mau ngucapin arigatou gazaimasu...buat yang uda mau baca fict star,,,pakai ngasi review pula...

waaaaahhhh...ga nyangka...

arigatou Nivellia Neil dan kirei- neko...

silahkan baca kelanjutan cerita yang nyinetron ini...


I'll help you...

chapter sebelumnya...

"lalu? ada apa dengan itachi-senpaimu itu?",tanya Ino. Yamato menghentikan mobilnya karena lampu merah dan melihat Ino sepenuhnya.

"bagiku dia seperti menjalankan hidup yang bukan miliknya. Jadi, jika kau tertarik cobalah untuk menebak apa keinginannya dan bagaimana perasaannya yang sebenarnya". Ino dapat menangkap keseriusan diwajah yamato dan kalau Ino tidak salah, ada keprihatinan disana.

"keinginan dan perasaannya? Aku belum mengerti!", batin Ino berkata.


tentunya semua karakter Naruto adalah milik Masashi Kishimoto-sama

semua yang star tulis...just for fun...

asyyik menuang khayalan...

Warning: OOC (?). nyinetron, idenya terlalu biasa. typo(s), dan ga tau deh ada warning apa lagi


Pukul enam sore, Ino baru bisa merebahkan dirinya ditempat tidur setelah aktivitas mandi yang hanya dilakukannya dalam waktu 5 menit. Perjalanan dari perusahaan sabaku menuju hotel tempat Ino akan tinggal selama di Tokyo ternyata cukup jauh, butuh waktu satu setengah jam. Sungguh melelahkan.

"hmmm...capeknya", keluh Ino yang merasakan tubuhnya seakan baru ditimpa batu besar yang jatuh dari atas tebing. Berlebihan.

"kruuukk...kryuuuuukkk...", perut Ino berbunyi. Wajar mengingat terakhir ia makan jam satu siang tadi bersama yamato.

"suara apa itu?", tanya Ino pada dirinya sendiri.

"kruuukk...kryuuuuukkk...", perutnya benar-benar harus diisi.

"ck...sial. aku terlalu lelah untuk sekedar berjalan kedapur menyeduh mie instan. Apa aku akan mati kelaparan disini?", Ino belum juga tampak akan beranjak dari posisi telentangnya. Ino memang sengaja membawa mie instan untuk menghemat pengeluarannya. Karena kabarnya harga barang di tokyo bisa mencapai tiga kali lebih mahal dari di konoha. Itu wajar mengingat tokyo adalah kota termahal didunia. Untungnya uchiha corp. Menyediakan kamar hotel untuknya.

I want to change the world

kaze wo kakenukete nanimo osorezu ni

ima yuuki to egao no KAKERA daite

Change my mind

jounetsu tayasazu ni takanaru mirai e

te wo nobaseba kagayakeru hazu sa

It's wonderland

dering ponsel disampingnya terasa sangat mengganggu. tanpa melihat siapa penelepon yang tertera di layar selebar 4" ponsel merk uchiha miliknya. Ino mengangkat panggilan itu. Dengan malas dan suara yang jelas kalau pemiliknya sedang kelelahan Ino menjawab,"moshi-moshi..."

"yamanaka-san, aku tau kau pasti sedang kelelahan tapi apa bisa kau menemuiku di 'kafe story' yang ada diloby hotel ini? aku sudah ada disini!",jawab suara bariton dari seberang telepon.

"kenapa aku harus menemuimu? Siapa kau?",jawab Ino acuh tak acuh. otaknya sungguh lamban menyadari siapa yang memerintahnya. Salah sendiri dia tidak melihat siapa peneleponnya sebelum mengangkatnya.

"aku uchiha itachi",mendengar nama itu mata aquamarine yang tadi hampir terpejam langsung membuka sepenuhnya dan membuat sipemilik terpental dari kasur empuk milik hotel itu.

"hai' uchiha sama", inopun langsung melesat keluar menuju kafe yang dimaksud tanpa mengingat kalau dia sudah memakai piyama dengan motif tokoh kartun hello kitty kesayangannya.

...

Di depan pintu kafe, mata ino menyapu ruangan mencari-cari sosok uchiha itachi. mendapati sasarannya Ino bergerak menuju meja yang ada agak kebelakang, dekat dengan sebuah kolam buatan yang ada diluar kafe.

