…
…
…
Ter-Perangkap
Bagian Dua
Main Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Oh Sehun
Other Cast: Kris Wu, Kim Kai, Do Kyungsoo, Xi Luhan, Kim Xiumin, Kim Suho, Kim Jongdae, etc.
Genre: Romance, Hurts
Rate: M-18
WARNING: YAOI, BOYS LOVE, CRACK PAIR
…
…
…
Chanyeol terus melirik ke arah adik nya yang sedang melatih gerak kan dance nya. Kurang dari 30 menit lagi adiknya yang berbahu lebar itu akan mengikuti audisi pencarian idol. Berulang kali Daniel melakukan gerakan-gerakan memutar dan menekuk dan entah gerak kan apa lagi yang membuat Chanyeol meringis melihatnya.
"kau yakin akan menari sambil berputar seperti kincir angin begitu, niel?" Daniel menghentikan gerakkan nya untuk menjawab pertanyaan kakaknya dengan senyuman lebar yang tak pernah luntur dari wajahnya.
Daniel menurunkan bajunya yang sempat tersingkap, "tentu saja hyung. Ini bisa menjadi gerakkan andalan ku untuk menarik perhatian juri."
"semoga saja kau tidak cedera setelahnya." Ucap Chanyeol memperingati. "makanya kau doakan aku yang baik-baik." Daniel tau bahwa kakak laki-laki sekaligus keluarga satu-satu nya itu mengkhawatirkan dirinya. Daniel melirik kembali 2 koper yang berada di samping Chanyeol.
Daniel di wajibkan untuk mengikuti masa karantina selama 4 bulan dan jika nantinya dia berhasil debut, Daniel akan tinggal di dorm selama kurang lebih 2 tahun. Jadi bagi Chanyeol merelakan adiknya untuk tinggal ditempat lain tanpa dirinya, terasa begitu mengganjal. "baik-baik lah saat aku tidak ada, hyung tidak boleh membawa sembarangan orang masuk kedalam apartement. Jangan membawa perempuan ke apartement apa lagi ke kamar ku." Daniel kembali mengingatkan kakaknya itu.
Chanyeol mendelikkan matanya, "memang nya selama ini kau pernah melihat ku membawa perempuan atau teman one night stand? Huh?"
"ahhh aku lupa kalau kau ini gay, gara gara si pendek byun itu kan?" Daniel menyeringai saat Chanyeol menatapnya dengan tatapan jengkel dan hendak menendang bokongnya.
Daniel merogoh saku celananya dan memberikan sebuah kartu tanda pengenal, Chanyeol menatapnya bingung. "dia teman ku namanya Kim Suho, temuilah dia hyung. Dia komposer musik yang cukup terkenal dan mungkin dia bisa membantu mu. bilang saja kau park Chanyeol, dia akan mengerti."
"untuk apa?" Chanyeol masih mengerutkan dahinya bingung. "tentu saja agar kau bisa meraih cita-cita mu sebagai komposer musik. Ingat perkataan ku? kita akan mengubah nasib hidup kita yang menyedihkan ini."
Seorang wanita menghampiri Daniel dan Chanyeol yang duduk diruang tunggu, "Park Daniel? ini giliran mu untuk melakukan wawancara."
"baiklah hyung aku harus masuk dulu, doakan aku agar berhasil. Ketika aku mempunyai waktu untuk pulang ke apartement, aku akan pulang sesegera mungkin." Chanyeol memeluk Daniel dan memberikan usapan pada bahu bidang adik nya itu.
"aku yakin kau kan berhasil, niel. Karena kau adik ku. datanglah ke apartement kapan pun kau punya waktu luang." Daniel meraih kedua kopernya dan berjalan menjauh sambil menyahuti Chanyeol tanpa menoleh "pastiiii…"
…
Chanyeol melirik lagi untuk yang ketiga kalinya pada kartu nama yang diberikan Daniel pada dirinya. "apa anak itu tidak salah? Dia berteman dengan seorang komposer musik SM Entertaiment?" Chanyeol berdecak kagum dengan bangunan gedung di depan nya. SM adalah salah satu agensi artis besar di korea selatan. Bahkan menjadi perusahaan agensi nomor satu yang selalu berhasil dan tak pernah gagal mendebutkan banyak artis berbakat dengan visual yang luar biasa. Artis-artis nya selalu menjadi penggerak gelombang kpop pada tiap generasinya. Sebut saja 'Super Junior' artis debutan nya yang bahkan tidak hanya sukses di Asia tetapi juga membawa nama Korea hingga ke benua Eropa dan Amerika.
