Title: SHINee Story JongNo Ver.

Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.

Part: 2 / 8 End.

Main Cast: Kim Jonghyun & Cho Jino.

Rated: T.

Genre: Romance, little angst.

Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, Alur kecepetan, EYD, M-Preg Don't Like Don't Read.

Summary: Apa yang akan Kim Jonghyun dan Cho Jino saat mereka terbangun dipagi hari dengan tubuh yang polos dan lengket karena cairan cinta mereka? Sebenarnya apa saja yang sudah mereka lakukan? JongNo, BL, Lemon, Rated M, M-preg.

Note: ff ini udah pernah aku publis sebelumnya, tapi sekarang aku publis lagi dengan mengubah isi didalamnya. Yang nggak suka Yaoi apa lagi M-preg jangan baca ya. Karena hampir semua ff aku genre-nya M-preg.


Author Pov

Sudah tiga minggu ini Jonghyun selalu menghindari Jino. Ia tak tahu apa yang harus ia katakan bila bertemu dengan namja berwajah imut itu jika menginggat apa yang telah terjadi tiga minggu yang lalu. Suatu kejadian yang tak seharusnya mereka lakukan. Karena itu lah ia lebih memilih menghindari Jino dari pada harus melihat namja satu itu yang akan membuatnya kehilangan kata-kata dan tak tahu harus berbuat apa lagi. Pengecut memang apa yang saat ini tengah ia lakukan. Berani berbuat tapi tak berani bertanggung jawab.

Tapi ia benar-benar tak tau harus berbuat apa. Ia melakukan itu bukan atas dasar cinta. Semua itu terjadi karena pengaruh alkohol, tapi tak mungkin bila ia melimpahkan semua kesalahan kepada benda tak bernyawa itu kan. Ia ia sadar benar kalau yang saat ini ia lakukan itu salah.

Jonghyun sangat bersyukur karena jadwalnya selama tiga minggu ini lebih terfokus pada SHINee bukan pada grup barunya SM The Ballad. Karena dengan begitu ia akan semakin jarang bertemu dengan Jino. Sampai saat ini ia belum berani menatap wajah apa lagi bertemu dengan Jino. Bayang-bayang kejadian di pagi hari itu masih terus menghantui pikirannya. Bahkan ia masih mengingat jelas suara tangisan Jino saat ia dengan begitu saja meninggalkan namja imut itu setelah semua yang ia lakukan. Bahkan dengan teganya dia pergi tanpa mengucapkan sepatah kata yang bisa sedikit menenangkan Jino.

Saat ini kenyataan berkata lain, karena saat ini SHINee dan SM The Ballad berada pada satu stage yang sama. Mau tak mau ia harus bertemu dengan Jino karena mereka berdua juga merupakan Bandmate. Tapi walau pun begitu, ia terus saja menghindari Jino. Selama di panggung Jonghyun tak sedikit pun menoleh pada Jino. Padahal Jino kerap kali mengambil kesempatan untuk melirik Jonghyun yang terus cuek padanya.

"Jino apa kamu baik-baik saja?" Tanya Jay di backstage saat acara telah selesai. Tampak sekali Jay yang khawatir melihat wajah Jino yang sangat pucat. Memang sejak beberapa hari ini namja berwajah imut itu sering merasakan ada yang tak beres dengan tubuhnya. Hampir di setiap saat ia merasa mual dan ingin muntah terutama di pagi hari.

"Anio, Hyung aku tak apa-apa" Jino dengan pelan. Ia sengaja berbohong agar semua hyung-nya yang saat ini tengah menatapnya itu tak merasa kahawatir. Ia tak mau membuat repot semua orang kalau mereka tahu ia kini sedang sakit.

"Kamu yakin?" Tanya Jay lagi. Nampak sekali namja itu sedikit meragukan kata-kata Jino bila melihat wajah Jino yang kini sudah sangat putih pucat.

"Ne, Hyung tak perlu kahawatir" kata Jino pelan. Mau tak mau Jay pun mempercayainya. Mungkin Jino tak ingin membuatnya khawatir makannya namja berwajah imut itu berbohong padanya pikir Jay.

