.
Annoying Girl © Hezlin Cherry
.
.
RATE : M (For Save)
.
Sasuke Uchiha X Sakura Haruno
.
Romance, Hurt / comfort
.
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
.
.
.
Summary : Uchiha Sasuke benar-benar membenci gadis berisik. Seperti halnya gadis tetangga sebelah rumah yang selalu berisik mengganggunya, baginya itu sangat menyebalkan. Hingga terjadi suatu hal erotis dengan gadis menyebalkan itu dan membuat ia merubah pola pikirnya tentang sang gadis.
.
.
.
WARNING: Sasuke Point of View, Alur muter2 gajeness, AU, OOC, TYPO, gak sesuai EYD!?
.
.
Don't like? Don't read!
.
.
.
↖(^▽^)↗Happy Reading↖(^▽^)↗
.
.
.
Pergumulan panas? Hubungan suami istri? Membuat bayi? Atau saling memuaskan? Entahlah, aku bingung sendiri bagaimana mendeskripsikannya, yeng jelas itulah yang saat ini telah kulakukan. Bersama seorang gadis yang baru saja ku ubah menjadi seorang wanita sepenuhnya.
Sudah tiga kali dia merasakan klimaksnya, dan sekarang tubuhnya sudah tampak lelah dengan bulir-bulir keringat yang membasahinya. Sentuhan-sentuhan tubuh polosnya pada tubuhku benar-benar membuat darahku kian berdesir panas.
Aku masih menghujamkan kejantananku kedalam lorong sempit yang sialnya sangat nikmat itu. Aku masih melakukan gerakan in-out ku pada tubuh yang setia berada dalam kungkunganku tersebut. Entah perasaan apa ini, aku baru ini merasakan bercinta dengan gadis menyebalkan sepertinya yang tak pernah terlintas dalam benakku sebelumnya dan kegiatan ini benar-benar menyenangkan.
Aku semakin memepercepat genjotanku sehingga menciptakan suara tumbukan yang sangat nyaring, dan suara decitan ranjang yang menggema dimalam yang sunyi dalam sebuah kamar gelap yang kami gunakan untuk melakukan pergumulan panas ini.
Bagaimana dengan Itachi? Huh aku tau ia berada di kamarnya, aku juga tak takut jika ia memergokiku. Walau aku masih SMA tapi umurku sudah genap 17 tahun dan bisa kapan saja melakukan adegan dewasa begini semauku. Bahkan aku juga pernah memergoki baka anikiku itu tengah bercinta dengan Konan-nee saat kedua orang tuaku tak dirumah. Jadi, kalau sampai ia memergokiku, maka kami benar-benar impas.
"Arghh...Sakuraaahhhh...kau benar-benar menghisapku.. !" Aku memekik saat merasakan lorong kewanitaan gadis musim semi di bawahku ini semakin menghisap dan memijit kuat milikku.
"Ughh~ Sasukeehhh..." Ia kembali mengerang saat merasakan tangan jahilku kembali menggapai dan meremas-remas kedua bukit kembar miliknya yang kutahu dulu sangat rata itu dan sekarang sudah tumbuh cukup besar sehingga pas dalam genggamanku, eh?
Aku tak peduli akan erangan kesakitan dan kenikmatan Sakura, karena itu membuat libidoku semakin memuncak.
Sedikit lagi, sedikit lagi dan aku akan mencapai puncak untuk yang pertama. Gerakanku semakin menggila dan kupercepat, cepat, dan semakin cepat membuat tubuh Sakura juga menggelinjang hebat akibat sodokanku yang terlampau dalam. Hingga kejantananku memuntahkan lahar panas yang sangat banyak, keluar sudah semua cairan kental milikku dan sukses menyembur kedalam rahim gadis pink yang baru saja kugagahi ini.
Hosh! Hosh!
