ch.2 "You Will Be Mine"
.
.
.
Terimakasih sudah membaca fanfic saya sebelumnya,saya berterimakasih kepada _- Paris Violette, Fran Fryn Kun,Kazuto21_- Terimakasih sudah mampir dan mereview.
.
.
.
Perhatian ! Cerita ini hanya fiksi belaka dan semua character kepunyaan om masashi. Mengandung Typos,OOC dan EYD yang kurang baik. Menerima saran dan kritikan menggunakan bahasayang sopan.
-UNLIKE?JUST ONE CLICK ICON "BACK".
.
.
.
"Hei,tunggu. Ini untukmu, datang ya."
Pemilik nama uzumaki itu memberikan tiket pensi untuk gadis itu
"tapi aku.."
belum sempat melanjutkan kata-katanya pria itu telah pergi.
"pokoknya kau harus datang,aku punya sesuatu untukmu. Sampai jumpa besok,aku akan menjemputmu."
Jantungnya berdegup kencang apa yang harus ia lakukan. Ia hanya tersenyum dan masuk kedalam kediamannya.
.
.
.
Gadis berambut indigo itu tampak sangat senang sekali dengan apa yang ia alami tadi,
"Tadaima,"
Suara lembutnya menyapa seluruh orang dikediaman hyuga itu,
"Okaeri,kau sudah pulang? Ayo mandi dan bergabunglah makan malam dengan kami Hinata-sama,"
Ia tampak terkejut dengan suara yang sangat tidak asing ditelinganya,
"Neji Nii-San ! Kapan kau kembali? Aku merindukanmu."
Gadis itu langsung memeluk sepupunya, yang baru saja datang dari New York. Karena ia mendapatkan beasiswa kuliah disana.
"Hn, kau tambah cantik! Aku baru saja tadi sampai ,dan paman yang menjemputku. Ayo lekas mandi dan bergabunglah."
Gadis itu hanya mengngguk dengan senyuman yang tidak seperti biasanya. Betapa tidak hari ini dia sudahsangat beruntung, dapat berkenalan dengan kakak kelas yang ia kagumi dan sekarang ia dapat berkumpul dengan seluruh keluarganya.
.
.
.
Waktu begitu cepat berlalu, kini ia harus melangkahkan kakinya ke lantai 2 untuk segera tidur,
"Nii-san,Tousan,Hanabi,Kachan aku sudah selesai. Aku tidur dulu ya!"
Gadis itu pun berlari kecil kearah kamarnya yang berada di lantai 2.
"Hn,baiklah hati-hati. Hari ini kau terlihat senang sekali Hinata."
Wanita paruh baya yang sangat mirip dengan Hinata menggodanya.
"Hn, mungkin hanya perasaanmu saja kaachan. Oyasumi Minna,"
Ia melanjutkan langkah kakinya kearah kamarnya. Dalam kamarnya ia tidak langsung tidur,ia duduk di meja belajarnya dan ditemani lampu belajar. Ia tidak melepaskan pandangannya dari sebuah selembar tiket yang tadi ia dapatkan tadi siang setelah pulang sekolah.
"Hah,aku tak habis pikir kenapa pria itu memberikan tiket VIP ini? Tiket VIP inikan mahal sekali,dan aku harus mengumpulkan uang sakuku selama 3 minggu untuk membeli tiket kelas VIP. Apa yang dikatakan Sakura dan Ino benar? Ah tidak mungkin,lebih baik aku tidur dan besok aku harus bangun pagi."
Ia berjalan menuju ranjangnya yang berukuran king size. Tetapi ia tak lekas tidur ia justru terus memikirkan pria yang memberi ia tiket berkelas VIP,
"Haduh aku tidak bisa tidur,bagaimana ini? Kami-sama ada apa ini. Apa aku harus menghubunginya? Mana mungkin. Aku wanita, sudahlah."
Diranjangnya yang berukuran king size, ia berkelut dengan perasaan hatinya, ia bingung dengan perasaannya saat ini.
Dertt... Dertt... Dertt
Ponselnya bergetar tanda ada panggilan masuk,dan ia merasa terganggu dengan ponselnya.
"Hah berisik sekali,siapa sih tengah malam begini yang menghubungiku?"
"moshi-moshi?"
"moshi-moshi, Hinata apa kau sudah tidur?"
