"Kau mau kan? Hanya untuk besok saja."
"Tidak, aku lelah."
Gadis berambut panjang terus menerus mengejar Luhan dan memohon agar Luhan mau menjadi peserta saat penilaian upacara besok.
"Hanya sebentar... Kau mau kan?"
"Sudah kubilang aku tidak mau."
"Bagaimana kalau... Kubelikan makanan?"
"Kau ingin membelikanku makanan?"
"Setelah upacara besok, aku akan membelikanmu makanan. Tapi kau harus mau menjadi peserta, bagaimana?"
Luhan berfikir sejenak. Dipikirannya kini hanya ada makanan, makanan dan makanan. Ia membenarkan kacamata dan mengangguk menyetujuinya.
~OoO~
Dibawah panasnya matahari, sebagian murid tengah melakukan upacara untuk penilaian. Luhan, gadis itu berdiri paling belakang dibarisan peserta.
"Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara."
TUK... TUK... TUK...
Suara langkah kaki seseorang terdengar sangat kencang. Itu adalah suara langkah sang pemimpin upacara.
Dengan gagah dan percaya diri, pemimpin upacara itu berdiri ditengah lapangan untuk melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin upacara.
Luhan yang berdiri dibarisan paling belakang, masih dapat melihat dengan sangat jelas tubuh sang pemimpin upacara.
"Punggung yang indah." gumam Luhan sambil menatap punggung sang pemimpin upacara.
.
Everytime
Main pair: Oh Sehun x Luhan
(Cast akan bertambah seiring berjalannya cerita.)
Rating: T
Disclaimer: Seluruh tokoh milik keluarga dan agensi masing-masing.
Warning! OOC, TYPO, AU, GS.
Selamat membaca~
.
"O... O... O... Ohhhh... Sepertinya aku pernah melihat dia." Luhan menatap pria dengan seragam tentara itu.
"Dimana? Kapan?"
"Disini, sekarang."
PLAKK...
"Bodoh, kukira kau serius." Baekhyun menjitak kepala Luhan kencang.
"Awh... Sakit." Luhan hanya meringis kesakitan sambil memegang kepalanya.
Baekhyun menatap tajam pria berseragam tentara tersebut. Ia tidak menatap Chanyeol, melainkan pria yang ada disebelah Chanyeol.
"Jangan menatapnya terus, selesaikan dulu pekerjaanmu." ucap Luhan.
~OoO~
Tepat pukul 9 pagi, pemeriksaan dilakukan. Satu persatu tentara masuk kedalam ruangan dan melakukan pemeriksaan.
Mulai dari pemeriksaan gigi, mata, telinga, tensi darah, kestabilan tubuh, sampai tes kesehatan jantung dan paru-paru.
Pria-pria bertubuh tinggi dan berdada bidang, mengikuti instruksi dari sang kapten.
"SESI KETIGA SELESAI." pukul 4 sore, sesi keempat dimulai.
Kini waktunya tim Luhan yang akan memeriksa. Semuanya berjalan dengan lancar.
"Oh Sehun." Kwon Soonyoung sebagai pencatat, memanggil tentara terakhir yang akan diperiksa. Tidak lain adalah sang kapten.
Baekhyun yang duduk disebelah Soonyoung hanya membulatkan mata dan melihat pria berbadan kekar itu tidak percaya.
Pria dengan dada bidang itu berjalan memasuki ruang pemeriksaan dengan wajah dingin miliknya. Ia berbaring di bed dengan tenang.
Dua orang datang dengan membawa sthetoscope dan alat tensi.
"Tekanan darah normal 120/75."
Setelah pemeriksaan tensi darah, pria tersebut bangun dari bed dan duduk di kursi yang telah disediakan untuk pemeriksaan selanjutnya.
Kini giliran Luhan yang memeriksa. Ia menjadi tim pemeriksa mata. Luhan berdiri dibelakang pria tersebut, ia melihat jelas punggung pria tersebut.
"Punggung yang indah." gumamnya.
Ia mulai menunjuk satu huruf yang ada di seberang sana, "Bisa kau katakan huruf apa itu?"
"C." suara bass yang keluar dari mulut sang pria mulai menggema di telinga Luhan.
"Kalau yang itu?"
"Z."
