Sebelumnye...
Baekhyun terus berlarian kecil menuju arah perpustakaan sambil bersenandung ria menyanyikan lagu favoritenya. Melihat ke arah depan yang sudah ramai karena mereka ingin melihat pertandingan yang tersisa 5 menit terakhir. Baekhyun mengurangi kecepatannya dan berjalan biasa menata anak yang berlarian kesana-kemari. Baekhyun mengulas senyum di bibirnya mengingat bahwa Kyungsoo―sahabatnya―akan memberinya cupcake buatan Kyungsoo sendiri. Hingga ada bola yang mendekat ke arah Baekhyun..
'WUSSHH' suara bola diatas kepala Baaekhyun. Beruntung, Baekhyun memiliki reflek yang bagus sehingga ia lansung membungkuk. Saat ia berdiri kembali, terlambat..
'PYARR ' suara kaca yang berada 2 meter dari Baekhyun pecah.
JLEB JLEB JLEB
"KYAAAA...SHIT!"
STEP BY STEP
Chapter 2
Pairing : Chanyeol and Baekhyun
Genre : Romance ( SchoolLife )
Untuk respon yang baik, Sesese a.k.a Author ucapkan terimakasih.
HAPPY READING
"KYAAAA...SHIT!" umpat Baekhyun melihat tangan kirinya sudah seperti mandi darah karena terkena serpihan kaca yang pecah. Matanya mulai sedikit berair sekarang. Baekhyun melihat ke arah lapangan dengan deathglare-nya. Semua siswa dan seorang namja yang ingin berlari ke arahnya― sepertinya dia pelaku dari semua ini― diam membeku di tempatnya terkejut melihat Baekhyun yang err... mengumpat dengan volume yang tak terbilang pelan, keras bahkan ia seperti berteriak. Baekhyun mengumpat? Baekhyun seorang murid teladan mengumpat? Oh sepertinya dunia mulai terbalik sekarang.
Baekhyun mencabut serpihan kaca yang mengenai lengan kirinya hati-hati saat selesai mencabut semua kaca yang menancap di lengannya, ia meringis kesakitan melihat darahnya menetes dari lengan atasnya hingga jarinya yang berakhir di lantai sekolah. Baekhyun menggenggam tangannya yang penuh dengan darah dan berbalik lalu menuju toilet untuk membersihkan darahnya.
KRASSSSHHH *critanya suara air -_-*
Baekhyun membasuh tangannya dengan rasa kesakitan yang luar biasa. Terlihat aliran air sudah menjadi warna merah pekat.
"Aishh...sialan, hilang sudah kulit mulusku" ringis Baekhyun melihat tangannya yang sudah bertekstur garis-garis berwarna merah. Baekhyun merasa sepertinya aliran darah yang keluar dari tangannya tak kunjung berhenti ditambah badannya yang sudah mulai lemas karena kehabisan pasokan darah. Baekhyun memutuskan untuk pergi ke UKS yang berada tak jauh dari toilet tempatnya berada. Karena jalan ke arah UKS melewati loker-loker siswa, Baekhyun teringat sesuatu. Baekhyun segera berlari menuju loker bertuliskan 'Byun Baekhyun' dengan huruf hangul dan huruf latin/abjad yang berada tepat di bawahnya.
Baekhyun mengambil seragam putih dan jas sekolah miliknya yang ia taruh di loker sebagai cadangan. Baekhyun berlari menuju UKS sebelum lukanya semakin parah. Ia juga berfikir kemana perginya sahabat-sahabatnya di saat seperti ini atau tak adakah orang yang peduli dengannya. Sampai di UKS, Baekhyun langsung membuka kotak kesehatan dan melingkarkan perban di lengan kirinya. Lihatlah lengan kirinya sekarang, ia sudah seperti memakai baju lengan panjang dari lilitan perban putih.
.
.
.
.
~ Chanyeol Side~
Pertandingan basket yang tersisa lima menit diteruskan, pikiran Chanyeol tak bisa diam di tempat. Ia terus memikirkan namja yang tangannya berdarah akibat ulahnya. Karena tak fokus bola yang ia masukan ke ring meleset, membentur besi ring basket. Beruntung score tim basket sekolahnya tinggi, memungkinkan tim lawan kesusahan membalikan kedudukan.