"Tapi mukamu itu sangat pucat. Apa kamu sakit?" Tanya Key yang saat itu juga berada di sana bersama para member SHINee, SM The Ballad, dan juga Sungmin yang tak mau jauh dari Kyu selama masa kehamilannya.

"Aku tak apa-apa hyung. Hanya terlalu lelah saja karena belum terbisa dengan jadwalku yang mulai padat" Jino berharap hyung-hyungnya itu percaya dengan kebohongannya itu.

"Ya itu wajar. Nanti juga kau akan terbiasa" kata Onew sambil menepuk pelan bahu Jino. Jino memaksakan sebuah senyuman di bibirnya agar semua Hyungnya itu tak lagi cemas melihat wajahnya yang sudah sangat pucat.

"Ne, hyung" kata Jino pelan sambil melirik sebentar namja yang tengah bersandar di sudut ruangan cukup jauh darinya. Iya, siapa lagi namja itu yang tak lain dan tak bukan adalah Jonghyun. Namja yang telah menghancurkan tubuh serta hatinya. Namja yang sangat tega merampas kesuciannya dan setelah itu pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata padanya. Mungkin tak ada penyesalan dan rasa bersalah yang menganggu pikiran Jonghyun pikir Jino.

"Eugh" tiba-tiba Jino merasa ada yang bergejolak dalam perutnya. Dengan segera ia berlari kekamar mandi yang segera disusul para member SHINee dan SM The Ballad.

"Hoek! Hoek!" Jino meremas perutnya dan berusaha memuntahkan semua yang ada dalam perutnya itu. Sudah seminggu ini ia selalu muntah-muntah tak jelas selain itu ia juga sering merasa pusing dan lemas. Entah penyakit apa yang sedang menyerangnya itu, ia juga belum memeriksakannya ke dokter.

"Jino…. Gwencanayo?" Tanya Key yang khawatir pada dongsaeng-nya itu. Key mulai mengurut-urut lembut tengkuk Jino agar namja imut itu merasa sedikit baikan.

"Gwen… Hoek… hoek" belum selesai ia berbicara mual diperutnya kembali datang. Key pun terus memijit-mijit tengkuk Jino berharap itu dapat mengurangi rasa mual Jino. Setelah itu Jino segera membersihkan mulutnya lalu keluar dari kamar mandi bersama Key yang terus merangkulnya.

"Jino gwencanayo?" Tanya Onew saat melihat Jino keluar dari kamar mandi bersama Key. Bisa di lihat wajah pucat jino semakin pucat saja. Dan Onew pun jadi berpikir kalau dongsaeng-nya yang satu itu tengah sakit. Belum sempat Jino berkata apa-apa untuk menjawab pertanyaan Onew tadi, kesadara namja imut itu perlahan mulai hilang hingga akhirnya ia pingsan dalam dekapan Key. Hal itu membuat semua orang panik.

"Jino…. Jino" Key mengoyang-goyangkan tubuh Jino yang berada dalam pelukannya.

"Sepertinya ia pingsan, kita bawa kerumah sakit saja. Ayo…." Ajak Jay. Jay pun lalu mengangkat tubuh Jino. Dan membawanya pergi dari tempat itu dengan segera sebelum terjadi sesuatu yang parah pada Jino.

"Jonghyun bisakah kau menyetir mobil dan menbawa Jino ke rumah sakit?" Tanya Onew yang mulai ikutan panik.

"Ne hyung" jawab Jonghyun pelan, ia pun segera mengejar Jay yang membawa Jino dengan terburu-buru. Jonghyun mengendarakan mobilnya dengan sedikit laju. Tak bisa di pungkiri di juga ikutan panik saat namja imut tadi tak sadarkan diri.

Hospital

Sesampainya di rumah sakit Jino langsung mendapatkan pertolongan. Semua member SHINee dan SM The Ballad tampak tak tenang. Mereka ingin segera mengetahui keadaan Jino yang saat ini tengah di periksa oleh dokter. Begitu juga dengan Jonghyun, tak bisa di pungkiri kalau dia juga merasa khawatir dengan ke adaan Jino saat ini. Tapi ia tak menampakkan kekahawatirannya itu. Ia lebih memilih duduk diam menunggu dokter selesai memeriksa Jino.

