Kau berjalan memasuki gedung olahraga yang menyelanggarakan pertandingan Too dan Seirin. tanganmu digenggam oleh Yuu dengan erat, agar dirimu tidak kabur dari tempat. dirimu sudah sampai dari Amerika, beberapa hari yang lalu, sesaat Seirin melawan Shuntoku. dan, karena kau belum mengatakan bahwa dirimu sudah berada di Jepang. jadinya, kau belum memberitahukan kakakmu,
Dan rekanmu di seirin dan juga teman-teman kecilmu. Kurang ajar memang, bagaimana lagi. kau ingin melihat kemampuan para anggota Kiseki no Sedai, yang semakin meninggkat ini. ahh, sekarang Kagami dan Kuroko melawan Aomine Daiki. inti dari Too, tidak anggota di Too pasti sebanding dengan Aomine. apalagi ditangani oleh Momoi Satsuki,
"Kagami-chan, apa kau tidak berpikir. kalau team Seirin akan kalah?" Tanya Yuu menatap dirimu yang memakai hoodie hitam, dan softlens berwarna hitam. menutupi manik salju milikmu, jangan lupa rambut yang sudah kau ikat. dan, yang ditutupi dengan penutup kepala dari hoodie tersebut dan jangan lupa dengan kacamata hitam.
"entahlah, aku belum melihat pertandingan mereka. jadinya aku tidak tau..." jawab mu menatap Yuu, dengan tatapan banyak arti. Yuu tau, bahwa dirimu tau apa akhir nanti pertandingan.
Brukk!
"I-iittai." pekik mu pelan, saat bahumu terbentur dengan tangan seseorang. kau menatap tajam ke arah orang tersebut, dan mendeklik tak suka. tapi, tatapan mu langsung berubah menjadi tatapan tersentak, kau melihat seorang yang sangat dirimu kenal bersama pemuda bersurai hijau yang memakai kacamata hitam. kau tau siapa mereka berdua, bagaimana ini? larikah? menyapakah? aktingkah?. sepertinya itu ide yang baik, kau harus berakting.
"Ahh, Daijoubu?" Tanya gadis itu menatap mu, kau hanya menatap gadis ini.
"Mezumi, biarkan saja ayo jalan. 'nodayo!" saut pemuda bersurai hijau, urat kesal sudah menonjol di keningmu mendengar ucapan dari pemuda tersebut. kalau kau tidak menyamar, dirimu sudah menendang lucky item pemuda tersebut dan menghancurkannya. kau menarik nafas pelan, dan beranjak dari jatuhmu.
"Daijoubu-tte," jawab mu singkat, suara merdu milikmu, sekarang terdengar berat dan dingin. tatapan sedikit menajam di manik hitammu,
"Syukurlah, Midorima-kun. jangan seperti itu!" ucap gadis yang bernama Mezumi, ini mengembungkan pipinya. sebal melihat tingkah laki-laki bersurai hijau, Midorima mengalihkan pandangnya.
"Biarkan saja, dia yang tidak melihat jalan 'nodayo!" saut Midorima, kau mengeluarkan hawa tidak suka kepada Midorima. Yuu yang peka langsung menarikmu, dan menyuruhmu menunduk meminta maaf.
"Sumimmasen, Reki-kun. memang sedikit rabun jauh, kalau tidak memakai kacamata yang berminus." saut Yuu membungkuk ke arah Mezumi dan Midorima.
"Hehh, tidak apa-apa. Reki-san, pasti sangat sulit berjalan. kalau semua pandangannya abstrak," ujar Mezumi dengan nada bersalah, kau membentuk senyuman tipis saat mendengar hal itu. ahh, ingin sekali dirimu memeluk Mezumi karena rindu. tetapi, kau harus melihat pertandingan ini,
"Yuu, cepatlah. pertandingan akan segara dimulai." Kau langsung berjalan tanpa berterima kasih, Yuu mendengus kesal kemudian ia menunduk untuk pamit.
