"Temenin gue makan ya."

Chanyeol mengerutkan dahi ketika mendengar nada perintah dari Baekhyun ketika pria itu masuk kedalam mobilnya dan duduk di sampingnya. Chanyeol baru saja akan meninggalkan kampus mereka ketika Baekhyun menghubunginya dan terpaksa memutar mobilnya menuju fakultas bahasa.

"Makan apaan?"

"Tempat biasa."

Chanyeol mengangguk dan mulai menjalankan mobilnya sedangkan Baekhyun memainkan hp-nya.

Chanyeol melirik pria itu sesekali, kemudian bertanya, "Jadi gimana?"

"Apaan?" Tanya Baekhyun balik tanpa menatap Chanyeol.

Chanyeol memutar kemudinya ketika ada pertigaan ke kiri, tak menjawab pertanyaan Baekhyun hingga dia memarkirkan mobilnya di parkiran umum kawasan tersebut.

"Beneran putus?"

"Iyalah," Baekhyun melepas sabuk pengamannya kemudian menatap Chanyeol yang kini menarik rem agar mobilnya berhenti dengan sempurna, "Ngapain lagi gue balikan sama dia, kan lu sendiri yang bilang kemarin. Cewek masih banyak."

Chanyeol mengangguk sebagai tanggapan dan melepas sabuk pengamannya. "Ayo turun."

Mereka turun dari mobil kemudian berjalan menuju tempat makan yang biasa mereka singgahin sesekali.

Baekhyun memasukkan hp-nya kedalam saku celana, membetulkan letak tas yang berada di belakang punggungnya kemudian menatap Chanyeol yang berjalan disampingnya.

"Mau ikut kaga?" Chanyeol bergumam sebagai jawaban, "Ke rumah Kai."

Chanyeol mengerutkan dahi, "Mau ngapain?"

"Mainlah." Chanyeol menatap Baekhyun, dia tahu arti main disini tak pada umumnya. "Lumayankan, siapa tahu bisa ketemu sama orang yang cocok. Lu juga seharusnya ikut, bukan mendekem di rumah dan bercinta sama laptop atau buku lu."

Chanyel tertawa mendengar kalimat itu, kemudian menjawab, "Gak minat."

Baekhyun mendengus, "Percuma punya tampang bagus tapi gak di manfaatin."

Chanyeol tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya, dia mendengar ada nada kesal, benci sekaligus iri di Baekhyun.

"Dan apa-apan itu!"

"Apa?" Chanyeol tersenyum dan Baekhyun semakin jengkel melihat senyuman itu.

"Kacamatamu! Perasaan kau sudah tak membutuhkannya." Baekhyun menunjuk kacamata yang bertengger manis di pangkal hidung Chanyeol dengan telunjuknya. Mereka tidak sadar bahwa percakapan mereka sudah berubah dengan kata ganti yang lebih baik.

"Kenapa kau selalu mengulang perkataanmu jika aku menolak untuk ikut denganmu bermain?" Chanyeol mendorong kacamatanya yang sedikit turun. Dia ingat sekali perkataan Baekhyun jika nama Kai dan kata bermain muncul dipercakapan mereka. Baekhyun selalu mengomel ini itu, membahas wajahnya yang sebenarnya menjual namun Chanyeol tak mau memanfaatkannya.

Baekhyun hanya tidak tahu. Chanyeol tak menyukai hal-hal seperti itu.

"Oh ya?" Baekhyun bertanya polos, "Gue gak inget."

"Udah, kita masuk dulu."

Chanyeol membuka pintu tempat makan yang biasa mereka kunjungi diikuti Baekhyun dari belakang. Pria itu tersenyum tipis saat melihat seseorang yang sangat dikenalnya karena terlalu sering mereka kemari.

"Jin-ah!"

Baekhyun langsung menghampiri Jin-ah yang berhenti berbicara dan kini menatap mereka. "Oh! Oppa!"

Chanyeol melambai kecil ketika Jin-ah meliriknya kemudian menatap Baekhyun yang sudah berdiri di depan wanita itu. "Baek, aku cari tempat ya."

"Jangan-"

Chanyeol tersenyum dan memotong perkataan Baekhyun, tahu apa yang akan di katakan pria itu, "Aku takkan memesannya duluan, cepatlah."

"Oke!" Baekhyun langsung mengobrol dengan Jin-ah dan Chanyeol berjalan ke arah kanan, mencari tempat kosong untuk di dudukinya.