#2.Aturan yang tidak tertulis

aku mencoba menenangkan diri ku ditaman ini dan memikirkan apa yang terjadi..

Sadis kah? masa bodoh lah dengannya. dia sangat menyebalkan..

"hei, China... larimu cepat sekali..." lelaki bersurai pasir itu terengah-engah setelah mengejarku

aku sedikit merasa bersalah karena sudah berteriak kepadanya.

padahal Sadis hanya membantukku, bukan?

"kau sering sekali marah ya, China? dan pergi selalu tanpa berkata apapun. bagaimana aku bisa menjagamu jika kau seperti itu, China bodoh!" lanjut perkataannya dan menghela napas

"Chihuahua bodoh, kau pikir siapa yang membuatku marah seperti ini aru?" bentak ku kepadanya

"memangnya siapa yang membuatmu menjadi marah seperti ini?" itu adalah pertanyaan bodoh yang dia lemparkan kepadaku

tch, bikin pusing saja meladeni orang sialan ini.

"diamlah, mood ku sedang buruk aru." aku sedikit pasrah dan hanya bisa mengatakan hal itu.

"gadis China bisa ber mood buruk juga?" ejeknya lagi, rasanya membuatku ingin memukulnya

"kau banyak bicara sekali bodoh, berhentilah mengejekku. aku muak mendengarnya aru." kataku dengan setengah kemarahanku.

"baiklah dan tenanglah, aku akan mengalah... jadi apa yang membuatmu marah, China? padahal aku hanya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi" berkata dengan wajah datarnya

aku harus menahan amarahku dan harus tenang.

dia pun duduk tepat disampingku, duduk dengan gaya khasnya itu.

"aku hanya memikirkan apa yang dikatakan Tsukky aru.." aku berkata dengan lemah lembut.

itulah seperempat pikiranku yang membuatku terbebani

"kau tidak perlu memikirkan hal itu, China. tenang saja, kau uruslah dirimu saja. aku akan mengerjakan sisanya." terang Sadis kepadaku

kata itu membuatku sedikit tenang.. hati terdalamku berkata demikian

"kau saja mengurusi hidupku aru ne? apa itu bukan disebut mengurusi hidup orang lain, aru?" pertanyaan ejekku, karena aku pikir dia telah termakan oleh omongannya sendiri.

"hal itu hanya berlaku untukmu saja, China. aku boleh mengurusi kehidupanmu dan kau tidak boleh mengurusi kehidupan orang lain, apa kau mengerti China?" bicaranya menatapku dengan penuh tatapan menawannya

"i-itu tidak adil aru, Sadis b-bodoh" aku berkata dengan terbata-bata malu, sambil mengalihkan pandangan ku dari tatapannya.

apa dia menggodaku? sial, jangan sampai tergoda dengan dia, Kagura.

aku berbisik keras didalam hatiku, menahan semua hal yang membuatku tertarik dan mengalihkannya.

"pokoknya kau tidak boleh pergi jauh dariku. kau harus memberi tahu kepadaku jika ingin pergi. agar aku bisa menjagamu, bodoh. kau mengerti, China?"

dia memaksaku untuk mengerti dengan pernyataannya itu, pernyataan itu benar-benar mengekangku. tetapi disisi lain hatiku entah mengapa merasa nyaman dengan perkataannya.

"baiklah aru, aku akan pulang ke rumah Yorozuya ku, dan tidur. apa kau ingin terus mengikutiku lagi?" tanyaku dengan lemah lembut

aku tahu, orang ini sangat keras kepala. jika aku bertanya lagi 'mengapa kau mengikutiku?' dia akan bersikeras mengelak pertanyaan itu dan mengalihkan topik.

sebaiknya aku menerimanya saja. tch, aku sangat mengenal Chihuahua ini.

"Ya.. ya pulanglah. jika hal itu, aku tidak akan mengikutimu." katanya dengan santai

hahhh, aku sedikit lega dan bisa menghela napas, untung saja dia masih memiliki hati nurani. akhirnya aku terbebaskan dari penjara Chihuahua ini.

aku segera bangun dari dudukku, keluar dari taman itu, dan meninggalkannya. selepas itu aku berjalan pulang ke Yorozuya dan sampai didalamnya,

jam menunjukkan pukul 12 malam

jika saja Gin-chan masih tinggal bersamaku, mungkin saja aku akan dimarahi olehnya. hehe itu masa menyenangkan saat aku masih anak-anak.