"Aku permisi dulu," pamit Yuu meninggalkan Mezumi dan Midorima, dan dibalas lambaian tangan dari gadis bersurai torquise ini. tetapi, tidak dengan Midorima yang menatap ke arah mu dengan tatapan menyelidiki.
"Midorima-kun, ada apa?" tanya Mezumi heran, Midorima menggeleng kepala kecil.
"Tidak, aku kemarin tidak sengaja bertemu dengan gadis memakai penutup kepala hitam. kemarin sore bersama Takao," jawab Midorima dan berjalan ke arah ruangan pertandingan.
"Eeh, souka!?"
"Yaa, tetapi. bukannya aku mengingat ucapannya yang menyebalkan itu, 'nodayo!"
"Memang gadis itu, bilang apa?"
"Ramalan yang kau ikuti, sekarang menghianati. dan, hati yang sering dimakan oleh rasa manis kemenangan. sekarang merasakan pahitnya kekalahan, bagaimana perasaan mu, Midorima Shintarou?"
Gadis ini menyeringai di balik panas matahari memberi tahu musim panas yang akan datang, manik hijau milik Midorima menatap penuh ke arah gadis yang sedang memakai kaos berwarna putih dengan hoodie tanpa lengan. rambut yang terikat rapih dengan ditutupi oleh penutup kepala dari hoodie tersebut, kacamata berwarna hitam menutupi warna manik gadis ini.
"Aku tidak mengerti maksudmu, 'nodayo." jawab Midorima yang membawa bola, yang dilemparkan gadis tadi. karena ketahuan mengikut gadis ini,
"You gotta kidding me, Midorima Shintarou-san?. Aku tau, kau mengerti apa yang ku ucapkan. dan, pasti temanmu mengerti juga," ucap gadis ini masih mempertahankan seringaiannya.
Midorima terdiam menatap gadis ini dalam, menyelidiki siapa sebenarnya perempuan ini.
"kau selalu bilang, Tuhan memutuskan dan manusia berencana. yakan? ahh! tetapi, kau ingin mengutuk apa yang..."
"Hentikan, aku tau. apa yang kau bilang, sebenarnya... yang ku tak mengerti, apa yang kau mau?" Tanya Midorima menatap tajam ke arah gadis ini yang terkekeh.
"Aku hanya bilang, terima kasih. sudah merasakan apa yang lawan mu dulu, rasakan. yaitu sakit, kepedihan, dan semua macam rasa yang dirasakan lawan mu dulu ..." Jeda gadis ini tersenyum tipis, dia menatap Midorima lembut di balik kacamata hitamnya.
"Tetapi, ku yakin... kau bisa bangkit dan tambahkan kata kerja sama, di dalam permainanmu. jangan egois Midorima Shintarou-san," sambung gadis ini tersenyum, kemudian ia mengambil basket miliknya. dia berjalan mendekati Takao yang terdiam, dan melihat gadis yang mendekatinya.
"Dan, kumohon. Takao Kazunari-kun. jangan terlalu memaksakan diri, matamu sangat hebat. tetapi, itu juga akan mendapatkan kelelahan berlebih," Sautnya tersenyum lebar, dan menepuk pipi Takao. kemudian, ia berjalan meninggalkan mereka tetapi. gadis ini langsung berbalik dan melihat Midorima dan Takao yang menatapnya.
"Jaa, semoga kita bertemu di lain waktu. Midorima Shintarou-san, Takao Kazunari-kun,"
--
Kau datang saat kurang tepat waktunya, bunyi peluit terdengar bertanda permainan sudah di mulai 4 menit lalu. wasit melempar bola ke udara, manikmu melirik ke arah samping, Midorima sedang melihat ke arah lapangan juga, bersama Mezumi. point 8 untuk Toou dan 4 untuk seirin, bola melambung dan membentur ring Toou, dan di ambil wakamatsu mendribel bola tersebut sampai wilayah seirin, kemudian ia oper bola tersebut ke Imayoshi. yang dekat dengan ring milik seirin, tetapi dihalangi oleh Izuki, tetapi Imayoshi menggunakan double clutch dan mencetak dua point.
