Pair: Naruto x Gabriel
Rate: M (jaga-jaga)
Genre: Drama, Hurt/comfort
Disclaimare: Mau ditanya berapa kali pun Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya
Summary:
Naruto adalah seorang Arc Angel kepercayaan TUHAN selain Michael, dia menerima kekuatan langsung dari TUHAN sebelum kematian-NYA dalam Great War. Sedangkan Michael diberikan mandat menjalankan sistem yang selama ini berjalan. Baru 10 tahun Naruto dan Michael memerintah surga, Naruto dijebak yang menyebabkan dia menjadi jatuh (GodlikeNaru, Maybe Harem)
Warning: Gaje, typo bertebaran, fanfiction pertama
A/N: disini ada beberapa OC untuk melengkapi cerita seperti serafhim karna belum diketahui sisanya dan yang baru diketahui hanya Michael dan Gabriel
100 tahun kemudian
Disuatu ruangan yang didominasi dekorasi berwarna putih bersih tak bernoda terdapat tiga orang yang sedang duduk mengelilingi sebuah meja besar di sana dua orang pria dan seorang perempuan disana ekspresi mereka tampak serius tak ada yang berbicara semua tampak sedang berpikir sesuatu. Sampai salah satu orang berambut pirang dengan mata sayu dengan sebuah halo diatas kepalanya mulai berbicara
"apa sudah ada informasi mengenai pedang Excalibur yang hilang?" tanya Michael kepada kedua orang lain yang sedang duduk dengan ekspresi serius
"ya, kami telah mendapat info bahwa pedang Excalibur telah di curi oleh malaikat jatuh, Michael" kata satu satunya wanita di ruang itu dengan rambut kriting pirang wajah bersih mulus dan tentu saja ada lingkaran halo diatas kepalanya
"hm, ini sangatlah aneh. Azazel tidak mungkin bertindak gegabah dengan mencuri Excalibur yang dapat memicu perang kembali. Gabriel, apa kau tau siapa yang telah mencuri Excalibur?"
"ya, menurut informasi bahwa yang telah mencurinya adalah Kokabiel. Dan menurut informasi juga bahwa dia bertindak sendiri sesuai keinginannya, jadi Azazel tidak ada hubungan dengan semua ini"
"si maniak perang sialan, apa dia betul betul ingin menciptakan perang lagi?" ekspresi tenang yang biasa di perlihatkan oleh Michael kini tidak ada, melainkan sebuah ekspresi keras yang berada diwajahnya saat ini
Michael sangat mengerti apa itu perang, dia sangat tidak ingin hal itu terjadi lagi. Ketika kehilangan banyak teman, saudara, keluarga bahkan Tuhan yang selama ini dia percayai lebih dari apapun bahkan harus mati karna perang. Dan sekarang ada orang yang ingin memicu perang dengan mudahnya seolah ini hanya sebuah permainan belaka
"jadi apa yang harus kita lakukan, Michael? Apa kita harus turun tangan langsung untuk menghabisi Kokabiel?" tanya seorang pria tampan berambut coklat masih dengan ekspresi tenang. Sepertinya dia tidak terlalu sensitif dengan kata perang
Menarik napas dalam Michael berusaha untuk tetap tenang mengahadapi masalah ini " tidak, kita tidak boleh bertindak gegabah, Kokabiel adalah salah satu petinggi dalam Malaikat jatuh. Jika kita membunuhnya itu malah membuat para pengikutnya tidak tinggal diam untuk membalas dendam. Jadi adalah ide yang buruk jika kita menghabisinya begitu saja"
"jadi apa yang harus kita lakukan? Kita tidak mungkin tetap tinggal diam selagi Kokabiel merencanakan sesuatu bukan?"
"tentu saja kita akan bertindak juga. Meskipun Excalibur telah terpecah menjadi 7 bagian, pedang itu tetap berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah. Rafael, bisakah kau mengirimkan pengguna Excalibur lain untuk mengatasi masalah ini?"
"jangan bercanda Michael. Kali ini lawannya adalah Kokabiel kau pikir hanya dengan serpihan Excalibur bisa mengalahkannya?" kali ini ekspresi Rafael yang tadi tampak tenang sedikit mengeras. Bagaimana tidak, jika mengirim anak buah sendiri dalam rencana yang tidak mungkin itu sama saja bunuh diri bukan?
"akupun berpikir seperti itu, bukankah ini sama saja dengan bunuh diri"
"maka dari itu apa yang..." belum selesai Rafael berbicara Michael langsung memotongnya "tidak bisakah kau percaya pada kekuatan anak buahmu sendiri Rafael?"