"konbanwa, uchiha-sama", Ino menyapa sambil sedikit membungkukkan badannya. Sedikit cemas mengingat caranya menjawab telepon tadi. Itachi memperhatikan Ino sekilas dan menyuruhnya duduk. Ino sedikit canggung karena ia merasa orang-orang disekelilingnya memasang mata padanya.

"kenapa sih semua orang melihatiku begitu. Apa karena orang di depanku ini?", batin Ino yang belum menyadari keadannya. Ino mengalihkan perhatiannya kearah itachi ketika mendengar ponsel itachi berdering.

"iya, kaasan", jawab itachi pada orang diseberang. Dari panggilannya Ino langsung tau kalau itu pasti ibunya itachi.

"..."

"benar, kaasan. Aku ada di snow hotel tokyo."

"..."

"maaf kaasan, sepertinya saat ini aku belum bisa membawanya kesana. Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan terlebih dahulu"

"..."

"ah..ojiisan!"

"..."

"bukan seperti itu ojiisan. Aku hanya – "sepertinya kata-kata itachi dipotong dari seberang.

"..."

"baiklah, ojiisan. Akan aku usahakan. Ojiisan tidak perlu mengkhawatirkan hal itu?!"

"..."

"iya kaasan. Aku mengerti. Lusa aku akan pulang membawanya", itachi menutup telponnya setelah itu. dia masih diam memandang layar ponselnya. sampai...

"Kryuuuuuuuuk...~~kryuuuukkkkkk...". ah suara itu asal suara, dengan sigap Ino menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah.

"apa kau berniat tidur dengan perut kosong, yamanaka-san?",tanya itachi lembut tak ketinggalan senyum tipisnya yang sungguh meneduhkan.

"ah..e..eto...", lagi-lagi Ino menundukkan kepalanya hingga matanya melihat pakaian dan sendal yang dia pakai. Ino kembali membulatkan matanya dan semakin menunduk. Wajahnya sudah memerah hingga batas maksimal, sampai-sampai kepalanya seakan mengeluarkan asap.

"pantas semua orang melihatiku. Cerobohnya aku, keluar kamar dan memasuki kafe semewah ini dengan mengenakan piyama hello kitty dan sandal hotel. Aku benar-benar konyol. Aaarrrrggghhh...", inner Ino frustasi. "dan sekertaris mana yang menemui boss-nya dengan memakai piyama, dan,,ah,,aku bahkan tidak membawa berkas apapun. Baka...baka...baka...", inner Ino berteriak-teriak mengutuki kebodohannya.

"sudahlah, pesan makananmu!". Masih sambil menunduk Ino menerima buku menu yang diberikan pelayan padanya. Membukanya dan kalau berbagai otot syaraf dimatanya tidak mengikat kuat bola mata aquamarin Ino. Maka mungkin saat Ini bola mata itu sudah menggelinding kelantai. Pasalnya kurang dari satu jam Ino sudah berkali-kali membulatkan mata secara maksimal.

"mahal sekali!",batin Ino dan itulah penyebabnya.

Sampai itachi menyebutkan pesananya, Ino masih membolak-balik buku resep itu, mencari-cari mana sekiranya makanan yang paling murah. Ah..iya dia bahkan tidak membawa dompetnya.

"tidak perlu uchiha sama, saya sudah punya makan malam dikamar, lagipula sangat tidak pantas saya berada disini bersama anda dengan pakaian seperti ini. dan kalau boleh tau ada apa anda memanggil saya kemari? ",Ino mencoba menolaknya dengan halus dan mengingatkan itachi maksudnya meminta Ino datang menemuinya. Itachi tampak berpikir sejenak sebelum meminta pelayan untuk menyiapkan pesanannya saja.

"kalau begitu kembalilah kekamar dan lanjutkan makan malammu", itachi mengatakannya dengan santai sambil kembali menyesap sedikit kopinya. Tapi ntah kenapa justru kata-katanya terasa memilukan bagi Ino,terdengar seperti orang yang sedang kesepian . Tiba-tiba Ino teringat kata-kata yamato.

"bagiku dia seperti menjalankan hidup yang bukan miliknya. Jadi, jika kau tertarik cobalah untuk menebak apa keinginannya dan bagaimana perasaannya yang sebenarnya"

"apa yang diinginkannya? Dan apa yang dirasakannya?", batin Ino mengulang pertanyaannya. "kenapa hatiku terasa pilu?"

"tidak apa-apa yamanaka-san. Kembalilah kekamarmu. Kita bisa bicara besok. maaf aku mengganggu makan malammu", ulang itachi melihat Ino tidak langsung beranjak.

