Disclaimer : Semua cast yang saya pake disini semuanya milik Tuhan dan orangtua mereka masing-masing. Saya hanya pinjam saja untuk meramaikan fic abal saya ini.

Pair : YeWook sligh pair lainnya.

Rated : T.

Genre : Romance/ Friendship/ Family.

Warning : BOY'S LOVE, Abal, Typo(klo ada beritahu saya), Gaje, Ide Pasaran, Alur Ngebut, Bikin Bosan dan sebangsanya. Authornya juga lagi galau karena 99% gak jadi nonton KIMCHI *headbang! So, Don't Like Don't Read! Just Enjoy..

.

.

.x.

No Other

by

Kim Woonkie

.x.

.

.

"Jadi kau menindih, Yesung-hyung tadi pagi?" tanya Henry pada Ryeowook yang saat ini sedang berada di kantin bersama Kyuhyun dan Donghae. Dan Ryeowook sedang menceritakan tentang kejadian yang dialaminya tadi pagi.

Ryeowook mengangguk lemah, "sungguh. Aku tidak tahu kalo itu Yesung-hyung. Aku jarang melihatnya makanya aku lupa kalau itu dia." Ryeowook menjawab frustasi, "aku tidak memanggilnya 'hyung' pula," tambah namja itu sambil mengacak-ngacak rambut pendeknya.

"Kau tidak diapa-apain dia 'kan?" tanya Henry lagi dan Ryeowook kembali menggeleng.

"Aku keburu pergi sebelum dia bicara apa-apa. Tapi dia sempat mengataiku bodoh! Dan jarinya juga terluka karena aku."

"Dia terluka karena kau, Wookie?" tanya Donghae setengah berteriak. Lagi-lagi Ryeowook menggeleng, "dan dia tidak membalas melukaimu atau apa gitu?"

"Tidak."

"Aneh." komentar Kyuhyun. Namja yang sedari tadi fokus ke PSP hitamnya itu akhirnya menatap Ryeowook setelah sebelumnya meletakan kekasih keduanya (PSP) setelah Sungmin diatas meja kantin.

"Apanya yang aneh, Kyu?" tanya Ryeowook heran sambil mengaduk milk shake coklatnya yang masih penuh. Kenapa masih penuh? Soalnya nafsunya untuk minum hilang sudah begitu mengetahui orang yang ditimpanya tadi pagi itu adalah Yesung, atau Kim Jongwoon, namja kelas 3 yang cukup disenggani di sekolahnya ini.

"Wookie, Yesung-hyung itu terbilang brutal disini. Dan yang kudengar dari Minnie-ku, jika ada namja atau yeoja yang membuat masalah dengannya pasti namja atau yeoja itu tidak akan hidup tentram karena dikerjai Yesung-hyung habis-habisan." jawab Kyuhyun, "jadi sekarang tamatlah riwayatmu, Kim Ryeowook." Kyuhyun sok memasang wajah prihatin.

Wajah Ryeowook yang semula frustasi, langsung berubah galau. Sungguh, EvilKyu ini selalu memperkeruh suasana.

"Aku sudah minta maaf lho, Kyu." Ryeowook membela diri.

"Maaf doang?" ulang Kyuhyun dan namja itu langsung menggeleng, "walaupun kau sudah minta maaf, aku yakin dia tidak memaafkan mu." ujarnya.

"Tapi itu 'kan cuma kecelakaan kecil. Dia pasti sudah melupakannya!"

"Masalah kecil bagimu tapi masalah besar baginya, Wookie."

Henry yang mendengar berdebatan dua sahabatnya itu mendengus kesal, terlebih lagi pada Kyuhyun yang benar-benar bikin suasana semakin kacau.

"Sudahlah, Kyu. Kasian Wookie tau." sergah namja Cina yang imut itu, "sekarang cepat habiskan makanan kalian. Bentar lagi kita masuk kelas!"

.

.

Tepat pukul 14.30 bel pulang berbunyi. Yesung langsung berdiri dari kursinya dan keluar kelas dengan tampang kesal. Kesal karena guru pada pelajaran terakhir ini mengulur waktu pulang yang semula pukul 14.00 menjadi 14.30 seperti sekarang ini. Bukan hanya Yesung yang merasa kesal karena hal itu, tapi juga teman-temannya yang lain...

