya.
(Flash back off)
1 jam sudah laki-laki berambut pirang itu menunggu kekasih nya yang tak kunjung datang..
"Jam 9! Terlalu siang untuk Matt bangun.. Harusnya jam 8 dia sudah bangun.. " Mello terpaksa kembali ke Wammy's House.
Sampai di depan kamar Matt.
Mello melihat kertas yang ia letakkan di depan pintu itu masih ada, tetapi sudah kusut dan kotor, mungkin bekas terinjak karena ada bekas jejak sepatu disitu.
"Matt! Matt... Kau sudah bangun?"
Cklek...
Pintu tidak dikunci, Mello segera masuk
Mello heran, tidak ada Matt didalam kamar.
"Kemana sih?" Mello berlari kekamar Linda, tapi Linda tidak ada.
"Apa dia sudah berangkat?" Pikirnya, segera ia kembali ke taman tadi..
Ditaman pun tidak ada tanda-tanda Matt muncul. Mello sudah kesal mencari.
Tapi, saat Mello berjalan berbalik arah, ia melihat dua orang sedang berjalan-jalan dan yang membuat wajah Mello panas.
"Matt.. Linda.. Se...sedang apa kalian disini?" Mello meremas kertas yang dipegangnya.
"Mello?" Sahut mereka berdua.
"Matt... Kau... Fu*k!"
"Tunggu tunggu Mell-chan..! Matt cuma sedang berbicara dengan ku! Aku tidak ada maksud apa-apa!" Ucap Linda.
"Mell... Maafkan aku..."
"Diam! Matt.. Aku sudah menyiapkan hatiku untuk meminta maaf denganmu dan mau mendengar penjelasannmu, aku menunggumu disini tapi kau tidak datang! Kau malah disini berdua dengan Linda! "
"Mello, jadi kau... Mau meminta maaf dengan ku?" Tanya Matt. Wajahnya terkejut mendengar pernyataam yang jarang didengar oleh kekasihnya itu. Ya, meminta maaf.
"Percuma. Terus saja seperti ini.. Sepertinya kau senang ya?"
Mello berlari kencang.
"Shit...! " Matt ikut berlari mengejar Mello.
Mello terus berlari tanpa arah
Run and Run
"Mello...!"
My mind messed up, run and kept running
"Kau tahu Matt? Kamu menghancurkan hatiku!"
You make me feel pain like this
"Mello...! Linda...hh...L inda cuma ingin bertemu denganku sebentar! Kami...kami berbicara tentang mu ...!" Matt berteriak.
You make my tears drop
"Mell..!" Matt menangkap mello.
"Lepas! Kau tidak tahu perasaanku!"
"Makannya, berhenti!"
Dengan cepat Matt mengunci tangan Mello dan menciumnya.
Membuat dirinya tidak mudah membrontak, sebab tangannya dipegang erat oleh Matt..
Sehelai daun sakura jatuh.
Entah darimana datangnya, padahal bukan waktu nya musim semi..
Mello meneteskan air mata.
Sakit.
Itulah yang ia rasakan sekarang.
Entah apa yang harus diperbuatnya.
"Jangan menangis..." Matt memeluk erat Mello.
"Maafkan aku.. Semua hal yang kuperbuat sampai hatimu menjadi sakit, maafkan aku..."
Mello hanya bisa diam.
Tidak ada keinginan untuk membrontak.
Kemarahannya berganti rasa nyaman saat berada dipelukan kekasihnya.
"Kau masih ingat janjiku? Sekali berjanji, aku tidak akan mengingkari... Apa kau tahu Mell... Cuma kau yang kucintai.. Kumohon, jangan pergi.. Ya?"
Mello melepaskan pelukan Matt dan berjalan pergi
"I Don't Know"
.
.
.
.
.
.
(Senin, 13 Desember)
"Ngggggg..." Mello merentangkan kedua tangannya.
Matahari pagi sudah menunggu.
Burung-burung bersahutan menyanyikan sebuah lagu indah yang mengiringi sang mentari.
Tidak biasanya hari ini sangat cerah, berbeda dengan kemarin, suasana begitu muram dan gelap...
