"Eungh.."

Erangan keluar dari bibir tipis Baekhyun. Baekhyun terbangun lemas dari tidurnya dan melihat sekelilingnya. Ini adalah kamarnya sendiri. Ia melirik bajunya yang masih utuh dan sama seperti yang dipakainya setelah pulang kerja. Tiba-tiba Baekhyun merasa pusing ketika mengingat apa yang terjadi. Ia yakin tadi ia dikejar oleh sekelompok orang—yang Baekhyun tidak tahu mereka siapa—. Lalu seorang pria menciumnnya dan membuatnya tertidur.

Baekhyun sama sekali tidak mengingat apalagi setelah itu. Walaupun Baekhyun melihat wajah pria yang menciumnya, tapi Baekhyun sama sekali tidak ingat bagaimana rupa wajahnya. Apalagi melihat lambang yang Baekhyun tidak tahu itu lambang apa. Dan juga, ia terbangun di apartementnya. Baekhyun menganggap ini hanya mimpi buruk. Ia yakin, ia tidak dikejar dan dicium oleh siapapun.

Baekhyun memegang lehernya yang terasa perih. Ah mungkin efek kepala Baekhyun yang salah tidur. Baekhyun tidak terlalu memperdulikannya dan kembali tertidur.

Tanpa Baekhyun tahu, ada dua bolongan yang tertancap di lehernya.

Sebuah gigitan vampire.


You Don't Know Who I Am

EXO fanfiction

Chapter 2


BLAM!

Suara tertutupnya pintu rumah terdengar ber-gema. Rumah bergaya Eropa yang besar dan penghuninya sangat sedikit membuat suara pintu terdengar sampai ujung lorong rumahnya. Yang menutup pintu masa bodoh. Ia tidak peduli jika ia membangunkan orang orang yang tertidur. Lagipula ia yakin, tidak ada orang yang tertidur, karena mereka semua adalah vampire. Yang mana, jika mereka tidak tidur mereka tidak akan mati atau kelelahan.

Ia berjalan dengan pelan ingin menuju kamarnya yang berada di lantai atas. Suara derap langkah kaki yang ia injakkan di lantai membuat ruangan itu kembali ber-gema.

"Kenapa baru pulang?"

Satu pria tiba-tiba muncul dihadapan seseorang yang menutup pintu rumahnya dengan keras. Pria satunya tidak peduli dengan tanggapan pria yang satunya lagi. Ia hanya melepas jubah yang dipakainya dan melemparkan ke sembarang tempat. Berjalan melewati pria yang menatapnya marah.

"Aku bertanya sekali lagi padamu, Chanyeol. Apa yang kau lakukan sehingga baru pulang? Dan untuk apa kau menelpon Minho?"

Chanyeol—pria yang menutup pintu dengan kasar—berbalik menghadapi kakaknya yang melipat kedua tangannya didepan dada. Gayanya yang angkuh membuat Chanyeol ingin sekali memukul wajah sang kakak karena sudah membuat moodnya rusak. Tapi ia tahu diri untuk tidak melakukan hal tersebut. Karena sudah pasti kekuatan Chanyeol terkuras habis akibat pertarungannya, well walaupun Chanyeol sudah dapat balasan yang setimpal.

"Bukan urusanmu, Kris." Desisnya tajam. Ia berbalik, kemudian kembali berjalan lurus untuk menaiki tangga yang berada di depannya. Kini Chanyeol sudah setengah jalan hingga lantai atas. Sementara Kris menghilang begitu saja menggunakan kekuatan teleportasinya.

Chanyeol akhirnya sampai di ujung tangga. Ia melihat adiknya yang sedang membaca buku duduk di sofa dengan kedua kakinya ia luruskan dan menginjak meja yang berada didepannya. Chanyeol mendengus, ia tidak peduli dengan adiknya. Ia berjalan melewati adiknya untuk menuju ke kamarnya.

"Besok giliranmu untuk ke sekolah." Sang adik tidak menatap Chanyeol yang berjalan lurus mengabaikannya. Ia tetap membaca bukunya serius sambil membenarkan letak kacamatanya. "Kenapa baru pulang? Kau ke bar lagi? Cih, hanya mementingkan diri sendiri. Tidak mengajak adikmu." Lanjutnya ketika melihat Chanyeol yang mulai agak jauh darinya.

Suara pintu yang ditutup keras oleh Chanyeol membuat Sehun—adiknya—tidak menampilkan rasa terkejutnya. Tetap membolak-balikkan bukunya yang ia baca. Tak sesekali ia menjilat jarinya menggunakan lidah dan menempelkan pada bukunya kemudian membalikkan halaman selanjutnya.