"umm...sebenarnya uchiha-sama. Maukah anda mentraktir saya? Sejujurnya saya tidak membawa uang saat ini",Ino memutuskan untuk tetap disini, rasa penasaran menahannya untuk pergi." Dan anda tidak keberatankan saya mengenakan pakaian seperti ini?", Ino memegang ujung bajunya.

"baiklah, kau bisa menceritakan tentang kunjunganmu ke perusahaan sabaku sambil makan". Dan merekapun makan malam dengan Ino yang mencoba menjelaskan apa yang didapatnya dari kunjungannya tadi. Sampai Ino menangkap pemandangan yang membuatnya tidak lagi bisa mengeluarkan sepatah katapun.

"haa?...itu kan...". yang dilihat Ino adalah hal yang sama seperti apa yang dilihat itachi ketika dia menoleh kebelakang mengikuti arah pandang ino yang tampak terkejut. Yuugao yang sedang berciuman mesra dengan seorang pria berambut perak.

"yuugao", lirih itachi. Ino mengalihkan pandangnnya kepada itachi. bukannya marah itachi malah tersenyum dan tampak...lega. "aneh, aku tidak mengerti, bukannya wanita itu kekasihnya?",batin Ino mendapati ekspresi itachi.

"lanjutkan, yamanaka-san", pinta itachi yang kini sudah kembali melihat Ino.

"uchiha-sama, anda...?", Ino belum mampu melanjutkan penjelasannya. Tanpa sadar, seksama ia memperhatikan itachi, mencoba mencari tau apa yang tersirat dari lukisan ekspresi wajah didepannya.

Itachi malah tersenyum lembut, sangat lembut. Membuat pandangan ino semakin terkunci tak mampu lepas dari keheranannya. "ah...apa yang aku lakukan?",kesadaran Ino mengingatkan.

"gomennasai, uchiha-sama. Saya akan lanjutkan...ummm ...sampai dimana saya tadi ya?", Ino menggaruk alisnya tanda ia sedang bingung.

"sudahlah yamanaka-san. Tidak perlu dilanjutkan, aku sudah bisa menangkap apa yang mereka inginkan! Lagipula aku sudah selesai makan, kau bawakan saja laporannya besok. dan buatlah janji bertemu dengan perusahaan sabaku, aku akan menyelesaikannya besok". Ino hanya mengagguk paham.

"baik, uchiha-sama, saya akan mempersiapkannya".

setelah itu itachi beranjak dari tempat duduknya begitu pula Ino yang berniat untuk kembali kekamarnya. Ino berjalan beberapa meter dibelakang itachi. bukan bermaksud mengikuti itachi tapi sepertinya tujuan mereka saat ini sama, yaitu lift yang akan membawa mereka kelantai dimana kamar mereka berada. Ino dilantai 19 sedangkan itachi dilantai 26 tempat kamar-kamar VVIP berada. Pintu lift terbuka dan itachi masuk kedalamnya bersama dua orang lainnya yang juga sudah menunggu, dan mungkin salah satu dari mereka yang menekan tombol. Ino menghentikan langkahnya, berpikir kalau dia akan naik lift selanjutnya saja.

"kau tidak ingin ikut masuk, yamanaka-san?",tanya itachi yang ternyata menahan pintu lift. Mau tidak mau ino masuk juga. Berdiri disebelah itachi. menekan tombol angka 19. Sedang tiga angka lain menunjukkan angka 3, 5 dan 26. Tentu setelah angka lima, tinggallah mereka berdua didalam lift dengan kebungkaman yang sangat mencekam bagi Ino hingga lift tiba di lantai 19. Tujuan Ino.

"Tiiing..."pintu lift terbuka, dan Ino keluar. Sebelum pintu lift tertutup Ino berbalik melihat itachi yang juga tengah melihatnya.

"oyasuminasai, uchiha-sama". Pintu lift tertutup perlahan membawa sosok itachi ke destinasinya dan tentu Ino tidak tau seperti apa balasan itachi atas ucapannya.

...

"aku sungguh tidak mengerti! orang itu tersenyum melihat kekasihnya sedang berciuman mesra dengan orang lain? Aneh...benar-benar aneh? Atau jangan-jangan sebenarnya dia tidak mencintai yuugao? Aaaarggghhh...apa-apaan ini? kenapa aku terus memikirkannya? jelas-jelas itu bukan urusanku! Siaall...aku lelah...aku ingin tidur!", ino menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya. Semenit...duamenit...sejam...dua jam...