Chanyeol melangkah kan kakinya kedalam gedung megah itu, baru saja hendak melangkah kan pada pintu kaca otomatis itu, dirinya sudah di halangi oleh satpam yang menjaga. "ada perlu apa kau masuk kedalam, anak muda?"
Chanyeol menggaruk belakang leher nya bingung mau memberikan alasan apa. Karena sesungguhnya dirinya pun tidak tahu, semua hanya berdasarkan perkataan sang adik. Chanyeol menunjukkan kartu nama di tangan nya pada pria berotot didepan nya.
" Apakah Tuan Suho memberi kan kartu nama ini kepada mu?" tanya si ahjussi dengan pandangan menyelidik.
"ah tidak, tetapi adik ku mengenal nya. Dia bilang aku disuruh untuk bertemu dengan si pemilik kartu nama." Jelas Chanyeol yang gugup karena ditatap tajam.
"baiklah kau masuk dan temui wanita yang berjaga di meja cokelat itu."
"baik terimakasih, ahjussi" Chanyeol membungkukan tubuh nya dan segara berjalan cepat ke meja yang tadi ditunjuk kan. Seorang wanita menyambut nya dengan ramah.
Wanita itu menyapa Chanyeol dengan senyum yang mengembang, " selamat siang Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Chanyeol kembali menggaruk tengkuk nya gugup.
'kenapa juga aku jadi segugup ini. Huh..' batin Chanyeol.
"eum- it-tu aku ingin bertemu dengan orang ini," lagi, Chanyeol menyodorkan kartu nama yang ada ditangan nya kepada si perempuan dihadapan nya.
"apa sebelumnya kau telah membuat janji dengan Tuan Suho"
"ah belum, apa aku harus membuat janji dulu?"
"sebentar, biar ku tanyakan dahulu. Nama mu siapa?"
"Chanyeol, Park Chanyeol"
"baiklah Chanyeol-ssi kau bisa menuggu di bangku itu, nanti aku akan memanggil mu." Chanyeol mengangguk kan kepalanya. Matanya tak berhenti untuk menatap ke kiri dan ke kanan memperhatikan lobby dari bangunan itu. Tempatnya begitu luas, elegan, dan terkesan mewah. Chanyeol berharap dia bisa bertemu dengan salah satu artis didikan agensi besar itu. Mungkin sedikit mengajak mereka untuk berfoto tidak masalah.
Matanya berdecak kagum saat melirik kearah piala-piala penghargaan yang ada didalam lemari kaca yang menjadi sekat di tengah ruangan. "wah.. agensi ini benar-benar menakjubkan. Apa itu semua penghargaan milik artis mereka?"
"Chanyeol-ssi," Chanyeol terkejut dengan kehadiran si wanita bername tag 'Kim Taeyon' itu. "oh maaf jika aku membuat mu terkejut, kau bisa menaiki lift diujung sana dan pergi kelantai 5. Disana ruangan milik Tuan Suho."
"terimakasih, Noona." Chanyeol membungkuk kan tubuhnya sopan dan segera berjalan kearah lift. Chanyeol menunggu lift dengan 2 laki-laki di samping nya. Chanyeol pikir mereka berdua bukan artis, karena dia tidak mengenali wajahnya. 'mungkin trainee' batin nya.
"hyung, sepertinya mereka tidur bersama lagi kemarin. Apa kau yakin mereka tidak menjalin hubungan?" ucap laki-laki bertubuh pendek yang berdiri tepat di sisi kiri Chanyeol. Matanya yang bulat dan besar menatap lelaki putih mungil disampingnya.
"entah lah kyungsoo, aku sudah berkali-kali bertanya pada keduanya. Tapi mereka bilang, mereka memang tidak berpacaran. Dan jangan membicarakan hal ini di luar dorm. Orang lain nanti bisa mendengar nya." Laki-laki berambut silver itu balas menatap Chanyeol yang dari tadi memperhatikan keduanya. Chanyeol hanya mengendikan bahunya. Dan mulai masuk kedalam lift bersama kedua laki-laki itu.
