Jeng..jeng..jeng..!!

Chapter 2 telah hadir! –bletak- *ditimpuk gara-gara berisik*

Bales review dulu yah..

Intan* hua.. makasih udah review. BTW ngapain nunjukin gigi segala?

Kyoro* ini udah diupdate. Cepet kan? Makasih reviewnya.

Kuroneko Hime-Un* tadinya aku mau munculin Sasuke disini. Tapi, entahlah…

Makasih reviewnya.

Naru-mania* kyaaaa dipanggil senpai?!! (Naru-mania: Norak bgt sih! Berisik!) hehe.. makasih reviewnya.

Intan* ini intan yang tadi? Hehe makasih reviewnya.

Awan hitam* kyaaa… amopun kak! Kalo Sakuranya nggak diapa-apain ceritanya bakal udahan dan pasti jadi kakasaku. Makanya Sakuranya diapa-apain dulu. Kan jadi nanti pairnya.. *kabur dikejar k awan yang bawa-bawa clurit.

Cassie spenyk 4evaa* makasih reviewnya.

Kakkoii-chan* kamu gemes liat Saso kaya gitu? Sama aku juga! makasih reviewnya

.

Fuyuki Namikaze* maksih dah review. Tapi chap ini gaj ada lemonnya dulu. Biar ke inti ceritanya dulu. :D tapi chap depan ada lagi koq!

Chiwe Sasusaku* ia. Makasih reviewnya.

~*~*~*~

Hehe.. baiklah.. kita mulai!

Note: karena chapter 2 yang aku bikin tadinya ada Sasukenya, langsung aku ganti karena.. yah, sesuatulah :p.

Ini agak terinspirasi dari Breaking Dawn (buku keempat twilight).

Tapi chap 1 murni ide sendiri koq!

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rate: M

Warning: OOc,GEJE, abal!!


Summary:

"Tapi, siapa laki-laki yang mau menolong Sakura?" Tsunade menopang kepalanya dengan kedua telapak tangannya. Ia benar-benar bingung.

"Kakashi Hatake! Ya, kurasa dia pasti mau! Sakura pun pasti takan keberatan!" Sasori berkata masih dengan nada panik. Seperti bukan dirinya saja.

"Hei! Apa kau tidak memikirkan perasaan Kakashi?! Kau tahu dia mencintai Sakura! Bagaimana perasaanya saat ia melakukan itu tapi Sakura tidak bisa menjadi miliknya seutuhnya!"

"Lalu bagaimana dengan perasaanku Shizune?! Aku pun takan memilikinya seutuhnya. Aku pun mengorbankan perasaanku! Ini semua demi Sakura yang kita cintai."

~*~*~*~


Red Or Silver

Chapter 2

By: Miamau Kakashi

Kakashi's POV

Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan saat melihatnya. Ia menangis seperti itu. Belum pernah kulihat sebelumnya. Tubuhnya yang indah itu hanya tertutupi selembar handuk yang tidak mampu menutup seluruh bagian tubuhnya.

Aku menghampirinya. Dan kurengkuh dia dari belakang. Dan ia langsung memelukku erat dan menangis sendu.

"Se..sen.. Senseiii…, aku kotor, tak berguna," Sakura menangis tersedu-sedu. Aku tak tahan melihatnya seperti ini. Kubelai lembut rambut pink indahnya.

Tiba-tiba Amarah menguasai diriku. Kurengkuh kedua pundaknya dan kutatap dalam-dalm mata emeraldnya.

"Siapa bajingan yang melakukan ini padamu Sakura?!" tanpa sadar kunaikan pelindung kepalaku dari mata kiriku. Sakura hanya menunjuk keatas dengan lemah.

Berarti diatap gedung flat Sakura!

Aku berlari mengambil baju Sakura di lemarinya dan kusuruh dia memakainya.

Setelah itu aku berlari secepat yang aku bisa melewati tangga menuju atap.

