Disclaimer: Kuroko no Basuke was created by Tadatoshi Fujimaki

Pair: Akashi x Momoi

Warning: AU, OOC, Typo, dsb

Summary: Di chapter kali ini menceritakan sang Dewi, Momoi memikirkan tentang Akashi sang Dewa Perang dan ingin mengenalnya lebih dalam lagi sejak bertemu dengannya pertama kali. Begitu juga Akashi, diam-diam dia mulai mengagumi Momoi. Namun, apakah mereka mulai saling menyukai? Let's read and enjoy! :D

Story 2

*Want to Know You More*

Pada suatu malam di sebuah kuil...

Satsuki Momoi, si dewi berparas cantik dengan rambut merah muda panjang sepunggung sedang bercermin di kamarnya. Dia menyisir rambutnya sambil bersenandung pelan.

"Akashi-sama..." Dia menyebut nama seorang dewa yang pernah menemuinya di taman siang itu. Dia menghentikan kegiatannya dan meletakkan sisir itu di atas meja riasnya. Kemudian, dia menopang wajahnya yang jelita dengan kedua tangannya. Memikirkan seorang pemuda berbaju zirah ruby yang rupawan bernama Seijuuro Akashi itu.

Seorang Dewa Perang, ya? Hmm... Pantas saja dia terlihat tampan dan gagah. Kalau seandainya dia maju dalam medan perang, dia pasti keren! pikirnya sambil tersenyum-senyum sendiri. Dia tak bisa melupakan bayangan Sang Dewa Perang itu. Dia pun mengingat kejadian romantis yang tak diduganya, yaitu Akashi menangkap tubuhnya yang terhuyung karena jatuh saat menari tadi.

Aku ingin tahu kalau apakah dia lajang, batinnya gundah. Hmm... Seandainya saja aku mengenalnya lebih dalam tentangnya. Aku tahu dia seorang dewa, tapi aku belum tahu yang tak kuketahui tentangnya. Dalam hatinya, dia ingin sekali dekat dengannya dan menjadikannya kekasih.

Oh, Akashi-sama... Sepertinya aku mulai mengagumimu, tapi aku ingin tahu lebih tentangmu. Apakah kamu mau menjadi sepasang kekasih? Ah... Kamu memang gagah dan tampan... Aku mau menaklukkan hatimu dan memilikimu selamanya. Seandainya saja kalau aku...

"Satsuki-sama?" Tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya, membawa Sang Dewi Cinta keluar dari 'alam lamunannya'. Dewi itu menoleh.

"Oh, Taiga-sama... Rupanya itu kamu," sahut Satsuki. Di matanya, seorang pemuda bersurai hitam kemerahan dan berbaju zirah garnet masuk ke kamarnya. Dia adalah Taiga Kagami, Sang Dewa Api dan Pandai Besi.

"Kok belum tidur? Ini sudah malam, lho!" tegur Sang Dewa Api dengan wajah kesal. Matanya yang merah membara menatap tajam ke arah Satsuki yang masih duduk di depan cermin.

"Eh, sumimasen. Tadinya aku mau tidur duluan. Tapi, aku tidak menyangka kalau kamu masuk ke kamar ini..." jawab Satsuki menunduk, lalu dia mendongak dan menatap Taiga. "Apa kamu sudah selesai dengan tugasmu membuat senjata, Taiga-sama?"

"Tentu saja. Sengaja kuselesaikan karena ini saatnya untuk beristirahat, Satsuki-sama," jawab Taiga sambil memeluk Satsuki dari belakang. "Dan aku ingin menikmati momen kebersamaan kita malam ini..."

"Taiga-sama..." Satsuki hanya bisa terdiam. Dia tidak membalas pelukan dari Dewa Api yang sudah resmi menjadi suaminya. Entah kenapa, sejak dia bertemu dengan Akashi dia merasa kalau dia sudah tak berhasrat ingin menikmati malam ini bersama Taiga. Dia ingin bersama Akashi.

"Hm? Kenapa?" tanya Taiga heran. Tumben istrinya tidak membalas pelukannya dan ingin membawanya ke tempat tidur.

"Rasanya aku tak enak badan... Mungkin lain kali saja," jawab Satsuki pelan. "Taiga-sama, tidurlah duluan. Besok akan ada pekerjaan untukmu. Tentara Romawi sangat menginginkan senjata buatanmu," sambungnya, masih menatap bayangan dirinya di cermin.

"Baiklah," kata Taiga sambil melepaskan pelukannya. "Aku tidur dulu, ya. Tapi, ingat. Jangan bergadang semalaman. Itu akan mempengaruhi kecantikanmu."

