Holla, trims buat yang uda review, ini saya update lagi oneshot yang baru.

maaf kalau ceritanya kurang memuaskan dan terkesan kaku, kritik saran selalu ditunggu ya :)

Happy Reading ! :D

NARUTO

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : Itachi X Ino

~I need You~

"I-i-itachi, aku membutuhkanmu ,..." -Ino-

"Kita cerai saja .." ujar Ino di tengah kegiatan makan malamnya saat itu. Bersama dengan Itachi, pemuda yang sudah 6 tahun berpacaran dengannya sampai akhirnya 15 bulan yang lalu mereka resmi menjadi pasangan suami istri dan telah tinggal bersama sampai sekarang.

"Apa ? bisa kau ulangi sekali lagi ?" Tanya Itachi meyakinkan pendengarannya.

"Aku bilang, kita cerai saja Itachi.." Kali ini Ino menatap Itachi menunjukan keseriusannya.

"Cepat selesaikan makanmu, malam ini aku yang akan mencuci piring.." jawab Itachi mengalihkan pembicaraan.

"Aku lelah Itachi, hubungan kita.. a-a-aku tak bisa.." ucap Ino dengan suara yang bergetar menahan emosinya.

"Apa kau sudah menyelesaikan makanan mu ?" Tanya Itachi sekali lagi menghindari tatapan Ino padanya.

"Malam ini aku akan tidur di ruang tamu, permisi" Ino segera pergi menuju kamar mereka dengan langkah kaki yang dihentakan karena kesal akan perilaku Itachi.

Itachi hanya menatap Ino yang pergi dengan tatapan yang susah diartikan. Ia lalu membereskan meja makan dan mencuci piring sesuai dengan perkataannya tadi.

Di tengah kegiatannya mencuci piring, Itachi mendengar derap langkah dari arah tangga. Tanpa menoleh ke asal suara pun Itachi tau itu adalah suara langkah kaki Ino yang menuju ruang tamu mereka.

Itachi menghela nafas dan kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda itu , "Ternyata dia benar-benar serius dengan ancamannya..." gumam Itachi dalam hati.

"Sial sial sial ! bagaimana bisa dia bersikap tenang seperti itu !? Oh Kami-sama, dari sekian banyak lelaki kenapa aku harus bersamanya ?"

Ino terus meremas bantal dan guling yang tadi dia bawa turun dari kamar.

" Malam ini aku akan tidur di sofa, biarkan saja Itachi brengsek itu tidur sendirian disana, toh aku takkan peduli. Lagipula Itachi harusnya sudah terbiasa tidur sendiri, dia kan selalu dinas keluar kota bahkan keluar negeri dan tentunya dia akan tidur sendiri, ohhh ! atau ternyata dia tidak sendiri ? mungkin saja dia menyewa perempuan untuk menemaninya ? Haiish.. "

Ino semakin meremas bantal di pangkuannya , melampiaskan kekesalannya pada benda mati yang tak bersalah itu. Sepertinya Ino terpancing oleh pemikirannya sendiri yang belum tentu benar itu.

Setelah selesai mencuci piring, Itachi segera beranjak ke kamarnya melewati begitu saja sosok Ino yang masih tampak marah .

Sesampainya di kamar Itachi tidak lantas tidur, melainkan dia menuju meja kerjanya yang terletak di dekat jendela kamar mereka. Itachi duduk di bangkunya lalu menatap pigura foto yang menampilkan 2 sosok yang terlihat bahagia dengan senyuman bahagia terukir jelas di kedua wajahnya.

Ya, itu foto pernikahannya dengan Ino. Mereka berdua adalah pasangan yang bahagia. 6 tahun menjalin kasih bukanlah waktu yang bisa dianggap remeh bukan? Selama 6 tahun mereka melewati setiap masalah dengan baik, masalah berat atau ringanpun itu mereka tetap bisa bertahan.

Namun setelah memasuki kehidupan menikah ternyata masalah yang dihadapi mereka jauh lebih berat. Entah itu karena jabatan Itachi selaku direktur di perusahaan keluarganya yang mengharuskan Itachi bekerja ekstra sehingga Itachi terkadang harus menginap diluar, tapi ini bukanlah masalah terbesar mereka yang menyebabkan kata "Cerai" itu keluar dari mulut Ino.

Setelah 3 bulan mereka menikah, Ino hamil. Tentu mereka dan sanak keluarga yang lain bahagia mendengarnya, Itachi pun lebih sering menolak pekerjaan-pekerjaannya di luar kota untuk menjaga istrinya di awal kehamilan anak pertama mereka.

Sampai pada usia kandungan Ino beranjak 5 bulan, Ino harus mengalami keguguran karena terjatuh. Saat itu Itachi sedang berada di Amsterdam , Belanda untuk mengurusi proyek yang urgent disana sehingga Itachi tak bisa menemani Ino. Ino yang saat itu dalam keadaan yang sangat terpuruk merasa sangat kecewa, ditambah sang suami yang tak ada di sisinya.