Sehun menutup bukunya bosan. Kemudian melepas kacamata yang ia pakai dan meletakkannya diatas meja. Kakinya ia pindahkan ke atas sofa. Posisinya kini sedang tertidur di sofa dengan kedua tangan sebagai bantalan kepalanya. Pikirannya menerawang jauh.

"Aku bosan dan ingin bersenang-senang. Cih, harus menunggu selama dua hari lagi dan aku akan sekolah untuk bersenang senang." Ucapnya mantap sambil menjilat bibirnya sendiri tidak sabar menemukan mainan baru di kehidupannya.

Sehun memegang kalung yang melingkar di lehernya. Ia menatap kalung tersebut dan memainkannya. Ingatan Ibunya yang memberikan kalung ini membuat Sehun merasakan kepedihan melihat ibunya di kurung di menara. Apalagi kematian ibunya sesudah Sehun diberikan kalung olehnya.

"Mama, bagaimana kabarmu?" Tanyanya entah pada siapa. Kemudian Sehun mencium kalung tersebut dan matanya lama kelamaan menutup.

Di dalam kamar, Chanyeol merebahkan dirinya diatas tempat tidur yang empuk. Sebelum ia merebahkan dirinya, ia mengambil bola basket yang berada diatas mejanya. Dalam keadaan tiduran, Chanyeol melempar dan menangkap bola basket tersebut secara terus menerus. Memainkan bola basket tersebut sesekali memutar bola basketnya diatas jari telunjuk. Ya, Chanyeol memang menyukai bola basket sedari dulu.

Tiba-tiba pikirannya kembali ketika ia sedang menghisap payudara seorang wanita kemudian sang bartender datang memberikannya sebuah minuman lalu bartender itu terkejut melihat perubahan mata Chanyeol yang memerah. Walaupun bartender tersebut ditutupi topeng, Chanyeol bisa melihat wajah terkejut yang dibuatnya.

Kemudian ia masuk kedalam ruang ganti dan melihat bartender itu membuka topengnya sehingga wajah cantiknya terlihat. Chanyeol menunggu bartender tersebut hingga akhirnya bartender itu keluar dari XOXO Club. Chanyeol mengikutinya. Bukan, Chanyeol tidak menyukainya atau apapun. Hanya saja ia tertarik dengan raut wajah yang akan dikeluarkan Baekhyun—bartender itu—

Setelah mengikutinya diam diam, ia melihat vampire baru mengejar Baekhyun. Kemudian Chanyeol datang dan menyelamatkannya. Ia mencium bibir Baekhyun dengan nafsu.

"Argh! Baru kali ini aku mencium sebuah bibir yang sangat manis dan membuatku bernafsu. Sial! Ini membuatku gila." Chanyeol melempar bola basketnya hingga memantul ke dinding kemudian terjatuh. Ia menjambak rambut brunette-nya karena ia mengingat bagian tersebut.

—flashback.

Setelah Chanyeol selesai mematahkan kepala ketiga vampire itu dari bagian tubuhnya, Chanyeol mengeluarkan sebuah api yang berasal dari tangannya kemudian membakar tubuh serta kepala ketiga vampire tanpa rasa bersalah. Bukankah memang harus memusnahkan bukti bukan?

"Cih, vampire yang baru lahir sangat haus akan susu. Siapa yang merubahmu, hm?" Tanya Chanyeol yang masih membakar ketiga tubuh vampire itu. Vampire yang masih baru akan merasa sangat haus akan darah dan juga susu. Selain itu mereka belum bisa mengontrol nafsunya. Lagipula, dunia jaman sekarang tidak ada yang percaya dengan vampire.

Chanyeol sudah selesai membakar tubuh mereka hingga tidak ada satu-pun yang masih tersisa. Kemudian ia menoleh kebelakang dan melirik gadis bartender yang sedang tertidur karena ciumannya. Ia berjalan menuju gadis tersebut dan menggendong Baekhyun ala bridal style. Ia membawa kedua tangan Baekhyun untuk melingkar di lehernya. Kemudian berjalan menjauh dari tempat tersebut.

Chanyeol menidurkan Baekhyun di dalam gang yang sedikit diterangi cahaya dan sempit. Kemudian ia duduk disebelah Baekhyun, lalu merogoh sakunya untuk mengambil ponsel. Chanyeol menekan ponselnya cepat dan menempelkan ponsel tersebut di telinga lebarnya.