Sadaharu sudah tertidur kah?

ya, dia sudah tidur. aku mengelus kepala sadaharu dan memeluknya

selesai itu, aku segera mengganti pakaian dengan piyamaku untuk tidur. aku berbaring di tempat tidur yang biasa kutempati, dan menyelimuti diriku.

aku memejamkan mataku.

setelah beberapa menit aku tidak tertidur juga.

sial, aku baru ingat. aku lupa mengunci pintu luar, aku menuju pintu itu. memeriksa ke arah luar terlebih dahulu.

disaat itu, aku menemukan Sadis sedang tertidur didepan, bersender pada penyangga kayu.

terduduk setengah sila, dengan lutut kiri yang berdiri mendekati kepala, tangan kiri yang terletak diatas lutut, katana yang bersender di pundaknya, dan kepala miring yang juga disenderkan di Tsuka Katana (pegangan Katana)

"Hei, Sa—" aku ingin membangunkannya,

mulutku tertahan oleh diriku sendiri.

dia berbohong padaku bahwa dia tidak mengikutiku, tapi dia sedang tertidur disini.

tapi apa boleh buat dia sangat keras kepala. apa aku biarkan ? atau kusuruh dia pulang?

tidurnya sangat nyenyak sekali, aku tidak tega membangunkannya.

biarkan saja dia tertidur disana?

tapi jahat sekali membiarkan seseorang tertidur diluar. apalagi malam ini sangat dingin, bukan?

aku tidak ingin menjadi orang jahat seperti apa yang pernah dilakukan Sadis kepadaku.

apa aku akan menggendongnya? atau menyeretnya saja? mungkin tak apa menggendongnya, selagi dia tertidur. dia takkan mengejekku jika dia tertidur, kan?

baiklah aku akan menggendongnya kedalam dan membiarkan dia untuk tidur di kamar Gin-chan.

tch, dalam sebuah kisah lain lelaki yang menggendong perempuan, aku belum mendengar kisah ini, tapi siapa yang peduli? karena aku keturuan klan Yato, tak masalah soal itu.

aku menggendongnya di pundakku sampai kamar Gin-chan.

Sadis terlalu ringan bagiku, ringan sekali.

aku membaringkan dan menyelimutinya di futon milik Gin-chan. sudah lama sekali tidak ada yang menggunakan futon ini.

apa aku melakukan hal yang konyol? masabodolah. semua sudah terjadi, dan mau diapakan lagi ? aku berpikir dengan keraguanku.

sepertinya aku harus segera tidur saja, sekarang aku sangat mengantuk. dan lupakan saja pikiran-pikiran ini.

akupun mengunci pintu depan. dan bergegas kembali tidur, ditempat tidurku.

memejamkan mataku, dan akhirnya aku bisa tidur dengan tenang.

Pagi telah tiba, tercium bau harum masakan yang membuatku terbangun dari tidurku, dan segera ke luar dari kamar kecil ini.

Sadaharu sedang mengucah makanan, dan berisi makanan anjing dimangkuk Sadaharu.

siapa yang memberinya makan?

aku mencoba mengikuti bau harum makanan yang berasal dari dapur, mungkin dia yang memberi makan Sadaharu

aku mengintip sedikit kedapur. pakaian itu? Gin-chan kah?

setelah aku melihatnya lebih jelas, ternyata itu Sadis yang memakai pakaian Gin-chan.

"Hei bodoh, apa yang kau lakukan aru? dan mengapa kau memakai pakaian Gin-chan"

"aku hanya memasak makanan untukmu, China. aku memakai pakaian ini untuk sementara saja, karena aku belum mencuci Yukata ku selama 7 hari 7 malam." berbicara denganku dengan wajah datarnya

"kau jorok sekali aru, aku tidak menyangka kau sejorok ini aru!"

"heh, bukannya kau lebih jorok daripada aku? pakaian kotormu menumpuk disana! aku tidak tahan melihatnya dan mencucinya. sebelum bicara kau lihatlah dirimu sendiri bodoh!" debatku dengannya dipagi hari ini.

memang benar seperti itu keadaannya, aku sangat malas untuk mencucinya dan menunda-nundanya terus.

"tch, baiklah aru. jangan berharap aku akan berterima kasih kepadamu aru, dan siapkan makanan itu di meja ruang tamu. aku lapar aru" aku menyuruhnya saja, lagipula makanan itu memang untukku.

"baik, monster China yang bodoh."

aku tidak menanggapi ejekannya. lelah berdebat dengannya lagi.

menuju sofa yang berada diruang yang biasa tempat kami berkumpul, menghidupkan televisi untuk menonton film kartun. mungkin jika ada Gin-chan aku tidak bisa menonton film kartun, karena siarannya akan di ganti dengan berita cuaca.