"kamisama. Tolonglah aku ingin tidur!", dan Ino pun tetap tidak bisa tidur walau dia sudah berusaha memejamkan matanya. Wajah tersenyum itachi saat melihat yuugao berciuman tadi terus terbayang dibenaknya. Ino juga membandingkannya dengan saat itachi tersenyum di rapat pegawai atau saat itachi tersenyum pada kurenai, atau saat itachi tersenyum mendengar suara perutnya.

Hangat namun terasa memilukan!

...

Pertemuan dengan perusahaan sabaku berlangsung dari pukul sembilan pagi hingga pukul satu siang. Itachi berhasil melakukan negosiasi dan mendapatkan software yang baru diproduksi oleh sabaku dengan tambahan beberapa aplikasi didalamnya yang akan membuat ponsel baru yang ingin dikeluarkan uchiha corp menjadi ponsel yang kaya aplikasi. Dan kerjasama antara uchiha dan sabaku diputuskan baru akan diumumkan setelah sampel ponsel yang akan dilakukan antara perusahaan sabaku dan uchiha ponsel selesai dibuat.

"senang bisa bekerja sama dengan anda uchiha-san. dan semoga proyek kerjasama kita berjalan lancar", temari menyalami itachi saat mengantar itachi keluar dari ruang pertemuan.

"Hn... senang juga bisa bekerjasama dengan perusahaan anda temari-san",

Ino dan itachi pun kembali ke hotel setelah pertemuan tersebut dengan mobil yang dikendarai oleh yamato. Didalam mobil, hening yang menguasai. Itachi yang duduk di jok belakang mobil tampak memejamkan matanya. sedangkan Ino dan yamato juga tidak berani mengeluarkan suara untuk bercakap-cakap. Sesekali mereka melirik ke arah itachi kemudian saling melirik satu sama lain seolah dengan itu mereka berkomunikasi.

Lirikan Ino seolah berkata",apa dia selalu begitu?"

Lirikan yamato seolah menjawab",tidak juga, mungkin dia ada masalah". Yamato menambah dengan sedikit gelengan dan kernyitan.

"haa...",ino menghela nafas. Dia kembali teringat kejadian tadi malam. Boss-nya ini memang orang yang aneh menurut Ino. "mungkin karena aku belum lama mengenalnya. Kalau kurenai-san pasti sudah sangat memahami sikap aneh orang ini. mereka tampak cukup akrab. Dan lagi sepertinya itachi memberikan perhatian cukup baik pada kurenai-san. ah...apa kabar ya dengan kurenai-san? apa dia baik-baik saja? Lalu si forehead sedang apa dia sekarang, pasti sedang dirumah sakit mengurusi pasien-pasiennya. Kalau...",suasana hening membuat Ino memikirkan ini dan itu. Ino sepertinya menikmati saja perjalanan sunyinya dengan lamunannya sendiri. Sampai...

"Driingg..driiiiiiiiiiiiingggg...", suara ponsel itachi mengagetkannya. Bahkan yamato juga ikut terkejut, tampak dari mobil yang sedikit oleng sejenak saat ponsel itachi berdering tanda ada telpon masuk. itachi yang mendapati kedua bawahannya bereaksi seperti itu hanya mengernyitkan dahinya. Sedangkan Ino mendeathglare yamato seolah berkata,"apa-apaan kau yamato-san. kau hampir membuat kita celaka!", yang dibalas yamato dengan gumaman kata,"gomen". Dan keduanya menghela nafas lega.

"ada apa kaasan?",suara itachi mengisi keheningan.

"..."

"untuk apa kaasan datang kesini? Sudah kubilang aku yang akan pulang membawanya!"

"..."

"kaasan berlebihan. Lagipula malam ini aku berencana pergi makan malam dengan temanku"

"..."

"kaas – ", sepertinya sambungan telpon itachi diputus secara sepihak. Ino dan yamato kembali hanya saling melirik dengan memendam niat untuk bertanya. Bahkan ketika helaan nafas berat itachi terdengar jelas oleh keduanya. Itachi kembali merebahkan kepalanya.

"yamanaka-san!", panggil itachi tiba-tiba membuat Ino sedikit berjengit.

"h..hai' uchiha-sama", Ino sedikit memiringkan badannya agar bisa melihat kearah Itachi.

"aku butuh bantuanmu!",pinta itachi membuat Ino harap-harap cemas.

...

