"Sakura - Sasuke"
By : Tian Senou Mihara
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance , Humor
Pair : SasuSaku
Warning : AU , OOC , TYPO , EYD enggak jelas -_- , etc ~
DON'T LIKE DON'T READ :D
*ehm .. dikarenakan saya masih baru mohon pengertian , kritik , dan saran untuk para readers .*
Summary :
Setiap kata atau pun huruf masing-masing memiliki sebuah arti tertentu, begitu pula dengan cerita ini , dibalik dari sebuah kata Sakura-Sasuke yang menyiratkan sebuah cerita diantara keduanya
Enjoy Reading ~
Chapter 2
A Untuk Adonan
[SAKURA POV]
Hari ini adalah hari ulang tahun Bibi Mikoto rasanya aku ingin memberikan sebuah hadiah kecil untuknya hihi. Tapi aku bingung ingin memberinya hadiah apa, Sasuke dari tadi hanya diam saja sibuk dengan ponsel yang sedari tadi digenggamnya entah dia sedang apa ckck.
Aku heran padahal dia itu anaknya tapi kenapa dia sama sekali tidak peduli dengan hari ulang tahun Okaa-san nya sendiri ckk sungguh sulit dipercaya, aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku.
[END SAKURA POV]
"Heh Sasuke!" panggil Sakura kepada seseorang yang kini sedang duduk disebelahnya. Ya sekarang mereka sedang menikmati waktu istirahat siangnya di sebuah bangku taman panjang yang ada di halaman belakang sekolah, disini cukup sepi karena rata-rata murid-murid disekolah ini lebih sering menghabiskan waktu istirahat mereka di kantin.
"Hn?" jawab Sasuke sambil menghentikan aktivitasnya yaitu bermain dengan ponselnya dan segera menolehkan kepalanya ke arah sang kekasih, Sakura. "Kau tidak lupa kan sekarang hari apa?" Tanya Sakura dengan wajah polos. "Hn, hari jumat" jawab Sasuke dengan suara datar dan wajah tanpa ekspresi. "Astaga! Bodoh!" pekik Sakura dengan suara sarkastiknya 'ckk bodoh sekali dia bodoh bodoh' batin Sakura dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi.
Sasukemenaikkan sebelah alisnya dan menatap Sakura dengan tatapan sinisnya 'A.. apa-apaan dia? Menyebutku bodoh? Jelas-jelas aku ini pintar bahkan kepintaranku melebihi dirinya' batin Sasuke pede.
"Dengar ya Uchiha-san!, Hari ini adalah HA-RI UL-ANG TA-HUN Okaa-sanmu!" pekik Sakura dengan nada sarkastik dan setiap penekanan pada kata Ulang Tahun. Sasuke perfikir sejenak.
'Astaga bagaimana seorang Uchiha bisa melupakan sesuatu hal yang sangat penting seperti ini? Apa benar otakku kini sudah menjadi bodoh?' batin Sasuke sambil mengeryitkan alisnya tanda dia benar-benar frustasi atas kebodohannya. "Hn" balas Sasuke pada Sakura.
"Jadi kau ingat?" Tanya Sakura dengan mata yang berbinar-binar, "Hn" jawab Sasuke dengan ekspresi datarnya, agar menutupi kepanikannya saat ini karena dia benar-benar lupa dengan hari ulang tahun Okaa-san nya. "Aku ingin memberikan sesuatu yang berkesan untuk Bibi Mikoto," ucap Sakura dengan senyuman manis terukir di bibir indahnya "Bagaimana menurutmu Sasuke?" Tanya Sakura pada Sasuke yang terlihat cuek. "Hn, sepertinya bagus juga" jawab Sasuke yang kali ini mulai angkat bicara.
"Tapi aku bingung ingin memberinya apa" keluh Sakura sambil memasang wajah yang terlihat seperti orang berfikir, "Entahlah" jawab Sasuke. Kali ini Sakura nampak berfikir keras, dan sebuah ide kini terbesit di otaknya.