"kenalkan aku Do Kyungsoo, apa kau trainee baru disini?" Chanyeol tergagap saat salah satu dari laki-laki di samping nya menyodorkan jabatan tangan padanya. Chanyeol membalasnya dengan gugup, "park Chanyeol, dan aku bukan trainee. Hanya ingin menemui Kim Suho-ssi." Jelas Chanyeol.
"ah begitu. sepertinya kau harus turun, ini lantai tujuan mu Chanyeol-ssi. Senang bertemu dengan mu" kyungsoo membungkuk kan tubuh nya sopan dan dibalas oleh Chanyeol dengan hal yang sama.
"aku permisi dulu"
Kyungsoo dan xiumin menatap punggung tegap itu keluar dari lift, "kenapa kau tiba-tiba mengajaknya berkenalan kyung?"
"siapa tahu dia akan menjadi salah satu member kita hyung. Kau lupa? Agensi bisa menambahkan member kita kapan pun mereka mau sebelum kita debut." Xiumin menyahuti dengan aggukan kepalanya.
…
'tok,tok,tok'
"masuklah, Chanyeol-ssi"
Chanyeol meraih pegangan pintu dan memasuki ruangan yang dipenuhi dengan berbagai komputer dan peralatan lainnya yang digunakan untuk membuat musik. Ruangan khusus bagi komposer musik di gedung tersebut. "ah.. selamat siang Tuan Kim, maaf aku mengganggu waktu mu." Chanyeol membungkuk kan tubuhnya dan tersenyum balik pada si pemilik ruangan.
"ah tidak apa, duduklah Chanyeol-ssi. Dan kau bisa memanggil ku dengan hyung saja, karena perbedaan umur kita tak terlalu jauh."
"baiklah hyung" Chanyeol sebenarnya bingung apa sebenarnya tujuan nya untuk bertemu dengan laki-laki di depan nya.
"apa adik mu jadi mengikuti acara itu?"
"ya, hari ini dia akan mulai masa karantina"
"aku sudah mengenal Daniel lama, dia begitu terkenal dikalangan dancer B-Boy. Dia adalah Street dancer favorit ku. Pada tahun lalu aku berniat untuk memasuk kan dirinya menjadi trainee di agensi ini, tapi dia menolak. Dan-cih… sekarang dia malah memasuki acara itu."
Chanyeol hanya bisa tersenyum mendengar penuturan laki-laki di hadapan nya, si komposer musik yang sudah membuat puluhan lagu bagi artis-artis hebat dibawah naungan SM entertainment itu. "aku tahu adik ku itu memang agak keras kepala, tapi aku yakin dia akan berhasil."
"aku pun yakin sekali dengan kemampuan adik mu itu Chanyeol-ssi, kau tidak bisa meremehkan kemampuan dan visualnya. Dan aku tak menyangka Daniel dan kau sama-sama memiliki visual yang kuat. Dan kurasa kau masih cocok untuk menjadi seorang idol." Suho meletak kan kopi kaleng dingin itu dihadapan Chanyeol.
Chanyeol meraihnya dan menegguk nya untuk sekedar menghilangkan sedikit rasa gugupnya, "aku tidak berminat sama sekali hyung, bukan gaya ku untuk menari di depan kamera seperti itu. Lagi pula aku tidak memiliki kemampuan menari."
"tentu saja menari dapat dilatih. tapi diluar itu, aku tahu kau memiliki kemampuan yang lainnya, kau bisa membuat lagu, bermain banyak alat musik dan kau bisa rapp?" Chanyeol menatap Suho dengan dahi mengkerut. 'bagai mana laki-laki ini tahu tentang kelebihan ku? Apa Daniel memang sedekat itu dengan Kim Suho?' batin Chanyeol.
"jangan berlebihan hyung," ucap nya sambil tertawa pelan. "ah ya. sebenarnya aku menyuruh adik mu, mengenalkan mu pada ku untuk mengajak kerjasama Chanyeol-ssi." Chanyeol terkejut mendengar ucapan yang didengarnya.
'kerjasama apa maksud nya? apakah aku akan di jadikan asisten komposer Kim Suho yang terkenal itu?'
"kau tidak keberatan kan jika ku tawarkan untuk menjadi asisten komposer ku? aku benar-benar sedang buntu dan kekurangan inpirasi. Dan juga aku butuh SDM lainya dalam tim ku. aku juga sempat mendengar beberapa melodi yang kau buat, aku mendengarnya dari Daniel. Adik mu itu sering berlatih dance dengan melodi-melodi yang kau buat."