Satsuki mengangguk. Lalu, suaminya mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur dan menjatuhkan dirinya di ranjang. Tak lama kemudian, dia tertidur lelap.

"Ah, seandainya saja kalau Akashi-sama yang akan menjadi suamiku..." gumam Satsuki gelisah. Sebenarnya dia menikah dengan Taiga bukan karena dia mencintainya, melainkan permintaan Sang Dewa Langit dan Badai, Shuuzo Nijimura. Dia dijodohkan dengan Dewa Api karena dia tak ingin terjadi pertumpahan darah antar dewa untuk memperebutkannya menjadi istri, karena dia sangat cantik dan semua dewa ingin menikahinya.

Tapi, dia merasa tak bahagia bersama dengan Taiga yang sekedar dijodohkan tanpa satupun yang dia tak ketahui tentangnya. Mengenalnya saja baru sekali, tapi belum tentu kalau pemuda itu membuatnya jatuh cinta.

Namun, ketika dia bertemu dengan Akashi si Dewa Perang, dia merasakan getaran cinta di hatinya. Dia mulai tertarik dengan sikapnya yang dingin namun tegas dan kewibawaannya. Dia benar-benar dewa yang sangat ditakutkan karena dia terkenal kejam dalam medan perang. Namun, dia begitu dihormati oleh bangsa Romawi karena mampu mempertahankan wilayahnya dari bangsa lain yang ingin menaklukkan wilayah itu.

Apakah ini yang namanya cinta? batinnya ragu. Dia lalu menghampiri jendela kuilnya dan memandangi bulan yang bersinar terang ditemani bintang-bintang. Dipandanginya bulan purnama itu. Dilihatnya, seolah-olah sosok bayangan Akashi menatap dirinya dan tersenyum.

"Akashi-sama... Andai saja aku bisa bertemu denganmu lagi..." desahnya sambil terus memandangi bulan itu.


Sementara itu, di kuil tempat tinggal Sang Dewa Perang, Seijuuro Akashi. Di kamar, Akashi masih tak bisa tidur di kasurnya. Padahal malam sudah larut. Akashi berusaha memejamkan matanya untuk tidur, namun matanya masih terus terbuka.

Kenapa aku tak bisa tidur? pikirnya heran. Dia menarik selimutnya sampai ke kepalanya dan membenamkan wajahnya di baliknya.

"Satsuki Momoi..." desah Akashi pelan. Kenapa aku mengingat sosok dewi itu? Padahal aku pertama kali bertemu dengannya. Ehm, kenapa jantungku masih berdebar-debar saat aku mengingat suaranya yang lembut dan kedipan matanya yang menggoda? Bagaimana aku bisa menjadi seperti ini? pikirnya bingung.

Wanita itu... Dialah wanita satu-satunya yang bisa membuat hatiku luluh. Dulu, setiap kali aku melihat wanita lain, aku merasa biasa saja. Tapi, kenapa wanita itu begitu... Ah! Sudahlah... Kumohon, jangan mengingatnya lagi. Aku harus tidur sekarang, pikir Akashi gusar sambil berusaha menutup matanya untuk tidur.

Namun, bayangan wanita bersurai pink itu masih membekas di benaknya. Akashi benar-benar tak bisa melupakannya. Dalam hatinya, dia masih mengagumi kecantikan yang terpancar di wajah Momoi yang bening seperti porselen, namun dia malu mengungkapkannya lewat kata-kata.

Kenapa aku mulai tertarik padanya? Apakah aku mulai merasakan yang namanya jatuh cinta?

Dan apakah dia mempunyai rasa yang sama?

Setiap pertanyaan yang masih berputar-putar di kepalanya tak terjawab sedikitpun. Bahkan Akashi tak tahu jawabannya.

"Momoi... Aku ingin tahu lebih tentangmu..." gumamnya pelan.

Tok! Tok!

Suara pintu diketuk membuat Akashi terperanjat dan bangkit dari baringannya. "Siapa itu?"

"Ini aku, Sei-chan... Reo Mibuchi. Bolehkah aku masuk?" Rupanya itu adalah Reo, pemuda yang bertingkah seperti perempuan yang merupakan salah satu pengawalnya. Sama seperti Akashi, dia juga seorang Dewa.

"Ya, silakan..." jawab Akashi sambil mengucek-ngucek mata. Sebenarnya dia tak bisa tidur sama sekali, jadi dia mempersilakan pengawalnya itu untuk masuk. Kalau dia sudah tidur tapi terganggu dengan suara ketukan pintu, siap-siap tombak saktinya melayang.