Mulai dari kejadian itu, hubungan mereka berdua tampak merenggang. Ino menjadi istri yang posesif dan selalu mencari-cari suaminya jika suaminya pulang malam dan bekerja di luar kota. Keadaan ini membuat Itachi sangat risih dan sempat mengacuhkan Ino.

TENG !

Suara jam berdentang menunjukkan jam 12 tengah malam.

Suara tersebut menyentak Itachi yang daritadi berlalu dalam pikirannya akan hubungan rumah tangganya.

Dengan berlahan Itachi berdiri, lalu berjalan keluar dari kamarnya dan segera menuju ruang tamu tempat Ino berada sekarang.

Itachi menghampiri Ino yang sedang tertidur pulas disana. Itachi masih bisa melihat jejak-jejak airmata Ino.

Itachi berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Ino dan menatap Ino dengan tatapan meneliti ,"Dia menangis.." gumam Itachi di dalam hati

Rasa sesak karena bersalah merasuki dada Itachi, sadar bahwa penyebab airmata Ino kali ini adalah dirinya sendiri.

Itachi sadar tidak seharusnya dia mengacuhkan Ino dalam keadaan terpuruk seperti itu. Seharusnya dia mengerti bahwa Ino sedang membutuhkannya.

"Ck, Kau bodoh Itachi.." Itachi memaki dirinya sendiri dengan suara berbisik agar tidak membangunkan Ino.

Ternyata suara itachi membangunkan Ino. Itachi sempat terkejut namun dapat menyembunyikan keterkejutannya tersebut , "Maaf membangunkanmu.." Itachi berkata dengan lembut sembari membelai wajah Ino, menghapus jejak airmata di pipi istrinya.

"Maaf untuk semua ini, maaf.." tambah Itachi masih dengan menatap wajah Ino di depannya.

Ino menatap Itachi dengan serius, Ino bisa melihat rasa bersalah yang tergambar jelas dari mata suaminya, "Kau …" Ino tak tahu harus berkata apa melihat suaminya terlihat sangat emosional didepan nya.

Itachi yang Ino tau selama ini adalah pemuda yang tenang dan dapat menyembunyikan emosinya dengan baik entah itu marah , sedih, tapi kali ini berbeda, Ino seakan melihat emosi Itachi dengan jelas. Melihat betapa hancur Itachi di hadapannya.

"Ino, dengarkan aku, aku sadar ini semua salahku, maafkan aku…" Itachi memohon dengan sungguh.

"I-i-itachi, aku membutuhkanmu , k-k-kau tahu kan itu ?" ucap Ino dengan suara bergetar menahan tangis.

"Aku membutuhkanmu, ta-tapi kau ? kau pergi ,a-aku tak mengerti..!" Ino berinsut bangun dari posisinya lalu beranjak pergi dari tempatnya , namun langkah Ino terhenti karena Itachi mencegatnya.

Itachi menubruk tubuh Ino dan memeluk Ino dengan erat.

Ino terus melawan, merontah dan memukul dada bidang sang suami, "Lepaskan aku..! lepaskan!"

"Ino maafkan aku, aku ingin kita memulainya dari awal kembali, aku mohon Ino.." bisik Itachi di telinga istrinya

Bisikan suara baritone Itachi sontak menghentikan rontahan dan pukulan Ino di dada Itachi. Hanya terdengar sayup-sayup tangisan Ino yang masih berada di dekapan Itachi.

"Aku mencintaimu Ino, kau istriku.. berikan aku kesempatan untuk memperbaikinya, hmm..?"

"Aku membutuhkanmu, aku sangat kesepian saat itu , Itachi aku membutuhkanmu.." Ino membalas pelukan sang suami.

Perlahan Itachi mengangkat dagu Ino, menghadapkan wajah Ino untuk menatap langsung kedua matanya. Ditatapnya mata sebiru laut milik istrinya, perlahan jarak di antara sepasang suami istri ini semakin kecil sampai akhirnya tidak ada jarak sama sekali. Bibir Itachi bertemu dengan bibir Ino, mereka berciuman setelah sekian lama mereka saling mengacuhkan diri. Ciuman mereka berlangsung dengan intens dan hangat, menunjukan betapa mereka saling merindu satu sama lain. Biarlah kejadian di malam panjang ini dapat menjadi awal yang baru bagi kehidupan rumah tangga mereka.

-Fine-

Sekian Oneshot kedua saya, trims sudah dibaca sampai selesai :)

maaf banget kalau cerita yang ini kaku total , dan penuh typo ya, hehe

RnR plus kritik n saran selalu ditunggu readers-sama !

thank you

Godblessyou! :)