"Argh! Guru itu menyebalkan!" gerutu Kangin yang berjalan disamping Yesung. Siwon yang disampingnya juga mengangguk setuju,

"Ya! Kalian berdua! Kalian juga sama menyebalkan dengan guru tadi tau. Mengobral kemesraan didepan umum! Menyebalkan!" seru Siwon pada dua temannya, Hankyung dan Heechul, yang tengah berciuman mesra didepannya.

"Sirik saja kau, Won-won!" Heechul menjulurkan lidahnya tanda mengejek sedangkan Hankyung hanya tertawa melihatnya.

"Kau iri, Siwon? Ke rumah Kibum saja sana." ujar namja Cina itu dan merangkul pinggang Heechul.

Wajah Siwon yang semula jengkel, berubah menjadi senang begitu mendengar nama kekasihnya disebut. Namja itu kemudian menoleh ke arah Kangin, "mau ikut ke rumah Kibum? Kau juga bisa bertemu Leeteuk-hyung disana." Siwon tersenyum yang membuat lesung pipi terbentuk dikedua pipinya.

Kangin mengangguk antusias saat mendengar nama kekasihnya yang juga disebut. Leeteuk, yang notabene sepupu Kibum, "Tentu."

"Baiklah. Ayo kita pergi!" seru Kangin dan Siwon yang kemudian beranjak meninggalkan ketiga temannya.

Melihat itu tak ayal membuat Hankyung tersenyum, dan namja itu menoleh ke arah namja tampan dibelakangnya, "kau mau ikut pulang bersama kami?" tanyanya.

"Dan menjadi obat nyamuk disaat kalian berdua sedang bermesraan nantinya? Tidak. Terima kasih." jawab Yesung cepat sedangkan HanChul couple nyengir, "aku pulang sendiri saja. Lagian aku bawa mobilku sendiri." tambahnya.

"Baiklah. Kami duluan ya."

Heechul melambai seadanya saat Hankyung tengah menariknya menuju parkiran sekolah. Sedangkan Yesung yang menghela napas maklum melihat kemesraan kedua namja itu yang terbilang 'berani' walaupun sedang berada di depan umum seperti tadi. Seperti teman sekelasnya yang penyuka warna pink, Sungmin yang berpacaran dengan adik kelas mereka yang bernama Cho Kyuhyun. Pasangan itu juga tak kalah beraninya jika sudah menyangkut masalah 'Bermesraan di Muka Umum'.

Yesung melangkahkan kakinya menuju tempat favoritenya saat itu. Atap sekolah. Niatnya untuk pulang ditundanya nanti saja, dia juga sedang malas berada di rumah saat ini.

Namja itupun menaiki tangga yang menuju atap sekolah dan berharap tidak ada orang disana. Namun, harapannya sirna begitu melihat dua orang yeoja dan namja tengah sibuk bermesraan(lagi).

"Ehem,"

Yesung berlagak batuk untuk menarik perhatian dua orang itu. Dan langsung saja dia lontarkan death glarenya saat dua orang itu menoleh kearahnya dan merekapun langsung pergi saat Yesung menatap mereka dengan tatapan 'pergi-sekarang-atau-kalian-mati'. Tentu saja dua orang itu harus patuh jika masih ingin melihat langit esok hari.

Yesung tersenyum menang karena pengacau itu sudah pergi. Kini tempat itu hanya untuknya. Tidak orang lain selain dirinya disini. Kecuali...

'Cih! Siapa lagi sih itu?' batin Yesung kesal saat melihat seseorang tengah duduk bersandar pada tembok. Dan dengan pasti namja itu mengampirinya.

Namun, air muka Yesung langsung berubah begitu melihat orang itu. Kim Ryeowook. Namja manis yang selalu Yesung pikirkan sejak pagi tadi. Ryeowook kini sedang tertidur dengan posisi duduk dan kertas-kertas partitur yang berserakan disekelilinginya.