Kulihat seseorang berdiri disana dan saat ia membalikan tubuhnya, tanpa ampun kupukul perutnya. Dan aku tersentak melihat wajah orang yang kupukul barusan.

"Kkau?!! Sasori?!" aku masih kaget dan aku benar-benar kalap saat melihat ekspresi datar dan tenang di wajahnya.

Kuhajar dia tanpa henti. Tapi ia tidak mempertahankan diri sama sekali atau melawanku.

"Lawan aku bajingan! Gunakan kekuatanmu seperti kau menggunakan kekuatanmu saat menodai muridku!"

Kupukul kembali wajahnya yang sudah tidak menentu lagi bentuknya.

"Aku memang pantas dibunuh Hatake. Aku tak tahu mengapa aku menyukainya, dan aku tak tahu bagaimana itu terjadi," ia berkata dengan suara datar dan tanpa ekspresi.

Aku mulai menghentikan pukulanku padanya.

Kuhela nafas. Mencoba berfikir jernih.

"Kau tidak akan kubunuh! Paling tidak, tidak sekarang."

"Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu jika sampai Sakura hamil."

"Aku tak ingin jika kelak Sakura hamil, anaknya tidak mengetahui ayahnya."

"Sekarang, ikut aku temui Sakura. Minta maaf padanya, dan katakan kau menyukainya."

~*~*~*~

NORMAL POV

Sakura merasa sesak. Sesak mendengar penjelasan senseinya.

'Kami-sama.. dia begitu bijaksana. Memikirkan kepentinganku. Merencanakan masa depanku yang hampir suram.'

'Kami-Sama.. kumohon,, walau aku tak pantas lagi unyuknya. Izinkan aku agar bisa selalu bersamanya.'

-

-

-

Setelah satu bulan lamanya Sasori tinggal di Konoha-flat Kakashi. Ia sudah mulai membuka usaha sendiri. Dengan bantuan modal Kakashi, ia membuka toko mainan anak-anak. Awalnya banyak yang tidak bisa menerima kehadirannya. Tapi, karena Kakashi yang menjamin kalau Sasori telah berubah, tak ada yang bisa menolaknya. Lagipula Sasori sudah mulai bisa berbaur dengan masyarakat setempat.

Sasori pun makin sering mengunjungi Sakura.

-

-

Dan hal yang ironis pun terjadi.

Sakura hamil!

Tentu saja ini membuat Kakashi dan Sakura semakin menjauh. Karena, sesuai janjinya, Sasori akan menikahi Sakura jika ia sampai hamil.

-

-

-

Pernikahan yang sederhana pun dilaksanakan.

Sakura ingin sekali menjerit dan lari dari pernikahan ini.

Apalagi ia tidak mampu menahan tangisnya saat Kakashi-Senseinya tidak datang saat upacara pernikahannya.

Tapi, perkataan Kakashi membuat Sakura kembali tegar.

'yah, ini demi anakku. Darah dagingku!'

~*~*~*~

Sudah sebulan sejak Sakura menikah. Dan hingga kini ia belum sekali pun melihat sensei-nya.

Flatnya selalu kosong.

Dan barusan, saat ia nekat bertanya pada Tsunade-Sama, rupanya Kakashi sedang pergi misi solo. Dan menurut Tsunade, harusnya besok pun Kakashi sudah pulang.

-

Sakura tertlihat melamun di tempat biasa ia melamunkan Sasuke dulu.

Ia mengingat kenangan-kenangan yang ada disini.

Tapi anehnya ia tidak melamunkan Sasuke secara spesifik lagi.

Lamunannya berganti menjadi,, Kakashi-Sensei.

Sakura sangat merindukannya.

"Hai.." seseorang merangkulnya dari belakang dan menutup mata Sakura menggunakan kedua telapak tangannya.

