Materi Rahasia
.ooOoo.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
.
.
Warning : EYD hampir tidak beraturan, bahasa baku dan gaul jadi satu.
.
.
Genre : Adventure, sedikit Parody
.
.
Rate: K - K+
.
.
Summary
Ada guru biologi baru di sekolah Naruto dan Sasuke dan mereka mendapatkan sebuah materi rahasia. Apa yang akan Naruto dan Sasuke lakukan setelah mendapat materi rahasia tersebut?
Chapter 2
Edo Tensei~
Suasana ribut dan ricuh memang sudah identik dengan kelas 11 yang satu ini, walaupun terlihat santai, tetapi persaingan di kelas ini cukup ketat. Murid-murid berusaha untuk mendapatkan nilai bagus dan memdapat peringkat tertinggi di kelas. Tentu saja dengan cara yang sehat, bukan dengan cara mencontek dan sejenisnya.
"Maaf, anak-anak, tadi saya ada urusan, jadi saya harus keluar sebentar. Baiklah, saya belum memperkenalkan diri bukan? Nama saya kabuto. Disini saya akan mengantikan Orchimaru-sensei untuk mengajarkan biologi dikelas ini. Ada yang ingin ditanyakan?"
Semua anak diam, tanpa kata. berbeda saat guru tidak ada, suara melayang dimana-mana.
"Baiklah kalau tidak ada pertanyaan mari kita mulai saja pelajarannya. Buka buku paket kalian halaman 37"
Hampir satu setengah jam kabuto-sensei menerangkan pelajaran. Semua anak memperhatikan papan tulis, dan ada beberapa anak yang melihat papan tulis dengan tampang bingung. Naruto adalah salah satu anak yang menatap benda putih besar yang sekarang dipenuhi oleh coretan spidol warna hitam itu dengan tampang bingung sekaligus mengantuk mendengarkan ocehan sang guru. Sang guru yang merasa aneh terhadap tatapan anak muridnya yang sepertinya tidak bersemangat lagi akhirnya menghentikan penjelasannya dan memutuskan bertanya kepada naruto yang duduk di pojok deretan depan.
"Namamu siapa?"
Suara sang guru sukses membuat rasa kantuk naruto lenyap ditelan bumi.
"Ngg.. haa.. ooh.. nama saya Naruto Uzumaki sensei!"
"Hmm.. Kalau yang disebelah Naruto siapa?"
"..."
Melihat respon sasuke yang diam saja saat ditanya kabuto-sensei naruto pun kesal dan langsung menjawab pertanyaan yang sang guru tanyakan kepada sasuke.
"Maaf sensei, memang dia susah untuk diajak berbicara hehe, namanya Sasuke Uchiha.."
"Emm... begitu ya, bagaimana kalau kalian berdua temui saya di ruang guru saat pulang sekolah, bisa?"
"B..baik sensei..."
*Seperti tadi sasuke ga jawab apa-apa-,-*
"Baiklah anak-anak pelajaran kali ini telah usai, silahkan bereskan buku biologi kalian dan persiapkan buku pelajaran berikutnya. selamat pagi."
"Eh, Teme abis ini pelajaran apa?"
"Au..."
*Wes, kata-kata baru sasuke*
" Oh!"
*Ini kata-kata terpendek naruto! -,-*
sementara itu di ruang guru
"Kau benar-benar mengikuti saranku hah, Kabuto?" tanya Yamato.
"Hn..., iya, sebelumnya sempat tidak percaya Naruto dan Sasuke adalah anak yang tepat untuk menerima ilmu rahasia ciptaan Orochimaru. Ternyata katamu benar mereka sangat cocok. Akhirnya aku menemukan orang yang tepat juga khu..khu..."
"Haha, sudah kubilang kan"
Saat bel tanda sekolah telah usai, semua murid sumringah, semuanya lega pelajaran seharian full telah usai. Dan mereka bisa pulang ke asrama untuk beristirahat dan kembali lagi besok untuk menerima pelajaran esok. Terkecuali Naruto dan Sasuke, mereka harus menemui Kabuto-sensei di ruang guru.
