Chapter 2
.
Why this must be happen to me?
Disclaimer : Tite Kubo.
Pairing : Gin I & Rangiku M.
Ganre : Hurt/Comfort.
Rate : K+(may be)
Warning : GaJe,OOC,OC,TYPOS,DLL.
Summery : Mereka menyembunyikan sesuatu,dan itu berhubungan denganku./Apa maksud okaa-san bersabar karena ada aku?
DON'T LIKE,DON'T READ.
HAPPY READING
Cerita sebelumnya.
BUKKK!
Bunyi yang merusak telinga itu sukses membuat pemilik rumah yang sedang mengalihkan pandangannya kesumber suara yang tidak elit itu.
"Sa…Sakit."keluh gadis bertopi itu smbil mengelus pantatnya yang jatuh duluan.
Lanjutan.
"Ka…kau baik – baik saja?"Tanya pemuda berambut perak.
"Buuta yak kau! Tentu aku tidak baik!" Teriak gadis itu, masih mengelus pantatnya.
"?" Pemuda perak itu cengodibuatnya.
"Kemana dia? Kurang ajar! Kalau ku temukan akan ku hajar dia!" Kata orang dibalik tembok.
Gadis yang baru melompati tembok setinggi 2 sentengah meter itu langsung menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya, lalu bersembunyi dibalik sebuah tanaman bunga di taman belakang rumah pemuda perak.
"Ada apa?"Tanya pemuda perak
"Sssstttttt!" Gadis itu meletakkan telunjuknya didepan mulutnya.
Sekali lagi pemuda perak itu dibuat cengo.
GUK GUK GUK!
Yoru anjing pemuda itu berlari kearah gadis berdada besar. Gadis itu membelalakan matanya melihat seekor anjing menerjang kearahnya.
"Kyaaaaa!" teriak si gadis.
"Yoru,hentikan,"Perintah majikannya. Peliharaannya menurut dan kembali pada majikannya.
"Sepertinya orang yang mengejarmu sudah pergi," ujar peuda perak.
"Iya,kau benar,syukurlah,"Gadis itu menghela nafas .
"Apa ini?" Tanya pemuda itu, mengambildompet berwarna pink.
"Jangan!" Teriak gadis langsung mengambil dompet itu dari angan sang pemuda.
"Ha? Itu punyamu?" Tanya pemuda perak.
"I…iya ini punyaku!" Kata gadis itu sewot.
"Haha,kau lucu," Tawa pwmuda perak.
"Diamlah!" Bentak si gadis.
"Boleh ku tau namamu?" Tanya pemuda perak lagi.
"Untuk apa kau tau namaku?" Ujar gadis itu.
"Tidak untuk apa – apa,perkenalkan aku Gin Kuchiki," Kata pemuda perak itu memperkenalkan dirinya.
"Gin?namamu aneh sekali,tapi…Nama Kuchiki itu aku pernah mendengarnya?" Ujar gadi sberambut orange itu dengan nada yang mengejek.
"Namamu siapa?" Tanya Gin lagi.
"Baiklah,aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Matsumoto kenal Kuchiki-san," Kata Rangiku menjabat tanhgan Gin.
"Panggil aku Gin saja,tak usah seformal itu padaku,Matsumoto-san," Ucap Gin menatap mata safir Rangiku.
"Oh ya! aku baru ingat,kau tadi bilang Khuckikan?" Tanya Rangiku yang terlihat terkejut.
Gin hanya menggangguk lemah.
"Kuchiki pemilik Bankai Crop itu?"Tanya Rangiku yang sekarang bersemangat.
Sekali lagi Gin hanya mengganguk lemah.
"Waaahhh!Aku tidak menyangka akan bertemu dengan keluarga bangsawan,"Teriak Rangiku yang matanya sudah berbinar-binar.
"KAu tidak perlu segitunya padaku,aku hanya putra dari Byakuya Kuchiki saja,tidak lebih,"Ucap gin.
"Kau putra dari Bankai Crop?ini sangat mustahil!eh…?"Setelah berbinar-binar Rangiku menyadari sesuatu.
"Ada apa?" Tanya Gin.
"Yang aku tau Bankai Crop tidak memiliki seorang anak laki-laki?dan…keluarga bangsawan Kuchikikan dari dulu rambutnya tidak ada yang perak sepertimu dan matanya juga tidak ada yang sipit sepertimu?"Tanya Rangiku menatap Gin dengan tatapan mengintrogasi.
"Kau memang benar,"Tawa Gin yang terlihat dipaksakan.
"Jadi kau bohong donk?" Tuduh Raniku.
"Aku tidak tau,waktu aku Tanya seprti itu mereka selalu bilang 'kau mirip dengan kakek buyutmu dulu'begitu yang mereka mereka katakana,"Ujar Gin seadanya dan senyum rubah tidak terpasang diwajahnya,hanya ekspresi atar yang dia perlihatkan.
"Tapi diberita juga mengatakan kalau keluarga Kuchiki hanya memiliki sartu putrid?"Tanya Rangiku untuk yang kesekuan kalinya.
"Hem,itu benar mereka hanya memperkenalkan adikku saja pada pubik,kau bias melihatku?itu sebabnya mereka merahasiakannya,"Jelas Gin dengan senyum pedih,dan etah kenapa didadanya terasa sakit.
"…Malu…"Ucap Rangiku setelah diam beberapa saat.
"Mungkin juga"Jawab Gin yang mendengar perkataan Rangiku barusan,dan senyum pedih masih terpampang diwajahnya.
Untuk beberapa saat keheningan diantara mereka.
Gin bunggung apa yag akan ia katakana pada Rangikusetelah perkataannya Rangiku,dia merasa bersalah telah berkata yang sepertinya menyinggung perasaan Gin,yang diketahui kondisinya tdak sempurna atau cacat.
"Gin-sama,"Kata seorang pelayan dirumah itu,yang memanggil Gin dengan suara lembut.
TBC
…..R.E.V.I.E.W…..