"Halo, Minho."

"Halo. Ada apa?"

"Carikan aku alamat tempat tinggal dari seorang gadis yang akan ku kirimkan fotonya dalam waktu 30 menit. Ia bekerja di XOXO Club."

Klik. Ponsel dimatikan sepihak oleh Chanyeol sebelum Minho sempat mengatakan sesuatu. Chanyeol menghembuskan nafasnya hingga terlihat gumpalan uap yang berarti malam ini sangat dingin. Ia mengalihkan pandangannya kepada Baekhyun yang sedang terlentang dengan bawahan baju yang tersingkap hingga perut putih Baekhyun terlihat oleh Chanyeol.

Chanyeol memfoto Baekhyun dari atas dan mengirim foto itu kepada Minho. Sebelumnya Chanyeol sempat menutup perut Baekhyun yang terlihat. Entah mengapa Chanyeol tidak ingin Minho atau teman-teman geng-nya menjadi nafsu. Karena Chanyeol saat ini juga sedang bernafsu dengan Baekhyun.

"Aku ingin lihat bagaimana wajah terkejutmu jika melihatku dan juga mari kita rasakan bagaimana rasa tubuhmu, sayang."

Chanyeol memasukkan ponsel ke dalam sakunya kemudian menaikkan tubuhnya hingga kini posisinya sedang menindih Baekhyun yang tidak sadarkan diri. Ia menyingkap rambut Baekhyun kesamping dan mengelus wajah mulus Baekhyun bak bayi yang tertidur.

Chanyeol mencium aroma tubuh Baekhyun perlahan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Pertama Chanyeol mencium aroma rambut Baekhyun dan menjambaknya keras, tidak hanya menjambak, ia juga meremas rambut Baekhyun yang berwarna brunette sama sepertinya. Walaupun Chanyeol menjambak Baekhyun, Baekhyun tidak akan merasakan kesakitan ataupun terbangun.

Kemudian wajah Chanyeol yang sempat berada di rambut Baekhyun menurun perlahan hingga ia sampai di dahi Baekhyun. Ia menjulurkan lidahnya dan menjilat dahi Baekhyun yang putih bersih. Kemudian jilatan itu terus turun ke mata, hidung, pipi dan akhirnya sampai di bibir Baekhyun.

"Bibir yang membuatku mabuk." Chanyeol dengan cepat menjilat bibir Baekhyun yang tertutup. Nafsu nya saat ini membuncak jika ia mencium bibir tipis milik Baekhyun. Kedua tangannya masih meremas rambut Baekhyun dengan gerakan sensual. Lalu ia membuat kedua tangannya membuka belahan bibir Baekhyun dan Chanyeol kembali melahap rongga dalam bibir Baekhyun.

Ia menjulurkan lidahnya dan mengabsen satu persatu gigi Baekhyun. Kemudian ia menarik lidah Baekhyun menggunakan lidahnya dan menjilati lidah tersebut. Lidah Chanyeol menuntun lidah Baekhyun agar masuk kedalam mulutnya dan Chanyeol menghisap lidah Baekhyun. Chanyeol yang akhirnya puas melepaskan lidah Baekhyun dan terengah-engah. Entah saliva siapa yang keluar dari bibir Chanyeol maupun bibir Baekhyun.

Chanyeol membawa satu tangannya untuk mengelus leher jenjang milik Baekhyun. Kemudian lidah Chanyeol kembali terjulur untuk menjilat lidah Baekhyun. Bibirnya juga ikut alih dengan menyedot leher Baekhyun kuat hingga muncul warna kebiruan yang sedikit terlihat. Taringnya muncul di kedua sisi mulut Chanyeol. Matanya berubah menjadi merah.

"Kau milikku."

Taringnya menusuk masuk ke dalam kulit leher Baekhyun dan menyedot darah yang ada di tubuh Baekhyun tanpa memikirkan pemiliknya kehilangan darah. Chanyeol memang kejam, ia tidak peduli dengan mangsanya. Lagipula manusia adalah makanan vampire bukan?

Chanyeol menaikkan kepalanya dan terlihat darah yang keluar dari sudut bibirnya. Chanyeol mengelap darah tersebut menggunakan ibu jarinya. Tak lupa juga Chanyeol menjilat darah yang keluar dari leher Baekhyun.

Tangan Chanyeol turun dari leher Baekhyun. Chanyeol menyatukan alisnya bingung ketika ia sampai di payudara Baekhyun.