Rafael terdiam akibat pertanyaan oleh Michael "kau hanya takut akan kehilangan anak buah yang berharga sampai kau tidak memberikannya kesempatan untuk mencoba" Michael sekarang tampak sangat tenang dan melanjutkan berbicara
"apa kau tau, dulu waktu aku kecil, aku dan seorang sahabatku pernah di serang oleh sekumpulan iblis saat itu aku masih sangat lemah dan tentu saja aku meminta bantuan padanya. Tapi dia menolak membantu dan berkata 'apa yang kau takutkan? Kau itu kuat Michael' aku mengahadapi semua iblis seorang diri dan berhasil mengalahkan mereka, walau mengalami luka parah. Dia menghampiriku lalu berkata 'apa aku bilang kau itu sangat kuat. Jangan takut untuk membuat taruhan' dia begitu percaya pada kekuatan sahabatnya"
"apa kau sedang membicarakan Naruto, Michael?" Rafael bertanya kepada Michael, tapi tidak ada jawaban ekspresi Michael tertutup oleh poninya saat ini. Gabriel yang dari tadi diam hanya memandangi Michael, dia tau kalau bukan hanya dirinya yang kehilangan Naruto tapi juga semua pasti kehilangan Naruto. Dan dia memutuskan untuk tidak menangis lagi karna dia tidak ingin tampak lemah sebagai salah satu Arc Angel dan 4 besar serafhim
"hah" Rafael menghela napas dan melanjutkan berbicara " baiklah aku akan menghubungi pihak Gereja untuk mengirim pengguna Exacalibur untuk menangani Kokabiel" Rafael pun keluar meninggalkan ruangan menyisakan Michael dan Gabriel saja disana
Ekspresi Michael masih tidak kelihatan karna tertutup rambut pirang miliknya. Mengerti apa yang saat ini dirasakan oleh Michael, Gabriel pun berjalan kearah belakang bangku Michael dan memeluknya dari belakang berusaha untuk menenangkan Michael
"bukankah kau sendiri yang bilang waktu itu untuk tidak perlu menahannya? Tapi kenapa sekarang malah kau sendiri yang sok kuat" Michael kembali tersenyum lembut mendengar sindiran yang di lontarkan oleh Gabriel "aku tak percaya kata kataku di putar balik untuk menyindirku"
ISSEI POV
Haahhh hari ini aku sangat letih, aku seperti tak ingin sekolah hari kemarin kami klub penelitian ilmu gaib harus berburu iblis liar yang berada di wilayah kekuasaan Rias-buchou tapi yang membuatku lelah bukan itu, aku sudah lelah memikirkan tingkah aneh si wajah cantik sialan itu. Akibat kelakuan aneh Kiba kemarin Rias-buchou terus saja mengkhawatirkannya, aku takut Rias-buchou menjadi stress karna terlalu mengkhawatirkan Kiba. Kalau hanya stress biasa masih tidak apa apa karna masih bisa diobati, tapi masalahnya yang aku pernah dengar kalau payudara seseorang akan mengecil karna stress. Sialan awas saja kau bocah cantik jika sampai oppai indah milik buchou mengecil aku sendiri yang akan menghajarmu
Oh ya aku belum memperkenalkan diriku. Aku adalah Hyoudou Issei budak pion Rias Gremory-sama yang bercita cita untuk menjadi raja harem. Hahaha mungkin bagi kalian itu adalah cita cita yang buruk dan tak bermoral. Tapi coba kau bayangkan kau berada dikelilingi oleh para wanita cantik dank au bebas melakukan apa saja pada mereka. Bukankah itu adalah cita cita?
"Issei-san apa yang sedang kau pikirkan? Kenapa wajahmu tampak bersemangat?"
"ah bukan apa apa kok. Oh ya Asia apa kau melihat Kiba hari ini?"
"Kiba-san sepertinya hari sedang absen apa kau sedang memikirkan sesuatu Issei-san?"
"ya aku sedikit mengkhawatirkannya. Daripada itu ayo kita segera pulang"
"ya" kata Asia singkat sambil mulai berjalan disebelahku
Baru beberapa langkah aku berjalan bersama dengan Asia, aku merasakan kekuatan besar berada di dekat sini. Perasaan ini seperti sedang memerhatikan aku entah dari mana, akupun melihat ke kanan maupun ke kiri mencari asal dari kekuatan itu. Ini sungguh aneh tidak ada orang mencurigakan di sekitar sini hanya beberapa anak SMA yang baru pulang sekolah layaknya Asia dan aku
"ada apa Issei-san?"