'TEEEEETTTTTTTTTT'
Akhirnya berakhir sudah pertandingan basket antar tim basket SM High School dan tim basket Seoul High School. Dengan kemenangan yang di raih oleh SM High School. Semua pemain berbaris dan membungkukkan badan tanda terimakasih. Chanyeol berjalan menuju bangku dimana ia meletakkan tasnya, kemudian mengambil minuman dan meneguknya.
"Chanyeol, bagaimana dengan anak tadi? Kau tak menyusulnya? Lihatlah tadi tangannya, mengerikan!" Chanyeol menolehkan kepalanya saat melihat Lay, sunbae-nya bertanya tentang hal yang nyaris ia lupakan.
"Aku akan menyusulnya, hyung" jawab Chanyeol singkat sambil melihat teman-teman ah..tepatnya sahabatnya berlari ke arahnya. Chanyeol kembali meminum minumannya yang masih tersisa setengah botol.
"Chanyeol! Bagaimana keadaan namja tadi?" teriak Kai dari kejauhan.
Chanyeol melihat Kai sekarang sudah di hadapannya dengan muka yang penuh harapan supaya Chanyeol segera memberitahunmya. Chanyeol menunjuk mulutnya yang menggembung karena berisi air dengan jari telunjuknya dengan maksud 'tunggu, aku sedang minum'.
"Apa yang namja tadi ucapkan? Sungguh itu adalah suara umpatan paling keras yang selama ini pernah ku dengar...aigoo" ucap Kai entah kepada siapa saat mengingat ucapan namja yang terluka lalu mengumpat dengan kerasnya.
"Bukankah tadi Baekhyun? Mung―
BRUSSSS
Mungkin ia emosi" ucap Sehun santai sambil melihat Kai yang sudah basah karena semprotan yang berasal dari mulut Chanyeol.
"Yak! CHANYEOL!" teriak Kai tepat di wajah Chanyeol, tapi dihiraukan oleh Chanyeol karena terkejut dengan ucapan Sehun. Karena, memang Chanyeol memiliki mata yang sudah minus 1,15 ia tak melihat terlalu jelas namja itu. Dan ternyata itu Baekhyun.
'habislah aku' batin Chanyeol tak tenang, mungkin saja jka ia kembali ke kelas ia sudah babak belur atau mungkin ia sudah tak bernyawa. Secara, semua siswa tau bahwa Baekhyun sudah memegang gelar master dalam semua hal berbau bela diri seperti Karate, Taekwondo, Judo, dan mungkin masih banyak lagi tetapi hanya itu yang diketahui Chanyeol. Berbeda dengan Chanyeol, walaupun jago olahraga tapi hanya satu bela diri yang Chanyeol kuasai yaitu Karate itupun ia baru memegang sabuk coklat.
"B-Baekhyun?" tanya Chanyeol pada Sehun yang masih setia dengan muka datar dan dinginnya itu.
"Ne, bahkan tadi ia sudah menatapmu seperti psikopat" nada yang dikeluarkan Sehun memang tidak membuat Chanyeol gemetaran, tetapi kata-katanya itu,sungguh ini membuat Chanyeol ketakutan.
"Benarkah? Uuuu matilah kau Park Chanyeol" Goda Kai yang tengan membersihkan mekanya dengan tisue yang diberikan Lay.
"Sebaiknya kita menyusulnya dan minta maaf" suara berat Kris mengintrupsi keadaan disana.
"Iya, mungkin ia ada di UKS" suara ceria Lay membuat suasana yang semula panas menjadi sedikit menghangat "kajja"
Kelima namja itu akhirnya melangkahkan kaki menuju UKS dengan posisi Lay paling depan dan Chanyeol di belakang bersama Sehun. Suara teriakan yeoja-yeoja mengiringi perjalanan mereka menuju UKS tempat Baekhyun sedang tidur,mungkin. Sesampainya mereka di depan pintu UKS, Lay yang berada di posisi depan langsung membukanya.