Chanyeol memang sering kali memberikan sample lagunya pada Daniel untuk didengarkan adiknya, tapi dia tak tahu kalau ternyata melodi-melodi itu diguna kan oleh Daniel untuk berlatih dance. "akan menjadi suatu kehormatan bagi ku jika bisa bekerjasama dengan mu, hyung."
"senang rasanya mendengar nya. Boleh aku mendengarkan melodi-melodi mu? Aku membutuhkan melodi yang memiliki nada kuat dan memiliki lirik ber-alur, karena aku mendapat project baru untuk membuat lagu yang akan dipakai untuk boyband baru yang akan debut."
Pria bertelinga lebar itu membulatkan matanya, mulutnya sampai tak bisa menutup karena begitu tekerjut, "benarkah hyung? Lagu ini nantinya akan menjadi lagu debut boyband baru SM Entertaiment? Woahh" Suho terkekeh melihat ekpresi bodoh milik Chanyeol.
"ku harap kau bisa mempersiapkan sample-sample lagu mu dan kita akan mulai menulis lirik nya."
…
Baekhyun mendengar ketuk kan di pintu kamar dorm nya yang membuatnya terbangun, tangan kekar milik Sehun masih melingkar erat dipinggang Baekhyun. Bahkan dirinya lupa untuk mandi tadi malam. "Baekhyun, cepatlah bangun. Kita harus latihan vocal pagi ini."
Baekhyun mencoba untuk melepaskan pelukan Sehun pada pinggang nya, tetapi Sehun semakin mengeratkan pelukan di pinggang nya, "jangan mengganggu ku baek" suara berat Sehun terdengar tepat di telinga kirinya. Baekhyun bergidik mendengar nya.
"ya hyung aku sudah bangun, beri aku 30 menit untuk bersiap-" teriak Baekhyun.
"baiklah. Ehm.. apa Sehun berada di kamar mu? Aku sudah mengecek kamar nya tetapi anak itu tidak ada." Baekhyun melirik sekilas wajah Sehun yang kini menempel pada lehernya. Sehun membuka matanya dan menghela nafas saat melihat tatapan milik laki-laki mungil di dalam dekapan nya itu. "Ya hyung! Aku disinii…" teriak Sehun. Dan membenamkan kepalanya pada leher Baekhyun.
"cepatlah bersiap. Aku tidak ingin member lainnya menunggu lama karena kalian berdua."
Baekhyun menghembuskan nafasnya, membuat si pemuda seputih susu yang memeluknya menoleh kan kepalanya menatap Baekhyun "ada apa dengan helaan nafas berat itu?"
"aku takut member lain akan berpikir kalau kita melakukan hal yang tidak-tidak" Baekhyun memainkan rambut pirang Sehun sambil sesekali memilin nya. "hal yang tidak-tidak seperti apa maksud mu?" pertanyaan Sehun sukses membuat si mungil merona.
"ya.. it-itu se-sepertii.. kau tahu k-kan maksud ku Sehunieee" Baekhyun merengek malu dan menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah tomat pada dada bidang milik Sehun. "jangan terlalu memikirkan orang lain baek, kau yang menjalani hidup mu. Bukan mereka"
Sehun semakin mendekap Baekhyun. Sosok laki-laki yang memiliki kepribadian dingin dan juga misterius, tetapi menjadi begitu hangat dan terbuka saat dirinya bersama si mungil Baekhyun. Baekhyun selalu memberikan perhatian padanya, menenangkan nya, meng-ngontrol emosinya dan menjadi tempatnya untuk beristirahat.
"ayo bangun Sehun-ah kita harus bersiap" Baekhyun menyibak selimut yang mereka pakai dan berjalan menuju kamar mandi. Sekilas mata puppy nya dapat melihat bekas ruam pada rahang kanannya. Tidak terlalu terlihat memang jika hanya sekilas. "YAK! SEHUN KAU MENINGGALKAN BEKAS LAGIIII!!" teriak Baekhyun dari dalam kamar mandi. Sedangkan Sehun hanya terkekeh sambil menyenderkan tubuhnya pada kepala tempat tidur.
"lain kali aku akan memberikan bekas di tempat yang lebih terlihat dengan jumlah yang banyak." terdengar bantingan pintu dan sumpah serapah dari si mungil, "YOU ASSHOLE!!!"
