Chapter 2: Midnight visit
Fang berjalan menyusuri lorong sekolah dengan hati yang gundah. Beberapa hari ini, ia merasa diperhatikan. Meski, bukan hanya itu sih, yang membuat Fang gelisah. Tap. Langkahnya terhenti di dekat ruang BK. "Bimbingan konsultasi?" Tanya Fang. "Betul sekali!" Kata seseorang, yang sepertinya guru BK yang baru. "Mau minum teh?" Tawar orang itu. Karena Fang memang memerlukan konsultasi, akhirnya ia menurut saja. "Namaku Tenzo. Apakah kau ada masalah?" Tanya Tenzo sambil memberikan gelas berisi teh untuk Fang. "Sebenarnya sih, ada." Ujar Fang dengan suara kecil. Kenapa orang ini membuatnya nyaman? *Bukan dalam hal romantis ya* "Apakah salah untuk mencintai sesama jenis?"
Siiiiinnggg...
Suasana hening. Fang langsung mengutuk dirinya yang telah bertanya seperti itu. "Menurutku sih, Tidak. Karena kau telah mencintai orang itu dengan tulus." Jawab Tenzo dengan lembut. "Dan, apabila, orang yang kau cintai tidak mencintaimu kembali, maka dia bukan jodohmu. Ada seorang temanku berkata, terkadang, Orang yang mencintaimu dengan tulus akan mengunjungimu saat kau tertidur." Jelas Tenzo. Fang terpana mendengarnya. Lalu, sebuah senyuman manis yang sangat langka terbentuk dibibirnya. "Terima kasih." Ujar Fang.
Pada malam harinya, Fang ingin tahu tentang kebenaran ucapan dari guru BK tersebut. Ia dengan sabar menunggu sambil bernyanyi,
Kau yang disana, kaukah yang melindungiku di gelapnya malam?
Kau yang disana, kaukah yang mengusir semua mimpi burukku?
Maukah kau perlihatkan dirimu padaku?
Ku janji takkan melukaimu.
"Apakah kau benar-benar berjanji tentang hal itu?" Fang tersentak, tiba-tiba saja ia terdorong ke kasur, dan diatasnya, seorang pemuda yang sangat ia kenal tengah berada diatasnya.
"Boboiboy?" Tanya Fang. Ia mengangkat kedua tangannya, dan menyentuh pipi Boboiboy. "Bukan." Ujar Fang. "Kau memang Boboiboy, tapi kau bukan dia. Siapa kau?" Tanya Fang. Pemuda itu membelai lembut rambut Fang, dan mendekatkan wajahnya ke telinga Fang untuk membisikkan sesuatu. "Namaku Boboiboy Api." Jawab Api. Lalu, tanpa aba-aba, ia segera mempertemukan bibirnya dengan bibir Fang.
Fang tersentak bangun, saat ia baru menyadari bahwa pakaiannya sudah tidak membalut tubuh indahnya. Dan pada saat itu, sebuah pesan tertulis di jendela kamarnya.
Maaf, seharusnya aku tidak melakukan itu padamu dulu. Tapi, aku benar-benar mencintaimu. Nanti malam aku datang lagi ya.
TBC
Oke, Chap 2 selesai! Maaf ya, saya emang nulis fanfic kependekan. Tapi, Chap depan lemon ya. Terima kasih untuk yang sudah mereview~, Tenang Fang itu cowok kok. Api aja yang gak bisa bedain gender, jadinya salah#dibakar. Oke, masih adakah yang mau menyumbangkan Review?
P.S: Panggil saya Hades-kun saja. Jangan Hades-Sama. Saya ini masih newbie ^^