'CEKLEK' suara pintu terdengar karena memang keadaan di sekitar ruang UKS sepi. Lay dan kawan-kawan masuk beriringan seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Kelima namja itu terdiam membeku saat sudah berada di dalam ruang UKS dengan mulut dan mata yang terbuka lebar, melihat punggung putih nan mulus di depan mereka. Baekhyun yang merasa ada orang di belakangnya membalik badannya.
'GLEKK' suara saliva yang ditelan mendominasi kelima namja yang masih diam di tempat.
Mereka benar-benar tak bisa berkata apa-apa saat Baekhyun membalik badan suasana seperti di-slow motion, Baekhyun dalam keadaan setengah naked sekarang karena tentunya celana sekolah masih melekat di kaki kecilnya. Tubuh yang putih dan mulus kecuali tangan kiri yang sudah diperban rapi, sixpack yang mulai terbentuk mungkin ini adalah efek karena menjadi master 'bela diri'. Semua pandangan tertuju pada tubuh mulus Baekhyun. Menyadari padangan dari para namja di depannya, Baekhyun dengan langkah santai berjalan kearah Chanyeol. Chanyeol yang juga menyadari Baekhyun yang berjalan kearahnya dengan tubuh yang err sexy bingung mengatur detak jantungnya yang sepertinya ingin keluar dari rongga dadanya.
"Minggir.." ucap Baekhyun tenang memecah keheningan, "Minggir!" ucap Baekhyun lagi karena Chanyeol tidak merespon satu kata yang ia ucapkan. Sekarang Chanyeol pun tak melakukan pergerakan apapun karena ia terus melamun tanpa berkedip dan itu membuat Baekhyun kesal.
"APA YANG KAU LIHAT EOH? MINGGIR! KAU TAK LIHAT SERAGAMKU ADA DI BELAKANGMU, BODOH!" Baekhyun berteriak sekeras mungkin, membuat Chanyeol tersentak dan bergeser ke kanan. Chanyeol juga baru sadar ternyata di belakangnya ada meja dan tergeletak sebuah baju seragam dan jas sekolah lengkap dengan hanger serta name tag 'Byun Baekhyun'. Baekhyun mengambil seragam putihnya lalu memasukan tangannya ke lengan baju sebelah kanan dahulu lalu berlanjut ke lengan sebelah kiri. Baekhyun berjalan munuju hadapan para namja yang masih diam tak mengucapkan kalimat apapun.
"Ada apa eoh?" ucap Baekhyun sambil mengancingkan seragamnya tanpa melihat ke arah lima namja di hadapannya. "Kalian ingin istrahat? Atau ingin mengambil kotak P3K?" ucap Baekhyun santai, ia seperti lupa dengan kejadian yang sebelumnya ia timpa.
"Ti-tidak" Suara Chanyeol begitu gemetar hanya mengucapkan satu kata saja.
"Lalu?" jawab Baekhyun cepat, "Cepat katakan, ada keperluan denganku?"
"N-ne" ucap Chanyeol terbata lagi.
"Cepatlah katakan jangan buang waktuku" nada bicara Baekhyun sudah dinaikkan satu oktaf.
"Cepat katakan, sepertinya dia sudah mulai kesal" ujar Kai sambil menyikut pinggang Chanyeol.
"Baek a-aku mau m-minta m-maaf." Ucap Chanyeol yang mendapat kernyitan pada alis Baekhyun.
"Maaf? Untuk apa?" ucap Baekhyun dengan muka polos tak memperlihatkan wajah yang sebelumnya terlihat menyeramkan.
"I-itu a-anu t-tang-tanganmu" ucap Chanyeol sambil menunjuk tangan Baekhyun yang diperban.
"Oh..ini" ucap Baekhyun santai.
"K-kau tak marah?" kali ini ucapan Chanyeol tak begitu terbata-bata mengetahui respon Baekhyun yang terlihat santai tak menanggapi yang sebelumnya terjadi.