…
Chanyeol berulang kali mengecek kembali berkas-berkas yang ada ditangan nya dan memasuk kan nya ke dalam tas berwarna hitam miliknya. Laptop dan segala peralatan yang ada sudah siap untuk di bawa. Ya setelah 1 bulan Chanyeol bersama dengan Suho membuat lagu yang akan menjadi 'Titled Song' bagi artis baru SM Entertaiment. Hari ini lagunya akan diperkenalkan kepada para trainee. Suara dering ponsel terdengar cukup nyaring dari arah dapur kecil apartement Chanyeol. Bahkan Chanyeol melupakan sarapan nya. Tangan nya dengan cepat meraih ponsel miliknya dan menjepitnya diantara kuping dan bahu nya. Sedangkan tangan nya sibuk menutup tas dan mengaduk kopi nya yang sudah tidak panas lagi.
"pagi hyung, aku sudah bersiap-siap. sebentar lagi aku akan tiba disana." Chanyeol melirik jam yang melingkar dipergelangan tangan nya dan hampir memuncratkan kopi yang disesapnya saat jarum pendek jam menunjukan angka 8.
Suho terkekeh pelan di sebrang sana, "calm down, kids. Kita akan menunjukan lagu nya nanti jam 12 siang." Chanyeol mengerutkan dahinya, "jadwal nya diundur lagi?"
"ya hanya beberapa jam, tapi bisa kupastikan hari ini mereka akan benar-benar mendengarkan lagu mu" ucap Suho mantap meyakinkan Chanyeol. Karena selama ini agensi selalu mengundur jadwal untuk mengenalkan lagunya kepada para trainee.
"ini juga lagu mu hyung," Chanyeol mengambil sandwhich nya didalam pemanggang dan membawanya keatas meja makan kecil. "aku hanya membantu untuk menyempurnakan nya Chanyeol. Oh, apa kau sudah tahu nama boyband yang akan debut itu?"
"mereka akhirnya memiliki nama?"
"yap, EXO. Mereka terdiri dari 7 orang. Sepertinya lagu kita akan benar-benar cocok dengan mereka. Dan ya saran mu untuk memberikan jalan cerita disetiap lagu mereka di setujui oleh CEO. ketujuh trainee itu akan memiliki super power seperti apa yang kau gambarkan kemarin."
Chanyeol kembali di kejutkan lagi, bagai mana tidak terkejut saat ide milik mu dipakai dan disetujui oleh seorang CEO perusahaan agensi sekelas SM Entertaiment. "aku senang mendengarnya. Ah hyung apa besok aku harus tetap berada di gedung SM?"
"kau mau pergi ke suatu tempat?"
"tidak, aku hanya ingin menonton babak penyisihan pertama Daniel."
"ah ya, kau harus datang menyemangati nya. Aku dengar dia mendapat posisi 20 besar saat voting online pertamanya?" suara senang itu terdengar jelas dari cara Suho berbicara. "iya. sepertinya kau benar hyung, Aku tidak boleh meremehkan adik ku." Chanyeol dan Suho tertawa.
Selesai membahas adik nya dan mematikkan ponsel miliknya, Chanyeol kembali memandangi wallpaper ponsel nya yang menampilkan foto nya dengan sosok mungil Baekhyun. "hah.. kemana lagi aku harus mencari mu baek? Apa kau benar-benar meninggalkan ku?"
Selama satu bulan dirinya tinggal di seoul, Chanyeol terus berusaha untuk mencari Baekhyun. Mungkin saja dia dapat menemuinya, tetapi hingga saat ini takdir seperti tidak berpihak padanya, "mungkin kau memang bukan jodoh ku, baek."
…
Baekhyun dan Sehun berjalan memasuki ruangan dilantai 5 gedung SM itu dengan pandangan tertunduk, sesaat Sehun membuka pintu ruangan tersebut seluruh manik mata melirik pada mereka berdua. Beberapa ada yang tidak peduli, bebarapa ada yang menatap penasaran, dan beberapa lagi menatap kesal.
"seperti ini kelakuan trainee SM Entertaiment hah? Aku menyuruh mu hadir jam berapa byun-ssi, Sehun-ssi?" tanya sosok berkacamata yang tengah duduk di bangku berputar dengan tatapan menusuk pada Baekhyun dan Sehun.
