Ini cerita boyxboy, yang ga suka jangan baca, resiko ditanggung sendiri. Agak OOC pula.
Disclaimer: Sayang oh sayang, Asano Gakushuu beserta Karma dan juga karakter Assassination Classroom lainnya bukan milik author. Sudah jelas, karena cerita aslinya sendiri bukan yaoi.
Summary: Kelas 3A dan 3E terpaksa main drama bersama dalam acara festival kesenian sekolah. Ada yang modus! Dan "Ini kenapa pemeran ceweknya lebih bernapsu?!"
.
.
.
Aura suram berwarna gelap keluar dari satu sumber yang tak lain kelas 3A. Bagaimana tidak? Saat ini semua kursi dan meja sudah ditata dengan sangat rapi mengitari ruangan kelas. Di sini bukan masalah posisi sebenarnya, yang jadi masalah wajah-wajah suram siswa kelas 3A yang sedang mendelik ke arah anak-anak kelas End yang sekarang tepat berada di ruangan yang sama.
"Mau apa mereka di sini?"
"Lihat tampang-tampang mereka."
"Cih, memalukan!"
Suara-suara sindiran mendesis tak berhenti dari siswa 3A yang disambut dengan santai oleh anak-anak kelas End. Maklum, mereka sudah tahan banting menghadapi makian siswa-siswa dari gedung utama. Alasan mereka berada di ruangan tersebut saat ini jauh lebih penting dibandingkan omongan kelas Ace itu.
"Ehem!"
Terdengar suara yang langsung menghentikan dengungan lebah 3A. Asano Gakushuu yang sedari tadi menahan perempatan untuk tidak muncul di dahinya akhirnya kehabisan sabar. Kepala-kepala langsung berputar ke arah sang ketua Osis, tapi ada 1 kepala tetap sibuk menatap ke arah luar jendela dengan wajah malas. 1 tangannya menopang dagu dan tangan lain memegang kotak jus stroberi yang hampir habis isinya.
Apa yang aku lakukan di sini, sich?
Akabane Karma berbisik dalam hati, tidak percaya pada dirinya sendiri yang secara sukarela mau ikutan rapat drama gabungan. Yah, kalau bukan demi tentakelnya Koro-sensei, mana mau bocah setan itu ikutan. Bisa dibilang ini Miracle!
"Jadi, aku sengaja mengumpulkan kalian di sini untuk membicarakan drama gabungan antar kelas yang akan diadakan pada festival kesenian sekolah sebulan lagi," Asano Gakushuu mendadak bicara dengan gaya sok kul sambil diam-diam menahan diri untuk tidak memandang ke arah sang target cinta *uhuk, Karma* yang dari tadi memasang wajah malas. Dalam hati Asano junior kegirangan sebab demi dewa-dewa yang ada di langit, baru kali ini Karma nurut mau ikutan rapat kelas. Biasanya dia kan nggak pernah muncul kalau kelas 3E diundang rapat sekolah dan semacamnya. Yah, contohnya seperti sekarang ini…
Fokus…Gakushuu…fokus…
Asano kurang fokus gara-gara sang uke berada di ruangan yang sama dengannya, rencananya untuk bertemu si dewa cinta lewat alasan drama gabungan tidak sia-sia. Mesti konsekuensinya harus mendengar celotehan cerewet Ren yang manyun sejak kemarin, gara-gara anggota Osis diwajibkan ikut berpartisipasi di drama gabungan itu.
"Kenapa, sich kita harus ikut drama gabungan sama anak-anak 3E?"
Tuch, kan celotehan protes Ren nggak habis-habis yang langsung ditimpali cepat sama sang ketua Osis sambil menghela napas.
"Karena kita kelas 3A yang bisa dibilang kelas terbaik di sekolah ini sengaja didampingkan dengan anak-anak dari 3E yang notabene bisa dibilang yah…," Asano melirik ke arah siswa 3E, "kelas terbawah."
Ren tetap manyun meski mendengar penjelasan dari ketua Osis, matanya melirik ke arah Akabane Karma.
Bilang saja ingin pedekate, dasar ketua Osis modus!
"Lagipula, bukan aku yang menentukan, tapi kepala sekolah kita!" Asano memperpanjang penjelasan seakan bisa mendengar gusaran hati si rambut Mohawk yang duduk di sampingnya.
"Oke, sudah cukup. Sekarang kita mulai pembahasan rapat kita," Asano berdiri dari tempat duduknya sambil memandang sekeliling ruangan kelas. "Ada ide kelas gabungan kita nanti mau memainkan cerita apa?"
"Drama sejarah peperangan!" kata salah satu murid 3A yang langsung bikin Asano geleng-geleng. Nanti drama sejarah peperangan jadi peperangan 3A vs 3E betulan lagi.
