Stay

Naruto©Masashi Kishimoto

SasuSaku - Canon

.

.

.

.

.

.

Keberadaan teman mulai melembutkan hati Sasuke yang hanya dipenuhi oleh balas dendam.

.

"Kumohon … hentikan …."

.

.

.

.

.

Ada beberapa hal yang tidak bisa dimengerti oleh Sasuke. Beberapa hal itu menyangkut tentang Sakura. Seperti pertanyaan: Kenapa ia begitu mengkhawatirkan Sakura? Kenapa ia begitu marah ketika gadis itu disakiti orang lain? Kenapa ia begitu tenang ketika Sakura memeluknya? Kenapa gadis yang menyebalkan itu malah membuatnya hilang kendali?

Sasuke tak pernah menemukan jawabannya. Tidak. Bukan ia tak sadar. Namun ia tak ingin menyadarinya. Ia tak ingin mengakuinya. Bahwa entah sejak kapan, ia menyukai perasaan hangat yang timbul ketika bersama gadis itu.

Ia menyukai senyum dan tawa Sakura. Ia menyukai semburat merah di pipi gadis itu ketika berbicara dengannya. Ia menyukai panggilan 'Sasuke-kun dari gadis itu. Ia suka sekali mendengarnya, seolah ia diperhatikan. Ia disayangi. Dan hanya ia satu-satunya yang dilihat oleh Sakura.

Tanpa sadar, ia mulai mengakui keberadaan gadis itu. Tanpa sadar, ia terbiasa dengan kehadiran Sakura. Tanpa sadar, ia memuji kemampuan gadis itu. Tanpa sadar, ia menyukai sentuhan Sakura. Ia menyukai cara gadis itu memeluknya. Rasanya hangat, jika Sasuke boleh mengatakannya. Rasa yang tak pernah ada lagi semenjak kehilangan keluarganya. Rasa itu hadir tanpa ia sadari. Karena Sakura. Gadis yang ia anggap menyebalkan. Namun selalu berusaha ia lindungi, entah kenapa.

Seperti saat ini. Saat di mana ia melihat dengan jelas bagaimana luka di sekujur tubuh Sakura. Wajah gadis itu memar. Rambutnya yang panjang berubah menjadi pendek. Raut wajahnya kelihatan lelah. Dan ia tak menyukainya.

Ia bersumpah akan membunuh siapapun yang menyakiti gadis itu. Tak peduli siapa orangnya.

"Sakura … siapa … yang membuatmu begitu?"

Hari itu adalah kali pertama Sakura merasakan aura membunuh yang sangat kuat dari lelaki yang disukainya.

Hari itu, untuk pertama kalinya ia melihat Sasuke sangat marah.

Hari itu, pertama kalinya dalam hidup Sakura semenjak mengenal Sasuke, ia melihat Sasuke seperti iblis.

Hari itu, untuk pertama kalinya ia begitu takut pada Sasuke.

Karena Sasuke yang dikenalnya tidak seperti ini. Sasuke yang dikenalnya, meskipun dingin, ia tetaplah anak lelaki biasa.

Sasuke yang dikenalnya tidak akan sekejam ini hingga ingin menghabisi nyawa orang lain.

Sasuke yang dikenalnya memiliki senyum yang menawan, bukan seringai menakutkan.

Lalu, siapa laki-laki yang ada dihadapannya ini? Laki-laki tak punya hati yang mematahkan tangan Zaku dan ingin membunuh Dosu.

Siapa lelaki ini?

Siapa? Sakura bertanya dan bayangan tentang Sasuke memenuhi kepalanya. Lelaki itu Sasuke-nya. Namun lelaki itu telah menjelma menjadi sosok yang tak dikenalnya.

Matanya berkaca-kaca. Airmata menuruni pipinya.

Ia harus mengembalikan Sasuke-nya. Ia harus menyadarkan Sasuke-nya, sebelum iblis itu membuatnya semakin tak sadarkan diri.

Ia harus.

Dan sekuat tenaga ia berlari. Ia berlari menuju lelaki itu. Dan ia memeluknya erat dari belakang. Airmatanya pun dapat ia tahan.

"Kumohon … hentikan …."

Suara itu terdengar lirih, penuh permohonan. Suara itu sukses membuat Sasuke melihatnya. Airmata itu … entah sejak kapan ia membenci airmata itu.

Tatapan Sakura yang memohon. Airmata yang tak berhenti mengalir di kedua matanya. Kehangatan yang seketika ia rasakan. Ia menyesalinya ketika sadar ia menyakiti gadis itu.

Kesadarannya pun kembali. Tubuhnya lemas. Andai Sakura tak sigap memeganginya, mungkin ia akan terjatuh.

Ia berusaha mengingat kembali apa yang terjadi. Kenapa ia bisa begitu marah? Kenapa ia tak ingin Sakura disakiti? Kenapa? Ia tak ingin menemukan jawabannya. Tubuhnya bereaksi sendiri. Aa, mungkin karena hal itu. Sama seperti ketika ia melindungi Naruto. Begitulah ia berpikir. Karena ia tak ingin berpikir ke arah yang lebih jauh. Ia menghindarinya. Meski jawaban itu terlihat begitu nyata.

.

.

.

"Aku dengar Sasuke-kun menyukai perempuan berambut panjang."

Tapi yang tak pernah mereka ketahui, Sasuke tak pernah mempermasalahkan rambut Sakura.

.

.

.

.

.

Fin


591 words

Hai... apa saya kecepetan apdetnya? Haha. Saya lagi kangen SasuSaku. :(

Ini pasti pada tau kan chapter berapa dan episode berapa? :D

Saya modif dikitlah. LoL

Terima kasih buat yang review chapter kemaren :)

Ini semacam kumpulan ficlet hints SasuSaku. Hehehe

Untuk chapter kemaren yang bertanya ajakan kencan Sakura, itu ketika mereka dalam perjalanan pulang dari Nami ke Konoha. Sore-sore lagi senja, so sweet banget pokoknya. Tapi Sasuke dengan sok cool-nya dia nolak ajakan Sakura dan malah Naruto yang ngajakin Sakura tapi ditolak Sakura. Hahahaha

Oke. Terima kasih sudah membaca. Mohon maaf untuk segala kekurangan. :)