"Sudah banggun Mell?" Sapa Matt yang sedang duduk di bingkai jendela kamarnya.
Mello tidak menjawab, ia hanya diam memandang selimut putihnya.
Dia tidak heran mengapa Matt bisa ada dikamarnya, yah sudah biasa, selain punya kemampuan hacking, sepertinya Matt berbakat jadi tukang kunci, secara Matt bisa membuka kunci kamar Mello tanpa diketahui.. oke ini ngaco.
"Kok diam saja? Kau sakit?"
"Tidak sopan..."
"Eh?.. Ma..maaf.. Aku hanya ingin membawakanmu sarapan.. Hehe.. Makanlah.. Aku permisi dulu Mell.." Sebelum pergi, Matt meletakkan nampan berisi sepiring roti coklat, dan susu coklat..sarapan favorit Mello..
"Dasar bodoh..."
.
.
.
Duduk di atas jendela dan memandang langit.
Itulah kegiatan Mello siang ini..
Entah apa yang sedang dipikirkannya.
Wajahnya terlihat datar.
Matanya hanya tertuju pada sekumpulan awan di langit.
Rambut pirangnya melambai-lambai oleh angin semilir.
"Hari ini adalah hari yang berbahagia bagi perusahaan Shin...
Begitulah kata suara TVyang menyala di sudut ruang tamu..
"Ng? Hari istimewa.? Apa ya? Sepertinya aku ingat sesuatu..." Batin Mello mengingat-ingat..
Pikirannya sudah terlalu lelah, kejadian lusa dan kemarin masih memenuhi kepalanya...
Tiba-tiba, Linda masuk ke kamar Mello.
"Mell-chan...! Ikut aku..."
"..."
"Mello-chan... Cepatlah...!"
"Berisik." Bentaknya.
"Aaaaah!" Linda terpaksa menarik tangan Mello dan mereka pergi ke suatu tempat.
"Mau kemana sih?" Tanya Mello heran.
"Sudah.. Aku akan membawa Mell-chan kesuatu tempat.." Linda mengedipkan matanya, membuat Mello makin penasaran tingkat tinggi.
Tidak lama kemudian, mereka sampai di suatu taman.
"Cepatlah Matt-chan..!" Suara seorang yang tidak asing lagi bagi Mello.
Ternyata selain mereka berdua, disana juga ada Near yang tampaknya sedang menarik-narik baju Matt..
"Matt? Near?"
"Ayo cepat, sana bicara..." Pinta Near pada Matt yang masih cengo.
Near dan Linda pergi meninggalkan kedua pasangan itu, kini tinggal Matt dan Mello berdua di taman yang sepi...
"Ng.. Mell.. Kau memanggilku?" Matt memulai pembicaraan.
"Siapa yang memanggil?" Jawab Mello ketus.
"Oh..."
Matt kembali memalingkan kepalanya. Ia tidak berani menatap nya, yah sepertinya Matt canggung dan malu.
5 menit
10 menit
30 menit
Belum ada yang memulai pembicaraan lagi..
"Cih, aku bosan!" Gerutu Mello dalam hati.
Ia mengambil sebungkus coklat dari celananya dan mengigitnya..
"Eh?" Mello kaget, potongan coklat yang ada di mulutnya digigit oleh Matt..
"Kau masih marah dengan ku?" Tanya Matt.
Semburat merah jelas terlihat di pipi Mello ketika menyadari jarak wajahnya dan Matt hanya berbeda sesenti.
Mello mengambil kembali coklat dimulut Matt dengan mulutnya..
"Sembarangan mengambil..!"
"Haha.. Maaf.."
"Aku bosan! Pulang saja.."
"Ehhh.. Mell-chan..
"Akan ku maafkan jika kau bisa membuatku tersenyum..." Ucap Mello sebelum ia pergi meninggalkan Matt.
"Eeh?"
.
.
.
.
.
(Malam hari pukul 20.00)
"Tuh, tidak ada tanda-tanda.. Dasar..." Mello mengerutu sendiri sambil membolak-balik buku sejarah tebal yang sedang dibacanya. Entah sejak kapan Mello menyukai buku sejarah. Ckck..