"Perempuan ini tidak punya payudara?" Chanyeol mengerutkan dahinya bingung. Sial. Untuk apa ia menghabiskan waktu dengan gadis rata ini jika ia tidak punya payudara—tepatnya payudara Baekhyun tidak besar—. Untuk membuktikannya Chanyeol meremas payudara Baekhyun dengan gerakan pelan.

"Apa-apaan ini? Payudara yang kecil membuat nafsuku turun." Chanyeol memasang wajah jijik ketika ia meremas payudara Baekhyun yang kecil tidak sebesar payudara seorang wanita yang ia hisap di club tadi. Chanyeol menjauhkan tangannya dari payudara Baekhyun.

Kemudian mata Chanyeol turun ke bawah melihat bagian dibawah perut Baekhyun. Chanyeol memundurkan tubuhnya dan kini wajahnya tepat berada di depan kewanitaan Baekhyun. Chanyeol mengendus vagina Baekhyun dari luar celana trainingnya. Ia mencium aroma vagina Baekhyun. Sesekali ia mendongakkan kepalanya ke atas hingga endusannya ia keluarkan diatas. Sungguh aroma yang membuat Chanyeol kembali terangsang.

Tangannya menaikkan pinggang Baekhyun dan menurunkan celana training Baekhyun hingga sampai di lututnya. Menampilkan celana dalam Baekhyun yang berwarna merah muda terlihat menggiur di mata Chanyeol. Chanyeol menjilat bibirnya sekali lagi dan mengendus celana dalam milik Baekhyun seperti anjing. Ia menjulurkan lidahnya dan menjilat vagina Baekhyun di luar celana dalamnya. Gerakan tersebut memutar dan naik turun.

Drrt… Drrt…

Sebuah ponsel di saku Chanyeol bergetar. Chanyeol kesal karena ada yang menganggu aktivitasnya dengan Baekhyun—tepatnya aktivitas Chanyeol sendiri—Chanyeol menaikkan pinggang Baekhyun dan kembali memasangkan celana training Baekhyun. Merogoh sakunya dan mengangkat ponselnya.

"Halo brengsek."

"Wow, santai Chanyeol. Kami sudah dapat alamat rumahnya."

Chanyeol mengangguk setelah Minho memberitahukan alamat rumah Baekhyun. Kemudian ia mematikan ponselnya dan meletakkannya di dalam sakunya. Ia menatap Baekhyun yang terbaring lemah disana. Chanyeol merasa bodoh, ia bernafsu dengan gadis yang payudaranya kecil dan bahkan tidak mengeluarkan suara dan gerakan seksi? Tuhan. Tolong bunuh Chanyeol sekarang juga.


o000o


"Baek kau mau kemana?" Tanya Yixing ketika Baekhyun melewati bangkunya menuju pintu ruang kelas. Baekhyun menoleh melihat Yixing yang kini berjalan menujunya dan memeluk lengan Baekhyun manja.

"Aku ingin keruang guru, Eunhyuk seonsaengnim mencariku. Kau mau ikut?" Tanya Baekhyun menatap Yixing yang melepaskan pelukannya. Gadis berdarah China itu menganggukkan kepalanya kemudian menarik Baekhyun keluar kelas.

Sebenarnya yang mengajak ke ruang guru siapa? Batin Baekhyun menggerutu melihat tingkah lucu Yixing.

"Dua hari yang lalu ada murid tampan dari kelas 3-A. dan sekarang ada murid baru lagi dari kelas 2-A. apakah dua hari lagi akan ada murid baru lagi dari kelas 1-A?"

"Huh, kudengar ia tampan dan tinggi. Rambutnya yang berwarna brunette mengkilap."

"Hey tentu saja masih tampan Kris sunbae."

"Kau belum melihat anak baru itu makanya kau mengatakan Kris sunbae tampan."

"Bukankah dulu kau berkata seperti itu kepada Kris sunbae ketika ia menjadi anak baru 2 hari yang lalu?"

"Aish. Kau ini seperti tidak tahu aku saja."

"Baek, kau tahu murid baru yang digosipkan oleh gadis-gadis ini?" Bisik Yixing pelan. Ia tidak mau jika gadis-gadis ini mendengar bahwa Yixing sedang membicarakan mereka. Yixing takut mendapat tatapan seram dari gadis-gadis disekolahnya. Baekhyun hanya menaikkan bahunya tanda ia tidak tahu. Baekhyun juga tidak terlalu peduli dengan anak baru atau semacamnya. Kris sunbae saja dia tidak tahu rupa wajahnya bagaimana. Ia dengar dari gosip perempuan di sekolah adalah Kris sunbae itu tinggi, tampan, rambutnya berwarna pirang, blasteran, kaya, dan blablabla. Baekhyun tidak terlalu ingat.