"Hn,tadi sih sudah. Gara-gara kau aku terjaga, dasar kau tak punya sopan santun."
Ia sedikit berbohong, dengan kenyataannya yang sampai sekarang ia belum tertidur.
"Gomen Hinata, aku tidak bisa tidur karena terus teringat olehmu."
*DEG*
Perasaannya campur aduk antara penasaran siapa yang meneleponnya dan perasaan senang.
"Hei, kau siapa?"
"Kau tidak ingat? Apa perlu aku bernyanyi lagi untukmu? Untuk ketiga kalinya? Kau payah Hinata Haha."
"kau..."
"Hehe aku Uzumaki, Uzumaki Naruto."
Ia sangat terkejut dengan pengakuan seseorang disebrang sana.
"Dari mana kau mendapatkan nomor ponselku? Aku kan belum sempat menghubungiku?"
"Aku mendapatkan dari Neji, dia teman kakaku Menma. Gomen ya,oh ia kau mau mendengar lagu baruku?"
"E-eto,baiklah."
Pria disebrang sanapun memetikan gitarnya dan mulai menyanyikan sebuah lagu.
" Morning sunshine in our room
Now that room is back in tune
Autumn start this day with a smile
And laugh at my beautiful love one
Who? s lying besides me
You so far away in your sleep
Who can tell what dream you may dream
You dont know that I was drawing
With my finger on your sweet young face
Vague as a meaning words
You make my world so colorful
I never had it so good
My love I thank you for all the love
You gave to me. Bagaimana? Aku baru membuatnya sedikit,sisanya akan kutampilkan saat pensi nanti."
Ia tercengang dengan lagu yang baru saja dinyanyikan dan tidak bisa berkata apa-apa.
"..."
"Hinata?"
"Hah? Ada apa Nii-san?"
"Panggil aku Naruto saja. Bagaimana laguku?"
"Ba-bagus Naruto. Aku tidur dulu ya,
sudah malam, besok aku harus berangkat lebih awal."
"Baiklah,besok ku jemput ya?"
"Terserahmu."
"Selamat Malam, Hinata-Hime."
*DEGG*
Panggilanpun terputus ,ia tercengang dengan panggilan Himenya itu.
'lebih baik aku segera tidur,karena besok aku harus berangkat pagi.'
Gumamnya dalam ia pun segera memejamkan matanya dan mulai berfantasi dalam alam mimpinya.
.
.
.
Cahaya sang suryapun memasuki celah-celah kamar bernuansa soft purpel, ia menoleh kearah jam dinding. Ia langsung terperajat dari tempat tidur dan matanya pun terbuka lebar ,
"Astaga, aku terlambat bangun. Coba saja kemarin aku segera tidur."
Ia segera bersiap untuk berangkat,karena hari ini adalah pelajaran kakashi dan ia paling tidak suka terlambat.
.
.
.
Ia segera memakai sepatunya,ia tidak lagi melihat sepatu apa yang ia kenakan.
"Hinata,kau tidak sarapan dulu?"
Hanya gelengan kepala untuk menjawab pertanyaan kakak sepupunya itu.
.
.
.
Hosh..hosh..hosh
Ia mengusap peluhnya yang mengalir deras yang menetes dari pelipisnya.
"Hinata, tunggu."
Pria yang mengendari motor ninja berwarna orange,dengan wajah ditutupi helm berjenis full face. Ia mempercepat mengendarai motornya itu.
'hah kenapa disaat ini tidak ada yang memberikan aku tumpangan?'
Ia ngedumel dalam hatinya. Langkah kakinya terhenti ketika sebuh motor berjenis ninja menghalangi langkahnya.
"Ohayou,maaf aku harus buru-buru karena aku sudah sangat terlambat."
"Kalau begitu naiklah, akan aku antarkan kau sampai sekolah. Aku juga bersekolah disana"
Tanpa berfikir panjang ia pun menerima tawaran pria misterius itu,tidak ada pilihan lain karena dia sudah sangat terlambat.
"Go-gomen aku jadi merepotkanmu."
"Tidak apa,tadi aku menjemputmu kerumah tetapi kata ayahmu yang galak itu kau sudah berangkat,ayahmu menyeramkan."
"Na-naruto-kun?"
"Ia kau fikir siapa? Ah kau tidak mengenaliku ya. Jahat sekali."
"G-gomen Naruto-kun a-aku tak mengenalimu,karna kamu menggunakan helm seperti i-itu?"