Aku terengah, masih dengan tubuh bagian bawah yang menyatu dan aku ambruk tepat di atasnya. Oh, God! Akitivitas ini benar-benar nikmat dan membuat moodku yang seharian ini buruk menjadi lebih rileks.
Kulirik onyxku menatap Sakura yang masih setia berada dibawahku. Seketika aku merasakan tubuh polosnya bergetar. Tanpa kusadari ternyata ia tengah terisak, bulir-bulir air mata mengalir dari emeraldnya.
"Hiks..hiks..."
Aku bingung harus mengatakan apa, bertanya kenapa ia menangis? Cih, itu sama sekali bukan diriku. Tapi...aku ingin tahu apa yang menyebabkan ia menangis. Apakah ia menyesal, telah memberikan keperawanannya pada lelaki yang tadi pagi telah membentaknya? Oh...ayolah, tak mungkin hanya karena hal itu.
Ia masih saja menangis. "Hiks, ba-bagaimana kalau aku ha-hamil Sasuke-kun? Hiks~" tanya Sakura dengan isakan yang masih menyertainya dan suara yang bergetar ketakutan.
Aku menegang mendengar pertanyaannya. Che, siaaal!" aku tak memikirkan kemungkinan terburuk hingga kearah situ. Sejak beberapa jam yang lalu pikiranku hanya dibutakan olehnya dan napsu birahi saja.
Susah payah aku menelan saliva saat memikirkan pertanyaannya. Bagaimana ini? Kebodohan apa lagi yang telah kulakukan? Menggagahi dan mengambil keperawanan serta mungkin juga telah menghamili gadis pink tetanggaku yang benar-benar menyebalkan ini?
Seketika kutarik kejantananku yang masih bersarang di dalam tubuhnya secara cepat, membuatnya memekik tertahan. Dan aku terduduk mengacak surai ravenku frustasi.
"Sasuke?"
"..."
Aku masih diam tak bergeming untuk menjawabnya. Pikiranku kalut, kemana perginya kejeniusan Uchiha ku saat ini? Siaaalll!
"Sasuke! Kau harus bertanggung jawab!" Tegasnya lagi dengan tatapan nyalang memandang onyxku.
Apa? Bertanggung jawab? Kita bahkan masih SMA Sakura. Pekikku dalam hati semakin frustasi. Sial! Kalau saja aku tak mengeluarkan benihku didalamnya! Kalau saja aku lebih lihai! Kalau saja tadi aku menggunakan pengaman! Che, benar-benar siaall!
"Sasuke? Ja-jangan diam saja!?" Sakura semakin memekik histeris.
Sekali lagi, bagaimana ini...? Kaa-san, Tou-san, baka-aniki, bagaimana iniiiiii!
.
.
.
"Suke..."
.
.
.
Ah...suara itu... Suara yang sangat familiar dan cempreng milik baka aniki. Ya! dia memanggilku. Ck, sial! Apakah dia benar-benar kemari dan mengetahui perbuatan intimku dengan Sakura? Oh benar-benar sial! Tapi apa peduliku. Toh aku juga memegang rahasia terbesarnya saat itu.
.
.
.
"Sasuke!"
.
.
.
Siaaall! Suaranya benar-benar mengganggu, huh!
.
.
.
"HEI! BAKA OTOUTO!"
.
.
.
Aku merasakan guncangan yang hebat pada tubuhku, kurasa itu kelakuan baka aniki yang dengan kasarnya mengguncang-guncang tubuhku. Hey! Tak bisa kah kau lebih lembut!
Hah! Hah!
Tiba-tiba aku terhenyak dengan napas terengah-engah dan terduduk seketika. Aku benar-benar terkejut, untung saja Itachi memanggil dan membangunkanku.
Eh, membangunkan...?
Berarti... Kejadian erotis yang sangat menggairahkan itu tadi hanya mimipi?
"Hei, kau habis bermimpi apa sih? Sampai berkeringat? Dan kenapa kau tertidur di sofa ini? Bukannya tidur dikamar!"