"bu-bukan apa apa. Ayolah cepat pulang kita masih harus mengerjakan tugas"
"ya" Asia menjawab sambil memiringkan sedikit kepalanya, mungkin dia sedang bingung tingkahku hari ini
ISSEI POV END
Di salah satu atap gedung yang tinggi terdapat seorang pemuda, yah anggap saja begitu karna sebenarnya umurnya sudah lebih dari yang kau kira, pemuda dengan mata sapphire yang tenang bagaikan lautan dan rambut pirang jabrik agak panjang yang berkibar kibar terkena hembusan angin dan seorang pria paruh baya menggunakan yukata dengan rambut coklat dengan warna kuning di ujungnya, mereka sedang memerhatikan seorang anak dari kejauhan
"jadi anak itu yang memiliki salah satu Longinus dalam tubuhnya. Memiliki tubuh lemah tapi disaat bersamaan mempunyai potensi yang besar. Hahaha ini sungguh menarik"
"sebaiknya aku pulang ke apartemenku sekarang, aku sudah lelah. Lagi pula aku tak ingin tertular otak maniak sacred gear sepertimu, Azazel" pemuda berambut pirang itu berdiri sambil merenggangkan badannya
"tunggu Naruto kau belum menjawab tawaranku tadi. Apa kau mau pergi begitu saja tanpa memberikan jawaban? Aku ingin kau menjadi salah satu petinggi dalam Gregory, dan sepertinya akan ada satu kursi kosong untukmu karna sepertinya ada seorang pembangkang bodoh yang mencoba menciptakan kembali perang" Tanya si pria paruh baya yang diketahui bernama Azazel itu
"Azazel, jujur saja tawaran ini sangat menarik. Tapi mungkin untuk saat ini hal itu tidak mungkin, bukankah kau tau saat ini eksistensiku saat ini tidaklah ada. Aku ini dianggap sebagai orang mati, kau pikir bagaimana reaksi ketiga fraksi mengetahui orang yang bangkit dari kubur langsung menjadi petinggi dalam Gregory"
"heh, kau sangat berpikiran tenang kali ini, Naruto. Ini seperti bukan dirimu yang aku kenal waktu masih di surga"
"kau tau, Azazel aku ini sudah banyak belajar sejak kejadian itu. Aku tidak akan lagi bertindak gegabah, itu hanya akan merugikan aku" Naruto berkata begitu sambil melihat kearah langit mengingat kejadian waktu itu, kejadian saat dia harus menjadi malaikat jatuh dan kehilangan sahabat terbaiknya terutama orang yang dicintai
"baiklah kalau begitu jika itu memang keputusanmu apa boleh buat. Oh ya Naruto karna kau sedang tak ada kerjaan, bisa kau tolong urus pengikut bodoh itu untukku"
"heh? Kenapa harus aku? Bukannya kau sendiri juga hanya bersantai?"
"Oh iya jika kau berubah pikiran tentang tawaranku tadi langsung saja mencariku, mohon bantuannya" Azazel mengembangkan enam pasang sayapnya dan langsung terbang tanpa memperdulikan protes dari Naruto
"Azazel sialan, aku tak mengerti kenapa orang itu bisa menjadi gubernur malaikat jatuh, daripada itu kira kira apa yang sedang dilakukannya saat ini" Naruto menatap langit memikirkan sesuatu
Di akademi Kuou terdapat terdapat seseorang dengan lima pasang sayap sedang melayang di langit akademi Kuou menatap remeh kepada enam orang dengan keadaan yang menyedihkan di depannya. Baju compang camping, tubuh penuh dengan luka serta lebam, tidak kata yang menggambarkan keadaan mereka saat ini selain menyedihkan
"SIALAN KAU KOKABIEL" teriak salah satu dari mereka kepada pria yang terbang itu masih dengan tatapan meremehkan dan bosan
"hahaha, memangnya apa yang bisa kau lakukan Sekiryuutei, kekuatan kalian yang sekarang bahkan tidak bisa membuatku berlutut. Kalian hanya sekumpulan sampah, hahaha" Kokabiel tertawa girang melihat ketidakberdayaan lawannya
"BAJINGAN" Issei berusaha menyerang Kokabiel tapi dihentikan oleh wanita berambut crimson disebelahnya
"hentikan Issei, kau hanya membuang nyawamu jika terus menyerang"
"jadi buchou apa yang harus aku lakukan? Teman temanku disakiti tidak mungkin aku tinggal diam saja"
"itu benar Hyoudou Issei jangan bertindak gegabah" kata seorang wanita berambut biru dengan baju tempur ketat sambil memegang pedang besar yang diketahui bernama Durandal yang termasuk pedang suci. Keadaanya tidak terlalu parah tapi sepertinya dia hanya kehabisan stamina
Issei hanya terdiam menguatkan tinjunya memikirkan betapa lemahnya dirinya " maaf buchou, ini semua salahku, aku pemegang Boosted gear harus selemah ini. Aku gagal melindungi teman temanku, maafkan aku buchou"
"Issei" Rias hanya memangdang sendu Issei sambil memanggil pelan namanya
"aku sebagai pion Rias Gremory seharusnya menjaga kalian semua, tapi aku malah kalahkan dengan sangat mudah. Aku ini sangat lemah, aku tak pantas menjadi pionmu, lebih baik aku mati saja"
PLAK
Sebuah tamparan mendarat di pipi Issei. Matanya membulat melihat reaksi keras orang yang dipanggil buchou olehnya a.k.a Rias "buchou?"