"Kenapa dia bisa tidur disini?" tanya Yesung dengan suara pelan sembari berjongkok didepan Ryeowook. Namja itupun langsung teringat dengan kejadian tadi pagi dan dia mengangkat jarinya yang terbalut plester dari Ryeowook.

"Aku belum membalasnya atas kejadian tadi pagi." ujar namja itu dengan senyum menyerigainya.

Yesung memandangi wajah tidur Ryeowook saat itu. Wajahnya yang putih mulus tanpa cacat itu tampak seperti yeoja bagi Yesung. Dia juga tak kalah imut dengan Sungmin yang terkenal sebagai The King of Aegyo di sekolahnya ini.

"Hn, apa aku balas saja sekarang?" tanya Yesung lagi pada diri sendiri dengan tersenyum penuh arti. Yesungpun mendekatkan wajahnya pada Ryeowook dengan perlahan.

.

.

Ryeowook langsung merasa aneh begitu kesadaran dari tidur mulai mengampirinya. Dia merasa aneh. Ya, sangat aneh malah. Terlebih pada wajahnya, atau lebih tepatnya dibibir namja itu.. Bibirnya seperti dicium seseorang!

Tak mau mati penasaran, Ryeowook membuka matanya perlahan. Dan namja itu langsung membelalakan matanya lebar-lebar. Dia sedang dicium! Dan parahnya orang yang menciumnya itu adalah Yesung.

Yesung yang mulai sadar dengan bangunnya Ryeowook langsung memeluk namja didepannya itu dengan kuat. Inisiatif agar Ryeowook tidak memberontak. Plus juga dengan tatapan maunya yang seperti biasa, 'diam-atau-mati'.

Namun, Ryeowook yang merasa 'diserang' tetap memberontak dari Yesung yang mulai meletakan sebelah tanganya dipinggang Ryeowook dan tangan sebelahnya lagi dileher namja manis itu.

Pasrah sudah Ryeowook saat perlawanannya juga tidak membuahkan hasil. Maka, namja itu hanya bisa diam dan pasrah dengan perlakuan Yesung padanya. Tanpa sadar, Ryeowook memejamkan matanya dan kedua tangannya mencengkram seragam depan Yesung dengan erat saat Yesung mulai melumat bibirnya dan membelai rongga mulutnya yang terbuka karena terkejut tadi. Dan ada perasaan aneh yang dirasakan Ryeowook saat itu.

Namja tampan itu terus menciumi Ryeowook hingga Ryeowook sendirilah yang mendorong Yesung karena paru-parunya sudah menjerit meminta pasukan oksigen. Seakan mengerti, Yesungpun melepaskan ciumannya dan langsung tersenyum saat melihat wajah namja didepannya bersemu merah dengan napas yang terengah-engah.

"Bermimpi indah, Kim Ryeowook?" goda Yesung pada mainan barunya itu. Dan namja itu langsung tertawa saat Ryeowook melontarkan pandangan kesal untuknya.

"Hyung menyerangku saat tidur! Hyung bisa kulaporkan pada pihak berwajib atas dasar pelecehan tahu!" sergah Ryeowook lantang. Sepertinya anak itu sedang lupa dengan perkataan Kyuhyun tentang Yesung tadi siang. Dan Yesung sendiri juga tidak keberatan akan hal itu. Tumben.

"Siapa suruh kau tidak menolak," balas Yesung dengan nada mengejek.

"Aku sudah menolak hyung. Tapi hyung tetap memaksaku!"

"Lalu? Memangnya kenapa? Kau berani melawanku? Apa kau sudah lupa atas tindakanmu tadi pagi padaku?"

Ryeowook langsung terdiam saat Yesung melontarkan pertanyaan yang bertubi-tubi padanya.

"Aku 'kan sudah minta maaf. Lagian itu cuma kecelakaan kecil, hyung. Aku juga tidak sengaja. Tidak perlu membalas dengan cara begini 'kan?" wajah Ryeowook langsung merona merah semerah-merahnya(?) saat mengingat balasan Yesung untuknya tadi.

Ryeowook menundukkan kepalanya karena rasa malu yang luar biasa. Dia tidak pernah menyangka kalau ciuman pertamanya dicuri seorang NAMJA! Oleh Yesung pula. Padahal baru hari ini mereka saling bicara.