"Kakashi-Sensei?!" Sakura membalikan tubuhnya dan memeluk orang itu.

"Hn,, kau memang menyukainya rupanya. Padahal kita sudah menikah."

"S..Sasori? aku.. maaf.."

"Tidak apa-apa. Ayo pulang. Sudah sore."

-

-

Tengah malam..

"Tsunade-Sama! Tolong aku!" Sasori berteriak didepan ruangan hokage sambil menggendong Sakura yang pucat dan berkeringat dingin.

"Saso..-Sakura?! Cepat bawa masuk kedalam!"

"Sasori, panggil Shizune di kamarnya lalu setelah itu kau tunggu di luar. Aku butuh konsentrasi." Sasori mengangguk dan melaksanakan perintah Tsunade tersebut.

-

-

Sudah 2 jam Sassori mondar-mandir gelisah di depan ruangan hokage. Ia semakin takut saat pintu terbuka, dan Shizune memandangnya cemas.

Ia masuk dan melihat keadaan Sakura masih sama seperti sebelumnya.

"Sasori.., Sakura akan tetap seperti itu. Ia masih bisa bertahan mungkin 3 hari."

"Apa?! Tsunade-Sama! Anda bohong kan? Sakura kenapa? Apa tidak ada cara untuk menyembuhkannya?"

"Baiklah, tapi kau harus tahu dulu apa yang terjadi."

"Di dalam tubuhmu yang sudah kau rubah menjadi boneka, mengandung racun bukan? Dan racunmu pun bersarang di rahim itu akan terus menggerogoti tubuhnya dan janinnya.

"Ada satu cara yang kutahu mampu menangkal racun tersebut.

"Harus ada laki-laki yang sehat, maksudku yang mampu menghasilkan sperma untuk menetralisir racun tersebut.

Itu artinya, Sakura harus tidur dengan pria lain."

Sasori jatuh terduduk ia menangis. Ini salahnya!

"Tsunade-Sama, apapun, aku rela asal untuk kebaikan Sakura."

"Tapi, siapa laki-laki yang mau menolong Sakura?" Tsunade menopang kepalanya dengan kedua telapak tangannya. Ia benar-benar bingung.

"Kakashi Hatake! Ya, kurasa dia pasti mau! Sakura pun pasti takan keberatan!" Sasori berkata masih dengan nada panik. Seperti bukan dirinya saja.

"Hei! Apa kau tidak memikirkan perasaan Kakashi?! Kau tahu dia mencintai Sakura! Bagaimana perasaanya saat ia melakukan itu tapi Sakura tidak bisa menjadi miliknya seutuhnya!"

"Lalu bagaimana dengan perasaanku Shizune?! Aku pun takan memilikinya seutuhnya. Aku pun mengorbankan perasaanku! Ini semua demi Sakura yang kita cintai."

Tok.. tok.. tok..

Seseorang mengetuk pintu dan dengan seenaknya masuk sebelum Tsunade mengizinkan,

"Hoammphh.. Tsunade-Sama, aku ngantuk sekali. Aku laporan apa adanya saja yah," orang itu menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Dan ia tersentak saat membuka matanya. Melihat wajah-wajah yang ada didepannya.

"Kakashi Hatake! Tolong aku! Selamatkan Sakura!" Sasori mengahampiri Kakashi dan berlutut didepanya

TBC



Hehe.. makin geje dan jelek yah?

terus alurnya emang aku cepetin. kalo nggak bakalan panjaaaaaang banget.. :D

Sengaja gak ada lemonnya dulu. Mau masuk ke cerita dulu.

Oh ya, aku mau Tanya kalau perempuan hamil 2 bulan bisa melakukan 'itu' nggak?

Hehe.. kalo bisa lemon di chap depan aku banyakin. Tapi kalo itu gak masuk akal, lemonnya yah lemon-lemonan. :D

Udah ah.

Makasih yang udah mau baca yah,

Review dong..