Tak beberapa lama kemudian keluarlah seorang dokter dari dalam ruang tempat Jino sedang di periksa.

"Dokter bagaimana keadaan Jino?" Tanya Onew pada dokter yang menghampiri mereka.

"Maaf boleh saya bertanya, siapa dari anda semua suami dari tuan Jino?" Tanya sang dokter yang membuat semua orang di sana memandang aneh ke arahnya. Suami? Bukankah Jino itu namja, jadi mana mungkin Jino memiliki suami. Ada-ada saja dokter ini pikir semua orang yang ada disana.

"Suami?" Tanya Taemin sambil menatap Minho namjachingu-nya yang dibalas dengan pandangan tak mengerti.

"Jino itu belum menikah dok. Dan dia itu namja jadi mana mungkin kalau dia memiliki suami. Memangnya apa yang terjadi padanya?" Tanya Onew sambil sedikit menjelaskan. Sang dokter malah mengerutkan dahinya. Menatap heran pada semua orang yang juga tengah mentap dengan pandangan sama padanya.

"Jadi dia belum menikah. Kalau begitu siapa yang saat ini tengah menjadi kekasihnya?" Tanya dokter itu lagi.

"Setahu kita dia juga tak memiliki kekasih" jawab Jay singkat. Semua orang masih belum paham dengan apa yang tengah di katakana doktern itu.

"Memangnya ada apa dengan Jino dok? Apakah kondisinya parah?" Tanya Kyuhyun yang saat itu tengah memeluk Sungmin sambil mengelus-elus perut sangmin yang sudah tampak besar karena usia kandungannya yang telah menginjak bulan ke tiga.

"Dia tak apa, dia hanya kecapean saja. Dan saat ini dia tengah hamil tiga minggu. Jadi saya harap dia bisa sedikit beristirahat dan jangan berkerja terlalu keras. Dan juga tolong usahakan agar ia tak terlalu stress" jelas dokter tadi. Membuat semua orang yang ada disana jadi tercengang.

"Mwo..!" Teriak semua orang yang ada di situ. Saat mereka sudah bisa mencerna apa yang dikatakan sang dokter.

"Hamil?" gumam sumgmin sambil menatap Kyuhyun dengan tampang tak mengerti.

Jonghyun Pov

"Dia tak apa, dia hanya kecapean saja. Dan saat ini dia tengah hamil tiga minggu. Jadi saya harap dia bisa sedikit beristirahat dan jangan berkerja terlalu keras. Dan juga tolong usahakan agar ia tak terlalu stress" ucap dokter berbaju putih itu pada kami semua.

Duarrr

Tubuhku benar-benar lemas mendengar berita ini. Benarkah apa yang baru saja ku dengar ini. Benarkah dia hamil? Apa itu anakku? Tiga minggu, ya… Itu tepat pada tanggal kami melakukannya. Apa itu anakku? Apa yang harusku lakukan bila itu benar-benar anakku? Haruskah aku tak mengakuinya? Akh….. kenapa semua jadi begini.

Author Pov

"Kami telah melakukan pemeriksaan beberapa kali dan hasilnya tetap sama, ia positif hamil tiga minggu. Jadi tolong usahakan agar ia jangan terlalu capek dan stress karena itu dapat menganggu kehamilannya. Kandungannya saat ini sangat lemah tapi tadi kami telah memberinya suntikan agar kandungannya sedikit lebih kuat" jelas dokter tadi saat melihat semua orang disana sedang menatapnya dengan tatapan tak menyangka. Seharusnya mereka biasa saja saat tahu Jino hamil. Bukankah mereka juga bersikap biasa saja saat mengetahui semua uke di dorm Super junior tengah mengandung. Contohnya saja Sungmin yang sedang berada disana bersama Kyu.

"Apa kami boleh melihatnya dokter?" Tanya Onew saat ia sudah mulai tak se-shock tadi.

"Ya, tapi ia masih dalam pengaruh obat bius. Paling juga sebentar lagi dia akan segera sadar" kata sang dokter.