"Ya marah, hanya saja sedang tak ada mood untuk menghajar seseorang, mungkin jika aku marah kau bisa menjadi pelampiasanku. Jadi mulai sekarang sebaiknya kau cepat selesaikan sabuk coklatmu supaya kau bisa menghajarku. Bye Chanyeol, Bye semua. Anyeong" ucap Baekhyun panjang lebar dengan nada ceria dan itu membuat namja yang berada di ruangan itu bergidik ngeri. Baekhyun berjalan mengambil jas sekolah yang berada di atas meja, menyampirkannya di bahu kanan dan pergi dari ruangan itu.
Chanyeol menatap para sahabatnya dengan pandangan 'ada apa dengannya?' sahabatnya saling tatap menatap tanpa bicara satu kalimat pun.
"Bagaimana ini?" suara berat Chanyeol memecah kegiatan tatap menatap ria para sahabatnya.
"Apanya yang bagaimana? Kau tak dengar tadi cepat kau selesaikan sabuk coklatmu dan hajar dia" ucap Lay dengan tampang polosnya.
"Hyung, sekalipun aku menyelesaikan karate-ku pasti aku tetap kalah melawannya, dia bahkan menguasai lebih dari satu jenis bela diri, habislah aku" ucap Chanyeol sedikit kecewa mengetahui fakta tentang Baekhyun.
"Oke, lupakan tentang itu yang penting kau selamat sekarang, hanya untuk sekarang" jawab Lay dengan penuh penekanan pada kalimat terakhir.
"Hei!" panggil Kai membuat Lay, Chanyeol, Kris dan Sehun menatap kearahnya. Dan semua sudah tau apa yang akan diucapkan seorang Kim Jongin saat hanya melihat pandangannya saja.
"Apakah kalian lihat tubuh sexy Baekhyun? Mungkin jika ia benar-benar namja innocent aku sudah menerkamnya." Ucap Kai dengan nada yang sungguh menjijikan di telinga sahabatnya ini.
Mereka keluar dari ruang UKS dan berjalan ke arah ruang ganti untuk mengganti pakaian mereka yang sedari tadi memakai kaos basket ditemani ocehan Kai yang pastinya tak jauh-jauh dari topik bicaranya saat di UKS. Yup, hanya seputar tubuh sexy seorang Byun Baekhyun.
.
.
.
.
Baekhyun berjalan menuju kelasnya yang berada di lantai 3. Ia terus menarik bibirnya ke atas membentuk senyuman manis saat teringat kejadian bersama Chanyeol dan kawan-kawan, membuat beberapa anak menatapnya heran dan kaget. Untuk tatapan heran pasti gegara lihat Baekhyun cengar-cengir sendiri kaya orang gila karena mereka sudah tahu musibah yang menimpa Baekhyun. Untuk tatapan kaget pasti gegara melihat tangan Baekhyun yang diperban sudah berwarna merah dibeberapa bagian karena darah yang merembes perban itu. Dikarenakan Baekhyun yang langsung nyosor saja diperban tanpa memberi obat antiseptik.
'Bagaimana mungkin aku menghajarmu Chanyeol? Bahkan aku punya hal yang lebih baik dari sekedar menghajarmu' Pikiran Baekhyun terus memikirkan rupa Chanyeol yang ketakutan hanya dalam satu bentakannya.
"Aku akan menepatinya sekarang!" ucap Baekhyun yakin di depan pintu kelas lalu masuk ke dalam kelas.
"BAEKHYUN!" teriak Kyungsoo saat melihat Baekhyun berjalan memasuki kelas membuat seisi kelas melihat ke arah pintu kelas." Yak! Baekhyun ada apa dengan tanganmu?" tanya Kyungsoo panik.
"Tak apa Kyungsoo-ya tak perlu khawatir" jawab Baekhyun santai.
"Tak perlu khawatir bagaimana? Lihatlah tanganmu bahkan diperban dari atas sampai bawah" protes Kyungsoo pada Baekhyun yang selalu meremehkan sesuatu. Kyungsoo lalu memeluk Baekhyun erat, rasa khawatir hilang saat merasakan aura yang hangat dari tubuh Baekhyun, sahabat tercintanya ini. Kyungsoo melepas pelukannya dan melihat wajah Baekhyun yang cengar-cengir sendiri.