"Ah ia juga ya,kemarin ayahku membelikan motor ini untukku. Tumben sekali."
Nyiiittt
Suara rem motor pun harus mereka dengar berbunyi, secara spontan tangan kecil itu melingkar di pinggang seseorang pria di depannya. Ia terpaksa melakukan itu karena ia sangat ketakutan,
"Hei,hati-hati kau tidak punya mata hah?"
"S-sudah Naruto-kun ,ayo kita lanjutkan saja aku sudah terlambat."
"Hn,baiklah maafkan aku ya Hinata."
"Tak apa Naruto-kun"
.
.
.
Gerbang pintu sekokah itu hampir saja ditutup oleh penjaga sekolah terkemuka itu, Naruto mempercepat kendaraannya.
"Hei hati-hati kau terlalu mengebut,"
"Hehe untung saja kau dan aku tidak terlambat, ayo kau segera masuk ke kelas,nanti aku akan ke kelasmu setelah istirahat."
"Hn, terimakasih banyak Naruto-kun."
Gadis itu berlari kecil menuju ruang kelasnya yang berada di lantai 2.
"Ohayou,G-gomen kakashi sensei aku terlambat."
"Hn,duduklah. Oh ia kenapa kau menggunakan sepatu berwarna ungu? Hari inikan jadwal menggunakan sepatu hitam."
"G-gomen tadi aku terburu-buru."
Seluruh penghuni kelas mentertawakannya, ia harap ini tak lagi terulang.
*Dertt.. Dertt.. *
Terlihat LED ponselnya berkelip-kelip,ia membuka kode pengaman yang diminta oleh ponselnya. Ia segera membaca pesan yang ia terima.
.
.
.
From : Uzumaki Naruto (Work)
Hinata aku punya lagu baru, nanti istirahat aku tunggu kau di ruang kesenian yaa.. Arigatou :3
Sent to : Uzumaki Naruto
Hn,b-baiklah nii-san..
Bel istirahat pun berdentang , gadis yang hari ini terlambat tidak berani melangkahkan kakinya keluar. Dan ia lebih memilih untuk membuat sketsa didalam kelasnya.
'lebih baik aku membuat sketsa apa ya? Ah kejadian yang tadi pagi saja,baiklah'
Ia mencoretkan sebuah sketsa di buku gambarnya.
.
.
.
"Wah,gambaranmu luar biasa sekali. Kau memiliki estetika seni yang melebihiku."
Ia segera menutup gambarannya dengan kedua tangan.
"S-sai-kun sejak kapan? Ini juga berkatmu,aku bisa membuat ini karena aku berguru denganmu."
"Kau bisa saja Hinata,baiklah lebih berlatih lagi ya."
Gadis itu pun hanya mengangguk dan membalasnya dengan senyumannya.
.
.
.
*Dertt.. Dertt..*
Warna lampu LED ponsel gadis itu menyala dan ia segera membuka pesan yang baru saja diterimanya.
From: Uzumaki Naruto (work)
Kau dimana Hinata? Aku sudah menunggumu lama diruang kesenian ini..
'Astaga,aku lupa bagaimana ini. Ah damn pulsaku habis lagi,gimana ini. Sudahlah biarkan'
Gadis berambut indigo itupun melanjutkan sketsanya.
*Dertt.. Dertt*
LED pun menyala kembali, ia melihat ada sebuah tanda dibagian emoticon pesan. Ia membukanya dan ternyata itu dari orang yang sama.
From: Uzumaki Naruto (Work)
emm baiklah,mungkin kau sibuk tadi. Jadi izinkan aku untuk mengantarkanmu pulang yaa, :)
Ingin sekali dia membalas pesan dari pujaan hatinya itu,tapi apadaya ia lupa membeli voucer pulsa untuk hari ini.
"kau kenapa Hinata? Apa karena yang tadi?" gadis berambut pink itu menanyakan keadaan sahabatnya,yang sedari tadi terlihat murung.
"E-eto, bukan desu. Aku boleh meminta pulsamu? Tadi aku lupa untuk membeli voucer pulsa."
Pertanyaan tadipun hanya dijawab dengan anggukan semangat, "oh tentu Hinata, ini ponselku."
Gadis berambut indigo itupun segera membalas pesan yang tadi masuk ke nomor ponselnya.