"Oyeeahh! Bel yang sudah ku tunggu akhirnya berbunyi! Lapar nih, ke Ichiraku ahh.. eh Teme, mau makan bareng ga?"
"Cih Dobe, kau lupa hah. Sehabis pulang sekolah kita harus ke ruang guru, menemui Kabuto-sensei"
"Engg.. masa sih?"
Sejenak Naruto diam dan memutar kembali kegiatan-kegiatan sebelumnya. Beberapa detik kemudian Naruto bangun dari tempat duduknya dan itu membuat Sasuke sedikit kaget. Tetapi sebagai seorang keturunan Uchiha, dia harus menjaga imagenya sebagai anggota clan Uchiha.
"Oohh, ngahaha.. gomen Sas.. eh Teme... Biasa kalau perut lagi kosong otakku sedikit terganggu"
"hn."
*padahal dalam hati sasuke bilang "Bukankah kau memang otakmu selalu terganggu ya"*
"Ayo Teme jangan bengong, kalo cepat ketemu Kabuto-sensei semakin cepat kita ke Ichiraku"
Tanpa menjawab perkataan Naruto, Sasuke langsung berdiri dan mulai berjalan meninggalkan Naruto. bukan Naruto namanya kalau menerima perlakuan seperti itu. Langsung saja ia berlari mengampiri sasuke.
"Heh Teme, tungguin kek "
Tangan Naruto langsung menepuk pundak Sasuke, cukup keras. Tapi sekali lagi Sasuke tidak menampilkan ekspresi apa-apa, ya alasanya adalah menjaga image seorang Uchiha. Menurutnya mana ada seorang keturunan Uchiha merespon perilaku yang tidak penting dan tidak perlu. Ruang guru tidak terlalu jauh dari kelas mereka, tinggal lurus sampai *mentok* lalu belok kiri. Sepanjang jalan menuju ruang guru mereka *lebih tepatnya Naruto* harus menanggapi pertanyaan dan ajakan murid-murid lain.
"Eh, Naruto main yuk abis ini. Janjian di depan gerbang ya!" seru Kiba
" Ngg.. Maaf Kiba, mungkin kali ini aku tidak bisa, aku disuruh keruang guru nih... Mungkin lain kali "
Itu salah satu contoh dari ajakan murid-murid yang Naruto temui sepanjang jalan menuju ruang guru. Sasuke yang sembari tadi hanya diam menunggu Naruto yang sedang merespon pertanyaan-pertanyaan dari teman-temannya dan sesekali harus menyeret Naruto agar tidak terlalu lama mengobrol bersama temannya. Sebenarnya Sasuke sangat iri kepada Naruto, karena dia banyak teman dan mana mungkin kesepian, berbeda dengan Sasuke, walaupun Sasuke pintar dan tampan. Ia hanya mempunyai fans girl yang setia dengannya walaupun Sasuke tidak menganggap mereka semua ada, dan dia punya Naruto, sahabat kecilnya.
Sasuke juga bingung mengapa Naruto mau berteman dengannya, padahal hampir semua perkataannya hanya dibalas Sasuke dengan kata "Hn" dan sesekali tidak menjawab. Mungkin orang lain pasti sudah menjauhinya, tapi Naruto tidak.
Tok.. Tok.. Tok..
"Permisi..."
"Oh ya silahkan masuk!"
Naruto dan Sasuke telah berada di dalam ruang guru. Kursi-kursi guru hampir semuanya sudah kosong, mungkin sudah pulang. Tetapi mereka melihat 2 orang guru laki-laki sedang mengobrol di salah satu meja guru di sudut ruangan. Mereka adalah Kabuto-sensei dan Yamato-sensei. Yamato-sensei juga guru biologi, tetapi ia mengajar kelas 10. Kemudian kabuto-sensei langsung menyambut kedatangan Naruto dan Sasuke.
"Oh, Naruto? Sasuke? Kalian sudah datang rupanya. Baiklah, maksud saya menyuruh kalian berdua datang ke ruang guru ini adalah untuk menawarkan materi biologi rahasia."