Itachi benar-benar melayangkan pertanyaan bertubi-tubi padaku. Che! Pertanyaannya itu membuat kesadaranku kembali sepenuhnya hanya untuk menatapnya yang terlihat antara khawatir dan sedikit mendengus geli saat tatapannya menatap tubuh bagian bawahku.
Heh, Memang apa yang salah denganku? Aku benar-benar bingung.
"Wow~ Ada apa dengan selangkanganmu itu Sasuke?" Ia bertanya kaget masih menahan dengusan geli dan manik onyxnya kembali menggerling genit menatapku. Membuatku berjengit ngeri akan tatapannya yang terlihat mesum itu. "Kau habis mimpi basah, eh baka otouto?"
Aku yang sadar akan keadaanku segera menatap bagian bawahku yang menjadi fokus Itachi sedari tadi, dan sialnya apa yang ia katakan itu memang benar, celana jeans pendek yang sedang kukenakan sekarang tampak basah. Ya! selangkanganku basah! Sontak aku segera mengambil bantal sofa tak jauh dariku untuk menutupinya dari pandangan mengerikan baka anikiku.
Well, yah sepertinya aku ketiduran di sofa panjang ini dan bermimpi erotis dengan gadis pink yang beberapa waktu lalu masih di sini.
Tapi kenapa aku bisa memimpikannya? Aku bukanlah anak kecil yang baru saja bermimpi erotis dengan seorang gadis. Sebelumnya aku sering bemimpi begini. Hanya saja...wanita yang kugagahi dalam mimpi tak pernah terlihat jelas bagaimana wajahnya. Dan aku juga tak ambil pusing dengan hal itu. Tapi...kali ini benar-benar berbeda, gadis dalam mimpiku tadi benar-benar Sakura. Ck, siaall! Bahkan dalam mimpi pun dia benar-benar menyebalkan!
Ngomong-ngomong soal gadis pink, kemana dia? Apa dia melihat keadaanku yang memalukan ini? Aku mencari-carinya dengan menggulirkan onyxku menelisik seluruh penjuru dan sudut ruang tamuku yang cukup besar ini.
"Baka aniki, mana Sakura?" Tanyaku refleks.
Bukannya menjawab, Itachi malah tertawa keras, "Haha. Jadi kau mencari Sakura-chan? Wah...jangan-jangan tadi kau bermimpi basah dengan Sakura-chan, eh?" Goda Itachi seraya menowel-nowel daguku dan refleks segera kutepis tangannya itu.
Sial! Dia malah semakin menggodaku! Kenapa pertanyaanya itu selalu tepat sasaran sih!
"Ck, sudah jawab saja!"
"Haha, tak kusangka kau berimajinasi seliar itu pada gadis manis tetangga kita itu baka otouto~" Ia masih saja menggodaku.
Dan aku segera mendeathglarenya hingga ia bungkam menghentikan tawanya seketika dan berdehem untuk menjawab pertanyaanku. "Ehmm sepertinya ia telah lama pulang, mungkin ia yang telah melakukan sesuatu padamu hingga kau tertidur dan bermipi erotis tetangnya~"
Siaaal! Siaaall! Aku tak ingat apa-apa, sepertinya baka aniki memang benar, mungkin Sakura telah melakukan sesuatu padaku hingga aku pingsan dan ia segera pergi dari sini dan hey! Benar kan apa kataku! Wadah miliknya juga telah raib dari tanganku. Seingatku tadi aku masih memegang wadah miliknya sebelum mimpi vulgar itu menguasaiku. Che, double sial! Apa yang kau lakukan padaku pinkyyyy?!
.
.
.
"Tunggu dulu teme! Kau... bilang apa tadi?" Ujar Naruto sambil mengkorek telinganya dengan jari kelingkingnya. Sungguh itu benar-benar jorok dan menjijikkan!
"Huh, aku tak suka mengulang ucapanku dobe!"