"jika segitu ingin matinya kau, mati saja sana" ekspresi Rias tertutup poni rambut merahnya "kau pikir menyerah begitu saja adalah hal yang baik? Jika kau sangat ingin melindungi temanmu berjuanglah dan berpikir bagaimana mengalahkan musuh. Yang tadi kau lakukan hanya membuang nyawamu"
"buchou" Rias memegang tangan Issei erat. Issei sendiri dapat merasakan bahwa tangan wanita itu bergetar "ya maafkan aku, aku akan lebih tenang kali ini"
"Issei jika kau mau bertarung sampai mati, jangan lupa untuk mengajakku"
"Kiba"
"Issei-kun kau pikir kami hanya akan tinggal diam selama kau bertarung sendirian?"
"Akeno-san"
"Issei-san aku tak mungkin membiarkanmu terluka karna kau yang telah memberikan aku kehidupan ini"
"Asia" Issei tersenyum lembut melihat teman temannya yang begitu mendukungnya
"ya ayo kita kalahkan dia bersama-sama" Semuanya mengangguk setuju oleh kata Issei
Kiba membuat pedang suci iblis dan langsung melesat kearah Kokabiel Xenovia mengikuti dari belakang dengan mengayunkan pedang Durandal
"hahaha jadi kalian masih ingin bertarung rupanya" Kokabiel menciptakan pedang cahaya di kedua tangannya dan melesat kearah Kiba dan Xenovia
Semua serangan Kiba dan Xenovia dapat di tangkis walau Kokabiel sedikit kewalahan. Pertahanan Kokabiel sedikit terbuka, Kiba lalu menciptakan senbuah pedang lagi berusaha menebas bersamaan dengan tebasan penuh kekuatan yang dilancarkan Xenovia. Kokabiel menggunakan sayapnya untuk melindungi diri dan menghempaskan Kiba dan Xenovia
Kokabiel yang sedikit lengah terkejut saat di depannya sudah ada Issei yang bersiap dengan Gauntlet merahnya untuk memukul
[boost][boost][boost][boost][boost][boost][boost][boost][boost][boost][boost][boost]
Suara mekanik terdengar dari Gauntlet merah dengan permata hijau itu, sebelum sebuah tinju mentah mengenai wajah Kokabiel dan terpental beberapa meter jauhnya. Belum sempat bangun, Rias menciptakan lingkaran sihir besar dan Akeno menciptakan petir melewati lingkaran itu menyebabkan petir itu lebih besar dan menghantam tubuh Kokabiel
Kepulan asap berterbangan, mereka tidak bisa melihat Kokaiel saat ini karna asap ini jadi semua masih mempertahankan posisi bertarung mereka
"sepertinya aku terlalu meremehkan kalian ya" semuanya tampak terkejut karna Kokabiel masih berdiri tegap setelah menerima serangan seperti itu. Hanya baju yang compang camping dan bibirnya yang sedikit robek selebihnya dia baik baik saja
"baiklah, akan aku akhiri permainan ini disini" Kokabiel menciptakan tombak cahaya seukuran mobil
Issei dan yang lain hanya bisa tercengang melihat perbedaan besar kekuatan di antara mereka
"mati kalian iblis sialan" Kokabiel melemparkan tombak cahaya raksasa itu, mereka hanya terdiam sambil menunggu ajal mereka
sebelum tobak itu menyentuh mereka Naruto datang dengan kecepatan yang tidak normal, dia menerima tombak itu langsung dengan tubuhnya, semua orang disana tampak sangat terkejut tidak terkecuali Kokabiel. karna disana berdiri pria berambut kuning jabrik, dan yang lebih mengejutkan adalah enam pasang sayap gelap seperti gagak itu
To be continue
A/N: mungkin ada yang bertanya kenapa hanya ada tiga serafhim di sini, ingatlah Naruto adalah mantan dan posisi itu masih kosong.
dan untuk penamilan Rafael bisa di cari di google
akhirnya bisa update juga gimana chapter ini sedikit membingungkan? aku harap tidak haha. seperti janji kepada beberapa pembaca lewat PM hari ini saya update juga. kalau mau memberikan saran atau kritik yang membangun cerita ini silahkan review, sebisa mungkin akan saya balas satu per satu
Review please
Febry Out