Baekhyun kemudian medekatnya bibirnya ke telinga Yixing, "Kurasa aku dipanggil oleh Eunhyuk seonsaengnim karena murid baru itu. Tapi aku tidak tahu juga." Yixing mengangguk mantap kemudian menunjuk ruang guru yang beberapa langkah lagi mereka akan sampai.

Setelah selesai berbincang dengan Eunhyuk seonsaengnim, Baekhyun dan Yixing kembali ke kelas mereka karena bel sudah berbunyi. Ternyata Eunhyuk seonsaengnim—selaku wali kelas 2-A—meminta Baekhyun untuk mengajak anak baru berkeliling sekolah. Begitu katanya. Karena kebetulan Baekhyun menjadi ketua kelas. Baekhyun hanya menjawab dengan senyuman manis padahal dalam hatinya ia mengutuk Eunhyuk seonsaengnim yang telah menghancurkan acara makan siangnya bersama teman-temannya.

Baekhyun kembali ke tempat duduknya yang terletak di pojok nomor dua dari belakang. Di sebelahnya terdapat jendela yang melihat lapangan gedung sekolah. Disana Baekhyun menatap kelas lain yang berolahraga. Tidak peduli semua temannya yang meributkan siswa anak baru yang katanya tampan. Sementara Yixing duduk disebelah pintu masuk kelas paling depan.

Pintu terbuka menampilkan sosok Eunhyuk seonsaengnim masuk dengan seorang pemuda tinggi dengan rambut brunette berjalan di belakang Eunhyuk seonsaengnim. Semua perempuan menyorakinya dengan tatapan menggoda kecuali Baekhyun yang sibuk menatap lapangan sementara Yixing yang sibuk mencatat.

"Anak-anak tolong diam sebentar." Eunhyuk menggebrak meja karena sedari tadi siswa perempuan tengah melirik siswa baru dengan menggoda dan berbisik-bisik sementara siswa laki-laki tengah mengumpat kesal. "Kali ini ada siswa baru. Silahkan perkenalkan dirimu." Eunhyuk menggerakkan tangannya untuk mempersilahkan siswa baru ini memperkenalkan dirinya.

"Park Chanyeol."

Siswa baru itu bernama Chanyeol. Chanyeol hanya memperkenalkan diri singkat membuat seluruh siswi berteriak heboh. Walaupun Chanyeol sama sekali tidak tersenyum dan tetap dengan ekspresi dingin tapi siswi disini malah menjadi heboh. Eunhyuk seosaengnim hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan ketika kelasnya menjadi menjadi heboh oleh teriakan perempuan.

"Baiklah. Kau bisa duduk di bangku yang kosong." Eunhyuk menunjuk bangku kosong dibelakang Baekhyun. Seketika itu semua siswi menjadi sedikit kesal, kenapa harus di belakang Baekhyun? Chanyeol tersenyum dalam hati ketika ia tahu bahwa gadis berdada rata itu sekolah di sekolahnya dan bahkan satu kelas. Kali ini Chanyeol menang.

Chanyeol menuju bangku yang berada di belakang bangku Baekhyun. Seorang gadis memegang lengan Chanyeol membuat Chanyeol menoleh menatap gadis itu dengan pandangan aneh. Gadis itu mengedipkan sebelah matanya dan melepaskan genggaman tangannya yang berada di lengan Chanyeol. Chanyeol masa bodoh, ia tidak peduli dengan kelakukan gadis genit tadi. Ia hanya memikirkan leher, payudara, dan desahan.

Chanyeol sudah duduk di belakang Baekhyun tapi Baekhyun sama sekali tidak menatapnya atau mengalihkan pandangannya dari lapangan tersebut. Ia hanya diam dan menopang dagunya dengan tangan kirinya. Seperti memikirkan sesuatu yang Chanyeol tidak tahu itu apa.

"Byun Baekhyun."

Ah, namanya Byun Baekhyun.

"Byun Baekhyun?"

"Byun Baekhyun!"

Dugh!

Chanyeol menendang kursi belakang Baekhyun membuatnya terkejut dan segera berdiri sambil membentuk tangannya hormat. Seperti sedang melakukan upacara. Suara gelak tawa terdengar ketika Baekhyun dengan bodohnya membentuk tangannya hormat. Baekhyun menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal dan berjalan menuju Eunhyuk seonsaengnim yang melotot kearahnya.