"Hah? Materi rahasia? Mengapa sensei tidak meminta murid lain? Kenapa saya dan Sasuke?"
"Emm... karena kalian adalah murid-murid berprestasi"
Mendengar alasan guru baru itu, Naruto pun merasa senang dan ingin rasanya *terbang ke langit ke tujuh(?)*. Sasuke pun juga seperti itu, tetapi *lagi-lagi* untuk jaga image dia hanya tersenyum *minim* saja. Selain itu, Sasuke juga merasa curiga, mengapa Kabuto-sensei memilih mereka untuk menerima materi rahasia? Bukankah anak berprestasi di kelas 11 ini banyak? Dan ada yang lebih pintar dari Naruto juga. Kecurigaan itu pun juga disembunyikan baik-baik oleh Sasuke, agar tidak terlihat mencurigakan pula (?).
"Emm.. Sensei, tahu dari mana kita anak berprestasi? Padahal sensei guru baru?" tanya Naruto
"Oh.. Saya tahu dari Yamato-sensei, guru biologi di kelas 10. Benar bukan Yamato?
"Haha.. benar.. benar"
"Baiklah, kalian setuju untuk mendapatkan materi rahasia ini?"
Naruto dan Sasuke diam terlebih dahulu. Mereka berpikir-pikir tentang materi tersebut. Bagi Sasuke dia sebenarnya ingin mendapatkan materi tersebut, sekaligus ia ingin membuktikan tentang kecurigaannya. Kalau Naruto sih tidak mau, dia terlalu lapar untuk menerima materi kalau perutnya kosong. Tetapi kali ini Sasuke membujuknya agar ingin menerima materi tersebut *Ih... Sasuke tumben banget-_-*. Sasuke berjanji, ia akan mentraktir Naruto *hanya* 2 mangkuk ramen. *Kalau ia mentraktir semuanya bisa-bisa Sasuke bangkrut*. Akhirnya Naruto setuju untuk menerima materi tersebut.
"Baiklah, Naruto, Sasuke. Saya akan menjelaskan materi rahasia kita, yaitu... *suara petir dimana-mana* Edo Tensei..."
"Hah Edo Tensei?" teriak Naruto
*bisik-bisik* "Eh, Teme Edo Tensei itu apa sih?" #Braakk
"... mana ku tahu" #Braak *lagi*
Melihat dua murid pilihannya kebingungan Kabuto pun tidak bisa menahan rasa ingin ketawanya *abisan mukanya lucu* (andai bisa di liat yak-_-)
"Hahaha.. kalian kenapa? Tenang Edo Tensei tidak sesulit rumus matematika kalian kok *masa?*. baiklah saya akan jelaskan materi ini."
Setelah berjam-jam mendengarkan penjelasan Kabuto-sensei dan memperhatikan papan tulis kecil yang sekarang penuh dengan coretan spidol. Akhirnya penjelasannya selesai, tak terasa langit sudah gelap. Kabuto-sensei menyuruh Naruto dan Sasuke untuk ke laboraturiumnya yang berada di bukit belakan sekolah besok untuk praktik.
Mendengar penjelasan Kabuto-sensei Naruto pun menjadi tidak sabar untuk praktik besok. Materi ini bisa mewujudkan salah satu mimpinya yaitu, bersama-sama lagi dengan orang tuanya. Selain itu rasa kecurigaan Sasuke pun semakin kuat, karena sehabis mendengarkan penjelasan guru biologi barunya tentang materi rahasia yang disebutnya Edo Tensei itu. Disisi lain Sasuke juga senang mendapatkan materi tersebut, karena materi tersebut bisa menghilangkan kesepiannya selama ini. Tetapi Kabuto-sensei hanya memberikan 1 kali praktik Edo Tensei, itu berarti dia dan Naruto harus berunding, tubuh siapa yang akan mereka bangkitkan dengan materi rahasia itu.
di asrama mereka tidak berhenti memikirkan siapa yang akan mengalah, sesekali mereka bertengkar *kecil* hanya untuk berunding. setelah mandi Naruto yang tidak bisa menahan rasa penasarannya terhadap materi tersebut nekat untuk pergi ke laboraturium Kabuto malam itu juga. Sebenarnya Naruto tidak ingin sahabat sekaligus rivalnya yang satu ini tahu kalau dia ingin menyelinap pergi kesana. Tapi apa daya, sepertinya mereka mempunyai suatu ikatan sehingga bisa merasakan kalau ada salah satu dari mereka yang ingin pergi diam-diam.