"Hum... kalau tak salah tadi kau bilang, semalam memimpikan Sakura-chan?" Naruto kembali berujar, kali ini dengan nada lebih nyaring. Membuat beberapa pasang mata yang sedang melahap makan siangnya dikantin ini pun menatap kami. Shit! Benar-benar keputusan yang buruk telah menceritakannya pada si bodoh ini.
Aku tak segan-segan memberikan delikan tajam padanya. Tapi ia malah tertawa semakin lebar masih sambil mengunyah ramen sialannya itu!
"Bwaahahahah~ sepertinya aku tau mimpi macam apa yang kau maksud itu teme~" Naruto semakin tergelak. Ck, siaaall!
"Diam kau dobe!" Desisku tajam. Tapi hal itu tak membuatnya berhenti tertawa. Refleks langsung kuinjak kakinya. Sontak saja ia memekik kesakitan.
"Aww-! Ittai~ kenapa kau menginjakku teme!"
"Ck, aku bercerita bukan untuk kau tertawakan! Aku ingin tahu apa kesimpulanmu tentang mimpiku itu dobe!"
"Haha, sabar teme~ harusnya kau mengerti kalau aku pasti akan menertawakanmu~" Ucap Naruto membela diri dan bagiku itu semakin menyebalkan. Oke, aku juga salah karena tak memperkirakan bahwa dia akan menertawaiku habis-habisan karena mimpiku.
Tsk! Aku hanya mendengus keras dan meneguk jus tomat pesananku yang baru saja diantarkan oleh salah satu pelayan kantin di sini.
"Kau pasti menyukai Sakura-chan~" celetuk Naruto tiba-tiba.
BRUSH!
Sontak aku menyemburkan jus tomat dalam mulutku saat mendengar perkataan konyol si dobe. Membuatnya menggeram kesal.
"Sialan kau temeeeee... Dasar jorookk!" Sungut si kuning berambut jabrik seperti duren yang sialnya adalah sahabatku satu-satunya.
Ia terlihat kesal akibat ulahku yang mendadak menyemprotkan bulir-bulir jus tomat kearah wajahnya. Che, salahkan wajah konyolnya yang berada tepat dihadapanku. Tampak Naruto segera mengambil tisu yang tersedia dan mengelapkan kepada wajah basahnya.
"Huh, salah sendiri. Kenapa kau mengatakan hal konyol seperti itu!" Decakku tanpa rasa bersalah sambil menyandarkan punggungku ke sandaran kursi dan bersedekap dada. Masih mengawasi pergerakan si kuning yang sibuk sendiri membersihkan wajahnya.
"Cih, kau 'kan tanya apa kesimpulanku? Dan kesimpulanku... kau menyukainya!" Kukuh Naruto masih mempertahankan kesimpulannya.
"Tidak, aku tak mungkin menyukai gadis menyebalkan sebertinya!"
"Kau itu teme! Terlalu pemilih! Makanya sampai sekarang statusmu itu jomblo forever, haha~" Ejekkanya benar-benar menusuk relung terdalam jiwa sialanku.
Aku sangat tahu walaupun si dobe itu tampak konyol, tapi kuakui kehebatannya dalam menaklukkan hati gadis dari keluarga Hyuuga yang sedang bersekolah di sekolah khusus putri yang cukup elite di Konoha. Bagaimana ia mendapatkannya? Entahlah, aku sendiri tak tau, karena selama ia berkeluh kesah tentang gadis tersebut. Aku sungguh tak terlalu menggubrisnya, lagipula apa peduliku?
"Huh. Asal kau tahu dobe, diluar sana banyak gadis-gadis yang ingin menjadi kekasihku!" Balasku mantap.
"Bwahaha~ walau banyak gadis yang mengejarmu, tapi percuma jika tak ada yang kau jadikan milikmu sepenuhnya." Naruto kembali berujar sambil tertawa, sial! Perkataannya memang ada benarnya juga.