"maaf sajang-nim ini semua-" Baekhyun mencoba untuk menjelaskan pada petinggi SM didepannya itu, sampai Sehun menyahut dan memotong ucapan Baekhyun "sebelum nya aku minta maaf sajang-nim, tapi ini murni kesalahan ku. tadi aku yang meminta Baekhyun hyung untuk menemani ku sarapan terlebih dahulu. Dan kurasa aku makan terlalu lama.
"aku tidak peduli apapun alasan mu Sehun-ssi, sekali lagi kalian terlambat seperti ini. Aku akan mengganti mu dengan trainee yang lain. Dan untuk mu Baekhyun-ssi, apa kau sudah mengetahui karakter apa yang akan kau bangun diatas panggung tadi?"
Baekhyun mengangguk pelan, "sudah sajang-nim, aku akan membentuk karakter yang hangat dan lucu juga periang, tetapi akan ada sisi sexy nya juga."
"kau yakin dengan karakter mu itu?" Baekhyun mengangguk dengan semangat. Sebenarnya ide karakter ini baru didapatkannya malam kemarin, saat dirinya mengingat laki-laki bertelinga besar itu. Chanyeol selalu mengatakan bahwa Baekhyun adalah anak yang manis dan periang tetapi memiliki sisi sexy tersendiri.
"dank au Sehun-ssi? Seperti apa karakter panggung mu nanti?"
"tetap seperti awal aku masuk menjadi trainee, aku akan menjadi sosok yang dingin, seksi, dan tegas tetapi memiliki sisi bersahabat."
"aku tidak yakin dengan sisi bersahabatmu itu Sehun-ah" sahut Tao yang ada berada diujung sofa. Sehun hanya mendengus menanggapi ucapan Tao.
"baik lah, jangan pernah berdebat di hadapan ku. hari ini aku akan mengenalkan lagu debut kalian. Lagu ini memiliki jalan cerita yang akan menyambung terus menerus pada setiap comeback kalian nantinya. Kalian juga nantinya akan memiliki sebuah super power."
"maaf sajang-nim, maksud dari super power itu seperti apa?" xiumin mengerutkan dahinya, sedangkan yang ditanya melirik pada Suho yang sibuk melirik pada ponsel ditangan nya.
"sebentar kids, sebentar lagi yang punya ide akan datang." Suho menggaruk kepalanya dan tersenyum canggung saat ruangan kembali hening. 'lihat saja kau Chanyeol, setelah ini akan ku tendang bokong mu karena sampai jam segini belum juga hadir' rutuk Suho dalam hati.
'TOK..TOK..TOK..'
"Maaf kan aku terlambat, tadi ada sedikit masalah dengan taksi yang-" Chanyeol membelalak kan matanya saat melihat sosok mungil di depan nya. Sedangkan Baekhyun terlihat menganga lebar, sama terkejutnya dengan Chanyeol. Chanyeol merasakan degupan jantung nya kembali menggila, setelah berbulan-bulan jatung nya sepeti mati tanpa pergerakkan.
Matanya menelusuri sosok mungil berambut ungu violet itu, ingin sekali Chanyeol merengkuh Baekhyun kedalam pelukannya, menenggelamkan tubuh mungil nya itu pada dada bidang nya, menghirup wangi manis stroberi yang melekat pada rambut dan leher laki-laki itu. Perasaan rindu itu hampir saja membuat Chanyeol kehilangan control dalam dirinya jika saja Suho tidak segera menarik dan menendang kaki Chanyeol.
"yak bodoh! Kau pikir jam berapa ini, huh?" Chanyeol tersadar dari lamunan nya dan baru menyadari bahwa ada sosok yang paling berpengaruh di SM itu.
"maaf kan aku Sajang-nim, maaf kan aku Suho hyung. Tadi taksi ku mengalami pecah ban sehingga aku harus berganti menggunakkan bus. Sekali lagi aku meminta maaf atas keterlambatan ku." Chanyeol membungkuk kan tubuhnya dan mengucapkan penyesalan nya.
"sudah kubilang pada mu Suho-ssi jangan mempekerjakan bocah seperti dia ini. Anak-anak tidak bisa diajak untuk bekerja secara professional." Ucapan laki-laki tua berkacamata itu begitu menusuk ditelinga Chanyeol. "dia memang masih muda, siwon. Tapi semua ide untuk debut EXO dia yang sarankan."
"baiklah. Jelaskan sekarang apa saja konsep-konsep yang ada serta mengenai super power itu."