"Momotaro!" Lagi, Asano langsung geleng-geleng.
"Ehem, aku dengar kelas lainnya sudah mengambil ide cerita klasik atau dongeng Jepang. Jadi yang lainnya, ya!" Kata Asano menjelaskan cepat.
"Ano, bagaimana kalau drama dari Negara Barat saja?" Tiba-tiba Yukiko Kanzaki mengangkat tangan dan mengusulkan ide yang langsung disambut hangat oleh Ren.
"Setujuuuuuu….", kata Ren senyum-senyum gombal. Ah, ada untungnya juga ikut drama gabungan ini, bisa melihat si dewi cinta.
"Hmmm…, boleh juga," kata Asano mikir yang rupanya disambut suram oleh siswa 3A lainnya.
"Huh, mengapa kita harus setuju dengan usulan dari anak 3E, sich?!" Mulai dech celotehan tanda penolakan.
"Kalian, Ini drama gabungan antar kelas. Di sini yang penting kita kerjasama membuat cerita menarik entah itu ide anak kelas 3A atau 3E," Asano lagi-lagi habis sabar, "Oke, apa ada ide tentang drama Barat apa yang ingin diambil?"
"Romeo dan Juliet!" Kata gadis-gadis 3A terkikik geli yang bikin Asano langsung pasang tampang sweat.
"Putri tidur!" Sambut gadis-gadis 3E giliran terkikik.
"Ogah! Robin Hood saja! Kelihatan lebih macho!" kata salah satu cowok 3A. Dan pada akhirnya semua murid angkat bicara antusias sampai bikin seorang Asano Gakushuu puyeng.
"Peter Pan!"
"Cinderella!"
"Tarzan!"
"Snow White!"
"Fifty Shades of Grey!"
Tiba-tiba kelas mendadak hening, semua kepala berputar ke arah Okajima yang entah mengapa langsung menenggelamkan diri. Muncul lagi perempatan di dahi Asano, dia harus mengatasi situasi ini.
"Baiklah, karena ada banyak ide cerita, kita ambil voting terbanyak saja," kata Asano mantap. "Dan lupakan ide tentang Fifty apalah itu, ya?" Kata Asano mendelik ke arah Okajima.
Pintu ruang kelas 3A tiba-tiba bergeser terbuka dan menampilkan seorang wanita sekseh berambut pirang. Bitch-sensei entah siapa yang mengundang langsung mengambil alih pandangan setiap siswa.
"Err, sensei? Ada yang bisa dibantu?" tanya Asano keheranan.
"Kukuku, aku dengar kalian sedang membicarakan ide drama gabungan, ya?" tanya Bitch-sensei sambil berjalan ke tengah ruangan. Sementara itu, anak-anak 3E yang lain syok dengan guru bahasa Inggris mereka yang seenaknya ingin ikut diliput di fanfic ini.
"Err, iya, sensei…", jawab Asano masih dengan wajah bingung.
"Kalau soal drama Eropa tentu aku ahlinya, kukuku," kata Bitch-sensei singkat sambil menyibakkan rambut pirangnya. "Kalian bisa mengandalkan aku."
"Tapi, sensei, kenapa tiba-tiba…," tanya Nagisa yang daritadi diam saja.
"Ck,ck,ck, kalian meremehkanku, ya?" Kata Bitch-sensei menggoyangkan jari telunjuknya. "Di sini siapa lagi yang lebih berpengalaman tentang cerita Barat atau Eropa kalau bukan aku langsung?"
"Iya, sensei, tapi…", giliran Kaede bertanya-tanya.
"Lagipula aku memang sengaja ditunjuk oleh kepala sekolah untuk mengawasi drama gabungan antar kelas kalian," kata Bitch-sensei mulai kesal memandang wajah keheranan dan keraguan siswa-siswa di ruangan itu. "Setiap drama gabungan antar-kelas diwajibkan ada guru yang mengawasi, sudah paham?"
"Ohhhh….," sambut semua siswa akhirnya mengerti.
"Dan kalian beruntung mendapatkan aku. Di sini aku akan membantu kalian untuk ide drama itu," lanjut Bitch-sensei. "Aku dengar kalian ingin memainkan drama Eropa, kan?"
"Pssstt, Yuuma, ini bisa gawat. Kalau sampai Bitch-sensei yang bikin ceritanya nanti jadi roman picisan," Maehara berbisik kecil ke telinga Isogai.
"Benar juga ya," Isogai mengangguk tanda setuju. "Tapi memang kita bisa apa?"
Maehara dan Isogai menghela napas, bisa dibilang semua siswa kelas End sudah hapal betul selera Bitch-sensei. Pasti bakal ada adegan romantisme dengan…
"Ciuman…," kata Bitch-sensei dengan mata berkilat.