Dan aku kembali berdecih memutar kedua onyxku bosan menanggapi tawanya yang semakin membahana, sampai terdengar si penggila ramen itu kembali memekikkan nama gadis yang menjadi topik pembicaraan kami saat ini.
"Eh itu Sakura-chan!" Ia memekik sambil melambaikan tangannya tinggi. Membuat gadis bersurai merah muda itu tersenyum menanggapinya. Shit! Entah kenapa, senyum itu...sangat manis.
Dan dia melangkah kemari dengan sebuah mapan berisi makan siang ditangannya. Sepertinya Sakura tak mendapatkan kursi kosong untuk menyantap makan siangnya. Oke kalau untuknya aku tak keberatan membiarkan dirinya duduk disebelahku yang memang masih terdapat dua kursi kosong.
Tapi tidak dengan si setan merah dengan kanji 'Ai' dikeningnya yang juga mengikuti Sakura menuju kearah kami dengan wajah stoicnya yang memuakkan itu, che!
"Boleh kami bergabung?" Suara baritone pria Sabaku itu mengalun di gendang telingaku. Apa? Huh, sok akrab sekali dia!
"Te-tentu saja boleh, ya 'kan teme?" Sahut Naruto antusias tapi sambil melirikku meminta persetujuanku. Shit! Itu benar-benar ide yang buruk dobe! Maki ku dalam hati.
"Hn." Hanya dengan gumaman aku menanggapinya.
Grek!
Mereka sudah menarik kursi di sebelah kami untuk duduk. Aku hanya melirik dengan ekor mataku- Apa? Kenapa malah si Sabaku ini yang duduk di sebelahku? Bukannya Sakura? Ck, sialan! Kau benar-benar menghindariku, eh Sakura?
"Wuah... Akhirnya kita mendapatkan tempat untuk makan juga, ne Gaara-kun?" Sakura yang baru saja duduk disebelah Naruto itu berujar riang sambil tersenyum lega menatap pemuda merah disebelahku-
"Hm..."
-yang sialnya juga tersenyum membalas perkataan gadis pink itu. Kemana perginya tampang stoicmu tadi, eh Sabaku? Sepertinya ia hanya akan tersenyum didepan Sakura. Ck, benar-benar memuakkan!
Sejenak tatapanku bersibobrok dengan emerald jernih yang juga melirik kearahku dan segera berpaling saat menyadari diriku menangkap basah tatapannya disertai semburat merah yang menghiasi wajah chubbynya, membuatnya tampak... menggemaskan, eh? Huh aku mendengus geli karenanya, sebenarnya kau juga masih suka curi-curi pandang melihatku 'kan Sakura?
Entah kenapa rasanya aku ingin tersenyum saat mengetahui dirinya masih ingin melihatku. Walau itu sembunyi-sembunyi tak seperti sebelumnya yang nyaris selalu ia tampakkan setiap hari.
"Heh, kau hanya memesan segelas jus dan salad buah Sakura-chan?" Naruto berkata sambil mencomot beberapa potong salad buah yang terdapat di piring Sakura, sungguh perbuatan tak sopan dan membuat empunya salad mendelik kesal.
Aku sendiri terkejut melihat pola makan gadis pink itu. Bayangkan saja ini sudah waktunya makan siang dan dia hanya memakan salad buah? Apakah untuk diet? Kurasa tak mungkin. Karena tubuhnya sudah cukup ideal untuk ukuran gadis SMA sepertinya.
"Huh, kau itu Naruto. Ya, aku hanya sedang ingin makan ini." Sakura mengatakannya dengan nada malas, seolah tak ada gairah dalam menikmati makanannya.
Hingga sebuah tangan putih kekar menyodorkan sesuap makanan menuju mulut mungilnya. Membuatnya tersentak kaget dan refleks membuka mulut untuk menerimanya. Cih! Kalian berdua benar-benar memuakkan! Berlagak seperti sepasang kekasih!