"aku rasa lebih baik mengenal kan lagunya terlebih dahulu," Chanyeol menahan dirinya untuk tidak terus melirik kearah Baekhyun. Lagu yang dikerjakan nya selama satu bulan penuh bersama Suho mulai terdengar.
…
"baiklah, kalian boleh istirahat terlebih dahulu. Sehabis ini kita akan mulai latihan dance untuk koreo lagu pertama kalian. Ah ya, aku mau kalian sudah mengerti betul karakter super power yang akan kalian pakai nantinya di atas panggung. Karena itu yang akan mengajadi ciri khas kalian sepanjang EXO berkarir." Siwon ―si pemilik perusahaan SME― memakai kacamata hitam miliknya dan meninggalkan ruangan begitu saja diikuti oleh para Trainee dan Suho.
Chanyeol menatap Baekhyun yang duduk di sofa seberang tempatnya berada. Tatapan nya sarat meminta penjelasan dari si mungil yang diam-diam mencuri pandang kearah Chanyeol, di sebelahnya laki-laki berkulit pucat itu menggenggam tangan Baekhyun hendak mengajak nya keluar. "baek, ayo kita makan. Semalam kau tidak makan kan?" tanya Sehun.
"hm.. bisa kau duluan Sehun-ah? Ada yang ingin aku bicarakan dengan Chanyeol-ssi" Baekhyun menggaruk tengkuk nya gugup. "ak-aku ingin menanyakan tentang karakter ku. aku tahu kau pasti lapar, jadi lebih baik kau duluan saja" Sehun sempat menatap curiga kepada Baekhyun yang terlihat sekali bahwa laki-alaki mungil itu sedang gugup.
'mungkin dia gugup karena ingin bicara dengan Chanyeol-ssi' batin Sehun.
Sehun menangkupkan telapak tangan bagian kanan nya pada pipi gembul milik Baekhyun, matanya menatap Baekhyun dengan lembut. "setelah selesai datanglah ke kamar ku, aku akan membawa makanan nya kekamar" setelah nya Sehun mengecup dahi milik Baekhyun.
Baekhyun tentu saja semakin gugup, terlebih Sehun mencium nya tepat dihadapan Chanyeol. Mata puppy itu tak berani melihat kearah Chanyeol. Sedangkah Sehun hanya membungkuk sopan saat melintasi Chanyeol dan pergi dari ruangan tersebut.
Rasanya begitu canggung berada satu ruangan dengan Chanyeol, Baekhyun menautkan jari-jari lentiknya diatas pangkuan nya. Masih tidak berani menatap mata elang di depan nya.
"jadi Baekhyun-ssi apa yang ingin kau tanyakan pada ku?" Chanyeol akhirnya memilih untuk bersuara terlebih dahulu. Tangan nya meraih dua minuman kaleng dari lemari pendingin dan melemparnya satu pada Baekhyun. Suaranya begitu dingin dan formal di telinga Baekhyun. Wajah nya datar tanpa senyum dan sorot hangat seperti beberapa bulan lalu.
"hyung, ak-aku.." Baekhyun mengigit bibir bawahnya saat melihat Chanyeol menatap nya tajam kemudian membuang pandangan nya. "kau memanggil ku apa? Hyung?"
"Chanyeol, kumohon maafkan aku" Baekhyun memaksa kan suara bergetarnya keluar, matanya mulai menampakan genangan air di pelupuk matanya.
"memaafkan mu? Memang kau melakukan kesalahan pada ku Baekhyun-ssi? Kupikir ini pertemuan pertama kita." Chanyeol menegguk minuman dingin miliknya. Sebenernya jari-jari besar itu sama bergetarnya dengan milik Baekhyun. Matanya sengaja tidak menatap mata puppy milik laki-laki mungil yang begitu di rindukan nya itu, tentu saja agar dia tidak luluh dan langsung memeluk nya.
Tetapi sesaat setelahnya Chanyeol di buat terkejut saat Baekhyun bersimpuh didepan nya, kedua dengkul mungil itu begitu rapat dengan kaki panjang milik Chanyeol. Baekhyun meraih kedua tangan Chanyeol dan meremasnya. Chanyeol bisa melihat kedua pipi nya mulai terdapat jejak air mata.
"kumohon Chanyeol, maaf kan aku. Maaf karena telah meninggalkan mu begitu saja. Aku akan menjelaskan semua nya pada mu, aku akan menjawab semua pertanyaan mu" Baekhyun menatap penuh harapan pada mata tajam milik Chanyeol.