"Ah… Ne dokter. Gomawo atas pertolonganya" ucap Onew lagi. Sang dokter pun pergi meninggalkan tempat itu.

Setelah itu mereka semua masuk ke dalam rungan tempat Jino di rawat. Tampak tubuh kecil Jino yang tengah terbaring tak berdaya dengan wajahnya yang sangat pucat itu. di salah satu lengannya bisa terlihat sebuah selang infuse terpasang dengan rapi.

"Dia hamil. Tapi anak siapa?" Tanya Jay pada yang lain. Ia menatap tubuh rapuh Jino dengan kasihan.

"Entahlah, Kita tunggu sampai ia sadar baru kita tanyakan" kata Key.

Tak lama kemudian Jino mulai sadar dari pengaruh obat bius.

"Egh…" erang Jino saat mulai membuka matanya.

"Aku di mana?" Tanya Jino saat menyadari dirinya sedang berada di sebuah ruangan yang serba putih. Ia memegangi kepalanya yang sedikit terasa pusing. Dan ia juga bisa mencium jelas bau obat-obatan di ruangan itu yang membuatnya sedikit mual.

"Kamu lagi di rumah sakit. Tadi kamu tiba-tiba pingsan makanya kami semua membawamu ke sini. Apa kau sudah merasa baikan?" ucap Key sambil mengelus-elus rambut Jino.

"Ne hyung. Mianhae sudah merepotkan kalian semua" jawab Jino pelan. Ia merasa bersalah pada hyung-hyungnya itu. karena dia yang tiba-tiba tak sadarkan diri kini semua hyungnya ada dirumah sakit menemaninya. Padahal ia tahu pasti kalau hyung-hyungnya itu sangat lelah dan butuh istirahat.

"Ehem…. Jino…." Kata Jay sedikit ragu. Ia masih penasaran dengan jabang bayi yang ada didalam rahim Jino. Dan ia pun ingin menanyakannya.

"Ada apa hyung?" Tanya Jino heran.

"Apa kau tau kalau kau sedang….." Jay menghentikan kata-katanya. Ia sedikit ragu untuk bertanya. Ia takut nanti Jino akan merasa terhina karena pertanyaannya itu.

"Aku kenapa?" Jino mulai penasaran dengan hyung-hyungnya itu.

"Sepertinya kau belum tau. Kau hamil tiga minggu Jino" kata Key dengan lembut agar Jino tak terlalu shock mendengarnya. Namun walaupun begitu, Jino tetap tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Itu terbukti dengan tingkahnya yang tiba-tiba menjadi murung. Jino menyentuh perut ratanya pelan, merasakan kehidupan baru disana.

"Itu…. Kalau boleh tahu siapa appanya?" Tanya Minho takut-takut. Ia berharap Jino mau jujur dan mengatakan semuanya.

"Appanya…"

Jonghyun Pov

Tiba-tiba saja Minho menanyakan tentang siapa appa bayi yang tengah Jino kandung. Bagaimana ini, apa Jino akan mengatakan kalau anak itu anakku? Ku mohon Jino, jangan katakana kalau akulah appanya. Aku mohon Jino, apa pun yang terjadi jangan pernah katakana aku appa dari bayimu itu. kumohon…

"Appanya… maaf hyung, aku belum siap mengatakan siapa appa bayi yang ku kandung ini" kata Jino pelan sambil menundukan kepalanya.

Apa aku tak salah dengar? Jino menyembunyikan fakta kalau aku lah appa dari bayi yang tengah ia kandung? Apa ia tau isi hatiku? Tapi untunglah kalau dia merahasiakannya, setidaknya aku bisa sedikit bernafas lega saat ini.

Author Pov

"Tak apa Jino. Kami juga tak akan memaksa kau untuk memberitahu kami secepatnya. Nanti juga pasti kami akan tau cepat atau lambat" kata Kyuhyun yang tumben bisa sedikit dewasa, mungkin pengaruh dirinya yang sebentar lagi akan menjadi appa.