Sent to: 0816xxx
Emm Naruto-kun,ini aku Hinata. Maaf tadi aku lupa untuk pergi keruang seni,tadi aku mengerjakan sesuatu dulu. Baiklah kita bertemu di lapangan sekolah saja ya? Arigatou.
*message sent*
*do you want to delete this message?
Yes No
"arigatou Sakura-chan,"
"Hn douita,eto Hinata apa itu gambar Naruto dan dirimu?"
Wajahnya memerah, ia tak bisa menjawab pertanyaannya.
"E-eto bukan Sakura-chan itu nii-san."
"Oh begitu, bagus sekali. Nanti kau gambarkan aku dan Sasuke-kun ya."
"Ha'i"
Ia dapat bernafas lega karena Sakura percaya dengan perkataannya.
.
.
.
Jam menunjukan pukul 16:30, itu pertanda bahwa seluruh siswa diizinkan untuk pulang, gadis berambut indigo itu segera turun dari kelasnya. Ia tidak ingin membuat pangerannya kecewa lagi,
"Hinataaaa..,"
Terdengar suara khas dari seorang pria yang ia kenal selama ini. Dia hanya melambaikan tangan ,tanda bahwa dia telah mendengarkannya.
"Hai Hinata, kau sudah menungguku lama?"
"Tidak kok, aku juga baru sampai disini. Kau membawa gitar? Tadi pagi aku tidak melihatnya dipunggungmu?"
Pria berambut jabrig itu menggaruk bagian belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Ia, kemarin aku terburu-buru jadi gitarku tertinggal disekolah, untung saja tidak hilang. Ayo pulang."
Dalam perjalanan,Naruto pria yang membawa motor sporty itu mengajak Hinata untuk mampir ke kedai Ramen langganannya,
"Kak Ayame Ramen special 1, kau mau apa Hinata?"
"Emm,aku sudah kenyang Naruto arigatou."
"Kau yakin?"
"Hn"
Gadis itu tersenyum bahagia karena ia dapat berduaan dengan orang yang ia cintai. Pesananpun datang, pria itu menyantap hidangan dengan sangat semangat.
"Kak ayame pesan green tea 2,yang special ya?"
"2? Untukmu?"
"Tidak,untukmu dan untukku."
"Arigatou Naruto-Kun"
"Douita Hime"
Dua gelas green tea itu telah tersedia di depan mereka, dan mereka pun meminumnya bersamaan.
"Aku minum ya Nii-san"
"Hn, ini teh terbaik disini. Oh ia jangan panggil aku nii-san."
"Hn b-baiklah, oh ia katamu kau punya lagu baru."
"Hn,tentu"
"Aku ingin mendengarnya."
"Tunggu besok ya,pada saat pensi."
Hinata pun hanya mengangguk tanda setuju,ia bingung harus menjawab apa lagi,
"Kak Ayame uangnya di atas meja ya!"
"Baik,silahkan kembali lagi."
Pria itu segera mengajak gadis berambut indigo itu pulang.
"Naruto-kun terimakasih kau telah mengantarkanku lagi,dan sekarang pakai motor lagi."
"Douita ,gadis manis. Kau itu orang pertama yang ku boncengi loh."
"Benarkah? Berarti aku beruntung."
"Beruntung apanya?"
"Ya! Bisa di bonceng oleh senior yang dikagumi semua wanita."
"Kau ini,sudah masuk nanti ayahmu marah lagi. Menyeramkan sekali jika ayahmu marah."
Sambil menunjukan wajah masamnya,dan gadis indigo itu hanya tersenyum manis.
"Hn, Hinata? Kemarilah"
Gadis itu pun mendekati pria yang memanggilnya dan
*cupp*
Pipi gadis itu berubah menjadi merah dan dia mematung seketika.
"Arigatou Hinata kau telah membuat hidupku kembali menjadi ceria."
Pria yang telah mengecup pipi gadis indigo itu segera menyalakan gas motornya dan pergi dari kediaman gadis indigo itu.
"Douita Naruto-kun."
Gadis itu segera memasuki kediamannya.
Ia memikirkan apa yang akan terjadi di pensi tersebut.
.
.
.
Kira-kira apa yang akan terjadi di malam puncak pergelaran acara pensi tersebut? Tunggu di dan mohon maaf jika banyak kekurangan dan kesalahan dalam pembuatan fic ini. Arigatou dan Review ya :)