"Sas.." panggil Sakura pada Sasuke, "Hn?" jawab Sasuke
"Kau harus menbantuku!" pekik Sakura sambil berdiri dengan semangat dari bangku yang didudukinya, matanya nampak memancarkan api semangat dan kedua tangannya kini terkepal kuat. Sasuke hanya menatap bingung ke arah kekasihnya itu. "Kau harus membantuku membuat kue untuk Bibi Mikoto" ucap Sakura lantang dan penuh semangat
*JEGEEEEER* Bagaikan petir yang menyambar tubuh Sasuke saat ini, karena mendengar sebuah kalimat yang keluar dari mulut Sakura, 'Membuat kue? Astaga seorang Uchiha membuat kue?' batin Sasuke shock. "Tidak" jawab Sasuke datar namun tegas.
Sakura mengeryitkan sebelah alisnya "Hah? Pokoknya kau harus membantuku! Titik!" teriak Sakura di depan wajah Sasuke.
Skip Time
»»» oOo «««
Saat ini Sasuke sedang berada disebuah dapur minimalis namun lengkap dengan peralatan masaknya, ya saat ini Sasuke sedang berada di dapur milik keluarga Haruno. Kekasihnya, Sakura memaksanya untuk ikut dan membantunya.
Sasuke hanya bisa mendengus kesal karena kekasihnya memaksanya untuk melakukan pekerjaan perempuan.
[FLASHBACK]
"Pokonya kau harus ikut!" pekik Sakura pada Sasuke sambil menarik tangan Sasuke secara paksa. "Kenapa tidak beli di toko saja?" ucap Sasuke , "Tidak! Kalau bikin sendiri itu akan lebih berkesan walaupun hasilnya tidak sebagus di toko!" jawab Sakura emosi.
Sasuke hanya bisa mendengus dan pasrah karena kalau Sakura marah bisa-bisa dia akan mendiami Sasuke selama sebulan , dan Sasuke tak tahan itu. Dan terpaksa Sasuke menuruti kemauan Sakura.
[END FLASHBACK]
Kini Sakura sedang menyiapkan peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan, karena hari semakin menjelang sore . Sakura akan menyerahkan kue ini saat malam hari nanti setelah kue buatannya dan Sasuke jadi.
"Sasuke tolong aduk adonan yang itu!" perintah Sakura pada Sasuke, dan hal itu pun dilakukan Sasuke dengan gerutuan tak jelas yang keluar dari mulutnya. Sasuke hanya menuruti perintah kekasihnya itu, harga diri seorang Uchiha terpaksa harus turun di hadapan seorang gadis berambut merah muda Haruno Sakura.
"Hei Sasuke lihat kesini" ucap Sakura dengan nada bicara yang dibuat-buat menggoda. Sasuke pun meoleh kearah Sakura dan….
*SLUP(?)* sebuah adonan yang belum jadi berhasil mendarat di pipi kiri Sasuke yang putih dan mulus.
"SA-KU-RA" pekik Sasuke dengan nada penuh tekanan disetiap suku kata nama Sakura. "Hahahahhahhah, rasakan itu! Makanya kalau sedang bekerja jangan mendengus terus" terang Sakura sambil tertawa terbahak-bahak karena berhasil membuat muka Sasuke terkena hasil adonan milik Sakura.
Sasuke yang tidak terima pun membalas perbuatan Sakura. Alhasil perang colak mencolek adonan kue dan lempar-lemparan terigu pun terjadi. Kini muka mereka begitu jelek karena dipenuhi olah adonan kue, "Hahahaha mukamu jelek!" ucap Sakura sambil tertawa terbahak-bahak karena melihat wajah sang Uchiha dipenuhi terigu dan adonan kental lainnya.