Chanyeol tidak tahan lagi, di rengkuhnya pundak kecil didepannya itu dan membawanya pada dada bidang miliknya. Hidungnya dia tenggelamkan pada leher si mungil. Wangi stroberi yang begitu di rindukannya itu kembali mengisi harum indra penciumannya. Chanyeol membawanya berdiri dan semakin mengeratkan pelukan nya, direngkuhnya pinggang si kecil itu dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanan nya melingkar di leher si kecil.
Jantung keduanya terdengar satu sama lain dan berdetak cepat, Baekhyun menenggelamkan jari-jari lentiknya pada punggung dan surai milik Chanyeol. Dirinya juga begitu merindukan Chanyeol. "kenapa kau tega sekali meninggalkan ku baek? kau harus menjelaskan semunya kepadaku. Termasuk tentang si lelaki berkulit pucat tadi." Suara Chanyeol teredam karena wajahnya yang masih terbenam dilekukan leher milik Baekhyun. Nafas hangat nya terasa menggelitik Baekhyun.
"lepaskan dulu Chanyeol"
"tidak, sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau melepasmu. Apa pun yang terjadi. Karena aku sudah terperangkap didalam mu baek" Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Baekhyun. Bibir mungil nan tipis itu mengulum senyum nya, "jadi kau tidak mau mendengar penjelasan ku dan akan berpelukan seperti ini terus?"
"kalau memang waktu bisa berhenti berjalan saat ini juga, jawaban ku 'Ya'. Aku ingin memeluk mu terus sepanjang hari." Baekhyun merasakan hangat menjalari hatinya saat mendengar ucapan laki-laki yang sedang merengkuh nya itu.
"jadi yang pertama, ada hubungan apa kau dengan si putih tadi?"
"namanya Sehun hyung, bukan 'siputih'." Baekhyun terkekeh saat dirasanya Chanyeol mengusak-usak rambutnya dicekungan lehernya.
"berhenti memanggil ju hyung! Dan apa kau berpacaran dengan nya?"
"bagaimana kalau kita bicara sambil makan? Karena aku harus mengisi energi ku sebelum latihan nanti" Chanyeol menatap simungil dengan bibir nya yang mengerucut, sebal karena Baekhyun tidak menjawab pertanyaan. Tetapi kemudian tangan nya segera meraih jemari lentik itu untuk keluar dari ruangan. Baekhyun menepis pelan saat dirinya dan Chanyeol hampir melangkah keluar, "jangan terlalu dekat Chanyeol, ingatlah lingkungan kita" ucap Baekhyun mengingatkan.
Chanyeol hanya mendengus kesal dan membiarkan si mungil nya berjalan lebih dulu. "memangnya kenapa kalau kita bergandengan tangan?" tanya Chanyeol pelan saat mereka hanya berdua didalam lift.
"aku seorang trainee yang sebentar lagi akan debut Chanyeol, kalau sampai aku mendapat rumor bahkan sebelum aku debut, akan banyak sekali masalah nantinya yang terjadi."
"kalau begitu aku bisa menyimpulkan bahwa kau dan si putih itu tidak berpacaran. Tapi itu artinya juga aku tidak bisa menjadi kekasih mu" Chanyeol menatap Baekhyun yang menatapnya sendu.
"hyungg.."
"tenang saja. Aku akan menunggumu, hingga kita mendapat saat yang tepat untuk langsung menikah. Aku tidak akan menjadikan mu kekasih tetapi aku akan langsung melamarmu menjadi pendamping hidup ku" Chanyeol menunjuk kan senyum lebar nya dan mengusap bahu Baekhyun sekilas. Baekhyun hanya tersenyum kecil dan kemudian terdiam.
Ada berbagai pikiran berkecamuk dalam dirinya. Baekhyun hanya berharap dirinya bisa bahagia baik bersama Chanyeol atau-
Baekhyun menggelengkan kepala nya pelan, kemudian menarik telunjuk milik Chanyeol. Menggenggam nya dan membawanya rapat dengan kakinya sehingga nantinya tidak akan terlihat didalam kamera cctv.
…
…
..
Tbc
author note:
aku mau minta maaf kalau ceritanya terlalu garing dan banyak typo.
Sowyiii
Makasih juga yang udah mau review
Wattpad: @babygom12
Instagram: @pcyforbbh6104
Bogor, 28 februari 2018