"ini makanannya bodoh, 4 porsi telur dadar." dia memberikan 1 piring dengan isi nasi yang menggunung dan duduk di sofa depanku

"kau tidak makan, Sadis?" tanyaku

"aku sudah makan diluar." terangnya kepadaku

"oh begitu" jawabku singkat

tak sabar menyantap makananku. aku segera menghabisi makanan itu dengan rakusnya, karena aku sangat lapar dari kemarin aku hanya makan sedikit saja. karena untuk menghemat pengeluaran, mungkin saja aku bisa memanfaatkan sedikit kebaikannya ini.

setelah selesai makan, Sadis membuka topik pembicaraan kepadaku.

"apa kau yang membawaku ke dalam?" tanya Sadis padaku

"iya, aku menyeretmu kedalam aru." bicaraku dengan setengah kebohongan

dia terdiam sesaat.

"ya, kau baik sekali China. sudah membawaku ke futon yang empuk. sebagai hadiahnya, aku akan lebih memerhatikanmu lagi, dengan penyita Sukonbu ini. karena tidak baik seorang wanita memakan makanan yang tidak bermanfaat." celotehnya sambil mengangkat kotak kecil Sukonbu milikku, dengan wajah datar yang sangat menjengkelkan.

"hei kembalikan padaku aru!" aku berkata sambil menggapai-gapai tangannya, dia menjauhkannya dari tanganku

hingga akhirnya aku terjatuh berada di dekapan Sadis.

kami terdiam sesaat karena wajah kami saling bertemu.

Grek..

seseorang membuka pintu ruang tamu itu.

"Hei, Kagura-chan lihat apa yang kuba—" ternyata itu Shinpachi, dia diam mematung karena melihat kami yang saling berdekatan.

"maafkan aku, aku tidak melihat apapun." dia mencoba berlari dan tergesah-gesah

aku refleks dengan melempar piring makanku, dan mengenai kepala belakang Shinpachi.

kepala Shinpachi hanya benjol saja, karena piring itu terbuat dari plastik. Syukurlah

akupun menceritakan apa yang terjadi kepada Shinpachi.

aku hanya menceritakan setengah cerita saja, menceritakan Sadis tertidur diluar dan menceritakan mengapa wajah kami saling berdekatan. aku tidak menceritakan kepada Shinpachi tentang Sadis menjadi Bodyguardku.

"Oh begitu ceritanya Kagura-chan. maafkan aku, aku tidak mengetahuinya."

"itu tak apa aru" jawabku dengan memakluminya

"Okita-san, apa kau tidak bekerja di Shinsengumi lagi? dan selama 5 tahun ini kau kemana, Okita-san?" lanjut Shinpachi dengan keramahannya.

"masih bekerja, tapi aku mengambil cuti beberapa hari. dan 5 tahun itu cerita yang panjang Shinpachi Megane" terang sadis kepada Shinpachi

"oh begitu ya.. dan oh ya aku membawakan 1 pack Sukonbu dan bahan-bahan makanan untukmu Kagura-chan." Shinpachi sambil memberikan tas belanjaan itu.

akupun berterima kasib kepada Shinpachi

"dan sepertinya aku harus bergegas pulang untuk mengurus dojo. dan selamat tinggal Kagura-chan dan Okita-san. maaf hanya sebentar saja aku disini." Shinpachi pergi meninggalkan kami di rumah Yorozuya ini.

"kau mandi sana, China. aku yang akan membereskan ini." perintah Sadis kepadaku

aku diam menurutinya saja, aku tidak ingin berdebat dengannya.

akupun membersihkan badanku dengan menyalakan Shower ini.

wajah kami sangat dekat..

aku menutup wajahku dengan kedua tanganku sambil mengingat kejadian memalukan itu.

apa dia menyukaiku? tidak-tidak, tidak mungkin dia menyukaiku. dia bilang sendiri kalau tidak mungkin menyukai gadis China sepertiku.

lagipula siapa juga yang akan menyukai manusia Sadis seperti dia. tentu saja tidak ada, tidak ada.

selesai membersihkan tubuhku, aku mengeringkat tubuhku dengan handuk, memakai pakaianku dan kembali duduk diruangan itu, bersama Sadis.

kami berdua diam tanpa ada sepatah kata pun dan hanya menonton televisi. hingga beberapa menit lamanya.

sepertinya aku ingin berjalan-jalan diluar

"aku ingin berjalan-jalan diluar, apa kau ingin ikut aru ne?" tanyaku kepada Sadis

"aku dibelakangmu, China." dia bangun sambil membawa Katana nya.