"What?!" timpal Asano cepat dengan wajah sweat. Semoga perkataan guru tersebut bukan seperti yang Asano pikirkan.
"Kalian tidak akan bisa membuat drama Eropa yang menarik tanpa ciuman," kata sang sensei sambil berkedip dan melangkah ke arah Asano.
"Kau tahu, Putri Tidur, Romeo dan Juliet, Snow White, mereka semua mengisahkan ciuman, bukan, Asano-kun?" kata Bitch-sensei cepat sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir. Wajah Asano langsung memerah, namun cepat-cepat disembunyikan.
"Uhuk, jadi maksud sensei?"
"Yah, kita tidak boleh melewatkan hal tersebut," kata Bitch-sensei cepat.
"Yang benar saja sensei! Ogah, ah kita ciuman sama murid cewek!" mulai dech protes para cowok yang sok nggak mau, tapi dalam hati kepengen juga.
"Huh, memang kita mau ciuman dengan cowok-cowok macam kalian!" Balas para gadis baik 3A dan 3E yang akhirnya bisa kompak kalau soal ini.
"Sensei tidak bilang yang cowok harus ciuman sama cewek, loh!" kata Bitch-sensei mengejutkan.
"Loh! Maksud sensei?!"
"Yah, kita tentukan saja peran masing-masing dengan undian. Jadi nanti kalau ada cowok yang kebagian jadi pemeran cewek mau tak mau harus menerima, ya?" Bitch-sensei tersenyum nakal. "Dan pemeran cewek pun sama, kalau kalian tetap kebagian peran sang putri, harus mau, ya?!"
A…Aku...SETUJU!" Teriak Asano mantap yang langsung bikin kelas hening, bahkan Bitch-sensei sampai mengangkat alis.
Demi dewa-dewa yang ada di langit, mudah-mudahan Karma kebagian pemeran cewek dan aku yang nanti…
Mulai dech, modusnya Asano kebangetan, wajahnya berusaha menyembunyikan seringaian kecil. Pantas saja dia langsung setuju mendengar ide Bitch-sensei. Yah, itupun kalau dewi fortuna ada di pihaknya.
"Kuku, Asano-kun semangat sekali, ya?" kata Bitch-sensei tersenyum kecil. "Jadi, semua setuju, ya? Ketua Osis kita juga sudah setuju, kok."
Anggota Five Virtuosos lain yang tahu tingkat kemodusan Asano diam saja, mau protes pun juga tak bisa. Ren geleng-geleng berharap semoga bukan dia kebagian pemeran ceweknya. Siswa kelas 3A dan 3E lainnya sayang tak bisa melihat apa yang dilihat Five Virtuosos. Well, yang tahu seorang Asano Gakushuu kalau dia cinta berat sama setan jahil macam Karma selama ini cuma 4 orang itu, sich.
Oh ya, ngomong-ngomong Akabane Karma sang target cinta kenapa daritadi diam saja? Ya iyalah, dia mah tak peduli dengan rapat, ikutan nongkrong karena terpaksa. Tapi, sekarang mendengar ide kalap Bitch-sensei, Karma langsung sweat. Semoga bukan dia kebagian pemeran cewek, dia rela puasa nggak nyedot jus stroberi selama seminggu kalau itu menjamin dia nggak kebagian peran jadi cewek. Peran macam itu cocoknya buat Nagisa!
Lalu, kenapa si brengsek itu semangat sekali, ya?
Karma Akabane mulai mempertanyakan tingkat kewarasan Asano. #kasihan Karma, tak tahu dirinya akan dimodus #oleh Asano dan author #plak
"Baiklah! Sekarang mari kita mulai undiannya!" teriak Bitch-sensei bersemangat sambil menangkupkan tangan.
.
.
.
10 menit kemudian…
Di tangan Bitch-sensei sudah memegang kotak berisi undian peran drama gabungan masing-masing. Entah cerita macam apa yang ada di pikiran Bitch-sensei nantinya, yang pasti masing-masing siswa punya reaksi sendiri-sendiri. Itu termasuk kegalauan Karma dan kemodusan Asano.
Bitch-sensei mulai memutari ruang kelas dan membiarkan setiap siswa mengambil lembaran kertas undian. Wajah mereka dari yang kecut sampai asam pun ada, tibalah giliran Karma yang mengambil perannya.
"Kukuku, Karma-kun, ayo ambil undiannya. Jangan dibuka dulu, ya," kata Bitch-sensei nakal yang disambut wajah pura-pura cueknya Karma.
Tanpa sepengetahuan Karma, dari jauh Asano Gakushuu mengeluarkan jampi-jampinya dengan kesetanan. Kedua tangannya mengarah ke Karma dan berbisik heboh, Ren yang duduk di samping hanya bisa memandang ketua Osisnya dengan putus asa.