"Gomawo hyung. Dan mianhae" Jino masih menundukan kepalanya menahan tangis. Tadi sebenarnya ia ingin sekali mengatakan kalau Jonghyun-lah appa bayinya. Namun saat melihat raut ke kahawatiran pada wajah Jonghyun, ia pun tak jadi member tahukan semuanya.

"Ne jino. Lebih baik kamu sekarang istirahat lagi. Kami sudah harus kembali ke dorm karena ini sudah sangat malam. Tapi besok kami akan kembali lagi" kata Onew.

"Ne Hyung" Jino memaksakan sebuah senyum di bibirnya padahal saat ini hatinya sedang sangat sakit.

Setelah itu semua member SHINee dan SM The Ballad pergi meninggalkan kamar rawat Jino kecuali Jonghyun yang masih berdiri di dekat pintu dengan semua masalah yang berkutat hebat dalam pikirannya.

"Hyung…." Panggil Jino pada Jonghyun agar namja itu berhenti berkutat dengan pikiran-pikirannya.

"Ah Ne" akhirnya Jonghyun tersadar dari lamunannya dan ia kaget saat melihat kini diruangan itu hanya ada Jino dan dirinya.

"Yang lain kemana?" Jonghyun melangkah mendekati Jino.

"Baru saja pulang. Kau aneh hyung, dari tadi berdiri di situ tapi tak merasa semua orang pergi melewatimu. Sebenarnya dari tadi apa yang kau pikir kan hyung?" kata Jino sambil tertawa pelan untuk menyembunyikan rasa sakit di hatinya bila melihat Jonghyun.

"Ah itu…."

"Kau pasti memikirkan kehamilanku kan hyung?" terka Jino, tak ada jawaban yang di berikan Jonghyun. Namja itu hanya diam sambil menundukan kepalanya tak berani menatap Jino.

"Hyung tatap aku" pinta Jino dan Jonghyun pun segera menatap Jino. "Hyung, ini anakmu, aku hanya pernah melakukannya denganmu" Jino , meraih tangan Jonghyun dan meletakkan tepat di perutnya yang masih datar. Ia ingin Jonghyun merasakan kehadiran anak mereka.

"Hyung, kau akan tanggungjawabkan?" Tanya Jino lagi. Jino benar-benar berharap Jonghyun akan berlaku gentle dan mau bertanggungjawab atas perbuatannya yang sudah menghamili namja imut yang ada di hadapanya saat ini.

"Aku…. Aku… Aku tak tahu Jino, mianhae" Jonghyun menarik tangannya yang tadi berada di atas perut Jino lalu pergi meninggalkan Jino begitu saja. Lagi-lagi Jonghyun melakukan hal itu. lari dan terus lari dari tanggung jawabnya. Seketika air mata Jino jatuh mengaliri pipi putihnya saat melihat punggung Jonghyun yang pergi meninggalkannya.

Kesokan harinya…

OnKey, 2min pergi menjenguk Jino dirumah sakit Jonghyun pun ada bersama mereka setelah dipaksa onKey sengan segala cara. Sebenarnya dia tak ingin bertemu dengan Jino karena dia tau kalau hal itu akan menyakiti Jino dan juga dirinya.

"Jino hyung….. kami datang menjengguk sekalian menjemputmu pulang" teriak Taemin saat memasuki kamar rawat Jino. Namun langkah kakinya terhenti saat melihat keadaan Jino saat ini.

"Jino kau kenapa?" Tanya Key yang melihat Jino sedang menangis. Di peluknya Jino dengan erat sambil mengelus-elus rambut namja imut itu. Tak ada kata-kata yang di keluarkan Jino hanya isakan yang terdengar.

"Jino kau kenapa?" Tanya Minho yang tak kalah khawatir.

"Aku…. Aku benci bayi ini….." kata Jino yang mulai memukul-mukul perutnya berharap makhluk yang ada di dalamnya segera menghilang.

"Jino apa yang kau lakukan" reflex Key memegang ke dua tangan Jino agar ia menghentikan kegiatanya itu.

"Aku benci bayi ini hyung. Aku mau bayi ini mati saja"

PLAK….

Sebuah tamparan melayang dari tangan Key mengenai pipi putih Jino meninggalkan bekas merah di sana.