"Midorima-san, permainannya bagaimana?" tanpa salam apapun, kau langsung bertanya, Midorima melirikmu.
"Kau terlambat empat menit, seirin lengah dalam permainan awal. mereka berencana mengambil point lebih banyak sebelum Aomine datang. tanpa menyadari bahwa pemain lainnya juga punya bakat," jawabnya juga, Mezumi hanya sweatdrop mendengar obrolan kalian. tanpa salam, kalian memang mengerikan batin Mezumi. melihat dirimu dan Midorima,
"Kau benar juga, Midorima-san. Ngomong-ngomong pemain bernama Imayoshi itu, hebat juga. dia bermain selalu berpikir, pantas sekali untuk kapten." ucapmu menunjuk Imayoshi, tanpa dosa.
"Uh iya, kau benar. pemain lainnya, selain dia juga sangat hebat."
"Yaa, ku dengar pemainnya memasukan bola sampai 100 point, lebih. apa menurutmu Seirin menang, Midorima-kun, Reki-kun?"
"Sepertinya mereka... Seirin akan kalah,"
Kau langsung menjawab pertayaan Mezumi, dia tersentak mendengarnya. Apalagi, Midorima melihat dirimu,
"Kenapa kau bilang seperti itu, Reki-kun?!"
Kau tidak menjawab, karena fokus dalam pertandingan. Dimana Sakurai melakukan three point, tapi gagal melakukannya. Toou mendapatkan rebound dan mendapatkan dua point, walau kakakmu menghadang bola tersebut, tetapi tidak berhasil. dirimu mendecih melihat gaya permainan Toou,
"Toou melakukan permainan induvidual, tetapi menghasilkan kerja sama. Walau tidak seperti seirin," ujarmu lagi, Midorima masih terdiam masih fokus pada lapanhan.
"Yaa, permainan Toou lebih induvidualis. kebalikan dari Seirin yang melakukan kerja sama team, kau lihat Izuki-san, dia juga sebenarnya bisa melakukan three point, tetapi dia terlalu mengandalkan Hyuga-san." ucap Mezumi melihat Izuki yang lepas dari hadangan Imayoshi, berkat Kagami. kemudian, Hyuga mencetak angka tiga point.
Wakamatasu mengoper bola tersebut, ke arah Imayoshi. lalu berlari menjauh Imayoshi, yang sekarang di jaga oleh Izuki. kemudian, ia melakukan Long pass, ke Wakamatsu. kemudian, berlari ke wilayah seirin.
"Cihh, licik juga pemikirannya. Imayoshi, setelah ini Wakamatsu akan melakukan shoot. dan, Kuroko-kun dia akan menahan shoot tersebut, kau tau hasilnyakan? , Kuroko-kun akan gagal dan Kagami-kun yang menahannya." tebak Mezumi, benar saja ungkapan gadis ini. terjadi, seperti analisanya, tetapi. Kuroko gagal untuk menahan bola tersebut, Kagami melompat menahan shoot dari Wakamatsu.
"Kakinya, dia bisa melompat dengan jangkauan tinggi. lebih tepatnya kaki kanannya, bisa melebih lompatan dari yang lainnya." ucapmu melihat Kagami berhasil menahan bola tersebut. kalian bertiga fokus pada permainan di lapangan, sebelum suara menyauti kalian.
"Ehh, Midorimacchi?, Mezumicchi?"
Kau, Midorima dan Mezumi menoleh melihat pemuda bersurai kuning, dengan gadis memakai pakain sekolah. kau langsung keringat dingin, melihat perempuan itu. dia menyeringai kecil melihat dirimu, gadis bersurai coklat itu melambaikan tangan ke arah Mezumi dengan senyum tipis.
