'huaah Tuhan apakah ini lampu hijau dari Mu? Hihihi yosh aku jadi semangat'
"selamat datang peserta test masuk pegawai negeri, waktu mengerjakan 120 menit dan bla..bla..bla"
sepertinya gadis manis satu ini terlalu terpesona dengan lelaki tampan itu hingga tak memperhatikan bahwa ujian telah dimulai.
"nona ... Nona"
'oh tidak dia berjalan kesini...dadaku berdebar keras sekali'
"ya?.."
" apakah ada yang masih kurang jelas?"
'wah mata nya tajam wajahnya tegas, badan nya ooh apakah dia setiap hari ke gym?'
"ah tidak saya sudah mengerti-sambil melirik nametag- yunho shi"
" kalo begitu segera di kerjakan ini sudah 10 menit berlalu"
Lelaki tampan itu yunho tersenyum sekilas dan berlalu tapi senyumnya masih tertinggal dibenak gadis bermata besar ini. Sepertinya gadis berkulit mulus nan putih ini berharap waktu ujian akan berlangsung sangaaat lama agar tak segera berpisah dari pria tampan di depan itu.
~~yunho pov~~
Hahaaha...wkwkwkw,aigooo sungguh gadis yang menarik. bagaimana bisa disaat sedang mengerjakan ujian dia malah sibuk memikirkan aku?, hem.. kim jaejoong. menarik juga gadis ini. aku melanjutkan tugasku sebagai penjaga ujian masuk tempat kubekerja. Kalian bertanya kenapa pegawai muda sepertiku bisa menjadi penjaga ujian? tentu saja karena aku pegawai terbaik dan teladan biarpun aku kaya tapi aku tidak malu untuk menjadi pegawai pemerintah, menjadi jaksa adalah impianku sejak kecil.
Sudah 2 kali aku bertemu kim jaejoong dan aku langsung terrtarik padanya, ketika aku tak sengaja bertabrakan dengannya aku melihat dia sebagai gadis yang kuat tegar dengan sikapnya yang cuek saat menghadapi masalah. hah~ semoga saja dia cukup cerdas untuk fokus dan mengerjan soal dengan baik karena tentu saja aku ingin sekali dia di terima dan bekerja bersama dengan ku.
"waktu yang tersisa tinggal 60 menit lagi" aku memberitahukan sisa waktu tersisa sambil berputar dan melihat jongie ku. ah coba lihat wajahnya saat fokus terlihat sangat menggemaskan. aku jadi ingin tahu apa yang sedang dia pikirkan saat ini. coba ku sentuh saja sedikit bahunya.
~~yunho pov end~~
Puk
"apa ada yang ingin kau tanyakan kim jaejoong~shi?"
yang disentuh bahunya sontak kaget dan menoleh
'aigoo..aigoo... kyaaa yunho memghampiriku.. omo apa dia kawatir padaku? hah dia tak tau saja aku bingung memikirkan dia, apa dia sudah punya kekasih ya? semoga belum, tapi tak mungkin kan cowo setampan dia masih jomblo'
jaejoong masih belum bisa berkata kata dan hanya memandang kagum pada pemilik tatapan musang dihadapanya.
'huft.. tenang jongie jangan gugup pangeran mu datang jangan berbuat memalukan'
"ah maaf aku membuatmu terkejut, karena ku lihat kau nampak sedikit kebingungan" lanjut yunho karena belum juga mendapat jawaban.
"ti.. tidaak, saya baik-baik saja yunho shi terimakasih" dengan gelagapan dia menjawab dan tentu saja malu karena ketahuan melamun.
"ah, kalo begitu periksa kembali jawabanmu" jaejoong hanya mengangguk dan menyembunyikan wajahnya yang merah karena malu dan yunho berlalu dengan senyum puas dihatinya.
'wah bahkan dia sama sekali tak memikirkan ujian dan tampaknya dia cukup cerdas...hahaha' batin yunho bangga.
~TJ~
jaejoong duduk ditaman kota sambil mendengarkan musik dari headset ditelinganya si cantik satu ini suka menenangkan diri dan merenung atau memikirkan semuanya ditempat yang sejuk dan menyenangkan. Sambil melihat kehidupan sosial disekelilingnya.
'jika saja dulu appa diperlakukan adil dan tidak ditipu mungkin sekarang aku bisa seperti keluarga itu, aku rinduuu appa sangat rindu. doakan jongie disini agar bisa menjadi orang yang benar dan bisa membela kaum seperti kita apa.'
jaejoong menengadahkan kepalanya kelangit sambil tersenyum seolah bisa melihay sang appa di atas sana hingga tanpa dia sadari liquid bening meluncur begitu saja dari sudut doe eyesnya.
sejak ujian selesai siang hari tadi jaejoong sudah menuju taman ini hingga kini semburat merah telah mewarnai langit masih juga betah berlama lama karena orang yang dia tunggu belum muncul juga.
"jongie omma~~~ minnie datang"tiba tiba suara memekakan telinga menggagu acaranya menatap langit, segera di usapnya airmata yang menggenang agar sahabatnya tak curiga.
"omo,omo o_O changminnie aku hampir terjatuh jangan memelukku seperti ini.. sesak tau." changmin segera melepas pelukan kangenya sambil duduk disebelah jaejoong "mianhe omma aku kan rinduu sekali"
"ne.. apa kau sudah makan? bagaimana kalo kita makan bulgogi malam ini? otte? "
" wuah apakah nunna lulus ujian ?"
" babo tentu saja aku akan lulus, hanya belum di umumkan saja. tunggu 1minggu lagi. hahaha " ungkap jaejoong dengan percaya diri.
" yak nunna kau sombong sekali tidak baik terlalu percaya diri" changmin mendengus.
" cerewet, apa kau tak senang jika umma mu ini lulus ujian oh? kita batalkan saja makannya. aku mau pulang saja" dengan mempoutkan bibirnya jaejoong bangkit dan meninggalkan taman.
'aish dasar umma ku seperti anak kecil saja, ah aku mau bulgogi..dia adalah kekasihku yang sangat enak'
"andwee nunna tunggu arra aku tak kan cerewt lagi, nunna pasti lolos. kajja kita makan bulgogi" dengan semangat namja seperti tiang listrik itu mengejar dn menarik jaejoong ke toho restoran.
~~~TBC~~~
mohon RnR nya chingudeul~~~
dan maaf kalo masih banyak typo, dan update lama maklum saya masih pemula. hehehe *peace
dan terimakasih untuk yang udah baca
Gomawo *muachh