Jika memang mereka adalah sepasang kekasih, maka kau bisa apa, eh Sasuke?
Naruto melotot dengan mulut menganga melihat kejadian barusan. Sedangkan aku? Ingin rasanya aku angkat pantat dari sini. Tapi tidak! Aku tetap ingin melihat sejauh mana keintiman mereka berdua. Apa mereka berdua sudah sampai pada tahap seperti mimpiku semalam? Cih, mikir apa aku ini? Itu benar-benar bukan urusanku!
"Wow, kalian berdua sangat, errrrr mesra." Akhirnya si kuning itu menyuarakan pikirannya yang sejalan denganku. Good job dobeee! Aku juga ingin tahu kepastian jawaban dari Sakura tentang kedekatannya dengan si pemuda tanpa alis itu.
Sakura nampak mengerjap kaget akan pertanyaan Naruto. Sepintas ia melirik pria merah disebelahnya yang juga membalas tatapannya. Seolah memberikan kode rahasia lewat pancaran manik jade miliknya.
"Ah...ka-kami hanya dekat. Ya, sedang dekat maksudku, hehe~" Jawab Sakura lengkap dengan cengiran khasnya untuk menutupi kegugupannya mungkin? Atau ia tak enak hati denganku yang sedari tadi hanya diam tak bersuara? Cih, memuakkan!
Apa katanya tadi? Sedang dekat? Berarti mereka bukan sepasang krkasih, melainkan masih dalam tahap pendekatan? Hmph, aku menyeringai mendengarnya.
Jika memang masih pendekatan saja sudah seintim itu, apalagi sudah menjadi kekasih. Tsk, ini pasti karena si Sabaku yang terlewat agresif dalam mendekati si pinky menyebalkan itu.
"Ya, kami memang dekat," terdengar murid baru itu bersuara dan memberi jeda sejenak untuk kembali melanjutkannya, "bahkan lebih dekat dari yang kalian bayangkan, Fuuhh~" Lanjutnya lagi dan sialnya dengan gerakan sensual ia meniup daun telinga Sakura disebelahnya. Membuat gadis musim semi itu memekik tertahan dan langsung ber'blushing ria akibat tindakannya itu. Cih! Siaaaalll! Aku sangat benci situasi ini.
Tek!
"Aku duluan dobe." Sontak aku meletakkan jus tomatku yang masih sisa setengah itu dengan kasar diatas meja.
Aku benar-benar tak akan berpikir panjang lagi untuk segera hengkang dari tempat menyebalkan itu. Sial, tak ku pedulikan lagi mereka hendak menatapku heran atau kasihan. Hari ini benar-benar sama seperti hari-hari sebelumnya. Bahkan semakin menyebalkan plus memuakkan.
"Hei teme... Tu-tunggu aku ttebayooo..." Naruto memekik saat aku meninggalkannya begitu saja beraama dua orang yang sedang memadu kasih. Mungkin dirinya jadi sedikit tak enak terhadapku.
"Maaf, kami duluan ya... Sakura-chan, Gaara." Ujarnya lagi sebelum benar-benar pergi. Dan mungkin hanya di tanggapi anggukan oleh keduanya.
.
.
Sudah 30 menit yang lalu bel tanda berakhirnya aktivitas disekolah ini berbunyi.
Yah... Dan selama itu pula aku hanya bersantai diatap sekolah sambil menikmati semilir angin musim gugur di sana. Tak peduli kalau aku memang sudah di anggap membolos untuk jam pelajaran terakhir, toh aku cukup menguasai pelajaran tersebut. Dan entah kenapa aku juga butuh ketenangan.
Sepanjang lorong sekolah yang sepi ini aku berjalan sendiri menuju ruang kelasku yang berada masih cukup jauh di ujung koridor. Dan sialnya hal itu membuatku kembali mengingat perkataan sialan si dobe saat kembali dari kantin tadi.