'Gyaaa!, Heika... dia ada di sini!, ahhh!! Matilah aku!!' pekikmu dalam hati, tenang. Rea, kau tidak apa-apa. batinmu menyemangatinya, kemudian berpura-pura fokus pada pertandingan lagi. maniknya membulat melihat nilai yang diemban Toou dan Seirin,
"Kise, kenapa kau tau ini. Diriku 'nodayo!" ucap Midorima menatap Kise.
"Kau bodoh ya. Midorimacchi, kacamata itu memalukan, lebih baik lepaskan saja. Benar bukan, Shizucchi?" ucap Kise, Mezumi tertawa mendengar ungkapan Kise,
"Apa?!" seru Midorima tidak terima, Shizu langsung menahan tangannya, dengan bahu Kise.
"Yaa, kau benar. Midorima, apa itu lucky itemmu?" tanya Shizu menunjuk kotak itu.
"Oha-Asa bilang, hari ini cancer harus membawa kotak ini. 'Nodayo, kalau tidak tembakannya, akan melesat 1cm." jawab Mezumi meragakan tingkah Midorima, Kise dan Shizu tertawa melihat tingkah Mezumi.
"Oii, Mezumi!" seru Midorima, kau menghela nafas kecil. Astaga, sebenarnya kau ingin tertawa karena tingkah mezumi tetapi, bagaimana harus mempertahankan identitas mu dari Mezumi, dan Shizu. Ralat, Shizu sudah mengetahui kau sedang menyamar.
"Begitukah, ngomong-ngomong, Midorimacchi tumben sekali, kau menonton?" tanya Kise lagi,
"Kebetulan aku dan Mezumi lewat kemari, Kise. jangan berbicara yang bukan-bukan ," kau mendengus kecil, bohong sekali. pikirmu melihat Midorima,
"Hehh, bukannya. kita memang merencanakan menonton dari kemarin, malam. Ne, Midorima-kun?" kau menahan tawa mendengar ucapan Mezumi, sial. sifat tsundere Midorima memang sudah melekat,
"Midorimacchi, kau memang tsundere. Ohh, siapa perempuan itu-ssu?" tanya Kise lagi, dia menunjuk dirimu. kau langsung berakting, sudut bibirmu membentuk senyum malas.
"Boku wa Reki, yorushiku. Aku dan sepupuku kemari, dan tidak sengaja bertemu mereka berdua." dustamu, Shizu semakin menyeringai lebar dan kau melihat seringai itu. keringat dingin menjulur di bakang lehermu, ahh! Setahun lalu, saat musim dingin. kau ketahuan olehnya dan Mayura, sekarang terulang lagi.
"Ahh, begitukah. Namaku Kise Ryota dan sebelahku, Shizu Heika. salam kenal juga," sapa Kise tersenyum, kau mengangguk kecil.
"Jadi bagaimana permainannya, Midorimacchi?"
"Tidak ada istimewa, permainan konyol. Apalagi, Aomine tidak ikut bermain,"
"Ehh, kenapa begitu-ssu?, padahal Aominecchi tidak bermain."
"Kise-kun, kau lupa Satsuki-chan juga menjadi menajer mereka,"
"Ehh?"
"Kau bodoh sekali, Kise. Saat di teikou, kau dan Midorima, tidak kalian dan Kisedai lainnya tertolong, karena dirinya. misalnya, kau melawan Too, berhati-hatilah."
Kau menyetujui ungkapan Shizu dan Mezumi, benar. apalagi, di sana ada Momoi yang memiliki analisa yang bukan main, strategi, perkembangan, dan daya pemain... Semua hal, itu Momoi bisa melakukannya. Seperti informan yang handal,
"Satsuki memang menyukai Kuroko, tetapi. Bagaimana dia tidak melawan Kuroko serius. Bukan begitu Kise, Midorima. Yume?" tanya Shizu melihat Momoi, kau hal itu. dirimu tau, Momoi Satsuki memang menyukai Kuroko. kau diberikan tahu oleh Momoi , dirimu mengenal karena teman-teman kecilmu juga, dekat dengan Momoi.