Baekhyun menunduk ketika Eunhyuk seonsaengnim memberikan setumpuk kertas pada Baekhyun. Baekhyun mengangguk ketika Eunhyuk seonsaengnim memerintahkan Baekhyun untuk membawa kertas itu ke mejanya.

Srek. Baekhyun tersandung dan membuat semua kertas yang ia bawa berserakan hingga ke belakang diikuti gelak tawa semua temannya yang melihat jatuhnya Baekhyun. Baekhyun menoleh kebelakang ketika melihat primadona kelasnya—ah bukan, primadona sekolahnya telah menjulurkan kakinya hingga membuat Baekhyun terjatuh. Ia tersenyum manis ketika Baekhyun menatapnya sengit.

"Nona Byun, kau tidak apa-apa?" Baekhyun mengangguk tanda ia baik baik saja dan menatap Eunhyuk seonsaengnim yang melihatnya khawatir. Kemudian Eunhyuk seonsaengnim kembali berkutat dengan kertas kertas yang ia bawa dan memulai pelajarannya.

"Ah, maaf. Aku tidak sengaja." Sial. Baekhyun mendengus kesal. Ia memungut kertas itu sendirian, tidak ada yang membantunya. Yixing menatap Baekhyun dari kejauhan, ia ingin sekali membantu Baekhyun. Tapi Baekhyun terlalu jauh dari tempat ia duduk sehingga sangat sulit untuk Yixing membantu Baekhyun.

Kertas terakhir berada disebelah siswa yang sedang duduk dibangku belakangnya dengan angkuh sambil melipat tangannya didepan dada dan menatap Baekhyun remeh. Sejak kapan ada makhluk jelek ini berada di belakang bangkuku? –batin Baekhyun.

Baekhyun yang ingin memungut kertas itu tiba tiba siswa tersebut menginjak kertas itu menggunakan sepatunya. Baekhyun kembali mendengus kesal. Mau apa anak ini? Menginjak kertas pemberian dari Eunhyuk seonsaengnim.

"Maaf sebelumnya. Anda telah menginjak kertas. Bisakah mengangkat kaki anda? Masih ada lantai yang bisa anda injak." Baekhyun mendecak sebal ketika mata itu kembali menatapnya. Tatapannya sungguh ingin membuat Baekhyun mencekik anak ini. Baru jadi anak baru saja sudah sombong, ck apa lagi kalau sudah lama berada di sekolah.

"Sepatu ku kotor." Chanyeol—anak itu—segera membungkukkan badannya untuk mengambil kertas yang ia injak dan meremas kertas itu. Kertas yang ia remas digunakan untuk mengelap sepatunya yang kotor.

Tangan Baekhyun terkepal marah. Baekhyun segera merebut kertas itu dari tangan Chanyeol yang masih bergerak di bawah sana. Chanyeol hanya menyeringai ketika Baekhyun kembali duduk didepannya. Baekhyun melirik ponselnya yang bergetar tanda sebuah pesan baru saja masuk ke dalam ponselnya. Baekhyun membuka pesan itu.

From : Yixingie

Baekki, kau tidak apa apa? Ada yang luka? :(

Baekhyun segera mengetik balasan untuk Yixing.

To : Yixingie

Aku tidak apa apa ^^

Chanyeol menatap Baekhyun yang menunduk. Lihatlah rambut panjang brunette yang kemarin Chanyeol remas telah dikuncir sempurna di kepalanya. Chanyeol sedikit menggeser tubuhnya ke kanan untuk melihat leher Baekhyun yang sempat ia hisap dan gigit. Ternyata masih ada bekas kebiruan dan dua bolongan yang luka. Chanyeol bertepuk tangan dalam hati, gadis itu bodoh atau bagaimana sampai-sampai ia tidak menyadari bahwa ada kebiruan dan luka di leher Baekhyun. Tapi itu membuat Chanyeol bersyukur karena Baekhyun lupa kejadian kemarin dan tidak menyadari bahwa ada tanda dari Chanyeol.

Sebenarnya Baekhyun menyadari rasa sakit yang berada di lehernya. Tapi ia hanya menganggap bahwa itu serangga yang telah menggigitnya dan membuat lehernya luka. Jika tanda kebiruan, Baekhyun sungguh tidak tahu kenapa lehernya bisa kebiruan.