"Aku yakin kau pasti cemburu temeeee...
...terlihat jelas kalau kau begitu kesal melihat kemesraan mereka~"
Apa segitu jelasnya kah ekspresiku terlihat? Padahal aku sudah menyetelnya dalam mode stoic seperti biasanya, che!
"Sudahlah teme, untuk apa kau mengelak? Jika kau memang menyukainya, kau harus segera bertindak! Sebelum penyesalan menghinggapimu!"
Dobe sialan! Aku tak mengelak! Dan untuk apa aku mengelak jika memang aku tak menyukainya!
"Sebelum Gaara memilikinya!"
"Sebelum Gaara memilikinya!"
"Sebelum Gaara memilikinya!"
Siaaaalllll! Kenapa kata-kata konyol si dobe itu selalu terulang-ulang di otakku bagaikan sebuah kaset rusak yang tak bisa dihentikan?
Tanpa terasa kini aku sudah berada didepan ruang kelasku. Betapa terkejutnya saat membuka pintu kelas, onyxku menangkap siulet berwarna merah muda yang aku tau itu adalah Sakura. Dia sedang membersihkan kaca jendela kelas ini, sepertinya dia sesang mendapat tugas piket hari ini.
Dia masih tak menyadari kehadiranku, hmm... seringai tipis tercetak jelas di wajahku. Ini benar-benar saat yang tepat untuk mendapatkan informasi yang kuinginkan tentang kejadian semalam. Apa yang ia lakukan padaku saat itu.
Tap!
Kali ini gadis merah muda tetangga sebelah rumahku itu tersentak kaget. Nampak dari emeraldnya yang membulat sempurna saat melihatku tepat berdiri dibelakangnya. Iris hijau klorofil meneduhkan itu bergerak-gerak gelisah. Wajahnya sedikit menunduk. Mungkin ia sedikit terganggu akan kehadiranku disini. Cih.
Aku semakin melangkah mendekat, dekat, dan dekat. Hingga mempersempit jarak diantara kami.
Sakura semakin gelisah saat sadar akan apa yang kulakukan padanya. Ya, aku kini telah memojokkannya, membiarkan dia berada dalam kungkunganku yang sempit.
"A-apa yang kau lakukan Uchiha-san?" Sakura memekik tertahan. Che! Entah kenapa aku sungguh tak suka ia memanggilku seperti itu! Benar-benar menyebalkan! "To-tolong menjauhlah dariku! Lepaskan aku!" Cicitnya lagi.
Huh, tahu kah kau Sakura? Tak semudah itu aku melepaskanmu sebelum aku mendapatkan apa yang ku mau.
"Hn. Aku ingin bertanya padamu."
"Tanya? Huh, bukankah kau menganggapku gadis pengganggu! Lalu untuk apa kau berbicara, bahkan bertanya padaku!?" Seru Sakura geram.
Aku tertohok oleh kata-katanya, siaalll! Sepintas aku juga melihat setitik air di sudut matanya. Apakah ia sedang menahan tangisnya? Tapi...untuk apa?
"Hn. Aku juga tak ingin berlama-lama," Ucapku datar.
Membuat Sakura semakin menatapku nyalang. Dia meronta meminta agar aku tetap bersikukuh menahannya. Dan kakiku refleks menendang meja disebelahnya hanya untuk menggertaknya. Ia pun tersentak kaget.
BRAK!
"Sebenarnya apa yang kau lakukan padaku tadi malam Sakura?"
.
.
~to be continued~
.
.
Dannnn akhirmya fic gaje dari otak nistaku ini pun berlanjut...
Ummm, gomen ya kalo mengecewakan, soalx dri awal emang plotnya bgini wkwkwk...
Oh ya makasih banyak untuk Yura Dila yang udh mmberiku kritik dan saran yang sangat membangun. Apalagi yg seputar POV itu. Hihi udh aq ganti kok, skli lagi makasih ya udh memberitahu mana yang benar.