"Sadaharu, jaga rumah ya.. selagi aku pergi." bicaraku dengan Sadaharu.

Sadaharu menggonggong berkata 'iya'

kurasa maksudnya seperti itu.

kami menelusuri jalanan Kabukicho, dan kebetulan bertemu dengan Soyo-chan, Nobume dan Kakak Kamui.

"Hai Kagura-chan, baru saja aku ingin berkunjung ke rumahmu." sapa Soyo-chan dengan suara yang halus

"iya aru, untung saja kita bertemu disini aru." balasku kepadanya dengan suara yang halus juga.

"Adikku, apa kau baik-baik saja?" khawatir Kakak Kamui kepadaku.

"aku baik-baik saja, Kakak. kudengar kau sibuk Kak?" tanyaku ke Kakak Kamui

"iya aku membantu Soyo-hime untuk mengurus negara. karena Soyo-hime sementara menjadi pemimpin negara, belum menemukan penggantinya." terang Kakak kepadaku

"heh begitukah kak." akupun memeluknya, karena sudah lama tak bertemu dengannya lagi.

"dan kenapa ada Sougo disini?" tanya Kak Kamui dengan sedikit ekpresi marah

"memangnya masalah?" terang sadis kepada Kak Kamui dengan wajah seriusnya, sambil memegang kepalaku.

"Hei, kenapa kau memegang kepala adikku?" tanya Kak Kamui dengan Ekspresi jengkel

"memangnya ada masalah hah?" Sadis menantangnya dan mengulangi perkataannya lagi.

sepertinya situasi semakin panas, karena Kakak Kamui tidak menyukai Sadis.

"Heh, bagaimana jika kita makan Es krim saja." Soyo-chan meredakan situasi panas ini.

"ide bagus aru" balasku

"apa kau mau ikut Nobume-chan?" tanya Soyo-chan ke Nobume

"aku akan ikut, tetapi aku sudah membawa sekotak donat, jadi aku tidak perlu membeli Eskrim lagi." terang Nobume kepada kami dengan suara datarnya

kamipun menuju dan masuk ke restoran Eskrim, disana sangat ramai sekali dan hanya tersisa 2 meja kosong.

disebelah kanan pojok dan disebelah kiri pojok didekat pintu keluar.

1 meja hanya ada tersedia 4 tempat duduk.

jadi Kakak Kamui dan Sadis memilih untuk duduk berdua di Meja pojok kanan, dan kami duduk di meja pojok sebelah kiri.

sepertinya mereka akan membicarakan sesuatu

kamipun memesan Eskrim, dan berbincang seperti apa yang wanita pada umumnya saja.

tapi aku hanya memerhatikan Kakak Kamui dan Sadis di seberang sana.

apa yang mereka bicarakan? tidak terdengar, karena mereka jauh diseberang sana dan suara bising ini.

aku memerhatikannya dengan seksama, Sadis sepertinya sedang berdebat dengan Kakak Kamui.

Kakak Kamui memegang kedua kerah Sadis dengan wajah yang marah, apa mereka ingin bertengkar lagi?

Kak kamui melepas genggamannya. setelah itu, Sadis memesan Eskrim kepada pelayan.

2 Eskrim, sepertinya kakak Kamui di traktir oleh Sadis?

sepertinya mereka sudah berbaik-kan, Syukurlah.

"..gura-chan, Kagura-chan, Kagura-chan" Soyo-chan memanggilku

aku tersadar dari pikiranku.

"eh, maaf aru. aku tidak mendengarmu" minta maafku kepada Soyo-chan

"hmm, aku tadi bertanya. bagaimana hubunganmu dengan Sougo-san?" tanya Soyo-chan

"eh, kami tidak ada hubungan apapun aru" jawabku

"ehh, tidak mungkin loh. kami bertanya-tanya kenapa Sougo-san memakai pakaian Gin-san? apa kalian tinggal bersama?" tanya Soyo-chan dengan menggodaku

"eh, tidak seperti itu aru. mana mungkin aku mau dengan manusia Sadis, seperti dia. lagipula aku tidak ingin menikah sampai akhir aru." aku menolak hal itu

"eh, apa kau tidak ingin menikah Kagura-chan? kurasa kau dan Sougo-san sangat cocok, loh. jangan sia-sia kan hal itu."

"aku ti—"

"Soyo-hime, sepertinya kita harus kembali untuk bekerja. dan maaf adikku, kami tidak bisa lama." Kakak Kamui muncul tiba-tiba dan memotong pembicaraanku.