Chanyeol agak mendekat maju ke depan dan meniup leher Baekhyun yang terekspos. Membuat Baekhyun menutup lehernya karena ada perasaan geli ketika Chanyeol meniup dan mengendus lehernya. Baekhyun menoleh ke belakang melihat Chanyeol yang menatapnya tajam. Tatapan itu, Baekhyun mengingatnya. Ia pernah melihat tatapan mata seperti itu. Baekhyun lagi lagi mengalihkan pandangannya fokus ke depan memperhatikan Eunhyuk seonsaengnim mengoceh.

"Kemarin kau melakukan sex? Ada tanda kecupan di lehermu." Chanyeol tidak bodoh, kecupan itu adalah tanda darinya. Tapi ia ingin memancing Baekhyun untuk berbicara dengannya. Baekhyun sama sekali tidak menanggapi ucapan Chanyeol yang terdengar kejam –menurut Baekhyun. Ia hanya diam dan pura-pura mendengar penjelasan sang guru. Walaupun tangannya sudah gatal ingin menonjok wajah sok tampannya.

"Tidak menjawab berarti iya. Aku heran kenapa pacarmu bisa menyukaimu yang berdada rata."

Baaekhyun tetap diam tidak menanggapi ejekan Chanyeol. Baekhyun mengakui bahwa dadanya itu tidak besar dan bukan rata! Seenaknya saja Chanyeol mengatainya seperti itu dan bahkan Chanyeol tidak pernah melihat dadaku –pikir Baekhyun.

"Pacarmu puas dengan pelayananmu? Kau menungging atau mengangkang?"

Baekhyun tetap dengan pendiriannya. Ia lebih memilih diam walaupun telinganya sudah sangat panas mendengarnya.

"Aku penasaran. Ayo lakukan sex denganku."

Baekhyun menggebrak meja dan berdiri. Cukup sudah, ia tidak tahan mendengar ejekan Chanyeol yang vulgar. Baekhyun menatap sang guru yang mengeryit bingung. "Ma-maaf seonsaengnim. Saya rasa, saya agak tidak enak badan." Baekhyun membungkuk pada seonsaengnim kemudian berjalan menuju keluar kelas. Eunhyuk seonsaengnim hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. Kemudian melanjutkan materi yang tertunda.

Setelah beberapa menit berlalu Chanyeol bangkit dari tempat duduknya. Ia membungkuk ingin ijin ke kamar mandi akhirnya Chanyeol melangkahkan kakinya keluar kelas. Tidak, Chanyeol tidak ingin ke kamar mandi tapi ia ingin mencari Baekhyun karena di kelas sangat tidak asyik, bahan bullyan-nya sudah pergi dengan alasan sakit. Chanyeol tahu Baekhyun berbohong.


o000o


Baekhyun menyembulkan kepala kecilnya ke dalam ruang kesehatan yang terlihat sepi. Guru yang mendiami ruang kesehatan tampaknya sedang tidak ada. Baekhyun menghembuskan nafasnya bersyukur karena tidak akan ada yang menganggunya. Kemudian Baekhyun menutup pintu dan berjalan menuju tempat tidur.

Ia menaiki tempat tidur tersebut dan berbaring. Pikirannya kembali ketika Chanyeol mengatakan kalimat menjijikkan didepan Baekhyun. Chanyeol pemuda tidak sopan –pikir Baekhyun. Baru kali ini Baekhyun melihat pemuda yang baru kenal dengan seseorang berbicara dengan frontal tanpa memikirkan bagaimana tersinggungnya orang tersebut.

Baekhyun memukul kasur yang ia tiduri dengan ganas. Ia sungguh sungguh membenci Chanyeol. Baekhyun menggelengkan kepalanya lagi, lebih baik ia tertidur daripada harus memikirkan si brengsek itu.

Tanpa Baekhyun sadari, Chanyeol masuk ke dalam ruang kesehatan dengan gerakan hati hati ketika ia melihat Baekhyun yang menutup matanya. Chanyeol mengunci pintu itu dengan hati-hati agar Baekhyun tidak mendengar suara pintu yang sedang di kunci oleh Chanyeol. Untung saja Chanyeol tidak tersesat, karena sebelumnya ia sudah di beri tahu oleh Kris tentang letak ruangan di sekolah ini.

Chanyeol menindih Baekhyun yang tertidur dengan keras sehingga Baekhyun terlonjak kaget karena kasurnya yang sempit bergoyangan. Matanya melotot ketika Chanyeol mendekatkan wajahnya mendekat ke wajah Baekhyun. Baekhyun siap memberontak dengan memukul dada Chanyeol dengan kedua tangannya tapi Chanyeol dengan sigap memegang kedua tangan Baekhyun dan membawanya keatas hingga Chanyeol mengunci tangan Baekhyun.