"Apa kepalamu terasa pusing saat melihat huruf-huruf kecil yang ada disana?"
"Tidak."
"Apa kau bisa menyebutkan huruf apa saja yang terletak dipaling bawah?" pria itu dengan cepat menyebutkan huruf yang berada paling bawah—huruf dengan ukuran paling kecil.
"Baiklah, siapa namamu?" Luhan menyiapkan pulpen untuk menulis hasil kesehatan yang baru saja dilakukan.
"Oh Sehun."
DEG.
~OoO~
"Ahhh... Aku bosan." gadis dengan rambut hitam pendek mendengus kesal sambil berbaring di lantai rumah temannya.
Tiga gadis dengan wajah lesu berbaring di lantai dengan santainya, sesekali mengipas tubuh mereka dengan beberapa buku.
"Bagaimana kalau kita bermain tebak perasaan lewat musik?" semua mata tertuju pada gadis berambut panjang terurai yang sedang memainkan ponsel miliknya.
"Apa kau gila Kim Minseok? Permainan konyol macam apa itu?"
Gadis dengan nama Kim Minseok tersebut kembali menatap layar ponsel miliknya.
"Tebak perasaan lewat musik? Bagaimana cara memainkannya?" ucap Luhan dengan polosnya meminta Minseok untuk mengajarinya cara bermain permainnan konyol itu, Minseok hanya tersenyum gembira.
"Sangat mudah, kau hanya perlu mengaktifkan putar musik secara acak pada ponsel mu. Lalu katakan perasaan siapa untuk siapa yang ingin kau ketahui. Terakhir kau hanya perlu menekan tombol next, dan kau artikan judul musik yang tertera pada ponselmu. Itulah perasaan seseorang yang ingin kau ketahui." Luhan membulatkan matanya, ia kurang mengerti dengan yang dibicarakan temannya itu.
Minseok mendekati Luhan, "Katakan perasaan siapa yang ingin kau ketahui?"
"Apa kau tahu nama murid yang bertugas sebagai pemimpin upacara?" Minseok menatap langit-langit rumah dan berfikir.
"Namanya Oh Sehun." ucap Minseok, Luhan hanya membulatkan mulutnya.
'Oh Sehun.' gumam Luhan dalam hati.
"Baiklah, aku ingin mengetahui perasaanku terhadap Oh Sehun."
"Tekan tombol next." ucap Minseok.
Luhan menekan tombol next pada ponsel Minseok. Ponselpun mengacak musik secara otomatis.
Dear future husband...
Here's a few things...
You'll need to know if you wanna be...
My one and only all... My life...
Luhan hanya diam tak berkutik bagaikan mainan robot tanpa baterai, jantungnya mulai berdegup kencang. Kini hanya ada suara degupan jantung di dalam diri Luhan.
"Meghan Trainor - Dear Future Husband, artinya untuk suami dimasa depan." ucap Minseok terkekeh melihat Luhan yang sedang menatap ponsel dengan matanya yang membulat.
'Suami?'
~OoO~
"Ba—baiklah, kau boleh ke pemeriksaan selanjutnya." ucap Luhan gugup.
Sehun, pria bertubuh tinggi itu segera duduk di kursi yang ditempatkan untuk pemeriksaan gigi.
Luhan hanya memandang Sehun dari belakang. Menatap punggung indah pria itu dengan tidak percaya.
Cintanya yang hilang, cintanya yang pergi entah kemana kini telah kembali. Pria yang ia tunggu selama bertahun-tahun, pria yang pergi entah kemana sejak kelulusan SMA, kini ia kembali.
Harapan Luhan yang telah hilang, kini tumbuh kembali. Harapan untuk mengejar pria yang ia cintai, kini tumbuh kembali didalam hati kecilnya.
Sebuah senyuman mulai terlukis di sudut bibir Luhan.
"Kita... Bertemu lagi, Oh Sehun."
TBC
A/N:
Annyeong! Saya kembali dengan membawa chapter kedua dari ff ini.
levieren225
Aeri7
hannie080
selynLH7
LSaber
Hunhania7
Seravin509
Apink464
sarah
Phe19920110
Oh8481
Terima kasih sudah mereview.
Terima kasih juga untuk yang sudah membaca, memfollow, dan memfavorite cerita ini. *bow*
With love, Erumin Smith.