"Itu baru hal kecil yang akan kulakukan padamu, Ryeowook, karena ulahmu tadi pagi." ucap Yesung sembari mengangkat dagu Ryeowook hingga namja manis itu menatapnya, "dan aku sarankan... sebaiknya kau persiapkan mentalmu untuk menerima perlakuan yang akan kulakukan untukmu selanjutnya." tambahnya yang membuat Ryeowook sulit meneguk ludahnya sendiri.

"Aku juga sudah putuskan mulai hari ini kau resmi menjadi milikku. Jadi jangan coba kabur ya, chagi," ujar Yesung serius kemudian beranjak pergi setelah sebelumnya menyempatkan diri untuk mengecup bibir merah Ryeowook sekilas.

Ryeowook yang ditinggal begitu saja, hanya bisa terbengong seperti orang bodoh. Otaknya masih shock karena mendengar perkataan Yesung tadi.

"Siapkan mental? Jadi miliknya? Chagi? Oh Tuhan, apa salahku padamu sampai Kau berikan cobaan ini padaku?" Ryeowook mengusap wajahnya dengan frustasi.

.

.

Ryeowook mendengus maklum melihat rumahnya yang sudah seperti sarang cinta untuk keempat suadaranya ini. Leeteuk, Kibum, Eunhyuk dan Shindong.

Keempat namja itu kini sedang berada di ruang tengah bersama pasangan mereka masing-masing. Sama sekali tidak menghiraukan keberadaan Ryeowook yang baru pulang sekolah, padahal namja manis itu sudah mengucapkan salam berkali-kali.

Akhirnya, dengan langkah gontai Ryeowook melewati ruang tengah itu dan menuju kamarnya dilantai 2 untuk mandi dan berganti pakaian.

Dan setelah 15 menit, Ryeowook kembali turun dan mendapati keempat saudaranya yang masih seperti posisi yang tadi. Duduk berdekatan dengan pacar mereka masing-masing. Leeteuk bersama Kangin, Kibum bersama Siwon, Donghae bersama Eunhyuk dan Shindong bersama Nari. Kangin dan Siwon kebetulan kakak kelas Ryeowook di sekolah sehingga dia sudah tidak heran lagi melihat dua namja itu berada di rumahnya. Sedangkan Donghae, itu teman sekelas Ryeowook. Ryeowook juga sudah tidak heran lagi dengan namja fishy itu.

Merasa tidak bisa mengganggu, akhirnya Ryeowook berjalan menuju dapur dan berniat untuk membuat makan malam saja. Dan sepertinya Ryeowook harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk membuat makan malam hari ini karena adanya tambahan orang yang akan ikut bergabung untuk makan malam.

"Wookie, sudah pulang?"

Ryeowook tersentak dan hampir saja menjatuhkan spatula ditangannya karena mendengar suara namja dibelakangnya.

"Hyung, jangan bikin kaget dong." Ryeowook mengelus dadanya.

"Mian, Wookie. Kamu kapan pulangnya? Kok gak bilang-bilang?" tanya Leeteuk yang baru datang.

"Hyung-nya aja tuh yang terlalu sibuk dengan dengan Kangin-hyung. Hyukkie-hyung dan Shindong-hyung juga. Kibum apalagi... Sampai gak sadar 'kan kalo aku udah pulang? Huh," Ryeowook mengembungkan pipinya tanda cemberut.

Leeteuk tertawa melihatnya, "Mianhae, Wookie-ah." namja berambut pirang itu tersenyum lembut padanya. Ryeowookpun tak ayal menjadi luluh juga.

"Ne, hyung. Sebagai gantinya, hyung bantu aku masak. Hyukkie-hyung dan Kibum juga. Panggil mereka, tapi Shindong-hyung jangan. Nanti masakannya bisa habis duluan sebelum kita makan." cerocos Ryeowook.

"Ya, ya, ya, tuan muda. Aku akan panggilkan mereka untuk membantumu." ujar Leeteuk dan keluar dari dapur.

.

.

Lagi-lagi Ryeowook mendengus, selera makannya perlahan mulai hilang karena pemandangan disekitarnya saat ini.