"Ayo, Asano-kun, ambil undianmu," giliran Asano pun tiba. Dalam hati bocah jingga itu deg-deg-an, dia sudah komat-kamit sedari tadi berdoa semoga dapat peran barengan Karma dan bisa nyipok si setan merah #maunya
Baiklah, Asano sudah mengambil kertas undian dan meremasnya kuat-kuat. Dia takut membuka dan membaca apa yang ada di kertas itu.
"Oke, jadi kalian sudah pegang kertas undian masing-masing, ya?" Kata Bitch-sensei bersemangat. "Silahkan di buka dan nanti tulis di papan."
Seumur-umur seorang Asano Gakushuu yang serba bisa belum pernah merasakan kegalauan seperti ini. Apa jadinya kalau dewi fortuna tak berpihak? Bukan kesempatan nyipok sang target cinta yang didapat, bisa-bisa dia hanya tepok jidat.
Asano Gakushuu, sedikit demi sedikit mulai membuka kertas undian yang dia pegang. Satu matanya menutup, dia hanya berani mengintip kertas yang dia pegang. Tapi sebelum dia sempat mengintip tulisan yang ada di kertas undian, ada teriakan heboh dari arah siswa kelas 3E.
"Uwaaaaaaaaa, Karma kebagian peran pangerannnn!"
Suara Maehara berdengung di seantero ruangan kelas 3A yang disambut reaksi berbeda.
"Wakakaka, benar-benar sial kau!" kata Terasaka sambil menepuk keras punggung Karma.
"Berisik!" kata Karma kesal, wajahnya memerah karena malu. "Sensei, aku menolak peran ini."
"Ck,ck,ck ingat kesepakatan kita, Karma-kun? Semua siswa harus mau, jadi tidak boleh menolak, ya!" balas Bitch-sensei.
"Yang tabah ya…," itu suara Isogai turut prihatin.
"Kyaaaa….," nah, kalau itu sudah jelas siswa cewek 3E punya.
Sedangkan Nagisa sebagai teman baik, hanya bisa menepuk-nepuk punggung Karma sambil menghela napas dan tersenyum kecil. Lalu, Asano?
Asano langsung mendelik ke arah sumber keributan. Habis sudah, kalau gini niatan Karma yang jadi pemeran cewek di bayangan mesum Asano telah pupus. Tapi…
Tunggu dulu! Kalau Karma jadi pangerannya, berarti pasti ada peran putri!
Demi niat cipokan sama Karma, Asano pun rela berganti jenis kelamin untuk sementara. Tak peduli nanti dia dihina Ketua Dewan, Asano mulai absurd yang jelas.
Putri…putri…putri…hime…hime…hime…
Sedikit demi sedikit Asano mulai membuka kertas undiannya sambil berdoa layaknya orang kesurupan. Kedua matanya masih menutup sebelum Ia mendengar teriakan yang bikin rohnya bablas.
"Kyaaaa…..! Rio dapat pemeran putri!" Teriakan salah satu gadis kelas End yang Asano jelas tidak tahu namanya berdengung di telinga.
Asano mematung, sangsi dengan apa yang barusan dia dengar sendiri. Tubuhnya kaku, Ren mulai cemas melihat ketua Osisnya membeku. Kertas undian yang dari tadi coba dia buka tapi tak pernah sempat terlepas dari tangan.
Ren, membungkuk dan mengambil kertas undian Asano yang jatuh ke lantai. Dia mengintip apa yang ada di kertas undian tersebut dan membacanya.
"Ah…."
Selamat! Kamu kebagian peran sebagai:
Kuda Putih Sang Pangeran
.
.
Apa yang akan dilakukan seorang Asano Gakushuu kalau sudah begini?
.
.
To be continued..
.
.
Note: Yaay, chapter 2! Maap author baru update, uhuk! Seminggu kemarin author sakit, untung sekarang sudah sembuh. Jadi bisa update fanfic lagi, yesss! Dan terima kasih buat yang sudah merepiu chapter sebelumnya. Biasanya author bakal balas repiuan satu persatu, tapi yang guest gak bisa, jadi author cuma bisa bilang thank you di sini, muach! #ditabok
Lalu…kasian banget si Asano cuma jadi kuda. Nah, lo! Lah terus ini beneran fanfic AsaKaru, bukan? Ya iyalah, ini masih AsaKaru, kok! Author jamin. Makanya ditunggu repiu untuk chapter ini byar author tambah semangat nulis dan update! Ho…ho…ho…
Yang mau ngefollow tumblr author boleh, nama tumblrnya sama dengan i.d fanfiction X3
Salam banting,
Chenchuuu