"KAU JANGAN GILA JINO, ITU ANAKMU. DIA TAK BERDOSA" teriak Key pada Jino. Jino hanya bisa terdiam mendapat tamparan dan teriakan dari Key.

"Mianhae Jino" suara Key mulai melunak kembai dan ia pun kembali memeluk Jino yang masih terisak. Sedangkan Jonghyun segera pergi setelah melihat semua kejadian tadi.

"Hyung tak tau apa yang terjadi padamu, tapi kau tetap harus memerima dan membesarkan bayi ini" kata Key yang masih memeluk Jino.

"Dia tak menginginkan bayi ini" kata Jino pelan namun masih bisa di dengar oleh semua orang yang berada di sana. "Aku tak tahu harus berbuat apa hyung. Aku ingin mengugurkan bayi ini" kata Jino lagi.

"Kau tak boleh melakuakn itu. Dia darah dagingmu, anak yang kau kandung sendiri. Kalau pria itu tak mau mengakuinya, kau masih bisa membesarkannya sendiri. Buktikan pada pria itu kalau kau bisa walau tanpa dia" kata Key bijak. Ia tak mau Jino berpikir pendek dan gegabah dalam menetukan semua keputusannya.

"Apa yang di katakana Onew hyung itu benar. Kau harus membesarkan anak itu. Apa kau tak menyayanginya? Dia anak kandungmu lho. Darah dagingmu" kata Minho yang ikut-ikutan merayu Jino agar namja satu itu mau mempertahankan bayinya.

"Aku…. Aku…. Tentu saja aku menyayanginya" kata Jino pelan. Tak bisa ia pungkiri walau hatinya begitu sakit karena penolakan Jonghyun semalam. Tapi ia sudah terlanjur menyayangi bayi yang ia kandung.

"Kalau begitu lahirkan dan besarkan bayi ini. Kami pasti akan membantumu" kata Onew.

"Gomawo hyung….. Aku…. Aku akan buktikan pada appa bayi ini kami bisa walau tanpa dia" kata Jino akhirnya dan semua orang disana bisa bernafas lega karena Jino tak akan lagi bertindak gegabah.

"Nah, gitu dong hyung" Kata Taemin senang lalu memeluk Minho yang juga dib alas namjachingu-nya itu.

"Hufh….. Semua uke suju hamil. Sekarang Jino hyung juga. Aku juga ingin punya anak…." Kata Taemin asal yang langsung mendapat tatapan setan dari OnKey. Tapi dianya tak menyadari karena sedang asik bergelayutan mesra di tangan Minho.

"Kau ingin punya anak chagy?" Tanya Minho yang mendapat angukan mantap dari Taemin.

"Kalau begitu…."

"Yack! CHOI MINHO, BERANI KAMU SENTUH ANAKKU. SIAP KAN SAJA KUBURAN UNTUK TEMPAT PERSEMAYAMAN TERAKHIRMU" teriak Key emosi membuat Minho jadi sedikit takut dengan umma SHINee itu.

"Ne hyung, aku Cuma bercanda kok" Minho merasa ngeri melihat tampang onKey yang saat ini menatapnya tajam.

"Chagy, sepertinya kita tunda dulu ya punya anaknya sampai kamu lulus" kata Minho pada Taemin.

"Emangnya kenapa hyung" Tanya Taemin polos.

"Kamu tak lihat ke dua hyungmu itu sedang menatapku tajam. Kau tak maukan aku mati di tangan mereka kalau sampai kau hamil" Taemin hanya mengangguk karena ia tak menginginkan itu semua terjadi.

"Ne hyung" Kata Taemin yang juga takut pada tatapan umma dan appanya itu.

'Gagal deh mw 'itu' ma nae chagya' kata Minho sedih sambil menghembuskan nafas dengan berat.

"Minho, jangan berani-berani langkahi aku. Arraso" kata Onew berbisik pada Minho.

"Ne arraso" kata Minho pasrah.

"Hyung kenapa? Onew hyung bicara apa padamu?" Tanya Taemin heran.

"Bukan hal penting kok chagy" kata Minho pelan.

^_^ TBC Again… ^_^