Nightmare In Reality
By Kitahara Aoi
Disclaimer : Kuroko's Basketball © Fujimaki Tadatoshi
Genre : Horror, Mystery, Psychological
Rated : M (for bloody's party :v)
Pair : MidoAka
Slight : MidoTaka, AkaKuro
Warn : Typo(s), OOC, absurd, weird, strange, bad story, bad summary, no feels, bloody action, the title does not fit to story, etc.
Saya tidak mengambil keuntungan apapun, semuanya hanya untuk menghibur para pembaca.
Summary : Midorima, Kuroko, dan Takao pergi kesebuah mansion yang terdapat mitos mengerikan. Dengan rasa penasaran mereka pun pergi menuju mansion tersebut untuk membuktikan rumor yang beredar. Namun mereka melihat sesuatu yang tidak seharusnya mereka lihat.
Fic yang di dedikasikan untuk my best friend Adinda Salma
Thanks for my bestie TanakaIchira untuk banyak hal, IzumiTetsuya yang sudah membuatkan akun untuk Aoi *terharu lap ingus*, dan untuk semua yang membaca
Happy reading!
Don't like, don't read please
.
.
.
"Kalian salah dalam hal keberuntungan…"
Chapter 2 [Seseorang Dimansion]
Author POV
Tap.. tap.. tap..
Suara langkah kaki yang bergema diseluruh ruangan, Midorima, Takao, dan Kuroko pun terdiam mematung di basement mansion tersebut. Ketiganya melihat seseorang yang tengah berdiri di balkon basement dengan pakaian formal khas bangsawan. Pemuda tersebut menatap ketiganya dengan senyuman ramah.
.
.
.
"Ada tamu ya?"
Nightmare In Reality
By Kitahara Aoi
Disclaimer : Kuroko's Basketball © Fujimaki Tadatoshi
Genre : Horror, Mystery, Psychological
"Selamat malam, maaf jika kami menganggu anda dan lancang memasuki kediaman anda" ujar Kuroko membungkuk sopan.
"Tidak apa, sudah lama sekali aku tidak menyambut tamu sejak rumor yang beredar itu" ujar pemuda tersebut masih dengan senyuman hangat.
"Ano.. Nama anda siapa? Ah namaku Kuroko Tetsuya, orang yang disamping kiriku ini Takao Kazunari-kun, dan orang yang memakai kacamata disana itu Midorima Shintarou-kun" ujar Kuroko.
"Perkenalkan namaku Akashi Seijuro, pemilik mansion ini" ujar Akashi.
"Maaf kami tiba-tiba datang kemari dan menganggu kedamaian anda" Kuroko.
"Sudahlah tidak apa, lebih baik kita minum teh dan berbincang sedikit" Akashi.
Mereka berempat pun menuju ruang tamu, Akashi membawa teh beserta beberapa cemilan untuk mereka. Midorima memandang seluruh ruangan heran, di mansion semewah dan sebesar ini mengapa ia hanya melihat Akashi seorang disini? Midorima meminum tehnya, lalu memandang pemuda bersurai crimson dihadapannya teresebut. Pemuda yang misterius, itulah yang dipikiran Midorima saat ini.
"Kau tinggal disini sendirian?" tanya Midorima mencoba memecah keheningan diantara mereka.
"Ah.. itu benar, ibuku sudah meninggal saat aku kecil dan ayahku sedang berada diluar negeri untuk mengurus perusahaannya, dan lagi aku hanyalah anak tunggal" ujar Akashi yang masih meminum tehnya dengan elegan khas bangsawan yang sedang pesta teh.
"Tidak ada pembantu ataupun penjaga?" tanya Takao.
"Aku lebih suka melakukan semua hal sendirian.." ujar Akashi yang meletakkan tehnya dimeja.
"Akashi-kun tidak takut jika ada penjahat yang akan mengambil benda berharga dirumah ini? Apalagi rumah ini kan sasaran empuk para penjahat" tanya Kuroko.
"Ah kalau itu sebenarnya saat malam hari akan ada sistem yang melindungi rumah ini, sistem berteknologi tinggi, tapi kalian beruntung saat berkunjung kemari aku belum mengaktifkan sistemnya, karna kalian bertamu kemari jadi malam ini aku tidak akan mengaktifkan sistemnya" ujar Akashi.