"Dobe, mau kemana kau hah?"
"Ngg... mau tahu saja kau Teme! bukan urusanmu!"
"Dasar Dobe, kau mau pergi ke laboratorium milik Kabuto-sensei kan?"
*kok sasuke tahu ya?* *kan sasuke berguru dengan romy rafael(?)* #abaikan
"Kalau iya kenapa? mencoba menghalangiku?"
"Tidak"
"Oke, baiklah! sampai nanti Temee!"
Belum sempat Kaki Naruto meloncat Sasuke sudah memegang kakinya.
"Eh, Teme katanya gak mau ngalangin?"
"Siapa yang mau ngalangin hah, baka Dobe?"
"Terus kenapa megang-megang kakiku hah?"
"Aku ikut"
*yaelah kirain ngapain*
"Baiklah!"
"..."
"Terima kasih kek"
"Buat apa?"
dalam hati "Awas kau Temeeee!"
Akhirnya kedua sahabat sekaligus rival itu memutuskan untuk pergi menyelinap ke laboratorium
Waahhh... akhirnya selesai juga Chapter 2 wakakak...
Bagaimana? Bagaimana? Pendapat semuanya?
Gaje? Gak jelas? *masih* kependekan? Huaaa... gomen dehh..
saya sangat butuh kritik dan saran kepada semuanyaaaaaa... agar chapter ke 3 bisa lebih baik dari ini *nari-hula-hula* #digampar
Caranya gampang kok!
Ketik kritik dan saran anda di kotak yang telah disediakan
Klik post review
Saya sangat menghargai kritik dan saran anda semuanyaaa XD
Bantu author yang masih baru *banget* ini ya senpai-senpai X)
ARIGATOU.
Bonus! Jangan close dulu semuanyaaa! Kali ini naruto dan sasuke disuru author untuk membalas review! Check this out!
A = author, N = naruto, dan S = sasuke.
A = eh.. kalian berdua! Tolong bacain review sama balesannya ya!
N = enak saja! Aku capek nih acting mulu!
S = aku juga gak mau!
A = capekan siapa? Saya yang buat nih ceritaa! (gamparin satu-satu)
N = *author di rasengan*
S = *author di chidori*
*beberapa jam kemudian*
A = cukup saya udah babak belur gini ih-_- udah bacain aja... mau eksis ga?
N = gak
A = masa?
*tiba-tiba*
S = aku mau...
A = *ternyataa~*
N = maunya ramen~
A = baiklah saya traktir *ngalah*
S = dari Iria-san. Huh? #mengerutkan kening#
huwaah kurang panjang nich chapter depan panjangin lg yah. .
Keep writing. .salam kenal.
A = kenapa mengerutkan kening? Baiklah chapter 2 sudah lbh panjang bukan? Salam kenal jugaa! Terima kasih
N = dari danDogoier. hehe .. sayaa autho nubi jugaa .. jadi gomen kaloo agakk 'aneh' ..
ng alurnyaa cepett .. agak terburu-buru .. ngegantungg .. feel awall engga ngenaa .. tapii jujurr sayaa penasarann !
A = Haha, okeoke, baiklah saya akan berusaha lebih baik lagi! Terima kasih
S = dari M4dG4rl. Saya suka kok, chapter ini.
Tolong dilanjutin, ya.
Jangan tinggalin atau delete cerita ini.
Dan jangan buat saya penasaran
Please... banget...
Yach... yach.. yach... :)
A = oke! Gak akan diapus kok! Penasaran yahh? Haha... terimakasih ya
N = ayooo! Traktir ramen sekarang!
*aduh bisa-bisa uang saya abis ini (T.T)*