"Arigato gozaimashita, Yang Mulia," ucap Reo anggun sambil membuka pintunya dan masuk. Dia menghampiri Akashi yang masih duduk di ranjangnya dan duduk di kursi di samping ranjang.

"Kamu belum tidur, Reo?" tanya Akashi.

"Belum. Entah kenapa aku masih tidak bisa tidur, Sei-chan..." jawab Reo sambil memainkan jarinya.

"Souka... Tapi, tidak masuk ke kamarku juga dong!" tukas Akashi kesal. "Huh, untung saja aku sama sepertimu... Aku juga tak bisa tidur malam ini."

"Oh, ya? Apa ada sesuatu yang mengganjal di pikiranmu?" tanya Reo penasaran.

"Kurasa begitu."

"Sudah kuduga..." Reo manggut-manggut. "Apakah kamu boleh ceritakan itu padaku?"

Akashi tak menjawab. Dia malah menoleh ke arah Reo heran. Tatapannya begitu dingin dan tajam. Tentu saja membuat Reo menelan ludah, dikiranya Akashi menolak permintaannya.

"Eh, bukan karena aku ingin tahu. Aku-"

"Tidak apa-apa," potong Akashi. "Aku sepertinya harus menceritakanmu tentang hal yang mengganjal di pikiranku ini. Asal kamu tak memberitahu siapapun selain aku..."

Reo menghela napas lega. Dia mengelus dadanya dengan tenang, berpikir kalau Akashi mau meluluskan permintaanya. "Nah,sekarang ceritakan."

Akashi berdehem, lalu memulai ceritanya, "Ketika aku pergi jalan-jalan ke taman, aku bertemu dengan seorang wanita..."

"Wanita?" Reo terbelalak. Dia menatap Akashi serius, menunggu lanjutan ceritanya. "Terus?"

"Wanita itu bukanlah wanita biasa. Dia seorang dewi. Namanya Satsuki Momoi," kata Akashi. "Sejak saat aku bertemu dia, aku terus memikirkan dirinya. Huffft... Padahal aku hanya bertemu dengannya pertama kali."

"Karena itu kamu tidak bisa tidur?"

Akashi mengangguk.

"Hm, aku mengerti." Reo manggut-manggut. "Kamu tidak bisa tidur karena terus memikirkannya, ya. Lalu, kamu berharap dapat bertemu dengannya lagi. Itu tandanya..." Dia terdiam sejenak.

"Hm? Apa itu, Reo?" tanya Akashi penasaran.

"Tandanya kamu itu jatuh cinta! Hehe..." ucap Reo sambil tertawa pelan. Spontan saja membuat Akashi kaget dan wajahnya memerah namun ditepisnya.

"Be, begitukah?"

"Ara, itu hanya dugaanku saja," sahut Reo. Kemudian dia bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju pintu kamar Tuannya. "Baiklah, aku harus ke kamarku sekarang. Oyasuminasai, Sei-chan..."

"Oyasumi," balas Akashi, memperhatikan Reo keluar dari kamarnya. Lalu Akashi kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang.

"Benarkah kalau aku jatuh cinta pada dewi itu?" gumamnya. Tak bisa dipungkiri kalau Akashi, sang Dewa Perang mulai menyukai Momoi si Dewi Cinta. Dalam hatinya, dia ingin bertemu dengan dewi cantik itu lagi. Tapi, dia tak tahu kapan.

Apakah Akashi dan Momoi saling jatuh cinta? Apakah cinta mereka terus tumbuh seiring berjalannya waktu? Hanya takdir yang bisa menjawabnya...

~to be continued~

Hai, minna-san... \ ^o^ /

Yatta! Akhirnya aku melanjutkan cerita AkaMomo ini. Sumimasen lama update-nya dan charanya OOC... :3

Gimana ceritanya? Bagus? Kalau bagus, kulanjutkan...

Arigato gozaimasu sudah mau me-review atau apapun itu. Baik fav maupun follow. Oh, ada review yang masuk! OK, akan kubalas satu persatu:

purin24: Wah, arigato Purin-san. Bisa tragis bisa nggak, hehe... Tuh, udah lanjut ke Story 2. Semoga kamu masih mau membaca FF-ku ini, ya! Sekali lagi terima kasih sudah mau review... ^_^

Guest: Kisedai bakal muncul gak, ya? Pengennya sih gitu. Tapi, maaf belum bisa memenuhinya karena ceritanya masih fokus ke kisah cinta AkaMomo. Meskipun begitu, akan kuusahakan mereka bisa muncul di FF-ku ini... :)

Alright, I have to go now. I hope you enjoy my story... ^^

See you later and have fun! :D /