Arigatou untuk kalian semua yang udh mereview, fav, maupun follow fict gaje ini. hehee gomen lama updte, soalx super sibuk mempersiapkan murid2 untuk UN.
╮(╯3╰)╭
Special thanks to:
Queen Bae, Mantika mochi, Yura Dila, Miura Kumiko, YOktf, Riku Aida, GaemSJ, Cherryma, Wisma Ryuzaki, NururuFauziaa, caesarpuspita, undhot, hanazono yuri, sakura uchiha stivani, wdusgembel41, respitasari, sasusakulover47, Usagiyoru, Uchiha Riri, Luca Marvell, IndahP, Sasara-chan, 41, Guest, Hanna, Guest, Aihara, Ayuharuno, hanisalsa, Andhey, chacha, , aniSarada, Uchiha lovers, s-savers, Sarada Yukino, pink cherry, Andjani, Chinatsu, Sami Haruchi 2, raven, Ongkitang, .
Balasan Review yang not login
Sasara-chan : wahh arigatou nee Sasara-chan udh suka ama fic abalku ini, hehe gomen jg gk bisa updte kilat soalx bnyak bngrt ksibukan di duta. Moga suka ya chap ini. Oh ya bisa kontak aq di fb q. Cari aja: Hezty d'Pranicha
41: Makasih udh R&R... Iya ini udh lanjut kok moga suka ya :)
Guest: Makasih udh R&R... Iya ini udh lanjut kok moga suka ya :)
Dan makasih juga atas penjelasannya ttg pov. Di chap ini udh Hezlin ganti kok.
Hanna: Makasih udh R&R... Iya ini udh lanjut kok moga suka ya :)
Aihara: Makasih udh R&R... Iya ini udh lanjut kok moga suka ya :)
Ayuharuno : Makasih udh R&R... Iya ini udh lanjut kok moga suka ya :) dan udah Hezlin jelaskn jg disini walau pnjelasannya, yahhh tak terlalu detail hihi
Hanisalsa: hehe makasih ya udh R&R
Andhey :Makasih udh R&R... Iya ini udh lanjut kok moga suka ya :)
Chacha:Makasih udh R&R... Iya ini udh lanjut kok moga suka ya :)
: Makasih udh R&R... Iya ini udh lanjut kok moga suka ya :)
AniSarada: makasih ani-chan jg udh brkenan komen pjg lebar utk jelasin pov itu hihi. Makasih jg udh r&r ╮(╯▽╰)
Uchiha lovers: Aa mkasih dah RnR, nih dh lanjut
S-savers: aaa masa gemes sih...hehe oke ini dh lanjut
Sarada Yukino: Makasih udh R&R... Iya ini udh lanjut kok moga suka ya :)
Pink cherry: makasih semangatx iya nih dah lnjut kok ╮(╯3╰)╭
Andjani: hehe,, wahh pnggemar yg hot hot nih yeee, iyaa liat kedepan ya gmna hihi sblumx makasih dah RnR :)
Chinatsu: Makasih udh R&R... Iya ini udh lanjut kok moga suka ya :)
Sami Haruchi 2 : aaa makasih Sami-chan,,, udh RnR, hehe ini dah lanjut kok. Moga suka ma chap ini ya...
Raven.: oke makasih, wah masa sih povx bagus? Gk OOC kh hehe... Iyaa ini dh lanjut.. Dan setelah ini akan fokus lanjut yg fated to love u, insyaAllah seminggu lagi lah ya. Ditunggu aja...hehe
Ongkitang: Makasih udh R&R... Iya ini udh lanjut kok moga suka ya :)
.
.
Oke, Hezlin rasa ini dulu. Gomen kalau ada yg blum ke bales, yg login cek pm ya hehe. Sampai jumpa di chap selanjutnya.
.
.
Mind to review again?
╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯
.
.