Chanyeol mendekatkan wajahnya hingga bibirnya bersentuhan dengan telinga Baekhyun.

"Bukankah kau menerima ajakan bercinta denganku?"


To Be Continue.


a/n: saya yakin pasti ada yang ketawa sama ide ceritanya xD yang namanya darah sama susu ga bisa disatuin, yakan? Ini juga gatau kenapa bisa dapet ide kaya gini. Well awalnya saya lagi nonton twilight sendiri. Seketika ga tau kenapa pikiran saya itu "kenapa vampire isep darah? Kalo isep susu gimana jadinya?" oke. Itu vampire mesum. Dan akhirnya, cerita ini pun dibuat.

oh ya, ada question yang perlu saya jawab biar kalian ga bingung ;)

Q : berharap ada moment exo couple yang lain.
A
: Well, pasti ada kok. mungkin sedikit, kalo misalnya banyak kan perlahan-lahan di chapter berikutnya. Intinya ada ;)

Q : sorry but I have to say that the summary's too vulgar. I am just giving you a suggestion. Don't be offendend k as long as it helps you to improve. Keep writing.
A :
I'm really sorry if the summary's too vulgar like you said before. Thanks for your information ;)

Q : Itu semacam vampirenya punya banyak kelompok? Terus bbh jadi vampire juga ngga ya nanti?
A :
Yup! Jadi vampire itu punya kelompok, ga banyak sih. Tapi yang disebutin disini cuma EXO doang. Intinya EXO itu klan vampire yang terkuat dari klan vampire yang lainnya. Hm gimana ya, doain ya semoga bbh jadi vampire :)

Q : btw, ini bakal dibuat official couple kan thor? Baekhyun jangan di bagi bagi dengan sehun atau kris juga dong thor. Ga tega
A : Cuma memunculkan konflik aja kok ga sampe adegan 'masuk' paling cuma ikut isep doang/? ;)

Q : Satu vampire itu bisa punya banyak kekuatan ya?
A :
Enggak. Yang punya kekuatan banyak itu cuma park family dan sebagian anak EXO. Kalo park family kan punya tiga, dan sebagian anak EXO punya dua. Sisanya cuma punya satu ;)

Q : Kayanya bakal belasan chapter ini ff ya?
A :
Wah gatau juga, tapi semoga aja bisa sampe belasan ya ;)

Q : Masih ga paham sama teori minum susu(?)
A :
Saya juga gapaham (?) jadi intinya susu itu sama kayak darah yang harus menjadi makanan utama sang vampire :)

Saya kasi bocorannya nih. Chapter depan itu menceritakan tentang kisah park family hoho, setuju ga kembali ke flashback?

So thanks a lot for your review, favorite, or follow!

[AkaSunaSparkyu] [deveach] [Choco Cheonsa] [diaz . safa] [dhantieee] [oasana] [shin123] [byunchanbaek] [Yeollin] [Riho Kagura] [yoyobaek] [LeeEunin] [TrinCloudSparkyu] [Fionny13] [putrisafa20] [karwurmonica] [Chan Banana] [Keepbeef Chicken Chubu] [snowless] [nyohssehun] [byunspark] [DahsyatNyaff] [dandelionleon] [luphbepz] [septhaca] [Gigi onta] [Byul Hun . K] [exindira] [Bakyun] [angelaalay] [mejimhh] [edifa] [parklili] [Baby Kim] [neli Amelia] [nana] [evita . vita] [Frostiedelight24] [fitri22exo] [93For94] [KimKaiHun8894] [Keun Yoon] [novira] [yeollo] [mpiet . lee] [devrina] [13VonMorgun] [Rly . C . Jaekyu] [Luhan manly] [ye-yeol] [SyiSehun] [byvn88] [DobiPanda] [NopwillineKaiSoo] [bella . bdbebell] [hunna] [minminkyu] [Xopeceye77] [daebaektaeluv] [cynemo] [suhoelfirda] [chanbaek meokgeolli] [welcumbaek] [Ahn Sunyoung] [ChanBaekLuv] and [Guest (2)]

Buat yang punya akun udah saya balas review-nya lewat pm. buat yang ga punya akun maaf saya tidak bisa balas ;) Maaf kalo ada nama yang kelewat atau hilang.

Mind to review?