"Baek, kau tak apa kan?" tanya Kyungsoo dengan nada yang aneh. Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban bersama senyum yang masih merekah di bibir manisnya.
"Kyungsoo-ya, sekarang jam berapa?" tanya Baekhyun pada Kyungsoo saat teringat sesuatu. Kyungsoo mengangkat tangan kirinya, memperlihatkan arlojinya pada Baekhyun.
"Ya! Kyungsoo aku bertanya padamu sekarang jam berapa, bukan menyuruhmu memamerkan jam-mu. Aku tahu jam-mu itu bagus dan mahal" ucap Baekhyun saat melihat tangan Kyungsoo beserta arlojinya ada tepat di depan wajah Baekhyun.
"Aku malas melihatnya, jadi lihatlah sendiri" jawab Kyungsoo santai.
"Kalau malas, lantas mengapa kau memakainya? Aishh... oh ya apakah ini masih jam istirahat?" tanya Baekhyun lagi. Kyungsoo berjalan kembali ke bangkunya.
"Iya, kita masuk satu jam lagi. Dan jangan lupa setelah ini ulangan kimia" ujar Kyungsoo sambil membuka tasnya dan mengambil buku Kimia.
Baekhyun tetap setia dengan posisi berdirinya memikirkan sesuatu. Baekhyun berbalik lalu berjalan keluar kelas menuju lantai 4 . Ia ingin menemui seseorang yang paling ia sayangi. Setelah sampai di lantai 4, Baekhyun segera berlari menuju kelas 12-1 yang posisinya berada di pojok sendiri. Tepat, saat Baekhyun berlari menuju kelas yang ia tuju, namja yang ingin ia temui baru saja keluar dari kelas, sepertinya ia ingin merasakan udara luar. Karena memang namja itu tak suka dengan suhu maupun ruangan yang panas. Baekhyun menambah kecepatan berlarinya.
"HYUNG!" teriak Baekhyun membuat namja tadi berbalik dan menatap sang adik dengan tatapan tajam.
"Ada apa kau kemari eoh?" tanya namja itu dingin.
"hah..hahh..hahh.. hyung.." ucap Baekhyun dengan nafas yang masih tak beraturan,"Hyung, selamat ulang tahun" kali ini Baekhyun mengucapkannya dengan wajah yang tertunduk.
"Oh..hanya itu-kan, sekarang cepatlah pergi!" ucap namja itu mulai meninggikan suaranya.
"Tapi hyung aku ingi―"
"CEPAT PERGI DARI HADAPANKU SEKARANG!" bentak namja itu pada Baekhyun.
"Hyung..." panggil Baekhyun lirih pada namja di depannya sekarang.
"Aku sungguh muak melihat mukamu itu" ucap namja itu sadis.
"Hyung..." panggil Baekhyun lagi, tetapi saat Baekhyun ingin mengatakan kata selanjutnya pemuda yang ia sayangi atau lebih tepatnya hyung-nya sudah pergi berlalu meninggalkan Baekhyun yang sudah meneteskan air mata.
CONTINUE? MIND TO REVIEW?
Maap ye jika chapter ini kurang memuaskan. Perkenalan konflik mungkin ada di chapter depan-depan (?) karena author lagi mikirin adegan romance-nya dulu hehehe because author adalah ChanBaek Shipper banget *curcol -,-*. Atas kesediaan membaca apa lagi review sesese ucapkan Gomawo, Gomapta, Gamsahamnida, Thank You, Terimakasih, Arigatou, Arigatou gozaimasu, dan Xie Xie *banyak amat -_-*
Enaknya orang yang jadi hyungnya Baekhyun sapa? Kritik dan Saran silahkan tulis di kotak review.
Thank You so much for:
[ ayuputeri ] [ DahsyatNyaff ] [ .108 ] [ Yeollbaekk ] [ Special bubble ] [ alightphoenix ] [ ChanBaek ] [ TS07 ] [ Meydita ] [ chanbaek line ]
(Tuhan Yang Maha Esa)