Ino berdiri didepan cermin mengamati penampilannya. Gaun terusan 5cm dibawah lutut dengan gradasi warna ungu pucat yang semakin cerah kebagian bawah. Rompi putih berlengan tiga per empat yang panjangnya hanya sebatas bawah dada dengan tali berwarna ungu tua yang menghubungkan sisi rompi. Setelah mengamati gaun yang dipakai, Ino baru memulai menata rambutnya, ditatanya rambutnya sedemikian rupa hingga terlihat Ino dengan rambut panjang yang setengahnya diikat dan yang lain dibiarkan tergerai. Sempurna. Penampilannya tampak anggun dan elegan. Sesuai untuk menemui calon mertua.

Apa? Calon mertua? Ya Ino memang akan menemui calon mertuanya. Tidak! Lebih tepatnya Ino akan berakting menjadi seorang calon menantu. Kenapa tiba-tiba Ino bermain drama? Karena bantuan yang dimaksudkan Itachi adalah agar Ino mau berpura-pura menjadi kekasihnya didepan keluarganya yang memaksa itachi untuk segera menikah. Berbagai alasan yang diutarakan itachi sudah tidak lagi bisa diterima oleh keluarganya terutama ojiisannya. Jadilah mereka datang ke hotel tempat itachi menginap selama ditokyo tanpa mau mendengar keberatan dari itachi. itachi sendiri tidak bisa berbuat banyak untuk menghalangi keluarganya itu, selain itu dia memang selalu berusaha menuruti apapun keinginan keluarganya, bahkan walaupun hal itu bertentangan dengan keinginannya sendiri.

Tapi Ino sendiri juga tak habis pikir, kenapa itachi tidak mengenalkan yuugao pada keluarganya, apa mereka memang sudah putus? Ciuman yuugao malam itu memang menjelaskan bahwa yuugao sudah mengkhianati itachi, tapi senyum itachi seolah berkata lain. Ntah...lah...Ino semakin tidak mengerti. apalagi ketika Ino bertanya kenapa harus dia.

"karena aku tidak mengenal wanita lain selain dirimu yang bisa kumintai bantuan dalam hal ini!", jawab itachi waktu itu. hmm...tiba-tiba Ino merasa kesal dengan orang yang menjadi boss-nya ini. memangnya apa yang dipikirkannya tentang dirinya. Tapi bagaimanapun toh Ino meng-iya-kan juga permintaan itachi.

"ting..tong...", suara bel kamar Ino berbunyi. Tanpa mengintip siapa yang datang Ino membuka pintu kamarnya karena sudah pasti itachi lah satu-satunya orang yang akan datang untuk menjemputnya.

"anda sudah datang uchiha-sama?",tanya Ino begitu melihat itachi. pertanyaan yang tidak perlu dijawab sama sekali karena sudah jelas itachi berada didepannya sekarang.

"Hn. Bisa kita pergi sekarang? Keluargaku sudah menunggu dibawah", pinta itachi lembut.

"tentu saja uchiha-sama. Saya sudah selesai dari tadi".

Ino dan itachi pun berjalan menuju lift. Diam-diam Ino memperhatikan penampilan itachi. Dia tampak lebih santai, tanpa jas dan dasi yang biasa melengkapi penampilannya. Itachi bahkan hanya mengenakan polo shirt dipadu celana jeans panjang. Ino kemudian memperhatikan penampilannya sendiri.

"sepertinya aku salah kostum. Gaun ini terlalu formal rasanya", batin Ino.

"eumm...maaf uchiha-sama. Boleh saya bertanya?",Ino mencoba memberanikan diri untuk bertanya sesuatu. Sebenarnya Ino juga heran dengan dirinya yang agak aneh selama berhadapan dengan itachi. Ino merasa kehilangan kelantangannya dalam berbicara.

"jangan memanggilku seperti itu. semua anggota keluargaku nanti juga adalah uchiha"

"ah..baiklah itachi-sama. Boleh saya bertanya sesuatu?", ulang Ino dengan menyebut nama itachi.

"kau harus memanggilku dengan lebih akrab, Ino-chan!".

"tiiiiinggg..."pintu lift terbuka dan itachi masuk kedalamnya. Sedangkan Ino bengong demi didengarnya cara itachi menyebutkan namanya. Melihat Ino hanya diam didepan pintu itachi lantas menarik tangan Ino dan segera menekan tombol tujuan mereka. Lantai 36 tempat dimana keluarga itachi sudah menunggu.