"Ckk, kau lebih jelek" ucap Sasuke dengan nada sarkastiknya. Kini penampilan Sasuke sangat berantakan, dia yakin kalau sampai orang lain melihat ini harga dirinya akan turun habis-habisan. Tapi pengecualian untuk seorang Sakura Haruno karena memang hanya di depan Sakura lah Sasuke membuang jauh-jauh harga dirinya sebagai seorang Uchiha.
*TING* bunyi suara oven yang menandakan bahwa kue buatan SasuSaku sudah jadi. Sakura segera mengambil kue tersebut dari dalam oven dengan sarung tangan tebal yang menutupi kedua tangannya.
Sakura pun meletakan kue tersebut diatas meja dan siap untuk menghiasnya. Sakura pun menghias kue tersebut dengan lihai karena pada dasarnya dia memang suka memasak.
Sasuke yang penasaran karena melihat Sakura asik sendiri akhirnya pun berkata "Aku mau" ucap Sasuke datar. Sakura yang tidak mengerti maksud perkataan Sasuke hanya bisa menaikkan sebelah alisnya dan dengan tatapan heran ia menatap wajah datar Sasuke
"Melakukan itu" terang Sasuke kembali , senyum mengembang di wajah Sakura, akhirnya dia mengerti maksud Sasuke. Sakura pun menyerahkan beberapa adonan kepada Sasuke agar Sasuke juga bisa ikut menghias kue tersebut. Sasuke berusaha keras agar hasilnya tidak hancur karena sebelumnya dia memang tidak pernah melakukan hal ini.
Setelah kue tersebut jadi Sakura menatap kearah kue tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan, "Hmm.." dehem Sakura dan membuat Sasuke takut kalau Sakura berfikir hasilnya jelek.
"Cukup bagus untuk seorang pemula seperti dirimu Sasuke!" terang Sakura dengan senyum yang amat sangat menawan walaupun wajahnya terlihat amat sangat berantakan. Tanpa disadari oleh Sasuke , ia pun ikut tersenyum karena terhanyut dalam suasana.
"Yak! Ayo kita sekarang pergi kerumahmu Sas" ucap Sakura penuh semangat
"Hn" jawab Sasuke.
»»» oOo «««
Tibalah Sasuke dan Sakura di kediaman Uchiha setelah membersihkan diri di kediaman Haruno mereka
segera bergegas untuk menyerahkan kejutan kecil ini kepada Mikoto.
'Tap Tap Tap' bunyi langkah kaki yang menuju kearah pintu. Dengan segera Sasuke dan Sakura pun berdiri pada posisi masing-masing dan Sakura yang membawa kuenya.
*CKREK* bunyi pintu dibuka dan…..
"Otanjoubi Omedettou" sahut Sasuke dan Sakura serempak. Hal ini membua Mikoto kaget dan membelalakan matanya tidak percaya. "Heh? A.. Apa ini?" Tanya Mikoto dengan nada tidak pecaya dan sedikit terharu. "Otanjoubi Omedettou Okaa-san" sahut Sasuke datar. Mata Mikoto Nampak berkaca-kaca .
"Bibi Mikoto tiup lilinya dulu" ucap Sakura dengan senyum manisnya. Mikoto pun meniup lilin-lilin yang tertancap di atas kue tersebut dengan tatapan tidak percaya. Tertulis dengan jelas diatas kue tersebut *Happy Birthday Mikoto-san, By: SasuSaku*
Mikoto menatap Sakura dan Sasuke dengan mata yang berkaca-kaca. Saking terharunya dia langsung memeluk Sakura dan Sasuke dan mengucapkan kata "Arigatou".
Mikoto melihat ada beberapa terigu di atas kepala Sasuke. "Sasuke? Kau membuat ini?" Tanya Mikoto dengan wajah polos. "Hn" jawab Sasuke pada Okaa-san nya.
Mikoto tidak percaya dengan apa yang ia lihat , seorang Uchiha Sasuke rela membuat kue seperti ini untuk dirinya padahal dia paling benci pekerjaan anak perempuan. Mikoto pun memeluk Sasuke erat dan terus bergumam "Arigatou".