Yap, keempat saudaranya kembali bermesraan dan kali ini di meja makan. Ada Nari yang sedang menyuapi Shindong makan, Eunhyuk dan Donghae yang saling bersuap-suapan, Kibum dan Siwon yang memakai ritual makan; Siwon menyuapi Kibum sesendok setelah itu berpandangan untuk beberapa detik kemudian menyuapi Kibum lagi- begitu terus hingga makanan dipiring Kibum habis. Kemudian Leeteuk dan Kangin yang keadaannya tak jauh berbeda seperti SiBum.

Dan dapat Ryeowook simpulkan kalau makan malam hari ini merupakan makan malam terpanjang selama hidupnya.

Ting tong,

Tiba-tiba terdengar suara bel yang membuat orang di rumah itu memberhentikan ritual makan mereka.

"Iya, biar aku saja yang buka," ucap Ryeowook setelah dipandangi dengan tatapan 'Wookie-bisa-bukain-pintunya?' dengan delapan pasang mata. Namja manis itupun langsung berdiri dari kursinya dan menuju pintu rumahnya.

"Itu Yesung kali ya, Won? Dia bilang dia mau nyusul kemari 'kan?" tanya Kangin pada Siwon yang duduk disampingnya.

Siwon mengangguk,

"Yesung?" tanya Leeteuk yang mendengar pembicaraan Kangin, "dia mau kesini?" tanyanya. Kangin dan Siwon mengangguk bersamaan.

"Tumben? Biasanya setiap diajak kesini dia selalu menolak," Kibum nimbrung. Siwon mengangkat bahunya, "entahlah, mungkin dia mau mengajak kami pergi setelah ini."

Kibum dan Leeteuk ber-oh ria.

Sedangkan disamping Kibum ada Donghae yang mendapat firasat tidak enak, "Yesung-hyung kesini?" bisiknya pelan namun masih dapat didengar Eunhyuk yang duduk disampingnya.

"Kamu kenapa, Hae?" tanya namja itu. Donghae cepat-cepat menggeleng.

"Tidak ada apa-apa, Hyukjae." jawab Donghae dengan tersenyum untuk menyakinkan.

.

.

Ting tong,

"Iya, iya, sabar." seru Ryeowook karena bel rumahnya kembali berbunyi. Dengan segera Ryeowook membukakan pintu untuk tamunya itu.

"Ya, ca..." omongan Ryeowook langsung terputus begitu melihat siapa tamunya.

Seorang namja, memakai kaos putih polos yang dipadu dengan jaket hitam bertopi yang lengannya digulung hingga ke siku, rambut hitamnya ditata agak berantakan tapi terlihat luar biasa tampan, kedua tangannya dimasukan kesaku celana jeans-nya. Menambah akses keren pada namja didepan Ryeowook itu.

Ryeowook terpaku.

"H-hyung?"

.

.

TBC

.

.

*mandang keatas* *bengong* *pundung* Ck, ck, ck... Mian kalo akhirnya gaje kayak gitu... =''= Sama sekali gak ada keamistrinya sama sekali #halah

Mian kalo abal, gaje dan seperti biasa...typo nya tercecer dimana-mana :)

Dan seperti biasa juga saya mohon kritik dan sarannya ya? ^^ Mohon juga doa nya agar saya bisa nonton Kimchi nanti atau ada yang mau ngasih tiket nonton Kimchi? #authorngaco *dihajar* Udah 2 minggu nih saya ngemis dengan ortu supaya dibolehin nonton dan sengaja juga nonton acara-acara SuJu didepan mata mereka agar hati mereka pada luluh... XD

Beneran deh, kalo diantara kalian ada yang nonton Kimchi sampaikan salam saya untuk Yesung, Kyuhyun, Sungmin, Heechul, Siwon dan Donghae... Saya cinta banget dengan tuh para namja cakep... XD

Oh ya, untuk chap selanjutnya mungkin agak lama diupdet karena senin nanti saya UN.. =.=' Doa 'kan saya ya agar bisa menghadapi tuh ujian dan lulus dengan nilai tinggi.. ;)

Ya udah deh, gak mau banyak bacot... Reviewnya ya? :D

Gomawo~