"Ino-chan?", gumam Ino sembari melirik kearah itachi. itachi hanya tersenyum mendapati reaksi Ino. Namun sejurus kemudian ekspresinya berubah serius.

"kuharap kau bisa berakting sebaik mungkin, ino-chan. Anggap saja ini adalah bagian dari pekerjaanmu sebagai sekretarisku saat ini. jadi, kau harus profesional!", ucap itachi. onyx-nya langsung menatap aquamarin Ino dengan tajam. seolah mengatakan pada Ino agar tidak membuat keluarganya curiga dan merasa dibohongi oleh itachi. ditatap dengan tajam begitu mau tidak mau Ino merasa ngeri juga. Satu lagi ekspresi itachi yang tertangkap Ino.

"tiiiing...",lift berbunyi kembali tanda telah sampai di tujuan. Sebelum lift terbuka Ino menyeringai, "anda bisa lihat kehebatan akting saya, dan pastikan anda membayar gaji pekerjaan sampingan saya ini...". dan lift pun terbuka dengan Ino yang sudah memeluk lengan itachi.

"itachi-kun!", tandas Ino dengan kerlingan matanya yang menggoda. Menarik itachi keluar dari dalam lift.

"kau tidak perlu cemas, Ino-chan!", itachi pun memulai aktinnya.

Begitu memasuki restoran, itachi melambaikan tangannya kearah empat orang yang sejak dipintu masuk sudah memberikan atensi padanya. Sebenarnya kalau diamati lebih seksama yang mereka lihat bukanlah itachi. tapi wanita cantik yang masih menggandeng lengan itachi. melihat arah pandang itachi. Ino sedikit membelalakkan matanya dan mengeratkan cengkramannya di lengan itachi. menyadari hal itu itachi menoleh kearah Ino.

"apa itu sasuke-kun?",tanya Ino.

Sementara itu dimeja bundar tujuan itachi dan Ino. Tampak pemuda mirip itachi namun berambut raven yang mengernyitkan dahi menatap Ino dan tampak pula seorang wanita cantik berambut hitam panjang sepunggung yang terkejut dengan menempelkan kedua telapak tangannya dipipi. Sampai didepan meja, itachi menggulirkan bola matanya kearah Ino, mikoto ibunya, dan sasuke adiknya yang tampak aneh.

"hei..baka-aniki. Ini benar-benar kejutan!", berkata seperti itu sambil menatap sinis itachi, sasuke pria berambut raven itu memecah keanehan."aku tak menyangka ternyata calon kakak iparku adalah kau, Ino!", tambahnya yang kini saling pandang dengan Ino yang sejak tadi melihat saasuke.

"sasuke-kun. Kau..."

"Ino-chan. Kau benar-benar ino-chan...aaargh...kau cantik sekali", belum selesai Ino dengan keterkejutannya melihat sasuke dia sudah dibuat lebih terkejut dengan pelukan yang datang tiba-tiba dari wanita cantik yang dia yakin adalah ibu itachi.

"kau tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik Ino-chan! Dan aku tidak menyangka kau dan itachi benar-benar menjadi sepasang kekasih!",mikoto berbicara sambil tangan kirinya meninju pelan dada itachi putra sulungnya sementara tangan kanannya masih digunakan untuk memegang Ino.

"bisa kami duduk dulu kaasan? Sebenarnya aku cukup terkejut karena sepertinya kaasan dan sasuke sudah mengenal Ino",sela itachi yang pasti akan segera meminta penjelasan. Ino sendiri masih cengo dengan dua orang anggota keluarga itachi yang ternyata mengenalnya. Jika begini keadaannya, Ino jadi bingung sendiri. Akankah aktingnya lebih mudah dengan dua orang anggota keluarga itachi yang mengenalnya, ataukah akan semakin sulit meyakinkan mereka?

...TBC


jreeng...jreeeng...

ini dia chapter 2 nya...makin aneh dan membingungkan yah...?

gomennasai...hounto ni gomennsai...

tapi seperti itulah idenya sejak awal...dan nantikan kelanjutannya di chapter 3 yach...

sebenarnya ada hubungan apa Ino-chan dan sasuke-kun, kenapa mereka bisa saling kenal? dan kenapa mikoto-baasan sangat senang melihat Ino? bagaimana pula yach akting Ino selanjutnya untuk membantu itachi...? dan ada apa dengan yuugao...?

hmmm...

OK...star amat sangat membutuhkan pendapat, pesan, kesan dan kritik minna-san tentang fanfict ini...so...kasih review, ya~

thank's minna-san

by : star azura