"Ehh, yang benar?" saut Midorima menatap Kise, Shizu, dan Mezumi polos.
"Hiehh, Midorimacchi/kun/. Kau tidak tau?!" ucap Kise dan Mezumi menunjuk Midorima, Shizu menggeleng kecil melihat Midorima yang tidak peka.
"Satsuki suka dengan Kuroko, sudah lama. Yaa walau, takdirnya bukan dengan Kuroko sih." ucap Shizu tersenyum kecil, kemudian melirikmu yang sedang fokus.
"Yaa, kalau begitu tidak usah dikhawatirkan. Kuroko tidak mau Momoi bermain setengah-setengah, pemain lainnya juga punya semangat." ucap Midorima,
"Ehh?" saut Kise bingung.
"Aku juga sama pemikiran, dengan Midorima-san. Kuroko-san juga memiliki semangat untuk menenangkan, sama halnya teamnya Momoi-san. Kise-kun, apalagi Momoi-san. Dia terus menatap pemain Seirin, seperti merencanakan sesuatu." sautmu dari tadi diam,
"Begitukah, kalau ada Reacchi. Team Seirin akan menandingi team Momoicchi," ucap Kise lagi, kau terdiam tanpa menyauti. memang , kau tidak mengontrol team Seirin, tetapi Aida sering memberimu perkembangan team dan berdiskusi strategi.
"Yaa, hanya gadis itu yang bisa menandingi Momoi. selain, Shizu dan Mezumi. tidak, selain teman-teman lainnya." ucap Midorima menatap Shizu dan Mezumi, yang sedang fokus dalam pertandingan. Kedua pasang manik gadis berbeda warna surai itu melihat gerak, dan daya pemain lawan.
"Kau benar, aku dengar dari Kurokocchi dan Kagamicchi. Reacchi sedang masa studi banding, karena Ibu dari Reacchi dan Kagamicchi ada masalah. Di amerika," ucap Kise lagi, sambil bergaya kecil.
"Mezumi, menurutmu bagaimana tentang analisa Rea. dulu saat di musim dingin lalu, untuk mengalahkan kami. Kisedai, menggunakan analisanya?, menurut bagaimana sebandingkah dengan Momoi." tanya Midorima menatap Mezumi yang menoleh kecil ke arahnya, kemudian. wajahnya serius,
"Maa, aku tidak bisa bayangkan analisa Satsuki-chan, dengan Rea. tetapi, Rea pernah memberitahukanku di Amerika. dia dilatih langsung oleh seseorang. Permainan, strategi dan semua tentang basket diajarkan oleh orang itu, aku tidak tau. bagaimana nasib Satsuki-chan dan Rea, kalau mereka mengeluarkan stragetis pertandingan mereka, apalagi Aida-senpai juga memiliki daya analisa yang hampir menyamai Satsuki dan Rea," jawab Mezumi menatap Momoi dan Aida,
"Dari ahlinya langsung-ssu, Reacchi hebat. Dia juga merencanakan Kagamicchi menghancurkan ring untuk membuat pelatihku marah besar," kau langsung mendengus mendengar ucapan Kise, salahkan pelatihnya yang kurang ajar karena meremehkan Seirin.
Kau memfokuskan kembali kepada pertandingan, Izuki mencuri bola dari Sakurai. dia langsung mengoper bola ke Kagami, tetapi sialnya Kagami dihadang oleh pemain Toou, Kagami berniat melakukan three point, tetapi. Kau yakin, kakakmu melakukan alley-opp. tetapi, kau yakini lagi Momoi mengetahui hal tersebut.
"Three... Tunggu, dia melakukan..."
"Alley-opp sendirian."
To Be Continue!
[a/n] : Yahooo!! Asia kembali lagi membawa cerita ini, terimakasih sudah menunggu happy reading!
