Haii...
Makasih yang udh review yaa ..
Dukungan kalian akan selalu jadi motivasi buatkuuu...
Baiklahh...
Go chap 2!
Yeeyy ^-^/
.
Disclaimer: Masashi Kishimoto
This story by me
Pairing:
Uzumaki Naruto
Hyuuga Hinata
Haruno Sakura
Uchiha Sasuke
Sabaku Gaara
.
WARNING:
Typo, alur terlalu cepat deelel.
Kalau tidak suka silahkan tekan tombol BACK!
.
HAPPY READINGG ^-^/
.
Retina Hinata bertemu kembali dengan safir itu, membawa degupan kencang dijantung keduanya. Setelah lama terpisah kini mereka harus kembali berhadapan.
Seolah takdir mempermainkan mereka. Dengan senyum getir Hinata berusaha menguatkan hatinya lalu mengangguk. Pun begitu dengan Naruto. Dia sempat menahan napasnya kala menatap kembali mata lavender Hinata.
Sekelebatan bayangan beberapa tahun lalu membali hadir di otaknya. Tentang dirinya yang begitu pengecut bahkan untuk melindungi Hinata seorang. Tentang pembantaian Hyuuga.
"Gomen, aku terlambat Hinata-chan." Kata Naruto seraya mengusap teguknya. Perlahan lelaki itu memasuki ruangan dan menutupnya. Mendekati meja dan duduk berhadapan dengan Hinata.
Gadis itu hanya diam. Pandangannya bahkan seolah tak ingin menatap mata safir itu, mata yang sarat akan penyesalan.
"Aku tidak tahu kalau kau sekarang menjadi desainer hebat HHinata-chan selamat ya." Kata Naruto tersenyum dan mengulurkan tangannya.
Hinata menatap tangan yang terulur lama itu. Lalu beralih pada mata Naruto lalu mengangguk dan tersenyum. Merasa dihiraukan Naruto kemudian menarik kembali tangannya dan mulai membuka dokumen yang tadi dibawanya.
.
.
.
"Hei Sasuke-kun kenapa aku tidak diperbolehkan ikut rapat dengan di baka itu?" Tanya Sakura manik emeraldnya menatap bingung Sasuke yang malah asik dengan ponselnya.
Merasa diacuhkan gadis pingky itu menyikut perut Sasuke hingga pemilik mata kelam itu menoleh padanya. Sakura cemberut "Kau mengacuhkanku."
Menghela napas perlahan Sasuke mengelus surai panjang milik kekasihnya itu dan merangkulnya "Biarkan mereka reuni dulu." Kata Sasuke.
"Reuni? Maksudnya?" Tanya Sakura tidak paham.
"Desainer itu Hinata. Kau ingat?"
"Hinata? Hmmm... ahh! Hinata Hyuuga?" Sakura membelalakan matanya. Gadis itu benar-benar kaget apalagi saat Sasuke mengangguk mengiyakan.
"Kapan dia kembali? Dan bagaimana kau bisa mengajaknya bekerja sama?" Tanya Sakura
"Sepertinya baru minggu lalu. Aku mengajaknya bekerja sama dengan tunangannya, dan ternyata Gaara tidak bisa hadir jadi Hinata yang menggantikan." Jawab Sasuke panjang lebar
"Huwaatt? Gaara? Tunangan? Oh Tuhan..." Sakura memegang kepalanya dan menggeleng. Sasuke yang merasa keanehan langsung menatapnya
"Kau kenal Gaara?"
Mendapat pertanyaan semacam itu Sakura menoleh dan menghela napas mencoba rileks "Dia mantanku."
"Hn."
"Hei! Kenapa hanya bilang hn?" Tanya Sakura sambil menggembungkan pipinya. Sasuke lalu terkekeh dan mengacak rambut pink Sakura
"Lalu aku harus apa pingky?"
"Berhenti memanggilku pingky!" Gerutu Sakura sedangkan Sasuke hanya tertawa. Sasuke lalu meraih tangan Sakura dan mengajaknya keluar dari ruangan Naruto.
"Ayo kita pergi. Aku bosan disini."
"Ehhh!? Kan masih jam kerja." Kata Sakura tetapi Sasuke malah meninggalkannya sambil mendengus kesal Sakura mengejar lelaki bermata Onyx itu
"Tunggu Aku Sasuke-kun!"
.
.
.
.
Naruto menghela nafas saat pertemuan mereka telah berakhir perlahan lelaki bermata safir itu menatap dalam wanita yang sedari tadi diam di hadapannya.
Kejadian beberapa tahun silam membuat mereka dalam kecanggungan yang luar biasa Naruto berusaha mencairkan suasana tapi wanita di depannya selalu acuh tak acuh
Naruto menyadari sikap pengecutnya dahulu dengan tersenyum lembut dia menatap wanita di hadapannya wanita yang membawa cinta tak pernah habis untuknya tapi Naruto tersenyum miris menyadari bahwa hal itu hanyalah berada di masa lalu Wanita itu pergi beberapa tahun meninggalkannya dan kini dia telah hadir di hadapan Naruto lelaki itu tidak tahu apakah dengan kehadirannya dia akan mampu menghilangkan bayangan sakura dari benaknya
"Hinata?"
"Iyah."
"Kau tinggal dimana sekarang?" Tanya Naruto sukses membuat Hinata mendongak dan menatap aneh pada lelaki itu.
"Apa urusanmu?" Tanyanya ketus
"Kau masih marah padaku?"
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi. Aku permisi."
"Baiklah-baiklah. Aku antar."
kemudian mereka perlahan beranjak dari tempat duduk masing-masing Hinata berjalan mendahuluinya dengan langkah yang sama pelan Naruto pun mengikuti Gadis itu dari belakang menatap Sendu wanita yang amat dirindukannya itu. Gadis yang sekarang jauh dari jangkauannya menghela nafas mereka telah sampai di lobi depan
Secara tidak sengaja mata safir Naruto menatap seseorang yang Melambaikan tangan pada mereka dan seketika itu juga raut wajah Hinata berubah dia tersenyum kecil dan melambai pada lelaki yang telah bersandar dimobilnya. Gadis itu berlari kecil menghampiri lelaki itu
Naruto tersadar Sepertinya dia mengenali lelaki berambut merah itu apakah dia
Sabaku Gaara?
Ada hubungan apa mereka?