"Heiiii! Mello.. Disini bagus lohh!" Teriak seseorang.
Mello heran dan mencari sumber suara tersebut .
"Naiklah ke atap paling atas!"
Ia semakin heran, lalu menaikki tangga menuju atap Wammy's House paling atas.
Mello semakin heran melihat seseorang yang sedang duduk dengan santainya di atas atap.
"Heh, apa yang kau lakukan disini?"
"Sudah cepat sini, dan duduk disini..!" Matt menarik tangan Mello dan menyuruhnya duduk di atap.
Jujur, laki-laki berambut pirang itu sedikit takut pada ketinggian, tapi begitu melihat ke atas...beribu-ribu bintang bertaburan di langit dengan indahnya.
"Indahkan?" Tanya matt tersenyum.
Ia yakin 100% inilah yang paling bisa membuat Mello tersenyum..Melihat Bintang..
"..." Mello sendiri terlihat tercengang. Tiba-tiba ia teringat masa kecilnya saat ia diajak Matt untuk melihat bintang di atap .
"In there is like in heaven... I surelly, this can make you smile.. Right?"
"Huh.. It's like old time..." Mello tersenyum kecil.
"Yeah.." Jari matt mengukir nama Mello di udara.
"Maaf atas semua yang kulakukan. Maaf aku membuat air matamu menetes.. Tapi, mulai sekarang, aku berjanji akan membuat mu tersenyum dan tidak akan meninggalkanmu..." Ujar matt memohon.
"Hmp.. Ya... Kali ini, kupegang semua janjimu.. Dan jangan pernah mengingkarinya.. Mengerti..."
"Ya.. Namamu, sudah terlanjur terukir disini.. Jadi, tidak akan kuhapus.." Matt meletakkan tangan Mello dadanya.
"Thanks... Haha"
Saat Mello mendekatkan wajahnya ke Matt, tiba-tiba Matt mengoleskan krim ke pipi Mello.
"Hahaha.. Kenaa...!"
"Heh? Matty..! Apa sih ini?"
"Taraaaaaa...!" Matt mengeluarkan sebuah kue ulang tahun coklat..
"Siapa yang ulang tahun?"
"Kekasihku yang tercinta! Happy Birthday Mells...!" Matt memeluk mello dengan erat.
"Arigatou matty... Aishiteru "
Sekali lagi ciuman hangat oleh Matt...
Hari yang sungguh istimewa...
Dengan cinta, mereka dapat bertahan.
Dengan cinta, mereka saling memahami.
Dan dengan cinta, semua halang bisa dilewati bersama...
Happy Birthday Mello in 21th! XD -walaupun udah lewat-
Fin
.
Owari
Yeaahhh selesaii.. hyuhh… -ngelap ingus-
Haha.. lebay banget yah kayanyaa.. euuhh.. Walaupun dah lama banget ultahnya kelewat -1 tahun lewat tohh!- tapi baru diupload sekarang.. hahaha…
Oia, kayanya minggu depan status HIATUS niih -gaadayangnanya-, soalnya author mau Try Out.. hiksu.. -nangis dipojokan-
Okei, waktunya bales ripew:
-Kokoro-san: nyaahh… jahatnya memel.. -shoot- hiks…saya jugaa.. –apasihkamu?-
Okei! Sankyuu.. X3
-CCloveRuki: sip! Typo-ku sudah kuperbaiki.. Arigatou ne.. ^^
-Nimo-san: nyanyanyaaa.. Near dah disegel(?) Nami… -digebugin Near FC- XDD
Matt ama Mello kan emang dah nikah dari taun sebelum masehi(?) XDDD okeii.. sankyuu.. ^^
Yoshhh! Gomenne kalau masih banyak typo berterbangannn… Mohon Kritik dan Saran.. X3
Are you want to give me a R.I.V.E.W? cukup tekan tombol ajaib dibawah ini dan tulislah isi otakmu disitu -plak!-
See Ya All.. ^o^/