Kakak tidak berniat memotong bicaraku, Kakak sedang terburu buru.

kamipun keluar dari restoran, Soyo-chan dan Kak Kamui pergi, Nobume juga ikut dengan mereka.

dan yang tersisa hanya kami berdua.

jam masih menunjukkan pukul 12 siang. dan aku membuka payungku, untuk menghindari terik matahari.

aku membiarkan Sadis untuk berteduh di payungku.

aku terpikirkan oleh suatu hal

waktu itu Papi berkata padaku bahwa Sadis telah berpetualang bersana Papi selama 5 tahun lamanya. aku akan mengujinya

"Sadis, bagaimana kalau kita bertarung aru ne?" tanyaku ke Sadis.

"boleh saja." dia menerima tantanganku

kami pergi untuk mencari tempat yang bagus untuk bertarung.

kamipun memutuskan untuk bertarung di jembatan yang sering kami gunakan untuk menguji kemampuan bertarung kami.

"bagaimana jika yang kalah dari pertarungan ini, akan menuruti semua permintaan yang menang?" dia menambahkan tantangan itu.

"tch, baiklah. jika kau kalah maka kau akan mengikuti apa yang kuinginkan. Deal?"

"Deal" jawabnya sambil berjabat tangan denganku. kami telah sepakat.

mungkin aku bisa memanfaatkan itu, agar Sadis pergi menjauhiku

aku menutup payungku dan segera mempersiapkan kuda-kudaku.

aku bergerak cepat untuk menyerangnya. menyerangnya dengan banyak gerakan, tetapi dia hanya menghindar dan menahan seranganku.

tiba-tiba dia membalas seranganku dengan gerakan 2x lebih cepat daripada aku, menggunakan katana yang masih tertutup Sarungnya. sepertinya dia tidak ingin melukaiku dengan Katana nya

dia berhasil memukulku dibagian perut, tapi dia menahan pukulannya. membuat pukulannya itu tidak terlalu menyakitkan.

"Kau kalah, China." katanya

"apa kau bodoh, aku belum kalah." aku menolak perkataannya

"kau sudah kalah, China. apa kau ingin meneruskannya lagi?"

"ya, bukannya sudah jelas?" jawab ku

dia bergerak cepat ke arahku dan memukul payungku hingga terlempar. dia mengacungkan Katana itu yang masih tertutup sarung, kepadaku.

"Kau kalah, China. akui saja."

aku memukul perutnya dengan tangan kosong, diapun terpental jauh.

"Tch China, kau boleh juga." Sadis sambil meringis kesakitan

"Kau pikir hanya kau saja yang bertambah kuat?"

kamipun bertarung dengan serius, sampai tenaga kami terkuras banyak.

hingga akhirnya aku tersadar bahwa ini pertarungan yang sia sia.

"apa kau tidak berpikir kalau ini adalah pertarungan yang sia-sia?" tanya ku kepada Sadis

"mungkin dan sepertinya aku lelah dengan ini, bagaimana jika kita nilai bahwa kita sama-sama menang? aku akan mengabulkan keinginanmu dan kau akan mengabulkan keinginanku. adil, bukan?"

"kita seimbang? baiklah. yang kuinginkan kau berhenti untuk mengikutiku.." pinta ku kepada Sadis

"aku akan menurutinya, dan yang kuinginkan itu mudah saja. kau harus menjawab pertanyaanku dengan jujur."

dia membelakangiku dan melihatku dengan ekor matanya saja.

"apa kau sedang mencintai seseorang?" tanya nya kepadaku.

apa aku mencintai seseorang? sepertinya aku hanya mencintai Mami, Papi, Kakak Kamui, Gin-chan dan semua temanku

apa yang membuatnya bertanya seperti itu?

"Mami, Papi, Kakak Kamui, Gin-chan dan semua teman-temanku" jawabku dengan tenang

"bukan itu maksudku!! maksudku mencintai sebagai kekasih!" teriak Sadis

eh, apa maksudnya?

lelaki bersurai pasir itu berbalik dan menatapku dengan wajah menawannya

"maukah kau menjadi kekasihku, Kagura?"

"eh?"

To Be Continue

Maaf mungkin ceritanya agak ngebosenin, ane yg baca aja keknya ngebosenin deh :v

masih bingung mau bikin cerita ini panjang apa pendek.

kalau pendek rasanya ngeselin gtu. kalau panjang, mungkin butuh waktu lama.

ya segitu aja dan sekian :v