"Sasuke benarkah kau yang membuat ini?" Tanya Mikoto yang masih tidak percaya sambil memotong kue tersebut untuk dimakan bersama-sama SasuSaku.
"Ya, dan dibantu oleh Sakura" jawab Sasuke datar. Sakura hanya tersenyum melihat Bibi Mikoto.
'Benarkah? Sakura? Astaga aku benar benar terharu , ternyata pengaruh seorang Sakura dalam hidup Sasuke sangatlah besar' batin Mikoto dalam hati sambil menatap Sakura terharu. Mikoto benar-benar beruntung karena Sasuke bisa mendapatkan sesosok gadis seperti Sakura.
"Arigatou Sakura-chan" ucap Mikoto dengan senyum menawannya , dan hal itu hanya dibalas anggukan kecil dan senyuman kecil dari Sakura.
Hari sudah hampir malam, sudah saatnya Sakura pulang kerumahnya. Mikoto menyuruh Sasuke untuk mengantarkan Sakura pulang walaupun sebenarnya tidak disuruh pun Sasuke pasti akan mengantar Sakura pulang.
Di Depan Kediaman Haruno
"Terima kasih Sasuke sudah mengantarku" ucap Sakura senang. "Hn" jawab Sasuke seperti biasa. Saat Sakura ingin masuk kedalam tiba-tiba Sasuke memanggil namanya.
"Sakura" panggil Sasuke yang berhasil membuat Sakura terhenti dari langkahnya dan mendongakan kepalanya ke arah Sasuke. "Ya?" Tanya Sakura.
Sasuke terdiam karena dia bingung harus mengucapkannya dari mana. Sakura yang sedari tadi menunggu jawaban Sasuke mulai bosan karena Sasuke tidak juga angkat bicara. "Aku masuk ah" celetuk Sakura kesal. Tapi langkahnya terhenti lagi saat Sasuke mengatakan "Terima Kasih".
Mata Sakura membelalak tidak percaya dengan apa yang didengarnya , ia pun membalikan badan lagi kearah Sasuke dan bertanya
"Untuk?" Tanya Sakura pada Sasuke.
"Untuk adonan , untuk kue , dan semuanya" jawab Sasuke dengan ekspresi datar namun sekilas tersirat semburat merah di pipi Sasuke karena ia menahan malu. "Hahaha apa kau senang dengan hari ini Sasuke?" Tanya Sakura lagi.
"Hn" jawab Sasuke
"Aku juga senang haha, kalau begitu sampai jumpa besok my prince, Oyasuminasai" ucap Sakura pada Sasuke disertai sebuah senyuman yang indah dan terekspos oleh sinar bulan yang makin membuat Sakura terlihat nampak cantik. Sakura pun melenggang masuk menuju kediamannya dan meninggalkan Sasuke yang masih terdiam melihat kepergian Sakura.
Sebuah senyum tipis terukir di bibir Sasuke
"Oyasumi mo Hime" jawab Sasuke dengan nada lembut.
T B C
Nah.. nah.. nah.. gimana nih ceritanya? Makin aneh yak -_-'' aku bingung mau nulis apa
Jadi ya beginilah hasilnya ancur ckk , sumpah sebenernya males ngelanjutin soalnya reviewnya gak memuaskan . Padahal Review itu salah satu Faktor yang bikin Author semangat ngelanjutin cerita ckk.
Ya sudah lah kalau reviewnya masih gak menyenangkan saya enggak lanjutin ceritanya lagi gomen banget bagi yang nunggu-nunggu.
Jangan lupa baca juga Fict ku yang "My Life My Choice" XDD padahal Fict itu belum selesai , Habis reviewnya dikit -_- jadi males ngelanjutin hmm, kalo riviewnya banyak saya lanjutin dah wkwk *dikemplang*
Yang baca ni Fict harap REVIEWNYA , kalo gak diriview saya males lanjutin lagi awkwwkkwkw
REVIEW PLEASE ~ *poft, author ilang ditelan kegelapan