"Begitu ya.." Midorima menaikkan kacamatanya.
"Dimana toilet disini?" tanya Takao.
"Ah ada diujung lorong disana, hati-hati jika lewat sana.." ujar Akashi dengan senyuman hangat yang masih terpampang jelas diwajah tampannya.
Takao berkeringat dingin, tubuhnya menengang mendengar ucapan Akashi. "Me-Memangnya ada apa?".
Akashi berjalan menuju Takao dan memegang pundaknya. "Jalanan disana cukup gelap ada beberapa lantai bolong yang belum direnovasi".
Takao menghela nafas lega dan tertawa hambar. "Terima kasih atas peringatanmu Akashi".
Akashi mengangguk mantap kemudian kembali duduk disofa yang empuk tersebut. Ia menatap jam tua yang berada di samping sudut lorong yang sebelumnya dilewati oleh Takao. Sudah waktunya makan malam.
"Ini sudah waktunya makan malam, bagaimana kalian makan malam disini bersamaku?" tawar Akashi.
Midorima dan Kuroko nampak menimang-nimang tawaran Akashi, memang benar mereka belum makan apapun sejak pulang sekolah (termasuk Midorima). Dengan ragu mereka menerima tawaran Akashi.
Mereka berjalan menuju lorong yang berlawanan dari lorong yang dilewati Takao. Kuroko mengirimkan email kepada Takao untuk menyusul mereka melewati lorong berlawanan tadi. Setelah selesai Kuroko menutup ponselnya dan menatap lurus kedepan. Akashi, Midorima, dan Kuroko berdiri didepan pintu mahoni dengan ukiran sulur yang nampak indah menghiasi pintu mewah tersebut.
Akashi yang berada dipaling depan pun mendorong pintu tersebut, saat decitan pintu terdengar dapat dilihat sebuah ruang makan yang bergaya bangsawan Eropa dan jangan lupa bermacam-macam makanan mewah telah hadir dimeja makan tersebut, terlihat uap-uap panas yang membumbung dari beberapa makanan. Nampaknya makanan ini baru saja tersaji.
Ketiganya menarik kursi masing-masing dan duduk dengan tenang, tak lama kemudian pintu kembali berdecit, terlihat pemuda bersurai raven masuk, lalu menarik kursi, dan duduk dengan tenang.
"Kau terlambat Takao nanodayo!" Midorima menaikkan kacamatanya.
"Maaf, habis rumah ini terlalu besar sekali, aku sampai beberapa kali tersesat diruangan yang berbeda.." Takao menggaruk kepala belakangnya.
"Yang penting kau sudah sampai disini dengan selamat Takao-kun" ujar Akashi.
Midorima masih memandangi Akashi dengan rasa penasaran yang menyelimutinya saat ini, beratus-ratus pertanyaan ingin ia tanyakan kepada pemuda bersurai deep crimson yang nampak misterius ini. Midorima pun hanya bisa menggubur dalam-dalam rasa ingin tahunya saat ini, ia pun mengambil sendok, garpu, dan pisau makan, lalu mengambil beberapa makanan yang akan ia makan.
.
.
.
.
To be continue…
.
.
Mind to RnR?
Yaahallo! Ketemu lagi dengan author yang menulis berdasarkan ide spontanitas sepihak /apaan sih #plakk!/
Author sibuk karna UN dan sempet-sempetin nulis ff (publish karna fic sampai chapter 3 diselesaikan saat mempublish chapter 1 *abaikan)
(author yang kekurangan inspirasi) lalala~
Oke saatnya membalas review para pembaca sekalian desu~
Rhyno Raimory Rain : Ini udah dilanjut kok.. XD happy reading and thanks for review.. kalo ada saran atau kritikan silakan..
Silakan kritik dan saran ya buat masukan~
Arigatou yang udah favorite sini author peyuk *modus*
Arigatou yang udah follow sini author pat pat'in *modus lvl 2*
Arigatou yang udah review sini author bawa pulang *modus lvl akut*
Arigatou yang udah baca fic abal + absurd sekaleh permirsahh *author mulai lebay*
Jaa sampai ketemu di chapter selanjutnya~
Bai bai~
Next Chapter :[Suara-Suara Misterius]
